Beranda blog Halaman 28

Benturan Keras Picu Kebakaran, Dua Kendaraan Hangus di Tempat

0

SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, tepatnya di dekat Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan frontal yang disusul kebakaran hebat.

Korban diketahui bernama Baso Patahuddin (36), warga Desa Sepaso, pengendara Yamaha Vixion KT 3850 OR, serta Selmi Lovianti Malute (22), warga Desa Sepaso Barat, pengendara Honda Genio KT 2140 RFO.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, kecelakaan bermula saat Baso melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Ketika memasuki tikungan landai di sekitar lokasi kejadian, ia diduga berusaha menghindari lubang yang berada di sisi kiri badan jalan.

Namun manuver tersebut membuat sepeda motor yang dikendarainya bergerak ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah Bengalon menuju Sangatta melaju Honda Genio yang dikendarai Selmi.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat kedua pengendara terlempar ke badan jalan.

Beberapa saat setelah tabrakan terjadi, api tiba-tiba muncul dari lokasi kejadian. Diduga kebocoran bahan bakar yang tersulut percikan akibat benturan memicu kebakaran. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap kedua sepeda motor.

Warga sekitar berupaya memberikan pertolongan sekaligus memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan akibat luka bakar berat yang diderita hampir di seluruh bagian tubuh.

Kapolsek Bengalon AKP Helmi Septi Saputro mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan pengendara Yamaha Vixion kehilangan kendali saat menghindari lubang hingga masuk ke lajur berlawanan.

“Dugaan sementara pengendara melakukan manuver menghindari lubang dan masuk ke jalur berlawanan sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujarnya.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menghanguskan kedua kendaraan yang terlibat. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.

Saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk faktor kondisi jalan, kendaraan, serta kemungkinan penyebab lain yang turut berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan fatal di ruas Bengalon–Sangatta yang selama ini dikenal memiliki volume lalu lintas tinggi. Sejumlah pengguna jalan juga kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di beberapa titik dan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Stadion Segiri Jadi Prioritas, Dukung Kompetisi Nasional dan Internasional

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mempercepat pembenahan Stadion Segiri Samarinda agar siap menjadi kandang Borneo FC pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 serta ajang AFC yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemindahan lampu stadion dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri. Rencana tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Infrastruktur Stadion Segiri yang digelar Senin (22/6/2026).

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pekerjaan Umum, hingga unsur pemerintah kota untuk memastikan pemanfaatan aset daerah berjalan optimal.

“Kita fokus pada teknis pemindahan lampu dari Stadion Palaran ke Stadion Segiri. Karena itu kami melibatkan berbagai pihak terkait agar aset milik Pemprov dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Menurut Rasman, proses pemindahan lampu tidak sesederhana membongkar dan memasang kembali. Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran konstruksi, pemindahan material, pemasangan ulang, hingga pengujian pencahayaan sesuai standar kompetisi profesional.

Saat ini Dispora telah menghitung kebutuhan anggaran serta waktu pelaksanaan yang diperlukan agar pekerjaan dapat segera dimulai.

“Hari ini kami memastikan apakah proses pemindahan bisa segera dilakukan. Karena ada tahapan pembongkaran, pemindahan, pemasangan kembali, termasuk kebutuhan anggarannya yang sudah mulai kami hitung,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian teknis, lampu Stadion Palaran memiliki kapasitas pencahayaan mencapai 1.800 lux. Namun karena perbedaan konstruksi stadion, pencahayaan tersebut belum otomatis memenuhi kebutuhan Stadion Segiri.

Di Stadion Palaran, lampu terpasang pada struktur tribun, sementara di Stadion Segiri menggunakan tiang lampu. Kondisi itu membuat diperlukan penyesuaian arah pencahayaan (aiming) serta penambahan beberapa titik lampu baru.

“Hasil perhitungan sementara masih ada kekurangan sekitar 133 lux atau setara delapan titik lampu tambahan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Pemprov Kaltim tengah menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan, termasuk melalui pergeseran anggaran APBD maupun dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Rasman menegaskan seluruh proses peningkatan infrastruktur Stadion Segiri harus mengacu pada standar yang ditetapkan PSSI agar tidak terjadi kesalahan teknis yang berujung pemborosan anggaran.

“Kalau nanti dilaksanakan, harus ada rekomendasi dan pengawasan langsung dari PSSI. Jangan sampai bongkar pasang berulang kali. Sekali dikerjakan harus tuntas dan sesuai standar,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembenahan Stadion Segiri menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Kaltim dalam mendukung perkembangan sepak bola profesional di daerah sekaligus memastikan Borneo FC dapat tampil dengan fasilitas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Promosi Digital Dinilai Lebih Efektif Jangkau Wisatawan

TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong strategi baru dalam promosi sektor pariwisata dengan menggandeng para kreator konten untuk memaksimalkan potensi digital. Langkah ini menjadi upaya adaptif di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

Promosi wisata kini tidak lagi hanya bertumpu pada metode konvensional. Dinas Pariwisata Kukar mulai mengarahkan strategi pemasaran berbasis kolaborasi dengan masyarakat, influencer, videografer, hingga YouTuber untuk memperluas jangkauan promosi melalui media sosial.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Andi Widyaningsih, mengatakan pendekatan ini dipilih agar promosi wisata tetap berjalan efektif meski dalam kondisi keterbatasan anggaran.

“Karena saat ini pemerintah daerah sedang mengalami efisiensi anggaran, kami mencari ide dan upaya bagaimana agar pariwisata Kutai Kartanegara tetap bisa dipromosikan dengan cara yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan kreator konten menjadi salah satu solusi paling realistis untuk memperluas promosi wisata daerah tanpa membebani anggaran secara besar.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas promosi digital adalah kawasan Jam Bentong di Tenggarong. Lokasi ini dipilih karena memiliki daya tarik visual yang kuat sekaligus mudah dijangkau masyarakat.

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses listrik dan jaringan internet gratis untuk menunjang proses produksi konten.

Selain itu, tersedia museum mini yang dapat dikunjungi tanpa biaya. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang dapat menjadi objek visual menarik bagi para kreator konten.

“Di dalamnya ada berbagai koleksi yang berhubungan dengan budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang bisa dinikmati pengunjung,” kata Andi.

Dispar Kukar menegaskan program kolaborasi ini tidak hanya ditujukan bagi influencer atau kreator profesional, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi mempromosikan pariwisata daerah.

Menurut Andi, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelibatan publik dalam pembangunan sektor pariwisata berbasis digital.

“Kami mengajak konten kreator, influencer, videografer, maupun masyarakat umum untuk mempromosikan pariwisata Kutai Kartanegara melalui konten-konten mereka dengan bekerja sama bersama Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Meski demikian, setiap aktivitas produksi konten tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di kawasan Jam Bentong. Pengunjung juga diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan kontak person yang telah disediakan melalui kanal resmi Dispar Kukar.

Kawasan Jam Bentong dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita. Namun, bagi kreator yang ingin melakukan produksi konten di luar jam operasional tetap diberikan kesempatan dengan syarat telah memperoleh izin resmi.

Petugas keamanan juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan tertib.

“Pagi bisa, malam juga bisa. Yang penting sudah berkoordinasi melalui kontak person yang tersedia dan menyampaikan izin kepada petugas keamanan yang bertugas di lokasi,” pungkas Andi.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Rooftop Dining Mercure Samarinda Resmi Reopening dengan Konsep Baru

0

SAMARINDA – Sky House Rooftop Dining & Lounge resmi kembali dibuka untuk publik dengan konsep baru mulai 22 Juni 2026. Setelah melalui proses persiapan selama enam bulan, restoran yang berada di lantai 17 dan 18 Mercure Samarinda itu hadir dengan tampilan lebih segar, area yang lebih luas, serta pengalaman kuliner yang diperbarui.

Suasana baru langsung terasa sejak memasuki area Sky House. Dengan kapasitas lebih besar, venue ini mampu menampung lebih dari 130 tamu di lantai 17 dan sekitar 90 tamu di lantai 18.

Selain menjadi destinasi kuliner eksklusif, Sky House juga diproyeksikan menjadi salah satu pilihan utama untuk berbagai kegiatan privat seperti ulang tahun, pernikahan, gathering perusahaan, hingga acara khusus lainnya.

General Manager Ibis dan Mercure Samarinda, Seto Marsono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses transformasi Sky House hingga kembali dibuka untuk masyarakat.

“Terkhusus juga tim F&B Mercure yang sudah bekerja keras selama enam bulan mempersiapkan Sky House dengan suasana yang baru,” ujarnya saat grand opening, Senin (22/6/2026).

Menurut Seto, konsep baru ini diharapkan mampu menjadikan Sky House sebagai salah satu restoran unggulan di Samarinda, baik dari sisi sajian makanan, pelayanan, maupun tampilan venue.

“Sky House telah menjadi resto yang berlokasi paling tinggi dengan view 360 derajat Kota Samarinda. Tentu saja Sky House juga kami buka untuk memberi experience baru bagi tamu Mercure dan warga Samarinda serta sekitarnya,” katanya.

Ia menjelaskan perubahan paling mencolok terletak pada tata ruang yang kini lebih lega dan nyaman. Sementara untuk menu, konsep utama tetap dipertahankan dengan sentuhan penyajian dan presentasi yang lebih modern.

“Suasananya tidak terlalu formal dan cenderung lebih warm dan menarik. Kami juga membuka operasional mulai pukul 17.00 hingga 01.00 dini hari,” tambahnya.

Brand Owner sekaligus F&B Manager Sky House, Cheny Claudia Fuad, mengatakan pembaruan tidak hanya dilakukan pada desain interior, tetapi juga pada pilihan menu yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Tetap pada Western cuisine yang disesuaikan dengan selera Indonesia. Penentuan menu juga sangat selektif baik dari sisi konsep maupun bahan yang digunakan,” jelasnya.

Salah satu daya tarik baru yang ditawarkan adalah pengalaman penyajian makanan secara teatrikal oleh pelayan restoran untuk beberapa menu tertentu. Konsep tersebut dihadirkan agar pengalaman bersantap menjadi lebih berkesan dan berbeda dari biasanya.

Dengan konsep baru, kapasitas lebih besar, serta panorama Kota Samarinda dari ketinggian, Sky House optimistis menjadi salah satu destinasi kuliner dan venue event premium yang semakin diminati masyarakat.

Pewarta: Adhi
Editor: Agus S.

DPRD Kaltim Dalami Kesiapan Infrastruktur Digital Pendidikan

0

SAMARINDA – Keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai mendapat perhatian DPRD Kalimantan Timur. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengaku telah menerima berbagai laporan mengenai kendala yang dialami calon peserta didik saat mengakses sistem pendaftaran secara daring.

Ia mengatakan pihaknya berencana menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk meminta penjelasan langsung terkait persoalan tersebut.

“Saya juga mendapat informasi dan keluhan dari masyarakat terkait kendala akses saat pendaftaran. Karena itu besok saya berencana bertemu langsung dengan Dinas Pendidikan untuk mengetahui persoalannya secara jelas,” ujarnya usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Baba, salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah sulitnya mengakses sistem SPMB. Ia menilai perlu ada penjelasan mengenai kesiapan infrastruktur teknologi yang digunakan, termasuk kapasitas server yang menangani proses pendaftaran secara bersamaan.

“Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana kondisi server yang digunakan. Apakah kapasitasnya memang mencukupi untuk menampung akses yang dilakukan secara bersamaan oleh masyarakat,” katanya.

Selain persoalan teknis, Komisi IV juga akan menyoroti durasi waktu pendaftaran yang dinilai cukup singkat. Kondisi tersebut dikhawatirkan merugikan calon peserta didik yang belum sempat menyelesaikan proses pendaftaran akibat kendala sistem.

“Kami juga ingin mengetahui apakah ada peluang atau kesempatan pada tahap berikutnya jika masih ada calon siswa yang belum sempat mendaftar karena waktu yang terbatas atau kendala teknis,” lanjutnya.

Meski sejumlah pihak mengaitkan persoalan ini dengan evaluasi pelaksanaan penerimaan murid baru tahun sebelumnya, Baba menegaskan fokus DPRD saat ini adalah memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar dan mampu mengakomodasi seluruh peserta.

“Yang ingin kami pastikan sekarang adalah mekanisme yang berjalan saat ini. Apakah sistem yang digunakan benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam proses penerimaan murid baru,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Kaltim berharap hasil pertemuan dengan Disdikbud nantinya dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan pendidikan berbasis digital di Kalimantan Timur.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Pemprov Kaltim Matangkan Konsep Nobar di Berbagai Lokasi

0

SAMARINDA – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan fasilitas nonton bareng (nobar) di sejumlah titik untuk memberi ruang bagi masyarakat menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia secara bersama-sama.

Rencana tersebut disampaikan langsung Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Ia memastikan persiapan nobar telah dibahas dan dalam waktu dekat akan direalisasikan di beberapa lokasi strategis milik pemerintah provinsi.

Menurut Rudy, kegiatan nobar tidak sekadar menghadirkan tontonan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Pemprov Kaltim ingin menghadirkan suasana Piala Dunia yang meriah, terbuka, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Konsep nobar ini sudah kita bahas, nanti akan dilaksanakan di berbagai lokasi. Kami ingin masyarakat bisa hadir, menikmati pertandingan, sekaligus merasakan semangat kebersamaan dalam suasana Piala Dunia,” ujar Rudy usai rapat di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain kawasan depan Kantor Gubernur Kaltim dan sejumlah aset Pemprov lainnya yang dinilai representatif untuk menampung antusiasme masyarakat. Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan pemanfaatan hotel maupun ruang terbuka lainnya agar jangkauan nobar semakin luas.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga menyiapkan konsep nobar keliling menggunakan mobil videotron. Skema tersebut dinilai mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga atmosfer Piala Dunia dapat dirasakan hingga ke berbagai sudut daerah.

“Tidak hanya di satu titik, kami juga siapkan nobar keliling menggunakan mobil videotron agar lebih banyak masyarakat bisa ikut menikmati,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim menghadirkan ruang hiburan publik yang inklusif sekaligus mempererat kebersamaan warga. Di sisi lain, kegiatan nobar juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha kecil diperkirakan akan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan nobar.

Rudy menegaskan seluruh rangkaian nobar akan dikemas secara terbuka dan meriah agar benar-benar menjadi pesta rakyat dalam menyambut Piala Dunia 2026.

“Yang jelas, semua kita siapkan supaya masyarakat bisa menikmati Piala Dunia dalam suasana kebersamaan. Jadi jangan sampai terlewatkan,” tegasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Kaltim Perkuat Pengelolaan Aset untuk Jaga Stabilitas Fiskal

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengantisipasi potensi tekanan fiskal pada APBD 2026. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bahkan telah memetakan sejumlah belanja yang berpotensi dicadangkan atau diefisienkan guna mengurangi risiko defisit pada perubahan anggaran mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua TAPD, Sri Wahyuni, usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Sri, pembahasan bersama Banggar juga menyoroti mekanisme hibah, termasuk hibah kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang sempat menjadi perhatian anggota dewan.

Ia menegaskan proses hibah LPTQ tidak berbeda dengan hibah organisasi lainnya. Seluruh pengajuan tetap melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), diverifikasi perangkat daerah terkait, ditetapkan dalam APBD, hingga akhirnya dicairkan sesuai ketentuan.

“Prosesnya sama dengan hibah-hibah yang lain. Ada pengusulan proposal, diverifikasi, kemudian ditetapkan dalam APBD dan dicairkan. Tidak ada perlakuan khusus,” tegasnya.

Selain itu, Banggar juga menyoroti sejumlah pergeseran anggaran yang terjadi di lingkungan Pemprov Kaltim. Sri menjelaskan, pergeseran yang tidak mengubah pagu APBD dapat dilakukan melalui mekanisme internal. Namun, apabila berdampak pada perubahan pagu anggaran, maka harus dibahas melalui APBD Perubahan bersama DPRD.

Di tengah pembahasan tersebut, TAPD mulai mengantisipasi tekanan keuangan daerah yang diperkirakan muncul pada semester kedua tahun ini.

“Kami mulai memetakan belanja-belanja yang bisa dicadangkan atau diefisienkan karena kita akan menghadapi tekanan keuangan. Jadi saat pembahasan perubahan nanti, kita sudah siap melakukan penyesuaian agar tekanan defisit tidak terlalu besar,” ujarnya.

Meski belum dapat menyebut angka pasti, Sri mengakui terdapat potensi defisit yang saat ini masih dihitung oleh TAPD.

Salah satu penyebabnya adalah menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat serta sejumlah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum terealisasi sesuai proyeksi.

Ia mencontohkan pembangunan dermaga tambat yang sebelumnya diproyeksikan menjadi sumber PAD baru pada tahun ini. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.

“Awalnya kita berharap sudah menghasilkan PAD tahun ini. Regulasi dan anggarannya sudah disiapkan paralel. Tetapi ternyata proses perizinannya masih berjalan sehingga belum bisa memberikan kontribusi pendapatan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Kaltim mempertimbangkan koreksi terhadap target PAD dalam APBD Perubahan 2026.

Sri mengungkapkan, hingga pertengahan Juni 2026 realisasi pendapatan daerah baru mencapai sekitar 36 persen dari target tahunan.

“Pendapatan kita baru sekitar Rp5 triliun lebih. Padahal kalau melihat posisi waktu sekarang, idealnya sudah mendekati 50 persen,” ungkapnya.

Meski demikian, Sri menegaskan kondisi fiskal Kaltim masih relatif kuat dibandingkan banyak daerah lain karena porsi PAD masih lebih besar dibandingkan transfer pusat.

Saat ini, setelah pengurangan transfer dari pemerintah pusat, nilai TKD Kaltim berada di kisaran Rp3 triliun, sedangkan PAD masih mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Di tengah ancaman perlambatan ekonomi akibat berkurangnya dana transfer dan aktivitas sektor ekstraktif, Pemprov Kaltim memastikan program prioritas daerah tidak akan terganggu.

Salah satu program yang dipastikan tetap menjadi prioritas adalah Gratispol, termasuk pembiayaan pendidikan gratis yang saat ini sedang berjalan.

“Program prioritas seperti Gratispol tetap menjadi perhatian. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Sri.

Untuk memperkuat pendapatan daerah, Pemprov Kaltim kini juga menggenjot optimalisasi pajak daerah, terutama dari sektor alat berat dan pajak air permukaan. Pemerintah bahkan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam tim optimalisasi pajak guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, pengelolaan aset daerah juga akan diperkuat melalui pembentukan unit khusus di bawah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal Kalimantan Timur di tengah berkurangnya transfer pusat dan belum optimalnya realisasi sejumlah sumber PAD baru.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Patung Kuda Jadi Pusat Aksi Dukungan terhadap MBG

0

JAKARTA – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Massa menyuarakan dukungan terhadap kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi dalam program tersebut.

Sejak pagi, peserta aksi yang mengenakan pakaian serba putih memadati kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan terhadap MBG serta seruan agar para pelaku korupsi segera diproses hukum.

Dari atas mobil komando, salah satu orator menyampaikan tiga poin sikap massa aksi. Pertama, mereka mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis.

“Mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo untuk terus melanjutkan program MBG yang berguna untuk anak-anak sekolah, ibu hamil serta lansia,” ujar orator.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku korupsi yang dinilai merugikan masyarakat.

“Kedua, mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo untuk menindak tegas, menangkap, dan memenjarakan para koruptor, oligarki, beserta seluruh kaki tangannya,” lanjutnya.

Massa menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa menghentikan program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam aksi tersebut, peserta juga menyatakan kesiapan untuk mengawal berbagai program prioritas pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

“Ketiga, berkomitmen siap mengawal program-program utama Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta program-program pemerintah lainnya,” kata orator.

Sejumlah spanduk bertuliskan dukungan terhadap MBG tampak dibentangkan massa. Salah satunya bertuliskan “MBG Menciptakan Lapangan Kerja” sebagai bentuk keyakinan bahwa program tersebut turut membuka peluang ekonomi dan pekerjaan bagi masyarakat.

Para peserta aksi menilai dugaan korupsi yang terjadi dalam pelaksanaan MBG harus diusut hingga tuntas. Namun, menurut mereka, penyimpangan yang dilakukan oknum tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

PPU Ikut Sumbang Juara Nasional untuk Kaltim

0

BONTANG – Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Faizal Sofyan Hasdam, memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus dan pegiat pickleball di Kota Bontang yang dinilai berhasil mendorong perkembangan olahraga tersebut secara pesat.

Menurut Andi Faizal, antusiasme masyarakat terhadap pickleball di Bontang menjadi salah satu yang terbaik di Kaltim. Ia menilai semangat para atlet, pelatih, dan pengurus telah berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga yang tengah berkembang tersebut.

“Kalau kita lihat di Kota Bontang, alhamdulillah pegiat pickleball luar biasa. Tidak hanya di Bontang, tetapi di seluruh daerah di Kaltim terus meningkatkan kompetensi, kemampuan, dan keterampilan para atlet,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Sebagai Ketua IPF Kaltim, Andi Faizal mengaku bangga dengan capaian yang telah diraih para atlet pickleball dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil nyata melalui prestasi di berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Ia menyebut Kaltim telah berhasil melahirkan sejumlah atlet berprestasi mulai dari kategori usia dini hingga mahasiswa. Bahkan, atlet-atlet daerah mampu bersaing dan meraih gelar juara dalam berbagai ajang nasional.

“Kita sudah melahirkan berbagai macam juara di tingkat nasional, baik untuk usia dini, kemudian pada Kejuaraan Nasional Mahasiswa, hingga Indonesia American Games. Bahkan dari Penajam Paser Utara juga berhasil menjadi juara,” katanya.

Andi Faizal berharap tren positif tersebut terus berlanjut sehingga tidak hanya Bontang, tetapi seluruh kabupaten dan kota di Kaltim dapat menjadi pusat lahirnya atlet-atlet pickleball berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

“Atas nama Ketua IPF Kaltim, saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPF Bontang. Besar harapan kami seluruh daerah di Kaltim untuk terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet terbaik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, pelatih, atlet, serta pihak-pihak yang selama ini mendukung perkembangan pickleball di Kalimantan Timur. Menurutnya, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan.

“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu semua yang telah berkontribusi dalam memajukan pickleball di Kaltim,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Program Gizi Nasional Diproyeksi Ciptakan Rantai Ekonomi Baru

0

SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan hadir di sekitar 100 titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperkirakan membawa dampak ekonomi yang besar bagi pelaku usaha lokal. Di balik target pemenuhan gizi masyarakat, program ini dinilai berpotensi menjadi mesin penggerak baru bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu komoditas yang diprediksi mengalami lonjakan permintaan adalah tahu dan tempe. Kedua bahan pangan tersebut disebut akan menjadi menu yang cukup sering digunakan dalam penyediaan makanan bergizi di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Marhadin, mengatakan kebutuhan bahan pangan untuk mendukung MBG akan sangat besar. Dengan rencana pembangunan sekitar 100 titik MBG yang tersebar hingga wilayah terluar, terdepan, dan terpencil (3T), peluang usaha bagi masyarakat terbuka lebar.

“Ada sekitar 100 titik MBG yang akan dibangun. Ini peluang usaha yang sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Marhadin, tahu dan tempe diperkirakan akan masuk dalam menu MBG sebanyak dua hingga tiga kali dalam sepekan. Jika seluruh titik MBG beroperasi, kebutuhan kedua komoditas tersebut dipastikan meningkat signifikan.

Kondisi itu menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha baru maupun meningkatkan kapasitas produksi yang sudah berjalan. Pasalnya, pasar untuk produk tersebut sudah tersedia dan kebutuhannya akan terus berlangsung selama program berjalan.

Di sisi lain, ia mengingatkan perlunya antisipasi terhadap ketersediaan pasokan. Jangan sampai kebutuhan SPPG menyerap sebagian besar stok yang ada sehingga memengaruhi pasokan bagi masyarakat umum.

“Jangan sampai nanti 100 titik MBG berjalan, lalu tahu dan tempe di pasar habis diserap untuk kebutuhan SPPG sehingga masyarakat kesulitan mendapatkannya,” katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, Diskop UKM Kutim mendorong lahirnya produsen-produsen baru yang mampu memenuhi kebutuhan program MBG. Pemerintah daerah, kata Marhadin, siap memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha di sektor tersebut.

Selain tahu dan tempe, peluang usaha juga terbuka untuk berbagai produk pangan lain yang dibutuhkan dalam rantai pasok MBG. Karena itu, pelaku UMKM diharapkan mulai memetakan peluang dan menyiapkan kapasitas produksi sejak dini.

“Kalau ada masyarakat yang ingin usaha tahu dan tempe, nanti akan kita bantu. Pasarnya sudah jelas dan kebutuhannya besar,” tambahnya.

Marhadin berharap program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, semakin banyak kebutuhan program yang dipenuhi oleh pelaku usaha lokal, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat Kutim.

“Yang kita harapkan masyarakat menjadi pelaku usahanya dan ikut menikmati manfaat ekonominya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.