Beranda blog Halaman 733

Pasar Ramadan di Petung Terbagi 2 Titik, Urai Penumpukan Pembeli dan Kemacetan

0

PPU – Ada dua titik Pasar Ramadan di Kelurahan Petung pada bulan puasa kali ini. Hal ini sebagai upaya untuk menghindari adanya penumpukan pembeli dan kemacetan lalulintas.

Wilayah Petung sudah sejak lama terkenal dengan pusat perdagangan. Di hari biasa saja, di sekitaran Jalan Negara Kilometer 15 Petung selalu dikunjungi masyarakat untuk berbelanja.

Termasuk pada Ramadan 1444 Hijriah kali ini, tak sedikit pengunjung berdatangan untuk mencari jajanan berbuka. Namun beberapa tahun terakhir, tak ada lokasi pusat jajanan berbuka yang terpusat di wilayah ini.

Lurah Petung, Achmad Fitriyadi menuturkan titik pertama pasar Ramadan digelar di depan halaman Masjid Al-Falah Petung yang dikelola langsung oleh pengurus masjid. Titik kedua dikelola oleh Karang Taruna, PKK Kelurahan Petung serta Lembaga Pemberdayaan Masayrakat (LPM) Petung berada di depan Kantor Kelurahan Petung dan SD 017 Petung.

“Alhamdulillah, bukan hanya warga setempat yang membeli makanan dan minuman para pedagang, tapi di luar dari Kelurahan Petung juga berdatangan,” ujarnya, Sabtu (25/3/2023).

Sampai hari ketiga puasa ini, ada ratusan pengunjung yang datang untuk membeli takjil. Ia mengharapkan adanya Pasar Ramadan yang berpusat ini dapat memberikan berkah bulan suci ramadhan serta mendapatkan rejeki lebih bagi para pedagang-pedagang yang berjualan.

Kemudian terkait pembagian titik Pasar Ramadan ini, ditujukan agar menghindarinya penumpukan masyarakat. Serta kemacetan lalulintas di wilayah yang dekat dengan jalan raya tersebut.

“Memang Kami pecah menjadi dua titik, agar mengurai kemacetan jalan yang ada,” katanya.

Selain itu, penambahan titik ini juga bisa mengakomodir lebih banyak pedagang yang hendak berjualan. Meski begitu, mereka tetap mendapatkan lokasi ideal yang tetap mengutamakan kerapian.

“Moment satu tahun sekali ini memang harus diakomodir dengan baik bersama masyarakat. Melihat antusias masyarakat, yang sudah beberapa tahun terakhir tidak adanya Pasar Ramadan berpusat,” tutupnya. (NRD)

Ketua DPRD PPU Minta Fokuskan Penaganan Kasus Stunting di Sepaku

PPU – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor bersikap tegas pada penangan kasus stunting di daerahnya. Ia meminta pemerintah daerah untuk mulai fokus menekan penurunan itu sesuai arahan pemerintah pusta.

Dari data 2022, kasus kekerdilan di daerah PPU, tercatat 897 kasus dengan angka prevalensinya sebesar 27,67 persen. Itu tersebar di empat kecamatan, dan Kecamatan Sepaku menjadi wilayah tertinggi, yakni berjumlah 378 orang anak.

Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor. (Deddy/RadarMedia)

Sementara pada 2024 ditargetkan prevalensi stunting dapat turun menjadi 14 persen. Sehingga pemerintah daerah dituntut untuk mewujudkan target tersebut.

“Pemerintah Daerah harus melakukan pendataan dari jumlah stunting di setiap kecamatan-kecamatan, serta segara melakukan sosialisasi,” ucapnya, Kamis (23/3/2023).

Penanganan kasus stunting ini menurutnya adalah menjadi tugas bersama. Agar dapat menekan tingkat stunting sesuai target yang diberikan.

Utamanya di wilayah Sepaku yang memiliki kasus tertinggi. Wilayah itu, tegasnya, perlu menjadi pusat perhatian khusus untuk penanganan. Selain memiliki kasus tertinggi, juga karena wilayah tersebut telah ditetapkan menjadi kawasan ini Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kita harus menghadirkan generasi yang kuat. Pusat perhatian Kita berada di Kecamatan Sepaku. Melihat di mana tingkat stunting tertinggi di sana, apalagi Sepaku ini ‘kan pusat wilayah IKN,” terang Syahrudin.

Kekerdilan anak disebakan pola asuh saat anak masih dalam kandungan. Sehingga penanganan yang perlu diberikan ialah pemahaman pada orang tua.

“Untuk itu Kita harus lebih gencarkan sosisalisasi tentang pemahaman pola hidup sehat, empat sehat lima sempurna kepada masyarakat,” sebutnya.

Penurunan kasus kekerdilan sangat penting dilakukan sedini mungkin, sehingga menghindari dampak jangka panjang yang sangat merugikan masyarakat PPU. Masyarakat sesegera mungkin diimbau agar kebutuhan gizi dan kualitas makanan bagi anggota keluarga terpenuhi dengan baik.

“Percepatan penurunan kasus stunting di PPU ini ada di lintas sektor. Jadi DPRD dan Pemkab PPU wajib mengampanyekan percepatan penurunan ini sesegera mungkin. Agar penekanan kasus ini dapat teratasi secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (ADV/NRD)

Hari Pertama Puasa, Bazar Ramadan BUKBER Diserbu Pengunjung

0

PPU – Ratusan pengunjung datang ke Bazar Ramadan BUKBER di Penajam, Paser Utara (PPU) pada hari pertama puasa. Mereka berburu takjil dalam persiapan berbuka puasa perdana pada 1 Ramadan 1444 Hijriah ini.

Kegiatan Ramadan ini besutan 3 instansi vertikal, Polres PPU, Kodim0913 PPU dan Kejari PPU ini digelar di samping Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam, Kilometer 9 Nipah-Nipah. Dimulai sejak puasa pertama 22 Maret 2023 selama sebulan penuh.

Dari pantauan media ini, pengunjung mulai berdatangan sekira pukul 16.00 Wita. Sebagian besar warga yang datang dari wilayah Sungai Parit, Nipah-Nipah dan Nenang hingga Lawe-Lawe.

“Nyari takjil untuk nanti sore buka puasa,” ujar salah satu pengunjung dari Sungai Parit, Nita.

Puluhan tenan menjajakan penganan dan minuman tersedia di sini. Diisi oleh pelaku UMKM lokal denga produk-produk lokalnya pula. Pengunjung juga ditemani lantunan musik riligi saat berbelanja.

“Di Kecamatan Penajam, rasanya cuma ada di sini pasar Ramadan yang terlihat banyak penjualnya. Jadi bisa banyak pilihan berbukanya,” sebut pengunjung lainnya dari Nipah-Nipah, Eko.

Tak hanya penganan, dalam Bazar Ramadan dengan tema ‘Belanja UMKM, Berkah Ramadan (BUKBER)’ ini juga tersedia berbagai busana muslim dan usaha UMKM lainnya. Kegiatan ini memang memanfaatkan momen ibadah umat Islam sebagai sarana meningkatkan perekonomian daerah.

Dari sini, diharapkan roda ekonomi serta kreatifitas masyarakat dapat terwadahi dengan baik. Pun pemerintah daerah bisa mendapatkan keuntungan melalui pendapatan pajak yang dipergunakan dalam pembangunan daerah.

“Seluruh stan yang disediakan di sini gratis, tanpa pungutan biaya pada pedagang. Jadi niatannya ini murni untuk membantu pelaku UMKM dalam berusaha dan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,” tutur Panitia Acara, Edy.

Lebih lanjut, dalam Bazar Ramadan BUKBER juga bakal tersaji berbagai kegiatan tambahan. Seperti panggun seni musik religi dan berbagai lomba berhadiah. Seperti lomba foto Instagram dan Grebek Sahur.

“Bazar Ramadan ini akan diselenggarakan selama sebulan penuh untuk masyarakat,” pungkasnya. (SBK)

Ratusan Hektare Sawah PPU Gagal Panen, Petani Merugi Mencapai Rp 13 Miliar

0

PPU – Seluas 736 hektare sawah di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) terdampak banjir. Akibatnya, diperkirakan petani padi di wilayah tersebut merugi capai sekira Rp 13 miliar.

Lebih sepekan sudah banjir di kawasan perbatasan PPU – Paser akibat meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake. Setidaknya ada sembilan desa di Paser, yaitu Desa Long Kali, Kepala Telake, Toyu, Muara Pias, Munggu, Mendik, Bente Tualan, Long Kali, dan Sebakung V.

Sementara itu, di PPU wilayah yag terdampak ada Desa Sumber Sari dan Desa Gunung Makmur. Wilayah yang paling terdampak ialah kawasan pertanian padi, cabai dan semangka.

“Air mulai masuk ke persawahan pada Jumat (17/3/2023) dan ke pemukiman warga Sumber Sari pada Minggu kemarin akibat Sungai Long Kali meluap,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Marjani, Kamis (23/3/2023).

Ia menjelaskan, awal terjadi peningkatan TMA di kawasan perbatasan Desa Sumber Sari (PPU) dan Desa Sebakung Makmur (Kabupaten Paser). Kemudian melebar ke area persawahan di Desa Sumber Sari dan berpotensi meluas ke Desa Gunung Mulia (PPU), akibat kiriman air dari banjir yang terjadi di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser.

Sedangkan untuk pemukiman warga, lanjut Marjani, di RT 08 terdapat empat rumah dan di RT 09 terdapat satu rumah yang terendam banjir. Tidak sebanyak di kabupaten tetangga yang mencapai 150 rumah terendam.

“Untuk TMA (tinggi muka air) bervariasi, yakni di RT 08 kondisi dalam rumah sekitar 20 centimeter dan di halaman rumah sekitar 30 centimeter. Sedangkan di RT 09 TMA di dalam rumah sekitar 15 centimeter dan di halaman sekitar 30 centumeter,” katanya.

Sejak air masuk, sambungnya, hingga kini tim bersama relawan dan warga melakukan beberapa penanganan. Seperti membendung menggunakan karung diisi tanah yang ditumpuk-tumpuk antara 2-3 karung di sepanjang titik tempat masuknya air untuk menghambat laju air masuk ke Desa Sumber Sari.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah menerima laporan dari perhitungan pemerintah desa (pemdes) masing-masing atas dampak yang ditimbulkan banjir kali ini. Dari data yang diterima, setidaknya ada 736 hektare sawah siap panen terendam.

Akibatnya, sudah dipastikan seluruhnya gagal panen. Bila dirata-ratakan 1 hektare menghasilkan 3 ton gabah kering dengan nilai Rp 6 juta, maka nilai kerugiannya ialah 2.208 ton atau setara denga Rp 13.248.000.000.

Menurutn data pula, Desa Sumber Sari yang sebelumnya bersama Desa Sebakung III ini menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah. Di sana setidaknya ada sekira 328 hektare sawah, 9,25 hektare kebun cabai dan 8,5 hektare kebun semangka dipastikan gagal panen.

Dalam perhitungan, kerugian rata-rata petani akibat gagal panen kali ini mencapai sekira 984 ton gabah kering atau senilai sekira Rp 5,9 miliar untuk padi, 38,85 ton cabai atau sekira Rp 1,9 miliar untuk cabai serta 121,431 ton atau senilai Rp 850 juta untuk semangka.

“Banjir besar tahun ini bertepatan dengan musim tanam dan panen petani. Banjir besar ini terakhir terjadi pada 2021 lalu, namun saat itu bukan di musim panen. Jadi kerugiannya tidak sebesar ini,” tutup Marjani. (SBK)

Pemkab PPU Sesuaikan Jam Kerja Pegawai Selama Ramadan

0

PPU – Jam kerja pegawai di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) diubah selama bulan puasa. Hal ini berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga harian lepas (THL) selama Ramadan 2023.

Secara resmi penyesuaian jam kerja ini disampaikan dalam bentuk Surat Edaran Bupati PPU Nomor 061.2/447/TU-Pimp/117/Ortal. Adapun hal ini mengacu instruksi dari pemerintah pusat.

“Sama dengan tahun sebelumnya, jam kerja ASN akan mengalami penyesuaian. Berlaku untuk yang memiliki jam kerja selama lima maupun enam hari,” ujar Bupati PPU Hamdam Pongrewa Rabu (22/3/2023).

Bagi instansi yang lima hari bekerja dalam seminggu, penyesuaian jam kerjanya mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Sementara yang bekerja selama enam hari dalam seminggu, mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.

Hamdam mengungkapkan, meski ada penyesuaian jam kerja, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan efektif. Tugas dan tanggung jawab para pegawai, harus tetap dijalankan secara baik.

“Tetap harus bekerja dan melakukan pelayanan meskipun disesuaikan jam kerjanya,” tegasnya.

Ia mengimbau pelayanan pemerintah dalam segala situasi haruslah menjadi bagian utama. Ia tidak menginginkan pelaksanaan ibadah puasa menjadi satu alasan buruknya kinerja pemerintah.

“Pelayanan kepada masyarakat juga harus tetap berjalan dengan baik. Walaupun memang Kami harus menyesuaikan dengan situasinya ketika menjalankan ibadah puasa,” pungkas Hamdam. (SBK)

Gelar Reses di Desa Binuang, Bijak Terima Beberapa Aspirasi Masyarakat

PPU – Anggota Fraksi Demokrat DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Dapil Sepaku, Bijak Ilhamdani melaksanakan serap aspirasi (reses) masa sidang II 2023 di Desa Binuang Senin (20/03/2023). Dalam kegiatan reses tersebut, anggota Komisi I DPRD PPU ini bertemu langsung dengan masyarakat dan perangkat desa setempat.

Dalam kesempatan itu, ada beberapa usulan dan pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan yang dibalut dalam diskusi. Seperti yang disampaikan Ramlan, yang mengungkapkan tentang isu ketenagakerjaan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Terkait hal itu, masyarakat berkeinginan terlibat langsung dalam proses pembangunan. Pasalnya, mereka sudah beberapa kali ikut dalam pelatihan namun tidak pernah mendapatkan panggilan kerjanya.

“Terkait serapan tenaga kerja ini, memang pembangunan IKN serba sertifikasi. Makanya dilakukan pelatihan oleh Kementrian PUPR, Kami di DPRD juga akan mencoba menekan hal ini. Jadi Saya berharap Kita bersabar dulu akan hal ini,” ujarnya.

Selanjutnya Sumarni, yang meminta pemerintah daerah dapat memberikan informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Khususnya masyarakat yang pernah mendapatkan pelatihan tersebut.

“Terkait dengan usulan ini, Saya berterimakasih sekali, ternyata Kita kecolongan. Terkait lowongan ini, Saya rasa pihak dari Disnakertrans PPU melakukan hal informasi tersebut. Jadi Saya inginkan hal ini tidak terjadi lagi, dari pihak desa dan kecamatan agar lebih berperan aktif terhadap hal ini. Agar masyarakat Kita mendapatkan informasi tentang lowongan ini,” bebernya.

Kemudian aspirasi disampaikan Yuliati yang mengatakan telah bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan dana untuk modal usaha. Menurutnya, dia termasuk sebagai satu pelaku usaha yang berhak menerima bantuan tersebut.

“Akan Kami lakukan pendataan sesuai dengan keinginan dan harapan. Masukan ini nanti Kami carikan anggaranya untuk membantu membangun usaha,” jawab Bijak.

Lebih lanjut, Bijak memastikan akan menindaklanjuti hal-hal yang menjadi permasalah serta polemik di masyarakat ini. Tujuannya agar masyarakat setempat mendapatkan dampak yang besar terhadap pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). Khususnya dari segi ekonomi maupun infrastruktur.

“Dalam hal lowongan pekerjaan serta usaha-usaha kecil masyarakat. DPRD PPU bersama pemerintah daerah harus berperan aktif terhadap permasalah ini, mengingat IKN berada di Kecamatan Sepaku,” tutupnya. (NRD)

Sekretariat DPRD PPU Raih Penghargaan Terbaik Kedua Pengelola JDIH di Kaltim

PPU – Sekretariat DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menerima piaga penghargaan dari Biro Hukum Pemprov Kaltim sebagai Pengelola JDIH Kaltim. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan pengelolaan terbaik kedua dalam pelaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Tim Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Sekretariat DPRD PPU. Bimtek diselenggarakan JDIH Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Hotel Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, 16 Maret 2023 lalu.

Dihadiri seluruh pengelola JDIH kabupaten dan kota se-Kaltim, baik dari bagian hukum sekretariat daerah kabupaten dan kota maupun sekretariat DPRD kabupaten dan kota. Hadir pula jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim dan Diskominfo tingkat kabupaten dan kota se-Kaltim, serta turut dihadiri oleh perwakilan universitas yang ada di Kaltim.

“Yang jelas ini merupakan penghargaan bagi kerja keras semua pihak-pihak yang terlibat. Terutama jajaran tingkat sub bagian kajian perundang-undangan serta kepala bagian dan Sekretaris Dewan, serta pimpinan dan anggota DPRD PPU yang telah mendukung,” ujar Perancang Peraturan Perundang-Udangan Sekretariat DPRD PPU Umar Sa’id, Selasa (22/3/2023).

Dia mengatakan kegiatan itu merupakan apresiasi dan ajang untuk menjadi acuan dan motivasi bagi pengelola JDIH di wilayah kabupaten dan kota di seluruh Kaltim. Pun, penghargaan untuk kali pertama diterima Sekretariat DPRD PPU.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Umar Said berharap dapat menjadi landasan pacu supaya kinerja DPRD PPU bisa semakin baik. Adapun tema yang diangkat Bimtek JDIH tahun 2023 yaitu “Evaluasi Pengisian e-Reporting Pengelolaan JDIH Tahun 2022 untuk Pengelolaan JDIH Tahun 2023 dan Penyusunan Abstrak Perundang-Undangan” dengan moderator Dra Hj Ardiningsih.

Selain itu hadir pula narasumber dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), yakni Diden Priya Utama yang menyampaikan mengenai evaluasi pengelolaan JDIH Kaltim. Dilanjutkan dengan narasumber kedua oleh M Fachri Rudiyanto yang menyampaikan mengenai teknis pembuatan abstrak peraturan perundang-undangan.

Menurut Umar, penyelenggaraan ini juga menjadi bagian terpenting yakni pengelolaan JDIH dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. Utamanya dalam mencari informasi kinerja DPRD PPU dengan mengakses website JDIH Sekretariat DPRD PPU.

“Kami juga akan terus mengembangkan pengelolaan JDIH melalui sarana dan prasarana supaya menjadi lebih baik, tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) PPU Andi Singkerru mengapresiasi jajaran di bawahnya atas kinerja yang baik, serta berharap agar semua pihak di DPRD PPU dapat selalu bersinergi.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami semua yang telah bekerja dan berkontribusi di DPRD PPU. Saya harap kinerja rekan-rekan di Sekretariat DPRD PPU dapat ditingkatkan sehingga dapat membuahkan penghargaan dan apresiasi, tahun depan. Baik tingkat provinsi maupun yang lebih tinggi,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Syahrudin Gelar Reses di Waru, Masyarakat Butuh Peningkatan Skill Hadapi IKN

PPU – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor menggelar reses di kediamannya, Jalan Propinsi RT 2 Kilometer 26, Waru, Selasa malam (21/3/2023). Beragam persoalan dibahas dalam agenda tersebut.

Ratusan warga tampak antusias saat menghadiri kegiatan tersebut. Mereka secara bergiliran menyampaikan aspirasinya untuk mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Terkait kebutuhan peningkatan keterampilan dan sumber daya manusia (SDM) lokal termasuk yang menjadi prioritas,” ujarnya usai kegiatan.

Keinginan untuk meningkatkan kualitas diri itu disampaikan dari kalangan ibu. Hal ini penting untuk meningkatkan perekonomian keluarga di Waru dan Babulu seiring pepindahan Ibu Kota Nusantara (IKN)

“Saya kira pastilah kami ingin meningkatkan SDM masyarakat dalam rangka menyambut IKN, Nusantara. Warga harus bisa memiliki daya saing,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

Adapun soal permintaan warga meminta agar dibuatkan pelatihan. Salah satunya skill untuk mengolah produk andalannya yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan.

“Memang warga membutuhkan peningkatan skill mulai dari mengolah produk, mempercantik kemasan produknya dan meningkatkan marketing atau penjualan produk-produk tersebut,” terang Syahrudin.

Syahrudin menyebut, pihaknya telah mencatat seluruh aspirasi dan berupaya semaksimal mungkin untuk bekerja keras memperjuangkan kebutuhan konstituennya.

“Satu per satu akan Kami usahakan untuk bisa selesai. Semuanya sudah dicatat, nanti tinggal dilihat mana yang bisa diselesaikan di tingkatan daerah, atau diperlukan koordinasi ke pusat,” tutupnya. (ADV/SBK)

Jhon Kenedi Terima Aspirasi Kebutuhan Dasar Masyarakat Penajam

PPU – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Fraksi Partai Demokrat, Jhon Kenedi memastikan akan mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi. Khususnya soal kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur dasar di Kecamatan Penajam.

Ia baru saja menggelar reses ke daerah pemilihannya (dapil) di Kecamatan Penajam, Minggu (19/3/2023) lalu. Sejumlah keluhan maupun aspirasi terungkap di antaranya terkait permintaan pengadaan saluran air, perbaikan jalan, penerangan jalan.

“Selain itu, ada juga warga yang mengharapkan adanya bantuan beasiswa pendidikan bagi pelajar,” ujarnya, Rabu (22/3/2023).

Mereka juga berharap dewan memperjuangkan bantuan-bantuan sosial lainnya. Jhon berkomitmen akan memperjuangkan aspirasi warga. Terlebih, jika aspirasi itu lahir dan menjadi kesepakatan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Aspirasi serta keluhan ini akan kita ajukan untuk bisa masuk ke dalam Musrenbang dengan segera,” katanya.

Anggota DPRD PPU Fraksi Partai Demokrat ini menyebut sebagai wakil rakyat, tentunya ia tidak akan tinggal diam melihat permasalahan masyarakat. Apalagi yang berasal dari daerah pemilihannya.

Komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat bukan hanya karena statusnya sebagai wakil rakyat, tapi juga merupakan bentuk terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya sebagai anggota dewan alias legislator.

Anggota DPRD PPU, Jhon Kenedi saat reses bersama warga Penajam. (Robbi/MediaKaltimGroup)
Anggota DPRD PPU, Jhon Kenedi saat reses bersama warga Penajam. (Robbi/MediaKaltimGroup)

“Aspirasi yang disampaikan di reses ini InsyaAllah akan kami perjuangkan. Kami akan membantu melalui koordinasi lewat musrenbang yang diadakan di tiap kelurahan dan desa. Walau semua itu bertahap, kami akan berikan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” jelas Jhon.

Ia melanjutkan pihaknya juga berharap agar masyarakat dapat turut serta mendukung dan mengawasi program pemerintah agar dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang ada. “InshaAllah, kami akan upayakan mewujudkan kesejahteraan yang merata,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Gandeng PPI PPU, Polres PPU Gelar Seminar Deradikalisasi ke Pelajar SMA

0

PPU – Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar seminar dedaradikalisasi bagi siswa SMA mengangkat tema “Memperkokoh Semangat Bela Negara”. Bertempat di Aula Hotel Aqila PPU, Senin (20/3/2023), menggandeng Purna Paskibraka Indonesia (PPI) PPU dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU.

Ketua Panitia Seminar, Untung Waluyo mengatakan ratusan siswa-siswi SMA se-PPU mengikuti kegiatan seminar ini. Melalui seminar ini, mereka diberikan pemahaman tentang pentinganya saling menghargai sesama serta bahayanya radikalisme.

“Sebagai anak bangsa, Kita harus bangga menjadi anak Indonesia. Dan Kita patut menjaga ideologi bangsa yakni Pancasila. Sejak dini diajarkan bagaimana saling menyangi dan saling menghargai sesama, tidak boleh saling membenci ketika ada yang berbeda dengan kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ada beberapa pemateri yang hadir salah satunya Kabag Ops AKP Jajat Sudrajat. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman tentang bahaya radikaisme dalam usia transisi pembentukan karakter ini.

“Kita harus waspada dengan isu-isu yang bekembang di masyarakat, khususnya pandangan intoleran tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Lanjutnya, mereka juga diminta untuk waspada dengan pemahaman-pemahaman yang bekembang di masyarakat. Khususnya pandangan yang mengarah pada radikalisme.

“Pemahaman itupun banyak bertebaran di media sosial. Yang mana tim dari kepolisian selalu memantau itu, dengan cyber polri,” jelasnya.

Lewat kegiatan seminar ini pula, para siswa menengah diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama, menghargai orangtua hingga menghormati guru. Sehingga akan tercipta generasi yang handal, tangguh dan berkepribadian luhur untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Melalui pendidikan, guru-guru juga harus mentransformasikan dirinya menjadi pendidikan yang benar-benar mendidik, yang tidak telepas dari misi kebangsaan. Guru harus bisa menjadi role model bagi siswa dalam menunjukkan nilai-nilai kebangsaan bisa diwujudkan oleh siswa.

“Kurikulum harus mengintegrasikan pembelajaran yang mencegah tindakan intoleran, radikalisme, dan terorisme. Pendidik di sekolah wajib mengajarkan nilai-nilai kebangsaan di masa ini. Karena dengan itu nilai nilai kebangsaan akan tertanam kepada siswa-siswi di sekolah,” pungkas Jajat. (NRD)