Beranda blog Halaman 758

Polres PPU Terapkan Lintasan ‘S’ Uji SIM C

PPU – Polres Penajam Paser Utara (PPU) turut mengubah sirkuit tes ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Lintasan baru ini dipastikan bakal memudahkan masyarakat untuk lulus, namun tidak mengurangi kualitas keahliannya.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Ning Tyas Widyas Mita menuturkan lintasan ini efektif diberlakukan pada Kamis (10/8/2023). Dua hari diberlakukan, hasilnya tingkat keberhasilan masyarakat yang memohon SIM C, cukup tinggi.

Lintasan baru ini diberlakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengikuti ujian praktik SIM. Selain itu, juga dianggap cukup relevan dengan kondisi jalanan yang dilewati masyarakat pada umumnya.

“Perubahan lintasan baru ini  secara resmi mulai diterapkan di seluruh Satpas SIM se-Indonesia. Merupakan terobosan baru dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini,” ujar dia, Jumat (11/8/2023).

Perbedaannya, yakni pada lintasan sebelumnya ada angka delapan dan zig-zag. Sedangkan di lintasan baru, diganti dengan denah menyerupai huruf S yang menggantikan angka delapan, dan zig-zagnya dihilangkan.

Pada saat melakukan ujian, para pemohon memulai di lintasan start, kemudian berhenti sesuai petunjuk didalam lintasan. Selanjutnya mereka harus menyelesaikan seluruh tantangan, sebelum keluar lintasan menggunakan sisi lainnya.

“Perbedaannya yang lalu ada angka 8 dan zig-zag kalau yang ini hanya letter S dan stop serta ada parkir,” sambungnya.

Untuk materi atau tantangan didalam lintasan, ada empat rangakaian. Yakni uji pengereman, berhenti, memutar, dan mengikuti lintasan berbentuk huruf S tersebut.

Lapangan untuk ujian praktek SIM di Polres PPU juga akan diperlebar, agar memudahkan masyarakat. Selain itu, ke depan pihaknya akan metambah dengan adanya traffic light.

“Ini masih akan diperlebar dan akan ada traffic light,” sebut Ning Tyas.

Dengan adanya upaya untuk memudahkan pemohon SIM C, diharapkan pemohon SIM meningkat. Sehingga dapat menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBB), terutama dari sektor layanan SIM.

Diketahui, selama dua hari penerapan itu lebih 20 pemohon telah masuk. Testimoni yang mereka terima, sepenuhnya mendukung adanya perubahan ini. “Penerapannya efektif bulan ini, mulai Kamis sampai seterusnya nanti,” tutup dia. (sbk)

Pewarta : Nur Robbi Syai’an,  Editor : Nicha Ratnasari

Lomba Mini Soccer Daster Meriahkan Rangkaian Peringatan HUT RI Ke-78 Warga Maridan

0

PPU – Berbagai perlombaan unik menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78 tahun di Kelurahan Maridan. Salah satunya ialah lomba mini soccer antar RT dengan pemainnya yang menggunakan daster.

Berbagai kegiatan lomba setiap tahunnya memang digelar masyarakat Maridan. Itu merupakan tradisi tahunan untuk menyambut hari kemerdekaan RI di lingkungan kelurahan.

“Setiap tahun warga sepakat untuk mengadakan lomba-lomba. Untuk perlombaan mini soccer mengguakan daster ini, baru tahun ini,” ujar Ketua Panita Lomba, Kalfendi, Kamis (10/8/2023).

Dalam pertandingan sepakbola dengan lapangan kecil ini, diikuti oleh 12 tim. Berasal dari warga di 23 RT yang ada di Maridan.

“Jadi tim dari RT atau gabungan RT. Tapi syaratnya, 7 pemain dari 1 tim, berisi 4 orang tua dan 3 orangnya anak muda,” ucapnya.

Kompetisi mini soccer daster ini telah diadakan mulai pertengahan Juli lalu. Kalfendi mengungkapkan lomba ini hanya salah satu lomba dari sekian banyak kegiatan yang digelar.

Mulai lomba lingkungan, voli, bulu tangkis, gerak jalan dan lain sebagainya. “Puncaknya nanti tanggal 19 Agustus gerak jalan dan pembagian hadiah,” sebutnya.

Lurah Maridan, Azanata Darussalam menuturkan antusiasme masyarakat menaymbut HUT RI ke 78 ini sangat luar biasa. Hal ini juga diyakininya terjadi tidap tahun.

“Adanya lomba-lomba ini sudah menjadi budaya masyarakat di Maridan tiap 17-an. Menjadi ajang gotong-royong, sekaligus mengedukasi anak-anak muda tentang rasa Nasionalisme,” jelasnya.

Mengenai perlombaan-perlombaan unik itu, sengaja dilakukan. Agar semata-mata bukan kompetisi yang ingin ditunjukkan, namun kebersamaan dan silaturahi antar warga dalam menjaga kondusifitas lingkugan.

“Semoga dengan kegiatan ini, silaturahmi Kami semua bisa semakin terjaga. Dan semangat kemerdekaan bisa terus meningkat di tengah masyarakat Maridan,” tutup Nata, sapaannya. (SBK)

Otorita IKN Susun Grand Design Pariwisata, Libatkan Daerah Penyangga

PPU – Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah menyusun grand design pariwisata. Dalam prosesnya, dilakukan sinkronisasi dengan beberapa daerah di Kaltim.

Salah satu bentuk singkronisasi yang dilakukan ialah dengan menggelar focus group discussion (FGD). Kali ini terkait strategi pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (10/8/2023).

“Kami di Otorita IKN sedang menyingkronisasi dengan program yang dilakukan di oleh pemerintah daerah, baik Pemerintah Kaltim, Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan,” ujar Deputi Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) OIKN, Alimuddin.

Dalam FGD kali ini, para pelaku seniman, budayawan dan para pelaku UMKM serta pelaku pariwisata diundang. Melalui kegiatan ini, berbagai kendala, masukan dan saran diungkapkan sebagai masukan terhadap grand design yang nantinya ditetapkan.

“Mereka yang ada di kabupaten atau kota sekitar IKN sebagai daerah mitra, harus terlibat karena mereka punya sumber daya dan itu tujuan kita. Kemudian mereka tentu akan menyusun apa yang menjadi kebutuhan di IKN nanti,” terangnya.

Menurut Alimuddin, sudut pandang daerah dan kondisi penyangga IKN dalam parekraf sangat penting. Menyamakan persepsi itu dalam pengembangan wisata di pusat negara.

“Untuk sama-sama melihat IKN sebagai suatu tujuan. Apalagi daerah mitra wilayahnya paling dekat dengan IKN. Jangan sampai nanti adanya budaya global dan masuk dan sementara mereka tidak ada,” jelas Alimuddin.

Oleh karena itu, keharmonisasian budaya Nusantara di wilayah IKN dan daerah di sekitarnya mesti sejalan. Perlunya revitalisasi kebudayaan di Kaltim agar antara perbedaan-perbedaan budaya itu akan memunculkan sebuah akulturasi atau asimilasi budaya yang masih berciri khas Kaltim.

“Jangan sampai menimbulkan pernyataan kemana daerah mitra IKN, sementara di kegiatan hari ini saja mereka tidak muncul untuk hadir. Namun jangan khawatir, meskipun tidak muncul, OIKN akan tetap mengangkat potensi-potensi budaya Kaltim,” pungkasnya. (SBK)

Meriah, Masyarakat Waru Gelar Festival Semesta Tari

0

PPU – Masyarakat di Kelurahan Waru menggelar Festival Semesta Tari ‘Bergerak Berjalan’ Rabu malam (9/8/2023). Masyarakat juga yang secara langsung menampilkan kesenian dan hasil karyaseninya.

Kegiatan ini digagas langsung oleh masyarakat di RT 02, di tepi Sungai Tunan Logvon CV Alas. Dalam pelaksanaannya, dibantu oleh mahasiswa KKN Universitas Mulawarman (Unmul) dan KKN Universitas Widya Gama (UWM).

Adapun penampilan tarian disajikan oleh siswa TK ABA 2, SD Negeri 008 Waru. Membawakan beberapa tarian lokal khas Benuo Taka.

Kemudian ada penampilan solo gitar dari Dadang. Memainkan langsung hasil kerajinannya, gitar lokal dengan brand Legato.

Ada juga orasi budaya. Yang dibawakan Ketua Yayasan Borneo Utama Etnik Nyaro (Buen) dan Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi. Terakhir, fashion show busana batik ecoprint karya Sura Art.

“Gagasan lahirnya festival ini dari masyarakat. Begitu pula sajiannya, penampilnya semua warga di sini,” kata Ketua Panitia Acara, Sang Gibran.

Meski baru pertama kali digelar, antusiasme yang hadir di luar ekspektasi. Penonton bukan hanya dari warga setempat, namun dari masyarakat umum di PPU.

“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan sukses,” ucap Ketua RT 02, Arifin.

Menurutnya, adanya anak KKN di wilayah mereka memicu pemberdayaan warga yang memang sejak lama hendak menyelenggarakan pertunjukkan. Oleh karena itu, kegiatan ini dipastikan akan menjadi agenda tahunan.

“Ke depannya, akan diselenggarakan lebih meriah lagi. Ini juga sebagai ajang unjuk seni dan budaya dari masyarakat,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, Ketua Yayasan Buen, Jamal Oge menambahkan kegiatan ini juga menjadi pemanasan event yang akan digelar selanjutnya. Yakni Festival Berdendang yang rencananya digelar pada Januari 2024 mendatang.

“Karena baru pertama kali diadakan, adanya kegiatan ini juga menjadi latihan warga untuk berdaya dalam menyelenggarakan event bersama secara mandiri,” tutupnya. (SBK)

Diskominfo PPU Sosialisasi Pembentukan PPID di Tiap Kelurahan/Desa

0

PPU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong seluruh kelurahan/desa di tiap kecamatan mengelola alur informasi di wilyahnya. Salah satunya dengan terbentuknya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di pemerintahan masing-masing.

Kepala Diskominfo PPU Khairudin menjelaskan Pemkab PPU adalah perpanjangan tangan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dalam hal mengelola informasi yang diamanatkan UU KIP untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait pemerintah.

Menyajikan informasi pada masyarakat setemap secara transparan dan akuntabilitas. Sehingga apa yang dikerjakan oleh pemerintah di setiap tingkatan dapat diketahui oleh masyarakat.

“Sebagai contoh, masyarakat memerlukan informasi terkait dengan apa hasil kerja pemerintah daerah selama 5 tahun. Dalam menyampaikan informasi ke pada masyarakat juga, Kami harus mengacu kepada aturan, artinya menyampaikan suatu informasi tidak bertentangan dengan hukum, informasinya tidak bersifat tidak benar, tidak membuat kegaduhan dan bukan suatu informasi yang rahasia,” jelasnya, Rabu (9/8/2023).

Dalam implementasi pembentukan ini, pihaknya juga telah menggelar sosialisasi pembentukan PPID di tingakatan kelurahan/desa. Adapun sosialisasi yang telah di lakukan baru di Kecamatan Waru dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya.

Khairudin menegaskan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam pembentukan PPID kelurahan/desa di PPU sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pada prinsipnya terbentuknya PPID kelurahan/desa nanti akan melaksanakan amanat yang dapat mengakomodir, membantu serta memberikan informasi secara bijak kepada masyarakat.

“Jadi, dalam konteks UU KIP, dalam menyampaikan informasi tidak membuat persoalan baru. Demikian juga PPID ini, menyampaikan dan mengelola informasi,” ujarnya.

Lebih lanjut PPID kecamatan dan kelurahan/desa juga dapat membantu penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pemerintah yang dilakukan. Terutama dalam hal penyebarluasan informasi terkait pelayanan kepada masyarakat.

“Seperti contoh, informasi mengenai perizinan. Kalau itu bisa disampaikan secara terbuka dan tidak memiliki risiko membuat kegaduhan, maka itu bisa disampaikan. Jika sebuah informasi itu bisa mengakibatkan kegaduhan, terjadi sebuah permasalahan dan berdampak hukum, artinya informasi itu tidak perlu disampaikan,” pungkas Khairudin. (SBK)

Kelangkaan Gas LPG Berulang, Irawan Minta Pemkab PPU Serius Selesaikan Masalah

0

PPU – Kelangkaan gas LPG yang berulang di tengah masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) terus dikeluhkan masyarakat. Hal ini menjadi permasalahan yang mesti mampu diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto turut menegaskan hal ini dalam agenda serap aspirasi (reses) masa persidangan III. Permasalahan itu turut ia dengar dari masyarakat di Desa Rintik Kecamantan Babulu dan Dusun Gunung Batu, Kecamatan Waru beberapa waktu yang lalu.

“Banyak warga mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 Kg dan mahalnya harga gas LPG 3 Kg. Kami meminta kepada Pemkab PPU untuk mengonsolidasi seluruh stakeholder, dalam mencari jalan keluarnya,” tegasnya, Rabu (9/8/2023).

Irawan mengerti dalam penyelesaian masalah ini perlu dilakukan bersama semua pihak yang terlibat. Namun, peranan pemerintah daerah diperlukan untuk mengeksekusi terkait persoalan kebutuhan gas LPG 3 kg ini.

“Kami harapkan Pekab PPU serius menangani ini, dan  berkoordinasi dengan Pertamina. Jangan sampai berlarut-larut,” imbuhnya.

Ke depan, ia berharap kondisi harga gas melon bisa kembali stabil dan kelangkaan tidak pernah lagi terjadi. Pasalnya jika harga gas ini naik tentunya akan memberatkan masyarakat, utamanya mereka kalangan kurang mampu.

“Kalau kami maunya sih harganya disesuaikan saja. Jangan juga terlalu mahal dan tidak terjadi kelankaan lagi,” tutupnya. (SBK)

Masa Karantina, Porsi Latihan Paskibraka PPU Mulai Ditingkatkan

0

PPU – Pelaksanaan karantina pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Penajam Paser Utara (PPU) memasuki hari ke-4. Mental dan fisik para calon paskibraka dalam masa ini mulai terbentuk.

Pelatih Paskibraka PPU, Untung Waluyo mengatakan pada hari pertama memang para Calon Paskibraka (Capas) PPU banyak yang tumbang. Dalam artian tidak sanggup melanjutkan pelatihan.

Akan tetapi memasuki hari ke 4 karantina mental dan fisik sudah terbentuk. “Wajarlah namanya juga hari pertama karantina, pasti banyak yang tumbang. Per hari ini, alhamdulillah mental dan fisik sudah mulai terbentuk,” ujarnya, Senin (7/8/2023).

Lanjut untung, pihak pelatih ke depannya akan lebih memaksimalkan porsi latihan. Mengingat waktu latihan yang begitu singkat.

Langkah demi langkah sudah dijadwalkan. Dalam waktu dekat ini pun pihaknya akan segera bergabung dengan pasukan pengawal 45 yang berasal dari instutusi Polri.

“Mengingat waktu yang begitu singkat, Kami segera bergabung dengan pasukan 45 untuk melakukan persamaan langkah,” ungkapnya.

Adapun saat ini tim pelatih telah melakukan penunjukan para capas yang mengisisi posisi pembawa baki dan pengibar bendera. Adapun kriteria pembawa baki dan pengibar tersebut bukan hanya terlihat dari wajah saja, akan tetapi turut melihat dari respon cepat serta ketanggapannya.

“Di hari ke-4 ini Kami sudah mulai memilih calon pembawa baki dan pengibar benderanya. Bukan hanya wajah yang Kami lihat akan tetapi ketangkasan, ketanggapan dan kecerdasanya di hadapan bendera adalah salah satu syaratnya,” pungkas Untung. (NRD)

Pulanglah dengan Tenang, Pejuang Literasi Nirwan Ahmad Arsuka

0

Catatan oleh: Penggerak Komunitas Gemar Belajar Penajam Paser Utara, Achmad Fitriyadi

Tujuh Agustus 2023 memberikan warna hitam kelam dan kelabu bagi Penggerak Literasi Penajam Paser Utara (PPU) dengan Komunitas Gemar Belajar (Gembel). Dengan mendapatkannya informasi dari grup WathsApp Pustaka Bergerak, yang menghimpun semua penggerak litrerasi dari Sabang sampai Merauke. Berupa Kabar Duka Berpulangnya Tokoh Literasi Nasional Nirwan Ahmad Arsuka pada hari ini.

Beliau bergerak dengan mendistribusikan buku-buku bacaan kepedalaman di pelosok Negeri. Beliau juga adalah penulis esai tentang ilmu dan kebudayaan.

Banyak kenangan dan sejarah yang almarhum ukir dengan bergeraknya membentuk Pustaka Begerak dan membangun semangat bagi penggerak atau yang saya sebut juga sebagai pejuang literasi.

Almarhum meninggalkan kenangan baik dan kerja-kerja mulia. Sehingga para pejuang literasi Negeri ini merasa sangat kehilangan. Beliau wafat di usia 57 tahun, di RSCM Jakarta.

Pustaka Bergerak adalah jejaring warga yang sukarela bekerja untuk membangun kemandirian masyarakat setempat, untuk menyebarkan buku-buku secara gratis. Terutama di daerah dengan transportasi yang sulit tanpa perpustakaan umum.

Komunitas Gembel PPU turut kehilangan tokoh besar seperti almarhum. Baru beberapa bulan yang lalu mendapatkan hadiah kendaraan roda dua dari Pustaka Bergerak, yang diinisiasi dari Bang Dahri Dosen Fakulas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman.

Saya, Achmad Fitriady sebagai penggerak Gembel PPU menyampaikan sangat-sangat bersedih dan kehilangan amat teramat. Walaupun belum sempat bertamu dan bertemu, tapi dengan hadiah yang diberikan tersebut adalah ikatan secara emosional

“Selamat jalan Pejuang Literasi ‘Nirwan Ahmad Arsuka’ ragamu mungkin sudah tak bernyawa, tetapi jiwa dan semangatmu akan terus membara di hati Kami,” (*)

Achmad Fitriyadi (tengah) saat penerimaan hadiah motor dari Pustaka Bergerak Indonesia.

Penggemar One Piece di PPU Gelar Nobar Gear 5 Monkey D. Luffy

0

PPU – Para pencinta serial anime One Piece di Penajam Paser Utara (PPU) menggelar nonton bareng (nobar) episode terbaru One Piece, Minggu malam (6/8/2023). Momentum yang sangat dinantikan, yaitu Episode Gear 5 sang tokoh utama, Monkey D. Luffy mampu menjadi wadah silaturahmi antar penggemar.

Nobar tersebut akan diadakan di Maccarinna Cafe, Kilometer 2 Penajam. Salah satu peserta nobar, Ali Ilhamdani menuturkan episode 1071 ini merupakan episode yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar setia One Piece di seluruh dunia.

“Oleh karena itu, Kami di PPU juga turut menyaksikannya bersama-sama. Yang awalnya juga tidak bertemu, jadi saling kenal karena anime ini,” ujarnya.

Bukan hanya karena kemunculan jurus baru Luffy dalam mengalahkan salah satu villains besarnya, Hyakujo no Kaido, yang sebenarnya ditunggu-tunggu. Tetapi juga karena munculnya wujud baru dari sang kapten dari kru Bajak Laut Topi Jerami yang disebut sebagai Sun God Nika.

“Euforia itu jika disaksikan bersama-sama pecintan One Piece di PPU, tentunya lebih menarik,” ungkap Ali.

Patut diketahui pula, kemunculan karakter ini telah memicu berbagai spekulasi dan teori di kalangan penggemar. Dan momentum ini dimanfaatkan untuk melihat bagaimana peran dan kekuatan baru Mugiwara Luffy yang akan membuat alur cerita di Negeri Wano semakin dengan puncaknya.

Salah satu penggemar One Piece lainnya, Robbi mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan kegiatan pembuka dari acara kopdar para pecinta anime di PPU. Sekaligus bersilaturahmi sesama penggemar serial asal Jepang ini.

“One Piece ini seperti magnet, jadi bisa sebenarnya tidak sedikit yang suka. Kemudian menyatukan sesuatu yang berbeda, tapi masih satu tujuan. Seperti jalan cerita anime ini, yaitu One Piece,” ucapnya.

Lebih lanjut, Manajer Maccarinna Cafe, Fanny Oktavian mengatakan pihaknya selalu mendukung setiap kegiatan yang digelar komunitas manapun. Dengan menyediakan wadah untuk setiap komunitas yang ada di PPU di bidang apa saja, sepanjang kegiatan itu positif.

“Adanya kegiatan seperti ini, di satu sisi dapat memberikan warna yang lebih luas tentang komunitas-komunitas yang ada di PPU,: pungkasnya. (SBK)

Duta Wisata 2023 PPU Terpilih, Siap Promosikan Serambi Nusantara

0

PPU – Agus Santoso dan Nur Diana Amiati terpilih sebagai Duta Wisata Penajam Paser Utara 2023. Dalam setahun ke depan, mereka diberikan mandat untuk membawa wajah kepariwisataan daerah Serambi Nusantara.

Ajang Pemilihan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata Benuo Taka PPU 2023 digelar sejak 5 Juni dan Grand Final pada 5 Agustus 2023. Di malam puncak yang digelar di Pantai Istana Amal itu, dewan juri menilai wawasan para finalis soal pengetahuan dan kemampuan keduanya dari seluruh 20 calon duta wisata 2023.

Mulai mengenai pariwisata, ekonomi kreatif, pengetahuan umum, kebudayaan, kepribadian serta pertunjukan. Selain Agus dan Diana, Alika Zahra, didapuk menjadi Puteri Pariwisata 2023.

Kepala Disbudpar PPU Andi Israwati Latief mengatakan, melalui event ini ujung tombak promosi pariwisata dilahirkan. Memiliki peranan penting dalam pertumbuhan serta pembangunan di Benuo Taka.

Mulai dari memperkenalkan destinasi wisata, seni budaya, adat istiadat kepada masyarakat luar sehingga bisa dikenal oleh khalayak umum.

“Mereka mempunyai peranan penting untuk mempromosikan sektor pariwisata, seni, budaya serta pesona alam yang ada di PPU. Bukan hanya keduanya, tapi seluruh duta yang terpilih di bidangnya masing-masing,” ucapnya, Minggu (6/5/2023).

Tak hanya itu, mulai saat ini pula mereka bertugas untuk berperan aktif membantu program pemerintah daerah. Melanjutkan masa duta dan puteri pariwisata periode sebelumnya.

Disebutkannya, ajang ini digelar  sebagai sumber inspirasi dan motivasi generasi muda untuk melestarikan budaya dan mengenalkan serta mempromosikan potensi wisata. Mengingat pula saat ini PPU sedang menjadi sorotan banyak pihak, dalam dan luar negeri, karena rencana pindahnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Mereka nanti memiliki peran untuk di beritahukan kepada seluruh pengunjung wisatawan asing maupun lokal,” sebut Israwati.

Seorang duta wisata tidak hanya punya kelebihan secara fisik dan kepribadian yang baik saja. Tetapi juga pemahaman, kepekaan, dan kecakapan dalam menyikapi situasi yang ada di sekitarnya. Hal ini merupakan bekal bagi duta wisata dalam menggali potensi wisata dan mempromosikan wisata-wisata yang ada di PPU.

“Dan diharapkan dapat menjadi bagian terdepan dalam memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata. Serta membantu pemerintah untuk mengenalkan wisata yang ada di PPU ke pada seluruh wisatawan mengingat PPU adalah Serambi Nusantara IKN,” pungkasnya. (SBK)