Beranda blog Halaman 26

Polda Kaltim Dalami Belasan Nama Polisi dalam Voice Note Viral

BALIKPAPAN – Kasus dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam jaringan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Diki, kini menghadapi ancaman pidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sekaligus proses etik internal Polri yang berujung pada ancaman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menegaskan proses hukum terhadap AKP Diki dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Kami sampaikan apa yang sudah dilakukan terhadap perilakunya. Dia harus bertanggung jawab di pidananya, dan dia juga bertanggung jawab selaku anggota Polri melalui Kabid Propam,” ujar Romylus saat konferensi pers di Mapolda Kaltim.

Menurut Romylus, perkara yang menjerat AKP Diki merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan bandar besar narkotika di wilayah Sanga-Sanga.

Kasus bermula dari Operasi Pekat Ditresnarkoba Polda Kaltim pada Februari lalu yang berhasil menangkap bandar besar bernama Ishak beserta jaringannya.

Tak lama kemudian, polisi juga membekuk bandar lain bernama Fiji yang disebut berada dalam jaringan serupa.

Dari hasil penyidikan, keduanya diduga berada di bawah kendali bandar besar bernama Memen yang disebut mengendalikan jaringan lintas wilayah.

“Pengungkapan perkara jaringan Kubar ini adalah kolaborasi antara penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” jelas Romylus.

Ia menyebut penyidik sempat melacak keberadaan Memen hingga ke Bali, meski saat itu tersangka berhasil menghilang setelah mematikan telepon selulernya.

Melalui gelar perkara bersama, penanganan kasus TPPU yang melibatkan Ishak, Memen, Julius dan AKP Diki akhirnya ditarik ke Bareskrim Polri untuk pendalaman lebih lanjut.

Di sisi lain, Bidang Propam Polda Kaltim juga bergerak cepat memproses pelanggaran etik AKP Diki.

Kabid Propam Polda Kaltim, Kombes Pol Hariyanto, mengungkapkan AKP Diki telah ditempatkan di tempat khusus (Patsus) sejak 25 April 2026.

“Pelanggarannya maksimal, nanti tuntutannya adalah PTDH. Besok akan segera kita sidangkan terkait pelanggaran Kode Etik Profesi Polri yang dilakukan terduga pelanggar AKP Diki di Mapolda Kaltim,” tegas Hariyanto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto turut menanggapi beredarnya rekaman suara atau voice note di media sosial yang menyeret sejumlah nama anggota polisi lain dalam jaringan tersebut.

Menurutnya, ada sekitar 13 hingga 14 nama yang kini sedang didalami penyidik dan Propam.

“Barang buktinya sudah diuji di forensik. Nanti kita lihat di persidangan apakah itu Artificial Intelligence atau memang voice note asli,” ujar Yuliyanto.

Polda Kaltim memastikan seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan transparan, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkotika tersebut. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Big Match Persijap vs Borneo FC Berakhir Panas Tanpa Pemenang

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Laga berlangsung panas dan penuh drama hingga menit-menit akhir. Meski kedua tim saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung tampil agresif dan mencoba mengambil alih permainan. Namun Persijap beberapa kali berhasil menciptakan ancaman melalui serangan balik cepat.

Pada menit ke-53, tuan rumah hampir memecah kebuntuan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Pesut Etam. Beruntung, lini belakang Borneo FC masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Borneo FC kemudian mendapat peluang emas melalui Mariano Peralta pada menit ke-56. Gelandang kreatif asal Argentina itu berhasil menembus kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar gawang.

Peralta kembali menjadi pusat permainan Pesut Etam. Pada menit ke-62, ia melakukan aksi individu impresif melewati tiga pemain sebelum sepakannya diblok dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Sementara itu, penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia sukses menggagalkan tendangan bebas berbahaya Persijap yang mengarah ke pojok gawang.

Memasuki pertengahan babak kedua, kedua pelatih mulai melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga tempo permainan.

Borneo FC memasukkan Marcos Astina, M. Sihran, C. Santos hingga Cleylton guna menambah daya gedor di lini depan.

Peluang terbaik Pesut Etam hadir di masa injury time. Sebuah tendangan voli di depan gawang yang memiliki peluang besar menjadi gol justru berhasil diselamatkan secara dramatis oleh kiper Persijap.

Juan Villa juga sempat melepaskan tendangan bebas langsung ke arah gawang di menit akhir, namun kembali mampu diantisipasi penjaga gawang tuan rumah.

Di sisi lain, pertandingan sempat berjalan emosional karena sejumlah pemain Persijap beberapa kali terkapar di lapangan yang dinilai sebagai upaya mengulur waktu demi mempertahankan hasil imbang.

Hasil 0-0 ini membuat Borneo FC gagal membawa pulang poin penuh dari Jepara dan harus puas menambah satu angka dalam persaingan papan atas klasemen.

Pada pertandingan lain, Persib Bandung berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 sehingga persaingan menuju papan atas klasemen semakin ketat. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Debit Air Mulai Naik, Warga Sepaku Bersiaga Hadapi Banjir

PENAJAM PASER UTARA – Hujan deras disertai angin dan petir yang mengguyur Kecamatan Sepaku sejak Minggu (17/5/2026) sore mulai memicu banjir di sejumlah wilayah.

Hingga pukul 21.30 WITA, hujan masih berlangsung meski intensitasnya mulai berkurang. Namun debit air di beberapa kawasan rawan banjir terus mengalami kenaikan.

Wilayah yang paling awal dilaporkan siaga yakni RT 24 dan RT 25 Desa Suka Raja, kawasan yang memang kerap terdampak banjir saat hujan deras dan air pasang terjadi bersamaan.

Dalam video yang dibagikan Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah atau yang akrab disapa Sableng, terlihat air mulai naik dari bawah kolong rumah dan mendekati teras warga.

“Ini air dari bawah (pasang) naik ke atas. Yang dari atas muter,” ujarnya dalam rekaman video yang beredar di WhatsApp.

Saat dikonfirmasi Media Kaltim, Waras membenarkan debit air terus naik dan warga mulai bersiaga.

“Iya mulai naik ini, sudah sampai bawah kolong rumah ini,” ucapnya melalui rekaman suara.

Di bagian ujung lingkungan RT 25, arus air bahkan mulai melintasi jalan lingkungan. Ketua RT bersama sejumlah warga terlihat turun langsung memantau perkembangan kondisi banjir.

Sementara itu, genangan juga mulai terlihat di koridor Jalan Negara RT 1 Desa Bukit Raya yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Sepaku.

Sekitar pukul 21.48 WITA, air sungai mulai naik dan merendam sebagian permukaan jalan.

Meski demikian, beberapa wilayah lain dilaporkan masih dalam kondisi aman. Salah satu perangkat Desa Binuang, Pahrian, menyebut wilayahnya belum terdampak banjir.

“Binuang aman,” singkatnya.

Kondisi serupa juga dilaporkan dari wilayah Telemow yang hingga pukul 21.53 WITA masih terpantau aman.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah lain seperti Karang Jinawi, Tengin Baru, Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Maridan masih dalam pemantauan aparat desa dan warga setempat.

Warga diimbau tetap waspada mengingat hujan masih berpotensi turun dan debit air sungai dapat terus meningkat sewaktu-waktu. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Rudy Mas’ud Optimistis Stadion Segiri Siap Sambut Kompetisi Asia

SAMARINDA – Suasana penuh semangat dan gemuruh dukungan mewarnai acara nonton bareng pertandingan Borneo FC di Hotel Atlet Kompleks Stadion Segiri, Minggu (17/5/2026) malam.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum, hadir bersama sang istri, Syarifah Suraidah Harum, dan putrinya, Syahrah Mas’ud, untuk menyaksikan langsung laga krusial tersebut bersama ribuan suporter Pusamania.

Lobi Hotel Atlet dipadati pendukung Pesut Etam dengan atribut khas oranye-hitam. Teriakan dukungan, nyanyian suporter hingga yel-yel bergema sepanjang pertandingan dan membuat suasana nobar terasa layaknya berada langsung di tribun stadion.

Dalam pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Borneo FC harus puas bermain imbang tanpa gol 0-0.

Meski gagal meraih kemenangan, antusiasme para pendukung tidak surut. Ribuan Pusamania tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sambil terus memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Kalimantan Timur tersebut.

Di sela jeda pertandingan, Rudy Mas’ud sempat berdiskusi dengan dirigen Pusamania, Rio, terkait perkembangan Borneo FC dan kondisi fasilitas pendukung di kawasan Stadion Segiri.

Dalam kesempatan itu, Rio meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk membantu pembenahan fasilitas stadion, khususnya penerangan lampu Stadion Segiri.

Permintaan tersebut disampaikan karena Borneo FC diproyeksikan tampil di kompetisi antarklub Asia sehingga membutuhkan fasilitas stadion yang memenuhi standar internasional.

Selain pembenahan stadion, dukungan sponsor untuk memperkuat kesiapan klub juga menjadi harapan para suporter.

Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan optimismenya terhadap kebangkitan Borneo FC dan pemanfaatan kembali fasilitas olahraga di kawasan Segiri.

“Hotel atlet saja yang sudah empat tahun tidur sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali. Mudah-mudahan ke depan terus digunakan. Apalagi kalau hanya lampu Stadion Segiri untuk Borneo FC,” ujar Rudy disambut tepuk tangan suporter.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas stadion agar Borneo FC dapat terus berkembang dan bersaing di level lebih tinggi.

“Kalau hotel saja bisa kita hidupkan, apalagi cuma lampunya saja. Insya Allah lampu stadion segera kita benahi supaya Stadion Segiri bisa digunakan untuk kegiatan Borneo FC di Kalimantan Timur hingga level Asia,” katanya.

Momen nobar tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap Borneo FC sebagai salah satu kebanggaan Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Banjir Mulai Masuk Rumah Warga di Kawasan Sepaku PPU

PENAJAM PASER UTARA – Hujan deras lebih dari empat jam yang mengguyur Kecamatan Sepaku membuat sebagian wilayah Desa Bukit Raya mulai terendam banjir, Minggu (17/5/2026) malam.

Wilayah yang paling terdampak berada di RT 1 Koridor Sepaku, dekat kawasan Intake Sepaku.

Sejumlah warga dilaporkan mulai keluar dari rumah masing-masing sambil menyelamatkan barang-barang yang berpotensi rusak akibat rendaman air.

“Pemilik rumah aja pada keluar,” ujar seorang warga sekitar bernama Mydha.

Pantauan lapangan yang diterima redaksi sekitar pukul 22.00 Wita menunjukkan air sungai mulai masuk ke rumah warga.

Bahkan sebuah toko di kawasan tersebut terlihat sudah tergenang, baik di bagian luar maupun dalam bangunan.

Warga RT 1 Bukit Raya lainnya, Argha, juga melaporkan kondisi air yang terus naik.

“Udah,” ucapnya singkat sambil memperlihatkan video genangan yang mulai masuk ke sejumlah rumah warga.

Ia juga mengaku segera menghubungi Kapolsek Sepaku, AKP Syarifuddin, terkait kondisi banjir yang mulai meluas.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin dan petir mengguyur Kecamatan Sepaku sejak selepas pukul 18.00 Wita.

Hingga sekitar pukul 21.30 Wita, hujan masih berlangsung meski intensitasnya mulai berkurang.

Selain Bukit Raya, laporan genangan juga datang dari Desa Suka Raja, khususnya RT 24 dan RT 25 yang memang kerap terdampak banjir saat hujan deras.

Dalam unggahan story WhatsApp Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah, air terlihat mulai naik hingga mendekati teras rumah warga.

Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Desa Binuang dan Telemow dilaporkan masih dalam kondisi aman hingga malam hari.

“Binuang aman,” ujar salah satu perangkat desa setempat, Pahrian.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sejumlah wilayah lain seperti Karang Jinawi, Tengin Baru, Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Maridan masih terus dipantau. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kepergian Sudarmono dan Berakhirnya Perjalanan “Borneo Shoes” Keluarga Kami

Dulu saya sempat berjanji akan menulis cerita perjalanan itu lebih panjang.

Pada November 2025 lalu saya pergi ke Bali menjenguk kakak saya, Sudarmono. Waktu itu saya memang hanya menulis sedikit cerita tentang perjalanan tersebut. Saya bilang, mungkin suatu hari nanti akan saya tulis lebih lengkap.

Tapi saya tidak menyangka, tulisan itu akhirnya benar-benar saya lanjutkan setelah kakak saya meninggal dunia.

Sabtu (16/5) sore, saya baru tiba di Samarinda, dari Balikpapan usai menghadiri pernikahan Direktur RadarPaser.com, Tontong Bhakti Sihombing. Saya masih bersama klien Media Kaltim ketika telepon dari Jember masuk.

Saat itu waktu Magrib baru saja masuk. Telepon itu dari anaknya. “Mengabarkan, Bapak sudah tidak ada.”

Teleponnya tidak lama. Tapi setelah mendengar kabar itu, saya hanya bisa menarik napas panjang.

Pikiran saya langsung kembali ke Bali, November tahun lalu. Saat saya datang menjenguk kakak bersama istri, putri saya, dan kakak perempuan saya, Nani Suliati. Saya sendiri anak ke sepeluh dari sepuluh bersaudara.

Sudarmono sudah lama tinggal di Bali bersama istrinya. Ketika kami datang menjenguk, kondisinya memang sudah jauh berubah dibanding sebelumnya.

Tubuhnya terlihat lebih kurus. Wajahnya pucat. Tapi seperti biasanya, ia tetap berusaha menyambut kami dengan hangat dan mencoba tersenyum.

Nada bicaranya mulai pelan. Sesekali terlihat menahan lelah. Tapi sore itu ia tetap berusaha menemani kami duduk dan mengobrol cukup lama bersama istrinya.

Sebagai adik, waktu itu saya masih menyimpan harapan kalau kesehatannya bisa membaik.

Saya dan keluarga saat berdoa di makam kakak saya, Sudarmono, di Jember. Foto: Istimewa

Sekarang saya baru sadar, ternyata itu memang salah satu pertemuan terakhir kami.

Satu tahun terakhir kakak saya memang berjuang melawan penyakit yang divonis kanker. Operasi sebenarnya sudah beberapa kali disarankan dokter. Tapi risikonya terlalu besar sehingga terus ditunda.

Istrinya kemudian membawanya pulang ke Jember untuk menjalani perawatan bersama keluarga. Harapannya, kesehatannya bisa membaik.

Namun beberapa hari terakhir kondisinya terus menurun. Operasi akhirnya tetap dilakukan karena ada bagian usus yang bermasalah dan harus dipotong.

Setelah itu kesehatannya tidak lagi stabil. Dan akhirnya Allah memanggilnya pulang.

Malam itu juga saya memutuskan berangkat ke Jember. Saya ingin mengantar kakak saya untuk terakhir kalinya.

Saya dan istri berangkat dari Balikpapan menggunakan penerbangan pagi pukul 06.00 WITA menuju Surabaya. Sebelum berangkat, saya juga sudah menghubungi kakak perempuan saya, Any Sulistyowati, di Bangil yang akan ikut bersama kami ke Jember.

Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, driver dari Trac sudah menunggu kami di area parkir bandara. Saya memang sudah menyiapkan kendaraan sewaan sebelumnya agar perjalanan lebih mudah dan tidak perlu mencari transportasi lagi setibanya di sana.

Dari Surabaya, kami lebih dulu menjemput kakak saya di Bangil. Saat itu ia sudah menunggu bersama suaminya.

Di tengah perjalanan, kami mendapat kabar jenazah kakak saya sudah dimakamkan pukul 09.00 pagi. Akhirnya kami langsung menuju makam.

Saat tiba, istri dan anak kakak saya masih berada di sana. Tanah makamnya masih basah. Bunga tabur juga masih terlihat baru ditebar.

Saya berdiri cukup lama di dekat makam kakak saya. Saya dan keluarga kemudian duduk di dekat pusara sambil membaca doa bersama.

Di situ saya kembali teringat perjalanan keluarga kami dulu.

Kami berasal dari keluarga sederhana. Tahun 1987, keluarga kami hijrah dari Malang ke Balikpapan dibawa kakak tertua kami yang lebih dulu merantau.

Awalnya kami tinggal di kawasan Gunung Belah. Orang tua kami kemudian merintis usaha sepatu custom rumahan yang diberi nama “Borneo Shoes”.

Selama di Balikpapan, usaha “Borneo Shoes” juga beberapa kali berpindah tempat. Setelah dari Gunung Belah, kami pindah ke kawasan Jalan Cemara, lalu berlanjut ke Jalan RE Martadinata, Jalan Gunung Sari, hingga kawasan Markoni.

Di situlah usaha itu mulai berkembang dan menjadi penopang hidup keluarga kami selama bertahun-tahun.

Dalam perjalanan itu pula, kedua orang tua kami meninggal dunia lebih dulu. Usaha keluarga akhirnya diteruskan kakak saya, Heru Sukamto, bersama keluarganya di kawasan Jalan RE Martadinata.

Dua kakak laki-laki saya memang ikut belajar membuat sepatu. Salah satunya Heru Sukamto yang kemudian meneruskan usaha keluarga tersebut. Sedangkan Sudarmono memilih hijrah ke Bali.

Saya sendiri justru satu-satunya anak laki-laki yang tidak pernah bisa membuat sepatu.

Waktu ternyata berjalan terlalu cepat.

Satu per satu kakak saya pergi. Kakak keenam saya Yuli Setiyowati meninggal beberapa tahun lalu. Sebelum Covid, Heru Sukamto menyusul. Saat pandemi, kakak kelima kami Ari Sulistiani juga meninggal dunia.

Dan kini, Sudarmono.

Tidak ada lagi penerus “Borneo Shoes” di keluarga kami.

Usaha yang dulu menjadi penopang hidup keluarga itu kini tinggal cerita.

Dari sepuluh bersaudara, sekarang kami tinggal berempat. Kakak tertua saya Yulis Astuti di Kubar. Kakak perempuan saya Any Sulistyowati di Bangil. Kakak perempuan saya Nani Suliati di Balikpapan. Dan saya sendiri.

Waktu memang berjalan cepat.

Satu per satu kakak saya pergi lebih dulu. Dan sekarang tinggal kami yang meneruskan hidup dengan kenangan yang masih tersisa.

Kini kakak saya, Sudarmono, sudah tenang.

Tulisan yang dulu sempat saya janjikan saat perjalanan ke Bali itu akhirnya saya selesaikan juga. Hanya saja, saya tidak pernah membayangkan akan menuliskannya setelah kakak saya benar-benar pergi.

Selamat jalan, Kakak Sudarmono.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Panen Jagung Kuartal II Digelar di Babulu, PPU Dukung Program Ketahanan Pangan

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Balai Benih Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri dan launching operasional 166 SPPG Polri yang dilaksanakan secara nasional melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Mewakili Bupati PPU, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Margono Hadi Sutanto hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU Sujiati, perwakilan Kodim 0913/PPU, Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan Asward, BULOG, unsur kecamatan, dan kelompok tani Desa Gunung Mulia.

Kegiatan diawali dengan panen jagung bersama di area Balai Benih Desa Gunung Mulia, dilanjutkan proses pemipilan menggunakan mesin pemipil jagung serta penyerahan hasil panen secara simbolis dari Polres PPU kepada BULOG.

Margono mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan petani perlu terus diperkuat.

Ia berharap berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah pusat dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi peresmian melalui penekanan tombol sirine bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Kapolri, dan perwakilan kelompok tani di Kabupaten Tuban secara terpusat.

“Pemerintah Kabupaten PPU tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan para petani harus terus diperkuat agar produksi pertanian semakin meningkat,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Koperasi Merah Putih Resmi Beroperasi, Pemkab PPU Siap Perkuat Ekonomi Desa

Penajam Paser Utara – Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara virtual di Gerai KDKMP Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Sabtu (15/5/2026).

Kegiatan tersebut terhubung langsung dengan peresmian nasional yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto, dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Tohar mengatakan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Pemerintah Kabupaten PPU tentu mendukung penuh keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini. Kami berharap koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tohar usai kegiatan.

Ia menegaskan koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto, Jaksa Fungsional Intel Kejari PPU Daru Hanif P., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain dihadiri kepala daerah se-Indonesia, kegiatan nasional tersebut juga diikuti Panglima TNI Agus Subiyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Pemerintah Kabupaten PPU mengikuti peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Zoom Meeting di Kelurahan Nenang.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan koperasi merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional yang dibangun berdasarkan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan.

“Kehadiran KDKMP diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha, memperkuat UMKM, meningkatkan hasil pertanian dan perikanan, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Presiden juga meminta seluruh pengurus koperasi menjalankan amanah secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Selain itu, pemerintah disebut akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pendampingan, penguatan permodalan, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di daerah.

Penyunting: Robbi Lalat

Polisi Benarkan Kasat Narkoba Kukar Diamankan Sejak Awal Mei

0

BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) mengamankan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna, karena diduga terlibat dalam perkara narkoba.

Informasi tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Yuliyanto, perwira polisi tersebut telah diamankan sejak awal Mei 2026 dan kini masih menjalani proses pemeriksaan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim.

“Iya, yang bersangkutan sudah diamankan Ditresnarkoba Polda,” ujar Yuliyanto.

Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci terkait perkara yang menjerat AKP Yohanes Bonar Adiguna.

Polda Kaltim menyebut proses penyelidikan dan pengembangan kasus masih terus dilakukan penyidik sehingga detail perkara belum dapat disampaikan ke publik.

“Kasus belum dirilis dan masih dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya.

AKP Yohanes Bonar Adiguna diketahui merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2015.

Ia baru menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara sejak Desember 2025.

Sebelum bertugas di Kukar, Yohanes sempat menjabat sebagai Kapolsek Sungai Kunjang, Samarinda.

Hingga kini, Polda Kaltim masih belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus peredaran narkoba tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan pejabat kepolisian yang memiliki tugas utama dalam pemberantasan narkotika di wilayah Kutai Kartanegara.

Polda Kaltim memastikan proses pemeriksaan dan pengembangan kasus akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Kapolda Kaltim Tegaskan Zero Tolerance untuk Anggota Terlibat Narkoba

TENGGARONG – Dugaan keterlibatan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Kutai Kartanegara, AKP Yohanes Bonar Adiguna, dalam perkara narkoba akhirnya diakui jajaran kepolisian.

Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, membenarkan bahwa anggotanya tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis liquid.

Pengakuan itu disampaikan setelah muncul informasi mengenai penindakan terhadap Kasat Resnarkoba Polres Kukar oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur.

“Liquid iya, narkoba jenis liquid itu yang dimiliki oleh Kasat Resnarkoba,” ujar AKBP Khairul Basyar.

Meski membenarkan adanya dugaan keterlibatan AKP Yohanes Bonar Adiguna, Kapolres menegaskan perkara tersebut bersifat pribadi dan tidak melibatkan personel lain di lingkungan Polres Kukar.

“Tidak, dia pribadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, juga mengonfirmasi adanya penindakan terhadap Kasat Resnarkoba Polres Kukar tersebut.

Menurut Endar, saat ini AKP Yohanes Bonar Adiguna masih menjalani pemeriksaan intensif dan kasusnya masih terus didalami penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.

“Ya, Kasat Narkoba dilakukan penindakan, masih dalam proses pemeriksaan. Karena masih dalam proses pemeriksaan, kita belum bisa menyampaikan lebih lanjut,” kata Endar.

Kapolda belum membeberkan secara rinci kronologi pengungkapan perkara tersebut. Penyidik disebut masih melakukan pendalaman sehingga detail kasus belum dapat disampaikan ke publik.

Saat ditanya terkait kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain, Endar juga belum memberikan penjelasan lebih jauh.

Ia menegaskan seluruh proses masih berada pada tahap pemeriksaan dan pengembangan kasus.

Meski demikian, Kapolda memastikan institusinya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota kepolisian yang terlibat penyalahgunaan narkoba, termasuk aparat yang selama ini bertugas menangani kasus narkotika.

“Kita zero tolerance terhadap kasus narkoba, baik oleh anggota kepolisian ataupun masyarakat,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan pejabat kepolisian yang memiliki tugas utama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kutai Kartanegara.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait status hukum AKP Yohanes Bonar Adiguna maupun hasil pemeriksaan lanjutan dari Polda Kaltim.

Polisi juga masih menutup detail terkait asal-usul narkoba jenis liquid yang diduga dimiliki oknum perwira tersebut.

Perkara ini sekaligus menambah daftar kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan aparat penegak hukum. Polda Kaltim memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S