Beranda blog Halaman 734

Otorita IKN Luncurkan Blueprint Smart City Nusantara Diluncurkan Sebagai Acuan Pembangun Kota yang “Liveable and Lovable”

PPU – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) meluncurkan blueprint (cetak biru) smart city (kota cerdas) Ibu Kota Nusantara (IKN). Dokumen inilah yang menjadi acuan dalam pembangunan infrastruktur dan kondisi di wilayan pusat negara Indonesia yang baru.

Blueprint smart city Nusantara ini bertujuan untuk mewujudkan IKN sebagai kota yang layak huni. Dengan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono menjelaskan cetak biru ini akan memberi gambaran, acuan, dan panduan strategis bagi pemangku kepentingan dan juga masyarakat tentang visi dan misi IKN. “IKN memiliki visi untuk menjadi liveable and lovable city (kota yang layak huni dan dicintai). Oleh karena itu, dokumen ini juga akan berisi bagaimana mewujudkannya,” katanya, Kamis (28/12/2023).

Di dokumen itu menyediakan berbagai komponen perkotaan yang menjamin kualitas hidup yang baik. Seperti air dan udara yang sehat, tata kota yang teratur, aksesibilitas yang baik, serta kondisi perkotaan yang aman dan nyaman.

”Dokumen yang memuat rancangannya serta implikasinya bagi masyarakat dan bangsa di masa depan,” tambahnya.

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Nomor 014 tentang Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara, dokumen ini juga bertujuan untuk merangkul pemangku kepentingan dalam proses pembangunan dan pengembangan kota. Yakni untuk mencapai titik keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Prof Mohammed Ali Berawi menambahkan, dokumen ini juga dapat menjadi panduan komprehensif bagi pemangku kepentingan lainnya. “Cetak Biru ini juga akan memuat berbagai aspek perkotaan yang dibagi dalam enam domain sebagai landasan strategis pembangunan Ibu Kota Nusantara,” sebutnya.

Adapun Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan peluncuran cetak biru ini merupakan tonggak penting dalam pembangunan IKN. Merupakan dokumen komprehensif yang memuat visi, misi, dan strategi pembangunan IKN yang menjadi panduan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.

Tentunya lewat cetak biru ini, pembangunan IKN sebagai peradaban baru akan berjalan sesuai rencana. Blueprint smart city Nusantara ini juga bisa diakses secara terbuka di laman https://ikn.go.id/CetakBiruKotaCerdasNusantara.

”Kami akan bekerja keras mewujudkan IKN sebagai kota yang layak huni dan dicintai, dengan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat untuk mencapai Indonesia emas 2045,” tutupnya. (RLS/SBK)

Petani PPU Terima Bantuan Alsintan, Produksi Padi Diharapkan Meningkat

0

PPU – Para petani di Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin alat mesin pertanian (alsintan) bantuan Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produktivitas padi. Hal ini demi memenuhi kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta mewujudkan impian Kaltim menjadi lumbung padi di Indonesia.

Pemprov Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyerahkan puluhan alsintan pada 19 kelompok tani (poktan) di Kecamatan Babulu, Kamis, (28/12/2023). Penyerahan dilakukan langsung Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik yakni berupa 8 combine harvester, 150 handsprayer dan 140 pompa air.

Pj Bupati PPU Makmur Marbun yang turut mendampingi pada penyerahan itu menyampaikan bantuan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan impian bersama. Untuk menjadikan PPU sebagai lumbung pangan di Kaltim.

“Bantuan alat pertanian yang diserahkan hari ini, bukan hanya bantuan semata. Melainkan sebagai modal awal yang sangat berharga untuk meraih cita-cita besar Kita,” ungkapnya.

Ditegaskan bahwa bantuan ini juga menjadi salah satu instrumen nyata untuk mendukung program tersebut. Dalam menjadikan pertanian sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan di tingkat regional.

“Terlebih lagi saat ini Kabupaten PPU telah menjadi Serambi Nusantara, nanti di IKN dibutuhkan pasokan beras kurang lebih 459 ribu ton per tahun. Ini dengan estimasi jumlah penduduk sebanyak lima juta penduduk, sebagai imbas dari migrasi ke ibu kota negara,” jelas Makmur.

Ia menyadari salah satu tugas yang mesti diemban Pemkab PPU ialah menghadirkan iklim pertanian yang sehat di Benuo Taka. Menjadikan kerja-kerja petani semakin baik yang pasti mengimplikasi PPU sebagai lumbung pangan nasional.

Mengingat data, dari sekira 15 ribu hektare lahan pertanian di PPU yangdapat dikelola, faktanya kini baru sekira 7 ribu hektare saja yang aktif. Jumla itu juga diyakini semakin tergerus karena ada ratusan lahan yang beralih menjadi kebun kelapa sawit.

“Itulah tugas Kami. Pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat harus bersama-sama, bagaimana Kita mencoba mengatasi persoalan ini mulai jangka pendeknya hingga jangka panjangnya bagaimana,” tegas Makmur.

Untuk diketahui, PPU menjadi daerah ketiga terbanyak di Kaltim yang menyumbang produksi padi per tahun. Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, produksi padi di PPU pada 2022 ada di angka lebih dari 45 ribu ton per tahun.

Jumlah itu meningkat dibandingkan 2021 lalu, yakni 42 ribuan ton per tahun. Namun produktivitas pada 2023 itu justru lebih rendah dibandingkan 2020 lalu, yang mencapai lebih dari 47 ribu ton per tahun.

Lebih lanjut, Makmur mengatakan bahwa dirinya bersyukur PPU memperoleh perhatian lebih khusus dari Pemprov Kaltim. Tak hanya mendapatkan bantuan, namun juga didatangi langsung oleh PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam penyerahannya.

“Kami bersyukur sekali telah memperoleh bantuan ini. Terima kasih kami sampaikan ke pada Bapak Gubernur Akmal Malik yang telah memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten PPU khususnya pada sektor pertanian yang ada,” tutupnya. (SBK)

Dukung Sektor Pertanian, Akmal Malik Serahkan Puluhan Alsintan ke 19 Poktan PPU

0

PPU – Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik datang ke Penajam Paser Utara (PPU) dan menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke pada sejumlah kelompok tani (poktan) di wilayah Kecamatan Babulu, Kamis (28/12/2023). Selain untuk memberikan dukungan terhadap petani, catatan khusus terhadap aksi alih fungsi lahan pertanian turut disampaikan.

Kegiatannya itu dalam rangka mendukung sektor pertanian di Benuo Taka. Setidaknya ada 19 poktan penerima manfaat, terdiri dari 16 poktan dari Desa Sumber Sari, dan 3 poktan dari Desa Gunung Makmur.

Akmal mengatakan bahwa kecamatan Babulu merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial bagi pertanian. Sekaligus disiapkan sebagai lumbung pangan di Kaltim, Ibu Kota Nusantara (IKN), bahkan nasional.

“Kami berharap bantuan-bantuan tersebut bisa membuat semangat bagi petani kita,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, sektor pertanian PPU ini harus terus mendapat dukungan. Baik dari Pemkab PPU maupun Pemprov Kaltim.

Akmal mengatakan bahwa salah satu kekhawatiran yang muncul belakangan ialah tingginya alih fungsi lahan. Dari yang awalnya digunakan sebagai pertanian, diubah menjadi areal perkebunan, khususnya sawit.

Hal ini pulalah yang marak terjadi di Kecamatan Babulu. Jumlah lahan pertanian yang terdegradasi itu diperkirakan mencapai ratusan hektare.

Meski begitu, Akmal mengakui tak punya kuasa lebih untuk melarang masyarakat menanam kelapa sawit. Karena itu memang hak masyarakat.

Namun jika alasan masyarakat mengkonfersi lahan karena tidak ketersediaan air, maka itu yang harus dipertanggungjawabkan oleh pemerintah. “Itulah kenapa Kita harus terus turun ke lapangan. Saya ingat betul bahasa petani di sini ‘kalau ada air, Kami tidak akan menanam sawit, dan Kami akan bertani dengan baik. Nah di situlah pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Lebih lanjut, bantuan yang diserahkan masing-masing mesin pertanian berupa combine harvester (alat panen padi multiguna) 8 unit. Kemudian pompa air 140 unit, Hand Sprayer 150 unit dan beberapa alsintan lain.

Bantuan ini diadakan dengan dana sekira RP 5,4 miliar dan bersumber dari APBD 2023 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim. Dari bantuan ini diharapkan penerima manfaat dapat memanfaatkan fasilitas pertanian dengan baik.

Foto: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat menaiki salah satu mesin combine harvester di Babulu, Kamis (28/12/2023). (Robbi/MediaKaltimGroup)

“Tolong Pak Kades, Pak Camat, agar poktan ini dikoordinir. Karena alat ini bukan barang biasa dan ini butuh perawatan. Artinya mungkin dipakai tetapi pastikan juga teknisinya tersedia. Karena biasanya orang itu membelinya lebih mudah daripada merawat barang,” tutupnya.

Sekadar informasi, wilayah pertanian di Kecamatan Babulu ini pada pertengan tahun ini juga mengalami kerusakan parah akibat banjir. Akibatnya, sekira 390 hektare lahan sawah petani gagal panen. (SBK)

BAPOPSI PPU Studi Tiru Strategi Pembinaan Atlet Usia Dini ke Sleman

0

PPU – Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan Studi Tiru ke Kabupaten Sleman Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Porda) Se- Jateng.

Hal ini dilakukan agar menjadi bahan pembelajaran dalam proses pembinaan atlet PPU, mengingat PPU akan menjadi tuan rumah Porda Kaltim ditahun 2025 mendatang.

Pada kesempatannya, Bendahara Umum BAPOPSI Sleman Indra Ade, mengatakan pihaknya dalam proses pembinaan atlet dimulai dari usia dini serta seleksi atlet binaan dengan membuka secara luas di media sosial (medsos).

“Hal ini dilakukan agar semua masyarakat khususnya usia dini dapat ikut serta dalam seleksi,” ungkapnya, Rabu (27/12/2023).

Lanjut Indra, menyampaikan bahwa kerjasama dengan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sangat perlu dilakukan, faktanya mereka yang mengerti dilapangan serta kondisi atlet yang dibutuhkan dalam pertandingan.

“Pastinya kami Bapopsi melakukan kerjasama yang sinergis terhadap kebutuhan atlet yang ingin dibawa dalam pertandingan, serta yang tau cabang-cabang olahraga kan KONI, jadi kita bersama KONI menjaring itu,” jelasnya.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pemuda Olahraga di Disdikpora PPU Muliadi Yunus, menyampaikan beberapa kendala yang ada di PPU salah satunya ialah pemusatan Traning Center atlet. Itu dikarenakan kondisi wilayah yang cukup berjauhan.

“Kendala yang Kami hadapi saat ini ialah pemusatan pelatihan, karena kondisi wilayah Kita yang cukup berjauhan antar Kecamatan,” ujarnya.

Tambahnya, dengan adanya study tiru ini, pihaknya akan mengambil langkah-langkah cepat dalam pembinaan atlet yang sudah baik dilakukan oleh Sleman.

“Kita akan bergerak cepat, mungkin dari guru-guru SD agar dapat mempersiapkan atletnya. Serta usia SMP juga menjadi suatu prioritas Kami kedepan. Harapannya setelah ini Kami bersama Bapopsi dapat mengambil langkah yang baik, dari segi Pembinaan serta dari segi strategi yang sudah disampaikan. Dengan melakukan pemusatan latihan dengan penganggaran yang cukup,” tutupnya. (NRD)

Dikunjungi Jokowi saat ke Kaltim, Pasar Waru Diberi Bantuan Pusat Rp 10 M

0

PPU – Pemerintah Pusat dipastikan memberikan anggaran sekira Rp 10 miliar untuk relokasi Pasar Waru, Kelurahan Waru, Penajam Paser Utara (PPU). Turunnya bantuan itu karena kondisi pasar yang sudah tidak layak, dan dilihat langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya pada Kamis (21/12/2023) lalu.

Tak butuh waktu lama, kepastian dana itu sesuai arahan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk usulan perbaikan Pasar Waru. Besaran bantuan anggaran yang akan diterima Pemkab PPU tersebut sebesar Rp 10.068.197.000.

“Anggarannya ini sudah diproses Mensesneg kepada Kementerian PUPR, dan pada Januari 2024 sudah mulai pelaksanaannya,” kata Pj Bupati PPU Makmur Marbun, Rabu (27/12/2023).

Ia menyebutkan anggaran itu akan dipergunakan untuk merelokasi pedagang Pasar Waru yang berada di pinggir jalan, ke bangunan Pasar Induk Waru yang ada di Desa Sesulu.

Seperti diketahui, Pemkab PPU sebelumnya memang berkeinginan merelokasi pedagang ini ke tempat yang baru. Namun masih ada beberapa hambatan, termasuk pemenuhan fasilitas dasar yang membuat rencana hingga kini urung terjadi.

Adapun pasar ini awalnya dibangun pada 2016 silam dengan dana sekitar Rp 7 miliar dari pemerintah pusat dengan kapasitas 100 lapak basah. Rencana pembangunan sarana penunjang dengan anggaran sekitar Rp 750 juta pada 2023 juga ditunda hingga 2024.

Lebih lanjut, Makmur menyebutkan kelanjutan pembangunan dan relokasi tersebut segera dieksekusi sejalan dengan kepastian bantuan tersebut. Ia juga telah meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat segera menyiapkan segala sesuatunya yang diperlukan.

Termasuk yang berkaitan dengan lokasi untuk relokasi dan kelanjutan pembangunan pasar tersebut. “Dalam waktu dekat Saya akan mengumpulkan OPD terkait, untuk melakukan pembahasan lebih lanjut terkait pembangunan Pasar Waru ini. Termasuk untuk lokasinya di mana dan hal-hal lainnya yang perlu Kita siapkan,” tegasnya.

Seperti diketahui, belum lama ini Presiden RI Jokowi melakukan kunjungan kerjanya ke Pasar Waru. Kunjungannya ke pasar tersebut sekaligus untuk mengecek sejumlah harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, tomat dan sebagainya termasuk kebutuhan beras.

Dalam lawatannya itu, orang nomor satu di Republik Indonesia ini melihat langsung kondisi pasar. Secara langsung pula ia meminta agar pasar segera dibenahi. (SBK)

Seluruh Pegawai Pemkab PPU Disiapkan Hadapi Tahun Anggaran 2024

0

PPU – Memasuki akhir 2023, seluruh unit kerja di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk memastikan semua program kerja tuntas. Sejalan dengan menghadapi tugas pekerjaan yang telah menanti di tahun depan.

Hal ini ditegaskan Sekkab Tohar saat memimpin apel bersama seluruh jajaran pegawai di Pemkab PPU pasca libur Natal 2023, Rabu (27/12/2023) di lapangan Kantor Bupati PPU ini.

Adapun beberapa pesan juga turut disampaikan. Khususnya pesan kepada para pegawai dalam menyelesaikan penghujung 2023 dan mengawali tahun 2024. Ia meminta setiap perangkat daerah dapat menyelesaikan dengan tuntas segala kegiatan, termasuk yang berkaitan dengan realisasi anggaran 2023.

“Hari ini Kita sudah berada di penghujung tahun anggaran. Kita yang hadir pada hari ini hampir dapat dipastikan pula sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelola dan pelaksana program dan kegiatan Tahun Anggaran 2023. Pastikan bapak ibu sekalian, program dan kegiatan yang sudah berjaan atau hampir berakhir karena terikat dengan frame waktu, seluruh program dan kegiatan telah baik dan benar,” ungkapnya.

Kedua, ia meminta untuk dapat menyempurnakan aspek administrasi maupun fisik. Baik dari segi manajemen proyek maupun manajemen kegiatan.

Seluruh unit kerja ditegaskan untuk dapat memastikan kembali hubungan pemilik pekerjaan dengan penyedia jasa, baik jasa konstuksi, konsultasi atau pun supervisi. Termasuk peran PPTK sebagai perpanjangan tangan PPK dalam mengawal kegiatan di lapangan agar benar-benar sesuai kuantitas dan kualitas pekerjaannya.

Utamanya perangkat daerah yang melaksanakan program bersifat fisik. Tohar meminta agar benar-benar dipastikan agar ditinjau kembali mulai dari aspek proyek hingga aspek manajemen kegiatan.

“Aspek administrasi bapak ibu sekalian masih ada waktu walau tidak panjang untuk melakukan konsultasi dan konsuldasi untuk bisa menyempurnakan. Silakan lakukan koreksi andaikan ada kekurangan dan kelemahan segera lakukan penyempurnaan,” tegasnya.

Ketiga, memasuki tahun 2024, seluruh perangkat daerah dapat merencanakan program atau kegiatan dengan matang. Agar pelaksanaan kegiatan juga dapat berjalan dengan baik tanpa perubahan yang signifikan.

Utamanya dari aspek dokumen perencanaan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam APBD 2024. “Karena bahwa dalam waktu tidak lama lagi semua di unit kerja akan menerima dokumen pelaksanaan anggaran,” ujarnya.

Terkait ini, catatan yang diberikan ialah untuk mempelajari dengan benar dokumen daftar pelaksanaan anggaran (DPA) yang diterima. Lalu kenali dan pahami program dan kegiatan yang tertuang dalam DPA yang ada tersebut.

“Programnya apa, kegiatannya apa, sub kegiatannya apa, lokasinya di mana, inputnya apa, prosesnya bagaimana, outputnya apa yang diharapkan, rekening belanjanya apa saja. Kenali itu bapak ibu sekalian,” ucap Tohar.

Ia menyebut tidak menutup akan adanya perubahan, tetapi yang diharapkan adalah perencanaan yang matang. Sehingga tidak langsung terjadi perubahan beberapa saat setelah DPA baru diterima.

“Hakikat apel pada hari ini adalah sebagai pengawasan manajemen sumber daya aparatur yang ada di bawah kendali di masing-masing pimpinan unit. Terkait kekuatannya dengan jumlah personel, dapat dipastikan ada keyakinan untuk siap untuk melaksanakan tugas-tugas,” pungkasnya. (SBK)

Ribuan Nasrani di PPU Rayakan Natal Oikumene 2023, Makmur; Perkuat Toleransi dan Kerukunan Menuju Daerah Maju

0

PPU – Ribuan umat nasrani di Penajam Paser Utara (PPU) menghadiri acara Perayaan Natal Oikumene 2023, Selasa malam, (26/12/2023). Dengan tema “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” yang digelar di Gedung Graha Pemuda, Kilometer 9 Nipah-Nipah.

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun dalam kesempatan itu menyampaikan pada masyarakat PPU untuk terus bersyukur. Karena tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Natal kali ini berlangsung dalam suasana yang sangat tenang, tenteram, aman, dan damai tanpa batasan.

Suasana ini tercipta kata dia tentunya berkat kerja keras bersama selama ini dalam memberikan pemahaman betapa pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. “Ke depan kegiatan dan perayaan keagamaan apapun harus berlangsung dalam suasana seperti ini,” katanya.

Makmur berharap seluruh masyarakat PPU harus mampu menunjukan kemajemukan ini, serta dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Utamanya dalam menjaga toleransi antar sesama umat beragama.

Karena menurutnya sudah saatnya seluruh masyarakatnya semakin memperkuat kehidupan bermasyarakat yang penuh kerukunan, toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati. Dengan cara itu secara bersama-sama dapat membangun daerah ini menuju daerah yang maju, adil dan sejahtera.

“Semua itu kuncinya adalah persatuan, kebersamaan dan kerja keras di antara kita semua. Mari kita letakkan kepentingan umum kita di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan,” ajak Makmur.

Dalam kesempatan ini Makmur juga mengajak seluruh masyarakat khususnya umat kristiani di PPU untuk senantiasa mensyukuri kemajuan yang berhasil diraih. Serta terus melakukan koreksi serta perbaikan atas banyak hal yang belum dapat dicapai.

Dia berharap perayaan Natal ini sebagai bagian untuk membangun jiwa yang terang, sikap yang optimis, pikiran yang positif, serta semangat yang kuat untuk membangun hari esok yang lebih baik.

“Marilah kita jadikan nilai-nilai keutamaan ajaran agama, sebagai landasan moral dan etika, dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (SBK)

Makmur Tinjau Langsung Banjir Sungai Parit, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

0

PPU – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Selasa, (26/12/2023). Ia menginstruksikan pembenahan saluran air dan kewaspadaan masyarakat selama musim penghujan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Benuo Taka sejak Senin, (25/12/2023), dan mencapai puncaknya pada malam hari. Satu titik terparah terjadinya banjir ialah di RT 06, Sungai Parit.

Tidak menunggu waktu lama, pagi harinya Makmur didampingi instansi terkait langsung turun ke lapangan meninjau lokasi banjir ini. “Ini sebenarnya bukan banjir tetapi lebih kepada genangan air yang tertahan karena aliran sungai di muara yang mengalami pendangkalan,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang urung melakukan pembenahan pada drainase yang bermasalah tersebut. “Harusnya jauh-jauh hari sudah dibenahi agar aliran sungai tidak terganggu di sana,” lanjut Makmur.

Padahal, sambungnya, instruksi itu telah disampaikan saat memasuki musim penghujan sebelumnya. Agar selalu mewaspadai potensi yang dapat muncul, yaitu banjir.

Secara spesifik, Makmur menginstruksikan OPD terkait agar memperbaiki saluran-saluran air yang memungkinkan dapat menjadi penyebab terjadinya banjir.

“Saya mengimbau agar masyarakat selalu waspada memasuki musim penghujan ini. Tetapi permasalahan ini sudah kita selesaikan, apa yang menjadi kendala sudah kita atasi. Mudah-mudahan di tempat lain juga tidak terjadi seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso membenarkan bahwa banjir di Kelurahan Sungai Parit disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat.

“Penyebab utamanya adalah tersumbatnya saluran drainase, yang membutuhkan analisis lebih lanjut untuk mengatasi masalah banjir,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung tidak lama, sekitar dua jam. Faktor utamanya adalah saluran drainase di sekitar pemukiman yang tersumbat.

Pun, menurut Budi, banjir ini belum bisa dikategorikan sebagai bencana, mengingat durasi banjir dan tidak adanya korban jiwa.

“Saya berharap warga setempat dapat membersihkan saluran drainase di lingkungan mereka secara swadaya atau dengan bergotong-royong,” pungkasnya. (SBK)

Banjir di Sungai Parit Karena Saluran Mampet, BPBD PPU Koordinasikan ke Dinas PUPR untuk Pembenahan

0

PPU – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Budi Santoso, menyatakan bahwa banjir di Kelurahan Sungai Parit disebabkan saluran drainase yang tersumbat.

Ia juga mengatakan memberikan imbauan kepada warga agar bersiap menghadapi musim hujan yang telah tiba. Budi mengungkapkan bahwa BPBD sudah lama memberikan peringatan dini tentang potensi banjir selama musim hujan.

Ada beberapa saluran drainase yang memerlukan perbaikan dan pembersihan. Penyebab utamanya adalah tersumbatnya saluran drainase, yang membutuhkan analisis lebih lanjut untuk mengatasi masalah banjir.

“Kami sudah memberikan peringatan kepada warga jauh-jauh hari terkait kesiapan mereka dalam menghadapi potensi banjir selama musim hujan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung tidak lama, sekitar dua jam. Faktor utamanya adalah saluran drainase di sekitar pemukiman yang tersumbat.

Ia berharap warga setempat dapat membersihkan saluran drainase di lingkungan mereka secara swadaya atau dengan bergotong-royong.

Menurut Budi Santoso banjir tersebut belum bisa dikategorikan sebagai bencana, terutama mengingat durasi banjir dan tidak adanya korban jiwa.

Namun, BPBD akan segera mengambil tindakan untuk menangani masalah saluran air agar alirannya lancar dan tidak menyebabkan genangan air. Pihaknya akan merekomendasikan perbaikan saluran air ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU.

Selain itu, BPBD PPU juga telah melakukan peninjauan di beberapa titik yang mengalami hambatan aliran air. “Kami akan segera memberikan rekomendasi kepada OPD yang berwenang, karena ini merupakan ranah OPD lain,” pungkas Budi. (Nel)

Hujan Deras Berakibat Banjir di Sungai Parit, Warga; Bulan Ini Sudah 2 Kali

0

PPU – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada malam hari tanggal 25 Desember 2023 mengakibatkan banjir yang mencapai kisaran setinggi mata kaki orang dewasa. Banjir ini juga merendam perumahan warga yang terletak di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam.

Tokoh Masyarakat, Kahar Kalam, mengungkapkan bahwa banjir ini telah terjadi sejak tahun 2021, bersamaan dengan pembangunan perkantoran yang menjadi pusat administrasi PPU. Air mulai memasuki perumahan warga sekitar tengah malam ketika warga setempat sedang bersiap untuk beristirahat.

Selain itu, lokasi pemukiman yang berdekatan dengan pantai juga menerima dampak dari pembangunan yang tidak terkoordinasi dengan baik. Terutama dalam hal perluasan saluran drainase.

 

Kahar menyangkal dugaan bahwa banjir disebabkan oleh air pasang dari pesisir. Mengingat saat kejadian air laut sedang surut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kejadian ini berkaitan dengan pembangunan besar-besaran yang tengah berlangsung di atas perkampungan. “Kejadian ini terjadi setelah pembangunan, bukan akibat air pasang, karena saat itu air laut surut,” sebutnya.

Kahar juga menjelaskan bahwa selama bulan Desember 2023, daerah tersebut telah mengalami banjir dua kali. Oleh karena itu, ia mendesak Pemkab PPU untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai sistem saluran air yang dapat memengaruhi kejadian banjir bagi warga. Baginya, pembangunan harus berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa sejak dahulu, terdapat pintu-pintu air yang seharusnya mengontrol aliran air di daerah tersebut. Sekitar enam pintu air dibangun saat daerah tersebut masih menjadi bagian dari wilayah Balikpapan Seberang. Namun, saat ini, status perawatan pintu-pintu air tersebut tidak jelas.

Ia berharap Pemkab PPU dapat segera melakukan evaluasi agar situasi ini tidak menjadi kelalaian yang berujung pada banjir yang berkepanjangan.

“Saya berharap Pemkab dapat mengevaluasi pembangunan ini agar tidak ada kebuntuan, mengingat sudah dua kali banjir terjadi dalam bulan ini,” tutupnya. (Nel)