Beranda blog Halaman 805

Karena Pemilu, Jadwal Pilkades PPU Dipercepat

0

PENAJAM – Jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Penajam Paser Utara (PPU) di percepat. Alasannya karena adanya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Tahun ini Pemkab PPU menyelenggarakan Pilkades serentak. Menyusul berakhirnya masa jabatan beberapa kepala desa di Benuo Taka, per Januari 2024.

“Ada perubahan, rencananya akan digelar pada Oktober 2023 mendatang,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU Saidin.

Ada 14 desa yang akan berpartisipasi dalam Pilkades kali ini. Terdiri dari enam desa di Kecamatan Babulu, dua desa di Kecamatan Penajam, satu desa di Kecamatan Waru, dan lima desa di Kecamatan Sepaku.

“Babulu ada enam desa, Penajam ada desa Sidorejo dan Giripurwa, Waru satu desa, sisanya Sepaku, ada Desa Karang Jenawi, Telemow, Sukaraja, Sido Mulyo dan Semoi Dua,” jelasnya.

Anggaran untuk Pilkades serentak juga telah disiapkan. Kata Saidin kebutuhannya hampir sama dengan Pilkades sebelumnya, yakni sebesar Rp 500 juta.

Saidin menyebutkan jadwal Pilkades serentak harusnya berlangsung pada November 2023. Namun karena bersamaan dengan masa pemilu, maka dipercepat pelaksaannya menjadi Oktober 2023.

“Setelah keluarnya surat dari menteri menyatakan bahwa boleh dilakukan Oktober atau dipercepat, karena berkaitan dengan tahapan pemilu,” katanya.

Adapun tahapan dimulai tiga bulan sebelum jadwal Pilkades yang ditetapkan. Untuk itu, DPMD PPU akan berkonsultasi ke Pemprov Kaltim terlebih dahulu untuk penyesuaian tahapan.

“Kita mau konsultasi ke provinsi dulu karena ini kan dari jadwal sebelumnya November bergeser ke Oktober, ada kaitannya dengan pelaksanaan pemilu,” kata Saidin. (SBK)

Samarinda Penyangga IKN, Wakil Ketua DPRD Ingatkan Tingkatkan Kualitas SDM

SAMARINDA – Samarinda sebagai penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah harus memulai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, SDM yang unggul dan kompeten sangat dibutuhkan dalam pengembangan IKN baru.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi saat diwawancarai awak media, Senin (30/1/2023).

“Samarinda sendiri memiliki sekitar 800 ribu jiwa penduduk, bahkan bisa sampai satu juta jiwa jika dihitung dari mobilitas warga dari luar yang keluar masuk kota, sehingga hal yang mestinya dipersiapkan dari sekarang adalah peningkatan kompetensi SDM lokal,” ucap Subandi.

Bahkan, Subandi mengatakan jika saat ini sektor perdagangan dan jasa di Kota Samarinda sudah mulai mengalami perkembangan pesat. Hal iti terlihat jelas dari aktivitas perdagangan di pelabuhan yang cukup padat, pasar, pusat perbelanjaan lainnya, serta hotel atau tempat penginapan yang mulai memenuhi Kota Tepian. Hal itu dianggap Subandi dapat menjadikan Samarinda sebagai magnet para pendatang.

Selain itu, menurutnya peningkatan kualitas SDM sangat diperlukan, jika mengingat pendatang dari luar daerah akan membludak pada saat IKN mulai berpindah.

“Pastinya ada peningkatan transaksi ekonomi saat pendatang mulai masuk, namun tantangannya seberapa siap SDM lokal menghadapi SDM luar dengan segala keunggulan kompetensinya,” ungkapnya.

“Tidak bisa dipungkiri, SDM dari luar daerah, terutama dari Jawa memang banyak menghiasi jabatan-jabatan penting di korporasi Samarinda, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang lokal tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Subandi menerangkan, bahwa peningkatan kualitas SDM dapat dimulai dari penguatan sektor pendidikan vokasi pada satuan pendidikan.

Hal itu dinilai Subandi penting, sebab saat ini masih kekurangan pekerja-pekerja yang memiliki keahlian khusus. sehingga peran pendidikan vokasi akan berdampak besar bagi kemajuan industrialisasi dan jasa di Kota Samarinda.

“Prinsipnya pendidikan adalah alat untuk meningkatkan derajat masyarakat, hal yang menjadi PR bagi wajah kota agar bisa menekan atau paling tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, dalam artian tidak ada lagi Angkatan kerja hanya dari taraf lulusan SD atau SMP,” katanya. (vic)

DLH PPU Dukung Sekolah Adiwiyata Sebagai Pelopor Gerakan Menanam Pohon

0

PENAJAM– Sekolah Adiwiyata di Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan dapat terus menjadi agen gerakan menanam pohon. Selain itu juga mampu untuk menumbuhkan semangat dan motivasi tentang menjaga lngkungan hidup ke sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Tita Deritayati menuturkan pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam menyemangati dan melibatkan semua dalam menjaga lingkungan. Khususnya sekolah-sekolah, lembaga pemerintahan, organisasi dan masyarakat untuk turut membangun gerakan menanam pohon.

“Karena pohon sangat bermanfaat untuk lingkungan. Satu pohon itu, bisa mencapai ketinggian sekian meter itu butuh bertahun-tahun. Jadi harapannya, jangan sembarangan menebang phon dan mari semangat menanam pohon,” ujarnya saat Peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Internasional 10 Januari yang diadakan Pemkab PPU, Rabu (25/1/2023).

Dalam peringatan itu, pihaknya membagikan sekira 1.250 bibit pohon serbaguna pada semua stakeholder terkait. Adapun bibit pohon berbagai jenis buah ini merupakan hasil banyuan dari 11 perusahaan yang ada di PPU.

Penyerahan bibit pohon buah ke 59 sekolah adiwiyata di PPU.

“Jadi kami memang menyarankan pohon-pohon produktif, seperti buah yang ditanam. Selain manfaat pohon itu untuk memenuhi kebutuhan oksigen, juga bisa dimanfaatkan hasil buahnya,” jelas dia.

Adapun penekanan diberikan pada 59 sekolah adiwiyata di PPU yang turut menerima bibit pohon. Agar tujuannya untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan lingkungan sehat dengan tanaman serbaguna.

“Sekolah disarankan untuk menanam di lingkungan sekolah. Sekaligus sebagai metode pembelajaran kepada siswa-siswi dalam pemanfaatan lingkungan sekitar,” kata Tita.

Penyerahan bibit tanaman serbaguna ini merupakan salah satu awal terwujudnya pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Dia berharap, ada kegiatan lanjutan berupa pemeliharaan dan komitmen agar bibit tanaman yang diserahkan bermanfaat.

“Mari bersama-sama memanfaatkan lingkungan sekitar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan tanaman serbaguna,” tutup Tita. (ADV/SBK)

Masa Pengabdian 13 Tahun, Pekerja Lapangan DLH PPU Terima Penghargaan

0

PENAJAM– Dua pekerja lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) menerima pengharagaan khusus dari pemerintah daerah. Penghargaan itu dierikan atas pengabdian kerja dan kinerja yang baik selama 13 tahun.

Pemberian penghargaan ini merupakan yang pertama dilakukan pemerintah daerah selama ini. Penghargaan tersebut diberikan pada saat peringatan Gerakan Satu Jutra Pohon yang diperingati pada Rabu (25/1/2023) lalu, seklaigus pembagian 1.250 bibit pohon.

“Masa kerja mereka sudah lama, sekitar lebih 13 tahun. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah pada mereka, para tenaga lapangan yang sudah lama mengabdi,” ujar Kepala DLH PPU, Tita Deritayati.

Yaitu Abriansyah yang merupakan sopir armada dan Rusni yang merupakan petugas penyapu jalan. Selain masa pengadian mereka yang lama, usia mereka juga sudah di atas 50 tahun.

“Usia mereka 50 tahun lebih. Jadi pemberian penghargaan ini juga agar pekerja yang lain termotivasi untuk memiliki kinerja yang bagus juga,” sambung dia.

Adapun penghargaan yang diberikan dalam bentuk buket bunga dan uang. Ke depan, lanjut Tita, ia berharap ratusan pekerja lapangan mereka, yang berstatus tenaga harian lepas (THL) itu tetap terakomodir di pemerintah daerah.

“Yang jelas kami berharap agar mereka tetap diakomodir menjadi tenaga lapangan di DLH. Karena mereka juga berharap sekali, mereka juga tidak menuntu menjadi pegawai negeri sipil, tetapi mereka berharap tetap dipekerjakan,” pungas Tita. (ADV/SBK)

10 Paket Sabu-Sabu Siap Edar di PPU Berhasil Diamankan Polisi

PENAJAM – Sabu-sabu sebanyak 10 paket siap edar di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) berhasil diamankan dari tangan bandar. Satu orang tersangka berinisial Ta (39) berhasil diringkus jajaran Satuan Reskrim Polsek Babulu di sebuah rumah kontrakan di RT 01 Desa Labangka Barat, Babulu.

Ta diketahui sudah sejak lama meresahkan warga sekitar. Penangkapan Ta dilakukan pada Sabtu sore, sekira pukul 18.00 (28/1/2023).

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada yang mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Babulu, Ipda Rajamuddin, Minggu, (29/1/2023).

Berdasarkan KTP, tersangka merupakan warga warga Desa Sebakung Taka, Paser. Saat digrebek, Ta hanya menurut dan tidak melakukan perlawanan.

“Setelah itu dilakukan penggeledahan badan dan rumah. Didapatkan 30 poket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 10,72 gram,” terangnya.

Bersamanya juga turut diamankan sebuah handphone merek Vivo, sebuah timbangan digital, 2 ball plastik klip, 2 buah sendok takar dan beberapa lagi plastik klip ukuran bervariasi. Diyakini berbagai alat bukti tersebut yang dugunakan tersangka dalam aksi edarnya.

Dengan ini disangkakan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Rencanan tindak lanjut ialah proses penyidikan. Sebelumnya kita telah lakukan penahanan, penyitaan, pemeriksaan saksi, tes urin terhadap tersangka dan gelar perkara,” tutup Rajamuddin. (SBK)

Sepertiga APBD PPU 2023 untuk Dinas PUPR, Rp 489 Miliar untuk 518 Proyek

0

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) merencanakan 518 proyek infrastruktur tahun 2023. Untuk merealisasikannya, setidaknya dari APBD 2023 sebesar Rp 1,9 triliun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU diguyur sepertiganya.

Anggarannya yakni Rp 489 miliar. Terbagi dalam beberapa bidang di DInas PUPR PPU. Plt Asisten II Setkab PPU Nicko Herlambang mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan alokasi terbanyak yang diterima di satu organisasi perangkat daerah (OPD). “Tahun ini dialokasikan sekitar Rp 489 miliar untuk pembangunan sejumlah infrastruktur,” ungkapnya, Minggu (29/1/2023).

Dari 518 paket pembangunan tersebut, terbagi di antaranya 116 paket proyek konstruksi yang dilelang dan 402 paket lainnya untuk belanja langsung dan pengawasan serta perencanaan.

Terinci di Bidang Bina Marga Rp 233 miliar, Bidang Cipta Karya Rp 130 miliar, dan untuk pembebasan lahan Rp 38 miliar. “Tahun sebelumnya, minim pembangunan. Karena hanya mendapatkan anggaran di kisaran Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar,” sambung Nicko.

Dijelaskan pula, beberapa subjek anggaran itu yang terbesar di Bidang Bina Marga untuk pembebasan jalan beberapa jalan usaha pertanian. Kemudian Bidang Cipta Karya fokus pada pembangunan gedung perkantoran yang saat ini belum ada.

Selain itu, ada juga pengadaan tanah yang mengharuskan pembebasan lahan terlebih dahulu. Seperti untuk pembangunan gedung perkantoran, pembangunan jalan dan lainnya.

Dengan anggaran tersebut, Dinas PUPR diharapkan segera menuntaskan tahapan awal pengerjaan proyek di awal tahun ini. Nicko melanjutkan, tahapan pembebasan lahan penting untuk segera dilakukan, karena berhubungan dengan kepentingan masyarakat.

Setelah itu, menyusul tahap lelang juga diharapkan segera diselesaikan. “Kita minta kepada teman-teman PU agar pengadaan barang dan jasa harus dilakukan lelang kegiatan pembangunan bisa segera dituntaskan,” tegas Nicko.

Target juga diberikan seluruh paket pekerjaan telah rampung, pada September 2023 atau sebelum APBD Perubahan selesai dibahas. Agar ada paket pekerjaan baru yang bisa dianggarkan pada anggaran perubahan nantinya.

“Kalau belum selesai di anggaran ini, nanti kita anggarkan lagi di perubahan atau tahun 2024,” tutup Nicko. (SBK)

Pagu Dinas PUPR 2023 Rp 489.646.667.284

  • Sekretariat Rp 24.889.775.343
  • Bidang Bina marga Rp 233.154.312.773

Paket pekerjaan : Konstruksi 76 paket,

Perencanaan 23 paket, Pengawasan 75 paket.

  • Bidang Cipta karya Rp 130.851.139.000

Paket Pekerjaan : Konstruksi 78 paket, Perencanaan 68 paket, Pengawasan 73 paket.

  • Bidang Pengairan Rp 54.369.345.315

Paket Pekerjaan : Konstruksi 41 paket, Perencanaan 41 paket, Pengawasan 40 paket.

  • Bidang Tata ruang Rp 38.082.109.314

Pemekaran Wilayah di PPU Mesti Pakai Pendekatan Strategis Nasioanl

0

PENAJAM – Meski ada beberapa hambatan, proses pemekaran wilayah di Penajam Paser Utara (PPU) terus diupayakan. Salah satu celah percepatan yang bisa digunakan ialah adanya proyek strategis nasional (PSN) Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayahnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Sodikin menuturkan pemekaran wilayah, baik kelurahan/desa dan kecamatan harus dilakukan. Pasalnya, PPU sebagai sebuah daerah tingkat II sejatinya belum memenuhi persyaratan jumlah wilayah kecamatan.

“Mulai dari pemekaran awal, kita hanya ada 4 kecamatan. Kalau IKN sudah jadi, kita bisa-bisa tinggal 3 kecamatan saja. Makanya kita upayakan pemekaran ini secepatnya,” ungkapnya, Minggu, (29/1/2023).

Pemekaran kecamatan jadi prioritas dilakukan tahun ini. Terlebih karena ada sebagian daerah PPU yang masuk wilayah IKN. Mencaplok hampir satu Kecamatan Sepaku.

Adapun saat ini telah ada tim percepatan pemekaran yang dibentuk Pemkab PPU. Mengakomodir persiapan sejumlah desa dan kelurahan bakal ikut dimekarkan dengan adanya pemekaran kecamatan tersebut.

Jika pemekaran wilayah dilakukan, maka kecamatan di daerah berjuluk Benuo Taka ini akan menjadi tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan Penajam menjadi empat kecamatan, Kecamatan Babulu menjadi dua kecamatan dan Kecamatan Waru tetap kecamatan.

“Rencananya ada 13 desa yang berada di Kecamatan Penajam, Babulu dan Waru juga akan dimekarkan. Sedangkan pemekaran desa akan dilakukan terhadap 13 desa, di antaranya delapan desa di Kecamatan Babulu dan sisa desa lainnya di Kecamatan Penajam dan Waru,” jelas Sodikin.

Adapun beberapa kendala yang nampak di hadapan salah satunya ialah adanya moraturium pemekaran. Berkaitan dengan adanya Pemilu serentak 2024 mendatang. Ada larangan sementara proses pemekaran wilayah berkaitan dengan pendataan jumlah calon pemilih di masing-masing wilayah.

Namun, menurut Sodikin hal itu tetap dapat dilakukan dengan pendekatan kepentingan strategis nasional. Seiring Kecamatan Sepaku masuk daerah otonom IKN yang dipimpin Kepala Badan Otorita.

“Kecamatan Sepaku menjadi wilayah ibu kota negara adalah persoalan nasional. Sehingga pemekaran wilayah di PPU dilakukan dengan pendekatan kepentingan strategis nasional itu,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kepentingan strategis nasional, maka persyaratan pemekaran wilayah bisa mendapatkan dispensasi atau diberi pengecualian. Semisal persyaratan sesuai regulasi pemekaran wilayah, pembentukan kecamatan baru harus berisikan 10 desa atau kelurahan.

“Pemekaran wilayah dengan pendekatan kepentingan strategis nasional, mungkin bisa berisikan hanya tujuh atau delapan kelurahan/desa untuk pembentukan kecamatan baru,” sebutnya.

Lebih lanjut, untuk merealisasikkan itu pihaknya hingga saat ini masih membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Khususnya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kami masih terus nerkoordinasi. Sejalan dengan itu, proses persiapan di bawah tetap terus dilakukan,” pungkas Sodikin. (SBK)

Bupati Promosi Daya Tarik Sungai Tunan, Objek Wisata Sampai Penelitian

0

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa susur Sungai Tunan. Ia mempromosikan tempat itu lebih dari sekadar destinasi wisata bekantan, namun juga sebagai lokasi penelitian.

Lokasinya berada di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru. Dalam wisata ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung kawanan bekantan (Nasalis Larvatus) secara langsung. Mereka secara berkelompok kerap muncul di riparian pada jam-jam tertentu.

Dalam kegiatan Senin (23/1/2023) sore itu, Hamdam membawa rombongan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU. Serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. Tampak juga Anggota DPRD PPU, Sujiati dan Andi Iskandar Hamala.

“Susur sungai ini dimaksudkan untuk menggali potensi wisata di PPU. Salah satunya kita dapat menyaksikan langsung hewan bekantan yang sudah jarang ditemui di tempat-tempat lain,” katanya.

Menurutnya bekantan merupakan salah satu flora di dunia yang sudah langka keberadaannya. Sehingga Hamdam berharap keberadaannya harus benar-benar dapat dijaga. Termasuk oleh seluruh masyarakat yang ada di sekitar lokasi itu.

“Kita kurang beruntung, karena hanya melihat sedikit kawanan bekantan. Ya mungkin persoalannya adalah habitatnya sudah mulai terganggu. Sehingga kawanan ini jarang menampakkan dirinya lagi. Kami berharap kita semua dapat menjaga kelestariannya hewan ini,” terangnya.

Ke depan tambahnya, Pemkab PPU berencana menjadikan kawasan ini sebagai konservasi khusus untuk bekantan. Karena jika tidak, pengembangnya tentu membutuhkan biaya mahal. “Jika dikonservasi, maka ada feedback bisa kita jadikan tempat wisata. Tentunya dapat menjadi pendapatan bagi daerah,” kata Hamdam.

Sejauh ini kata selain menjadi tujuan wisata bekantan, Sungai Tunan juga kerap menjadi objek penelitian para ahli dari berbagai daerah. Ini tentunya juga menjadi salah satu nilai plus yang ada di kawasan Sungai Tunan.

“Banyak para peneliti datang seperti dari kampus-kampus terkenal ke kawasan sungai tunan untuk melakukan penelitian terhadap hewan bekantan ini,” katanya.

Hamdam mengatakan bahwa pemerintah daerah tentunya akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata Sungai Tunan. Sungai Tunan juga dikenal sebagai DAS yang kaya akan ikan dan udang. Maka itu, tempat ini menjadi tujuan favorit para pemancing, baik dari PPU juga dari warga daerah tetangga.

Hal ini mungkin juga dapat ditawarkan kepada wisatawan yang gemar memancing. Potensi itu tentunya juga dapat dikerjasamakan dengan para pemilik lahan untuk dibantu membuat spot-spot pemancingan yang representatif di sana. “Sehingga kalaupun pemancing ketemu bekantan, bekantan menjadi bonusnya,” jelas Hamdam.

Sementara itu Kepala Disbudpar PPU, Andi israwati Latief menggelar kegiatan susur sungai ini dalam rangka pengembangan destinasi wisata. Supaya dapat dilihat secara langsung konsep yang dapat diusung nantinya. “Oleh karenanya tujuannya adalah untuk mempromosikan destinasi wisata kita,” sebut dia.

Kemudian juga sebagai penguatan PPU seiring pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena otomatis bakal terjadi pertumbuhan penduduk, bahkan menjadi daerah tujuan secara nasional. “Karena sebenarnya kita punya tempat-tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi para wisatawan,” pungkas Israwati. (SBK)

Butuh Pengendalian Banjir untuk Kawasan Petung

PENAJAM – Potensi bencana banjir di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) mencuat dalam musyawarah rembuk pembangunan (musrembang) kelurahan. Meminta permohonan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir segera diadakan.

Masyarakat dan tokoh Petung mengusulkan beberapa pembangunan pada tahun 2024 mendatang. Usulan tersebut mulai dari infrastrukur dasar, hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Beberapa usulan itu disampaikan masyarakat melalui musrembang tingkat kelurahan pada Kamis (26/1/2023),” ujar Lurah Petung, Achmad Fitriyadi, Jumat (27/1/2023).

Usulan masyarkat, yang menjadi skala prioritas meliputi perbaikan atau peningkatan jalan, penerangan jalan umum, pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa beberapa dari usulan tersebut bahkan ada yang sudah diusulkan selama 16 tahun, namun belum pernah terealisasi.

“Ada beberapa jalan yang kemudian 16 tahun diusulkan, 16 tahun juga hadir di Musrenbang tapi tidak terakomodir dan kebetulan juga ada di RT 16,” tandasnya.

Soal peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan keterampilan ini juga sangat diperlukan. Sebagai salah satu upaya masyarakat lokal meningkatkan kompetensi seiring dengan pindahnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pelatihan SDM, kita akan coba pelatihan yang berkolaborasi dengan perusahaan di Petung. Untuk peningkatan kapasitas SDM seperti pelatihan security dan pelatihan yang menunjang bagaimana hari ini dengan adanya IKN,” jelasnya.

Persoalan infrastrukur dasar menjadi prioritas lantaran Petung merupakan salah satu daerah paling padat penduduk di PPU. Disamping itu Petung juga merupakan pusat ekonomi Benuo Taka.

Kemudian yang paling dasar dibutuhkan, sebutnya, ialah pemenuhan kebutuhan air bersih, dan perbaikan drainase. Sebab, kondisi wilayah Petung yang masih sering banjir, terlebih ketika curah hujan tinggi dengan durasi yang lama, kerap terjadi.

“Kita juga bicara hujan banjir makanya drainase menjadi skala prioritas karena dari Gunung Kompi sampai sungai Tunan itu bermasalah dengan tersumbatnya aliran air,” kata Achmad.

Achmad Fitriady berharap, usulan warganya ini dapat terakomodir seluruhnya. Selanjutnya, usulan seluruh masyarakat ini akan segera disampaikan ke kecamatan, untuk dibahas dalam musrenbang tingkat kecamatan.

“Secara urgensi semua merupakan skala prioritas untuk di Petung karena Petung adalah daerah yang berkembang dengan cepat dan juga merupakan pusat ekonomi,” pungkas Achmad. (SBK)

Kodim 0913/PPU Gencar Tekan Stunting hingga Rumah ke Rumah

0

PENAJAM – Persoalan tengkes atau stunting di Penajam Paser Utara (PPU) perlu menjadi perhatian bersama. Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/PPU berupaya melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerdilan anak hingga ke rumah-rumah.

Diamanahkan menjadi Bapak Asuh Stunting PPU, Dandim 0913/PPU Letkol Inf Arfan Affandi mulai gencar koordinasi dengan instansi serta lembaga terkait. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo menyangkut program penurunan kekerdilan anak akibat kurang asupan gizi.

“Kami fokus program penurunan angka stunting laksanakan instruksi Presiden” kata Jumat (27/1/2023).

Koordinasi terutama ke Dinas Kesehatan (Diskes) PPU sebagai leading sektor penanganan. Kemudian juga melakukan koordinasi dengan posyandu. Ini menyangkut pemberian bantuan berupa makanan maupun vitamin untuk menunjang kesehatan masyarakat.

“Penurunan kasus kekerdilan anak penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Jajaran kami telah lakukan sosialisasi pencegahan kekerdilan anak dari rumah ke rumah,” terang Arfan.

Ia mengimbau tiap keluarga memenuhi kebutuhan gizi dan kualitas makanan dengan baik. Karena salah satu sebabnya ialah pola asuh saat anak masih dalam kandungan.

“Orang tua harus memiliki pemahaman pola hidup sehat dan memenuhi nutrisi anak sejak dalam kandungan secara memadai,” katanya.

Lebih lanjut, kasus tengkes anak di daerah berjuluk Benuo Taka itu sampai akhir 2022 tercatat 897 kasus tersebar di empat kecamatan. Sedangkan stunting paling tinggi di Kecamatan Sepaku 378 orang.

Kecamatan Sepaku menjadi perhatian khusus untuk penanganan kekerdilan anak. Apalagi wilayah tersebut menjadi kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga harus menghadirkan generasi yang kuat.

“Pencegahan kekerdilan anak tugas bersama. Utamanya kampanye percepatan penurunan stunting merupakan kegiatan operasi selain perang yang diprioritaskan,” pungkasnya. (SBK)