Beranda blog Halaman 48

Ratusan Jemaah Haji Asal Banggai hingga Kotamobagu Tiba di BPN

BALIKPAPAN — Ratusan jemaah calon haji asal Sulawesi Tengah tiba di Embarkasi Haji Balikpapan pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.

Ketua Kloter 11 BPN, Zulfan Kadim mengatakan rombongan jemaah dalam kloter tersebut berjumlah 360 orang.

Para jemaah berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Poso, serta Kota Kotamobagu.

“Untuk Kloter 11 BPN ini berjumlah 360 orang. Mereka berasal dari Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Poso, dan Kotamobagu,” ujarnya.

Kedatangan jemaah dilakukan dalam dua penerbangan berbeda. Pada penerbangan pertama, sebanyak 157 jemaah lebih dahulu tiba di Balikpapan. Sementara sisanya menyusul pada penerbangan berikutnya yang mendarat sekitar 30 menit kemudian.

Menurut Zulfan, seluruh jemaah dalam kloter tersebut tiba dengan kondisi lengkap tanpa ada yang tertinggal maupun digantikan selama proses pemberangkatan.

“Alhamdulillah lengkap semuanya,” jelasnya.

Di antara ratusan jemaah tersebut, terdapat sekitar 22 orang lansia dan pengguna kursi roda yang mendapat perhatian khusus dari petugas pendamping selama proses kedatangan dan pelayanan di embarkasi.

Meski harus menempuh perjalanan panjang, para jemaah lanjut usia tetap terlihat antusias dan bersemangat menjalani rangkaian ibadah haji tahun ini.

“Jemaah tertua dalam kloter ini usianya di atas 80 tahun. Ini menunjukkan semangat beribadah tidak mengenal batas usia,” tutup Zulfan.

Kedatangan Kloter 11 BPN menambah aktivitas pelayanan di Embarkasi Haji Balikpapan yang menjadi pusat keberangkatan jemaah haji dari kawasan Indonesia timur menuju Tanah Suci. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Kekosongan Ketua KONI Kubar Jadi Alasan Digelarnya Musorkablub

0

SENDAWAR – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Nobilala menghadiri kegiatan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat yang berlangsung di Aula Hotel Sidodadi, Jalan Hasanuddin, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (11/5/2026).

Musorkablub tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kubar Gamas Laden, Plt Ketua KONI Kubar Lidwina, seluruh ketua cabang olahraga (cabor) se-Kutai Barat, serta calon Ketua KONI Kubar Alsiyus.

Dalam sambutannya, Nobilala mengatakan Musorkablub KONI Kutai Barat Tahun 2026 memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kekosongan jabatan Ketua KONI Kutai Barat sehingga diperlukan proses organisasi yang demokratis, tertib, dan sesuai aturan guna memilih serta menetapkan Ketua KONI definitif masa bakti 2025–2029.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini berdasarkan SK Nomor 006/KONI-Kubar/V/2026 tentang Pembentukan Panitia MUSORKABLUB. Semoga seluruh tahapan kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia menilai tema kegiatan “Kompak Bersinergi Gemilang Meraih Prestasi” sangat relevan dengan tantangan dunia olahraga saat ini.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, tetapi membutuhkan kekompakan, sinergi, pembinaan berkelanjutan, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menaruh perhatian besar terhadap pengembangan olahraga daerah. Saya ingin olahraga bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing,” katanya.

Ia menambahkan Kutai Barat memiliki potensi atlet muda yang besar di berbagai cabang olahraga dan mulai menunjukkan peningkatan prestasi di tingkat provinsi maupun regional.

Hal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi agenda olahraga di Kalimantan Timur maupun tingkat nasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana olahraga, pembinaan usia dini, serta penguatan organisasi olahraga agar lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Saya berharap KONI Kutai Barat ke depan mampu menjadi organisasi yang solid, transparan, dan mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang membanggakan daerah,” tegasnya.

Nobilala juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga menggunakan hak suara secara bijaksana dengan mengedepankan persatuan dan sportivitas demi kemajuan olahraga Kutai Barat.

Ia menegaskan siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KONI Kutai Barat harus mampu menjadi figur pemersatu dan memiliki visi kuat dalam membangun olahraga daerah.

“Harapan kita bersama adalah terciptanya iklim olahraga yang kondusif demi meraih prestasi untuk Kutai Barat yang gemilang,” ungkapnya.

Musorkablub tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan olahraga Kutai Barat menuju KONI yang lebih profesional, berprestasi, dan bermartabat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Hubungan Ketua DPRD dan Gubernur Kaltim Ikut Jadi Sorotan

0

SAMARINDA – Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Saipul Bahtiar menilai proses usulan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi berhenti hanya pada tahap pengusulan.

Menurutnya, secara hitung-hitungan politik, syarat kehadiran minimal anggota DPRD untuk melanjutkan hak angket sulit terpenuhi apabila Fraksi Golkar dan PAN tidak mendukung atau memilih walk out dari rapat paripurna.

“Kalau kita melihat secara kuantitatif, maka potensi untuk maju ke hak angket itu sulit terpenuhi. Karena sesuai ketentuan, minimal harus dihadiri 3/4 dari jumlah anggota DPRD Kaltim atau sekitar 42 orang,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Saipul menjelaskan, dari total 55 anggota DPRD Kaltim, apabila dikurangi anggota Fraksi Golkar serta ditambah sikap PAN yang disebut tidak sepakat terhadap hak angket, maka jumlah kehadiran diperkirakan tidak mencapai ambang batas.

“Nah, kalau Fraksi Golkar tidak hadir atau walk out, kemudian ditambah PAN juga tidak hadir, maka secara hitungan syarat minimal itu tidak akan terpenuhi,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut membuat peluang pembentukan panitia khusus (Pansus) hak angket menjadi sangat kecil.

Menurutnya, proses itu kemungkinan hanya berhenti pada tahapan pengusulan kepada pimpinan DPRD Kaltim.

Dalam keterangannya, Saipul juga menyinggung sejumlah isu yang memicu munculnya tuntutan hak angket.

Di antaranya pembelian mobil dinas mewah, renovasi rumah jabatan dan ruang kerja, pembentukan tim ahli gubernur dengan anggaran besar, hingga dugaan praktik politik dinasti di sejumlah organisasi publik di Kalimantan Timur.

Ia menyoroti hubungan kekerabatan antara Gubernur Kaltim dan Ketua DPRD Kaltim yang menurutnya menimbulkan persepsi publik terhadap lemahnya fungsi pengawasan DPRD.

“Ketua DPRD mestinya menjalankan fungsi pengawasan sejak awal. Tapi justru dalam fakta yang muncul, mendukung pembelian mobil dinas yang dianggap fantastis di tengah kondisi keuangan daerah yang tidak baik-baik saja,” ucapnya.

Saipul menyebut objek hak angket sebenarnya dapat merujuk pada sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 67 dan Pasal 68.

Ia menjelaskan, Pasal 67 huruf f mewajibkan kepala daerah dan wakil kepala daerah melaksanakan program strategis nasional. Sedangkan Pasal 68 mengatur sanksi administratif bagi kepala daerah yang tidak menjalankan program strategis nasional tersebut.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagai bagian dari program strategis nasional yang wajib dijalankan pemerintah daerah.

“Kalau penggunaan anggaran tidak efisien, maka ada potensi bertentangan dengan kebijakan nasional tentang efisiensi anggaran,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung Pasal 58 UU Pemerintahan Daerah yang mengatur asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik, termasuk prinsip efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan kepentingan umum.

“Kalau ada fakta penggunaan anggaran yang tidak efisien dan tidak efektif, maka itu bisa dinilai bertentangan dengan asas-asas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” katanya.

Meski demikian, Saipul mendorong fraksi-fraksi yang masih mendukung hak angket agar tetap melakukan konsolidasi politik.

Langkah itu dinilai penting untuk menjaga marwah DPRD sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap fungsi pengawasan lembaga legislatif.

“Kalau tidak ada langkah serius, maka trust publik terhadap DPRD Kaltim akan semakin menurun. DPRD bisa terus dianggap hanya sebagai tukang stempel kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Saipul, hak angket seharusnya menjadi ruang untuk mengungkap secara terbuka proses pengambilan kebijakan dan penggunaan anggaran pemerintah daerah, termasuk memanggil pihak-pihak terkait guna menjelaskan berbagai keputusan yang dipersoalkan publik.

“Ini penting untuk mengembalikan fungsi DPRD kepada tiga tugas utamanya, yakni legislasi, budgeting, dan pengawasan,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Penarikan Retribusi BK Berpotensi Berubah Jadi Per Kendaraan

0

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusi wisata di kawasan Bontang Kuala (BK).

Hal itu merupakan hasil rapat bersama yang digelar sebelumnya, di mana dewan meminta penarikan retribusi dihentikan sementara selama satu pekan ke depan sambil menunggu evaluasi dan penyusunan regulasi baru.

“Kita minta keputusan hasil rapat kemarin bahwa Dispopar untuk satu minggu ini melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusinya. Nanti baru disusun regulasi baru dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya, Senin (11/5/2026).

Selain itu, Ketua DPRD Bontang menegaskan penghentian tersebut bukan berarti retribusi dihapuskan sepenuhnya, melainkan hanya dihentikan sementara agar aturan baru bisa disiapkan lebih matang.

Menurutnya, penarikan retribusi seharusnya dilakukan saat pengunjung memasuki kawasan pelataran BK karena fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena pelataran BK itu dibangun menggunakan APBD, jadi memang berhak ditarik retribusinya ketika masyarakat masuk ke kawasan pelataran itu,” tambahnya.

Andi Faizal juga menjelaskan kawasan BK pada awalnya merupakan pemukiman warga sebelum berkembang menjadi destinasi wisata.

Karena itu, ia menilai penarikan retribusi paling efektif dilakukan di area pelataran, bukan di kawasan pemukiman warga.

“Memang kawasan BK ini lahir duluan pemukimannya, baru ada wisatanya. Jadi yang paling efektif bagi kami di kawasan pelataran BK inilah ditarik retribusinya,” jelasnya.

DPRD juga meminta agar skema tarif retribusi dikaji ulang. Nantinya, sistem penarikan kemungkinan tidak lagi dihitung per orang, melainkan per kendaraan bermotor.

“Untuk nominalnya mungkin akan berubah, bukan lagi per orang tetapi per motor. Kita minta Dispopar membuat kajiannya dulu. Jatahnya dalam satu minggu ke depan,” tutupnya. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Temu Karya Karang Taruna Jadi Momentum Konsolidasi Pemuda Kaltim

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi titik berkumpul organisasi kepemudaan tingkat provinsi.

Tenggarong dipercaya menjadi tuan rumah Temu Karya Karang Taruna Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Grand Elty Singgasana Hotel pada Selasa (12/5/2026).

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Karang Taruna se-Kaltim untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membentuk kepengurusan definitif tingkat provinsi setelah masa caretaker.

Ketua Caretaker Karang Taruna Kaltim, Agus Maimun, mengatakan pelaksanaan Temu Karya merupakan amanah organisasi yang tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Nasional Karang Taruna Nomor 008/INT/KEP/PNKT/XII/2025.

Menurutnya, forum ini menjadi tahapan penting untuk mengakhiri masa transisi organisasi di tingkat provinsi.

“Sesusai dengan SK PNKT Nomor 008/INT/KEP/PNKT/XII/2025, tugas kami salah satunya mengantarkan kepengurusan definitif melalui Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kaltim,” ujar Agus, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Mulai dari koordinasi internal hingga asistensi bersama Pengurus Nasional Karang Taruna dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan organisasi.

Agus menyebut proses tersebut juga mengacu pada Permensos Nomor 9 Tahun 2025 serta pedoman operasional Karang Taruna yang berlaku secara nasional.

“Alhamdulillah seluruh tahapan demi tahapan telah kami lakukan, termasuk asistensi yang sudah dilakukan oleh PNKT sesuai dengan Permensos 9 Tahun 2025 maupun pedoman operasional Karang Taruna,” katanya.

Selain pengurus Karang Taruna kabupaten dan kota, panitia juga melibatkan berbagai unsur lain dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah organisasi kepemudaan, instansi pemerintah hingga unsur Forkopimda dijadwalkan hadir dalam forum itu.

Keterlibatan lintas unsur tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi organisasi kepemudaan dengan pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya di Kaltim.

“Kami telah mengundang pengurus kabupaten Karang Taruna yang aktif dan berbagai pihak di antaranya ormas kepemudaan, pembina teknis Karang Taruna provinsi yakni Dinas Sosial Provinsi, Dinas Pemuda dan Olahraga, Forkopimda serta undangan lainnya,” ucapnya.

Agus berharap Temu Karya Karang Taruna Kaltim dapat melahirkan gagasan positif yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penguatan peran pemuda di daerah.

Ia juga meminta dukungan seluruh masyarakat dan kader Karang Taruna agar agenda tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.

“Kami mohon doa kepada seluruh masyarakat Kaltim, khususnya warga Karang Taruna se-Kaltim agar pelaksanaan Temu Karya berjalan lancar dan sukses,” tutup Agus.

Sementara itu, panitia atau organizing committee yang diwakili Ferza Agustia Darma memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan telah mendekati tahap akhir.

Sejumlah peserta dan panitia steering committee bahkan mulai berdatangan ke Tenggarong untuk melakukan registrasi.

Menurut Ferza, seluruh rangkaian persiapan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan agenda utama pada Selasa besok.

“Persiapan sudah hampir 100 persen untuk dilaksanakan esok hari dan hari ini para panitia SC maupun peserta sudah datang melakukan registrasi. Semoga semua berjalan lancar dan sukses,” ujar Ferza. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Program MBG Kutim Fokus pada Gizi dan Kebersihan Makanan

0

SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan seluruh makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak dikonsumsi sebelum dibagikan kepada para pelajar.

Langkah itu dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutim di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (11/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mencegah makanan tidak layak konsumsi sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima siswa di sekolah.

Tim Sidokkes Polres Kutim yang dipimpin Bripda Widi Faris Santosa bersama personel Siwas dan Provos melakukan uji organoleptik terhadap seluruh menu MBG.

Pemeriksaan meliputi bentuk, warna, aroma hingga rasa makanan yang akan didistribusikan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh menu dinyatakan memenuhi standar kelayakan konsumsi dan aman untuk disalurkan kepada para penerima manfaat.

Menu MBG yang diperiksa terdiri dari nasi putih, telur stim asam manis, tempe orek, tumis sawi wortel dan buah semangka.

Selain menu utama, dapur SPPG juga menyiapkan 18 porsi makanan khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan dengan komposisi berbeda.

Sebanyak 1.247 penerima manfaat menerima program MBG tersebut, terdiri dari siswa SDN 011, SDN 015, TK Kemala Bhayangkari Sangatta hingga para guru di masing-masing sekolah.

Distribusi makanan dilakukan menggunakan dua unit kendaraan operasional MBG Polres Kutim menuju sekolah penerima manfaat.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah mengatakan pemeriksaan makanan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum dikonsumsi para siswa.

“Kami ingin memastikan makanan yang dibagikan benar-benar aman, sehat dan layak dikonsumsi oleh siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan makanan hingga proses distribusi akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga mutu pelayanan program MBG.

“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizi, kebersihan dan keamanan pangan tetap terjamin,” jelasnya.

Ia berharap program MBG dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan semangat belajar para siswa di Kutai Timur.

“Harapan kami, program ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan anak-anak sekaligus mendukung kualitas pendidikan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Eks Ketua Kadin Kaltim Divonis Korupsi Suap IUP Tambang

0

SAMARINDA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada mantan Ketua Kadin Kaltim periode 2022-2027, Dayang Donna Walfiaries Tania Faroek dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur periode 2013–2018.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (11/5/2026).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut umum.

“Pertama, menyatakan Dayang Donna Walfiaries Tania terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif satu,” ucap hakim dalam persidangan.

Atas perbuatannya, Donna dijatuhi pidana penjara selama empat tahun serta denda sebesar Rp100 juta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sejumlah Rp100 juta,” lanjut hakim.

Majelis hakim juga menetapkan apabila denda tersebut tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda maupun pendapatan terpidana dapat disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi kewajiban tersebut.

“Dalam hal denda tidak dibayar maka kekayaan atau pendapatan terpidana disita dan dilelang oleh jaksa untuk melunasi denda pidana yang tidak dibayar. Maka diganti dengan pidana penjara selama 60 hari,” terang hakim.

Selain pidana pokok, Donna juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp3,5 miliar. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama satu tahun.

“Tiga, menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp3,5 miliar. Jika tidak terbayar maka menjadi pidana penjara satu tahun,” tutup majelis hakim.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan praktik suap dalam penerbitan IUP di Kaltim pada rentang 2013 hingga 2018 yang menyeret sejumlah pihak, termasuk Rudy Ong Chandra yang sebelumnya juga telah menjadi terpidana dalam perkara serupa. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Sirnas C Bupati Open Kutim Jadi Magnet Atlet Bulutangkis Indonesia

0

SANGATTA – Sebanyak 504 atlet bulutangkis dari 15 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur (Kutim) 2026 yang resmi digelar di GOR Kudungga Sangatta, Senin (11/5/2026).

Turnamen nasional yang berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Mei 2026 itu resmi dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim, Ketua DPRD Kutim, Ketua KONI Kutim, serta jajaran Forkopimda.

Ketua PBSI Kutim, Daniel Politius Sebayang mengatakan Sirnas C Bupati Open menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Kalimantan Timur, khususnya Kutim.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan Sirnas pertama yang digelar di Kalimantan Timur dengan Kutim dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga event nasional ini dapat berlangsung di Kutim,” ujar Daniel.

Ia menyebutkan total atlet yang ikut bertanding mencapai 504 orang dari 15 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 atlet berasal dari Kutim dan turun di berbagai kelompok umur.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi atlet muda Kutim untuk menambah pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai daerah. Tentu ini sangat baik untuk pembinaan dan peningkatan prestasi mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan turnamen nasional tersebut.

Ia berharap Sirnas C Bupati Open tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, kedatangan ratusan atlet, official, dan pendamping dari luar daerah akan ikut menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari perhotelan, kuliner hingga UMKM lokal.

“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan olahraga seperti ini. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Kutim,” ucap Ardiansyah.

Sebagai informasi, Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 memperebutkan total hadiah sebesar Rp276 juta dan diikuti peserta dari berbagai klub bulutangkis di Indonesia. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

SIRNAS C Bupati Open Kutim Resmi Dibuka di Stadion Kudungga

0

SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman optimistis pelaksanaan Sirkuit Nasional (SIRNAS) C Bupati Open Kutai Timur 2026 mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 di Gedung Serba Guna Stadion Kudungga Sangatta, Jalan Soekarno-Hatta, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Sangatta itu menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis.

“Kejuaraan SIRNAS C ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis. Kami berharap ke depan event yang lebih besar lagi dapat dilaksanakan di daerah ini,” ujar Ardiansyah.

Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mendukung pembinaan atlet muda melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga kompetitif.

Dengan adanya kejuaraan nasional seperti SIRNAS C, para atlet daerah diharapkan memiliki ruang untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi.

Tak hanya dari sisi olahraga, Ardiansyah menilai event nasional tersebut juga berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Kehadiran peserta, official, dan tamu dari berbagai daerah disebut mampu menghidupkan sektor UMKM, kuliner, perhotelan hingga jasa transportasi di Kutai Timur.

“Dengan adanya event seperti ini tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh insan olahraga untuk terus menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul yang hadir sebagai perwakilan provinsi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan berskala nasional tersebut di Kutai Timur.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti SIRNAS menjadi wadah positif untuk mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan antar daerah.

“Selamat datang kepada seluruh klub dan peserta dari berbagai daerah yang telah hadir di Kutai Timur. Saya berharap para atlet dapat terus berprestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anggara Sitompul.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia, wasit dan peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

“Kepada seluruh panitia, wasit dan pemain agar tetap menjaga sportivitas dalam bertanding. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.

Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan tersebut, mulai dari panitia, PBSI, KONI hingga unsur Forkopimda.

Ia berharap Kutai Timur ke depan semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun regional.

Pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, unsur TNI-Polri, PBSI Kaltim, KONI Kutim serta tamu undangan lainnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Kawasan Nenang/Nipah-Nipah Disiapkan Jadi Pusat Pelabuhan dan Logistik Baru di PPU

0

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengarahkan pengembangan kawasan Nenang atau Nipah-Nipah sebagai pusat pelabuhan baru. Yang ke depan diproyeksikan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pengembangan kawasan tersebut bukan sekadar pemindahan pelabuhan, melainkan bagian dari strategi pengembangan ekonomi pesisir yang dinilai memiliki potensi besar.

“Ini sebenarnya bukan persoalan pemindahan pelabuhan semata. Kita melihatnya dari sisi bisnis dan pengembangan kawasan,” ujar Mudyat, belum lama ini.

Belakangan, mencuat kabar perlunya pelabuhan baru di wilayah Benuo Taka. Berawal dari ungkapan Gubernur Rudy Mas’ud saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dilaksanakan di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, rencana itu muncul setelah melihat aktivitas pelayaran di Teluk Balikpapan yang semakin padat akibat lalu lintas kapal industri, mulai dari angkutan batu bara hingga aktivitas refinery dan smelter.

“Kalau pelabuhan tetap dipaksakan di jalur lama, risiko benturan lalu lintas kapal akan tinggi. Karena itu muncul gagasan memanfaatkan kawasan luar yang langsung berhadapan dengan Balikpapan,” katanya.

Ia menjelaskan, kawasan Nenang–Nipah-Nipah dinilai strategis karena berada di muara Teluk Balikpapan dan memiliki potensi menjadi titik singgah kapal tugboat maupun tongkang sebelum melakukan aktivitas logistik.

“Nantinya kapal bisa melakukan aktivitas pengisian logistik, seperti kebutuhan pangan, air, dan keperluan lainnya. Saya melihat ini peluang ekonomi yang sangat besar,” ungkapnya.

Mudyat menyebut hasil perhitungan awal bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan potensi pendapatan dari kawasan pelabuhan tersebut dapat mencapai sekitar 10 juta dolar AS per tahun jika dikelola optimal.

“Kalau seluruh potensi itu berjalan, termasuk sektor pelabuhan, pariwisata, dan industri, saya kira PAD PPU bisa mencapai minimal Rp400 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten akan fokus pada penyediaan lahan dan pembangunan akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Sementara pembangunan fasilitas utama diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Belum lagi, pengembangan kawasan pelabuhan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada dana transfer pusat maupun dana bagi hasil sektor migas dan batu bara.

“Kebutuhan lahannya di darat sebenarnya tidak terlalu besar. Fokus utama kami adalah penyelesaian pembebasan lahan akses jalan,” katanya.

Perwarta: Robbi Lalat