Beranda blog Halaman 24

Bontang Fokus Turunkan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menargetkan angka stunting turun dari 17,4 persen menjadi 12,5 persen pada 2026 melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan intervensi berbasis data.

Target tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri Rapat Koordinasi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2026 di Kantor Wali Kota Bontang, Senin (18/5/2026).

Dalam arahannya, Agus Haris menegaskan penanganan stunting tidak boleh hanya sebatas laporan administratif, tetapi harus benar-benar dirasakan langsung masyarakat di lapangan.

“Kita ingin penanganan stunting ini benar-benar berjalan di lapangan, bukan hanya laporan administratif,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan Bontang memaparkan hasil penimbangan balita, capaian posyandu, hingga rencana validasi data stunting melalui pengukuran ulang dan timbang serentak pada Juni 2026 mendatang.

Pemerintah juga meminta para lurah lebih aktif melakukan kunjungan rumah terhadap balita yang belum mengikuti penimbangan agar seluruh data dapat diverifikasi secara akurat.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Foreswanto, menjelaskan penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada anak yang sudah mengalami gangguan tumbuh kembang, tetapi juga menyasar anak berisiko stunting melalui pendampingan sejak sebelum kehamilan.

Menurutnya, langkah tersebut diperkuat dengan perbaikan sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih, penerapan pola hidup sehat, hingga pencegahan paparan asap rokok di lingkungan keluarga.

Selain itu, Pemkot Bontang terus mendorong integrasi data melalui aplikasi Super S dan Si Rindu yang disinkronkan dengan Aksi Bangda agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran dan terpadu.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari penolakan imunisasi, pernikahan dini, hingga keterbatasan sumber daya manusia.

Karena itu, pemerintah memperkuat peran Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PKK, penyuluh KB, dan Tim Pendamping Keluarga untuk meningkatkan edukasi hingga tingkat kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Bontang juga memaparkan keberhasilan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), vitamin D, dan zinc di kawasan Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru.

Program tersebut disebut berhasil membantu 18 dari 25 anak keluar dari kategori stunting dan diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Kota Bontang. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Ular Piton Kerap Muncul Saat Banjir di Delineasi IKN

0

PENAJAM PASER UTARA – Seekor ular piton sepanjang lebih dari empat meter ditangkap warga RT 25 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, usai banjir melanda kawasan tersebut.

Kemunculan ular besar itu diduga berkaitan dengan luapan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.

Ketua RT 25 Desa Suka Raja, Waras Rahmad Abdillah, mengatakan ular piton tersebut ditemukan warga di dekat lokasi tambatan perahu yang biasa digunakan warga memancing ikan.

“Oleh-oleh banjir. Dekat kapal sana, di selatan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut warga setempat, kemunculan ular piton berukuran besar di kawasan itu bukan pertama kali terjadi saat banjir.

Ketua RT 21, Yusuf, menyebut ular piton sering tersangkut di jaring warga ketika debit air meningkat.

“Sudah empat kali ini terperangkap jaring ketika banjir,” jelasnya.

Demi menghindari hal-hal yang membahayakan warga, ular tersebut akhirnya dimusnahkan.

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Sepaku diguyur hujan deras disertai petir sejak Minggu malam hingga Senin dini hari yang menyebabkan sejumlah titik permukiman warga terendam banjir.

Bahkan pada Senin sore, hujan kembali turun cukup deras di kawasan tersebut.

Meski begitu, hingga malam hari sejumlah wilayah rawan banjir dilaporkan masih dalam kondisi aman.

Sekretaris Desa Bukit Raya, Adi Suryadi, mengatakan kondisi debit air di wilayah RT 1 Bukit Raya yang sebelumnya sempat terendam kini masih terkendali.

“Sore pak. Posisi air hari ini masih aman,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Otorita IKN dari Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam juga terlihat mendatangi lokasi banjir di RT 25 Desa Suka Raja untuk memantau kondisi lapangan pascabanjir. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pemkot Samarinda Nilai Asrama Baru Tingkatkan Kesejahteraan Polisi

0

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembangunan Asrama Tunggal Panaluan Presisi Polresta Samarinda yang diresmikan langsung oleh Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Andi Harun, pembangunan hunian modern bagi personel kepolisian tersebut bukan hanya sebatas proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol peningkatan kesejahteraan dan martabat anggota Polri di Samarinda.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Samarinda sejak awal memang berharap Kapolri hadir langsung meresmikan bangunan tersebut karena memiliki ikatan historis dengan proyek pembangunan asrama itu.

Pasalnya, Kapolri sebelumnya juga turun langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan tersebut pada tahun lalu.

“Kami dari Pemerintah Kota dan mewakili seluruh masyarakat Samarinda sangat mengharapkan Bapak Kapolri bisa hadir secara langsung di sini untuk meresmikan fasilitas ini. Karena beliau sendiri yang meletakkan batu pertama pembangunan asrama ini setahun yang lalu,” ujar Andi Harun, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga mengenang kondisi kawasan Jalan Gelatik sebelum dilakukan pembangunan.

Menurutnya, wilayah tersebut sebelumnya dikenal sebagai kawasan yang rawan banjir dan memiliki kondisi permukiman yang kurang layak bagi personel kepolisian.

Kini kawasan itu berubah menjadi hunian vertikal modern dengan fasilitas yang jauh lebih baik dan nyaman.

“Hari ini kita bisa menyaksikan bersama sebuah transformasi yang luar biasa dan sangat progresif. Tempat yang dulu sering tergenang air dan kumuh kini telah berubah total menjadi hunian vertikal yang sangat layak, bersih, dan nyaman bagi para perwira serta prajurit Polri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menilai pembangunan fasilitas hunian seperti asrama dan rumah susun akan memberikan dampak positif terhadap semangat kerja personel kepolisian.

Lingkungan tempat tinggal yang nyaman, menurutnya, akan membantu meningkatkan motivasi dan kualitas pelayanan aparat kepada masyarakat.

“Semoga hunian baru ini menjadi pemantik semangat baru, memotivasi, serta menambah daya juang pengabdian bagi seluruh personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Abdi
Editor: Agus S

Bontang Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Lewat Workshop Film

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah, khususnya di bidang perfilman dan industri kreatif digital.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat membuka Workshop Pembuatan Film Pendek di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Neni memberikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang yang dinilai aktif membuka ruang kreatif bagi generasi muda.

Menurutnya, workshop tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif lokal agar mampu berkembang lebih luas.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi upaya Dispopar dalam mendorong pengembangan SDM di bidang ekonomi kreatif. Saya berharap melalui kegiatan ini, anak-anak Bontang mampu menciptakan film-film pendek berkualitas yang membawa industri kreatif kita semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Neni berharap karya-karya yang lahir dari generasi muda Bontang nantinya tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Ia juga mengingatkan para peserta workshop untuk mengedepankan kreativitas dan orisinalitas dalam berkarya.

Menurutnya, Indonesia termasuk Kota Bontang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dijadikan inspirasi dalam produksi film maupun karya kreatif lainnya.

“Negara kita, khususnya daerah kita, sangat kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal yang bisa dieksplorasi lebih jauh. Jadikan kekayaan budaya itu sebagai inspirasi utama. Jangan menjadi plagiat, melahirkan karya yang otentik adalah kebanggaan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Workshop tersebut diharapkan mampu melahirkan sineas-sineas muda berbakat dari Kota Bontang sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Rupiah Berpotensi Kembali Melemah hingga Rp17.750 per Dolar AS

0

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah ditutup melemah 83 poin ke level Rp17.680 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.597.

Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan dolar AS dipicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, masih akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

“Penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan situasi global semakin panas setelah muncul laporan serangan drone di wilayah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, ditambah belum adanya tanda meredanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

“Serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik,” katanya.

Selain faktor eksternal, Ibrahim juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut sebagian masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dianggap tidak terlalu terasa.

Menurut Ibrahim, kondisi masyarakat desa saat ini sudah jauh lebih terbuka terhadap perkembangan ekonomi global karena akses teknologi dan informasi semakin merata.

“Kondisi masyarakat di desa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau Prabowo mengatakan orang desa tidak mengenal dolar AS,” ujarnya.

Ia menilai pernyataan kepala negara seharusnya dipersiapkan lebih matang agar tidak memunculkan persepsi negatif di tengah situasi pasar yang sensitif.

“Sangat disayangkan di sekitaran presiden terutama sekretaris kabinet tidak bisa mengarahkan pidato presiden sesuai dengan protokol yang sudah ada,” ucapnya.

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi bergerak di kisaran Rp17.680 hingga Rp17.750 per dolar AS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Samarinda Bergerak Siapkan Stadion Segiri Sesuai Standar AFC

SAMARINDA – Keberhasilan Borneo FC Samarinda memastikan tiket menuju kompetisi antarklub Asia mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pihaknya siap melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas Stadion Segiri agar memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC).

Menurut Andi Harun, keberhasilan Borneo FC tampil di level Asia menjadi momentum penting bagi dunia olahraga di Kalimantan Timur sekaligus kebanggaan masyarakat daerah.

Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya maksimal melakukan renovasi fasilitas stadion sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Ini adalah momentum besar bagi dunia olahraga kita. Oleh karena itu, kami akan berusaha seoptimal mungkin, mengerahkan kemampuan yang ada untuk memperbaiki infrastruktur di Stadion Segiri,” ujarnya kepada awak media, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pembenahan tetap harus disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah yang saat ini berjalan.

Meski begitu, Pemkot Samarinda tetap menargetkan sejumlah fasilitas penting dapat segera ditingkatkan agar Stadion Segiri lolos verifikasi AFC.

Andi Harun juga mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung kesiapan markas Borneo FC tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Borneo FC bukan hanya menjadi kebanggaan Samarinda, tetapi seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Borneo FC ini bukan lagi sekadar milik atau kebanggaan warga Kota Samarinda saja. Kehadiran sinergi yang kuat antara Pemkot dan Pemprov tentu akan sangat mempercepat pemenuhan fasilitas-fasilitas vital yang dibutuhkan di kawasan GOR Segiri ini,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Harun menyebut standar stadion untuk kompetisi AFC jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan pertandingan domestik.

Karena itu, sejumlah komponen utama stadion harus segera diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

Beberapa fasilitas yang menjadi prioritas pembenahan antara lain sistem penerangan stadion, kualitas rumput lapangan utama, fasilitas toilet penonton, hingga ruang ganti pemain.

“Beberapa fasilitas publik dan teknis yang mendesak untuk segera kita benahi bersama antara lain kualitas sistem penerangan atau lux lampu stadion, kualitas rumput lapangan utama, serta fasilitas pendukung lainnya seperti toilet penonton hingga ruang ganti pemain,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Abdi
Editor: Agus S

Tarif Retribusi Bontang Kuala Mulai Berlaku untuk Motor dan Bentor

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali mengaktifkan retribusi di kawasan wisata Bontang Kuala sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kebijakan tersebut disosialisasikan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi tindak lanjut retribusi Bontang Kuala yang digelar di Aula Kelurahan Bontang Kuala, Senin (18/5/2026).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan penerapan retribusi kini menggunakan skema tarif per kendaraan yang masuk ke kawasan pelataran Bontang Kuala.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung penataan kawasan wisata sekaligus menambah pemasukan daerah.

“Harapannya kebijakan retribusi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan pembangunan daerah,” ujar Eko.

Dalam sosialisasi tersebut, Dispopar turut memaparkan hasil kajian ulang berdasarkan proses mediasi yang sebelumnya dilakukan bersama sejumlah pihak terkait.

Pemerintah juga menerapkan beberapa relaksasi agar penerapan retribusi dapat diterima masyarakat dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Untuk tahap awal, pungutan retribusi difokuskan bagi pengunjung yang menuju kawasan Pelataran Bontang Kuala.

Adapun tarif yang diberlakukan sebesar Rp5 ribu untuk sepeda motor. Sementara untuk becak motor (bentor) dikenakan tarif Rp10 ribu apabila membawa penumpang lebih dari tiga orang.

Sedangkan bentor dengan jumlah penumpang di bawah empat orang dikenakan tarif Rp5 ribu.

Dispopar Bontang menilai penerapan retribusi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga pengelolaan kawasan wisata agar lebih tertata dan berkelanjutan. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Klinik Santo Borromeus Hadir di PPU, Mudyat Noor Dukung Penguatan Layanan Kesehatan

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat melalui pendirian Klinik Pratama Santo Borromeus Penajam di Kelurahan Maridan.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati PPU Mudyat Noor di rumah jabatan bupati, Senin (18/5/2026).

Penandatanganan prasasti itu menjadi simbol resmi hadirnya fasilitas kesehatan baru yang diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten PPU.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pemerintah daerah menyambut baik berdirinya Klinik Pratama Santo Borromeus sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyambut baik berdirinya Klinik St. Borromeus. Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” kata Mudyat Noor.

Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Pemkab PPU terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan, baik melalui fasilitas pengobatan maupun program edukasi kesehatan masyarakat.

Ia berharap Klinik Santo Borromeus dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya dalam pelayanan pengobatan, tetapi juga mendukung upaya promotif dan preventif melalui sosialisasi pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.

Selain menjadi simbol peresmian, penandatanganan prasasti tersebut juga menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pengelola klinik dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan inklusif.

Dengan hadirnya Klinik Pratama Santo Borromeus Penajam, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

“Pemerintah tentu berharap fasilitas kesehatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di PPU,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Diresahkan Warga, Arena Judi Sabung Ayam di Penajam Kembali Ditertibkan

PENAJAM PASER UTARA – Jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama unsur TNI, Satpol PP, dan pemerintah kecamatan menertibkan arena perjudian sabung ayam dan judi dadu di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe dan Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Senin (18/5/2026).

Penertiban dilakukan menyusul laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas perjudian yang diduga masih berlangsung di dua lokasi tersebut, terutama pada malam hari. Padahal, lokasi serupa diketahui pernah ditertibkan pada tahun 2025 lalu.

Operasi gabungan diawali apel bersama di Kantor Kecamatan Penajam yang dipimpin unsur Forkopimcam sebelum petugas bergerak menuju lokasi penertiban.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Penajam, Koramil Penajam, Satpol PP Kabupaten PPU, serta pemerintah Kecamatan Penajam. Hadir dalam kegiatan itu Camat Penajam Rahmat, Danramil Penajam Kapten Inf Imam Syafi’i, Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, Kabid Penertiban Umum Satpol PP Ali Sapada Tubo, beserta personel gabungan lainnya.

Lokasi pertama yang didatangi berada di RT 003 Kelurahan Lawe-Lawe. Di lokasi itu, petugas menemukan bangunan yang diduga digunakan sebagai arena perjudian sabung ayam dan judi dadu.

Untuk mencegah aktivitas serupa kembali beroperasi, petugas langsung membongkar dan memusnahkan bangunan tersebut dengan cara dibakar.

Selanjutnya, tim bergerak menuju RT 01 Desa Giripurwa. Di lokasi kedua ini, petugas kembali membongkar sejumlah bangunan yang diduga dijadikan arena perjudian sabung ayam, judi dadu, hingga warung kopi yang berada di sekitar lokasi perjudian.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin menegaskan penertiban tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktivitas perjudian di wilayah tersebut. Kami bersama unsur terkait berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat yang dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang terhadap praktik perjudian dalam bentuk apa pun karena dinilai dapat memicu tindak kriminalitas lainnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas perjudian maupun gangguan kamtibmas lainnya,” tambahnya.

Dengan penertiban tersebut, aparat berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus meminimalisir aktivitas perjudian di wilayah Kecamatan Penajam.

Penyunting: Robbi lalat

Monitoring JKN di PPU, Pemkab PPU Tegaskan Pelayanan Kesehatan Harus Optimal

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah PPU, Tohar, di Ruang Rapat Bupati PPU Kilometer 09 Nipah-nipah, Senin (18/5/2026), dan dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, DPRD, BPJS Kesehatan, hingga kepala puskesmas se-PPU.

Dalam rapat itu, Tohar menegaskan pentingnya evaluasi rutin terhadap pelaksanaan JKN agar berbagai persoalan pelayanan kesehatan dapat segera ditangani.

“Program JKN ini menyangkut perlindungan dasar masyarakat di bidang kesehatan. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan agar persoalan pelayanan bisa segera diperbaiki tanpa harus menunggu menjadi keluhan besar di masyarakat,” kata Tohar.

Menurutnya, evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui langsung berbagai kendala di lapangan, mulai dari kepesertaan BPJS, pelayanan rumah sakit dan puskesmas, hingga kualitas layanan tenaga kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta fasilitas layanan kesehatan demi meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Tohar turut menyoroti kedisiplinan tenaga medis, khususnya dokter organik di Rumah Sakit Ratu Aji Putri Botung (RAPB), agar tetap mengutamakan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Dokter organik harus memprioritaskan jam kerja dan pelayanan di rumah sakit daerah. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Selain itu, manajemen RSUD RAPB juga diminta terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Tohar berharap hasil monitoring dan evaluasi JKN tersebut dapat menjadi dasar perbaikan sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten PPU, baik dari sisi pembiayaan, kepesertaan, infrastruktur kesehatan, maupun ketersediaan tenaga medis.

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Pemkab PPU Nicko Herlambang, anggota DPRD PPU, Kepala BPKAD, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disnaker, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Balikpapan, kepala UPT puskesmas se-PPU, serta OPD terkait lainnya.

“Hasil evaluasi ini akan terus ditindaklanjuti melalui rapat berkala setiap tiga bulan agar peningkatan pelayanan kesehatan benar-benar berjalan optimal,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat