Beranda blog Halaman 733

KONI PPU Persiapkan 15 Atlet untuk Berlaga di PON 2024

0

PPU – Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 akan digelar di Aceh-Sumatera pada September, mendatang. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengirimkan 15 atletnya untuk bertanding di kancah nasional.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU, Arpan mengatakan pihaknya akan fokus pada pendampingan atlet PPU yang akan bertanding di PON nanti.

Kontingen PPU terdiri dari 15 atlet dan 6 pelatih yang akan mengikuti PON Aceh-Sumatera mendatang. Terkait dengan persiapannya, sejak tanggal 1 Maret 2024 nanti, semua atlet sudah akan memulai karantina di Provinsi Kaltim.

Cabang olahraga yang akan diikuti 15 atlet tersebut, di antaranya Hoki, Tarung Drajat, dan Tinju.

“Ini akan ada pendampingan intensif di tanggal 1 Maret 2024 nanti,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan diselenggarakan di Paser-PPU. Arpan jelaskan dalam dua tahun mendatang pihaknya akan mempersiapkan atlet terbaiknya. Pihaknya berharap akan dapat mengikuti 54 cabang olahraga (cabor).

Dia menjelaskan sebenarnya, PPU telah memiliki 54 cabor namun dalam hal administrasinya masih terdapat beberapa cabor yang SK nya telah kedaluarsa. Pihaknya sedang menunggu bantuan anggaran dari Pemkab PPU turun, sehingga semua cabor akan difokuskan untuk persiapan Porprov 2026 mendatang.

“Ini tinggal nunggu pencairan saja, setelahnya kami akan fokus melakukan pelatihan di semua cabor,” pungkasnya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

Dampingi Kasad Kunker di IKN, Makmur Sampaikan Kesiapan PPU Menjadi Serambi Nusantara

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyambut kedatangan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (21/2/2023). Dalam agenda kunjungan kerja (kunker) pada beberapa titik pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Diketahui Jenderal Maruli tiba di Kaltim sejak Selasa (20/2/2024) melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Kedatangannya didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana beserta rombongan.

Dalam kunjungannya itu, Jenderal Maruli melakukan berbagai agenda dalam beberapa hari. Di antaranya penanaman mangrove di Pantai Lamaru Balikpapan, kick off pembangunan 89 titik air di Kutai Kartanegara (Kukar) hingga meninjau kesiapan pelaksanaan HUT RI ke 2024 di IKN.

“Untuk memastikan pembangunan IKN berjalan cukup lancar. Terutama dalam pembangunan lapangan upacara yang akan segera digunakan pada upacara HUT RI 17 Agustus tahun ini,” ujar Letjen Maruli.

Pada kunjungan tersebut, juga dilaksnakan pemberian penghargaan dari Kesultanan Paser untuk Jenderal Maruli berupa Gelar Kaka Demong Agung Bela Negara. Prosesi ini juga disaksikan langsung Pangdam VI Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo hingga unsur Forkopimda PPU dan jajaran terkait.

Sementara itu, Pj Bupati PPU Makmur Marbun pada kesempatannya menyampaikan kondusifitas wilayah PPU, khususnya saat pembangunan IKN dimulai. Sebab seiring pembangunanannya, PPU mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Pusat maupun dari TNI utamannya dalam hal pembangunan daerah.

“Terkait kahadiran IKN ini, masyarakat PPU sangat menyambut baik dan turut mensuport berbagai upaya percepatan yang saat ini dilakukan. Termasuk terus melibatkan dan mengembangkan SDM Kabupaten PPU agar menjadi bagian dari IKN diberbagai sektor pembangunan yang ada,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, ia juga menyampaikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di PPU saat ini terus berjalan di tiap kecamatan. Juga bersama masyarakat, Pemkab PPU terus menggiatkan pembangunan di semua sektor, untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah lain.

“Tentunya, seluruh kegiatan pembangunan yang saat ini dilakukan merupakan suatu bentuk dukungan dari pemerintah di daerah, baik itu dari pemerintah desa/kelurahan maupun pemerintah kecamatan, dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional ke depannya seiring dengan hadirnya IKN Nusantara di Kabupaten PPU,” jelas Makmur.

Secara umum semua itu berlangsung dengan baik dan berada dalam suasana kondusif. Hal ini, sambung Makmur, berkat adanya dukungan dan kemitraan yang sangat baik antara pemerintah dan masyarakat serta dukungan jajaran TNI/Polri.

“Atas dasar itulah, Kami di Kabupaten PPU tidak pernah bosan dan lelah untuk terus-menerus melaksanakan program-program pembangunan di daerah. Termasuk program membangun desa/kelurahan yang bersinergi dengan TNI. Terlebih Kabupaten PPU ke depan akan menjadi ikon baru sebagai Serambi Ibu Kota Nusantara, yang tentunya seluruh program pembangunan harus dapat lebih ditingkatkan,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Buka Turnamen Mini Soccer KONI CUP I, Makmur; Hidupkan Kembali Olahraga PPU!

PPU – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun membuka turnamen Mini Soccer KONI Cup I, Selasa (20/2/2024). Lewat kompetisi ini, harapan besar tumbuhnya sektor olahraga daerah terjadi.

Pembukaan turnamen gelaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU ini diadakan di Lapangan Mini Soccer Pemkab PPU di Kompleks Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah. Dalam kesempatannya, ia menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan KONI PPU yang berfokus pada pembinaan olahraga PPU, termasuk adanya kegiatan ini.

“Ini merupakan pembinaan nyata dari KONI PPU dengan terselenggaranya turnamen mini soccer antar pelajar se-PPU,” ujarnya, Selasa (20/2/2024).

Adapun kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) PPU ke-22 yang jatuh pada 11 Maret mendatang. Oleh karena itu, kegiatan ini wajib berjalan dengan baik dan sportif.

“Saya juga mengingatkan ke pada hakim pertandingan, agar bersikap netral terhadap pelaksanaan pertandingan nanti. Karena ini merupakan rangkaian HUT PPU ke-22, yang dilaksanakan oleh KONI PPU dalam kegiatan olahraga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, harapannya KONI PPU tidak hanya melaksanakan mini soccer saja. Akan tetapi pada berbagai cabang olahraga (cabor) lainnya, khususnya dalam masa kepengurusan KONI PPU saat ini.

“Pastinya Kami berharap akan adanya pentandingan-pertandingan olahraga lainnya yang akan dilaksanakan. Saya yakin di tangan Arpan (Ketua) KONI PPU lebih hidup olahraga PPU,” tutup Makmur. (ADV/NRD)

Diskominfo PPU Tingkatkan Kualitas Jaringan untuk Percepat Transformasi Digital ke Tingkat Kelurahan/Desa

PPU – Kebutuhan akan akses jaringan komunikasi yang cepat sangat dibutuhkan di Penajam Paser Utara (PPU). Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU bekerjasama dengan provider Telkomsel dalam peningkatannya.

Kepala Diskominfo PPU, Khairudin sebut pihaknya akan mulai melakukan percepatan implementasi sistem elektronik pada Februari 2024. Utamanya untuk sistem pemerintahan dari pusat hingga ke tingkat kelurahan/desa yang harus segera berpindah ke sistem elektronik agar mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan. Salah satunya yakni sistem absensi digital.

“Tujuan utama kami adalah untuk memastikan bahwa semua perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan, memiliki akses internet yang memadai untuk mendukung berbagai kegiatan administratif, termasuk absensi digital,” terangnya, Senin (19/2/2024).

Berdasarkan instruksi Pj Bupati PPU, Makmur Marbun terkait dengan langkah digitalisasi, dibutuhkan akses internet yang lebih cepat. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan perusahaan jaringan, Telkomsel untuk melakukan evaluasi jaringan di lapangan.

“Alhamdulillah, hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua lokasi yang menjadi target pemasangan internet sudah terdeteksi,” tambahnya.

Khairudin jelaskan pemasangan internet akan dilakukan secara menyeluruh. Baik dari tingkat kelurahan atau desa, kecamatan hingga kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal ini sebagai upaya mewujudkan seluruh elemen masyarakat mendapatkan akses teknologi, informasi dan komunikasi. “Pemasangan internet di tingkat kelurahan akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memungkinkan mereka untuk mengakses informasi secara lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Menurutnya, akses internet yang cepat akan berpengaruh pesat pada kualitas pelayanan publik dan kegiatan administrasi dari tingkatan terkecil. Begitu pun, akses internet yang berkualitas juga akan mampu menjadi dasar bagi setiap OPD menindaklanjuti penggunaan aplikasi yang harus diterapkan dari Pemerintah Pusat.

“Percepatan pemasangan internet ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten PPU dalam mempercepat transformasi digital di berbagai sektor,” pungkas Khairudin. (ADV/DiskominfoPPU/NAH)

Kontraktor Pembangunan IKN Punya Kewajiban Retribusi Pengelolaan Sampah ke Pemkab PPU

PPU – Semua kontraktor proyek infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki kewajiban memberi pemasukan pada Pemkab Penajam Paser Utara (PPU). Khususnya mereka yang telah bekerjasama dalam pengelolaan sampah pembangunan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung.

Sejak Presiden RI, Joko Widodo menetapkan lokasi IKN di Kecamatan Sepaku, sampah-sampah proyek pembangunan menjadi perhatian lebih lanjut. Sehingga TTPA milik Pemkab PPU ini menjadi satu-satunya tujuan pembuangan sampah hasil proyek.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Tita Deritayati membenarkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Otorita IKN terkait dengan pengelolaan sampahnya. Utamanya sampah limpahan dari hasil proyek pembangunan IKN.

Sehingga, perusahaan-perusahaan yang memiliki proyek di IKN memiliki kewajiban dalam proses pengelolaan sampahnya. “Terlebih, fasilitas pembuangan sampah khusus otorita masih dalamtahap pembangunan dan belum dapat digunakan,” terangnya.

Tita jelaskan terdapat beberapa persyaratan teknis berkaitan dengan pengelolaan sampah tersebut. Hal ini menurutnya juga menjadi tugas bagi Pemkab PPU yang berbatasan langsung dengan IKN.

Targetnya pengelolaan sampah tersebut hanya sampai akhir tahun 2024. Rencananya TPA khusus IKN akan dibangun di Desa Sepaku. “Karena kan TPA Buluminung juga terbatas, antisipasi agar tempatnya tidak cepat penuh,” tambah dia.

Ia menjelaskan untuk mengatur retribusi terkait dengan penggunaan lahan TPA Buluminung, Pemkab PPU telah mengesahkan Perda 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. Jumlahnya tidak besar, yakni dihitung per ritase sekali pembuangan.

Meski begitu, hal tersebut menjadi salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi perusahaan-perusahaan tersebut. “Target PAD (Pendapatan Asli Daerah) -nya memang tidak terlalu besar, dikarenakan masuk ke dalam pelayanan dasar,” sebut Tita.

Selain membayar, pihak perusahaan wajib melakukan pemilahan sampah sebelum membuang ke TPA Buluminung. Terlebih hanya sampah-sampah residu yang tidak memiliki nilai ekonomis yang boleh dibuang ke TPA tersebut.

Hal ini upaya untuk memperpanjang umur TPA Buluminung, dikarenakan tidak boleh semua sampah masuk. “Mereka (kontraktor) memiliki kewajiban, itu sudah tertera dalam kontraknya,” pungkas dia. (NAH)

Pj Bupati PPU Evaluasi Perencanaan Pembangunan Setiap Kecamatan, Butuh Data Yang Akurat

0

PPU – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di setiap kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah selesai dilaksanakan. Hasilnya dari 4 kecamatan, banyak sekali yang harus di evaluasi, salah satunya terkait dengan data yang akurat.

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengatakan pihaknya melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya. Didapati bahwa data yang dipakai saat perencanaan tidak akurat. Kerap kali telah menetapkan kegiatan namun tidak berjalan dengan baik. Sehingga mengakibatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp 200 miliar.

“Artinya perencanaannya kurang tepat, jadi Kami sajikan data Desa Presisi itu,” terangnya.

Makmur mengatakan jika perencanaannya tepat maka akan meminimalisir SiLPA. Padahal, menurutnya kegiatan yang harus diperbaiki sangat banyak, contohnya perbaikan jalan dan lainnya. Data terkait keadaan sosial dan pembangunan setiap kelurahan juga desa dapat dijadikan acuan dalam perencanaan program.

“Jadi kan basicnya sudah ada dari data itu, nanti berbagi saja baik dana desa, dana provinsi, kabupaten, bahkan kementerian,” jelasnya.

Ia jelaskan bahwa tidak ada yang sulit dalam pelaksanaannya jika berdasarkan data yang akurat. Sehingga hasilnya akan lebih tepat sasaran. Targetnya tahun 2024, semua pelaksanaannya harus lebih terencana, walaupun datanya baru saja disusun.

“Saya tidak mau menyalahkan yang periode sebelumnya, tapi ya harus tepat sasaran kalau sekarang,” jelasnya.

Belum lagi, sinkronisasi antara lurah, kepala desa dan kepala-kepala dinas yang belum berjalan dengan baik. Pada tahun sebelumnya desa tidak mengetahui harus melakukan apa, sedangkan dinas-dinas merencanakan melakukan kegiatan di desa tersebut. Sehingga paska musrenbang ini, pihaknya berharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan lebih sinkron dalam merencanakan dan melaksanakan programnya.

“Karena besar itu Rp 200 miliar tidak terserap, tidak ada yang sulit sebenarnya, tinggal manajemennya yang ditingkatkan,” tambahnya.

Makmur jelaskan di setiap kecamatan memiliki fokus perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, Kecamatan Babulu akan fokus pada pertanian dan Kecamatan Penajam akan fokus pada pariwisata. Menurutnya, jelas semua komponen pariwisata yang harus dikembangkan berada di Kecamatan Penajam.

“Terutama, Penajam memiliki pelabuhan, pantai, bahkan pusat dunia usaha,” pungkasnya. (NAH)

Optimis Perolehan Sesuai Target, Gerindra PPU Berpeluang Duduki Kursi Pimpinan Parlemen

PPU – Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) dari Partai Gerindra, Raup Muin sebut optimis kuasai parlemen. Hingga saat ini perolehan suaranya terus menanjak, khususnya di Kecamatan Penajam.

Raup jelaskan pada 2019 dirinya memperoleh suara sekitar 4.000 suara. Perkiraannya, suaranya mengalami kenaikan yang signifikan sekitar 5.000 lebih. Ia sangat berterima kasih kepada warga PPU yang masih mempercayai dirinya untuk berada di parlemen.

“Saya sangat berterima kasih kepada warga yang masih percaya kepada saya, suaranya sudah masuk sekitar 90 persen,” jelasnya.

Untuk Partai Gerindra secara menyeluruh, Raup optimis akan raih 5 kursi pada pemilihan kali ini. Ia masih melihat jumlah suara di Kecamatan Sepaku yang sangat sengit bersaing dengan Partai Keadilan Sejahtera(PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Ini tinggal di Sepaku lagi, kalau memang paling tinggi berarti pas sudah lima kursi,” terangnya.

Ketua DPC Partai Gerindra ini juga mengatakan pihaknya telah mencatat secara keseluruhan perolehan suara, bukan hanya dari partainya. Gerindra mengalami kenaikan suara sekitar 6.000 suara dibanding 2019 yang berjumlah 13.500 suara.

Sebab itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang masih percaya kepada Gerindra. Ia sadari tanggung jawabnya begitu besar untuk mewujudkan kemajuan PPU yang lebih baik.

“Ini suara kita ada kenaikan kurang lebih 6.000 suara, jadi total 19.500-an suara,” jelasnya.

Di lain sisi, Raup turut menjelaskan pihaknya akan terus mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Utamanya untuk meneruskan berbagai program Prabowo-Gibran yang telah dirancang saat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Bukan hanya tingkatan kabupaten, Gerindra juga mengalami kenaikan suara yang signifikan dalam pencalonan DPR RI. Untuk Caleg DPR RI Dapil Kaltim, Budi Satrio mengalami kenaikan di Kabupaten PPU. Pada 2019, perolehan suaranya mencapai 3.900. Sedangkan pada 2024 menanjak hingga 10.000 suara.

Begitu pun Caleg DPRD Kaltim, Baharudin Muin memperoleh suara kurang lebih 10.000 suara di PPU. Suara tersebut belum termasuk suara Kabupaten Paser.

“Suara Gerindra ini linier mengalami kenaikan hampir di semua tingkatan,” pungkas Raup.

Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

Penangkaran Rusa Sambar Hadir di Kawasan Kantor Bupati PPU, Pj Gubernur Kaltim; Harus Bisa Merawat

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun memastikan penangkaran rusa sambar di kawasan Kantor Bupati PPU telah terealisasi. Berkaitan dengan itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyampaikan apresiasi pada Pemkab PPU yang telah berhasil merealisasikan adanya ikon Benuo Taka itu di kawasan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Makmur dalam kegiatan Rapat Kerja (raker) Destinasi dan Industri Pariwisata yang diikuti 10 kabupaten/kota se-Kaltim, di Alun-Alun Kantor Bupati PPU, Minggu malam (18/02/2024). Ia melaporkan bahwa rusa sambar sebagai ikon Kabupaten PPU sudah mendiami kandang baru yang ada di belakang Kantor Bupati PPU.

“Saya juga ingin melaporkan kepada Pak Pj Gubernur bahwa ada sepuluh rusa sambar yang menjadi ikon PPU sudah berpindah dari penanggkaran rusa Api-api ke kandang yang ada di belakang kantor Kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, gagasan untuk membangun sebuah penangkaran di kawasan pemerintahan ini telah ada sejak Makmur menjabat sebagai pimpinan PPU pada pertengahan tahun lalu. Rencana ini juga mendapatkan restu langsung dari Pemprov Kaltim, saat Akmal Malik berkunjung ke PPU.

“Untuk itu sudah banyak yang datang untuk melihat rusa-rusa yang ada, perawatan intens akan kami berikan sehingga rusa sambar yang ada sekarang bisa berkembang dan bertambah,” imbuh Makmur.

Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat melihat rusa sambar yang ada di penangkaran belaknag Kantor Bupati PPU.

Sekadar informasi, ada enam rusa sambar yang didatangkan dari Pusat Penangkaran Rusa Api-Api yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pembibitan dan Inseminasi Buatan (UPTD-BPIB) Dinas Peternakan Kaltim di Kecamatan Waru, Kamis (16/2/2024). Rusa-rusa ini merupakan ikon daerah PPU yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata di kabupaten ini.

Rusa-rusa tersebut dibuatkan satu tempat khusus dengan menempati halaman belakang kantor bupati berukuran panjang 100 meter persegi kali lebar 48 meter persegi. Kandang rusa ini dikelilingi pagar pipa galvanis 93 buah masing-masing setinggi 3 meter.

Pada pagar itu tampak kawat harmonika terpasang di antara pipa-pipa pancang tersebut. Di bagian tengah luas lahan tampak bangunan kandang utama rusa ukuran 6 kali 12 meter, dan di bagian belakang terdapat empat gazebo berukuran 2,5 meter kali 2,5 meter dengan atap seng. Sementara itu, di luar pagar bagian depan kandang juga dibangun lima gazebo tinggi tiga meter dengan ukuran 2 kali 2 meter.

Foto: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat didampingi Pj Bupati PPU Makmur Marbun dalam lawatannya ke PPU, Minggu malam, (18/2/2024). (DiskominfoPPU for MediaKaltimNetwork)

Mendapatkan laporan tersebut, Akmal mengatakan bahwa PPU menjadi salah satu contoh perkembangan yang sangat cepat di bidang ekonomi salah satunya UMKM. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab PPU dalam menjalankan program peningkatan di sektor ekonomi tersebut dalam waktu cepat.

“Pertama kali saya datang ke PPU, Alun-alun ini masih gelap dan saya meminta bagaimana caranya ini bisa menjadi terang dan bisa menjadi tempat untuk perputaran ekonomi yang ada di PPU, dan menjadi tempat hiburan untuk masyarakat di PPU,” ungkapnya.

Hal ini juga termasuk upaya Pemkab PPU dalam merealisasikan adany ikon daerah di sekitar area perkantoran. Akmal mennyebutkan pentingnya identitas daerah atau simbol dalam mengenalkan suatu daerah, dan PPU dengan ikon rusa sambar tambahnya memberikan ciri khas untuk sebuah daerah.

“Sudah saya melihat adanya perkembangan rusa sambar yang dari Api-api sudah berpindah. Saya tantang kembali dua bulan kedepan kalau rusanya segar, berkembang, dan sehat tidak ada yang mati, berarti PPU sudah bisa merawat daerahnya juga, dan bisa membuat daerah ini berkembang juga,” tutup Akmal. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Jadi Tuan Rumah Raker Destinasi dan Industri Pariwisata, Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Kemajuan PPU

PPU – Penajam Paser Utara (PPU) menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat kerja destinasi dan Rapat Kerja (raker) Destinasi dan Industri Pariwisata. Kegiatan yang dilaksankan di Alun-Alun Kantor Bupati PPU ini diikuti 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, Minggu malam (18/02/2024).

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kaltim yang telah menunjuk PPU sebagai tuan rumah pada kegiatan-kegiatan daerah. Kami sangat berterimakasih atas partisipasi dan kerja sama yang telah terjalin dalam rapat kerja bidang destinasi dan industri pariwisata ini,” ucap Pj Bupati PPU, Makmur Marbun.

Tidak hanya itu, ia turut mengenalkan bahwa PPU yang juga memiliki beberapa destinasi wisata yang sangat baikdan bisa terus dikembangkan. Seperti wisata pantai, wisata goa, wisata sawah, penangkaran rusa sambar yang merupakan binatang endemik khas dari PPU.

Serta juga keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Melihat hal tersebut, Makmur terus mendorong semangat untuk membangun sektor kepariwisataan Benuo Taka.

“Dengan melaksanakan pembangunan destinasi pariwisata secara sistematis, terencana, terpadu dan berkelanjutan dengan tujuan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai seni, adat-istiadat, budaya dan agama yang hidup di dalam masyarakat yang multi-kultur,” jelasnya.

Dalam gelaran ramah tamah itu turut dihadiri oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Serta Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor, Sekkab PPU Tohar, unsur Forkopimda PPU, Dinas Pariwisata Kaltim dan perwakilan Dinas Pariwisata Se-Kaltim.

Akmal mengatakan bahwa PPU menjadi salah satu contoh perkembangan yang sangat cepat di bidang ekonomi salah satunya UMKM. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab PPU dalam menjalankan program peningkatan di sektor ekonomi tersebut dalam waktu cepat.

“Pertama kali saya datang ke PPU, Alun-alun ini masih gelap dan saya meminta bagaimana caranya ini bisa menjadi terang dan bisa menjadi tempat untuk perputaran ekonomi yang ada di PPU, dan menjadi tempat hiburan untuk masyarakat di PPU,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Semarakkan Hari Jadi PPU, DLH Gelar Lomba Kebersihan Lingkungan Sekolah

PPU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) akan gelar lomba kebersihan lingkungan di tingkat sekolah se-PPU. Lomba ini dalam rangka memperingati hari jadi Pemkab PPU yang akan bertepatan pada 11 Maret 2024.

Kepala DLH PPU, Tita Deritayati mengatakan lomba ini sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan di tingkatan pelajar. Lomba ini dalam penilaiannya bukan hanya terkait kebersihan sekolah saja, namun mencakup aspek-aspek lainnya.

“Disekolah-sekolah juga kita lombakan. Lomba kebersihan sekolah tetapi kriteria penilaiannya juga ada yang berkaitan dengan lingkungan,” terangnya.

Ia jelaskan, sekolah dalam hal ini merupakan lembaga yang berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran di tingkatan pelajar. Menurutnya, penting bagi sekolah dan DLH PPU melakukan kolaborasi dalam melakukan kegiatan peningkatan kesadaran lingkungan ini.

“Apalagi kita bikin lomba kebersihan sekolah, indikatornya sama saja mengenai tentang lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, terkait dengan lingkungan sekolah seperti toiletnya, kantinnya ada kebijakan pengelolaan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Tita menjelaskan, salah satu aspek yang penting dalam penilaian lomba ini adalah pengelolaan sampah. Baik terkait dengan bagaimana sekolah menerapkan pengelolaan sampah organik dan anorganik, juga terkait upaya pengurangan sampah.

“Kemudian, kesehatan lingkungan, kondisi toilet sekolah, kebersihan ruang kelas, dan penanganan limbah cair, kebijakan lingkungan, adanya kebijakan pengelolaan plastik sekali pakai di kantin dan upaya untuk menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan,” sebutnya.

Tita berharap lomba ini akan mampu mendorong kebiasaan para pelajar untuk berperilaku sadar lingkungan. Terlebih, kegiatan ini berupaya untuk mengintegrasikan aspek kebersihan dan kepedulian lingkungan. Harapannya mulai dari pelajar akan berdampak pada lingkungan sekitarnya jika sampai ke rumah-rumah pelajar.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Tita. (ADV/NAH)