Beranda blog Halaman 758

Peningkatan Gedung dan Pengadaan Perabot Sekolah, Pemkab PPU Gelontor Rp 72 Miliar

0

PENAJAM – Tahun ini peningkatan sarana dan prasarana sektor pendidikan dilakukan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU). Tak kurang Rp 72 miliar pada APBD Murni 2023 digelontorkan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Syamsul Adha mengungkapkan beberapa kegiatan dilakukan pada tahun ini. Di antaranya pembangunan dan perbaikan ruang kelas belajar (RKB) pada sejumlah SD dan SMP.

“Tahun ini (2023) dapat dana sekitar Rp72 miliar. Sebagian untuk beberapa kegiatan pembangunan,” ujarnya, Senin (16/1/2023).

Selain RKB, Disdikpora PPU bakal melakukan rehabilitasi sejumlah gedung SD dan SMP yang mengalami kerusakan. Pembangunan peningkatan infrastruktur pendidikan ini merupakan usulan dari lembaga pendidikan di bawah kewenangan Pemkab PPU.

Pada tahun ini pula, juga akan dilakukan pengadaan penunjang pendidikan. Berupa mebel atau perabot sekolah berupa meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar.

“Sejumlah SD dan SMP mendapatkan meja serta kursi baru, untuk peserta didik dan tenaga pengajar sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar,” ungkap Syamsul.

Adapun kebutuhan meja dan kursi untuk dua jenjang pendidikan itu berjumlah sekira 6.000 pasang. Dialokasikan untuk seluruh SD dan SMP yang ada di PPU. Dengan rincian sebanyak 4.000 pasang untuk SD dan 2.000 pasang untuk SMP.

Lebih lanjut, pemenuhan sarana prasarana pendidikan ini harus dilakukan. Untuk mewujudkan target pendidikan berkualitas di PPU. Maka dari itu ia berharap peningkatan SDM generasi muda lokal juga ikut meningkat.

“Kami juga bangun infrastruktur penunjang pendidikan lainnya seperti jamban (toilet), pagar, ruangan kepala sekolah dan ruangan guru,” tutupnya. (SBK)

Pengurus BPC Hipmi PPU Dilantik, Hamdam Tunggu Sepak Terjang di Pemindahan IKN

0

PENAJAM – Sepak terjang Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Penajam Paser Utara (PPU) dalam peningkatan sektor usaha di Benuo Taka dinantikan Bupati PPU Hamdam Pongrewa. Utamanya peran dalam pengembangan daerah seiring dengan pindahnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengurus BPC Hipmi PPU periode 2021-2024 resmi dilantik, Senin (16/01/2023). Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Umum BPD Hipmi Kaltim Bakri Hadi di Aula Lantai I, Kantor Bupati PPU.

Usai dilantik, Ketua BPC Hipmi PPU Sayyid Hasan mengatakan bahwa kepengurusan kali ini hanya berjalan singkat. Masa kurang dari dua tahun, akan dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi berbasis digital menuju IKN.

“Semangat ini harus terus dituangkan. Dan kami berharap dukungan dan sinergitas dengan pemerintah daerah serta Forkominda PPU bisa terus terwujud,” katanya.

Misi yang dilakukan ke depan ialah berkolaborasi dengan para pelaku UMKM di wilayah setempat. Dengan majunya UMKM ini, maka perekonomian masyarakat dalam menghadapi perubahan era secara signifikan juga akan terbantu.

“Semoga Hipmi PPU bisa menjadi mitra yang baik, dalam upaya mensejahterakan masyarakat serta mewujudkan mimpi daerah. Yakni PPU yang sejahtera ekonomi kuat berbasis digital menuju IKN Nusantara,” lanjutnya.

Langkah ini tentunya juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua BPD Hipmi Kaltim Bakri Hadi. Namun ia tetap berpesan pada seluruh pengurus untuk konsisten dalam menjaga silaturahmi dengan semua pihak.

Pun, membangun kolaborasi dan komunikasi terkait implementasi program kerja yang telah disusun bersama. Kemudian juga bekerja secara profesional dalam setiap pelaksanaannya.

“Kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sendiri. Kita harus bekerjasama dan bersinergi, agar keberadaan Hipmi di PPU tidak sia-sia. Serta punya martabat, seiring dengan keberadaan IKN Nusantara,” ungkap Bakri.

Sementara itu, Bupati PPU Hamdam menyambut baik atas dilantiknya pengurus perkumpulan pengusaha muda di daerahnya ini. Secara terbuka ia menaruh  harapan besar dan peran serta dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Khususnya di sektor-sektor ekonomi.

“Keberadaan Hipmi PPU memiliki potensi besar yang harus dikembangkan, dan menjadi modal bagi peningkatan mutu dan peran kemasyarakatan serta para pelaku UMKM,” ucapnya.

Baginya, sebagai sebuah organisasi yang beranggotakan para anak muda, lahirnya sebuah pionir baru tentu diharapkan. Yang mana pandangan itu sangat realistis melihat semangat tinggi yang dimiliki.

“Saya sudah tidak sabar, Hipmi PPU memperlihatkan semangatnya, untuk berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten PPU, khususnya dalam menangkap banyaknya peluang pemindahan IKN,” tegasnya.

Hanya saja, sambungnya, ia berpesan agar semangat yang dimiliki itu tidak membuat pengurus lupa diri. Terlalu besar dalam membangun kepercayaan diri, hingga mengabaikan beberapa hal yang juga krusial.

“Yang namanya kaum muda biasanya semangatnya terlalu menyala-nyala. Sehingga lupa bahwa ada hal-hal yang perlu kita perhatikan,” sebutnya.

“Intinya jika kurang dimengerti perbanyak koordinasi dan belajar. Karena sudah banyak pengalaman-pengalaman empiris, karena terlalu bersemangat akhirnya tidak terkendali. Hal-hal semacam itu yang perlu dihindari,” pungkas Hamdam. (SBK)

Tahun Ini Tidak Ada Penambahan Kuota Jargas untuk PPU

0

PENAJAM – Pada 2023 ini, Penajam Paser Utara (PPU) tidak mendapatkan alokasi penambahan jaringan gas (jargas) baru. Alasannya karena pemerintah pusat tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunannya.

Pemkab PPU terus berupaya menambah kuota jargas agar seluruh warga di Benuo Taka dapat merasakan aliran jargas di dapurnya. Pun tahun lalu telah diusulkan penambahan jumlah yang mencapai 15 ribu sambungan rumah (SR).

Plt Asisten II Pemkab PPU Nicko Herlambang mengungkapkan bahwa hingga kini usulan penambahan ke Kementerian ESDM itu belum ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. “Usulan sudah kita sampaikan. Tapi sampai saat ini anggarannya belum ada di pusat. Jadi belum ada penambahan jaringan baru,” ungkapnya Minggu (15/1/2023).

Padahal kebutuhan jargas menjadi penting bagi masyarakat saat ini, terutama untuk konsumsi rumah tangga. Adanya usulan tersebut juga dilakukan lantaran masih banyak masyarakat PPU yang memerlukan jargas, terlebih saat ini gas LPG sulit didapatkan.

“Karena memang kebutuhan riil di masyarakat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan jargas,” sebut Nicko.

Meski demikian, upaya pemerintah daerah agar masyarakat Benuo Taka bisa mendapatkan jargas tetap dilakukan. Meski usulan belum terakomodir, Nicko menyebut tahun ini masih ada penambahan pemasangan dari sambungan yang sudah eksisting.

“Tidak bisa penambahan tahun ini, kecuali menambah dari jaringan yang sudah ada,” ucapnya.

Di PPU saat ini telah mendapatkan dua kali kuota pemasangan jargas. Yakni pada tahun 2018 sebanyak 4.260 sambungan, dan tahun 2020 sebanyak 5.062 sambungan rumah.

Jadi jumlah sambungan jargas sejak 2020 lalu sudah mencapai 9.322 SR. Yang tersebar di 11 kelurahan dan desa di dua kecamatan, Penajam dan Waru.

Lebih lanjut, upaya untuk mengusulkan penamabhan SR tetap dilakukan. Ia berharap ususlan ini bisa terakomodir pada mata anggara perubahan APBN.

Selain itu, potensi gas di PPU juga dianggap mumpuni dan mampu mengakomodir lebih banyak rumah. “Apakah memungkinkan di perubahan tahun ini, kita akan coba menyurat lagi,” pungkas Nicko. (SBK)

Dinas PUPR Siapkan Anggaran Rp 489 Miliar, Seluruh Pekerjaan Ditarget Rampung sebelum Habis Periode Bupati

0

PENAJAM – Pada tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) memperoleh alokasi anggaran tak sedikit. Untuk itu, Bupati PPU Hamdam Pongrewa menegaskan untuk dapat menuntaskan seluruh tanggung jawab dan tanggungan yang tersisa.

Kepala Dinas PUPR PPU, Rivianan Noor mengungkapkan pada tahun anggaran 2023 dinasnya mempunyai pagu anggaran hampir sepertiga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) PPU. Dia memastikan semua perencanaan infrastruktur bisa rampung tepat waktu.

“Sekitar Rp 489 miliar lebih dan 518 paket pekerjaan yang harus diselesaikan. Dengan anggaran tersebut, Dinas PUPR PPU siap tuntaskan semua PR. Terutama perbaikan infrastruktur di Kabupaten PPU di masa sisa jabatan bupati PPU tahun ini,” kata dia, Sabtu (14/1/2023).

Seperti diketahui, APBD Murni PPU 2023 telah disahkan disahkan sebesar Rp 1,9 triliun. Riviana menjelaskan alokasi anggaran ke dinasnya itu terbagi menjadi empat kelompok besar. Di antaranya  pada sekretariat untuk belanja rutin dan di Bidang Cipta Karya, Tata Ruang dan UPTD PU yang ada di empat kecamatan.

“InsyaAllah pada bulan September nanti semua selesai. Walau tetap ada sebagian  proyek-proyek yang akan selesai di akhir tahun ini (2023), di antaranya pembangunan gedung BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) dan Kantor KB (Keluarga Berencana),” ungkap Riviana.

Menurut dia, tahun ini merupakan tahun kerja keras bagi di Dinas PUPR. Karena dalam catatan, masih ada kendala dalam hal sumber daya manusia (SDM), peralatan, sampai pada bahan material yang kurang.

Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen dan memastikan semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pun sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. “Harapan kami tersebut dapat terlaksana. Kami menyakini ini bisa diselesaikan,” tegas Riviana.

Sementara itu, Bupati PPU Hamdam berpesan untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan itu dilakukan percepatan. Termasuk penyelesaian utang pihak ketiga dan penyelesaian pengadaan tanah. Khususnya yang telah dimanfaatkan. Karena beberapa hal di tiap OPD saat ini telah dilakukan penataan.

“Saat ini dinas PUPR telah mempunyai tim yang solid. Ada para insiyur-insiyur handal dan telah berpengalaman, yang sudah siap berkolaborasi dan siap berjalan bersama dengan saya. Untuk membangun segala infrastruktur yang telah kita rencanakan dengan tujuan untuk mensejahterahkan masyarakat PPU,” jelasnya.

Selain menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, seluruh kegiatan yang direncanakan itu mesti selesai sesuai dengan aturan. Namun dengan mutu yang baik dan tepat guna. Sehingga masyarakat bisa menerima dampak positif dari pembangunan itu.

“Saya berharap Dinas PUPR dapat menuntaskan semua Pekerjaan Rumah (PR ) ini di tahun 2023. Saya juga sangat berharap semua ini bisa selesai sebelum masa akhir jabatan saya,” tegas Hamdam.

Untuk diketahui, Hamdam resmi menjabat sebagai kepala daerah difinitif sejak 28 Desember 2022. Ia diamanahkan untuk menggantikan Abdul Gafur Mas’ud (AGM) yang tersandung kasus rasuah, hingga masa periode kepempinan 2018-2023 berakhir pada sekira Oktober 2023 mendatang. (SBK)

Pemekaran Wilayah di PPU, Ketua DPRD: Kami Terdepan Dorong Percepatan

PENAJAM – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor memastikan diri terdepan dalam percepatan pemekaran wilayah. Untuk itulah, ia mendorong Pemkab PPU merealisasikan segala persiapannya tahun ini.

Pemekaran wilayah, baik itu kelurahan/desa dan kecamatan, sudah menjadi hal prioritas. Pasalnya, hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim secara otomatis juga mengambil sebagian wilayah yang ada di Benuo Taka.

“Untuk itu kita ingin melakukan percepatan. Semoga dengan apa yang kita lakukan ini bisa segera terealisasi,” ujarnya, Minggu (15/1/2023).

Untuk diketahui pula, PPU saat ini baru terdiri dari 4 kecamatan. Yaitu Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu serta Sepaku. Terambilnya Sepaku yang menjadi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN tentu memunculkan masalah baru.

Merujuk regulasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2007, minimal jumlah kecamatan dalam sebuah kabupaten ialah lima. “Diregulasi itu minimal lima kecamatan. Empat saja Kita masih kurang, nah Kita nanti malah tinggal tiga (kecamatan),” tandasnya.

Persoalan ini, lanjut Syahrudin, juga telah dikomunikasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam hal itu pula, Kemendagri telah memberikan lampu hijau terkait dengan rencana usulan pemekaran tersebut.

Oleh karena itu, ia meminta keseriusan Pemkab PPU dalam menyiapkan segala persyaratannya. Mulai dari kajian, pemetaan wilayah, penentuan tapal batas wilayah, hingga menginventarisasi aset, pendataan jumlah penduduk dan lain sebagainya.

“Saya terdepan untuk memperjuangkan ini. Ini adalah usulan masyarakat, dan ini menjadi kebutuhan, Kami mencoba mendorong. Kami DPRD, juga sejalan untuk mempersiapkan perdanya,” tegasnya.

Adapun dalam pemetaan sementara ini sesuai usulan masyarakat, setidaknya ada 4 inisiasi kecamatan baru. Dengan mengecualikan Sepaku, jumlah kecamatan di PPU akan menjadi 7. Dengan rincian Kecamatan Penajam akan menjadi terbagi menjadi 4 wilayah, Kecamatan Babulu menjadi 2 wilayah dan Kecamatan Waru tetap 1.

“Berapa persyaratan yang kurang, ya itu yang didorong. Setelah itu baru menata posisinya dan batas wilayahnya,” sebut Syahrudin.

Adapun mengacu PP Nomor 17/2018 tentang Kecamatan, persyaratan dasar pembentukan kecamatan diatur pada Pasal 4, yaitu jumlah penduduk minimal 3 ribu kepala keluarga (KK) per 15 ribu jiwa, dengan luas wilayah minimal 12,5 kilometer persegi, usia kecamatan minimal lima tahun. Serta jumlah cakupan desa untuk kabupaten minimal 10 desa.

Namun begitu, menurut Syahrudin, beberapa persyaratan bisa diabaikan untuk sementara. Mengingat, adanya pemekaran ini juga karena untuk kepentingan  strategis Nasional.

“Karena ini juga pemenuhan rencana pusat, maka hal ini juga menjadi salah satu proyek strategis nasional. Jadi bisa saja persyaratan-persyaratan itu tidak terpenuhi salah satunya. Tentu jalur ini bisa diperjuangkan,” tegasnya.

Ia meyakini semua persiapan ini mampu dipenuhi sebelum tutup tahun 2023. Oleh karena itu, dukungan semua pihak termasuk masyarakat dibutuhkan. “Kami konsisten mendorong itu. Kalau semua all out, saya yakin 2023 sudah selesai,” tutup Syahrudin. (SBK)

Keren! Jalan Utama di IKN Bakal Bisa Didarati Pesawat

0

PENAJAM -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, salah satunya infrastruktur jalanan. Jalan utama atau nasional di kawasan IKN didesain bisa didarati oleh pesawat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga saat berbincang di titik nol IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kita juga memikirkan jalan arteri primer itu kita pertimbangkan sebagai runway, runway pesawat. Itu panjangnya 1-2 kilometer,” tuturnya di titik nol IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (14/1/2023).

Menurutnya, hal ini memang juga telah dimanfaatkan negara-negara tetangga. Makanya, di IKN akan dipilih juga lokasi-lokasi tertentu yang bisa menjadi landasan pesawat terbang.

“Ya, beberapa negara memanfaatkan jalan lurus bisa didarati, bisa kita desain beberapa dan kita pilih di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Selain itu, Danis juga mengatakan jalanan di IKN akan bebas dari kabel listrik. Nantinya sistem kelistrikan diletakkan di bawah tanah dengan sebuah box, hal itu dinamakan Multi-purpose Utility Tunnels (MUTs).

“Di jalan-jalan itu nanti multi tunnels untuk utilitas. Jadi nanti nggak ada kebal, ya ada tetapi sementara karena boxnya belum jadi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan progres pembangunan infrastruktur di IKN Nusantara di Kalimantan Timur mencapai 12-15%. Meski begitu, sudah ada sejumlah proyek yang selesai hampir 100% dan sedang berprogres.

Misalnya, Bendungan Sepaku Semoi yang progresnya telah mencapai 82%. Dengan target itu, Kementerian PUPR menargetkan pada Juni 2023 bendungan sudah mulai diisi air atau beroperasi.

Kemudian, ada rusun pekerja konstruksi dan tenaga ahli. Ada 22 Rusun Hunian Pekerja IKN dijadwalkan selesai pada Februari 2023.

Lalu, ada juga konstruksi Istana Negara yang juga mulai dibangun. Istana negara IKN itu terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Berdasarkan pantauan detikcom, kawasan yang akan dibangun di istana negara baru sampai tahapan pembentukan lahan.

Namun, progres yang ditelusuri itu hanya kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sedangkan IKN terdiri dari berbagai kawasan, setidaknya ada sembilan kawasan termasuk pusat perekonomian hingga pariwisata. (ada/ara/dtc)

Polres Paser Tak Terlibat Langsung Pengamanan Pembangunan IKN Nusantara

PASER – Personel Kepolisian Resor (Polres) Paser dipastikan bakal jadi lapisan pendukung saja, dalam pengamanan pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di Kecamatan Sepaku, pada 2023 ini.

Kepastian itu dapati, setelah Kapolda Kaltim, Irjen Pol Imam Sugianto, menyebut bahwa Polres Paser tidak terlibat langsung dalam pengamanan pembangunan, sehingga diperintahkan untuk menggelar operasi pengimbangan.

Sementara yang khusus terlibat langsung, lanjut Imam, yakni Polres PPU, Polres Kutai Kertanegara (Kukar), Polresta Samarinda dan Polresta Balikpapan. Hal itu diwujudkan dengan menggelar Operasi Mahakam Nusantara yang melibatkan lebih dari seribu personel.

“Polres Paser menyelenggarakan operasi imbangan saja. Ada empat yang khusus terlibat langsung dan itu dilaksanakan nantinya dengan operasi mahakam nusantara. Sekarang sudah disiapan seribu lebih (personel) tapi kita lihat dinamikanya kedepan,” kata Imam saat diwawancarai.

Diketahui, pada 2023 Polda Kaltim mendapat dukungan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk pengamanan pembangunan IKN Nusantara, yang nantinya diperuntukkan kelanjutan Operasi Mahakam Nusantara.

Dukungan anggaran itu, mengingat intensitas pembangunan IKN Nusantara akan mengalami peningkatan pada tahun ini. Pengamanan proses pembangunan IKN, lanjut dia, menjadi perhatian utama Polri, maka ada dukungan anggaran serta penambahan personel pengamanan dari Mabes Polri.

“Pembangunan ibu kota negara baru akan semakin padat, jadi kerja sama antar instansi harus diperketat dan diperkuat,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang jadi perhatian tak lain teluk Balikpapan. penentuan lokasi itu sebagai jalur distribusi material pembangunan. Kedepan, Imam berharap kepada Polres Paser agar turut memperhatikan kondisi atau tindak kejahatan yang terjadi sebagai kasus yang menonjol.

“Teluk Balikapapan nanti akan ramai meriah nanti ini. Logistik dan material menuju pelabuhan IHM,” sebutnya.

Sekadar informasi, Kabupaten Paser merupakan wilayah yang juga berbatasan langsung dengan lokasi IKN Nusantara. Mulanya sebagai Kabupaten Induk, Kabupaten Paser menargetkan diri pula, sebagai wilayah penyokong sektor pangan. Kebutuhan pekerja pembangunan dirinci mencapai 200 ribu jiwa. (bs)

Bangun Apartemen buat ASN di IKN Butuh Rp 9 Triliun, Tunggu Diteken Sri Mulyani

0

BALIKPAPAN – Pembangunan apartemen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dianggarkan Rp 9,4 triliun. Angka itu untuk membangun 47 tower apartemen.

Rencana pembangunan ini menjadi porsi pemerintah untuk membangun hunian ASN. Selain itu ada tiga investor lain yang sudah sepakat ikut membangun dengan nilai dan porsi berbeda-beda.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan pengajuan dana Rp 9,4 triliun sudah dikirim ke Kementerian Keuangan sejak Desember. Saat ini masih menunggu apakah dana itu akan disetujui atau tidak.

“Itu baru diajukan ke Kementerian Keuangan sebanyak 47 tower senilai 9,4 triliun,” tuturnya di Grand Jatra, Balikpapan, Sabtu (14/1/2023).

Rencananya ada 47 tower rumah susun yang terdiri dari 31 tower untuk ASN di west residence, 9 tower untuk Paspampres, 4 tower untuk Polri, dan 3 tower BIN.

Danis menegaskan rumah susun untuk ASN ini sekelas apartemen dan rata-rata tower dibangun 12 lantai. Kemudian, mengingat ASN tergolong dari berbagai tingkatan, maka pembangunan unit apartemen juga akan ada perbedaan.

Misalnya, semakin tinggi pangkat ASN tersebut maka akan lebih luas. Untuk minimal unit apartemen ASN minimal mendapatkan 98 meter pergi.

“Ini rumah susun atau apartemen, sebanyak hampir 17.000 ASN itu akan datang bertahap. Bentuknya semua ya rumah susun atau apartemen setinggi 12 lantai dan dari beberapa tower,” ungkapnya.

Dari pihak swasta yang akan membangun hunian ASN di antaranya PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), PT Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara), dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) akan membangun 6 tower apartemen, PT Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara) 60 tower bisa menampung 3.000-4.000p unti dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC) 23 tower dengan isi 1.100.

Apartemen ASN yang akan dibangun tiga investor itu ada di beberapa area, yaitu Pusat Pelayanan WP1A-1, Pemerintahan Timur WP1A-1, Hunian TNI WP1A-1, dan WP1B Tahap 1. (ada/ara)

Apartemen Dibangun Juni 2023, Sebanyak 16.990 ASN Pindah ke IKN

BALIKPAPAN -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan rumah susun atau apartemen untuk 16.990 ASN di IKN dibangun pada Juni 2023. Target ini diakui oleh Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga sebenarnya mundur.

“Saya berharap Januari-Februari sebagai konstruksi ya. Kelihatannya belum, karena Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu ada prosesnya, perkiraan Juni 2023. Diharapkan,” katanya di Grand Jatra, Balikpapan, Sabtu (14/1/2023).

Danis menjelaskan, pemindahan dari ASN akan dilakukan berharap. Ia juga menegaskan rumah susun untuk ASN ini sekelas apartemen dan rata-rata tower dibangun 12 lantai. Ia juga menegaskan apartemen ini merupakan rumah dinas.

“Ini rumah susun atau apartemen, sebanyak hampir 17.000 ASN itu akan datang bertahap. Bentuknya semua ya rumah susun atau apartemen setinggi 12 lantai dan dari beberapa tower,” ungkapnya.

Kemudian, mengingat ASN tergolong dari berbagai tingkatan, maka pembangunan unit apartemen juga akan ada perbedaan. Misalnya, semakin tinggi pangkat ASN tersebut maka akan lebih luas.

“Perbedaanya di luasan, minimal 98 meter persegi. Nanti desainnya misalnya eselon yang lebih tinggi akan lebih besar,” tuturnya.

Untuk pembangunan apartemen ASN ini dilakukan bukan hanya dari pemerintah saja, tetapi juga ada tiga investor yang telah teken untuk membangun. Kementerian PUPR sendiri berencana membangun 47 tower rumah susun, yang terdiri dari 31 tower untuk ASN di west residence, 9 tower untuk Paspampres, 4 tower untuk Polri, dan 3 tower BIN.

“Itu baru diajukan ke Kementerian Keuangan sebanyak 47 tower senilai 9,4 triliun,” tutupnya.

Dari pihak swasta yang akan membangun hunian ASN di antaranya PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), PT Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara), dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).

Rencananya, hunian yang dibangun oleh tiga investor tersebut akan mampu menampung kurang lebih 14,500 ASN dan Hankam di 184 tower yang berada di beberapa area, yaitu Pusat Pelayanan WP1A-1, Pemerintahan Timur WP1A-1, Hunian TNI WP1A-1, dan WP1B Tahap 1.

Ketiga investor tersebut ditargetkan untuk menuntaskan pekerjaannya pada tahun 2024 dan sehingga dapat beroperasi pada bulan Agustus-Desember 2024.

Total nilai investasi dari ketiga investor tersebut adalah sekitar 41 triliun rupiah dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Berikut adalah rincian nilai investasinya, Summarecon sebesar Rp 1,67 triliun rupiah, Konsorsium Nusantara sebesar Rp 30,8 triliun rupiah dan KLHC sebesar 8,65 triliun rupiah. (ada/ara/dtc)

Rampung Bulan Ini, Begini Penampakan Rusun buat 16.200 Pekerja Konstruksi IKN

0

PENAJAM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggeber pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Untuk fasilitas pekerja di sana juga terus dipenuhi, salah satunya rusun untuk pekerja konstruksi di IKN baik itu tenaga ahli dan tenaga terampil.

Berdasarkan pantauan detikcom, lokasi rusun pekerja konstruksi ini berada di kawasan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN. Terpantau sudah terbangun sejumlah rusun dengan aksen warna putih. Semua bangunan dibangun untuk satu rusun terdiri 4 lantai.

Ada beberapa fasilitas yang akan tersedia, seperti kantin, klinik, dan kantor perwakilan pengelola. Namun, memang belum ada yang beroperasi sampai saat ini.

Saat melihat ke dalam salah satu rusun, pembagian kamar untuk tenaga terampil dan ahli juga berbeda. Jadi, untuk tenaga terambil satu kamar bisa diisi untuk 14 orang. Sementara tenaga ahli 8 orang.

Fasilitas kamar mandi sendiri bukan dalam satu kamar yang sama. Tetapi dibuat terpisah dan bisa dipakai untuk bersama.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan saat ini progres dari rusun pekerja konstruksi IKN telah terbangun sebanyak 16 dari total 22 rusun. Ia menargetkan rusun pekerja ini selesai bulan ini atau awal Februari 2022.

“Ini kan dalam konteks transformasi bekerja yg baik, jangan ada di bedeng-bedeng kumuh. Kemungkinan Januari atau Februari ini sudah selesai, nanti akan segera dihuni. Beberapa juga sudah dihuni,” tuturnya, saat meninjau langsung rusun pekerja konstruksi di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (14/1/2023).

Secara total, 22 rusun pekerja ini bisa menampung sebanyak 16.200 pekerja. Rinciannya terdiri dari 15.000 tenaga terampil, kemudian 1.200 sampai 1.300 tenaga ahli. “15.000 untuk tenaga terampil, untuk tenaga ahli kita alokasikan 1.200-1.300, total 16.200 sekian,” lanjutnya.

Danis berharap rusun pekerja konstruksi IKN ini bisa meningkatkan kinerja dari pekerja. Terutama dalam pembangunan ibu kota negara (IKN).

“Betul-betul kita perlakukan bahwa dengan bekerja yang baik, dengan kita sediakan fasilitas, efektivitas dan keselamatan bekerja diharapkan bisa lebih baik. Ujungnya diharapkan hasil pekerjaan bisa lebih baik,” tutupnya.

Proses pengerjaan dari rusun pekerja ini dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya Gedung – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, KSO dengan nilai kontrak Rp 567,008 miliar.

Untuk proses pembangunan rusun ini sedikitnya tiga kriteria pelaksanaan pembangunan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST). (ada/ara/dtc)