Beranda blog Halaman 761

Peningkatan Jalan Mariko Bakal Picu Pembangunan di Maridan

PPU – Masyarakat di Maridan dipastikan menjadi penerima dampak positif utama dari adanya peningkatan akses jalan pendekat ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pasalnya, sebanyak 4 ribuan masyarakat di kelurahan tersebut telah menantikan adanya perbaikan ini sejak lama.

“Jalan ini sudah ditunggu masyarakat Maridan, khususnya untuk mempersingkat jarak ke ibu kota kabupaten (Kecamatan Penajam),” kata Lurah Maridan, Azanata Darusslam, Selasa (25/7/2023).

Seperti diketahui, Jalan Maridan-Riko (Mariko) mendapatkan gelontoran anggaran untuk peningkatan dari APBN 2023. Besarannya sekira Rp 44,68 miliar melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jalan sepanjang 6,5 kilometer ini menerima pembiayaan sesuai arahan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Selain itu juga sebagai akses pendekat ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari PPU.

Nata, sapaannya, menuturkan adanya perbaikan ini sejatinya sudah lama ditunggu masyarakat Maridan. Sebab selama ini warga di sana kerap menemui jalan rusak jika hendak keluar wilayah Maridan.

“Jalan Mariko ini sebenarnya sudah aspal. Cuma sudah lama, jadi sudah banyak yang rusak,” sebutnya.

Lurah Maridan, Azanata Darussalam saat diwawancarai. (Robbi/MediaKaltimGroup)

Untuk menuju Maridan sebenarnya ada dua jalur. Selain Jalan Mariko yang menuju ke arah Riko Penajam dengan jarak total 8,6 kilometer, ada juga akses menuju ke Kelurahan Pemaluan Sepaku dengan jarak 14 kilometer.

“Satu lewat akses Pemaluan yang ke arah Sepaku, tapi lebih jauh dan lebih rusak,” imbuh Nata.

Adapun beban kedua jalan ini belakangan yang membuat kondisi kerusakan semaki parah ialah dijadikannya sebagai jalan alternatif menuju KIPP IKN. Utamanya pada saat Sepaku ditunjuk sebagai pusat IKN, sementara jalan utamanya saat itu, Silkar-Kilometer 38 dalam kondisi yang rusak parah.

Kendati jalan utama menuju IKN sudah baik, peningkatan Jalan Mariko ini tetap diperlukan. Khususnya dalam pengembangan kawasan di sekitaran KIPP IKN.

Dengan baiknya jalanan ini, Nata menyebutkan pembangunan di Maridan juga bisa lebih cepat. Baik itu dari sisi kebutuhan dasar masyarakat, perekonomian hingga sektor lainnya.

“Akses ke Maridan selama ini utamanya lewat situ. Jika jalanan ini sudah baik, tidak hanya akan mempersingkat jarak tempuh, masyarakat juga akan lebih mudah dalam mendistribusikan hasil panen pertaniannya, komoditi pasar juga akan semakin beragam dan banyak lagi,” terangnya.

Nantinya Jalan Mariko tidak hanya ditingkatkan, namun juga dilakukan juga ialah pelebaran badan jalan ideal, yakni 7 meter. Kontruksi yang akan dibangun pada sepanjang jalan tersebut ialah struktur perkerasan kaku atau rigid pavement (beton).

Diketahui saat ini telah memasuki tahap perencanaan, sementara pengerjaan fisik diperkirakan akan mulai berjalan pada akhir Juli ini. Mengiringi proyek ini, pusat juga mengalokasikan paket kegiatan pengawasan teknik Jalan Mariki sebesar Rp 1,32 miliar.

“Peningkatan jalan ini pasti akan disambut baik oleh masyarakat, karena memang penantian lama,” pungkas Nata. (SBK)

Peringatan Tahun Baru Islam 2023, Pemkab PPU Pastikan Kesiapan Kedatangan UAS

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) berencana mendatangkan kembali Ustaz Abdul Somad (UAS) akhir bulan ini. Pemkab PPU telah memastikan kelancaran datangnya salah satu ustaz kondang di Tanah Air ini dan dapat menyapa langsung masyarakat Benuo Taka.

Kedatangan UAS kali ini ialah dalam rangka perayaan Tahun Baru Islam yang digelar resmi oleh pemerintah daerah. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU Nurbayah mengungkapkan datangnya UAS ini merupakan pilihan masyarakat.

“Kali ini Kami mengundang UAS dalam rangka Tahun Baru Islam. Ini atas kerjasama pemerintah daerah serta masyarakat di wilayah kecamatan penajam khususnya pengurus PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) Petung,” kata dia, Selasa (25/7/2023).

Kedatangan UAS dijadwalkan pada Sabtu (29/7/2023) pukul 13.00 Wita bertempat di Masjid Al-Falah Petung. Di sana UAS bakal memimpin tabligh akbar dan mengisis tausiyah dengan tema ‘Mari Kita Wujudkan Persaudaraan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Warthoniyah dan Ukhuwah Basyariah’.

“Ini kita bekerjasama dengan Polres PPU untuk pengamanannya. Kemudian masyarakat juga sangat mendukung,” imbuh dia.

Dalam peringatan 1 Muharram 1445 hijirah ini, setidaknya diperkirakan dihadiri 3.000 masyarakat. Untuk itu, lokasinya nanti dibuat maksimal agar bisa menampung banyak orang.

“Kami sudah gelar beberapa kali rrapat bersama beberapa OPD yang terlibat. Baik itu Polres, Satpol-PP dan tokoh-tokoh yang ada di masyarakat PPU, untuk persiapan agenda ini,” terang Nurbayah.

Tempat yang digunakan nantinya dialah di Halaman Masjid Al-Falah Petung yang tepatnya berada di Kilometer 15 Jalan Provinsi Kaltim-Kalsel. Hal ini mempertimbangkan jumlah jemaah yang bakal menghadiri acara tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan layar monitor agar masyarakat tetap bisa melihat dan mendengar ceramah yang disampaikan UAS. “Area masjid luar yang akan digunakan, dibuat panggung. Kemudian denah parkir juga sudah diatur oleh kelurahan. Kita juga bekerjasama Kominfo, yakni menggunakan layar tancap dan sound sistem,” jelas dia.

Sekadar informasi, kedatangan UAS ke PPU bukan kali pertama terjadi. Menurut catatan media ini, UAS sempat datang pada Juni 2021 lalu. Selain memberikan tausiyah di Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam, ia turut meresmikan pendirian Pondok Pesantren Tahfidz Roudhotul Quran di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

Diketahui pula dalam lawatannya ke Kaltim tahun ini, selain di PPU UAS juga bakal hadir pada tanggal yang sama di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Lebih lanjut, Kelurahan Petung memastikan kesiapan penyelenggaraan acara ini. Lurah Petung, Achmad Fitriyadi berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

“Bapak Amin dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan tersebut. Teknis pelaksanaan mulai dari rekayasa lalulintas, penanganan sampah, kantung-kantung parkir sudah dirapatkan. Untuk toilet, nanti dapat menggunakan rumah warga sebagai WC warga untuk digunakan sebagai fasilitas umum,” pungkasnya. (SBK)

Operasi Pasar Salurkan 560 Tabung Gas LPG 3 Kg untuk Warga Petung

0

PPU – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu lalu (22/7/2023) melaksanakan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di halaman Kelurahan Petung.

Sebanyak 560 tabung gas elpiji dipasarkan untuk masyarakat Petung. Lurah Petung, Achmad Fitriady saat dikonfirmasi mengatakan hal yang dilakukan Dinas KUKM Perindag PPU ini sangat dapat mambantu masyarakat yang beberapa waktu lalu sulit mendapatkan Gas elpiji 3 kilogram khususnya warga Petung.

“Alhamdulillah Diskukmperindag PPU dapat melakukan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Petung, hal ini disambut senang oleh masyarakat sekitar dikarenakan sempat beberapa waktu lalu gas tersebut mengalami kelangkaan,” ungkpanya yang akrab disapa Ady, Senin (24/7/2023).

Kegiatan inipun langsung dipantau oleh Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Saidin. Ia mengatakan kegiatan serupa juga dilaksanakan dengan waktu yang bersamaan di beberapa kelurahan dan desa.

“Kegiatan pada Sabtu lalu dilaksanakan di beberapa kelurahan dan desa, yaitu di Sidorejo, Nipah-Nipah, Lawe-Lawe dan Wilayah Pesisir Tanjung Jumlai,” ujar Saidin.

Lanjutnya Ady, kegiatan tersebut tidak menghalangi untuk warga di luar dari Petung dapat mengantre. Akan tetapi setelah warga Petung sendiri terakomodir. Kegiatan ini berjalan lancar atas kerjasama antara Babinsa dan mahasiswa KKN Unmul Kelurahan Petung.

“Kami tidak menutupi warga diluar Petung untuk dapat mengantri, akan tetapi setelah semua warga Petung terakomodir. Kegiatan berlangsung lancar atas bantuan dari Babinsa dan Mahasiswa KKN,” ujarnya.

Ia berharap setelah adanya operasi pasar tersebut, tidak adanya lagi kelangkaan terjadi terhadap gas LPG 3 kilogram ini untuk masyarakat. Bukan hanya Daerah Petung akan tetapi di daerah-daerah lainnya.

“Harapan Kami setelah adanya operasi pasar ini, tidak adanya lagi kelangkaan Gas elpiji 3 kilogram serta Diskukmperindag dapat melakukan pemantauan khusus terhadap kelangkaan ini. Karena efek dari kelangkaan ini membuat masyarakat kesusahan dan harga dipasaran ikut berpengaruh,” pungkasnya. (NRD)

Faeyza Ingin Jadi Atlet Nasional

0

Catatan Inspirasi Humas Setkab PPU: Subur Priono

Namanya Ariza Muhammad Faeyza Akbar. Salah satu atlet panahan yang tergabung dalam Club X Archery asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini punya cita-cita yang tinggi untuk kedua orang tuanya dan Kabupaten PPU tentunya. Iya, dia ingin menjadi altlet panahan yang berprestasi hingga tingkat Nasional.

Tidaklah berlebihan rasanya. Anak berusia 8 tahun pasangan Masdarullah dan Julisa ini baru saja berhasil menyumbangkan mendali perunggu bagi kabupaten PPU pada Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2023 melalui cabang panahan kelas bantalan pemula yang digelar di lapangan Kadrie Oening Sempaja, Samarinda belum lama ini.

Keinginan dan cita-cita besar Ariza Muhammad Faeyza Akbar atau yang akrab di sapa Faeyza ini diungkapkan melalui orangtuanya yang merupakan salah satu ASN dan bekerja pada Bagian Humas Sekretariat Kabupaten PPU belum lama ini.

“Sekarang Faeyza harus lebih rajin latihan memanah biar bisa terus berprestasi dan jadi atlit nasional,” kata orangtua Faeyza, Julisa menirukan keinginan anak bungsunya itu.

Julisa menceritakan awal mulanya Faeyza menjadi atlet panahan sebenarnya hanya iseng- iseng dari dirinya. Saat itu putranya yang baru duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD) itu kesehariannya selalu disibukan dengan bermain ponsel orangtuanya.

Khawatir anaknya kenapa-kenapa dan menjadi kecanduan ponsel yang kerap digunakan untuk bermain, lantas dia mencarikan kesibukan lain yang positif untuk putranya itu. Bermula dari sinilah si bungsu kini mendalami olahraga panahan tersebut hingga mampu menyumbangkan prestasi bagi daerah Kabupaten PPU.

“Ya alhamdulillah gayung bersambut juga saat itu. Anak saya ketika itu begitu menikmati latihan memanah. Karena kebetulan pelatih di wilayah kami juga kenal baik dengan saya sehingga turut membantu pada awal mulanya bergabung dalam olahraga ini,” ungkap ibu tiga anak ini.

Kini keseharian Faeyza tidak terlepas dengan kegiatan latihan memanah. Walaupun masih didukung dengan peralatan memanah yang sederhana namun tidak menyurutkan latihan anak ini.

Dia berharap apa yang menjadi cita-cita putra kesayangan nya tersebut dapat tercapai suatu saat nanti. Oleh karenanya sejak saat itu dirinya terus mensuport setiap kegiatan-kegiatan latihan maupun ketika mengikuti turnamen-turnamen panahan yang diadakan.

“Semoga cita-cita nya bisa tercapai karena tentunya akan membanggakan kedua orangtuanya, kemudian secara luas sudah pasti bagi kabupaten PPU juga,” tutupnya mengaminkan. (*)

KKN 49 Unmul Bersama Karang Taruna Lawe-Lawe Siap Gelar Talkshow UMKM

0

PPU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 49 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Kelurahan Lawe-Lawe akan menggelar talkshow UMKM bersama Karang Taruna Lawe-lawe.

Ketua Kelompok KKN UNMUL, Candra mengatakan kegiatan ini merupakan suatu program kerja KKN 49 Unmul bersama Karang Taruna setempat, Talkshow ini akan berfokus pada masyarakat sekitar untuk membangun pemahaman terhadap UMKM secara luas. Akan tetapi tidak menutup pula kepada masyarakat umum yang ingin ikut serta dan belajar.

“Kegiatan yang akan dilaksanakan ini atas inisiasi temen-temen KKN serta Karang Taruna setempat, kegiatan ini pula tidak tertutup. Bagi siapa saja yang ingin ikut silahkan datang, ini merupakan kegiatan umum,” ungkapnya, Senin (24/7/2023).

Tujuan dari kegiatan yang akan dilaksanakan ini, agar masyarakat sekitar KKN dapat memahami akan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian serta bagaimana membangun sebuah UMKM dalam artian luas.

“Tujuannya agar dapat membangkitkan semangat masyarakat sekitar akan pentingnya UMKM dalam menggerakan perekonomian baik diri sendiri maupun perekonomian secara luasnya,” jelasnya.

Dengan adanya talkshow ini harapannya dapat menjadi titik awal Kelurahan Lawe-Lawe kedepannya untuk menjadi rumah UMKM PPU khususnya. Serta UMKM yang sudah ada dapat berkembang dari segi manajemen keuangan dan pemasarannya dengan menggunakan digitalisasi.

“Harapannya kegiatan yang akan dilaksakan nanti, dapat memberikan semangat tersendiri serta menjadi titik awal Lawe-Lawe dapat menjadi rumah UMKM PPU khususnya. Dan dapat mengembangkan UMKM yang sudah ditekuni saat ini,” pungkasnya. (NRD)

Polres PPU Imbau Kelompok Nelayan Waspada Risiko Gelombang Tinggi

0

PPU – Polres Penajam Paser Utara (PPU), Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan di PPU untuk memperhatikan risiko gelombang tinggi akhir-akhir ini ketika berniat melakukan aktivitas mencari ikan di laut. Di mana memasuki Juni hingga Oktober setiap tahun adalah masa sulit bagi nelayan di Kabupaten PPU, karena menimbulkan ombak dan membuat nelayan takut mencari ikan ke laut.

“Kami mengimbau kepada para nelayan di PPU untuk memperhatikan risiko gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan,” ujar Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan, S.H, S.I.K. didampingi Kasat Intelkam Polres PPU, AKP Juwadi  melalui Kanit 2 Sat Intelkam IPTU Hartono ketika bertandang ke sekretariat Kelompok Nelayan Mekar Jaya,Kelurahan Tanjung Tengah Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Minggu (23/7/2023) di Penajam.

Selain itu, ia menerangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah membuat program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) bertujuan untuk mengampanyekan akan pentingnya manfaat makan ikan yang kaya kandungan gizi dan dapat mencegah Stunting, sehingga masyarakat nelayan dinilai cukup berperan dan suksesnya program itu.

“Namun, Kami tetap mengimbau agar saat musim angin selatan nelayan tetap waspada terhadap gelombang besar atau tinggi,” tuturnya.

Di samping itu pula, sambungnya, Polri meminta agar anggota dan pengurus Kelompok Nelayan Mekar Jaya bersinergitas dengan kepolisian khususnya Polres PPU, serta ikut memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten PPU.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Mekar Jaya, Ridwan menerangkan, kelompok yang dipimpinya ini merupakan kumpulan para nelayan di wilayah Kelurahan Tanjung Tengah, Penajam. Namun  tidak berani mengambil resiko untuk pergi ke laut ketika musim angin selatan saat ini.

“Fenomena angin selatan yang terjadi pada bulan Juni hingga Oktober setiap tahunnya adalah masa sulit bagi nelayan di PPU. Angin di laut sangat kencang dan menyebabkan ombak besar sehingga membuat nelayan takut mencari ikan ke laut,” bebernya.

Ridwan menambahkan, dampak dari fenomena angin selatan ini membuat stok ketersediaan ikan terbatas, walaupun ada tetapi harga jualnya alami kenaikan di pasaran. Kondisi ini tentu ikut berdampak ke penghasilan nelayan sendiri.

“Dengan tidak melautnya para nelayan, bukan saja mengurangi pendapatan malah kami tidak memiliki pemasukan sama sekali setiap hari,” sebut Ridwan.

Usai pertemuan IPTU Hartono mewakili Kapolres PPU dan Kasat Intelkam menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan berupa Box Styrofoam Ikan diterima Ridwan, sebagai wadah menyimpan hasil tangkap ikan. Selain itu kelompok nelayan ini menyatakan sikap untuk bersinergi dengan Polres PPU menjaga kondusifitas daerah. ( SBK)

 

 

500 Bikers Nmax Siap ‘Serang’ Anniversary Ke-5 MBC PPU Akhir Pekan Ini

0

PPU – Lebih dari 500 bikers pecinta skutik Nmax bakal hadir dalam event Hari Ulang Tahun Max Borneo Club (MBC) Penajam Paser Utara (PPU) akhir pekan ini. Tak hanya dari PPU dan dalam Kaltim, penunggan ‘kuda besi’ pabrikan Jepang dari luar daerah juga dipastikan bakal menghadiri gelaran tahunan kali ini.

Segala persiapan sudah mulai dilakukan jelang kegiatan perayaan Anniversary Ke-5 MBC PPU. Wakil Ketua MBC PPU, Heru Susanto mengatakan telah menyebar undangan ke seluruh member se-Kalimantan.

“Undangan sudah mulai tersebar dan respon baik sudah diterima. Target Kami yang akan datang 500 bikers hadir di PPU dari seluruh Kalimantan,” ungkapnya, Kamis (20/7/2023).

Peringatan hari jadi klub yang kini beranggotakan 60 orang member tetap, 60 orang member tesebut terbagi di 3 kecamatan di PPU itu akan digelar di Gedung Graha Pemuda PPU pada Sabtu, (22/7/2023) mendatang. Kegiatan kali ini bakal mengangkat konsep semenarik mungkin dengan adanya doorprize, games-games dan ada hadiah-hadiah khusus yang akan diberikan kepada peserta terjauh diluar Kaltim.

“Annivesary ini bertepatan pula dengan awal mula terbentuknya MBC PPU, Kami akan konsep kegiatan ini semarik mungkin dengan adanya beberapa games dan hadiah menarik lain kepada para peserta yang hadir dan yang ingin ikutan bermain,” terangnya.

Foto: Wakil ketua Max Borneo Club, Heru Susanto, (Deddy/RadarMedia)

Heru berharap kegiatan ini dapat aman, lancar dan meriah, serta tamu yang datang tidak ada kekecewaan ketika hadir di acara MBC PPU. Serta yang menjadi target MBC PPU dapat tercapai dengan jumlah peserta 500 orang bikers bahkan lebih.

“Acara aman, lancar dan meriah, tamu tidak kecewa hanya itu harapan Kami. Serta target tamu yang berdatangan bisa tercapai, bahkan dapat lebih yang hadir,” harapnya.

Terlepas dari itu, di luar tamu undangan itu akan ada banyak bikers yang akan datang ke PPU. Dengan adanya penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU, ini akan menjadi daya tarik tersendiri kepada para bikers pecinta motor di luar Kaltim untuk berkunjung.

“Terlepas dari anniversary tersebut, PPU mempunyai daya tarik tersendiri atas hadirnya IKN Nusantara,” tutup Heru. (NRD)

Pengurus KNPI PPU Pastikan Selesaikan Tunggakan Sebelum Masa Periode Berakhir

0

PPU – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen untuk segera melunasi tunggakan utang. Janji ini disampaikan demi mengembalikan marwah organisasi ke depannya.

Kepastian itu merupakan salah satu hasil dari rapat pleno kepengurusan DPD KNPI PPU, Kamis (20/7/2023). Dalam rapat tersebut, beberapa masukan dan saran bermunculan dari beberapa organisasi kepemudaan (OKP) PPU, yang utamanya seputar permasalah yang tengah dihadapi, salah satunya persoalan tunggakan.

Ketua Umum DPD KNPI, Sulthan dalam rapat tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakaktifannya pergerakan KNPI belakangan. Serta beberapa masalah internal yang membuat kepengurusan mengalami kevakuman.

“Ada beberapa masalah internal yang harus Kami selesaikan terlebih dahulu. Dalam rapat ini Kami memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk memberikan saran serta masukan selama periode Kami. Hal ini Kami lakukan agar kiranya KNPI PPU tetap menjadi satu tanpa adanya dualisme,” ungkapnya, Kamis (20/7/2023).

Ia turut menjawab beberapa pertanyaan dilontarkan. Mulai dari penyelesaian tanggung jawab hingga persiapan gelaran Musyawarah Daerah (Musda) KNPI sisa masa bakti kepengurusan saat ini.

“Kami akan segera mengatur segala persiapan Musda tahun ini dan membentuk panitia kecil agar terlaksanakan kepengurusan yang baru. KNPI PPU akan menyelesaikan segala apa yang menjadi tanggungan saat ini, sebelum masa berakhirnya kepengurusan ini,” Sulthan.

Seperti diketahui, periode kepengurusan DPD KNPI PPU ini habis pada November mendatang. Belum lama ini juga telah beberapa koordinasi ditempuh agar berjalannya organisasi ini, pasca dualisme beberapa waktu lalu dapat berjalan on the track.

“Langkah demi langkah sudah mulai menunjukan titik terang, Kami berharap dengan adanya langkah ini apa yang menjadi tanggung jawab DPD KNPI masa periode ini cepat terselesaikan sebelum masa berakhirnya kepengurusan Kami,” pungkasnya. (NRD)

Bijak: Hadirnya Bunda Literasi PPU Diharapkan Dapat Tngkatkan Minat Baca

0

PPU – Pelantikan Bunda Literasi mendapat respon baik dari Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani. Dengan adanya bunda literari ini, di harapkan dapat meningkatkan kembali minat baca di kalangan masyarakat PPU khususnya.

Seperti diketahui, kenyataannya minat baca saat ini masih sangat minim di kalangan masyarakat. Hal inilah yang harus menjadi fokus masalah yang perlu diselesaikan bersama.

“Hadirnya Bunda Literasi ini, Kami sangat menginginkan adanya dorongan khusus minat baca di kalangan masyarakat,” ujarnya yang akrab disapa Bijak, Rabu (19/7/2023).

Dalam hal ini terkhusus anak-anak usia dini, yang diketahui lebih banyak bermain gawai dari pada membaca. Meski masih ada kebaikannya, satu sisi pengunaan berlebih juga memberikan dampak buruk.

“Alangkah baiknya dorongan ini di mulai dari orang terdekat dahulu, contohnya Ibu atau Bapak dirumah. Dengan pola mengatur waktu bermain anak terhadap gadget,” ungkapnya.

Di luar dari itu, hadirnya Bunda Literasi ini bukan hanya untuk bekerja sendiri untuk mendorong minat baca tersebut. Akan tetapi perlunya juga kerjasama antar instansi terkait seperti Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah (Dispusip) PPU.

“Hadirnya bunda literasi ini secara khusus dinas terkait harus mulai bergerak untuk menjalin kerjasama, agar dapat membentuk suatu program demi meningkatkan minat baca PPU,” jelas Bijak.

Tugas berat pun menanti Bunda Literasi, agar kiranya dapat merubah mindset terhadap masyarakat khususnya usia dini dalam penggunaan gadget berlebihan. “Agar kiranya bunda literasi dapat merubah mindset usia dini terhadap penggunaan gadget berlebihan dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan Kami pun menunggu program-program dari bunda literasi ini,” tutupnya. (NRD)

APBD PPU 2024 Diproyeksi Rp 1,6 Triliun, Bupati Minta Segera Dibahas

0

PPU – APBD Penajam Paser Utara (PPU) direncanakan sebesar Rp 1,6 triliun. Hal itu sesuai dengan yang disusun Pemkab PPU dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Rancangan itu telah disampaikan secara terbuka dalam rapat paripurna penyampaian dokumen rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2024 di DPRD, Selasa (18/7/2024) kemarin. Bupati PPU Hamdam menuturkan proyeksi ini hasil dari penysusuna oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) PPU dengan memperhatikan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

“Kami sudah sampaikan KUA-PPAS APBD 2024 ke DPRD. APBD tahun Anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp1.6 triliun lebih,  terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah,” katanya, Rabu (19/7/2023).

Hamdam menjelaskan, Rancangan KUA dan PPAS APBD 2024 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBD Tahun Anggaran 2023. Dalam dokumen tersebut, diuraikan target pendapatan di APBD Tahun Anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp1,665.248.134.606,00  dan total belanja yang direncanakan mencapai Rp1.609.617.458.966.

Adapun total belanja yang direncanakan itu terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Di mana terdapat selisih antara pendapatan dan belanja tersebut, sebesar Rp 55,63 miliar lebih.

“Selisih pendapatan dan belanja tersebut, akan kami gunakan untuk membayar kewajiban pokok pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI (Persero),” ungkap Hamdam.

Ia berharap, agar dokumen rancangan KUA-PPAS APBD 2024 ini dapat segera dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan TAPD PPU. Sehingga dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD PPU tahun 2024.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal dan melaksanakan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Mudah-mudahan pembahasan APBD bisa diselesaikan tepat waktu. Karena sesuai ketentuan Kemendagri batas penetapan APBD sampai akhir November,” tutupnya. (SBK)