Beranda blog Halaman 757

Ketum PII: Rapimnas PII Akan Hasilkan Pemikiran Untuk Pembangunan IKN

BALIKPAPAN – Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (RAPIMNAS PII) yang digelar pada Jumat (20/1/2023) hingga Minggu (22/1/2023) di Kota Balikpapan akan dihadiri oleh puluhan insinyur di Indonesia. Bahkan juga akan hadir sejumpah mentri.

Ketua Umum PII, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, kegiatan yang akan di hadiri 500 peserta dari seluruh Indonesia ini tentunya akan menghasilkan sebuah pemikiran dari kalangan akademis dan inovasi yang dapat di tuangkan kedalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Kami (PII) sangat berharap Rapimnas PII dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran dan inovasi dari kalangan insinyur sekaligus memberikan kontribusi nyata dari para insinyur dari berbagai bidang keahlian kepada pembangunan IKN Nusantara,” ujarnya, Kamis (19/1/2023) usai melakukan perskon persiapan RAPIMNAS PII.

Lebih lanjut Danis Hidayat menjelaskan, kegiatan ini bentuk kontribusi yang bisa diberikan kepada negara. “Bukan hanya pembangunan saja, banyak yang bisa kami berikan dari berbagai bidang. Misal pangan, keindustrian, dan lainnya,” jelasnya.

Danis pun mengaku dalam pembangunan IKN Nusantara kedepan pasti memiliki sejumlah kendala. Dan kendala-kendala ini harus dipecahkan dalam agenda Rapimnas PII ini.

“Kendala yang harus di pikirkan insinyur terhadap pembangunan IKN yakni adalah membawa logistik. Bagaimana caranya dalam pembangunan ini harus evisien namun efektif,” tambahnya.

Tidak hanya sejumlah kendala yang dipikirkan, melainkan juga pembangunan yang tidak akan mengganggu habitat laut dan hutan.

“Kita juga pasti pikirkan hal tersebut. Saat ini yang prioritas adalah akses jalan, kita ada dua pilihan pembuatan jalan yaitu jalur atas laut dan bawah laut. Karena kita memikirkan habitat laut dan hutan tentu kita pilih yang kedua yakni bawah laut,” tegasnya.

Pemilihan jalan bawah laut ini bukan tanpa alasan yang logis, melainkan penuh dengan pertimbangan dan keberlanjutan dalam pembangunan IKN Nusantara. (Bom)

Rapimnas PII Siap di Gelar di Balikpapan

0

BALIKPAPAN – Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (RAPIMNAS PII) bakal digelar pada Jumat (20/1/2023) hingga Minggu (22/1/2023) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tepatnya di hotel Novotel Balikpapan.

Ketua Panitia Acara, Hetifah Sjaifudian mengatakan, antusias peserta sangat tinggi, acara ini akan dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia.

“Rapimnas PII akan diikuti sebanyak 500 peserta yang berasal dari Pengurus Pusat PII, Badan Kejuruan (BK), Pengurus Wilayah dan Cabang dari seluruh Indonesia,” ujarnya, Kamis (19/1/2023).

Lebih lanjut Hetifah menjelaskan, persiapan pameran dari berbagai booth telah siap. Salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Rapimnas adalah Engineering Exhibition yang diikuti dari berbagai dunia usaha BUMN dan juga Perguruan Tinggi.

“Saat ini 28 booth sudah terisi dan sedang bersiap display untuk acara besok. Harapannya, pameran ini dapat menunjukkan perkembangan berbagai projek terbaru,” jelasnya.

Lebih lanjut Hetifah menambahkan, akan hadir sejumlah Menteri baik secara fisik maupun virtual. “Menteri Perhubungan, Kepala Bappenas, dan Menteri PUPR dijadwalkan untuk hadir fisik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan mengikuti acara secara daring,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, akan ada penyampaian manteri dari beberapa Kementerian. Di hari terakhir acara, para tamu akan dibawa mengunjungi langsung lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan proyek RDMP Pertamina. (Bom)

Warga PPU Diduga Dibunuh, Ditemukan Anaknya Tergeletak di Pinggir Jalan

0

PENAJAM – Mayat seorang pria ditemukan tergeletak di pinggir jalan sebuah gang di Kelurahan Petung, Rabu, (18/1/2023). Saat ini pihak kepolisian masih mendalami kejadian ini lebih lanjut.

Diketahui mayat tersebut merupakan warga RT 19 Kelurahan Petung. Saat ditemukan, mayat dalam keadaan tertelungkup.

Mengenakan pakaian warna merah dengan bawahan sarung tertelungkup di semak-semak tepat di depan rumahnya. Terlihat pula pada bagian kepala ada luka dan darah. “Benar ada warga Petung yang ditemukan meninggal dunia,” terang Lurah Petung, Achmad Fitriyadi.

Pertama kali korban ditemukan oleh sang anak saat pulang sekolah, sekira pukul 14.00 Wita. Garis polisi saat ini juga sudah dipasang mengelilingi tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini pihak kepolisian telah berada di lokasi. Jadi kasus ini sudah menjadi ranah kepolisian,” katanya.

Menurut informasi sementara, pria yang berprofesi sebagai penjual mainan di pasar. Adapun melihat kondisi mayat, warga sekitar menduga pria tersebut merupakan korban pembunuhan.

Sementara itu, saat dihubungi Kasatreskrim Polres PPU, Iptu Dian Kusnawan membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. Namun pihaknya masih bisa memberikan keterangan lengkap soal kejadian ini.

“Kami baru turun ke lapangan untuk menindaklanjuti peristiwa ini. Kami belum tahu dugaan sementara. Masih kami telusuri,” tuturnya.

Saat ini diketahui jasad korban masih sudah di awa ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU untuk dilakukan visum. Rencananya korban selanjutnya akan dibawa ke Balikpapan untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. “Nanti diinformasikan lagi jika sudah selesai,” tutup Dian. (SBK)

Komisi II Minta Pemkab PPU Tegas Tarik PAD Retribusi Pasar Petung

0

PENAJAM – Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemkab PPU untuk bersikap tegas terkait kejelasan kerja sama pengelolaan Pasar Petung. Dalam hal ini, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung akan kembali dipanggil untuk mengeksekusi masalah.

Kerja sama antar pengelola Pasar Petung, yakni PT Benuo Penajam dan Pemkab PPU telah terjalin sejak 2008 silam. Namun dalam perjalanannya, kongsi pemerintah daerah dan pihak swasta itu berjalan kurang sehat.

“Dalam hal (kerja sama) pengelolaan Pasar Petung di Kelurahan Petung, saat ini masih terbilang buruk. Pasalnya, diketahui belum banyak memberikan kontribusi PAD (pendapatan asli daerah),” ungkap Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi, Rabu (18/1/2023).

Padahal, legislatif sejak lama mengingatkan persoalan ini pada eksekutif. Khususnya pada Dinas KUKM Perindag PPU, Dinas Perhubungan (Dishub) PPU dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU terkait penarikan retribusi.

“Terus dalam pengawasan Komisi II, terutama berkaitan dengan setoran pajak parkir, retribusi sampah dan pengelolaan pasar/retribusi pedagang pasar,” sebutnya.

Bahkan, di awal tahun ini, Senin (16/1/2023) kembali digelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama beberapa instansi terkait. Termasuk jajaran Sekretariat Kabupaten hingga tataran pemerintah kelurahan setempat untuk menelaah kerja sama dan mencari solusi.

Wakidi mengungkapkan pertemuan tersebut fokus membahas penyebab terjadi potential loss PAD yang terjadi di sana. Karena menurutnya pula, MoU antar kedua belah pihak sejak awal telah jelas menyebutkan pembagian keuntungan.

“Pasar Petung harusnya bisa memberikan kontribusi PAD. Dinas terkait sudah harus melakukan penagihan, perlu peningkatan pelayanan atau penyetoran PAD terutama Pasar Petung itu,” tegasnya.

Diketahui, lahan pasar di Jalan Penajam-Kuaro itu ialah milik pemerintah daerah. Sementara bangunan di atasnya ialah milik PT Benuo Penajam dan menjadi pengelola. Tak kurang sekira 600 pedagang diketahui melapak di sini.

Bahkan, kerja sama yang disepakati kurun 20 tahun lalu sejatinya telah berakhir pada 2022 lalu. Oleh karena itu, kejelasan atas kerja sama ini perlu dilakukan agar kesalahan yang terjadi tak kembali terulang.

“Intinya ke depan harus ada kerja sama yang sehat. Maka dari itu, permasalahan yang sebelumnya ini harus klir dulu,” kata Wakidi.

Sebelumnya melalui Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) Kabupaten PPU, Suparman bahwa pengelolaan pasar yang terletak di Kelurahan Petung itu, memiliki kewajiban membayar retribusi melalui SKPD teknis.

“Kalau pasar petung, walaupun potensinya sama bisa ditarik tidak ada kendala dalam aturan karena jelas perdanya,” ujarnya.

Adapun dari perhitungan sementara, untuk 3 potensi pendapatan yang bisa didapatkan dari retribusi di pasar tersebut mencapai ratusan juta. Prosesnya hingga kini 3 OPD terkait tadi diminta untuk menetapkan besaran retribusi yang perlu dikeluarkan oleh pengelola, dalam waktu 1 pekan terhitung sejak rapat. (SBK)

Perbup Lama Kurang Update, Perlu Revisi sebelum Bentuk Forum CSR PPU

0

PENAJAM – Langkah Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) membentuk Forum  Corporate Social Responsibility (CSR) masih terhenti pada penerbitan perubahan kebijakan.  Beberapa poin dalam aturan lama dianggap kurang update, meski sejak terbit belum pernah digunakan.

Tim Faslitasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) PPU sejatinya sudah bergerak sejak pertengahan 2022 lalu. Beberapa kali pertemuan lintas sektor di pemerintah daerah bahkan telah dilakukan.

Tim ini bertugas untuk membantu Bupati dalam memfasilitasi pembentukan Forum TJSLP atau biasa disebut Forum CSR. Hal ini berdasarkan kepada Surat Keputusan (SK) Bupati PPU Nomor 500/200/2022 tentang Pembentukan Tim Fasilitasi TJSLP Tahun 2022-2025.

“Sampai saat ini masih berproses dalam penerbitan revisi peraturan bupati (perbup), sebagai dasar hukum Forum CSR PPU,” kata Plt Asisten II Setkab PPU, Nicko Herlambang, Rabu (18/1/2023).

Pertemuan-pertemuan itu utamanya membahas lahirnya dasar hukum dalam pelaksanaan pengelolaan dana yang bersumber dari luar APBD ini. Berbagai poin dikumpulkan dan disusun di antaranya unsur forum dan skema penggunaan anggaran.

“Aturan dalam perbup yang ada, ada beberapa hal yang dianggap tidak update atau terlalu rumit. Misalnya dalam pembentukan pengurus harus melalui proses seleksi dan lainnya,” sebutnya.

Rencananya, dalam forum ini diisi oleh perwakilan yang ditunjuk Pemkab PPU serta perwakilan dari masing-masing perusahaan. Pembentukan forum yang dimaksudkan untuk mengakomodir program tanggung jawab sosial yang menjadi kewajiban perusahaan yang beroperasi di Benuo Taka.

Pembentukan Forum CSR yang direncanakan itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dan Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Adapun mengenai revisi perbup itu telah diajukan kepada Bagian Hukum Pemkab PPU, dan juga kepada Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU. Diharapkan itu bisa segera ditindaklanjuti sehingga target pembentukan Forum CSR bisa direalisasikan tahun ini.

“Harapannya diawal tahun kita lakukan perubahan (perbupnya). Nanti kita berproses untuk segera membentuk forum CSR-nya,” terang Nicko.

Selain untuk membantu pembagunan daerah lebih terarah, adanya Forum CSR juga dapat memudahkan Pemkab dalam menghitung nilai bantuan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat. Selama ini diakui bantuan dari perusahaan bisa mencapai miliaran rupiah, lantaran jumlah perusahaan di Benuo Taka cukup banyak.

Selain itu, jika Forum CSR telah terbentuk, maka dengan mudah dapat berkoordinasi dengan perusahaan. Mengenai bentuk bantuan sosial yang diberikan, baik berupa dana maupun berupa program.

“Sekarang kita belum tahu total CSR yang tersalur ke masyarakat. Jadi nanti kita juga bisa menghitung berapa besaran yang bisa diberikan ke masyarakat kita dengan adanya Forum CSR,” pungkasnya. (SBK)

Kolaborasi “Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju” SGM Eksplor dan Alfamart Dukung Pemenuhan Pendidikan dan Nutrisi Anak Indonesia

Jakarta – Sebagai upaya mendukung visi pemerintah dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sejak dini, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Berkolaborasi melalui gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, Rabu, (18/1/2023).

Tujuan kegiatan ini untuk mendukung akses nutrisi dan pendidikan anak Indonesia terpenuhi melalui dukungan fasilitas laptop. Serta paket perlengkapan sekolah mulai dari tas hingga alat tulis dan paket nutrisi bagi anak-anak PAUD di seluruh provinsi di Indonesia.

Senior Brand Manager SGM Eksplor, Shiera Syabila Maulidya menjelaskan kolaborasi ini didasari komitmen SGM Eksplor agar setiap anak memiliki potensi dan hak yang sama untuk meraih kemajuan. Sehingga tidak ada anak yang boleh tertinggal dalam mendapatkan akses kemajuan, termasuk akses nutrisi dan pendidikan.

Untuk diketahui, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan dalam mempersiapkan SDM unggul untuk kemajuan masa depan bangsa. Diantaranya pemerataan akses pendidikan dan nutrisi di seluruh daerah dan masih banyaknya masyarakat yang dalam kondisi kurang beruntung. Terlebih lagi, pandemi telah memberikan dampak dan tantangan yang besar terhadap akses pendidikan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi. Kondisi tersebut semakin memperkuat fakta sebelumnya yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak di Indonesia masih mengalami kekurangan akses nutrisi dan pendidikan yang memadai untuk bisa mencapai kemajuan.

“Padahal, pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan merupakan dua hal utama yang perlu dimiliki oleh setiap anak untuk bisa tumbuh menjadi anak generasi maju. Bahkan dua faktor tersebut merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa.1 Itu sebabnya, SGM Eksplor mengajak berbagai pihak, salah satunya Alfamart untuk berkolaborasi dalam meningkatkan standar nutrisi dan pendidikan anak Indonesia di berbagai daerah, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ SGM Eksplor kembali hadir dan berkolaborasi dengan Alfamart untuk memastikan lebih banyak anak-anak Indonesia yang masih menghadapi tantangan akses nutrisi dan pendidikan, agar mendapatkan akses yang memadai. Hal ini juga menjadi upaya dari SGM Eksplor untuk dapat terus mendukung anak-anak Indonesia untuk anak-anak Indonesia untuk memiliki kesempatan agar tumbuh maksimal jadi Anak Generasi Maju.

Program donasi kolaborasi SGM Eksplor dan Alfamart ini mengajak konsumen untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mendukung kemajuan lebih banyak lagi anak Indonesia. Setiap pembelian produk SGM Eksplor 1Plus, 3Plus, dan 5Plus di periode 1 Agustus – 31 Oktober 2022, di jaringan gerai Alfamart ataupun melalui aplikasi Alfacart dan Alfagift, akan dikonversikan dalam bentuk dukungan akses pendidikan dan nutrisi bagi anak Indonesia yang membutuhkan.

Untuk dukungan 40.000 paket akses nutrisi selama 3 bulan disalurkan kepada 5.000 anak PAUD di atas 3 tahun dari 250 PAUD yang membutuhkan, dari Aceh hingga Papua. Sedangkan, dukungan akses pendidikan berupa 750 fasilitas pendukung pembelajaran dengan rincian 250 laptop, 250 paket buku dan 250 paket alat tulis bagi anak-anak PAUD yang berada di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Sebagai produk susu pertumbuhan nomor 1 yang majukan 75 juta anak Indonesia sejak 1954, SGM Eksplor terus berkomitmen dengan menghadirkan dan mengembangkan produk bernutrisi yang terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Upaya tersebut dilakukan sebagai kontribusi dalam mendorong terciptanya visi pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kepedulian kami mendukung anak Indonesia yang kurang beruntung. Melalui program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam mendukung penyediaan akses nutrisi dan pendidikan bagi anak Indonesia agar tetap bisa mendapatkan meraih impian mereka. Hal tersebut kami lakukan karena melihat berbagai tantangan yang masih dihadapi oleh anak-anak Indonesia, terutama fasilitas pendukung pembelajaran,” terang Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin.

Salah seorang siswa penerima bantuan di Bali, Ni Kadek Antari mengaku berbahagia dan bersyukur. Karena mendapat bantuan yang bisa digunakan untuk keperluan ke sekolah.

Ia berharap agar Alfamart dan SGM Eksplor terus menunjukkan kepeduliannya melalui program bantuan yang digelar. Menjadi salah satu murid penerima manfaat akses pendidikan dari program kolaborasi SGM Eksplor dan Alfamart.

“Terimakasih bantuannya sangat bermanfaat bagi kami, semoga Alfamart dan SGM Eksplor semakin jaya ke depannya,” katanya.

Kemudian Bunda PAUD Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih. Atas pemberian paket bantuan berupa laptop, susu SGM Eksplor, tas lengkap dengan peralatan tulis, buku, serta item Disney ke TK Sanggar Kegiatan Belajar Kota Denpasar.

“Bantuan yang diberikan Alfamart ini menunjukan jika Alfamart peduli terhadap kelangsungan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Semoga Alfamart terus menunjukkan kepeduliannya melalui program-program CSR-nya,” kata istri Walikota Denpasar itu.

Sementara bagi Sholihatul Fitriah, penanggungjawab PAUD Raudtul Atfal An Nawawi, Sumenep, mengaku kegiatan CSR SGM Eksplor bersama Alfamart ini sangat tepat sasaran. Terlebih lagi saat pandemi melanda Indonesia beberapa tahun terakhir yang semakin mempersulit akses untuk bisa menjalani pembelajaran jarak jauh karena adanya keterbatasan fasilitas pendukung seperti akses laptop.

Dengan dukungan yang telah diberikan SGM Eksplor dan Alfamart melalui gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ diharapkan bisa mendukung anak-anak seperti Ni Kadek Antari agar bisa tetap bisa mengakses pendidikan untuk mendukung mereka meraih kemajuan dan bisa meraih mimpi-mimpi mereka. “Pendidikan usia dini sangat penting diperhatikan. Ketika ada yang memperhatikan kami, Alhamdulillah sekali. Seperti kegiatan kali ini langsung menyasar ke murid,” jelasnya.

Dalam upaya pemenuhan akses nutrisi bagi anak Indonesia, SGM Eksplor Progress-Maxx juga telah menghadirkan inovasi susu pertumbuhan satu-satunya yang mengandung Iron-C™ – kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang berguna untuk dukung penyerapan nutrisi penting Zat Besi dengan maksimal, serta mengandung nutrisi penting lainnya seperti DHA, Minyak ikan tuna, Omega 3&6, Serat pangan, dan Zinc.

“Kami meyakini seharusnya tidak ada anak Indonesia yang tertinggal akan akses nutrisi dan pendidikan sebagai fondasi mereka untuk mencapai kemajuan. Dengan semakin kita bisa memfasilitasi dan memberikan proses pembelajaran yang baik kepada anak-anak usia dini, maka akan semakin memberikan kesiapan kepada mereka dalam mengeksplorasi semua potensinya serta memberikan harapan generasi maju di masa yang akan datang. Kami optimistis dengan semangat kolaborasi yang kami lakukan ini dapat berdampak positif bagi masa depan anak Indonesia agar dapat tumbuh menjadi Anak Generasi Maju,” tutup Shiera. (ADV/RLS)

Baru Keluar Penjara, Residivis Narkoba Ditangkap Lagi di Kasus yang Sama

PENAJAM – Tersangka penyalahgunaan narkotika yang telah menjadi target operasi akhirnya diringkus. Parahnya lagi, tersangka tersebut baru saja menyelesaikan masa hukuman.

Wakapolres PPU Kompol Bergas Hartoko mengungkapkan di awal 2023 ini, pihaknya telah mengungkapkan 2 kasus penyalahgunaan narkotika dengan 3 tersangka. Salah satu orang di antaranya merupakan residivis kasus yang sama.

Yakni Sm (43) warga Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam yang berhasil diringkus jajaran Satreskoba di pinggir jalan di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam pada 5 Januari. Barang bukti yang ditemukan di saku celananya sebanyak satu paket sabu-sabu seberat 0,33 gram.

“SY ini residivis kasus narkoba. Sm masuk dalam daftar Target Operasi (TO) lantaran kembali melakoni jual beli narkoba setelah keluar penjara,” kata Bergas saat konferensi pers, Selasa (17/1/2023).

Jajaran kepolisian mendapati barang bukti sebuah narkotika jenis Sabu-sabu di kantong celana milik SM seberat 0,33 bruto. Selain Sabu-Sabu, jajaran kepolisian juga menyita sebuah handphone milik pelaku. “Selanjutnya kita kembangkan, diperkirakan barang dari Balikpapan,” ucapnya.

Sebelumnya Sm pernah ditangkap pada pertengahan 2020 dengan kasus penyalahgunaan yang sama. Ia divonis hukuman dua tahun penjara dan telah selesai menjalaninya.

Sm mendapatkan remisi sehingga hanya menjalani hukuman penjara lebih satu tahun. Namun, setelah keluar dari penjara, S kembali terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah Kelurahan Penajam. “SY ini pernah ditangkap tahun 2020 lalu, atas kasus narkoba,” sebutnya.

Kasat Reskoba Iptu Iskandar Rondonuwu menegaskan Sm nantinya bakal mendapatkan vonis lebih lama dibandingkan sebelumnya. Alasannya karena pada faktanya hukuman yang diterima sebelumnya tak memberikan efek jera. “Statusnya sebagai residivis akan menjadi pertimbangan hakim untuk menjatuhkan vonis lebih berat dari sebelumnya,” tegasnya.

Pasal yang disangkakan ke Sm yakni pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (SBK)

Retribusi Terutang Pengelola Pasar Petung Capai Ratusan Juta

0

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) masih berupaya mengevaluasi kerja sama pengelolaan Pasar Petung. Salah satunya dengan menetapkan retribusi terutang yang harus dipenuhi, hingga skema kerja sama pengelolaan yang ideal.

Setidaknya ada 3 potensi besar pendapatan yang bisa didapatkan dari kerjasama pasar di PPU. Yakni pelayanan pasar, retribusi parkir dan pelayanan kebersihan atau persampahan.

“Penarikan retribusi itu dilakukan oleh OPD masing-masing,” kata Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) PPU, Suparman, Selasa (17/1/2023).

Menurut laporan, untuk sementara hanya beberapa pasar yang ditarik, seperti pasar di Penajam, Babulu dan pasar di Waru. Sementara yang PPU dalam menyelesaikan persoalan itu, Pemkab PPU juga tengah mempersiapkan pertemuan untuk semua yang terlibat.

Mulai dari pengelola pasar hingga dinas terkait yakni Dinas KUKM Perindag PPU, Dinas Perhubungan (Dishub) PPU dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU.

“Jadi perlu dipanggil semua dinas terkait, untuk membahas soal retribusi itu. Jadi ditetapkan sudah tagihannya,” kata Plt Asisten II Setkab PPU, Nicko Herlambang, Selasa (17/1/2023).

Diketahui, lahan pasar di Jalan Penajam-Kuaro itu ialah milik pemerintah daerah. Sementara bangunan di atasnya ialah milik PT Benuo Penajam dan menjadi pengelola.

Keduanya terikat perjanjian kerja sama kurun 20 tahun lalu, sejak 2008 hingga 2022 ini dengan opsi bisa diperpanjang. Sekira 600 pedagang juga diketahui melapak di sini.

Dalam perjanjian kedua pihak, di antaranya mengatur retribusi yang harus disetorkan pengelola pasar ke pemerintah daerah. Namun belakangan, Pemkab PPU tidak menerima hasil penagihan dari pengelola pasar.

“Akhir tahun lalu sudah kita push. Agar dinas-dinas terkait untuk menetapkan tagihan, jadi perusahaan terutang,” ungkap Nicko.

Rapat dengar pendapat di DPRD PPU terkait evaluasi kerja sama Pemkab PPU dalam pengelolaan Pasar Petung beberapa waktu lalu.

Adapun saat ini, pihaknya masih mengecek total tagihan yang akan ditetapkan. Dari pengecekan sementara, dari sektor persampahan saja potensi tagihan mencapai sekira Rp 100 juta.

“Keluarkan semua tagihan. Tetapkan dulu tagihan, jadi perusahaan tersebut terhutang. Bayangkan, dari sampah 100 sekian juta,” sebut Nicko.

Kemudian dari retribusi parkir, potensinya mencapai sekira Rp 274 juta. Meski tidak menyebutkan, ia juga meyakini retribusi dari sektor sewa lapak cukup besar.

“Dari dinas terkait belum menetapkan, baru kemarin kami suruh untuk cek betul-betul, karena mereka yang mungut itu. Keuntungan terbesar disitu dari retribusi sampah dan parkir. Dari laporan parkirnya terakhir, dapat 274 juta, itu bersih,” bebernya.

Menurutnya, dengan menetapkan tagihan ini juga bakal mengurai permasalahan kerja sama dengan pengelola pasar selama ini. Seperti pengaturan parkir pasar, yang biasannya ada di luar area pasar, bisa ditertibkan di area parkir yang ditentukan.

“Salah satu caranya ini tagihkan dulu semua. Jadi perusahaan terutang,” tuturnya.

Sementara itu dalam penarikan retribusinya nanti, Lurah Kelurahan Petung, Achmad Fitriady menyatakan bersedia untuk mendorong pelaksanaannya. Khususnya dalam memfasilitasi dengan para pengelola dan pedagang pasar di sana.

“Dalam hal ini Kami sebatas menampung masukan. Tetapi kewenangan tetap OPD pengampu. Jadi Kami hanya sebatas memonitor dan melihat perkembangan, dan Kami siap mendukung pelaksanaannya,” tutup Achmad. (SBK)

Calon PKD Minim, Bawaslu Siapkan Opsi Perpanjang Rekrutmen

0

PENAJAM – Pendaftar Pengawas kelurahan/desa (PKD) untuk Pemilu 2024 di Penajam Paser Utara (PPU) hingga saat ini masih minim. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PPU tengah mempersiapkan perpanjangan masa pendaftaran.

Setidaknya Bawaslu PPU membutuhkan 54 orang untuk menjadi PKD. Mereka akan bertugas untuk mengawasi jalannya tahapan Pemilu 2024 mendatang.

“Perkembangan sampai hari ketiga itu pendaftaran memang berjalan cukup standar tidak berjalan cepat,” ujar Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan, Selasa (17/1/2023).

Bawaslu PPU mulai membuka pendaftaran PKD sejak 14 Januari hingga 19 Januari 2023 mendatang. Namun, hingga saat ini kuota yang dibutuhkan belum terpenuhi.

PKD sendiri mulai akan betugas sejak tahapan pemilu dimulai pada sekira Februari 2023 nanti. Setiap desa/kelurahan dibutuhkan satu orang PKD. Maka itu diperlukan 54 orang di seluruh PPU.

“Hingga saat ini, pendaftar baru mencapai 29 orang. Itupun, masih ada desa/kelurahan yang pendaftarnya kosong, terutama di daerah Kecamatan Sepaku. Dari 15 desa/kelurahan di Sepaku, pendaftaran yang masuk baru 5 orang,” jelasnya.

Kurangnya pendaftar PKD ini, menurutnya karena juga telah berlangsung banyak perekrutan tenaga pengawas baik ad hoc di PPU. Seperti Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sebelumnya.

Oleh karena itu, sangat memungkinkan Bawaslu PPU melakukan perpanjangan waktu pendaftaran. Yang pasti apabila kuota yang dibutuhkan belum terpenuhi. “Besar kemungkinan akan melakukan perpanjangan masa pendaftaran,” tandas Edwin.

Sekadar informasi, beberapa desa/kelurahan di Kecamatan Sepaku yang pendaftarnya masih nihil yakni, Desa Binuang, Bukit Raya, Bumi Harapan, Karang Jinawi, Semoi Dua, Sukaraja, Suko Mulyo, Wonosari, Mentawir, dan Pemaluan.

Kemudian di Kecamatan Penajam juga masih ada beberapa desa/kelurahan seperti, Desa Giripurwa, Sidorejo, Bukit Subur, Kelurahan Gersik, Kelurahan Jenebora, Kelurahan Lawe-lawe, Kelurahan Nipah-nipah, Kelurahan Pantai Lango, Kelurahan Penajam, Kelurahan Petung, Riko, Saloloang, Sepan, Sesumpu, dan Kelurahan Sotek.

Sementara untuk Kecamatan Babulu ada Desa Gunung Intan, Sebakung Jaya, Sri Raharja, dan Desa Sumber Sari. “Di Kecamatan Waru juga masih ada desa/kelurahan yang pendaftarnya masih kosong desa Bangun Mulya, Sesulu dan Waru,” pungkasnya. (SBK)

Dinilai KJPP, Pembayaran Ganti Lahan IKN Dinilai Sesuai

0

PENAJAM – Peyediaan lahan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) mulai berproses. Adapun nilai pembebasan lahan dengan cara dibeli seharga Rp 350 ribu per meter persegi dianggap sudah sesuai.

Proses pembangunan IKN di Kaltim terus berlangsung sejalan dengan pembebasan lahan milik warga. Rencananya, luas tanah masyarakat di sana yang akan dibebaskan untuk kepentingan mega proyek ini mencapai seluas 817,9 hektare.

Berada di Desa Bumi Harapan dan Desa Bukit Raya dan pembebasannya dilakukan secara bertahap. Adapun tahap pertama yang dibebaskan seluas 345,82 hektare.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) PPU Ade Chandra menjelaskan nilai tanah masyarakat tersebut dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) atau biasa disebut dengan appraisal. Jadi tim pengadaan tanah di bawah kewenangannya tak memiliki kuasa untuk menentukan nilai tanah yang akan dibebaskan.

“Yang nilai adalah KJPP, ada tim penilai harga tanah atau appraisal. Berapapun harganya, itu yang terkunci. Kalau tim pengadaan tanah tidak ada bermain di angka, walaupun belakangan berkembang indikasi tim pengadaan tanah ini yang mengatur nilai, atau mengambil keuntungan di situ,” jelasnya, Senin (16/1/2023).

Penilaian harga tanah tersebut, ditetapkan oleh KJPP berdasarkan data dari pemerintah setempat. Kemudian juga berdasarkan tata letak tanah yang berkaitan dengan kemudahan akses.

“Kita tidak bisa mengatur sejauh itu. Melalui Camat berapa nilai pasaran di daerah tertentu. Ada yang nilai tanahnya terletak di mana, dimanfaatkan atau tidak, dan kemudahan akses itu yang dinilai,” terang Chandra.

Soal adanya indikasi tadi, Chandra sejatinya juga menginginkan harga ganti tanah tersebut bisa mengakomodir kemauan masyarakat setempat. Namun begitu, ia memastikan negara juga harus mengikuti beberapa aturan proses pengadaan tanah yang berlaku.

“Inginnya sesuai harga di masyarakat, secara manusiawi biar mudah pengadaan tanah. Tapi aturan tidak seperti itu. Yang dinilai itu nilai tanah, berdasarkan nilai transaksi yang tercatat inilah menjadi refrensi,” sebutnya.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya masih fokus melakukan pengadaan tanah untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sekitar 300 hektare lebih tadi. Terinci di wilayah Desa Bukit Raya sekira 0,01 hektare dan di wilayah Desa Bumi harapan seluas sekira 345,81 hektare. Termasuk dalam kawasan hutan dan kawasan Areal Pengunaan Lain (APL).

“Tinggal saat ini berjalan itu KIPP tahap pertama, yang mau dibangun kantor intinya. Ada 3 lokasi, 1 di APL dan 2 lokasi di kawasan hutan,” sebut Chandra.

Terpisah, Bupati PPU Hamdam Pongrewa menuturkan harga ganti tanah tersebut beragam. Yang sampai ditelinganya yakni sekira Rp 350 ribu per meter persegi.

“Sebenarnya di harga Rp 350 ribu per meter itu sudah sangat fantastis. Karena kalau tidak ada IKN, mana pernah ada harga seperti itu yang didapatkan,” katanya.

Namun begitu, ia juga menilai wajar jika masih ada segelintir masyarakat yang merasa keberatan atas harga tanah yang diberikan pemerintah pusat tersebut. Pun dalam hal ini negara juga menyediakan langkah hukum yang bisa ditempuh, untuk menyampaikan keberatan.

Diakuinya pula, dalam hal itu pihaknya tidak bisa memberikan intervensi agar ada penyesuaian harga lagi. Hal itu sebab besaran yang saat ini disepakati tentu sudah melalui berbagai pertimbangan oleh pemerintah pusat.

“Itu merupakan keputusan hukum jadi tidak bisa diintervensi. Pemerintah daerah cuma bisa melakukan pendekatan dan melakukan negosiasi. Tapi yang menghitung ada timnya, tentu harga yang ditentukan, yang saat ini dianggap paling layak,” tutupnya. (SBK)