Beranda blog Halaman 779

Belanja Rutin Dominasi Serapan Anggaran PPU Triwulan I 2023

0

PPU – Penggunaan anggaran terbesar hingga triwulan pertama 2023 di Penajam Paser Utara (PPU) berasal dari non-fisik. Hal ini dinilai lumrah mengingat serapan anggaran besar untuk fisik biasanya mulai dilakukan pada triwulan kedua.

Sekira 12,9 persen dari APBD PPU sebesar Rp 1,9 triliun tergunakan pada 3 bulan pertama di 2023. Detailnya, menyebar pada penyerapan anggaran untuk belanja pegawai, belanja operasional dan belanja rutin lainnya. Kemudian untuk alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) tahap satu.

“Belanja pegawai kemudian belanja operasional, belanja barang jasa dan bantuan ADD. Bantuan ADD kita sudah cair. Penyumbang terbesar ADD triwulan satu sekitar Rp 33 miliar,” ujar Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir Kamis (27/4/2023).

Menurutnya, serapan anggaran itu pada setiap awal tahun memang demikian. Bahkan serapan tahun ini dinilai cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Serapannya sih 12,9 persen. Saya kira serapan itu sudah lumayan tinggi,” sebutnya.

Ia menuturkan jika penyerapan anggaran terbesar biasanya akan terjadi pada masa triwulan II. Sebab, pada triwulan II beberapa belanja modal mulai berjalan, atau belanja konstruksi sudah mulai terlaksana.

“Proses untuk kontruksi masih kebanyakan lelang. Di triwulan 2 baru progres,” ujar Muhajir.

Diyakini pula penyerapan anggaran pada April hingga pertengahan tahun nanti akan optimal, khususnya pada alokasi pembangunan fisik. Mengingat adanya penyaluran belanja modal dari beberapa proyek yang ada.

Dari APDB tahun 2023 ini, disebut Muhajir penyerapan anggaran memalui belanja modal sekitar Rp 541 miliar. Hal itu juga dipengaruhi membaiknya porsi APBD setelah adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) penyesuaian harga minyak dunia serta kenaikan harga CPO dan naiknya harga batu bara.

“Karena ini tahun ini porsi anggaran masih besar di infrastruktur. Jadi Saya meyakini serapan anggaran pada triwulan selanjutnya akan lebih besar,” pungkas Muhajir. (SBK)

Pemkab PPU Diminta Tingkatkan Kinerja untuk Maksimalkan Serapan Anggaran

PPU – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menilai ada stigma yang kurang tepat di Pemkab PPU yang memengaruhi minimnya serapan anggaran di awal tahun 2023.

Diketahui bahwa serapan anggaran APBD 2023 PPU, menurut laporan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU pada triwulan I 2023, baru mencapai 12,9 persen. Realisasi anggaran terbesar terjadi pada belanja rutin dan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) tahap pertama.

Menurut Syahrudin, capaian ini seharusnya bisa lebih optimal mengingat situasi dan kondisi keuangan PPU lebih baik pada tahun ini dibandingkan sebelumnya.

“Saya kira dengan kondisi keuangan saat ini, mestinya serapan anggaran sudah lebih dari 13 persen,” ucapnya pada Kamis (27/4/2023).

Meski pencapaian itu dinilai sudah cukup baik, namun hal ini memengaruhi beberapa poin percepatan yang akan dilakukan. Salah satunya terkait adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Keuangan (Bankeu) yang masuk ke PPU.

“Kenapa realisasi anggaran PPU ini lambat sekali. Apalagi ada dana DAK dan Bankeu, kalau itu juga lambat, nanti diambil lagi uangnya (penarikan program),” jelasnya.

Selain itu, hal ini juga berpengaruh pada proses pembahasan APBD Perubahan 2023 yang direncanakan lebih cepat dibahas sejalan dengan percepatan pembangunan di PPU seiring pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalau mau lebih cepat membahas anggaran perubahan, realisasi anggaran harus sudah dipercepat. Kalau tidak, mau bagaimana, kita belanjakan yang ini saja belum, bagaimana mau mengambil dana yang lain,” kata Syahrudin.

Menurut pandangan idealnya, setidaknya hingga pertengahan tahun atau pada triwulan kedua, realisasi serapan anggaran telah mencapai 30-40 persen. Sehingga pada saat masuk triwulan III, pembahasan perubahan APBD 2023 bisa segera dilakukan.

“Jadi bisa kita bahas perubahan, saat serapan sudah mencapai 50 persen lebih. Kita juga sedikit lebih tenang, kontrol dari pusat juga tidak banyak catatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syahrudin menyebutkan adanya stigma yang terjadi dalam tubuh Pemkab PPU yang sangat berkaitan dengan minimnya serapan anggaran ini. Bisa disebut ada ketakutan berlebih (paranoid) yang mengakibatkan terlalu berhati-hati dalam melaksanakan program.

“Kemungkinan penyebab lambatnya serapan ini karena terlalu berhati-hati, padahal tidak seharusnya seperti itu,” ungkapnya.

Bila diingatkan, ketakutan itu terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di PPU pada awal 2021 lalu yang mengakibatkan kepala daerah beserta kroninya berhadapan dengan hukum. Ditambah, banyaknya pengungkapan korupsi di berbagai belahan Indonesia yang terjadi belakangan ini.

“Ada kesan klasik, bahwa kita saat ini sedang disorot, banyak pemeriksaan. Kalau itu terus berlanjut dalam stigma dan mental kita, ya mana bisa jalan,” terangnya.

Satu hal lagi, adanya pemindahan IKN ke Kaltim, tepatnya di sebagian wilayah PPU, memunculkan penilaian adanya atensi lebih pada PPU. Semua itu tentunya memerlukan perhatian lebih serta kewaspadaan yang lebih diperlukan.

“Yang penting itu, kita harus memastikan semua yang dilakukan sesuai dengan aturan dan tidak ada yang memiliki pikiran lain-lain. Itulah yang membuat perencanaan tidak aman,” jelas Syahrudin.

Terlepas dari itu, Syahrudin menyebutkan kehati-hatian juga baik. Namun seyogyanya, hal itu tetap tidak mempengaruhi percepatan rencana pembangunan daerah yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Jadi itu yang perlu dilakukan oleh OPD, mempercepat program kegiatan yang sudah ada dalam DPA masing-masing. Saat ini sudah memasuki triwulan kedua, karena ini bulan April sudah,” tutupnya. (SBK)

Pemkab PPU Diminta Turun Tangan Atasi Banjir di Desa Api-Api

0

PPU – Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta Pemkab PPU turun tangan menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi di Desa Api-Api, Waru. Penanganan ini dibutuhkan agar bencana bisa segera diantisipasi dan tidak semakin parah ke depannya.

Bencana banjir cukup parah itu melanda Desa Api-Api pada Selasa (25/9/2023). Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 06.00 WITA hingga siang hari menjadi awal musababnya.

Bersamaan dengan pasang air laut yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air salah satu sungai di Api-Api meluap. Hal itu menyebabkan beberapa rumah di RT 01 dan RT 07 yang berada di daerah rendah terendam banjir.

Tak hanya itu, banjir ini juga menyebabkan terjadinya genangan sedalam 30 sentimeter di jalan raya, membuat alur lalu lintas Kaltim-Kalsel tersebut terhambat.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto meminta pemerintah daerah turun tangan, menginstruksikan dinasnya untuk melakukan penanganan terhadap bencana yang sudah terjadi sejak belasan tahun tersebut.

“Terkait banjir di Desa Api-Api ini, kami berharap Dinas PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU) dapat segera melakukan normalisasi terhadap aliran drainase yang mengalami kebuntuan,” ujarnya, Kamis (27/4/2023).

Penanganan itu menurutnya sangat dibutuhkan, sebab dari analisis sementara, bencana ini dapat terjadi karena ada faktor infrastruktur yang sudah tidak dapat bekerja dengan normal sebagaimana fungsinya.

“Banjir ini jelas akibat kurang maksimalnya saluran pembuangan air yang dari hulu menuju laut,” imbuh wakil rakyat Dapil Waru-Babulu ini.

Berkaitan dengan kewenangan jalan tersebut yang ada di Pemprov Kaltim, Irawan menyebutkan perlu adanya koordinasi yang baik. Pada intinya, semua cara perlu ditempuh agar bencana ini dapat diantisipasi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban.

“Makanya perlu dikoordinasikan antar dinas dan vertikalnya di tingkat provinsi. Karena solusinya hanya dua, normalisasi saluran pembuangnya dan pembangunan box culvert sehingga aliran airnya tidak terhambat,” paparnya.

Selain penanganan perbaikan infrastruktur, Pemkab PPU juga diminta untuk memberikan perhatian terhadap korban terdampak. Pasalnya, hal ini jelas merugikan masyarakat yang kerap menjadi korban selama ini.

“Kami berharap pemerintah menggunakan dana tanggap darurat untuk membantu korban yang terdampak akibat banjir di Desa Api-Api,” tegas Irawan.

Ia menambahkan, kejadian ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut lagi. Selain merugikan masyarakat yang ada di wilayah tersebut serta berbahaya bagi pengendara yang melintas, bencana ini juga diyakini akan semakin parah ke depannya jika tidak ditangani.

“Tidak ada hal yang terlambat dalam upaya perbaikan dan penanganan masalah di masyarakat. Harapan kami dengan kejadian ini, pemerintah melalui dinas terkait harus lebih proaktif, sehingga masalah banjir ini bisa diatasi di kemudian hari,” pungkasnya. (SBK)

Belasan Rumah di Kelurahan Waru Kebanjiran

0

PPU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih melakukan penanganan banjir sejak Rabu (26/4), yang merendam 11 rumah di Kelurahan Waru.

“Penanganan yang kami lakukan di Waru antara lain suplai logistik yang menjadi kebutuhan dasar korban banjir, termasuk suplai air bersih yang dilakukan kerja sama dengan Perumda PDAM Danum Taka PPU,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Budi Santoso di Penajam, Kamis.

Laporan adanya banjir tersebut diterima pihaknya Kamis, yakni disampaikan Lurah Waru pada pukul 08.19 Wita. Tim BPBD PPU kemudian menuju lokasi, sedangkan banjir dimulai pada Rabu (26/4), sekitar pukul 19.00 Wita.

Banjir tersebut melanda RT29 dan RT22, Kelurahan Waru, sedangkan yang terendam banjir 18 rumah, terdiri atas tujuh rumah di RT29 dan 11 rumah di RT22.

Ia melanjutkan untuk tinggi muka air (TMA) di tiap rumah dan tiap RT berbeda, yakni di RT29 dengan TMA di halaman rumah antara 40-60 centimeter (cm), sedangkan TMA di dalam rumah antara 5-60 cm.

Di RT22 yang terdapat 11 rumah terdampak banjir, TMA di halaman rumah antara 30-70 cm, sedangkan TMA di dalam rumah di kisaran 5-10 cm.

Budi menjelaskan sebelum banjir, telah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan secara berturut-turut.

Peringatan dini dikeluarkan pada Selasa (25/4), dari pukul 07.00, 08.10, dan 10.20 Wita, yakni disampaikan bahwa akan terjadi hujan sedang ke hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Waru.

Peristiwa tersebut dapat mengakibatkan kiriman air dari kawasan hulu sungai yang membuat air sungai di Waru meluap, sehingga hal ini bisa menyebabkan banjir, pohon tumbang, jalan licin, dan dampak lainnya.

Peringatan dini itu kemudian terjadi, yakni sungai meluap yang kemudian berdampak pada naiknya tinggi muka air hingga ke rumah warga di RT29 dan RT22, karena pemukiman tersebut berada pada area rendah dan di sekitar bantaran sungai.

“Kami sudah melakukan kaji cepat terkait kejadian tersebut. Tim juga sudah berkoordinasi dengan kelurahan untuk penanganan korban. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kondisi seperti ini berlangsung antara dua hingga tiga hari setelah banjir pertama kali masuk,” kata Budi. (M.Ghofar/Antara/MK)

Arus Balik di PPU Lancar dan Aman, Sepeda Motor Mendominasi

0

PPU – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan arus balik Lebaran 2023 di daerah tersebut relatif lancar dan aman. Kendaraan sepeda motor mendominasi akses jalan yang ada di Benuo Taka sepanjang libur Idulfitri 2023.

Kepala Dishub PPU, Andi Singkerru, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan monitoring di beberapa titik di empat kecamatan, bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat untuk menjamin arus balik tetap lancar dan aman. Pos pengamanan juga didirikan di Terminal Penajam, Pelabuhan Klotok (kapal kayu), kapal cepat, dan Pelabuhan Penyeberangan Feri Kabupaten PPU.

“Kami memantau mobilitas arus balik di sepanjang jalur darat dan laut di wilayah PPU,” ujarnya pada Rabu (26/4/2023).

Menurut Singkerru, arus balik sudah terlihat sejak Sabtu hingga dua hari sesudah Lebaran dan mulai ramai kendaraan arus balik karena wilayah setempat merupakan bagian dari jalan lintas Kalimantan yang dilewati masyarakat saat arus mudik maupun balik Lebaran.

Arus balik jalur darat, menurut Singkerru, mulai ramai, baik yang menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi roda dua dan roda empat. Namun, berdasarkan pantauan, arus balik di PPU didominasi oleh kendaraan roda dua.

Adapun hal ini diperkirakan masih akan terjadi hingga Kamis (27/4/2023) dan bakal berlangsung hingga malam hari. “Kemungkinan sampai besok malam masih akan terjadi banyak pemudik yang kembali,” ujarnya.

Berdasarkan laporan petugas, arus balik didominasi dari arah Kabupaten Paser dan Kalimantan Selatan, serta Kabupaten PPU menuju Kota Balikpapan. Selain menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga kebanyakan menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi.

“Dari pantauan, arus mudik di PPU didominasi oleh kendaraan roda dua, dan hingga saat ini terlihat arus balik juga didominasi oleh sepeda motor,” pungkas Singkerru. (SBK)

Minim Destinasi, Warga PPU Pilih Berlibur ke Balikpapan

0

PPU – Pengendara roda dua mendominasi arus balik Idulfitri di Pelabuhan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Namun di antara mereka, tak sedikit pula warga PPU yang melakukan penyeberangan ke kota tetangga.

Hal itu terjadi sepanjang suasana libur Lebaran 1444 Hijriah kali ini. Kendaraan roda dua dominan hendak melintasi laut menuju Kota Balikpapan. Berbagai plat nomor kendaraan dari luar PPU juga ramai mengantre di Pelabuhan Ferry dan Pelabuhan Kapal Tradisional, yang sering disebut Klotok. Pemotor bahkan rela berdesakan untuk naik ke Kapal hingga merepotkan petugas yang berjaga.

Tidak tanpa alasan, Kota Balikpapan dinilai masih menjadi destinasi pilihan utama masyarakat untuk memanfaatkan momen libur, ketimbang mengunjungi wisata yang ada di daerah masing-masing, khususnya di Penajam sendiri. Situasi ini terjadi pasca Lebaran 21 April lalu dan masih terjadi hingga saat ini.

“Iya, pilihan utama kita pasti ke Balikpapan, karena banyaknya pilihan destinasi yang bisa dikunjungi. Kami sekeluarga memilih Balikpapan karena di PPU sangat minim destinasi, bahkan kurang,” ungkap salah seorang warga RT 07, Kelurahan Nipah-Nipah, Yakub (57).

Menurutnya, pilihan untuk berwisata di PPU terbilang sangat minim, sehingga memilih untuk berkunjung ke Kota Minyak. Fasilitas yang dijelaskan itu-itu saja menjadi alasan utama untuk mengunjungi daerah yang serba ada.

“Anak-anak kami ngajaknya jalan ke mall, aprove Lebaran,” ujar salah seorang warga Kecamatan Babulu, Jonny (42).

Meskipun begitu, sebagai warga PPU, ia berharap kedepannya objek wisata yang ada dapat lebih diperhatikan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU diharapkan dapat memberikan titik destinasi menarik kepada seluruh masyarakat serta memperkenalkan destinasi-destinasi pilihan melalui media sosial.

“Kalau di PPU, bingung juga mau ke mana. Semoga saja ke depannya banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi,” pungkasnya. (NRD)

Pegawai Pemkab PPU Dituntut Netralitas Sambut Pemilu Serentak

0

PPU – Memasuki tahun politik, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga netralitas, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemkab PPU, agar tidak terlalu terlibat dalam dunia politik.

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat apel gabungan dalam rangka halal bihalal yang digelar setelah libur panjang Idulfitri 1444 Hijriah di lingkungan Sekretariat kabupaten PPU pada hari Rabu, (26/4/2023). Kegiatan ini diakhiri dengan bersalam-salaman dari para peserta apel dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab PPU.

Hamdam mengatakan bahwa kontestasi politik yang berlangsung tahun depan telah memasuki tahapannya tahun ini. “Jadi saya mengingatkan teman-teman harus tetap netral. Jangan mudah dipengaruhi, apalagi hanya ikut-ikutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ada pihak tertentu yang memantau semua ini, oleh karena itu ia berharap seluruh pegawai tidak terlibat dalam persoalan politik tersebut.

“Saya berpikir bahwa semua sudah memiliki standar masing-masing dalam memilih. Pilihlah yang terbaik menurut hati nurani Anda untuk kemajuan Kabupaten PPU,” imbuhnya.

Pada momen halal bihalal tersebut, Hamdam juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini, meskipun ia mengakui masih ada ruang perbaikan yang perlu ditingkatkan.

“Karena saat ini masih suasana Idulfitri, atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten PPU, kami menyampaikan minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin, semoga setelah bulan suci Ramadhan yang baru saja berlalu ini, kita kembali ke keadaan yang lebih baik,” pungkasnya. (SBK)

Banjir di Desa Api-Api Ganggu Arus Lalulintas Jalan Raya

0

PPU – Hujan deras pada Selasa (25/4/2023) membuat warga kembali menjadi korban banjir. Gerah dengan keadaan tersebut, warga yang kerap menjadi korban bencana yang terjadi sejak lama tersebut meminta perhatian Pemkab PPU.

Tak hanya merendam rumah, air juga menggenangi ruas Jalan Provinsi. Akibatnya, kejadian ini cukup mengganggu arus lalu lintas yang memang cukup padat karena terkait dengan momentum arus balik Idulfitri 1444 Hijriah.

Pada hari itu, air mulai menggenang dan berangsur-angsur meningkat sekitar pukul 6.30 WITA, dan sekira pukul 09.00 WITA air baru menyurut. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, bencana ini terjadi akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi mengakibatkan meluapnya air di salah satu sungai di sana.

Setidaknya dua RT, yakni RT 01 dan RT 07 menerima dampak tersebut. Jumlah korban terdampak, ada 2 rumah di RT 01 yang didiami 4 kepala keluarga (KK) dengan 11 jiwa. Lalu di RT 07 ada 4 rumah dengan 5 KK atau 21 jiwa.

Wilayah RT 01 menerima dampak paling parah dengan kedalaman genangan mencapai 40 sampai 50 sentimeter di halaman rumah dan sekitar 5 sampai 10 sentimeter di dalam rumah. Untuk di RT 07, kedalaman air mencapai sekitar 10 sampai 15 sentimeter di halaman dan sekitar 3 sampai 5 sentimeter di dalam rumah.

“Kondisi TMA saat ini secara keseluruhan air sudah surut dan normal. Upaya penanganan yang dilakukan BPBD PPU, personel gabungan langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait. Tim melakukan pendataan dan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta membantu warga memindahkan gabah yang terendam air,” jelas Kepala Pelaksana BPBD PPU, Budi Santoso, Rabu (26/4/2023).

Karena juga menggenangi ruas jalan lintas Provinsi Kaltim-Kalimantan Selatan (Kalses), bersama warga tim juga turut membantu kendaraan yang melintas. Sekitar 100 meter jalan tersebut tenggelam, dengan kisaran genangan yang terdalam mencapai 30 sentimeter dengan arus yang cukup deras.

“Kami juga membantu mengatur arus lalu lintas di jalan raya yang terendam air, mengingat arus air yang cukup deras di lokasi tersebut dan kendaraan roda dua dan roda empat yang cukup padat,” jelas Budi.

Terpisah, salah satu warga yang menjadi korban terdampak di RT 01, Aldi Ramadhani, mengungkapkan kejadian ini sudah sering terjadi. Namun belakangan bencana ini semakin parah.

“Seingat saya ini sudah lama. Mulai saya kecil, mungkin 15 tahunan sudah pernah terjadi. Cuman memang yang kali ini paling parah,” sebutnya.

Dulunya banjir ini tidak setinggi saat ini. Hanya terjadi di halaman rumah tanpa masuk ke dalam. Pun demikian yang berada di jalan raya, hanya terlihat aliran air saja.

Menurut penilaiannya, ada jalur drainase di wilayah tersebut yang sudah tidak lagi berfungsi normal. Adapun jalur air tersebut, meneruskan jalur air di bawah jalan dari sungai kecil selebar sekira 4 meter.

“Iya sungai meluap, karena gorong-gorong yang menyebrang jalan sudah tidak sanggup,” ucap Aldi.

Atas kejadian itu, ia bersama warga lainnya berharap ada perhatian pemerintah untuk perbaikan infrastruktur tersebut. Selain merugikan masyarakat dan berbahaya untuk pengguna jalan, tentunya hal ini jika dibiarkan terus menerus akan menjadi semakin parah.

“Kalau kami perhatikan, itu yang harus diperbaiki gorong-gorongnya, karena kemungkinan di bawah jalan itu ada penyempitan. Jadi itu yang membuat air meluap kemarin, itu memang lebih kencang arusnya dari yang sebelumnya,” tutupnya. (SBK)

Pelabuhan Klotok di PPU Dipadati Calon Penumpang

0

PPU – Pelabuhan Penyeberangan Kapal Kayu (Klotok) Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin atau satu hari setelah Lebaran 2023/Idul Fitri 1444 Hijriah masih dipadati penumpang yang hendak menyeberang ke Kota Balikpapan.

“Sejak mulai libur panjang lebaran sampai hari ini penumpang sangat banyak,” ujar penjaga loket pembelian tiket Pelabuhan Klotok Kabupaten Penajam Paser Utara, Jamaluddin di Penajam.
Lonjakan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan kapal kayu terjadi setiap tahun saat masuk libur panjang sampai sesudah lebaran. Menurut dia, penumpang memilih menggunakan klotok karena lebih cepat sampai dibanding menggunakan kapal feri.
Seorang penumpang klotok yang menggunakan kendaraan roda dua, Adit Nugraha mengatakan lebih memilih menggunakan jasa penyeberangan kapal klotok dibanding kapal feri, karena waktu perjalanan lebih singkat.
“Memang banyak yang menyeberang gunakan klotok, jadi harus antre. Tapi lebih baik naik klotok cepat sampai, daripada kapal feri,” katanya.
Salah satu motoris klotok Idris mengaku memperoleh pendapatan tiga kali lipat dibanding hari biasa. Rata-rata trayek dalam sehari Penajam Kampung Baru-Balikpapan mencapai 15 hingga 20 kali.
“Kalau mulai masuk libur sampai sesudah lebaran, kami bisa dapat Rp2 juta lebih karena bisa 15 sampai 20 kali pulang-pergi dalam sehari sementara pada hari biasa hanya dapat lima sampai enam kali,” jelasnya.
Berbeda dengan di pelabuhan “speedboat”, penjaga loket tiket pelabuhan “speedboat” atau kapal cepat Darwis mengatakan, dari memasuki libur panjang lebaran sampai saat ini tidak ada lonjakan jumlah penumpang. “Jumlah penumpang ‘speedboat’ normal dan tidak ada lonjakan mulai jelang lebaran sampai hari ini,” ujarnya.
Demikian pula di Pelabuhan Feri Penajam. Supervisi PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau ASDP Indonesia Ferry, Pelabuhan Penajam Cabang Balikpapan, Radmiadi mengatakan antrean penumpang kapal feri tidak terjadi mulai libur panjang lebaran hingga sekarang, dan masih berjalan lancar.

“Kami jamin tidak bakal terjadi antrean panjang, seperti tahun sebelumnya karena ASDP siapkan 19 kapal feri untuk antisipasi lonjakan penumpang, yang dioperasikan 13 kapal feri karena masih berjalan lancar,” jelasnya. (ant/mk)

Kepala Otorita IKN Sambut City Branding PPU Serambi Nusantara

0

PPU – Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima gagasan city branding Serambi Nusantara yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Jargon ini dinilai cocok untuk menggambarkan daerah penyangga IKN dan sebagai daerah induk pusat IKN.

Hal tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab PPU, Selasa (25/4/2023) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sekaligus untuk memperkuat kerjasama.

Menurutnya, pada prinsipnya IKN dan daerah di sekitarnya sudah termasuk dalam rencana daerah penyangga ibu kota. Oleh karena itu, kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur harus mempersiapkan diri sejalan dengan pembangunan IKN.

“Khususnya Kabupaten PPU dapat menjadi serambi IKN. Kita ingin maju bersama untuk menjadi generator pembangunan ekonomi Indonesia di tahun 2045. Dan itu tentunya akan dicapai bila kita saling mendukung dan juga saling mengisi. Saya kira itu,” jelasnya.

Melalui pertemuan tersebut, Bambang menambahkan bahwa paling tidak jajaran Otorita IKN maupun Pemkab PPU dapat saling mengenal dan memantapkan tekad bersama setelah Ramadan dan Idulfitri, karena tahun 2023 ini merupakan tahun tersibuk bagi Otorita IKN.

“Yang jelas nanti akan banyak komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan konsolidasi semua program yang ada bersama pemda PPU,” ucap Bambang.

Silaturahmi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa, Selasa (25/4/2023). (Humas PPU for MediaKaltimGroup)

Menurutnya, pembangunan IKN tersebut membutuhkan waktu hingga 2045 mendatang sehingga waktu yang ada masih sangat panjang.

“Terima kasih kami sampaikan. Melalui kegiatan ini pastilah banyak harapan-harapan dari masyarakat PPU. Namanya juga serambi Nusantara. Ada Serambi Mekah, kalau ini serambi Nusantara luar biasa sekali. Saya menyambut baik ini,” terangnya.

Di sisi lain, Bupati PPU Hamdam Pingrewa mengatakan bahwa dirinya bersyukur dapat bertatap muka secara langsung bersama jajaran Otorita IKN di Kabupaten PPU. Ia berharap melalui pertemuan tersebut dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan dengan jajaran dan tokoh masyarakat yang telah mendeklarasikan Kabupaten PPU sebagai serambinya IKN.

“Kedatangan jajaran Otorita pada hari ini memberikan keyakinan bahwa apa yang menjadi keinginan PPU untuk menjadi serambinya IKN benar-benar direspon positif oleh jajaran Otorita IKN. Jadi, masyarakat PPU tidak perlu ragu lagi, karena memang kami tidak ingin hanya menjadi penyangganya saja, tetapi yang kami inginkan adalah sebagai serambinya IKN,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi inisiatif kunjungan kepala Otorita dan jajarannya tersebut. “Ini merupakan momentum yang sangat berharga. Kami menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus ucapan minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin karena masih dalam suasana Idul Fitri,” ungkapnya.

Pertemuan semacam ini juga tentu dijadikan momen ajang diskusi bersama jajaran Otorita IKN. Karena masyarakat sebenarnya ingin memahami posisi otorita IKN saat ini dan hal lainnya terkait pembangunan IKN di Kabupaten PPU.

“Ya, jika diberi kesempatan, masyarakat PPU sebenarnya ingin berdiskusi dengan jajaran Otorita IKN ini,” pungkasnya. (SBK)