Beranda blog Halaman 23

Rekonstruksi Kasus Mangga Jadi Jawaban atas Isu Pengeroyokan

BONTANG — Satreskrim Polres Bontang menggelar rekonstruksi kasus pencurian mangga yang melibatkan mendiang RI bersama tersangka MT (23), Selasa (19/5/2026).

Dalam proses rekonstruksi tersebut, polisi memperagakan sebanyak 37 adegan guna mengungkap secara rinci kronologi kejadian dari awal hingga akhir peristiwa.

Saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian turut menghadirkan keluarga almarhum sebagai bentuk transparansi penyidik sekaligus menjawab isu yang beredar terkait dugaan penganiayaan terhadap korban sebelum meninggal dunia.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bontang, Markus Sihotang menegaskan korban murni terjatuh dari pohon dan tidak ditemukan adanya unsur pengeroyokan.

“Keluarga korban kami hadirkan secara langsung saat olah TKP, biar menjawab kalau tidak ada kekerasan ke korban. Sebab korban murni jatuh sendiri dari pohon, tidak ada dugaan pengeroyokan, malah warga bantu korban ke rumah sakit,” ungkapnya.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka MT memperagakan seluruh rangkaian kejadian berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan saksi yang sebelumnya telah dikumpulkan penyidik.

Polisi memastikan setiap adegan yang diperagakan telah disesuaikan dengan fakta hasil pemeriksaan di lapangan.

Selain untuk melengkapi berkas perkara, rekonstruksi itu juga bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai kejadian yang sebenarnya sekaligus memastikan tidak ada fakta yang ditutupi dalam proses penanganan kasus.

Sebelumnya, kasus tersebut sempat memicu perhatian publik usai beredar dugaan adanya aksi pengeroyokan terhadap korban sebelum meninggal dunia. Namun pihak kepolisian memastikan hasil penyelidikan menunjukkan korban mengalami kecelakaan setelah terjatuh dari pohon saat melakukan pencurian mangga. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Kasus Korupsi Bumdes Bumi Harapan Terus Bergulir, Kejari PPU Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik19mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

IKN Kantongi Investasi Rp72,39 Triliun, Aktivitas Ekonomi Mulai Tumbuh

NUSANTARA – Nilai investasi di Otorita Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan peningkatan. Hingga Mei 2026, total estimasi investasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tercatat mencapai Rp72,39 triliun.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap pembangunan Nusantara terus tumbuh seiring mulai terbentuknya ekosistem perkotaan di kawasan tersebut.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Dari total investasi tersebut, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni, sedangkan Rp12,10 triliun berasal dari fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga (K/L).

Secara keseluruhan, tercatat terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam kategori investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada kementerian/lembaga.

Troy menjelaskan, investasi yang masuk menunjukkan keterlibatan investor nasional maupun internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 kerja sama berasal dari investor asing dengan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri yang bergerak di berbagai sektor seperti hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Selain pembangunan fisik, aktivitas ekonomi di kawasan Nusantara juga mulai berkembang. Berbagai usaha makanan, minuman, hingga bisnis penunjang kebutuhan masyarakat mulai tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pekerja dan pengunjung di kawasan IKN.

Salah satu pelaku usaha yang mulai beroperasi di kawasan tersebut ialah Roti O. Kehadiran merek tersebut disebut menjadi salah satu indikator meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang IKN.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di sini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macam bakal di sini,” ujar Harfi selaku kepala toko Roti O di kawasan IKN.

Menurut Troy, masuknya investasi dan tumbuhnya aktivitas ekonomi menjadi penanda bahwa pembangunan IKN mulai bergerak menuju kehidupan kota yang lebih aktif dan berkelanjutan.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Program Cetak Sawah Jadi Momentum Transformasi Pertanian di Mahulu

0

UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan kontrak konstruksi cetak sawah Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Hotel The Margo, Kota Depok, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan program strategis nasional di sektor pertanian, khususnya pengembangan lahan sawah baru guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dalam kesempatan itu, Angela Idang Belawan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung program cetak sawah yang dinilai menjadi langkah penting menuju kemandirian pangan masyarakat.

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi langkah awal yang strategis agar program dapat berjalan optimal, termasuk di wilayah Mahakam Ulu yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memastikan program cetak sawah dapat berjalan secara optimal, termasuk di Kabupaten Mahakam Ulu. Kami menyadari tantangan di lapangan tidak ringan, baik dari aspek geografis, infrastruktur, maupun kesiapan sumber daya manusia,” ujarnya.

Meski demikian, Angela optimistis program tersebut dapat terlaksana dengan baik melalui dukungan pemerintah pusat, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan Kodim 0912 Kutai Barat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Namun demikian, dengan dukungan pemerintah pusat, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan TNI melalui Kodim 0912 Kutai Barat, kami optimistis program ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Angela menilai program cetak sawah bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum perubahan pola pikir masyarakat dalam sektor pertanian.

Ia menyebut sebagian masyarakat Mahulu selama ini belum memiliki tradisi bertani padi sawah. Namun melalui pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, pemerintah yakin masyarakat mampu beradaptasi dan berkembang.

“Program ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Angela juga mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu turut berperan aktif mendukung program tersebut demi keberhasilan bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

“Saya menghimbau seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk mendukung penuh pelaksanaan program cetak sawah ini. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penandatanganan MoU dan kontrak konstruksi ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan kegiatan cetak sawah melalui skema swakelola tipe II yang melibatkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Melalui program tersebut, diharapkan terjalin penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya melalui pengembangan lahan sawah baru di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

BPA Fair 2026 Tawarkan Kendaraan Mewah hingga Properti Rampasan Negara

0

JAKARTA — Kejaksaan Agung Republik Indonesia memastikan pemenang lelang dalam ajang BPA Fair 2026 akan memperoleh pendampingan hukum terkait administrasi aset yang dibeli, termasuk proses balik nama.

Jaksa Agung Muda Pengawasan, Rudi Margono mengatakan pendampingan tersebut diberikan agar peserta lelang tidak hanya menerima risalah lelang, tetapi juga memperoleh kepastian hukum atas aset yang dimenangkan.

“Pemenang lelang bukan hanya menerima risalah lelang, tapi didampingi secara hukum agar yang diserahkan nanti sudah balik nama pada pemenang lelang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat yang mengikuti lelang aset rampasan negara, baik berupa kendaraan, tanah, maupun barang bernilai tinggi lainnya.

Ia menilai pelayanan pasca-lelang perlu diperkuat agar masyarakat semakin percaya mengikuti lelang yang digelar Kejaksaan.

“Substansi dari BPA Fair ini bukan hanya sekadar terjual, tapi bermanfaat bagi Indonesia berkelanjutan dan menjadi penyumbang modal pembangunan,” katanya.

Rudi menjelaskan pengawasan di lingkungan Kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan penindakan atau penegakan disiplin, tetapi juga menjamin kualitas pelayanan, termasuk dalam proses pemulihan aset negara.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi memastikan seluruh barang lelang yang ditawarkan dalam BPA Fair 2026 berada dalam kondisi baik dan telah memiliki kepastian hukum.

Ia menegaskan seluruh aset yang dilelang bukan barang bermasalah karena proses hukumnya telah selesai.

Menurut Kuntadi, masyarakat yang membeli barang hasil rampasan negara juga ikut berkontribusi terhadap pemasukan negara karena hasil penjualannya akan masuk ke kas negara guna mendukung pembangunan nasional.

“Setelah dinyatakan sebagai pemenang dan melakukan pelunasan, risalah lelang akan diberikan dan bisa digunakan untuk mengurus administrasi berikutnya,” ujarnya.

BPA Fair 2026 sendiri menghadirkan ratusan aset rampasan negara yang dilelang kepada masyarakat, mulai dari kendaraan mewah, properti, hingga barang bernilai tinggi lainnya.

Seluruh proses lelang dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui platform resmi lelang pemerintah guna memastikan proses berjalan transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum bagi peserta. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Sapi Kurban Presiden di Bontang Alami Kenaikan Bobot dari Tahun Lalu

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026.

Sapi bantuan tersebut berasal dari peternak lokal di wilayah Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan Kota Bontang, Riyono mengatakan sapi bantuan presiden tahun ini merupakan milik peternak bernama Sutopo.

“Untuk sapi bantuan presiden tahun ini berasal dari peternak Sutopo di wilayah Tanjung Laut Indah,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, sapi yang dipilih memiliki bobot mencapai 732,5 kilogram dan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan serta penilaian sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah.

“Bobot sapi sekitar 732,5 kilogram,” katanya.

Terkait harga sapi, Riyono mengaku tidak mengetahui nominal pasti karena proses negosiasi dilakukan langsung oleh pihak Sekretariat Presiden dengan peternak.

“Kalau harga kurang tahu persis, karena orang Setpres yang langsung bernegosiasi dengan peternaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk lokasi penyembelihan, sapi bantuan presiden tersebut direncanakan dipotong di Masjid Agung Al Hijrah saat pelaksanaan Iduladha mendatang.

“Lokasi pemotongan di Masjid Agung Al Hijrah dan tentunya akan dibagikan dengan masyarakat sekitar,” tutupnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu sapi bantuan presiden untuk Bontang memiliki bobot sekitar 650 kilogram. Tahun ini bobot hewan kurban tersebut meningkat cukup signifikan. Adapun harga sapi bantuan presiden tahun sebelumnya diperkirakan berkisar Rp75 juta. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Branding Pariwisata Kaltim Lewat Media Digital Mulai Tuai Hasil

0

SAMARINDA — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan capaian positif dalam ajang nasional API Awards 2026. Berdasarkan pembaruan klasemen sementara per 15 Mei 2026, kategori Promosi Digital yang diwakili akun Instagram resmi Dispar Kaltim, @dinaspariwisatakaltim, sementara berada di posisi teratas.

Dalam data live voting dashboard API Awards 2026, Dispar Kaltim memimpin dengan perolehan 43,12 persen suara. Raihan tersebut unggul cukup jauh dibanding pesaing terdekat, yakni akun TikTok @rdroneJambi dari Kabupaten Merangin dengan 21,83 persen suara, serta akun @dinaspariwisata_d_emak dari Kabupaten Demak yang meraih 20,75 persen.

Capaian sementara tersebut menjadi sinyal positif bagi Kalimantan Timur dalam mempertahankan dukungan publik pada ajang penghargaan pariwisata tingkat nasional itu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi mengatakan hasil sementara tersebut menjadi bukti dukungan masyarakat terhadap promosi pariwisata Kaltim yang selama ini terus digencarkan melalui platform digital.

“Alhamdulillah, posisi sementara ini menjadi penyemangat bagi kami. Tapi perjuangan belum selesai. Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan agar Kalimantan Timur bisa mempertahankan posisi terbaik hingga akhir masa voting,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Hal senada disampaikan Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan strategi promosi digital daerah mulai mendapat perhatian positif dari publik nasional.

“Ini bukan hanya kemenangan Dispar, tetapi juga kemenangan masyarakat Kalimantan Timur yang ikut terlibat mempromosikan daerahnya sendiri,” katanya.

Ajang Anugerah Pesona Indonesia Awards 2026 sendiri merupakan penghargaan pariwisata tahunan berskala nasional yang memberikan apresiasi kepada destinasi, promosi, serta inovasi daerah di sektor pariwisata.

Selain kategori Promosi Digital, Kalimantan Timur juga mengirimkan sejumlah nominasi lain dalam API Awards 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat branding daerah di tingkat nasional.

Meski saat ini masih berada di posisi puncak klasemen sementara, proses pemungutan suara terus berlangsung. Dispar Kaltim kembali mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar Kalimantan Timur mampu mempertahankan keunggulan hingga pengumuman final nanti. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Penunjukan Wakil Ketua DPRD Bontang Dinilai Strategis bagi Politik Daerah

0

BONTANG — Kekosongan kursi Wakil Ketua DPRD Kota Bontang yang ditinggalkan almarhum H. Maming mulai menemui titik terang. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bontang kini disebut tinggal menunggu keputusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait kader yang akan mengisi posisi strategis tersebut.

Dua nama yang mencuat sebagai kandidat kuat yakni Joni Alla Padang dan Winardi. Keduanya diketahui telah mengikuti tahapan fit and proper test di tingkat pusat.

Joni Alla Padang membenarkan dirinya masuk dalam daftar usulan partai untuk menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Bontang. Ia menyebut seluruh tahapan internal partai telah dijalani dan kini tinggal menunggu keputusan resmi DPP.

“Proses di internal partai sudah berjalan, termasuk uji kelayakan di pusat. Sekarang kami tinggal menunggu keputusan resmi saja dari DPP,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Penentuan pimpinan DPRD dari PDIP menjadi perhatian karena posisi Wakil Ketua DPRD dinilai memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik parlemen daerah, mulai dari memimpin agenda rapat hingga pembahasan anggaran dan komunikasi politik dengan Pemerintah Kota Bontang.

Joni menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP PDIP. Menurutnya, partai memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan figur yang dianggap paling tepat mengisi jabatan tersebut.

“Semua keputusan merupakan kewenangan partai. Kami sebagai kader siap menjalankan apa yang nantinya diputuskan,” tambahnya.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa calon pengganti almarhum H. Maming berasal dari peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan Bontang Selatan. Namun hingga kini, proses tersebut masih menunggu persetujuan dari DPP partai.

Sejumlah faktor disebut menjadi bahan evaluasi internal, mulai dari rekam jejak kader, loyalitas partai, hingga kebutuhan organisasi politik ke depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, DPP PDIP telah menggelar rapat pleno guna membahas dua agenda sekaligus, yakni penetapan PAW dan penunjukan Wakil Ketua DPRD Bontang. Hasil keputusan diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Bontang Mulai Siapkan Regulasi Penyangga IKN Lewat RTRW Baru

0

BONTANG – DPRD Kota Bontang menggelar rapat kerja pembahasan delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), terdiri atas enam usulan Pemerintah Kota Bontang dan dua Raperda inisiatif DPRD, Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara. Dalam forum tersebut, Neni Moerniaeni menyampaikan pendapat pemerintah terhadap dua Raperda inisiatif DPRD, sementara enam fraksi DPRD memberikan pemandangan umum terhadap enam Raperda usulan pemerintah daerah.

Sitti Yara menjelaskan, enam Raperda usulan pemerintah daerah meliputi penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, perubahan pengelolaan barang milik daerah, hingga penyertaan modal kepada PT Bontang Migas dan Energi.

Selain itu, terdapat pula Raperda tentang penyelenggaraan penanaman modal, pemberian insentif bagi pendidik swasta dan non-ASN, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Sementara DPRD Bontang menginisiasi dua Raperda, yakni tentang Kepemudaan dan Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri.

“Agenda rapat kerja DPRD hari ini adalah pendapat Wali Kota Bontang terhadap dua Raperda inisiatif DPRD Kota Bontang dan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bontang terhadap enam Raperda inisiatif Pemerintah Kota Bontang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Neni Moerniaeni mengapresiasi DPRD Bontang yang dinilai telah menjalankan fungsi pembentukan peraturan daerah dengan baik.

Menurutnya, terhadap dua Raperda inisiatif DPRD, Pemkot Bontang memberikan sejumlah masukan konstruktif agar materi aturan tetap selaras dengan kewenangan daerah dan ketentuan perundang-undangan nasional.

Khusus terkait Raperda Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri, Neni meminta fokus pengaturan diarahkan pada kewajiban perusahaan industri sebelum maupun saat masa tanggap darurat.

“Diharapkan kerja sama antara Pemerintah Kota dan DPRD dalam pembentukan perda semakin berkualitas sehingga mampu menjadi landasan regulasi pelaksanaan pemerintahan daerah,” katanya.

Sementara dalam sesi pemandangan umum, enam fraksi DPRD secara bulat menyatakan dukungan terhadap enam Raperda usulan Pemkot Bontang.

Meski demikian, sejumlah catatan penting turut disampaikan fraksi-fraksi, di antaranya terkait penyediaan fasilitas ramah disabilitas dalam Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain itu, fraksi DPRD juga menyoroti pentingnya perlindungan kawasan pesisir dalam revisi RTRW Kota Bontang Tahun 2026–2045.

Pengembangan tata ruang wilayah ke depan juga diminta mampu menyesuaikan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara mengingat posisi strategis Kota Bontang sebagai daerah penyangga kawasan tersebut.

Adapun fraksi yang menyampaikan pandangan umum yakni Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS Bersama NasDem, serta Fraksi Amanat Demokrat Bergelora. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Tradisi Nasihat Adat Dayak Kenyah Diperkenalkan Lewat Forum Budaya

0

BALIKPAPAN – Lembaga Adat Dayak Kenyah Kota Balikpapan menggelar kegiatan adat bertajuk “Katuk Adat Ngan Alaq Tawai” di Hotel The New Bena Kutai, Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan barang adat, pakaian adat, aksesoris, hingga atribut adat Dayak Kenyah agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penggunaannya.

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh adat Dayak, di antaranya Firminus Kunum, Viktor Juan, Gun Ingan, Abriantinus, serta Lampang Bilung.

Turut hadir pula perwakilan instansi pemerintah, sanggar seni, dan para sesepuh adat Dayak dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan tersebut, para tokoh adat menyampaikan wejangan mengenai filosofi adat, seni, dan budaya Dayak Kenyah yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan alam serta Sang Pencipta.

Ketua Adat Dayak Kenyah Kota Balikpapan, Lampang Bilung menjelaskan bahwa “Katuk Adat Ngan Alaq Tawai” memiliki makna mendalam dalam tradisi Dayak Kenyah.

“‘Katuk’ artinya nasihat adat, ‘Ngan’ berarti dan, sedangkan ‘Alaq Tawai’ adalah orang yang pernah dinasihati atau dipulihkan kembali semangatnya. Ini tradisi adat Dayak Kenyah dalam memberikan nasihat serta penyelesaian persoalan secara arif dan bermartabat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi terkait makna dan filosofi berbagai atribut adat, termasuk bentuk topi adat Dayak Kenyah agar tidak disalahgunakan atau dipahami secara keliru.

“Tadi kami memberikan pengetahuan mengenai makna beberapa bentuk topi adat Dayak Kenyah supaya tidak ada lagi informasi simpang siur. Semua harus dipahami dengan komunikasi yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, dalam budaya Dayak Kenyah, nilai persaudaraan dan perdamaian menjadi prinsip utama dalam kehidupan masyarakat adat.

Karena itu, setiap prosesi penyambutan tamu yang menggunakan simbol adat seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak yang memahami adat istiadat Dayak Kenyah.

“Kami selalu membuka ruang diskusi supaya tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan simbol adat, karena setiap atribut memiliki makna tersendiri,” tambahnya.

Dalam prosesi acara juga dilakukan penyerahan dua mandau dari pihak sanggar seni sebagai simbol persaudaraan dan hubungan baik antarsesama masyarakat adat.

“Mandau bukan sekadar senjata tradisional, tetapi simbol perekat hubungan persaudaraan dan jembatan hubungan baik,” tutup Lampang Bilung. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S