Beranda blog Halaman 23

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab PPU Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan tersebut diharapkan menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Ajakan itu disampaikan Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Margono Hadi Sutanto saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalur II depan RSUD Aji Putri Botung, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PPU Suko Haryono, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU Hadi Saputro, jajaran perangkat daerah, serta ratusan petugas lapangan.

Margono mengatakan Pemkab PPU mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda statistik nasional. Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus akan menjadi bahan penting dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.

“Sensus Ekonomi menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis data. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang faktual, akurat dan jujur kepada petugas sensus. Semakin baik data yang dihimpun, semakin tepat pula kebijakan yang akan diambil pemerintah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi tidak hanya sebatas proses pendataan, tetapi juga menjadi upaya pemerintah untuk mengetahui kondisi sektor usaha, termasuk perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Margono juga meminta masyarakat tidak khawatir memberikan data kepada petugas lapangan. Ia menegaskan petugas yang melakukan pendataan merupakan petugas resmi BPS dan informasi yang dihimpun digunakan untuk kepentingan statistik.

“Kami berharap masyarakat menerima petugas sensus dengan baik, sehingga proses pendataan berjalan dengan lancar dan target pelaksanaan dapat tercapai sesuai jadwal,” terangnya.

Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di PPU, kegiatan pencanangan ditandai dengan pemukulan gong oleh Margono bersama Kepala BPS PPU, unsur Forkopimda, dan Asisten II.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama, penyematan atribut petugas sensus secara simbolis, serta simulasi pendataan terhadap pelaku UMKM di kawasan CFD.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan gambaran kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten PPU Suko Haryono mengatakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan di lokasi CFD agar sosialisasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Sebanyak 191 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan seluruh aktivitas usaha nonpertanian di Kabupaten PPU secara langsung dari rumah ke rumah.

“Kami menghimbau seluruh pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap serta jujur. Seluruh data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistis,” jelasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Polri Bentuk Polresta IKN, AKBP Supriyanto Ditunjuk Sebagai Kapolres Pertama

NUSANTARA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjuk AKBP Supriyanto sebagai Kapolresta Ibu Kota Nusantara (IKN). Penunjukan tersebut dilakukan saat pembangunan kantor permanen Polresta IKN masih berlangsung di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

Untuk sementara, aktivitas pelayanan dan operasional Polresta IKN dilakukan di gedung sementara yang berada di seberang RS Hermina Nusantara. Bangunan tersebut menggunakan konsep modular berbahan baja kontainer hingga kantor utama selesai dibangun.

Penunjukan AKBP Supriyanto tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP./2026. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolresta IKN, Supriyanto menjabat Wakil Direktur Polisi Perairan dan Udara (Wadirpolairud) Polda Kalimantan Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pembentukan Polresta IKN merupakan langkah penyesuaian organisasi kepolisian terhadap perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Selain pembentukan Polresta IKN, Polri juga membentuk empat Polres Tipe D di sejumlah daerah serta meningkatkan status delapan Polres menjadi Polresta. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rotasi, mutasi, dan promosi terhadap 1.121 perwira tinggi dan perwira menengah Polri melalui tujuh surat telegram tertanggal 25 Juni 2026.

Pembangunan kantor permanen Polresta IKN sebelumnya telah dimulai melalui peletakan batu pertama pada Mei 2026. Gedung tersebut berada di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, tidak jauh dari kawasan Rusun BIN/Polri.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menyebut keberadaan Polresta IKN merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap pembangunan ibu kota baru sekaligus memperkuat pelayanan keamanan bagi masyarakat.

“Kehadiran institusi kepolisian di wilayah Sepaku diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, memberikan rasa aman, serta menjadi cikal bakal pengembangan pelayanan kepolisian yang lebih besar di Ibu Kota Nusantara,” jelas Kapolda.

Pada tahap awal operasional, Polresta IKN akan diperkuat sekitar 80 personel yang bertugas menjalankan fungsi pelayanan masyarakat, pengamanan wilayah, serta mendukung aktivitas pemerintahan dan pembangunan di kawasan IKN.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas kepolisian di IKN menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di kawasan ibu kota baru.

Dengan terbentuknya Polresta IKN, struktur pelayanan kepolisian di kawasan Nusantara mulai diperkuat seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan persiapan operasional pemerintahan di IKN.

“Pembangunan ini menjadi fondasi penting bagi hadirnya pelayanan kepolisian di IKN. Kami berharap seluruh proses berjalan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kualitas, serta mampu mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di masa depan,” tandasnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional MLAA 2026

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik27juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Perumdam Tirta Sendawar Dorong Generasi Muda Jadi Agen Edukasi Air Bersih

0

SENDAWAR – Perumdam Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat menggelar malam Pemilihan Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026 yang dirangkai dengan Fashion Show di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Jumat (26/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) VII Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Kalimantan Timur, di mana Kabupaten Kutai Barat dipercaya menjadi tuan rumah.

Para finalis tampil di hadapan dewan juri dan masyarakat. Penilaian tidak hanya didasarkan pada penampilan, tetapi juga wawasan, kemampuan komunikasi, serta karakter yang mencerminkan nilai-nilai pelayanan Perumdam Tirta Sendawar.

Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengatakan duta yang terpilih akan menjadi wajah sekaligus representasi Perumdam dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelayanan air minum.

“Duta Perumdam yang terpilih nantinya akan menjadi ambassador Perumdam Tirta Sendawar. Mereka diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pelayanan air minum, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara Perumdam dengan masyarakat,” ujarnya.

Untung berharap para duta mampu menjadi generasi muda yang berkarakter, komunikatif, dan inspiratif.

“Mereka akan menjadi mitra strategis Perumdam dalam memberikan edukasi, memperkuat citra pelayanan, dan mengajak masyarakat mendukung pengelolaan air minum yang berkelanjutan di Kutai Barat,” tandasnya.

Adapun hasil Pemilihan Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026 sebagai berikut:

– Duta Putra 2026: Paranael
– Duta Putri 2026: Zenia Asmara Syahri
– Wakil I Putra: Steven Antoni Mikael
– Wakil I Putri: Agita Guena Martha
– Wakil II Putra: Markael Gabriel
– Wakil II Putri: Tiara Radisti
– Best Intelegensia: Rizki Ahmad
– Duta Favorit 2026: Forlita Anastasia Yosephine

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Golkar Bontang Bidik Kemenangan Lebih Besar pada Pemilu Mendatang

0

BONTANG – Ketua DPD Partai Golkar Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengenang perjalanan kepemimpinannya selama lima tahun terakhir yang diwarnai berbagai tantangan politik. Meski sempat menghadapi dinamika internal maupun eksternal, ia menilai kerja keras seluruh kader berhasil membawa Partai Golkar bangkit dan memperkuat posisinya di Kota Bontang.

Perjalanan kepemimpinan Andi Faiz tercermin dari hasil Pemilihan Legislatif (Pileg). Saat pertama kali memimpin DPD Partai Golkar Bontang pada 2019, partai hanya meraih lima kursi di DPRD Bontang. Pada Pileg 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh kursi untuk periode 2024–2029.

Tak berhenti di situ, Andi Faiz memasang target lebih tinggi dengan membidik sembilan kursi DPRD Bontang pada Pileg 2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Partai Golkar di parlemen.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD Partai Golkar Kota Bontang, Andi Faiz menjadi satu-satunya kader yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bontang periode berikutnya.

Saat menyampaikan sambutan dalam Musda VIII, Andi Faiz mengungkapkan bahwa ketika pertama kali dipercaya memimpin partai pada 2019, kondisi Golkar tidaklah mudah. Saat itu, Golkar baru saja mengalami kekalahan pada pemilihan kepala daerah.

“Lima tahun lalu perjuangan seluruh kader Partai Golkar di Bontang begitu berat. Saya menjadi ketua partai dengan berbagai tantangan, di mana saat itu Partai Golkar kalah dalam pemilihan kepala daerah,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengaku banyak pihak meragukan kekuatan Partai Golkar saat itu. Namun, dukungan dari jajaran DPD Partai Golkar Kalimantan Timur menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu menjalankan amanah sebagai ketua.

“Untuk pengurus DPD I Provinsi Kaltim, Bapak Gubernur, dan terkhusus Pak Sekjen yang saat itu mendukung saya, membesarkan saya, dan memberikan amanah menjadi Ketua Golkar Bontang lima tahun lalu, saya sampaikan rasa terima kasih,” katanya.

Menurut Andi Faiz, hasil kerja keras seluruh kader mulai terlihat. Ia menilai soliditas partai menjadi modal utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.

“Alhamdulillah kita bisa melihat sendiri bagaimana kerja keras kita bersama, selalu solid untuk Bontang,” ucapnya.

Ia menegaskan Partai Golkar memilih fokus memberikan manfaat kepada masyarakat daripada menanggapi berbagai isu yang berkembang.

“Tidak ada yang perlu diragukan. Kita menebarkan semua kebaikan dan manfaat kepada masyarakat. Insyaallah masyarakat yang menilai. Semakin tinggi dan semakin besar pohon, tentu semakin besar tantangannya,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S.
Editor: Agus S.

Tes Fisik Jadi Acuan Tingkatkan Performa Atlet Pencak Silat Samarinda

SAMARINDA – Tim Pencak Silat Kota Samarinda terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang. Salah satu tahapan yang dijalani adalah tes fisik bagi seluruh atlet di Gedung Silat Folder, Samarinda, Sabtu (27/6/2026).

Tes fisik tersebut bertujuan mengukur tingkat kebugaran, daya tahan, kekuatan, kecepatan, hingga kemampuan fisik para atlet sebagai dasar evaluasi tim pelatih dalam menyusun program latihan berikutnya. Hasil pengukuran akan menjadi acuan untuk menyesuaikan intensitas latihan agar setiap atlet mencapai performa terbaik saat tampil di Porprov.

Selain aspek teknik dan fisik, pembinaan atlet juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kedisiplinan sebagai fondasi utama meraih prestasi.

Ketua Komisi Disiplin Tim Pencak Silat Samarinda, Imam Nawawi, menegaskan disiplin menjadi faktor penting yang membedakan atlet berprestasi dengan atlet yang gagal berkembang.

“Orang yang disiplin memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dibandingkan orang yang berbakat tetapi malas dan tidak disiplin. Di dalam disiplin terdapat konsistensi, dan konsistensi dalam berlatih akan menghasilkan peningkatan kemampuan secara bertahap. Atlet yang terus berlatih dengan tekun dapat mengalahkan mereka yang hanya memiliki semangat besar, tetapi tidak mampu menjaganya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran pelatih yang dipimpin Pelatih Senior Supiansjah bersama Lembaga Pelatih Asrul Rosyidi terus memberikan pendampingan intensif agar setiap atlet berkembang sesuai target yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) yang dikomandoi Hendra Wakhyu Hidayat memastikan seluruh program latihan disusun berdasarkan hasil evaluasi yang terukur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding.

Melalui rangkaian persiapan yang sistematis dan disiplin latihan yang terus dijaga, Tim Pencak Silat Samarinda optimistis mampu tampil kompetitif sekaligus mempertahankan tradisi prestasi pada Porprov Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kapolda Optimistis Kaltim Jadi Pusat Pengembangan Olahraga Padel

SAMARINDA – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro resmi membuka Kapolda Kaltim Padel Cup 2026 di Lapangan Aubry Padel, Jalan Juanda 6, Samarinda, Sabtu (27/6/2026).

Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut diikuti 506 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kejuaraan berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2026, dengan mempertandingkan enam kategori, yakni Men Open, Mixed Amateur, Silver, Men Bronze, Men Lower Bronze, dan Women Lower Bronze.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro mengatakan Kalimantan Timur mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kejuaraan nasional yang masuk dalam kalender resmi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).

“Ini adalah salah satu kalender PBPI. Nilai poinnya paling tinggi untuk kejuaraan level nasional yang ada di PBPI, yakni 240 poin. Ini membuktikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan olahraga padel di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Endar, perkembangan olahraga padel yang semakin pesat, khususnya di kalangan generasi muda, perlu didukung dengan kompetisi yang berkualitas. Melalui kejuaraan ini diharapkan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Turnamen ini juga diikuti atlet dari berbagai provinsi, termasuk Pulau Jawa dan Makassar. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan Kapolda Kaltim Padel Cup 2026 telah menjadi salah satu ajang yang diperhitungkan dalam kalender kompetisi padel nasional.

“Kejuaraan ini juga menjadi sarana silaturahmi. Kami percaya hubungan yang terjalin melalui olahraga dapat menjadi modal positif dalam menjaga situasi keamanan dan kondusivitas di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang berkelanjutan. Ia optimistis pembinaan yang konsisten akan mampu melahirkan atlet-atlet padel berprestasi dari Kalimantan Timur.

Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekosistem olahraga padel yang semakin berkembang di Kalimantan Timur.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Ditresnarkoba Kaltim Dorong Penanganan Narkoba dari Hulu hingga Hilir

0

BALIKPAPAN – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur menerapkan strategi baru dalam penanganan tindak pidana narkotika. Pendekatan yang sebelumnya berfokus pada penegakan hukum kini diperluas melalui upaya pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi secara terintegrasi.

Perubahan strategi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Kaltim agar penanganan kasus narkotika tidak hanya berorientasi pada proses hukum, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, mengatakan sejak 2026 pihaknya mengimplementasikan tiga strategi utama, yakni edukasi masif mengenai bahaya narkoba, strategi preventive strike untuk mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika, serta penguatan layanan adiksi dan rehabilitasi bagi penyalahguna.

“Salah satu implementasi strategi preventive strike adalah evaluasi Program Kampung Bebas Narkoba,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Program yang pertama kali diluncurkan pada 2023 di kawasan Jalan Pesut itu kini dievaluasi secara menyeluruh. Ditresnarkoba bersama jajaran Polresta turun langsung meninjau posko Kampung Bebas Narkoba di kantor kelurahan sekaligus berdialog dengan lurah, ketua RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Menurut Romylus, keberhasilan program tersebut ke depan tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Selain itu, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan perempuan. Dalam penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), proses pemeriksaan dilakukan dengan prosedur khusus yang mengedepankan perlindungan hak-hak mereka.

Sebagai bentuk komitmen, Polda Kaltim juga tengah menyiapkan ruang pemeriksaan yang ramah anak dan ramah perempuan.

Di sisi lain, pendekatan rehabilitasi terus diperkuat melalui reaktivasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Dari 35 IPWL yang tersebar di Kalimantan Timur, sebagian besar sebelumnya belum beroperasi secara optimal.

“Untuk mengatasinya, Ditresnarkoba Polda Kaltim menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melakukan reaktivasi seluruh IPWL. Program yang telah berjalan sekitar tiga pekan itu mulai menunjukkan hasil,” jelasnya.

Untuk pertama kalinya sejak 2011, kepolisian berhasil merujuk seorang penyalahguna narkotika melalui mekanisme rehabilitasi wajib ke Puskesmas Mekarsari, Balikpapan. Sebelumnya, fasilitas kesehatan tersebut hanya melayani rehabilitasi secara sukarela.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menghidupkan kembali seluruh IPWL di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat penyelamatan penyalahguna narkotika melalui pendekatan rehabilitatif, sejalan dengan semangat keadilan restoratif dalam penanganan perkara narkotika.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Skrining dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Eliminasi TB-HIV

0

SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus memperkuat strategi penemuan kasus aktif tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui skrining secara masif. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengobatan sekaligus memutus rantai penularan, terutama pada kelompok usia produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, mengatakan indikator keberhasilan penanganan TB dan HIV bukan semata-mata dilihat dari menurunnya jumlah kasus, tetapi dari kemampuan menemukan penderita lebih cepat agar segera mendapatkan pengobatan.

“Prinsip di Kementerian Kesehatan adalah penemuan penderita. Semakin cepat ditemukan melalui skrining, maka semakin cepat pula diobati. Jadi jangan dibalik pemahamannya,” ujarnya.

Menurut Ismed, peningkatan jumlah kasus yang tercatat dari tahun ke tahun tidak selalu menunjukkan kondisi yang semakin buruk. Hal itu justru menandakan sistem deteksi dini berjalan lebih optimal.

“Kalau angka penderita meningkat, itu karena skrining kita semakin kuat. Dengan skrining yang baik, penderita lebih cepat diketahui sehingga pengobatan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan mayoritas kasus TB maupun HIV yang ditemukan di Samarinda berasal dari kelompok usia produktif, yakni sekitar 20 hingga 40 tahun.

“Kalau dari data yang ada, baik TB maupun HIV, mayoritas ditemukan pada usia produktif,” katanya.

Hingga pertengahan tahun 2026, Dinkes Samarinda mencatat sekitar 184 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, lebih dari 140 orang telah menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Penemuan kasus baru sampai Juni sekitar 184 kasus, dan yang sudah menjalani pengobatan sekitar 140 orang,” ungkapnya.

Berdasarkan faktor risiko, Ismed menyebut penularan HIV di Samarinda masih didominasi melalui hubungan seksual berisiko, termasuk pada kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL). Menurutnya, pola tersebut juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau dilihat berdasarkan faktor risiko, yang terbesar memang berasal dari perilaku seksual berisiko. Hampir sama dengan tren nasional,” ujarnya.

Selain memperkuat skrining, Dinkes juga terus mengedukasi keluarga pasien, khususnya penderita TB, agar memahami cara mencegah penularan di lingkungan rumah.

“Kalau ada penderita TBC di dalam rumah, keluarga harus diberikan edukasi bagaimana berinteraksi dengan aman agar penularan bisa dicegah,” katanya.

Ismed menegaskan TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Karena itu, masyarakat diminta tidak memberikan stigma kepada penderita dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati. Kuncinya adalah skrining dan kepatuhan menjalani pengobatan,” tegasnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Legislator Samarinda Ingatkan Pentingnya Pencegahan Penularan HIV

0

SAMARINDA – Lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Samarinda yang berdasarkan hasil skrining didominasi kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) mendapat perhatian Komisi IV DPRD Kota Samarinda. DPRD kini mengkaji berbagai langkah pencegahan, mulai dari penguatan regulasi hingga wacana penyediaan fasilitas rehabilitasi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan hasil skrining Dinas Kesehatan menunjukkan kelompok LSL menjadi penyumbang tertinggi penularan HIV di Samarinda. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.

“Ini menjadi perhatian kita. Ketika melakukan kunjungan di beberapa daerah, termasuk di Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Kutai Timur, hasil skrining menunjukkan penularan tertinggi saat ini justru pada kelompok LSL. Termasuk di Kota Samarinda. Ini menjadi warning bagi kita,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Ismail, fenomena tersebut harus ditangani melalui pendekatan kesehatan masyarakat, edukasi, dan upaya pencegahan agar angka penularan tidak terus meningkat.

“Jangan sampai kemudian ada normalisasi perilaku yang berisiko terhadap penularan penyakit. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat upaya pencegahan dan penanganannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memutus rantai penularan, mengingat sebagian besar kasus terjadi pada usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi.

Karena itu, Komisi IV mengusulkan pembentukan fasilitas rehabilitasi sebagai salah satu alternatif pendampingan bagi pengidap HIV agar memperoleh layanan kesehatan, pembinaan, dan edukasi secara berkelanjutan.

“Makanya ada usulan bagaimana kalau dibuat panti rehabilitasi. Tujuannya agar mereka mendapatkan penanganan, pembinaan, dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah penularan,” jelasnya.

Selain itu, DPRD Samarinda juga membuka peluang menyusun regulasi daerah yang berorientasi pada penguatan upaya pencegahan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Menurut Ismail, regulasi tersebut lebih diarahkan pada sanksi administratif dan peningkatan kepatuhan terhadap layanan kesehatan, bukan pidana.

“Kalau kita bicara Perda, bukan soal sanksi pidana, tetapi bagaimana mendorong pencegahan. Yang kita inginkan adalah penularannya tidak semakin meluas,” katanya.

Ia menyebut jumlah kasus HIV di Kota Samarinda saat ini telah mencapai sekitar 4.000 kasus sehingga diperlukan langkah yang lebih komprehensif melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.