PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melirik kepadatan lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan sebagai peluang ekonomi baru. Melalui rencana pembangunan pelabuhan singgah di kawasan Nenang atau Nipah-Nipah di wilayah pesisir Kecamatan Penajam.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan aktivitas pelayaran di Teluk Balikpapan saat ini semakin padat seiring berkembangnya kawasan industri di sekitar perairan tersebut. Hal ini juga diakui menjadi bahan diskusi antara Pemkab PPU dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam mengoptimalkan potensi daerah yang ada.
“Di Teluk Balikpapan itu banyak aktivitas batu bara, refinery, smelter, dan industri lainnya. Kalau tetap menggunakan jalur lama, benturan lalu lintas kapal akan semakin tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi PPU untuk menyediakan kawasan singgah bagi kapal tugboat dan tongkang sebelum memasuki jalur utama pelayaran industri.
“Karena posisinya berada di muara Teluk Balikpapan, kapal-kapal tugboat maupun tongkang yang melintas otomatis akan singgah di sana,” katanya.
Mudyat menjelaskan konsep pelabuhan yang disiapkan berbeda dengan pelabuhan eksisting yang selama ini lebih banyak melayani aktivitas bongkar muat batu bara dan crude palm oil (CPO).
“Yang kita dorong sekarang adalah pelabuhan singgah bagi kapal-kapal tugboat dan tongkang,” jelasnya.
Menurut dia, kapal-kapal tersebut nantinya dapat memanfaatkan fasilitas logistik yang disiapkan di kawasan pelabuhan, mulai dari pengisian kebutuhan pangan, air bersih, hingga kebutuhan operasional lainnya.
“Kapal induknya tetap beroperasi, sementara tugboat dan tongkang bisa bersandar di kawasan tersebut,” ujarnya.
Selain berada di jalur strategis pelayaran, kawasan Nenang–Nipah-Nipah juga dinilai memiliki kedalaman laut yang memadai untuk kapal berukuran besar.
“Perkiraannya hanya sekitar 200 sampai 300 meter dari bibir pantai sudah cukup dalam,” katanya.
Pemerintah daerah menilai keberadaan pelabuhan singgah tersebut dapat menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir sekaligus memperkuat posisi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ini peluang besar yang harus ditindaklanjuti karena dampaknya langsung terhadap peningkatan PAD daerah,” pungkas Mudyat.
Pewarta: Robbi Lalat







