Beranda blog Halaman 49

Pemkab PPU Dorong Perluasan BPJS Ketenagakerjaan, Targetkan 66 Persen Pekerja yang Belum Terlindungi

Penajam Paser Utara – Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi tantangan besar. Dari total potensi 146.545 pekerja, sebanyak 97.136 orang atau sekitar 66,28 persen tercatat belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat koordinasi Tim Optimalisasi Kepatuhan Tingkat Desa Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Kejaksaan Negeri PPU, Selasa (10/6/2026).

Rapat dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PPU Harwanto, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar mewakili Bupati PPU, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan, serta sejumlah perangkat daerah yang tergabung dalam tim optimalisasi kepatuhan.

Dalam sambutannya, Tohar menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan bagi pekerja dari berbagai risiko sosial maupun ekonomi.

“Program jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi bentuk perlindungan bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko sosial maupun ekonomi,” kata Tohar.

Ia menilai masih diperlukan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat program tersebut, khususnya bagi pekerja nonformal, pekerja rentan, dan pekerja dalam skema alih daya (outsourcing).

Menurutnya, sosialisasi perlu diperluas hingga ke tingkat desa agar semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dalam pemaparan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan menyebutkan jumlah peserta aktif di PPU saat ini mencapai 49.408 pekerja. Angka tersebut masih jauh dari total potensi tenaga kerja yang ada.

Untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan mengusulkan sejumlah langkah, antara lain penguatan pengawasan dan kepatuhan, penguatan regulasi, optimalisasi layanan perizinan dan administrasi, pengembangan ekosistem desa, perlindungan pekerja sektor konstruksi, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU, BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Negeri PPU, dan perangkat daerah terkait bersepakat memperkuat sinergi guna memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di daerah.

Kepala Kejaksaan Negeri PPU Harwanto menekankan pentingnya efektivitas program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program jaminan sosial ketenagakerjaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan para pekerja,” ujarnya.

Pewarta: Robbi Lalat

PPU Tambah Sekolah Berkualitas, SMA Kolese Xaverius Dibangun Hadapi Tantangan IKN

Penajam Paser Utara – Di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi tantangan besar bagi daerah penyangga, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Menjawab kebutuhan tersebut, pembangunan SMA Kolese Xaverius resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Minggu (21/6/2026).

Sekolah yang dikelola Yayasan Budi Siswa tersebut diharapkan tidak hanya menambah fasilitas pendidikan menengah di PPU, tetapi juga menjadi wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, serta kompetensi generasi muda untuk menghadapi perkembangan kawasan IKN.

Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadi Sutanto, mengapresiasi pembangunan SMA Kolese Xaverius sebagai bentuk kontribusi pihak swasta dan lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM daerah.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing sekaligus mengambil peran dalam pembangunan kawasan IKN.

“Daerah ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, semangat pelayanan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Kehadiran SMA Kolese Xaverius diharapkan dapat mendukung tujuan tersebut,” kata Margono.

Foto: Peletakan batu pertama pembangunan SMA Kolese Xaverius di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Minggu (21/6/2026). (Prokopim PPU/MKNN)

Sementara itu, Provinsial Serikat Jesus, P. Benedictus Hari Juliawan, SJ, mengatakan pembangunan SMA Kolese Xaverius merupakan komitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan di wilayah yang membutuhkan.

Ia menyebut pembangunan sekolah tersebut terinspirasi dari semangat Santo Fransiskus Xaverius, tokoh Serikat Jesus yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pelayanan di berbagai wilayah, termasuk Nusantara.

“Peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik sekolah, melainkan juga awal terjalinnya kerja sama dan persaudaraan dengan masyarakat setempat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.

Pembangunan SMA Kolese Xaverius juga menjadi bagian dari meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan berkualitas seiring perkembangan kawasan IKN. Kehadiran sekolah baru diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda di PPU.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten PPU, Keuskupan Agung Samarinda, Serikat Jesus, unsur Forkopimda, serta Yayasan Budi Siswa.

Kegiatan tersebut turut diisi doa lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap pembangunan sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Lembaga Adat Paser, perwakilan Kementerian Agama, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan Yayasan Budi Siswa selaku pengelola SMA Kolese Xaverius.

Foto: Peletakan batu pertama pembangunan SMA Kolese Xaverius di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Minggu (21/6/2026). (Prokopim PPU/MKNN)

Uskup Keuskupan Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, menilai pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan kemajuan suatu daerah.

Menurutnya, SMA Kolese Xaverius diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

“Sekolah ini terbuka bagi semua kalangan. Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan intelektualitas, tetapi juga membentuk karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial peserta didik,” ungkapnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Akhir Pekan Turun ke Lokasi, Basuki Pastikan IKN Tetap Tancap Gas

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik9juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Said Iqbal Resmi Dilantik di Istana Negara oleh Presiden Prabowo

0

JAKARTA – Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesehatan Buruh di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pengangkatan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus Presiden Partai Buruh itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 58/T Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesehatan Buruh.

Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo.

“Demi Allah saya bersumpah, saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Prabowo yang kemudian diikuti Said Iqbal.

Usai pengucapan sumpah jabatan, Said Iqbal menandatangani berita acara pelantikan sebagai tanda resmi dimulainya tugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, serta Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Ketiganya menggantikan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung yang sebelumnya diberhentikan dari jabatannya.

Masuknya Said Iqbal ke lingkungan Istana menandai babak baru perjalanan politik dan aktivisme tokoh buruh nasional tersebut. Selama lebih dari dua dekade, Said dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dalam memperjuangkan hak-hak pekerja melalui aksi demonstrasi, mogok nasional, hingga advokasi kebijakan ketenagakerjaan.

Namanya kerap berada di garis depan gerakan buruh dalam memperjuangkan kenaikan upah, perlindungan pekerja, jaminan sosial, serta perbaikan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Presiden Prabowo Resmi Lantik Nanik Deyang Pimpin BGN

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono, di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Usai pelantikan, Nanik memaparkan fokus kerja dan pembagian tugas dalam kepemimpinan baru BGN.

Menurutnya, Agustina Arumsari akan bertanggung jawab mengawasi tata kelola keuangan lembaga, sedangkan Trenggono akan menangani pengembangan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke,” kata Nanik kepada wartawan.

Sementara Trenggono disebut akan fokus mengawal pengembangan dapur MBG di kawasan 3T yang belum terjangkau layanan optimal.

Nanik menegaskan, prioritas utama kepemimpinannya saat ini adalah memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui efisiensi anggaran tanpa mengurangi target pemenuhan gizi masyarakat.

“Langkah kami pertama-tama konsen pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran negara, tetapi tanpa mengubah target pemberian gizi,” ujarnya.

Salah satu kebijakan awal yang akan dilakukan yakni moratorium atau penghentian sementara pembukaan dapur baru MBG sambil mengevaluasi efektivitas dapur yang sudah berjalan.

“Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Per hari ini jumlah titik dapur operasional berdasarkan virtual account ada 27.877,” jelasnya.

Selain efisiensi, BGN juga akan melakukan penataan ulang penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

“Kalau sekolah-sekolah kaya, rasanya tidak perlu ya. Karena gizinya di rumah pasti lebih bagus. Jadi nanti kita lebih arahkan pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

BGN juga akan memperketat pengawasan kualitas dapur MBG melalui inspeksi langsung dan sistem penilaian berdasarkan kapasitas serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis.

“Kami tidak mengejar kuantitas, tapi kualitas. Nanti dapur-dapur akan kami grading apakah mampu melayani 3.000, 2.000 atau 1.000 penerima manfaat,” tegas Nanik.

Pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah Presiden Prabowo mencopot pimpinan sebelumnya menyusul kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang kini ditangani Kejaksaan Agung.

Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang kini berstatus tersangka. Sementara dua wakil sebelumnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga telah diberhentikan karena turut terseret dalam perkara tersebut. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Penggiat Lingkungan PPU Kenalkan Budaya Paser Lewat Pot Bermotif Solong Tengkalang

0

PENAJAM PASER UTARA – Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan dengan berbagai cara. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), penggiat lingkungan dan pecinta tanaman, Masrani, memilih memperkenalkan kembali kearifan lokal Paser melalui pot tanaman bermotif Solong Tengkalang.

Bagi Masrani, Solong Tengkalang bukan sekadar kerajinan tradisional, melainkan simbol identitas masyarakat Paser yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

“Membuka mata kita semua tentang pentingnya pelestarian kerajinan lokal Paser. Bagaimanapun juga, kearifan lokal Paser ini adalah identitas yang perlu kita lestarikan dan kembangkan,” kata Masrani, Senin (8/6/2026).

Meski mengaku berasal dari suku Bugis, kecintaannya terhadap budaya Paser mendorong dirinya menciptakan pot tanaman dengan desain menyerupai Solong Tengkalang, wadah tradisional yang dahulu digunakan masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan.

“Saya sebenarnya orang Bugis, tetapi saya mencintai budaya Paser karena memiliki kerajinan lokal yang sangat khas,” ujarnya.

Ide tersebut mulai diwujudkan pada 1 Agustus 2025. Menurutnya, karya itu mendapat apresiasi dari Sultan Paser karena dinilai menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya yang kini mulai jarang ditemui masyarakat.

“Tujuan saya bukan sekadar membuat pot, tetapi membuka mata masyarakat agar lebih mencintai budaya dan identitas lokal suku Paser,” katanya.

Masrani menilai pelestarian budaya tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat agar gerakan pelestarian budaya dapat berjalan berkelanjutan.

“Tanpa dukungan pemerintah, gerakan seperti ini tentu kurang maksimal. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk membangun Penajam Paser Utara, termasuk dalam pelestarian Solong Tengkalang,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Masrani telah menghibahkan hampir 200 pot bermotif Solong Tengkalang secara gratis ke berbagai lokasi di PPU. Pot-pot tersebut ditempatkan di Masjid Agung Al-Ikhlas, Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, sejumlah fasilitas umum, hingga diberikan kepada Sultan Paser.

“Alhamdulillah, Solong Tengkalang yang saya buat sudah saya wakafkan dan distribusikan secara gratis. Hampir 200 unit dari berbagai tipe,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga telah menyerahkan karya tersebut ke Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan, ia berharap suatu saat pot bermotif Solong Tengkalang dapat dipajang di kawasan Istana Negara sebagai simbol pengakuan terhadap budaya lokal yang hidup di sekitar IKN.

“Harapan saya sederhana, suatu saat pot bermotif Solong Tengkalang ini bisa berdiri di kawasan Istana Negara sebagai simbol pelestarian kearifan lokal. Bagaimanapun juga, IKN berdiri di tanah yang memiliki sejarah dan budaya Paser,” katanya.

Dalam kegiatan terbarunya, Masrani kembali membagikan puluhan pot Solong Tengkalang kepada masjid, mushala, sekolah, pesantren, area makam, hingga pelaku usaha di Kelurahan Tanjung Tengah. Seluruh pot diberikan secara cuma-cuma lengkap dengan media tanam dan tanaman di dalamnya.

“Semuanya diberikan secara gratis, termasuk tanah dan tanaman yang ada di dalam pot. Saya hibahkan dengan ikhlas sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan budaya Paser,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Pot Bunga Solong Tengkalang Didorong Jadi Simbol Budaya Paser di PPU

0

Penajam Paser Utara – Pot bunga mungkin identik sebagai elemen penghias taman. Namun di Penajam Paser Utara (PPU), sebuah pot bunga bermotif Solong Tengkalang justru didorong menjadi simbol pelestarian budaya Paser di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Gagasan tersebut diwujudkan melalui penyerahan pot bunga karya pecinta tanaman dan penggiat lingkungan, Masrani, dalam kegiatan yang digelar di Kelurahan Tanjung Tengah, Senin (8/6/2026).

Masrani mengatakan gerakan pelestarian budaya melalui pot bunga bermotif khas Paser itu telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten PPU maupun Kesultanan Paser.

“Alhamdulillah sudah mendapat apresiasi dari Pemkab PPU saat kegiatan Nondoi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kami juga mendapat penghargaan dari Sultan Paser. Sampai saat ini sekitar 200 pot sudah diserahkan,” ujar Masrani.

Menurut dia, pot bunga bermotif Solong Tengkalang merupakan salah satu cara memperkenalkan budaya Paser kepada masyarakat melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap pot bunga tersebut dapat semakin dikenal dan ditematkan di berbagai ruang publik.

Masrani berharap pot bunga bermotif Solong Tengkalang ke depan dapat menghiasi kawasan IKN, lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta berbagai fasilitas umum lainnya sebagai simbol budaya Paser.

Perdana Menteri Kesultanan Paser, Aji Luqman Panji, yang mewakili Sultan Paser menyampaikan apresiasi atas dedikasi Masrani dalam melestarikan budaya daerah melalui pot bunga bermotif khas Paser tersebut.

Menurutnya, upaya pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memperkenalkan motif dan identitas budaya Paser kepada masyarakat luas melalui karya kreatif yang memiliki nilai budaya.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan. Sultan juga telah memberikan penghargaan. Apa yang diberikan dan dilakukan dengan niat baik serta diridhai Allah SWT akan menjadi nilai ibadah yang tidak akan pernah hilang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf, Kepala Dinas Perkimtan PPU Riviana Noor, Kepala Disbudpar PPU Safwana, Ketua LAP PPU Musa, Lurah Tanjung Tengah Asis Wanto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati PPU Bidang Kemasyarakatan dan SDM mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan pot bunga, melainkan bentuk nyata komitmen dalam menjaga dan mengangkat kearifan lokal Paser.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial penyerahan sebuah pot bunga. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga, melestarikan, dan mengangkat kearifan lokal Paser sebagai identitas dan kebanggaan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan Solong Tengkalang memiliki filosofi yang mencerminkan nilai kebersamaan, ketekunan, kreativitas, serta kearifan nenek moyang dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Menurutnya, pot bunga Solong Tengkalang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna budaya dan menjadi simbol keharmonisan antara manusia dengan alam.

“Pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai budaya dan tradisi lokal. Kearifan lokal adalah fondasi karakter masyarakat kita. Jika kita menjaga budaya, maka kita sedang menjaga jati diri,” katanya.

Ia berharap pot bunga Solong Tengkalang nantinya tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan daerah yang ditempatkan di ruang-ruang publik, perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terus mendukung penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal agar semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Usai penyerahan pot bunga, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon andong ke dalam pot Solong Tengkalang sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya lokal.

“Dengan demikian, generasi muda kita akan terus mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Paser,” ujarnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Otorita IKN Dorong Greater Nusantara, Perkuat Eksistensi Ibu Kota Baru

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik8juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Distribusi Pangan Dipercepat untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

0

BALIKPAPAN – Perum BULOG terus memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras, distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyaluran MinyaKITA di berbagai daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman di tengah dinamika harga beras di sejumlah wilayah.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga beras nasional.

Salah satu strategi utama yang kini dijalankan yakni mempercepat distribusi bantuan pangan serta memperluas penyaluran beras SPHP ke pasar rakyat dan jaringan distribusi resmi.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Rizal.

Secara nasional, hingga 6 Juni 2026, realisasi bantuan pangan beras telah mencapai hampir 60 persen atau diterima sekitar 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari target 33,2 juta KPM.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut rampung disalurkan hingga akhir Juni 2026.

Sementara di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 53 persen atau sebanyak 3.438 ton dari target 6.476 ton.

Untuk program SPHP, dari target 15.347 ton, BULOG telah menyalurkan sebanyak 4.774 ton dan akan terus meningkatkan distribusi secara masif.

Selain beras, BULOG juga mempercepat distribusi MinyaKITA sebagai bagian dari program stabilisasi pangan pemerintah.

Dari target 1,295 juta liter di wilayah Kaltim-Kaltara, sebanyak 687 ribu liter atau sekitar 53 persen telah tersalurkan kepada masyarakat penerima bantuan.

Pemimpin Wilayah BULOG Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengatakan pihaknya terus melakukan dropping MinyaKITA ke kios-kios pasar melalui program SP2KP guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng.

“Hingga hari ini, total pendistribusian MinyaKITA telah mencapai sekitar 1,2 juta liter. Khusus BULOG Balikpapan, penjualan rutin dilakukan setiap pekan melalui kios pasar SP2KP,” katanya.

Menurutnya, kombinasi penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan MinyaKITA menjadi instrumen penting dalam mengendalikan harga serta menjaga keseimbangan pasokan pangan di daerah.

Selain memperkuat distribusi, BULOG juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Gerakan Lingkungan Berbasis Pemuda Menguat di Kalimantan Timur

0

SAMARINDA – Gerakan pelestarian lingkungan berbasis kepemudaan terus berkembang di Kalimantan Timur. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menghadiri kegiatan ESG Climate Action di Desa Budaya Pampang, Minggu (7/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tiar melakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai bagian dari program kolaborasi penanaman 2.000 pohon di Kalimantan Timur.

Kehadiran utusan Istana itu dinilai menjadi dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan yang digerakkan generasi muda, komunitas lokal, dan sektor dunia usaha.

Tiar mengaku terkesan dengan semangat anak muda di Kalimantan Timur yang aktif mendorong aksi pelestarian lingkungan secara konkret.

“Ini agenda yang sangat keren dan sangat bagus. Yang membuat saya terkesan adalah kegiatan ini dimotori oleh anak-anak muda. Mereka menjadi inovator, katalisator, sekaligus penggerak agar program-program yang bermanfaat bagi masyarakat bisa berjalan,” ujarnya.

Keterangan foto: Foto bersama usai kegiatan penanaman pohon bersama Gerbangtara di Desa Budaya Pampang. Foto: Istimewa

Ia juga mendorong pemerintah daerah di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi agar memberikan ruang kolaborasi dan dialog yang lebih luas bagi generasi muda.

Sebagai Stafsus Presiden yang membidangi UMKM dan teknologi digital, Tiar menilai transformasi digital memiliki hubungan erat dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, digitalisasi UMKM mampu membantu mengurangi produksi limbah, mulai dari pengurangan media promosi berbasis cetak hingga penggunaan transaksi non-tunai seperti QRIS yang mengurangi penggunaan kertas.

“Dengan adanya digitalisasi, UMKM menjadi lebih mudah berkembang dan pada saat yang sama dapat membantu mengurangi produksi sampah. Ini salah satu manfaat yang bisa dirasakan langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Konsorsium Gerbangtara, Aie Natasha, menjelaskan program ESG Climate Action bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program jangka panjang selama satu tahun yang akan berjalan di lima wilayah di Kalimantan Timur.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Gerbangtara menggandeng komunitas lokal dalam proses perawatan pohon serta menerapkan sistem monitoring berkala.

“Kami akan melaporkan perkembangan tanaman setiap kuartal dan di akhir program akan ada laporan dampak atau impact report. Jadi tidak hanya mengukur pertumbuhan pohon, tetapi juga dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat,” jelas Aie.

Sebagai tahap awal di Samarinda, sebanyak 100 pohon produktif ditanam di kawasan Desa Budaya Pampang.

Jenis tanaman yang dipilih meliputi rambutan, rambai, jambu, hingga petai yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Gerbangtara menegaskan jumlah penanaman pohon akan terus bertambah di sejumlah titik lain di Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang lebih hijau dan berkelanjutan. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S