Beranda blog Halaman 760

Karang Taruna Lawe-Lawe dan KKN Unmul Gelar Talkshow UMKM untuk Pembangunan Daerah

0

PPU – Kuliah Kerja Nyata (KKN) 49 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Kelurahan Lawe-Lawe bersama Karang Taruna Karya Muda menggelar kegiatan Talkshow UMKM dengan bertemakan “Pentingnya UMKM dalam Pembangunan Ekonomi Daerah” di Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (30/7/2023).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Lurah Lawe-Lawe, Irwanda Sukoco dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Mahasiswa KKN telah membuat talkshow UMKM ini, ia juga inginkan dengan adanya talkshow ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Lawe-Lawe terhadap kemajuan UMKM ke depannya.

“Terima atas sumbangsihnya mahasiswa KKN, serta saya harapkan dengan adanya talkshow ini dapat memberikan manfaat banyak bagi UMKM Lawe-Lawe,” ujarn Irwanda.

Acara tersebut mengundang 2 pemateri, pemateri pertama Pendamping UMKM PPU Rijal Ramadan dan pemateri kedua Seketaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PPU Ali Ilhamdani.

Pemateri pertama Pendamping UMKM PPU, Rizal mengatakan pelaku usaha PPU wajib memiliki koneksi yang luas, percaya diri dan berani untuk melakukan suatu inovasi tanpa intervensi lainnya.

“Ber UMKM itu sangat perlu koneksi, percaya diri dan berani berinovasi, agar kiranya produk yang di pasarkan tidak terkesan ragu,” ujar Rizal.

Lanjutnya Rijal, sesuai dengan tema yang diangkat UMKM sangat penting dalam pembangunan ekonomi Daerah saat ini. Faktanya dimasa covid melanda dengan banyaknya para karyawan di PHK dari perusahaan, maka UMKM yang menjadi solusinya.

“Dalam Pembangunan ekonomi Daerah tersebut perlunya dukungan UMKM agar tercapainya tujuan itu,” ungkapnya.

 

Sedangkan Pemateri kedua Seketaris HIPMI PPU, Ali Ilhamdani mengatakan hadirnya HIPMI PPU saat ini, menjadi jembatan bagi para UMKM dalam promosinya serta penyelesaian masalah-masalah yang di alami di lapangan.

“Disini Kami hadir untuk membantu promosi produk UMKM PPU, adapun permasalahan lainnya kita akan mencoba untuk membantu dan mencarikan solusi,” ujar Ali.

HIPMI PPU sendiri berharap dengan adanya talkshow ini dapat memberikan semangat baru dalam ber UMKM, serta dapat membangkit perekonomian Daerah lebih maju lagi kedepannya. Ia juga mengingatkan pada peserta yang hadir agar apa yang didapatkan dalam talkshow ini dapat dipergunakan ilmunya.

“Adanya talkshow ini Kami berharap dapat menumbuhkan semangat baru ber UMKM, dan ilmu yang didapat pada talkshow ini dapat di aplikasinya diluar serta tidak berhenti sampai disini saja,” tutupnya. (NRD)

PAM Danum Taka Beri Diskon 5 Persen ke Pelanggan hingga Akhir Tahun

0

PPU – Diskon sebesar 5 persen resmi diberikan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bagi pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka. Ini merupakan upaya untuk meringankan beban masyarakat pasca kenaikan tarif dasar air bersih di Benuo Taka.

Ketetapan ini resmi diputuskan pada Senin (31/7/2023) dan sudah berlaku untuk tagihan pemakaian pelanggan mulai periode Juli hingga Desember 2023. Berlaku untuk seluruh pelanggan dengan kategori rumah tangga kelompok R1, R2, R3, dan R4.

“Ini adalah langkah yang pemerintah daerah ambil untuk menjawab gejolak yang terjadi di tengah masyarakat pasca penyesuaian tarif dasar air bersih di PDAM,” ucap Asisten II Nicko Herlambang dalam konferensi pers.

Dalam penerapan potongan harga ini, setidaknya Pemkab PPU mengalokasikan dana bersumber dari APBD mencapai Rp 1 miliar. Sementara dalam pengkajian pemberian diskon, PAM Danum Taka menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul).

Juru Bicara LP2M Unmul, Dr. Wulan I R Sari CSP, menyampaikan hasil kajian dan penguraian masalah yang tengah dihadapi salah satu BUMD di PPU ini. Perlunya penyesuaian tarif, selain berdasarkan Instruksi Gubernur, juga kondisi sumber air baku yang memerlukan biaya pengolahan yang tinggi.

Hal itu dinilai mengakibatkan harga pokok produksi air per meter kubik (m³) juga tinggi. Tingginya biaya pengolahan sumber air baku sebagai salah satu komponen utama dalam Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi sensitif terhadap keberlangsungan usaha SPAM dalam hal tarif air minum.

“Sesuai hasil perhitungan, rata-rata tarif air PAM Danum Taka Rp 7.814,14/m³, untuk harga pokok air berdasarkan tingkat kehilangan air standar 25% sebesar Rp 8.393,10/m³, dan harga pokok air berdasarkan tingkat kehilangan air standar 36,02% adalah Rp 9.838,53/m³,” jelas dia.

Penyesuaian itu diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) PPU 45/2022. Hal ini dirasakan masyarakat masih terlalu mahal atau tinggi.

“Sementara itu, jika tarif air diturunkan lagi maka semakin besar biaya operasional yang tidak tertutupi oleh pendapatan yang diperoleh,” sambung Wulan.

Adapun kajian yang dilakukan itu dengan metodologi survei pada 1.326 pelanggan selama 20 hari dalam Juli ini. Dibeberkan pula fakta bahwa sejatinya para pelanggan memiliki kemampuan untuk membayar besaran setelah adanya kenaikan.

“Ditemukan bahwa rata-rata pelanggan di PPU mampu membayar hingga Rp 10 ribu per kubik. Sayangnya keinginan mereka untuk membayar hanya Rp 4 ribu per kubik,” ungkap Wulan.

Lebih lanjut, Direktur Utama PAM Danum Taka, Abdul Rasyid, menyampaikan ketentuan pelanggan yang berhak menerima potongan harga ini. Yakni kriteria pelanggan yang terdaftar sebelum 1 Januari 2023.

“Penyesuaian tarif ini berlaku sejak Januari 2023. Jadi mereka termasuk pelanggan baru yang sejak awal mengikuti tarif baru,” jelasnya.

Kriteria selanjutnya adalah pelanggan yang tidak memiliki tunggakan. Kemudian pelanggan yang melakukan pembayaran mulai tanggal 1 hingga tanggal 20 setiap bulannya.

“Diskon tersebut juga akan berlaku selama enam bulan. Untuk selanjutnya, akan dikaji kembali dengan mempertimbangkan kemampuan untuk dapat diterapkan seterusnya,” pungkas Rasyid. (SBK)

KKN UGM Gelar Festival Senandika Sepaku 2023, Perkuat Budaya Lokal di IKN

0

PPU – Festival Senandika Sepaku 2023 sukses digelar, Minggu (30/7/2023). Gelaran ini dinilai penting dan strategis dalam upaya menumbuh kembangkan kegiatan-kegiatan seni di Penajam Paser Utara (PPU).

Bupati PPU Hamdam Pongrewa menuturkan kegiatan ini tentu berdampak pada peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya wilayah kecamatan Sepaku. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Taruna, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku.

“Saya merasa bangga bahwa adik-adik telah menggagas kegiatan festival ini yang diharapkan dapat terus berkelanjutan seperti harapan kita semua,” ujarnya.

Kegiatan festival ini terlaksana atas inisiasi dari mahasiswa Universita Gadjah Mada (UGM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Penbelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gajah Mada (KKN-PPM) periode 2 Tahun 2023. Mereka mengabdi di tengha masyarakat PPU mulai 23 Juli – 11 Juni 2023 di wilayah kecamatan Sepaku.

Dalam pelaksanaan Festival ini, mahasiswa UGM juga berkolaborasi. Dengan sejumlah mahasiswa KKN Kaltim lainnnya, termasuk melibatkan pemerintahan di level Kecamatan Sepaku.

Dalam festival ini, berbagai ajang ditampilkan. Mulai dari peragaan busana batik khas lokal, hingga bazzar UMKM produksi lokal.

Hamdam menyebutkan, daerah yang ia pimpin saat ini sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak. Termasuk dari kalangan civitas akademika, tentunya dalam rangka menyelesaikan persoalan khususnya bagi peningkatan sumber daya manusia (SDM) di daerah dalam menghadapi perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saya meyakini betul bahwa kehadiran mahasiswa khususnya mahasiswa UGM di Kecamatan Sepaku ini telah berkontribusi besar dalam mendampingi masyarakat di sini, untuk merubah pola pikirnya dan wawasan berpikir yang tentu diharapkan siap bersaing sebagai tuan rumah di IKN PPU,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator KKN-PPM UGM, Erlis Saputra menjelaskan KKN-PPM adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa D4, S1, dan profesi di UGM. Yang dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis  hasil-hasil penelitian.

Tujuan dari KKN-PPM adalah untuk menumbuhkan empati dan  kepedulian civitas akademika UGM terhadap berbagai permasalahan riil yang dihadapi masyarakat. Serta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan SDGs, melahirkan pribadi yang tangguh, unggul, berkepribadian mulia, serta berjiwa  wirausaha, kepemimpinan, dan peneliti yang berkualitas tinggi.

“Festival Senandika Sepaku  merupakan program kerja utama dari  Tim KKN- PPM Pelita Nusantara dimana program kerja ini memiliki cakupan wilayah  untuk satu Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara,” terangnya.

Dalam Festival Senandika Sepaku 2023 ini, sambungnya, memberikan  kegiatan-kegiatan yang menarik dan  diminati oleh masyarakat sekitar. Hal itu berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kegiatan yang dilakukan untuk  Festival Senandika Sepaku diantaranya yaitu Jalan Sehat, Cek Kesehatan, Pameran UMKM, dan Pagelaran Budaya yang berisikan tampilan dari penyanyi  lokal, tarian, dan jatilan,” tutup Erlis. (sbk)

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar di PPU, UAS; Seperti Nabi Musa Melewati Laut Merah

0

PPU – Gelaran Tabligh Akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Penajam Paser Utara (PPU) dipadati ribuan jamaah. UAS bahkan secara langsung mengunkapkan kebahagiaanya mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat Benuo Taka.

Kedatangan UAS ke Benuo Taka, Sabtu (29/7/2023) ini bertempat di Masjid AGung Al-Ikhlas PPU. Digelar resmi oleh pemerintah daerah dalam memperingati Tahun Baru Islam 1445 hijriah dan dapat disaksikan langsung di laman Fanspage Pemkab PPU.

“Terima kasih pada Ustaz Abdul Somad yang telah berkenan, kembali mendatangai Penajam Paser Utara dalam memenuhi kerinduan masyarakat Penajam Paser Utara. Sekaligus memberikan pencerahan, nasihat dan siraman rohani yang diinginkan Penajam Paser Utara,” kata Bupati PPU, Hamdam Pongrewa membuka acara.

Terlihat ribuan masyarakat hadir dalam kegiatan yang mulai berjalan sekira pukul 13.00 Wita, usai salat dzuhur. Mereka memenuhi lantai satu dan 2 aula utama masjid.

“Pada masyarakat, Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas partispasi dan antusias yang begitu besar. Saya tidak menyangka kalau masyarakat Penajam Paser Utara seantusias ini,” ungkapnya.

Apalagi, kegiatan ini sebelumnya sempat berubah lokasi penyelenggaraan. Yang sebelumnya akan digelar di Masjid Jami’ Al-Falah Petung berganti ke Kompleks Islamic Center di Kilometer 9 Nipah-Nipah.

“Mohon maaf jika panitia tidak dapat menyediakn tempat yang lebih dari ini seperti yang masyarakat harapkan Semoga hikmah yang disampaikan oleh Ustaz Somad yang sudah lama dinantikan ini menjadi manfaat untuk Kita semua,” ucap Hamdam.

Sekira 60 menit UAS menyampaikan tausiyah dengan tema ‘Mari Kita Wujudkan Persaudaraan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Warthoniyah dan Ukhuwah Basyariah’. Tak jarang pula ustaz kondang Tanah Air ini berinteraksi dengan jamaah yang hadir, sembari mengungkapkan apresiasinya terhadapat sambutan masyarakat PPU.

“Alhamdulillah, Ustaz Abdul Somad hari ini di Penajam Paser Utara disambut parkir mobilnya satu kilometer. Lalu dari mulai ujung jalan sampai tangga, sampai ke atas (mimbar), rasanya membelah jamaah tadi seperti Nabi Musa melewati Laut Merah,” kiasnya mengawali tausiyah.

Benar memang. Masjid pemerintah daerah hari ini lebih padat dari biasanya saat kegiatan salat dzuhur berjamaah. Bai saf laki-laki maupun perempuan tersisi penuh.

“Pak Bupati dan Pak Ketua DPRD tadi sampai cemas. Mereka di depan melihat ke belakang, seperti khawatir Ustaz Somad sudah hilang ditarik emak-emak. Alhamdulillah bisa selamat sampai depan. Tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali ALlah, maka dari itu kita bersyukur, ALhamdulillah hirobbil alamain,” sambung UAS.

Dalam mengisi tausiyahnya, UAS banyak mengingatkan masyarakat PPU untuk terus bersyukur menjadi warga Kaltim, khususnya PPU. Sebab menurutnya, dari sekia daerah yang pernah UAS kunjungi, PPU merupakan salah satu tempat yang berkesan.

UAS sendiri tercatat sudah beberapa kali datang ke PPU. Terakhir kunjungannya pada pertengahan 2021 lalu, mengisi kegiatan serupa di tempat yang sama.

“Saya berkesan sekali datang di Penajam Paser Utara ini. Kalau Saya berkeliling ke mana-mana, yang paling unik, itu yang diingat. Jadi yang paling Saya ingat di Penajam Paser Utara, pertama itu mimbarnya yang paling besar, yang kedua itu makanannya. Menjadi masyarakat Kalimantan adalah nikmat, makanya Kita syukuri dengan lisan, hati dan badan,” ungkapnya.

Atas berkah itu pula, UAS mengajak seluruh muslim yang ada di daerah termuda kedua di Kaltim ini untuk rajin berzakat. Karena dengan berzakat itu, membuat kesejahteraan masyarakat di PPU dapat terus meningkat.

“Saya meyakini orang Penajam Paser Utara orang kaya. Dari mana tahu, dari tiang masjidnya yang terbuat dari emas, ini buktinya. Pintu masjidnya tidak dipasang jeruji besi, ini menujukkan tidak ada pencuri yang mengambil emas ini. Lampu-lampunya mengingatkan Kita pada Masjid Nabawi. Semua emas, tapi Penajam Paser Utara tetap aman,” terang UAS.

UAS juga sempat menyingung daerah PPU yang makin hari makin ramai dikunjungi. Salah satu penyebabnya ialah adanya rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke sebagian wilayah PPU.

Kendati begitu, kemanan wilayah, ketertiban dan kondusifitasnya terus terjaga. Terbukti dari minimnya kabar-kabar yang menyiarkan kejadian buruk dari PPU.

“Saya datang di Penajam Paser Utara harus dikawal 3 lapis. Katanya aman? Ustaz datang saja kok tidak aman. Ternyata ini bukan tidak aman karena teroris atau penjahat, tapi karena khawatir Ustaz Abdul Somad ditarik oleh emak-emak garis keras,” candanya.

Sejak UAS tiba di PPU, iring-iringan mobil yang membawanya dijaga ketat oleh pihak keamanan. Begitupun sesaat setelah ia turun dari kendaraan yang membawanya.

Pun, jamaah yang datang dari selurh PPU berkumpul menunggu kedatangannya di tempat penyelenggaraan tak mudah untuk dapat berjabat atau berfoto dengannya. Setidaknya keamanan dilakukan oleh pihak TNI/Polri, personel Satpol-PP dan Grup Sahabat UAS.

“Saya sampaikan, masyarakat Penajam Paser Utara ini orangnya ramah-ramah, baik-baik, Saya dikawal di sini kafena kecintaan dengan Ustaz Abdul Somad,” tandasnya.

Dalam mengisi tausiyahnya, UAS juga sempat mengujicoba salah satu anak penghafal Al-Quran untuk melafalkan beberapa surah. Hal ini dilakukannya untuk membuktikan bahwa anak-anak dari PPU mendapatkan tauladan yang baik dari para orang tua.

“Anak-anak perlu teladan, perlu contoh. Kalau mau melihat bapak-napak soleh, ada di Penajam Paser Utara. Lihatlah mereka datang ke masjid, padahal ini bukan tabligh akbar malam. Kalau tabligh akbar malam, ramai, biasa. Tapi kalau tabligh akbar, di jam-jam genting, jam-jam mengerikan saat setan mebawakan AC (pendingin). Tapi jamaah di Penajam Paser Utara, semuanya bersemangat dan tidak ada yang ngantuk,” bebernya.

Selama sejam mengisi tausiyah dan tabligh akbar, UAS juga memimpin salawatan dan doa bersama masyarakat. Kegiatan berakhir sekira pukul 15.00 Wita. (SBK)

Sambut Tahun Baru Islam, Kelurahan Lawe-Lawe Gelar Pawai Obor Perdana

0

PPU – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar-warga, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam memanfaatkam momentum Peringatan 1 Muharam 1445 hijriah. Dengan menggelar pawai obor yang diikuti dengan antusias seluruh elemen masyarakat, Jumat malam (28/7/2023).

Agenda ini merupakan kolaborasi antara Karang Taruna Karya Muda Lawe-Lawe bersama dengan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Islam Samarinda (Uinsi). Gelaran yang berlangsung di pendopo Kelurahan Lawe-Lawe ini diikuti dan disaksikan langsung oleh warga Lawe-Lawe dan sekitarnya.

Lurah Lawe-Lawe, Irwanda Sukoco menuturkan kegiatan ini baru perdana digelar di wilayahnya. Pun sebelumnya dalam situasi pandemi yang melanda membuat masyarakat minim menggelar aktivitas.

“Tidak menyangka juga melihat antusiasme masyarakat untuk mengikuti pawai obor ini. Harapannya dari kegiatan ini, semoga terus mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dan dalam kehidupan gotong royong,” ucapnya.

Selain itu juga, ia menuturkan apresiasinya terhadap kepanitiaan Karang Taruna Karya Muda, bersama dengan mahasiswa KKN. Diharapkan semangat ini dapat terus ada, berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat.

“Inshaallah gelaran ini berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya. Saya juga tidak menyangka juga acaranya disambut seramai ini. Saya juga bangga sekali dengan anak muda di Lawe-Lawe ini,” ungkap Irwanda.

Adapun kegiatan kali ini setidaknya diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan usia. Rute pawai mengambil jarak sekira 400 meter melintasi Jalan Provinsi di wilayah kelurahan, dimulai dari Kantor Lurah Lawe-Lawe hingga perbasatan wilayah (Depan Kantor Pertamina Lawe-Lawe).

Terlihat antusiasme warga, tak hanya dari para rombongan pawai. Begitupun warga lainnya yang menunggu di depan rumah beserta sanak keluarga menunggu rombongan pawai melintas.

Dalam pawai ini, pihak kelpolisian turut ambil bagian dalam pengamanan lalulintas kendaraan. Sementara peserta pawai diatur hanya usia dewasa saja yang diperbolehkan membawa obor.

“Terselenggaranya acara ini secara mandiri dan merupakan hasil sumbangan dana dari warga dan beberapa pihak,” ucap Ketua Panitia Acara Riki Hasyim Siban.

Senada, ia juga berharap gelaran ini menjadi agenda rutin yang digelar Kelurahan Lawe-Lawe setiap tahunnya dan menjadi ikon daerah. “Semoga kegiatan yang pertama kali dilakukan ini dapat terus dilakukan ke depannya,” pungkasnya. (SBK)

Objek Wisata Goa Tapak Raja Terima Rp 70 Miliar untuk Bangun Jalan Pendekat

0

PPU – Salah satu objek wisata unggulan di Penajam Paser Utara (PPU) menerima anggaran Rp 70 miliar dari pemerintah pusat. Dana APBN tersebut digelontorkan guna mendorong pengembangan kepariwisataan di wilayah induk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Yaitu Goa Tapak Raja yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku. Jumlah alokasi itu terbagi dalam dua paket pengerjaan jalan, yang masing-masingnya senilai Rp 35 miliar.

“Usulan Pemkab PPU diakomodir pemerintah pusat. Salah satunya pembangunan jalan menuju Goa Tapak Raja di Wonosari,” ungkap Asisten II Setkab PPU, Nicko Herlambang, Jumat (28/7/2023).

Seperti diketahui, PPU menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang tahun ini mendapatkan jatah penanganan jalan daerah yang dibiayai APBN. Pembiayaan proyek merupakan arahan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Totalan anggarannya sebesar Rp 118, 22 miliar dengan panjang total 13 kilometer. Yang pertama preservasi Jalan Maridan-Riko (Mariko) sepanjang 6,5 kilometer senilai Rp 44,68 miliar.

Lalu, penanganan akses jalan ke Wisata Goa Batu–Tapak Raja, PPU, IKN 1 sepanjang 4,8 kilometer dengan anggaran Rp 35 miliar. Serta penanganan akses jalan Wisata Goa Batu–Tapak Raja, PPU, IKN 3, sepanjang 1,7 kilometer dengan nilai pengerjaan Rp 35 miliar.

Mengenai pembangunan jalan wisata ini, Nicko menyampaikan akses menuju goa tersebut memang sulit dilalui. Karena selama ini jelanan hanya dikerjakan seadanya oleh masyarakat sekitar bersama pemerintah desa. Pun usulan bantuan ini sudah acap kali dissampaikann ke pemerintah daerah sejak lama.

Kondisi jalan sebelumnya sempit, sehingga sulit dilalui oleh kendaraan roda empat. Di satu sisi pula, goa ini masuk dalam kawasan inti pusat pemerintaha (KIPP) IKN, dan menjadi salah satu pusat kunjungan oleh para pendatang.

“Untuk itu pembangunannya menjadi salah satu yang cukup penting, untuk segera dilakukan,” ujarnya.

Kedua proyek ini diperkirakan segera dikerjakan dalam semester kedua 2023. Nantinya pembangunan jalan yang akan dilkakukan menggunakan rigid pavement atau kontruksi beton. “Usulannya tahun ini dan pengerjannya tahun ini juga,” tukas Nicko. (sbk)

Pertengahan 2023, Kasus Malaria PPU Capai 687 Kasus

0

PPU – Kasus malaria di Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih terbilang tinggi dan berada di zona merah daerah endemis. Tercatat tahun ini hingga pertengahan Juni 2023 saja telah mencapai 687 kasus.

Penyakit malaria ditularkan gigitan nyamuk Anopheles. Dinas Kesehatan (Diskes) PPU meminta seluruh masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan teradap penyebaran virus malaria yang kian meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU Sri Temu menjelaskan penyebaran penyakit malaria ini terdapat pada wilayah lintas perbatasan PPU. Yaitu dengan Kabupaten Paser maupun Kabupaten Kutai Barat.

“Positif malaria itu kebanyakan orang-orang yang keluar masuk dari hutan dan rata-rata bukan masyarakat PPU, tapi para pekerja atau pengrajin kayu yang melalui wilayah Kelurahan Sotek. Jadi ketika mereka sakit malaria otomatis berobatnya ke Puskesmas terdekat dan secara otomatis tercatatnya di Puskesmas Sotek,” ungkapnya,jumat (28/07/2023)

Ia juga mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya untuk menekan angka penyebaran kasus malaria itu menurun. Dengan melakukan survei vektor, survey tempat perindukan nyamuk, pemberian brekat lavarsida hingga mendistribusikan kelambu insektisida ke masyarakat.

“Kami (Dinkes PPU) juga melakukan pemeriksaan rutin dengan skrining malaria baik untuk pekerja yang sering keluar masuk hutan. Termasuk ke warga-warga yang dekat dengan daerah endemis khususnya di wilayah Sotek dan para pekerja di lingkup IKN,” terangnya.

Kemudian juga Dinkes PPU telah membentuk advokasi dan sosialiasasi program penanggulangan malaria pada pekerja hutan di Kabupaten PPU. Giat ini bertujuan agar kasus malaria di Kabupaten PPU menurun dengan melakukan semacam profilaksis bagi para pekerja/pengrajin kayu yang melintas keluar masuk hutan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa tokoh masyarakat di Sotek, karena kita akan melaksanakan kegiatan ini profilaksis mengenai program penggulangan malaria pekerja hutan di PPU. Kita juga bekerja sama dengan WHO (World Health Organization), nantinya kami akan melatih kader malaria yang akan melaksakan kegiatan ini,” tutup Temu. (sbk)

KKN Uniba di PPU Gelar Program Mengajar Berbasis Andragogi pada Hari Anak Nasional

0

PPU – Beragam cara ditunjukkan elemen muda dalam memperingati momentum Hari Anak Nasional (23/7/2023) lalu. Dalam momentum ini pula Kelompok KKN 12-A Uniba menggelar kegiatan mengajar di Kecamatan Sepaku, Jum’at (28/7/2023).

Mahasiswa KKN Uniba 12A, Marshela Christine mengatakan rangkaian kegiatan ini diisi dengan Publik Speaking, Papan Literasi, dan cek kesehatan gizi. Kegiatan ini juga turut melibatkan partisipasi dari masyarakat setempat.

“Momentum Hari Anak Nasional ini, Kami mengisi dengan kegiatan mengajar. Kegiatan ini juga bukan hanya melibatkan mahasiswa KKN saja, akan tetapi Kami melibatkan pula masyarakat setempat dalam kegiatan ini,” ungkapnya yang akrab disapa Ela.

Kegiatan mengajar ini diikuti oleh Siswa/i mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan ini dilakukan secara berkala dalam rentang waktu satu bulan.

“Mereka sangat antusias dan bersemangat dalam mengikutinya. Acara ini sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Lanjut Ela tujuan dari kegiatan pengajaran ini, untuk menghadirkan konsep pengajaran yang baru kepada Siswa/i yang ada. Karena konsep Andragogi tersebut memiliki keunggulan yang baik, untuk perkembangan anak yang masih dalam usia yang sangat produktif.

“Konsep pembelajaran andragogi ini, konsep yang menggali kepada kemampuan serta kebebasan seorang anak dalam belajar. Bebas berekspersi, bebas menentukan pola belajarnya dan berorientasi pada pertumbuhan anak,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini KKN Uniba berharap, dengan sumbangsih program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang baik untuk anak-anak bangsa. Terkhusus pada anak-anak Desa Wonosari Sepaku.

“Kami berharap dengan program yang dibawa ini, dapat memberikan manfaat besar bagi anak-anak Bangsa, khusunya Desa Wonosari,” tutupnya. (NRD)

Tabligh Akbar UAS Pindah Lokasi, Ada Kekecewaan Warga Petung

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) merubah lokasi tabligh akbar Ustaz Abdul Somad (UAS). Pelaksanaan Peringatan Tahun Baru Islam yang semula berlokasikan di Masjid Al-Falah Petung dan berpindah di Masjid Al-Ikhlas Nipah-Nipah (Islamic Center).

Saat dikonfirmasi atas berpindahnya lokasi tabligh akbar tersebut Lurah Petung, Achmad Fitriady belum bisa berkomentar banyak. Ia mengakui belum mendapatkan informasi resmi terkait perpindahan lokasi tersebut.

Meski begitu, ia memastikan keputusan itu bukan tanpa alasan. Namun karena ada alasan yang mengharuskan pelaksanaan yang telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu bersama pihaknya ini dipindahkan.

“Kami hanya menerima apa yang menjadi keputusan Pemerintah pada penentuan lokasi tabligh akbar yang mendatangkan UAS. Kami juga belum mendapatkan perihal apa yang menjadi pertimbangan Pemkab PPU, kalau dilihat dari segi lokasi mungkin saja ada ketakutan dari pihak Pemkab PPU akan membludaknya jamaah yang berdatangan,” ujarnya yang akrab disapa Ady, Rabu (26/7/2023).

Untuk diketahui, alasan pemindahan lokasi ini berkaitan dengan potensi gangguan ketertiban umum. Diantaranya oalah lokasi penyelenggaraan di Petung yang terlalu dekat dengan jalur lalulintas Jalan Provinsi.

Kemudian juga tempat tersebut dekat dengan fasilitas umum (fasum) Pasar Petung yang pada hari yang sama juga terjadwal kegiatan pasar mingguan. Yang sudah dipastikan akan memakai tempat parkir di sekitar masjid Al-Falah.

Selain itu juga mempertimbangkan ketidakadaan area luas yang cukup untuk menampung kenadaraan jemaah yang akan hadir. Oleh karena itu, hal ini dinilai akan membuat jalan raya dan lingkungan menjadi tempat parkir dadakan yang akan mengakibatkan kemacetan.

Lebih lanjut, Ady mengungkapkan pindah lokasi pelaksanaan ini tentunya menimbulkan kekecewaan. Pasalnya, pelaksaan tabligh akbar di Petung tentunya akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar lokasi. Khususnya para pelaku UMKM, maupun dari segi ekonominya.

“Pastinya ada kekecewaan masyarakat terhadap berpindahnya lokasi tersebut, akan tetapi Kami dari pihak kelurahan tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan yang sudah ditentukan Pemkab PPU, dan Kamis nanti pihak Pemkab PPU akan mengadakan rapat lanjutan terhadap tabligh akbar tersebut. Kita akan tahu apa yang menjadi alasanya,” pungkasnya. (NRD)

Potensi Kerawanan Keamanan, Peringatan Tahun Baru Islam Bersama UAS Pindah ke Masjid Agung PPU

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memutuskan lokasi penyelenggaraan tabligh akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) dipindahkan. Alasannya karena demi keamanan dan ketertiban umum saat pelaksanaan peringatan 1 Muharram 1445 hijirah.

Kedatangan UAS dijadwalkan pada Sabtu (29/7/2023) pukul 13.00 Wita dan mengisi tausiyah dengan tema ‘Mari Kita Wujudkan Persaudaraan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Warthoniyah dan Ukhuwah Basyariah’. Gelaran Pemkab PPU ini, setidaknya diperkirakan dihadiri 3.000 masyarakat dan dilaksanakan bertempat di Masjid Al-Falah Petung.

“Polres PPU tidak merekomendasikan tempat itu. Karena ada beberapa alasan keamanan,” ungkap Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab PPU, Nurbayah, Rabu (26/7/2023).

Keputusan pemindahan pelaksanaan kegiatan ke Masjid Agung Al-Ikhlas di Komplek Islamic Center PPU ini berdasarkan rekomendasi Kapolres PPU: REK/42/VII/2023 tertanggal 21 Juli 2023. Menyebutkan hasil pertimbangan pemindahan lokasi dari segi keamanan dan ketertiban masyarakat yang diperkirakan menimbulkan beberapa potensi kerawanan.

“Kalau niatan Pemkab PPU memang di Petung, cuma memang tempatnya yang tidak memungkinkan. Karena ada standarisasi sistem keamanan yang harus dipatuhi,” jelas Nurbayah.

Adapun ketertiban umum yang dimaksud ialah lokasi penyelenggaraan di Petung yang terlalu dekat dengan jalur lalulintas Jalan Provinsi. Kemudian juga tempat tersebut dekat dengan fasilitas umum (fasum) Pasar Petung yang pada hari yang sama juga terjadwal kegiatan pasar mingguan. Yang sudah dipastikan akan memakai tempat parkir di sekitar masjid Al-Falah.

Selain itu juga mempertimbangkan ketidakadaan area luas yang cukup untuk menampung kenadaraan jemaah yang akan hadir. Oleh karena itu, hal ini dinilai akan membuat jalan raya dan lingkungan menjadi tempat parkir dadakan yang akan mengakibatkan kemacetan.

“Jadi Kami juga tidak bisa melawan, karena memang Polres PPU sudah merekayasa itu dengan baik dan bijaksana. Jadi, mau tidak mau, keputusan bersama Kami sepakat untuk memindahkan lokasi kegiatan, untuk menghindari potensi masalah yang bakal muncul,” terang Nurbayah.

Lebih lanjut, panitia pelaksanaan kini juga telah mengantongi surat izin penyelenggaraan dari Polda Kaltim. Dengan demikian pihaknya tinggal melaksanakan rapat finaslisasi. “Surat izin Polda Kaltim juga sudah keluar. Kami tetap libatkan panitia yang terbentuk di Petung. Karena Kami tidak ada bentuk panitia lain. Nanti ada rapat lagi khusus pengamanan, kemudian rapat pemantapan semua unsur di lapangan, sekaligus survei lokasi pelaksanaan,” demikian dia. (SBK)