Beranda blog Halaman 27

Kejagung Kirim Lamborghini Sitaan dari Pontianak ke Jakarta

0

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset milik Sudianto alias Aseng, tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit PT Quality Success Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara dalam kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan, penyitaan, dan penyegelan aset sejak 11 hingga 16 Juni 2026.

“Pada tanggal 11 Juni sampai 16 Juni tim gabungan sudah melakukan penggeledahan dan penyitaan dan penyegelan terhadap beberapa barang bukti dalam perkara tata kelola IUP PT QSS atas nama tersangka SDT alias Aseng,” kata Anang, Selasa (23/6/2026).

Barang yang diamankan meliputi sejumlah kendaraan, alat berat, serta aset berupa tanah dan bangunan. Di antara aset yang disita terdapat Lamborghini Aventador, Toyota Fortuner, Toyota Camry, ekskavator, dump truck, hingga sejumlah bidang tanah dan kantor.

“Ada beberapa di antaranya mobil berupa Lamborghini Aventador, Fortuner, Camry, kemudian alat berat seperti ekskavator dan dump truck. Ada juga beberapa kapling, kantor, dan tanah,” ujarnya.

Saat ini seluruh barang bukti tersebut tengah dipindahkan dari Kalimantan Barat menuju Jakarta. Salah satu aset yang sedang dalam perjalanan adalah Lamborghini Aventador milik tersangka.

“Dalam perjalanan ya. Yang Lamborghini iya, dalam pengiriman. Disitanya di sana di Kalimantan, di Pontianak,” kata Anang.

Kejagung menyebut nilai total aset yang telah disita masih dalam proses perhitungan dan penilaian oleh penyidik.

Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan dokumen perizinan tambang oleh PT QSS. Meski memiliki izin usaha pertambangan yang sah, perusahaan diduga melakukan aktivitas penambangan bauksit di luar wilayah konsesinya. Hasil tambang tersebut kemudian dijual dan diekspor menggunakan dokumen resmi milik perusahaan.

Penyidik juga menemukan indikasi praktik suap dalam proses penerbitan sejumlah dokumen perizinan. Dugaan tersebut berkaitan dengan penerbitan izin yang tetap keluar meski persyaratan administrasi dinilai tidak terpenuhi.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan lima tersangka, yakni Sudianto alias Aseng selaku beneficial owner PT QSS, YA selaku Komisaris PT QSS, IA selaku konsultan perizinan sekaligus Direktur PT BMU, HSFD selaku analis pertambangan Kementerian ESDM, dan AP selaku Direktur PT QSS.

Penyidik masih terus mendalami perkara serta menelusuri aset-aset lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi di sektor pertambangan bauksit tersebut.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Kejagung Kembangkan Penyidikan Korupsi MBG ke Dugaan Proyek Fiktif

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya diungkap mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.

“Untuk pengadaan CCTV memang sedang kami cek ya, sedang kami cek,” kata Syarief dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2026).

Selain menelusuri dugaan pengadaan CCTV, Kejagung juga masih mempelajari daftar 41 nama yang diserahkan Sony kepada penyidik. Nama-nama tersebut disebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Nama-nama itu sedang kami pelajari apakah merupakan suatu tindak pidana atau penyimpangan lain, atau sesuatu lain yang lebih besar. Itu yang sedang kami dalami dalam penyidikan ini,” ujar Syarief.

Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya Krisna Murti, Sony Sonjaya mengungkap dugaan proyek fiktif berupa pengadaan CCTV dan alat pemindai sidik jari untuk program MBG. Informasi tersebut disampaikan kepada penyidik sebagai bagian dari upaya pengajuan status justice collaborator.

Krisna menjelaskan proyek tersebut mencakup pemasangan sekitar 5.000 unit CCTV di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pengadaan perangkat sidik jari yang digunakan untuk verifikasi penerima manfaat program.

“Satu SPPG itu ada 5 CCTV. Jadi semuanya itu yang harus dipasang 5.000 CCTV dan alat sidik jari. Jadi penerima manfaatnya harus melakukan verifikasi sidik jari agar bisa dicocokkan dengan data SPPG,” kata Krisna.

Menurutnya, pengadaan tersebut sudah berjalan sebelum Sony menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Saat melakukan pengecekan, Sony disebut memanggil pihak vendor untuk menunjukkan lokasi pemasangan CCTV. Namun vendor tersebut tidak dapat membuktikan keberadaan perangkat yang diklaim telah dipasang di sejumlah titik SPPG.

Temuan itu kini menjadi salah satu materi yang sedang didalami Kejagung dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang hingga kini telah menjerat sejumlah mantan pejabat BGN dan pihak swasta sebagai tersangka.

Penyidik juga terus mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan penyimpangan program yang menjadi salah satu program prioritas nasional tersebut.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Atasi Kekurangan Guru Saat Efisiensi Anggaran, Disdikpora PPU Kaji Alih Tugas Tata Usaha Berijazah PGSD dan Pertimbangkan PJLP

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik24juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Pamong SMA Taruna Nusantara Mulai Tiba di IKN, Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

NUSANTARA – SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin siap menyambut tahun ajaran 2026/2027. Pada Senin (23/06/2026), para pamong telah tiba di Nusantara sebagai bagian dari persiapan operasional sekolah berasrama tersebut.

Dalam lingkungan SMA Taruna Nusantara, istilah pamong digunakan untuk menyebut tenaga pendidik, pengasuh, dan personel pendukung yang berperan dalam proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta operasional sekolah.

Kepala SMA Taruna Nusantara IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, mengatakan kedatangan pamong menjadi tahapan penting dalam persiapan kegiatan pendidikan di kampus baru yang berada di kawasan IKN.

“Pamong administrasi sudah tiba di IKN. Sebagian datang melalui jalur udara sejak 21 Juni, sementara yang menggunakan jalur laut bersama material, kendaraan operasional dan perlengkapan sekolah tiba hari ini. Saat ini seluruh pamong administrasi sudah berada di IKN,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pamong administrasi bertugas mendukung operasional sekolah, sementara pamong pengajar dan pengasuh berfokus pada proses pembelajaran serta pembinaan siswa.

Saat ini, SMA Taruna Nusantara IKN memiliki 37 pamong pengajar dan pengasuh serta 72 pamong administrasi. Jumlah tersebut akan disesuaikan seiring perkembangan jumlah siswa ke depan.

Sementara itu, pamong pengajar dan pengasuh masih menjalani pembekalan dan pelatihan di Magelang, dan dijadwalkan bergabung di IKN pada 25 Juni 2026.

Sekolah ini juga bersiap menyambut 477 siswa pada tahun ajaran baru. Sebanyak 237 siswa yang naik ke kelas XI dijadwalkan tiba di IKN pada 9 Juli 2026, sementara 240 siswa baru kelas X akan lebih dahulu mengikuti Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) di Magelang sebelum bergabung di IKN pada awal Oktober 2026.

“Ketika sekolah ini mulai menerima siswa, bangunannya masih dalam proses pembangunan sehingga para siswa menjalani pendidikan terlebih dahulu di Magelang. Tahun ini mereka akan naik ke kelas XI dan mulai menempati kampus di IKN,” kata Rudi.

Foto: Kepala SMA Taruna Nusantara IKN, Rudi Setiawan, bersama para pamong saat meninjau kesiapan operasional kampus di Ibu Kota Nusantara menjelang tahun ajaran 2026/2027. (Humas OIKN)

Sebagai sekolah berasrama dengan sistem beasiswa penuh, SMA Taruna Nusantara IKN menjadi salah satu sekolah yang diminati siswa dari seluruh Indonesia. Seleksi dilakukan ketat untuk menjaring peserta didik terbaik dari berbagai provinsi.

Rudi menjelaskan pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah rampung dan mencakup fasilitas utama seperti ruang kelas, laboratorium, main hall, serta asrama siswa dan siswi.

Tahap kedua saat ini masih berlangsung, meliputi pembangunan rumah dinas, graha putra, lapangan upacara, poliklinik, laundry, hingga fasilitas pendukung lainnya, dengan target penyelesaian akhir 2026.

Selanjutnya, tahap ketiga akan difokuskan pada fasilitas penunjang pembinaan karakter dan olahraga, termasuk sport center, kolam renang, lapangan sepak bola, hingga sarana ibadah.

“Kami mengupayakan seluruh pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dapat selesai pada tahun 2027,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menilai kehadiran SMA Taruna Nusantara semakin melengkapi ekosistem pendidikan di kawasan inti IKN.

Ia menyebut pembangunan sekolah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan sekolah unggulan dalam mencetak generasi berkarakter dan berintegritas.

Foto: Kepala SMA Taruna Nusantara IKN, Rudi Setiawan, bersama para pamong saat meninjau kesiapan operasional kampus di Ibu Kota Nusantara menjelang tahun ajaran 2026/2027. (Humas OIKN)

Troy menambahkan, sekolah unggulan di IKN diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem kota pendidikan di Nusantara.

“Keberadaan SMA Taruna Nusantara sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya sekolah unggulan dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berintegritas, dan berjiwa patriotik,” ujarnya.

Penulis: Humas Otorita Ibukota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

Atasi Kekurangan Guru saat Efisiensi Anggaran, Disdikpora PPU Kaji Alih Tugas Tata Usaha Berijazah PGSD dan Pertimbangkan PJLP

0

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengalihan tugas tenaga kependidikan yang memiliki latar belakang pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk membantu memenuhi kebutuhan guru di sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora PPU, Rony Setyawan, mengatakan terdapat sejumlah tenaga tata usaha yang memiliki kualifikasi pendidikan PGSD dan berpotensi dialihkan fungsinya.

“Nanti akan kami rumuskan mekanismenya berkaitan dengan kemungkinan alih fungsi atau alih tugas mereka,” kata Rony.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi dengan memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia. Selain kekurangan guru sebanyak 106 orang pada jenjang SD dan SMP, PPU juga masih mengalami kekurangan tenaga kependidikan sekitar 11 orang.

“Di tengah kondisi yang serba efisien, kami harus memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan,” ujarnya.

Rony juga menyebut skema pengangkatan guru melalui Pegawai Jasa Layanan Perorangan (PJLP) masih dalam tahap pembahasan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kesiapan anggaran karena pemerintah daerah akan menanggung pembayaran gaji secara rutin.

“Kalau kita angkat bulan ini, bulan depan sudah harus menggaji. Kalau anggarannya belum ada, tentu menjadi risiko,” jelasnya.

Saat ini, tercatat sekitar 103 guru PJLP di jenjang SD dan 24 guru PJLP di jenjang SMP di wilayah PPU.

Jika seluruh kebutuhan guru dipenuhi melalui skema PJLP, beban anggaran diperkirakan cukup besar. Dengan asumsi sekitar 100 guru bergaji Rp3 juta per bulan, pemerintah daerah perlu menyiapkan sekitar Rp300 juta per bulan atau Rp3,6 miliar per tahun.

Sebagai alternatif, Disdikpora PPU juga mempertimbangkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung pembayaran guru paruh waktu maupun PJLP jika kondisi keuangan daerah belum memungkinkan.

“Dana BOS digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk tenaga pendidik. Namun itu menjadi solusi terakhir,” ungkapnya.

Rony menambahkan, jika dilakukan rekrutmen guru ke depan, proses akan dilakukan secara terbuka untuk menjamin transparansi dan keadilan.

Ia juga berharap rekrutmen tersebut dapat memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah PPU agar tenaga pendidik yang direkrut dapat bertahan dan berkontribusi jangka panjang di wilayah tersebut.

“Tapi tetap, jika rekrutmen dengan skema ini dibuka, harus mengutamakan warga PPU yang merupakan lulusan guru,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Beruang Muda Academy Fokus Bangun Fondasi Atlet Basket Sejak Usia Dini

Penajam Paser Utara – Pembinaan atlet usia dini menjadi fokus utama Beruang Muda Academy dalam mencetak pemain basket masa depan. Akademi yang membina atlet usia 4 hingga 17 tahun itu menerapkan konsep Long-Term Athlete Development (LTAD) dengan menitikberatkan pada pengembangan kemampuan fisik, teknik, mental, dan karakter secara bertahap.

CEO Beruang Muda Academy, Arief, mengatakan pembinaan yang dilakukan tidak berorientasi pada prestasi instan, melainkan membangun fondasi yang kuat agar atlet mampu berkembang dan memiliki karier basket yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya mengejar kemenangan dalam jangka pendek. Yang lebih penting adalah membentuk fondasi teknik, fisik, dan mental yang baik sejak usia dini agar atlet mampu bersaing dalam jangka panjang,” ujarnya.

Saat ini, Beruang Muda Academy membina atlet dalam tiga kelompok kemampuan, yakni Beginner, Intermediate, dan Advance, yang mencakup rentang usia 4 hingga 17 tahun.

Untuk kelompok usia 4 hingga 8 tahun, program latihan difokuskan pada pengembangan koordinasi motorik, pengenalan dasar bola basket, serta menumbuhkan minat anak terhadap olahraga melalui permainan edukatif.

Sementara itu, atlet usia 9 hingga 12 tahun mendapatkan pembinaan yang lebih terarah pada penguatan fundamental basket, seperti teknik dribbling, passing, dan shooting.

Adapun atlet berusia 13 hingga 17 tahun mulai diberikan materi yang lebih kompleks, meliputi taktik menyerang dan bertahan, peningkatan kondisi fisik, serta pembentukan mental bertanding untuk menghadapi kompetisi.

“Fundamental adalah kunci utama. Tanpa teknik dasar yang baik sejak usia muda, atlet akan kesulitan bersaing di level yang lebih tinggi. Karena itu kami sangat menekankan pembinaan dasar pada setiap pemain,” katanya.

Dalam proses latihan, metode pembelajaran disesuaikan dengan tahap perkembangan usia atlet. Anak-anak usia dini mendapatkan pendekatan visual dan permainan interaktif, sedangkan kelompok usia yang lebih besar menjalani latihan dengan intensitas lebih tinggi, termasuk analisis video pertandingan dan simulasi strategi permainan.

Selain pembinaan teknik, akademi juga aktif mendorong atlet mengikuti berbagai kejuaraan tingkat kota maupun provinsi. Menurut pihak akademi, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan atlet.

“Kompetisi adalah guru terbaik. Di sana pemain belajar menghadapi tekanan, mengambil keputusan dengan cepat, dan memahami kekurangan yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Sejumlah atlet binaan Beruang Muda Academy bahkan telah lolos seleksi tim kota untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi serta memperkuat sekolah masing-masing dalam berbagai kompetisi pelajar.

Meski demikian, pembinaan atlet usia muda masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan aktivitas olahraga, serta kebutuhan sarana latihan yang memadai.

Untuk menjaga motivasi atlet, akademi berupaya menciptakan lingkungan latihan yang positif, kompetitif, dan menyenangkan melalui berbagai program kreatif, termasuk kegiatan olahraga berbasis komunitas yang melibatkan atlet dan keluarga.

Menurut Arief, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan atlet usia muda.

“Orang tua adalah bagian dari tim. Dukungan moral, pengawasan, dan motivasi yang mereka berikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selama menjalani proses latihan,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kemampuan bermain basket, Beruang Muda Academy juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan pantang menyerah kepada seluruh atlet.

Ke depan, akademi berharap ekosistem basket usia muda di Balikpapan dan Kalimantan Timur semakin berkembang melalui kompetisi yang lebih rutin, fasilitas yang lebih memadai, serta kolaborasi antara klub, pemerintah, dan organisasi olahraga.

“Kami ingin melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Harapannya, semakin banyak talenta basket dari Kalimantan Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga profesional,” tutupnya.

Pewarta: Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat

Kekurangan Guru SD dan SMP di PPU Capai 106 Orang, Pensiun Jadi Faktor Utama

0

PENAJAM PASER UTARA – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik. Hingga Juni 2026, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mencatat kebutuhan tambahan sebanyak 106 guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora PPU, Rony Setyawan, mengatakan kebutuhan tersebut terdiri dari 66 guru SD dan sisanya untuk jenjang SMP.

“Untuk kebutuhan guru per hari ini kita masih kekurangan sekitar 106 guru. Itu terdiri dari guru SMP dan guru SD,” ujar Rony.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menyebabkan kekurangan tenaga pendidik adalah meningkatnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun. Hingga Juni 2026 saja, tercatat sekitar 47 guru memasuki masa purna tugas, dengan rincian 40 guru SD dan 7 guru SMP.

Menurut Rony, kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi tenaga pengajar di sejumlah sekolah yang belum merata. Bahkan, kebutuhan guru berpotensi bertambah seiring bertambahnya jumlah tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun hingga akhir tahun.

“Sebagian besar karena pensiun. Guru kita banyak yang senior,” katanya.

Ia menyebut, persoalan kekurangan guru merupakan permasalahan yang terus berulang setiap tahun. Pemerintah daerah telah mengusulkan pemenuhan kebutuhan melalui rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), namun jumlah formasi yang diterima belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan.

Kondisi keuangan daerah yang turut dipengaruhi situasi perekonomian nasional juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pemenuhan tenaga pendidik melalui rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Keterbatasan kemampuan anggaran membuat pembukaan formasi harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Oleh karena itu, Rony menambahkan, pemerintah daerah tetap melakukan upaya pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik secara bertahap agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal.

“Kalau kita meminta 100 formasi, biasanya yang diberikan sekitar 25 sampai 30 persen karena harus berbagi dengan daerah lain,” jelasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Pemkab Kubar Siapkan Ekosistem Pendidikan Aman dan Nyaman

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat menggelar Pelatihan Sekolah Idaman (SI) bagi kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD). Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Perwakilan Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Pelatihan mengusung tema “Pelatihan Sekolah Idaman Inklusif, Inovatif dan Inspiratif Tahun 2026”. Kegiatan ini diikuti para kepala sekolah dan guru SD sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya dalam menghadapi perubahan dan perkembangan dunia pendidikan.

Pelatihan tersebut menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik sebagai pilar utama pendidikan. Seiring perkembangan kurikulum dan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan menjadi kebutuhan agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakan Wakil Bupati Nanang Adriani, ditegaskan pentingnya memanfaatkan pelatihan sebagai sarana penguatan kapasitas sekaligus ruang kolaborasi tenaga pendidik.

“Pelatihan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata di sekolah masing-masing. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan nonteknis (soft skill) tenaga kependidikan, termasuk kepala sekolah, guru, dan unsur pendukung sekolah agar mampu mengidentifikasi tantangan di lingkungan pendidikan sekaligus merancang solusi yang efektif dan inovatif.

“Pelatihan Sekolah Idaman juga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Pendekatan ini diharapkan menghadirkan sekolah yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan keberpihakan kepada peserta didik,” jelasnya.

Nanang mengatakan manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, penguatan kemampuan pemecahan masalah, terciptanya lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing.

“Ke depan, Pelatihan Sekolah Idaman diharapkan mampu mendukung transformasi satuan pendidikan menjadi ekosistem yang aman, nyaman, dan berpihak kepada peserta didik. Dengan demikian proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, inspiratif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Kamius Junaidi beserta jajaran terkait.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Pengungkapan Narkoba di Manggar Baru Bermula dari Laporan Warga

BALIKPAPAN – Polsek Balikpapan Timur mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur. Seorang pria berinisial RO diamankan bersama satu paket sabu dengan berat bruto 0,21 gram.

Kapolsek Balikpapan Timur Kompol M. Chusen mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Rekreasi RT 45, Kelurahan Manggar Baru, tepatnya di sebuah bengkel mobil.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima anggota Unit Lidik Polsek Balikpapan Timur sekitar pukul 20.30 Wita. Warga melaporkan adanya dugaan transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar tempat kejadian perkara.

“Saat berada di lokasi, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket narkotika golongan I jenis sabu dengan berat kotor 0,21 gram,” ujar Kompol Chusen, Senin (22/6/2026).

Pria yang diamankan diketahui berinisial RO, warga Balikpapan berusia sekitar 40 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang dikenalnya bernama Erdi di kawasan Gunung Bugis.

“Setelah diamankan, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Balikpapan Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah membuat laporan polisi model A, mengamankan tersangka dan barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan,” jelasnya.

Saat ini kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri asal-usul barang bukti dan pihak yang diduga memasok narkotika kepada tersangka.

RO dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan urine terhadap tersangka sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Pemeriksaan urine akan dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan dan pendalaman kasus,” tutup Kapolsek.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Iswandi Nilai Semangat Trisakti Belum Tercermin dalam APBD dan Pembangunan

0

SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, melontarkan kritik terhadap arah pembangunan Kota Samarinda yang dinilainya belum sepenuhnya berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti diskusi bertajuk implementasi Trisakti Bung Karno di Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Menurut Iswandi, konsep Trisakti yang digagas Presiden pertama RI, Soekarno, seharusnya menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Prinsip tersebut meliputi kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.

“Kalau perencanaan APBD, pembangunan sosial, kebudayaan, dan pembangunan daerah mengacu pada Trisakti Bung Karno, sebenarnya aman. Yang menjadi masalah selama ini, konsep itu belum benar-benar dijadikan parameter dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai Samarinda memang mengalami sejumlah kemajuan pembangunan. Namun di sisi lain, masih terdapat proyek-proyek yang menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Iswandi mencontohkan sejumlah proyek besar seperti revitalisasi Pasar Pagi, Terowongan Samarinda, hingga Teras Samarinda yang menurutnya kerap memunculkan polemik publik.

“Pertanyaannya sederhana. Pembangunan itu atas nama rakyat atau keinginan rakyat? Kalau memang keinginan rakyat, tidak akan terjadi polemik. Tapi kalau hanya mengatasnamakan rakyat, tentu akan muncul perdebatan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah pembangunan yang memang dibutuhkan masyarakat. Namun ia menilai sebagian proyek masih menyisakan pertanyaan mengenai tingkat kebutuhan dan penerima manfaatnya.

Selain menyoroti pembangunan fisik, Iswandi juga berbicara mengenai dinamika politik menjelang Pemilihan Wali Kota Samarinda mendatang.

Ia menegaskan PDI Perjuangan berkeinginan memberi ruang lebih besar kepada kader internal untuk maju sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota.

“Insyaallah kami ingin mendorong kader sendiri. Selama ini kita sering mendorong figur di luar kader, hasilnya ya seperti yang dirasakan sekarang. Kalau mau membangun Samarinda lebih baik, tentu kader sendiri harus diberi kesempatan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi Pilwali Samarinda, Iswandi menyatakan siap apabila mendapat penugasan dari partai.

“Sebagai kader partai, saya siap ditugaskan di mana saja. Jangankan wali kota, kalau ditugaskan jadi gubernur pun saya siap. Tapi semua ada mekanisme partai dan keputusan akhir tetap di DPP,” ujarnya.

Ia juga menepis adanya komunikasi politik terkait kemungkinan berpasangan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Helmi Abdullah, yang sebelumnya menyatakan kesiapan maju dalam Pilwali Samarinda.

“Masih terlalu dini bicara itu. Politik itu dinamis. Yang penting kalau maju bukan sekadar maju, tapi harus menang agar bisa menjalankan gagasan yang diperjuangkan,” tutupnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.