Beranda blog Halaman 804

Banmus Jadwalkan Pelantikan Hasanuddin Masud Jadi Ketua DPRD Kaltim 12 September

0

SAMARINDA – Pergantian ketua DPRD Kaltim, dari Makmur HAPK kepada Hasanuddin Masud, tak lama lagi akan berlangsung. DPRD Kaltim telah menjadwalkan rapat paripurna pengucapan sumpah janji pengangkatan pengganti Ketua DPRD pada 12 September 2022.

Jadwal ini ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kaltim, Rabu (31/8/2022) pagi. Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun yang memimpin rapat Banmus mengatakan, pihaknya telah berkoodinasi dengan sejumlah pihak untuk menentukan jadwal rapat paripurna pengangkatan ketua DPRD Kaltim.

“Kita sudah berkoordinasi dengan KPT (Kepala Pengadilan Tinggi), dan stakeholder lainnya. Kita punya waktu cukup. Ini monumental, kelembagaan kita inginnya mengundang semua pihak,” jelasnya.

Ditanya apakah pergantian Ketua DPRD Kaltim mengganggu proses pembahasan APBD Kaltim, Samsun menjamin semua agenda pembahasan APBD Perubahan 2022 dan APBD murni 2023 tidak akan terdampak dan akan tetap dikejar sesuai target Pemprov dan DPRD Kaltim disahkan 14 September 2022.

“Nggak masalah, kita ada aturan yang menaungi semuanya. Dan pengesahan nanti setelah ketua (DPRD Kaltim) baru. Semua sudah berproses dan tidak berlaku surut, tahapan sudah berjalan,” tegasnya.

Nidya Listiyono, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim

Sementara Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menjelaskan, pengaturan jadwal rapat paripurna pengambilan sumpah dan pengangkatan pergantian Ketua DPRD Kaltim adalah tindaklanjut dari terbitnya Surat Keputusan Mendagri RI. “Semua proses sudah dilalui, SK sudah muncul dan ini perintah negara yang harus dilaksanakan,” katanya.

Terkait posisi yang akan ditempati Makmur HAPK, pria yang kerap disapa Tio ini menyatakan, Fraksi Golkar DPRD Kaltim masih menunggu keputusan dari rapat pleno DPD I Golkar Kaltim. “Saya nggak bisa jawab, bertukar tempat dengan Pak Hasan atau tidak itu kewenangan DPD I yang menentukan. Yang jelas saya terus berkoodinasi dengan Sekretaris DPD I, karena kita fraksi perpanjangan tangan dari DPD,” pungkasnya. (eky)

Polisi Tangkap Pelaku Investasi Bodong, Korbannya Belasan Orang dengan Kerugian Miliaran Rupiah

0

BALIKPAPAN – Polsek Balikpapan Timur mengungkap pelaku kasus penipuan dan penggelapan investasi bodong dengan korban yang mencapai belasan orang dan kerugian hingga miliaran rupiah.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Syafii mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari korban pada 14 Juni lalu dan langsung melakukan penyelidikan ke daerah Teritip untuk memancing pelaku.

Polisi berhasil mengamankan tersangka berinisial MU (29) warga Kariangau, Balikpapan Barat, Selasa (23/8/2022) sekitar pukul 21.05 Wita. “Modusnya pelaku menawarkan modal untuk berinvestasi sebesar Rp 5 juta dibidang alat berat, ternyata duitnya tidak dibelanjakan untuk alat tersebut,” ujar Kompol Imam, Rabu (31/8/2022) saat melakukan pers rilis.

Pelaku investasi bodong MU (29) saat digiring polisi.

Imam mengatakan, oleh pelaku uang yang masuk digunakan untuk menutupi beban yang sebelumnya sudah lebih dulu berinvestasi. “Sata ini masih kita data. Korban terakhir yang melapor dengan inisial TR, kerugiannya Rp 4,5 juta,” tambah Imam.

Sementara itu, untuk keseluruhan masih dalam pendataan karena masih banyak lagi korban yang terus melaporkan kasus serupa dengan nama pelaku. Imam menambahkan, total kerugian yang dialami para korban bisa mencapai miliaran rupiah. “Masih kita rinci berapa jumlah yang dialami para korban, diperkirakan sampai miliaran saat ini,” tegas Imam.

Hingga saat ini pihaknya masih meminta keterangan para saksi dan juga para korban untuk mendalami kasus tersebut. Diberitakan sebelumnya, korban yang berhasil ditemui oleh sejumlah awak media mengaku jika mereka mengalami kerugian mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. (bom)

Sambil Ngamen, Marthinus Sampaikan Pentingnya Pemenuhan Hak Disabilitas

0

PASER – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Marthinus menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di halaman Gereja Toraja di Jalan Boyan Belanda RT 28 Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Selasa (30/8/2022).

Tak seperti acara seremonial umumnya, legislator PDI Perjuangan ini justru melantunkan beberapa lagu atau yang disebutnya “ngamen” untuk mencairkan suasana agak tak terkesan terlalu formal.

“Memang sudah jadi kebiasaan, saya ngamen di seluruh titik di semua kabupaten/kota yang telah saya sambangi untuk sosialisasi perda ini. Supaya berkesan, jadi masyarakat ingat,” jelasnya usai acara.

Kegiatan Sosperda sebut Marthinus, merupakan kali kedua digelar di Kabupaten Paser. Dalam kesempatan itu ia mengatakan, salah satu hak penyandang disabilitas adalah mendapatkan fasilitas khusus yang dapat digunakan. Sehingga hal ini harus tersedia dengan dukungan pemerintah, swasta, dan stakeholder lainnya.

“Banyak keluhan fasilitas belum menunjang, seperti rumah singgah dan tenaga ahli untuk mendampingi dan mendidik anak disabilitas masih minim,” terangnya.

Marthinus menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat umumnya. Namun, tidak semua pihak memahami hal tersebut. “Banyak yang belum memahami apa kewajiban kita terhadap penyandang disabilitas. Khususnya pemerintah kota dan kabupaten,” terang Marthinus.

Untuk itu, Marthinus selalu berupaya memperjuangkan perda tersebut agar menjadi peraturan gubernur (pergub). Menurutnya, apabila perda ini menjadi pergub, dampaknya sangat besar untuk masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Terutama terkait fasilitas penunjang untuk kaum disabilitas akan terwujud secara maksimal.

Terkhusus untuk dunia pendidikan, ia mendorong agar peserta didik yang penyandang disabilitas menjadi prioritas untuk mendapatkan beasiswa. Terlebih bagi penyandang disabilitas yang sudah tidak mempunyai orangtua.

Sementara Sekretaris Desa Batu Kajang, Farlian Ansyari mengungkapkan apresiasinya terhadap gelaran tersebut. Menurutnya sosialisasi ini sangat membantu seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki keluarga, teman, sahabat, dan kerabat yang menjadi penyandang disabilitas untuk dapat membantu memberitahukan dan menginformasikan mengenai perlindungan dan juga apa yang menjadi hak-hak bagi penderita disabilitas yang ada di Paser, khususnya di Desa Batu Kajang.

“Semoga kedepan akan banyak lagi anggota dewan kita di provinsi untuk turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah,” pungkasnya. (eky)

Teken MoU di Titik Nol, Pemkab PPU dan Donggala Sepakat Jalin Kerjasama

0

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dan Pemkab Donggala, Sulteng meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN), Selasa (30/8/2022). Penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan itu juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penandatanganan kerja sama oleh Plt Bupati PPU Hamdam Pongrewa dan Bupati Donggala Kasman Lassa, juga disaksikan masing-masing jajaran Forkopimda dari kedua daerah tersebut. Hamdam mengakui banyak daerah yang berkomunikasi dengan PPU ingin melakukan kerja sama, khususnya dalam rangka pembangunan IKN. Tetapi, lanjutnya, tidak ada yang lebih spesial seperti Donggala.

Menurutnya, kepala daerah Donggala memiliki visi dan cermat dalam membaca peluang-peluang mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di daerah. Itu menjadi modal bagi pembangunan-pembangunan di daerahnya.

“Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU yang akan menjadi starting poin kita untuk bagaimana ke depan bisa melakukan kerjasama-kerjasama yang lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak, yang muaranya adalah bagaimana kita bisa turut memberikan dukungan terhadap suksesnya pemindahan IKN di Kabupaten PPU,” jelasnya.

Hamdam menuturkan kesepakatan itu perlu dilakukan karena daerahnya membutuhkan mitra dalam pembangunan IKN. “Kita memang perlu mitra untuk menyupport IKN, karena tidak mungkin dilakukan oleh Kabupaten PPU sendiri. Tugas kita sekarang ini adalah bagaimana mensukseskan pembangunan IKN. Sekecil apapun itu harus sama-sama kita bantu dan laksanakan untuk mensukseskan pembangunannya di sana,” ujar Hamdam.

Sementara Bupati Donggala, Kasman Lassa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab PPU karena telah bersedia menjalin kerjasama dengan pemerintahnya dalam berbagai sektor pembangunan yang ada di daerah masing-masing tersebut. “Kami berterima kasih khususnya kepada bapak Bupati PPU karena telah membawa kami ke Titik Nol IKN ini,” ucapnya.

Sehubungan dengan kerjasama ini lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Agar kerjasama tersebut dapat berjalan dengan mulus serta semua terkoordinasi dan terintegrasi sehingga tidak ada ketersinggungan di sana.

Karena menurutnya kerjasama itu juga punya tujuan yang sama untuk mensejahterakan rakyat dua kabupaten yaitu Donggala dan PPU. Dirinya berharap agar lewat kerja sama itu dapat terakomodasi di kawasan IKN tersebut yang terkoordinasi melalui Pemprov Sulteng.

“Insya Allah pulang dari sini selanjutnya kami langsung ke Pak Gubernur (Sulteng) dan Donggala berharap juga bisa ada lokasi di kawasan IKN ini walaupun tidak di pusat pemerintahan asalkan di kawasan PPU,” pungkasnya. (sbk)

Sepekan, Polres PPU Ungkap 3 Kasus Penyalahgunaan Narkoba 

PENAJAM – Dalam sepekan terakhir Polres Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengungkap 3 kasus narkoba sekaligus. Sebanyak 4 tersangka dan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu-sabu disita.

Keempatnya dibekuk jajaran Satuan Resnarkoba Polres PPU berdasarkan laporan warga yang telah lama resah dengan aktivitas mereka. Selain itu mereka juga diketahui hanya sebagai pengguna. “Dalam satu minggu ada tiga kasus dengan empat tersangka,” kata Wakapolres PPU Kompol Nur Kholis, Selasa (30/8/2022).

Tersangka pertama, Su (47) warga Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam yang diringkus polisi di Pasar Lama Kelurahan Penajam pada 22 Agustus. Ia kedapatan memiliki 3 poket sabu-sabu seberat 0,98 gram, berikut alat isap sabu dan satu unit handphone.

“Ternyata Su ini masuk dalam target operasi (TO) Sat Resnarkoba Polres PPU. Diduga kuat sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kholis.

Tersangka berikutnya, MA (32) dan FK (39). Mereka diringkus di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru pada 24 Agustus. Barang bukti yang didapat dari dua warga Kelurahan Waru ini, satu paket sabu seberat 0,37 gram dan satu buah alat isap.

Tersangka terakhir, MDP (18), warga Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru. MDP dibekuk polisi di pinggir jalan di Desa Api-Api, Kecamatan Waru pada 25 Agustus. Disita satu paket sabu seberat 0,23 gram juga dengan satu buah alat isap.

Semua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Jo 132 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat (1) Huruf ‘A’ UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Kholis menambahkan, saat ini pihaknya terus mengejar pelaku yang menjual narkoba ke para tersangka. Sebab, keempatnya mengaku hanya sebagai pengguna  atau bukan pengedar.

“Saat ini masih dalam pengembangan. Namun belum bisa kami sampaikan di sini hasil pengembangan, karena masih dalam proses. Termasuk barangnya dari daerah mana, itu masih kami kembangkan,” jelas Kholis.

Dalam semester pertama 2022, Satreskoba Polres PPU berhasil mengungkap 41 kasus narkoba dengan barang bukti 784,22 gram sabu dan 15.000 butir doubel L. Dengan jumlah tersangka 52 orang terdiri dari 45 laki-laki dan 7 perempuan. (sbk)

Dahlan Iskan Hadir di Fahutan Unmul, Semangati Mahasiswa Jadi Aktivis

0

HAWA DINGIN efek hujan rintik pada Ahad pagi, 28 Agustus 2022, sebenarnya cukup jadi alasan untuk sedikit bermalas-malasan. Tapi, itu tidak berlaku bagi Sarkowi V Zahry. Kabar yang diterima pada Sabtu malam, 27 Agustus 2022, adalah musababnya.

Dahlan Iskan, mantan bosnya kala masih menjadi wartawan, belasan tahun lalu, mengabarkan kesiapannya jadi pemateri. Itulah alasan bagi legislator di DPRD Kaltim itu makin antusias, meski istirahatnya terasa belum maksimal.

“Pak Dahlan datang pakai pesawat pagi, saking Beliau khawatir telat ke acara, sampai minta dijemput pakai motor, saya gak masalah ke bandara (Sungai Siring) pakai motor, tapi ini lagi hujan, jadi Beliau menerima alasan untuk saya jemput pakai mobil,” begitu ucap Sarkowi V Zahry menceritakan momen yang dilewatinya sebelum mengantar Dahlan Iskan ke Kampus Fakultas Kehutanan Unmul, di Gunung Kelua, Samarinda.

Dahlan Iskan memang bukan sosok sembarangan. Khususnya di dunia jurnalistik. Sampai saat ini, Abah, begitu dirinya biasa disapa, juga masih aktif menulis. Bagi Sarkowi, bisa menghadirkan Dahlan Iskan menjadi pemateri adalah satu kebanggaan. Beruntung, jadwal yang disusun sinkron dengan agenda Dahlan di Kaltim.

Training Jurnalistik Kampus Hijau (Tajuk Hijau) 2022, yang digagas Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, jadi sarana Sarkowi mengundang Dahlan Iskan. Paguyuban bagi Rimbawan, sebutan alumni Fahutan Unmul, yang kini dipimpinnya, memang punya gawe besar.

Alumni Mengajar, adalah satu di antara beragam program kerja yang disusun. Tujuannya, jadi jembatan transfer pengetahuan alumni Fahutan Unmul dengan mahasiswa aktif, ataupun alumni yang ikut menjadi peserta pada saat pelatihan.

“Alumni (Fahutan Unmul) kini bekerja di berbagai bidang. Di antaranya ada yang menekuni dunia jurnalistik. Itu kenapa kita coba fasilitasi kegiatan pelatihan jurnalistik. Para pemateri juga banyak yang dari lingkup IKA Fahutan,” ungkap Sarkowi.

Dasar-dasar pengetahuan jurnalistik diberikan kepada lebih kurang 100 peserta. Sarkowi menyebut, pembangunan bidang kehutanan tak bisa lepas dari peran media. Banyak instrumen yang perlu diketahui publik, dan sarana yang paling tepat adalah dengan melibatkan media.

“Peran media sangat besar bagi perkembangan sektor kehutanan. Seperti memberikan informasi dan gambaran objektif pada masyarakat agar tergugah dan lebih peduli pada sektor hutan dan kehutanan. Juga bisa berfungsi mendorong efektivitas pengawasan demi pelestarian hutan. Semua informasi itu penting diketahui dan menjadi masukan bagi perumusan kebijakan. Rimbawan bisa menjadikan pengetahuan tentang media dan ketertarikan menulis sebagai kemampuan tambahan di samping kompetensi utamanya,” ungkap lelaki yang memulai studi di Fahutan Unmul pada 1993 silam itu.

Sementara itu, Dekan Fahutan Unmul, Profesor Rudianto Amirta menyebut pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa. Bidang jurnalistik juga disebut bisa jadi alternatif karier setelah lulus dari pendidikan tinggi.

“Training jurnalistik menjadi sangat penting untuk mendapatkan peningkatan dalam berbagai hal, termasuk soft skill di bidang menulis,” ujar Rudianto Amirta.

Peran penting alumni bagi Fahutan Unmul juga akan terus dijaga dalam berbagai sinergi. Dekan akan memberikan dukungan baik dalam penyediaan fasilitas yang bisa dimaksimalkan dalam beragam kegiatan.

“Insya Allah kegiatan seperti Tajuk Hijau akan kami masukkan dalam agenda rutin kegiatan kemahasiswaan dan alumni di dalam program kerja resmi, sehingga tidak hanya fasilitas ruang pelatihan beserta fasilitasnya namun juga dimungkinkan untuk memberikan dukungan lainnya yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Nilai lebih alumni juga disebut Rudianto Amirta, layaknya brand ambassador. Citra Fakultas Kehutanan juga akan dibawa oleh para alumninya saat terjun ke berbagai bidang profesi.

Hal terpenting yang diharapkan dapat terbangun dan diperankan oleh alumni adalah sinergi untuk mengisi ruang-ruang kosong yang tidak terkelola sepenuhnya dalam, seperti Tajuk Hijau ini. Kemudian peluang peningkatan jejaring dan rekognisi lebih luas fakultas dengan melibatkan peran dari alumni di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan sektor swasta, pengelolaan dan pengembangan potensi bisnis usaha bidang kehutanan dan lingkungan yang berpeluang diinisiasi bersama.

“Tentu akan bermanfaat buat mahasiswa dan juga alumni yang membutuhkan ketersediaan lapangan kerja. Secara umum tentu kami berharap alumni dapat memunculkan prestasi dan teladan baik yang dapat direkognisi oleh masyarakat agar dapat mencerminkan kualitas layanan yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Fahutan, termasuk menjaga nama baik dan berprestasi untuk marwah almamaternya,” ungkap Rudianto Amirta.

Dahlan Iskan Dorong Mahasiswa Fahutan Jadi Aktivis
Sementara itu, dalam penyampaiannya, Dahlan Iskan menyempatkan diri bernostalgia dengan Sarkowi V Zahry. Menurutnya, kala masih jadi jurnalis, Sarkowi adalah salah satu wartawan andalan Kaltim Post, tempatnya dulu berkarier sebagai jurnalis. Media yang juga sebagian kepemilikan sahamnya dimiliki Dahlan Iskan. Menurutnya, kemampuan menjadi jurnalis, bisa lahir dari berbagai latar belakang keilmuan.

Proses belajar di kampus juga disebut Dahlan Iskan jangan hanya dilewati mahasiswa hanya untuk belajar di ruang kuliah. Menjadi aktivis juga penting, untuk mengasah kepekaan pada lingkungan. Aktivis, diartikan Dahlan Iskan sebagai bentuk kepedulian dan kemampuan memperjuangkan ide, khususnya bagi mahasiswa pada lingkungan terdekatnya.

“Mahasiswa yang baik itu harus terus belajar, asah itu dengan belajar berorganisasi dan menjadi aktivis. Bagi kemajuan Kaltim, hanya orang Kaltim yang bisa melakukannya. Yakin bahwa tidak ada orang di Jakarta yang benar-benar mau memikirkan tentang Kaltim, kalau bukan orang dari Kaltim sendiri,” ungkapnya.

Dahlan Iskan pun menceritakan kemarahannya ketika ada pandangan orang Jakarta selalu lebih hebat dari orang di daerah. Baginya, tidak ada beda antara masyarakat di pelosok maupun Jakarta. Bahkan saat memulai jadi wartawan di Samarinda pada era 1980-an, Dahlan selalu marah saat ada wartawan dari Jakarta yang sangat mudah ketemu dengan Gubernur Kaltim, sementara wartawan di Samarinda selalu kesulitan.

“Padahal kualitas berita yang disajikan juga biasa-biasa saja. Saya sangat marah kalau ada perlakuan yang berbeda untuk orang dari Jakarta. Ini harus diberantas, jangan sampai ada pandangan setiap yang dari pusat selalu lebih baik. Dan Anda (peserta) juga gak boleh berpandangan yang dari Jakarta lebih selalu lebih hebat,” ungkap Dahlan.

Bagi Dahlan Iskan, potensi besar yang dimiliki Kaltim, harus ikut dikawal. Apa yang dilakukannya di Tenggarong Seberang dengan membangun pembangkit listrik, adalah bagian dari “pemberontakan” di bidang energi.

“Kaltim itu punya semua potensi. Saya bangun pembangkit listrik adalah upaya pemberontakan, karena saat itu Kaltim yang punya banyak sekali sumber daya, tapi masih krisis listrik. Jadi bukan karena semata karena urusan bisnis. Bahkan saya bangun itu awalnya tanpa izin,” lanjut pria yang mengaku telah berusia 71 tahun itu.

Bagi lelaki yang pernah menjabat Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, Kaltim harus diperjuangkan sendiri oleh masyarakatnya. Alur itu juga hanya bisa diasah lewat aktivitas para cendekiawan yang dilahirkan oleh kampus.

“Karena itu, saya menitipkan pesan, mahasiswa jangan hanya bangga dengan nilai-nilai ujian yang bagus. Tapi asah juga kepekaan dengan menjadi aktivis. Saya sangat terharu karena Anda semua mau meluangkan waktu belajar, meski itu di hari Minggu, yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk bersantai. Dan ini adalah bibit-bibit aktivis yang baik, karena mau mengasah kemampuan di luar jam kuliah,” ungkap Dahlan yang disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi Ruang Merbau, Fahutan Unmul.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 27-28 Agustus 2022 itu pun tidak hanya berakhir di ruangan. Ferdiansyah Yunus, Ketua Panitia menyebut, akan ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Nantinya, peserta akan terus mendapat pembinaan dari para mentor. Maklum, waktu dua hari yang tersedia dianggap sangat singkat untuk peserta bisa mengaplikasikan semua materi.

“Kami akan terus mengawal hasil dari kegiatan ini. Nantinya, minimal peserta akan bisa sampai fase mahir menulis artikel, membuat karya foto atau video, dan juga bisa memproduksi karya jurnalistik yang sudah sesuai kaidah pemberitaan,” tutur Ferdiansyah Yunus. (kk)

Bulan Depan, Bawaslu PPU Mulai Rekrut Panwascam  

0

PENAJAM – Tahapan seleksi panitia pengawas pemilu kecamatan di Penajam Paser Utara (Panwascam PPU) dimulai pada September mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PPU mengawalinya lewat proses sosialisasi.

Total panwascam di PPU akan berjumlah 12 orang, dengan rincian 3 personel di masing-masing kecamatan. Adapun formasinya 1 ketua panwascam dan 2 anggota.

Bawaslu PPU telah melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu Kaltim soal pelaksanaan tahapan seleksi. Namun draf tahapan secara resmi belum dikeluarkan. “Jadi untuk panwascam, mulai September, Bawaslu akan melakukan sosialisasi hingga proses pendaftaran, bagi yang ingin mendaftar,” ucap Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan, Jumat (26/8/2022).

Panwascam akan mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 di seluruh kecamatan di PPU, yaitu Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.

Sesuai jadwal, tahapan yang dimulai September itu akan berakhir Oktober 2022. Pertama sosialisasi dan pendaftaran, dilanjutkan masukan dari masyarakat dan masa sanggah. Hingga tahapan proses seleksi, yaitu tes tulis dan tes wawancara. “Yang pasti di September, kita sudah melakukan sosialisasi. Dan informasi juga di pertengahan Oktober, kita sudah melakukan pelantikan,” terangnya.

Edwin mengajak masyarakat untuk ikut dalam proses rekrutmen panwascam. Hanya saja, calon harus sesuai dengan syarat yang ditentukan. “Tapi untuk persyaratan, secara garis besar belum dirilis. Persyaratan itu akan diturunkan dari Bawaslu RI, melalui Bawaslu Kaltim,” sebutnya.

Meski begitu, secara umum persyaratan menjadi panwascam berpedoman pada prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, proporsional, akuntabel, efektif dan efisien. Kemudian calon peserta tidak boleh terafiliasi dalam partai politik mana pun.

“Sejauh ini belum ada persyaratan khusus. Seperti minimal usia, status pendidikan,” kata Edwin.

Seperti syarat usia minimal 25 tahun, syarat kesehatan dan terbebas dari narkoba serta kelengkapan syarat lain sesuai dengan aturan.

Persyaratan lain sesuai dengan aturan, seperti taat pada Pancasila, sesuai persyaratan dasar. Rekrutmen ini juga terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN). Namun dengan catatan bila diterima diwajibkan untuk berhenti sementara. (sbk)

Kementerian PUPR Latih dan Sertifikasi 1.535 Pekerja Konstruksi IKN

0

NUSANTARA – Sebanyak 1.535 pekerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi tahap pertama yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan IKN Nusantara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohamad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi hingga akhir 2022.

“Sampai akhir tahun nanti akan ada 9.300 pekerja yang akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi disini (IKN),” ujarnya, Sabtu (27/8/2022) usai membuka pelatihan dan sertifikasi.

Fatah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini memang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja konstruksi di IKN, yang diprediksi mencapai 250 ribu lebih tenaga kerja.

“Kami tentu tidak ingin menunggu itu tersedia. Makanya, kemarin instruksi dari Pak Menteri PUPR agar kami menggelar pelatihan ini,” jelasnya.

Sementara Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Kementerian PUPR, Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin menambahkan, peserta pelatihan tahap pertama ini sebagian besar berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Ada 500 peserta pelatihan yang berasal dari PPU dengan rincian dari Sepaku 121 orang, Penajam 106 orang, Waru 53 orang, dan Babulu 220 orang,” ujar Dedy.

Pelatihan ini juga diikuti sejumlah mahasiswa dari sejumlah universitas di Kaltim, seperti Universitas 17 Agustus Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda dan Universitas Mulawarman.

Total, terdapat 817 orang dari Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sementara peserta dari luar Kaltim disebut Dedy ada 718 orang, dimana mereka akan mengikuti program pelatihan mulai 27 Agustus hingga 9 September mendatang.

Secara keseluruhan, lanjut Dedy, Kementerian PUPR sudah menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja konstruksi di IKN dengan total pekerja mencapai 9.300 orang.

“Pelatihan dan serrifikasi ini akan dimulai Agustus dan ditargetkan berlangsung sampai Desember 2022 mendatang,” tambahnya.

Peserta pelatihan berasal dari Kaltim, namun nantinya disiapkan untuk mengisi 25 jabatan kerja di sektor konstruksi mulai dari operator, teknis analis dan kualifikasi ahli.

Untuk calon tenaga kerja luar Kaltim sebanyak 718 orang akan mengikuti pelatihan building information modelling untuk menempati jabatan kerja BIM Modeler.

Pelatihan BIM Modeler ini, dilakukan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jakarta, Surabaya dan Makassar, Politeknik PUPR Semarang serta BPSDM PUPR.

“Mereka ini merupakan calon lulusan politeknik dan perguruan tinggi serta ASN Kementerian PUPR yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN,” tutup Dedy. (bom)

Ribuan Pekerja IKN Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Konstruksi, Kementerian PUPR Siapkan 5 Tahap

0

NUSANTARA – Sebanyak 1.535 pekerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi tahap pertama yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan IKN Nusantara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohamad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi hingga akhir 2022.

“Sampai akhir tahun nanti akan ada 9.300 pekerja yang akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi disini (IKN),” ujarnya, Sabtu (27/8/2022) usai membuka pelatihan dan sertifikasi.

Fatah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini memang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja konstruksi di IKN, yang diprediksi mencapai 250 ribu lebih tenaga kerja.

“Kami tentu tidak ingin menunggu itu tersedia. Makanya, kemarin instruksi dari Pak Menteri PUPR agar kami menggelar pelatihan ini,” jelasnya.

Sementara Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Kementerian PUPR, Dedy Natrifahrizal Dedisky Nazaroeddin menambahkan, peserta pelatihan tahap pertama ini sebagian besar berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Ada 500 peserta pelatihan yang berasal dari PPU dengan rincian dari Sepaku 121 orang, Penajam 106 orang, Waru 53 orang, dan Babulu 220 orang,” ujar Dedy.

Pelatihan ini juga diikuti sejumlah mahasiswa dari sejumlah universitas di Kaltim, seperti Universitas 17 Agustus Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda dan Universitas Mulawarman.

Total, terdapat 817 orang dari Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sementara peserta dari luar Kaltim disebut Dedy ada 718 orang, dimana mereka akan mengikuti program pelatihan mulai 27 Agustus hingga 9 September mendatang.

Secara keseluruhan, lanjut Dedy, Kementerian PUPR sudah menyiapkan lima tahap pelatihan dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja konstruksi di IKN dengan total pekerja mencapai 9.300 orang.

“Pelatihan dan serrifikasi ini akan dimulai Agustus dan ditargetkan berlangsung sampai Desember 2022 mendatang,” tambahnya.

Peserta pelatihan berasal dari Kaltim, namun nantinya disiapkan untuk mengisi 25 jabatan kerja di sektor konstruksi mulai dari operator, teknis analis dan kualifikasi ahli.

Untuk calon tenaga kerja luar Kaltim sebanyak 718 orang akan mengikuti pelatihan building information modelling untuk menempati jabatan kerja BIM Modeler.

Pelatihan BIM Modeler ini, dilakukan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jakarta, Surabaya dan Makassar, Politeknik PUPR Semarang serta BPSDM PUPR.

“Mereka ini merupakan calon lulusan politeknik dan perguruan tinggi serta ASN Kementerian PUPR yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN,” tutup Dedy. (bom)

Selama 8 Bulan, Polres PPU Tangkap 49 Tersangka Narkoba

PENAJAM– Hingga pekan terakhir Agustus 2022, Polres PPU berhasil menggagalkan peredaran ratusan gram sabu dan belasan ribu pil koplo.

Kepala Satresnarkoba Polres PPU, Inspektur Satu Iskandar Rondonuwu menjelaskan, jajarannya menyita sebanyak 783,62 gram sabu-sabu dan 15.000 butir pil koplo jenis dobel L. Keseluruhan barang bukti itu didapatkan dari 49 tersangka kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang diungkap selama 8 bulan terakhir.

“Sejak Januari sampai pekan terakhir Agustus 2022,  kami berhasil mengungkap 39 kasus narkoba jenis sabu-sabu dan pil koplo,” ujarnya, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan perkara penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah PPU, tidak lepas dari partisipasi dan bantuan masyarakat, selaku mata dan telinga yang memberikan informasi kepada kepolisian.

Iskandar menambahkan, secara rinci tersangka terdiri dari 42 pria dan 7 perempuan, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 783,62 gram dan pil koplo jenis LL sebanyak 15.000 butir.

“Dalam satu kasus ada yang lebih dari satu tersangka dan sebagian besar barang bukti telah dimusnahkan,” sambung Iskandar.

Dari 39 perkara penyalahgunaan narkoba yang diungkap selama Januari-Agustus 2022 itu, sebanyak 32 kasus telah dinyatakan selesai proses hukumnya di tahap Pengadilan Negeri (PN) Penajam. Sementara 7 kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif mencegah  penyalahgunaan dan peredaran narkoba di “Benuo Taka” Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan instansi terkait, untuk memperluas jaringan informasi dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah hukum mereka.

“Jika ada indikasi di lingkungan tempat tinggal terjadi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, masyarakat diharapkan segera melapor ke polisi,” pungkasnya. (sbk)