Penajam Paser Utara – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam daftar calon lokasi prioritas Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Penetapan tersebut menyusul hasil asesmen dan verifikasi lapangan yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap sejumlah daerah pengusul.
Kepastian itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, 10–12 Juni 2026.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dr. Eko Susanto, bersama para kepala daerah yang menjadi calon lokasi Program SNT Tahun 2026.
Bupati PPU Mudyat Noor menghadiri langsung forum nasional tersebut bersama 25 kepala daerah lain yang menjadi calon lokasi penyelenggaraan program. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten PPU siap mendukung pelaksanaan Program SNT apabila ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi peserta didik dari seluruh wilayah PPU tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial.
“Kami menyambut baik Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Kabupaten PPU siap menjadi salah satu daerah percontohan. Sasaran utama kami adalah memastikan anak-anak berprestasi di setiap kecamatan, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar secara gratis,” tegas Mudyat Noor.
Ia menilai program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Melalui program itu, pemerintah berharap kesenjangan akses pendidikan antarwilayah dapat ditekan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi siswa berprestasi untuk memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto, membuka kegiatan yang membahas kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan terintegrasi tersebut.
Gogot menegaskan Program SNT dirancang sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
“SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan komitmen bersama lintas waktu dan lintas sektor. Pemerintah daerah berperan sebagai penggerak dan mitra strategis yang menjembatani kolaborasi serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayahnya,” jelasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



