spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pj Bupati PPU Evaluasi Perencanaan Pembangunan Setiap Kecamatan, Butuh Data Yang Akurat

PPU – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di setiap kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah selesai dilaksanakan. Hasilnya dari 4 kecamatan, banyak sekali yang harus di evaluasi, salah satunya terkait dengan data yang akurat.

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengatakan pihaknya melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya. Didapati bahwa data yang dipakai saat perencanaan tidak akurat. Kerap kali telah menetapkan kegiatan namun tidak berjalan dengan baik. Sehingga mengakibatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp 200 miliar.

“Artinya perencanaannya kurang tepat, jadi Kami sajikan data Desa Presisi itu,” terangnya.

Makmur mengatakan jika perencanaannya tepat maka akan meminimalisir SiLPA. Padahal, menurutnya kegiatan yang harus diperbaiki sangat banyak, contohnya perbaikan jalan dan lainnya. Data terkait keadaan sosial dan pembangunan setiap kelurahan juga desa dapat dijadikan acuan dalam perencanaan program.

“Jadi kan basicnya sudah ada dari data itu, nanti berbagi saja baik dana desa, dana provinsi, kabupaten, bahkan kementerian,” jelasnya.

Ia jelaskan bahwa tidak ada yang sulit dalam pelaksanaannya jika berdasarkan data yang akurat. Sehingga hasilnya akan lebih tepat sasaran. Targetnya tahun 2024, semua pelaksanaannya harus lebih terencana, walaupun datanya baru saja disusun.

Baca Juga:   Mudyat Noor dan Andi Harahap Daftarkan Diri jadi Balon Bupati PPU di Golkar

“Saya tidak mau menyalahkan yang periode sebelumnya, tapi ya harus tepat sasaran kalau sekarang,” jelasnya.

Belum lagi, sinkronisasi antara lurah, kepala desa dan kepala-kepala dinas yang belum berjalan dengan baik. Pada tahun sebelumnya desa tidak mengetahui harus melakukan apa, sedangkan dinas-dinas merencanakan melakukan kegiatan di desa tersebut. Sehingga paska musrenbang ini, pihaknya berharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan lebih sinkron dalam merencanakan dan melaksanakan programnya.

“Karena besar itu Rp 200 miliar tidak terserap, tidak ada yang sulit sebenarnya, tinggal manajemennya yang ditingkatkan,” tambahnya.

Makmur jelaskan di setiap kecamatan memiliki fokus perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, Kecamatan Babulu akan fokus pada pertanian dan Kecamatan Penajam akan fokus pada pariwisata. Menurutnya, jelas semua komponen pariwisata yang harus dikembangkan berada di Kecamatan Penajam.

“Terutama, Penajam memiliki pelabuhan, pantai, bahkan pusat dunia usaha,” pungkasnya. (NAH)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER