spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinas PUPR Intruksikan UPTD PPU Percepat Penyelesaian Kegiatan

PENAJAM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengintruksikan tiap UPTD PU di Penajam Paser Utara (PPU) melakukan penyerapan anggaran maksimal sesuai target. Maka itu, masing-masing UPT telah menyusun program kerja terjadwal dan rencana percepatan tiap kegiatan.

Sekira sepertiga APBD PPU 2023 teralokasikan di Dinas PUPR PPU.  Anggaran tersebut berkisar Rp 489 miliar, di dalamnya mengakomodir 518 paket pekerjaan, dan harus diselesaikan hingga akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR PPU Riviana Noor mengungkapkan penggunaan anggaran terbagi menjadi empat kelompok besar. Di antaranya pada sekretariat untuk belanja rutin serta Bidang Cipta Karya, Bina Marga, Pengairan dan Tata Ruang.

“Untuk di sekretariat Rp 58 miliar dipergunakan untuk membayar gaji dan TPP, honor THL dan biaya operasional lainnya. Di pengairan sekitar Rp 50 milliar sudah termasuk Bankeu 8 paket dan sisanya dari APBD yang difokuskan untuk perkarjaan saluran pembuang,” kata dia, Rabu (1/2/2023).

Sementara Bina Marga Rp 233 milliar difokuskan untuk pembangunan jalan rigid beton yang tersebar di wilayah Kabupaten PPU. Sedangkan Cipta Karya Rp 130 milliar dipergunakan untuk membangun sejumlah Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini belum memiliki kantor.

Baca Juga:   Pemkab PPU Harapkan Aplikasi Pencet RAPB Bekerja Maksimal Layani Pasien

“Kantor Bapenda dan BK satu paket anggarannya kurang lebih Rp 30 milliar. Pembangunan rumah jabatan bupati juga kita lanjut. Ada tiga paket dengan total anggaran hampir Rp 7 milliar. Selain itu kita juga menyelesaikan beberapa kantor yang belum selesai,” sambung Rivi.

Selain itu, penggunaan anggaran juga untuk UPTD PU yang ada di empat kecamatan serta satu UPT Laboratorium. Terinci untuk UPTD PU di masing-masing Rp 1.850.000.000 untuk UPTD Penajam, Sepaku dan Babulu.

Sementara UPTD Waru mendapatkan anggaran Rp 1.350.000.000, pasalnya mengingat luasan wilayahnya yang jauh lebih kecil. Sedangkan UPTD Laboratorium mendapatkan alokasi Rp 1.400.000.000.

Setiap bidang yang ada di Dinas PUPR maupun UPTD PU di kecamatan, sambungnya, memiliki program kerja diawal tahun. Hal ini bertujuan agar semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“UPT di kecamatan fokus pada peningkatan jalan kabupaten yang kondisinya rusak berat, yang tidak terakomodir oleh kegiatan proyek tahun ini. Setelah jalan poros kabupaten sudah baik, maka kita fokuskan ke jalan lingkungan termasuk jalan usaha tani,” jelas dia.

Baca Juga:   KKN 49 Unmul Bersama Karang Taruna Lawe-Lawe Siap Gelar Talkshow UMKM

Rivi menyebutkan tiap UPTD ini telah menyusun program kerja yang jelas pada tahun lalu. Masing-masing juga telah membuat schedule dan rencana percepatan pembangunannya.

“Seperti di bulan Januari ini, sudah ada beberapa kegiatan yang sudah kita lelang. Target kita semua pekerjaan di bulan September selesai. Kecuali volumenya besar seperti Kantor Badan Keuangan (BK) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mungkin bisa lewat bulan September,” pungkas Rivi. (SBK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER