PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) mulai melakukan uji coba penanaman padi varietas unggul Gamagora 7 di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam.
Program tersebut menjadi bagian dari Sekolah Inovasi Desa (SID) yang digagas Pemkab PPU bersama UGM melalui konsep “Satu Desa Satu Inovasi” atau One Village One Innovation yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain mendorong inovasi desa, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Varietas Gamagora 7 yang dikembangkan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada disebut memiliki kemampuan tumbuh di lahan basah maupun lahan kering tadah hujan sehingga dinilai cocok untuk kondisi pertanian di wilayah PPU.
Padi tersebut juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang cokelat, hawar daun, dan penyakit blas, dengan masa panen relatif singkat sekitar 104 hingga 119 hari serta produktivitas mencapai 7,95 sampai 9,8 ton per hektare.

Ketua KAGAMA Kaltim, Laku Faudzul Idhi, mengatakan pihaknya mendukung penuh program inovasi desa tersebut, termasuk mendampingi petani mulai dari proses penanaman hingga pascapanen.
“Kami sangat mendukung program inovasi desa ini. KAGAMA Kaltim berkomitmen penuh mendampingi petani Desa Sidorejo, mulai dari uji coba penanaman hingga pendampingan pascapanen, untuk memastikan keberhasilan program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten PPU yang mewakili Pemkab PPU menyebut program tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun kemandirian desa melalui inovasi berbasis potensi lokal, khususnya di sektor pertanian.
“Program ini sejalan dengan visi kami untuk membangun kemandirian dan daya saing desa melalui inovasi lokal berbasis potensi desa, khususnya di sektor pertanian,” katanya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan alumni UGM tersebut diharapkan dapat menjadi langkah percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan di PPU.
Kepala Desa Sidorejo, Darisugi, menyambut baik uji coba padi Gamagora tersebut. Ia berharap varietas itu benar-benar mampu beradaptasi dengan kondisi lahan pertanian di wilayahnya.
Menurutnya, Desa Sidorejo merupakan desa agrobisnis dengan sekitar 70 persen warganya bekerja sebagai petani dan memiliki potensi lahan pertanian produktif seluas 318 hektare yang dikelola melalui tim Brigade Pangan.
“Kami menyambut baik adanya uji coba padi Gamagora. Mudah-mudahan varietas ini benar-benar tahan kering dan produksinya melimpah, sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan sekaligus mendukung ketahanan pangan di desa kami,” tutupnya.
Pewarta: Robbi Lalat

