Beranda blog Halaman 771

Perbasi PPU Siap Gelar Turnamen Basket 3 on 3

0

PPU – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Penajam Paser Utara (PPU) segera menggelar turnamen bola basket 3×3 (Tri on Tri) untuk pelajar dan umum, meliputi daerah Balikpapan, PPU, dan Paser.

Wakil Ketua I Perbasi PPU, Hengki Nur Triwijaya, menyampaikan bahwa persiapan telah dimulai untuk turnamen bola basket yang akan diadakan Perbasi PPU. Turnamen ini akan melibatkan pertandingan 3×3 antar pelajar dan umum dari 3 daerah.

“Kami telah memulai persiapan untuk turnamen yang akan diadakan, namun untuk awalannya akan menjadi pertandingan 3×3 dan melibatkan hanya 3 daerah,” ungkap Hengki, yang akrab dipanggil Hengki, pada Kamis (7/6/2023).

Ini dilakukan mengingat bahwa PPU akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) se-Kalimantan Timur. Perbasi PPU telah mempersiapkan diri dengan melakukan perubahan dalam kepengurusan serta mempersiapkan atlet yang akan berpartisipasi dalam ajang tersebut.

“Insya Allah Popda akan diadakan di PPU, oleh karena itu kami juga harus mempersiapkan atlet-atlet yang berkualitas untuk menghadapinya, terutama dalam cabang olahraga basket,” jelasnya.

Turnamen ini akan diselenggarakan di Taman Alun-Alun PPU dengan tujuan untuk memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten dan lebih memperkenalkan olahraga bola basket di PPU.

“Masih banyak yang tidak menyadari bahwa basket di PPU tetap ada sampai saat ini, maka dari itu dengan adanya turnamen ini, kami berharap dapat memperkenalkan kembali olahraga basket PPU kepada masyarakat,” tambahnya.

Perbasi berharap bahwa turnamen ini dapat menciptakan atlet-atlet bola basket yang berkualitas dan dapat bersaing di tingkat nasional. Mereka juga berharap minat dan keinginan pelajar di PPU untuk bermain bola basket dapat tumbuh kembali seperti masa lalu.

“Harapannya jelas agar minat bermain basket di PPU dapat tumbuh kembali, dan kami berharap dapat menemukan atlet-atlet yang berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional di masa depan,” tutupnya. (NRD)

Warga Petung Tuntut Pembongkaran Tower Telekomunikasi

0

PPU – Laporan warga Petung RT. 10 kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) terkait tower yang sudah lama tidak berfungsi langsung mendapat respon Kelurahan Petung PPU.

Lurah Petung, Achmad Fitriady, beserta satpol PP PPU langsung meninjau lokasi lokasi  tower tersebut. Respon cepat yang dilakukan untuk menghindari gejolak masyarakat yang bertempat tinggal di area tersebut.

“Kita langsung lakukan tinjau lapangan bersama satpol PP, di mana tower ini sudah lama habis kontrak. Warga menginginkan tower tersebut dibongkar agar menghindari insiden,” ujar Lurah Petung yang akrab disapa Ady, Selasa (6/6/2023)

Masa kontrak tower tersebut mulai dari 2007 sampai 2019. Artinya, masa kontrak tersebut sudah selesai 4 tahun lalu. Dalam hal ini pihaknya akan segera melakukan koordinasi kepada pihak terkait yang menangani hal tersebut.

“Kami akan segera lakukan koordinasi permasalahan ini kepada pihak yang menangani, agar kiranya masalah ini tidak berlarut-larut,” ucapnya.

Pada saat di lapangan pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada pemilik lahan yang dipakai untuk tower tersebut. Pihak pemilik lahan pun menyerahkan seutuhnya kebijakan yang akan dilakukan kelurahan demi keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Pemilik lahan menyerahkan ke kita. Kebijakan terbaik yang mereka harapkan adalah  pemilik lahan memberikan kuasa sepenuhnya kepada kami,” jelasnya

Ady berharap permasalahan ini segera terakomodir agar  gejolak warga tidak bermunculan yang mengakibatkan warga setempat memiliki rasa ketakukan akan robohnya tower tersebut. Pasalnya,  kondisi tower tersebut sudah tidak aman, sebagian pemancang bawahnya ada yang sudah terangkat dari cor-corannya.

“Kami bersama RT dan warga setempat mengharapkan permasalahan ini segera terakomodir oleh pihak yang bersangkutan, agar rasa ketakutan warga setempat  tidak ada lagi,” tutupnya. (nrd)

Harga Kebutuhan Pokok Berpotensi Naik Jelang Iduladha 2023

0

PPU – Beberapa komoditas pasar di Penajam Paser Utara diprediksi meningkat jelang Hari Raya Idul Adha  2023. Walau begitu pemerintah daerah menilai kenaikan harga masih diambang batas wajar.

Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Saidin memastikan hingga kini belum ada kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Bahan pokok yang tersedia di sejumlah pasar tradisional terpantau masih dijual dengan harga normal.

Namun kenaikan harga diyakini bakal terjadi seiring mendekati perayaan Lebaran Kurban 1444 Hijriah tersebut. “Biasanya kenaikan harga baru akan terjadi pada dua hari menjelang hari raya. Kalau kenaikan harga jelang Idul Adha itu susah dibendung,” ungkapnya, Selasa (6/6/2023).

Beberapa komoditas itu di antaranya seperti daging sapi, daging ayam potong, telur, hingga bumbu dapur. Kenaikan harga karena biaya pengiriman menjadi yang paling sering terjadi, mengingat bahan pokok masih bergantung dari luar daerah.

“Itu karena berbagai faktor, mungkin karena komoditi langka, atau mungkin karena transportasinya yang mengalami kenaikan,” terangnya.

Jika berkaca dari perayaan tahun lalu, Saidin meyakini kenaikan masih dalam ambang wajar. Pada masing-masing komoditas itu, kenaikan berkisar dari Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu.

Adapun berkaitan dengan itu, Dinas KUKM Perindag telah mempersiapkan strategi andalannya untuk mengantisipasi kenaikan signifikan. Yakni dengan program pasar murah.

“Pasar murah merupakan upaya agar pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan. Namun titiknya belum dipastikan,” tutup Saidin. (sbk)

Disdukcapil PPU Lakukan Percepatan Perekaman Calon Pemilih Muda

0

PPU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Penajam Paser Utara (PPU), melakukan percepatan rekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bagi para pemilih pemula menjelang pemilu 2024 mendatang.

Pelaksana Tugas (plt) Disdukcapil PPU, Mawar, menyampaikan sebanyak 4.000 orang pemilih pemula dari kalangan pelajar yang menjadi sasaran rekam data e-KTP yang dilakukan oleh pihaknya. Sementara per tanggal 6 Juni 2023,  baru 1.000 orang yang melakukan rekam data e-KTP.

“Dari 4.000 orang data pemilih pemula baru 1.000 yang melakukan rekam data e-KTP, kita akan terus lakukan percepatan tersebut agar data tersebut bisa rampung setidaknya sebelum pemilu 2024,” ujarnya, Selasa (6/6/2023).

Percepatan perekaman data yang selama ini dilakukan oleh pihaknya kepada pelajar di PPU, dengan menyambangi langsung masing-masing sekolah tingkat SMA atau SMK sederajat. Hal ini dilakukan agar kiranya perekaman yang dilakukan berjalan secara maksimal serta sesuai dengan target yang diinginkan.

“Percepatan yang kami lakukan saat ini langsung mendatangi sekolah-sekolahnya, agar kiranya pendataan ini rampung segera,”ucapnya.

Adapun kendala yang dihadapi pihaknya selama perekaman di sekolah-sekolah yaitu banyaknya pelajar yang masih lari-lari dalam proses pendataan tersebut. Para pelajar ini beranggapan dirinya  masih belum perlu mendapatkan e-KTP.

“Mungkin mereka belum ingin dianggap tua dan belum perlu. Pada  dasarnya kan e-KTP ini sangat perlu bagi mereka yang di mana e-KTP ini salah satu syarat mereka untuk melanjutkan kuliah ataupun bekerja setelah lulus sekolah nantinya,” jelasnya.

Harapannya, perekaman data tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya, di mana pendataan ini sangat diperlukan untuk pemilu 2024 mendatang serta percepatan yang dilakukan selama ini bisa selesai paling lambat di akhir 2023 mendatang tentu saja harus adapula dukungan dari sekolah-sekolah yang berada di PPU.

“Kita sangat berharap percepatan yang dilakukan ini bisa rampung segera, serta adanya dukungan-dukungan dari sekolah di PPU agar kiranya kegiatan ini berjalan lancer dan selesai di akhir tahun 2023,” tutupnya. (nrd)

Disdukcapil PPU Gencarkan Sosialisasi Go-PPU

0

PPU – Aplikasi Go-PPU aplikasi yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DisDukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) aplikasi ini diluncur sejak tahun 2019 lalu, dimana  dapat mempermudah masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) dalam pengurusan KTP, KK dan KIA serta pergantian alamat dan nama yang salah dalam pencetakannya.

Kapala Bidang Pemanfaatan data dan inovasi pelayanan, Juzlizar Rakhman, mengatakan dalam pencetakannya tetap dilakukan di Disdukcapil PPU tanpa harus mengantri. Dalam pengaplikasiannya masih banyak masyarakat PPU yang kebingunan, pihak dari Disdukcapil sendiri dalam hal ini selalu memberikan sosialisasi agar masyarakat PPU paham dalam penggunaannya serta mudah dalam segala pengurusannya.

“Inovasi ini dilakukan 2019 lalu dalam bentuk aplikasi GO-PPU, kami juga sudah lakukan sosialisasi terus menerus akan tetapi masih banyak masyarakat yang kurang memahami aplikasi ini. Padahal aplikasi ini sangat mudah dan sangat membantu masyarakat PPU dalam segala pengurusan kependudukan,” ujanya yang akrab disapa Bang Jul, Jum’at (2/6/2023)

Aplikasi ini terbiang sangat ringan, dimana aplikasi saat ini sementara hanya masih bisa digunakan untuk pergantian alamat di KTP, KIA serta KK. Tahun ini aplikasi ini sedang dalam masa pengupredan agar segala urusan lainnya bisa dilakukan di aplikasi tersebut.

“aplikasi ini sementara hanya bisa digunakan untuk pergantian alamat pada KTP, KK dan Kia serta dalam pengurusan akte saja. Insyallah tahun ini aplikasi akan di upgrade kembali,” ucapnya.

Harapannya aplikasi ini dapat bekerja secara maksimal dan masyarakat paham dalam pengaplikasiannya, yang dimana bisa dilakukan dimana saja untuk urusan kependudukannya  tidak perlu menunggu terlalu lama lagi.

“Jelas harapan kami aplikasi ini dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat PPU,dalam hal kepengurusan kependudukannya tanpa antri justrunya,” tutupnya. (NRD)

Petani di PPU Terima Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas

0

PPU – Petani di Penajam Paser Utara (PPU) kembali menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Dengan adanya bantuan ini, para petani dituntut untuk meningkatkan produktivitas.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati PPU Hamdam Pongrewa, Selasa (5/6/2023). Alsintan berupa cultivator diberikan kepada beberapa kelompok tani (poktan) yang ada di Benuo Taka.

“Maka dari itu saya tidak mau lagi masyarakat PPU ini masih kekurangan sayur. Jadi intinya dengan adanya bantuan alsintan ini, diharapkan ada peningkatan produktivitas hasil pertanian kita,” ucapnya.

Selain alsintan, Hamdan juga menyerahkan bantuan pupuk anti-asam dan pupuk hayati cair. Penyerahan dalam program Dinas Pertanain (Distan) PPU ini dilaksanakan di Balai Pertanian Petung (BPP).

Hamdam menjelaskan, diberikan berbagai bantuan tersebut merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah daerah kepada para petani yang ada di PPU. Hal ini juga dianggap sebagai solusi dari beberapa masalah yang kerap diungkapkan para petani.

Maka dari itu, menurutnya wajar jika Pemkab PPU meminta ada peningkatan produktivitas dari sektor pertanian. Ke depannya, petani juga diminta untuk terus berkembang, tidak hanya untuk mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang bakal bertambah.

“Apalagi dengan hadirnya Ibu kota Negara (IKN), dapat dipastikan jumlah penduduk di daerah bakal terus meningkat. Sehingga kebutuhan panganpun khususnya yang dihasilkan oleh petani daerah diharapkan dapat meningkat,” ungkapnya.

Hamdam turut menyampaikan bahwa bantuan ini belum sepenuhnya menjawab semua permasalahan petani. Namin begitu, ia berharap ‘minimal’ ada perhatian pemerintah daerah untuk kemajuan pertanian yang ada di PPU.

“Jadi penyerahan bantuan pertanian pada hari ini merupakan salah satu janji pemerintah daerah kepada bapak-ibu sekalian, dalam rangka peningkatan hasil pertanian di Kabupaten PPU. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya fasilitas yang telah diberikan ini untuk meningkatkan hasil pertanian bapak-ibu.  Kemudian bagi petani yang belum bisa menerima bantuan pada hari ini kami mohon untuk bersabar, insya Allah pemda PPU akan terus peduli kepada para pahlawan pangan nya,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Distan PPU, Rozihan Asward mengatakan penyerahan bantuan tersebut masuk dalam program peningkatan produksi. Bantuan yang bersumber dari APBD PPU ini diberikan pada poktan dengan masing-masing terdiri dari 35 unit cultivator, 9,4 ton pupuk anti asam dan 26.410 lliter  pupuk hayati cair.

Bantuan kali ini juga melanjutkan bantuan sebelumnya yang bersumber dari APBD I Pemprov Kaltim. Yang mana pada waktu itu masing-masing poktan menerima 14 unit traktor roda dua jenis singkal, 11 unit traktor roda dua jenis  rotary, 1 unit combine harvester, 3 unit cultivator dan 1 unit sprinkle.

“Kami juga masih menunggu bantuan lainnya berasal dari APBN yang saat ini masih dalam proses antara lain 3 unit uppo, 2 unit RJIT, 2  unit jalan usaha tani dan sejumlah Alsintan seperti traktor roda dua, traktor roda empat dan dryer,” tutupnya. (SBK)

Pekerja IKN Bunuh Diri Karena Terlilit Utang Judi Online

0

PPU – Seorang pekerja di salah satu proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) ditemukan meninggal dunia Minggu pagi (4/6/2023). Penyebabnya diduga karena karena yang bersangkutan terlilit utang judi online.

Jasad pekerja yang merupakan warga Ciamis, Jawa Barat ditemukan di rumah kontrakannya. Ia menjadi salah satu pekerja pada proyek Intake Sepaku yang tengah berprogres di Kecamatan Sepaku.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Hendrik Eka Bahalwan melalui Kapolsek PPU AKP Kasiyono mengatakan berdasarkan laporan, korban ditemukan pada pukul 11.00 Wita, dalam keadaan gantung diri. Ia bekerja sebagai karyawan salah satu sub-kontraktor di Intake Sungai Sepaku.

“Betul, merupakan pekerja sub-kon intake bagian pipa. Diduga bunuh diri,” ungkapnya.

Kasiyono menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab korban mengakhiri hidupnya karena masalah keuangan. Dari bukti-bukti yang didapatkan, yang bersangkutan kecanduan judi online, sehingga terjerat pinjaman yang cukup banyak.

“Hal itu diketahui dari tagihan-tagihan korban di data ponselnya. Satu tagihan itu ada sampai Rp 650 ribu,” ungkapnya.

Karena berbagai bukti pendukung itu, ia memastikan penyebab kejadian bunuh diri ini bukan karena persoalan pekerjaan. Sebab diketahui semua urusan pekerjaan dinyatakan aman,

“Tidak ada masalah, seperti keterlambatan gaji. Jadi murni persoalan pribadi. Gajinya lancar, setiap istrinya minta gaji selalu bilang belum gajian,” sebut Kasiyono.

Adapun saat ini jenazah yang bersangkutan telah dipulangkan ke kampung halamannya. Hal ini atas permintaan keluarga yang bersangkutan. (SBK)

Pekerja IKN 2024 Nyoblos di TPS Khusus PPU

PPU – Para pekerja pembangunan ibu kota Nusantara yang berasal dari luar Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, bakal mengikuti pencoblosan pada Pemilu 2024 di TPS (tempat pemungutan suara) khusus yang disediakan di lokasi proyek.

“Pada Pemilu 2024 akan disiapkan TPS khusus pekerja ibu kota negara baru dari luar daerah,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara, Irwan Syahwana di Penajam, Sabtu.

TPS di lokasi khusus yang disediakan KPU Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, ditempatkan dengan posisi di lokasi pekerja proyek pembangunan ibu kota negara Indonesia baru bekerja.

Kesepakatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar tidak mengganggu pembangunan ibu kota negara Indonesia baru, KPU Kabupaten Penajam Paser Utara mengambil alih teknis penyelenggaraan pemungutan suara di lokasi proyek.

KPU di daerah dapat melibatkan para pekerja dalam struktur KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) sesuai Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2022, jelas dia, karena akan menghentikan pekerjaan, maka masyarakat setempat akan dilibatkan sebagai KPPS.

Terdata 787 pekerja pembangunan ibu kota negara Indonesia baru bernama Nusantara yang masih melakukan pekerjaan sampai saat pencoblosan atau pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

Namun, dari total pekerja pembangunan ibu kota negara Indonesia baru tersebut, kata dia, hanya 395 pekerja yang telah lengkap data masuk dalam aplikasi Sidalih (sistem informasi data pemilih) yang akan melakukan pencoblosan di TPS khusus.

Tercatat juga 59 pekerja pembangunan RDMP (Refinery Development Master Plan Kilang Minyak Lawe-Lawe PT Pertamina (Persero) yang berasal dari luar Kabupaten Penajam Paser Utara dan bakal melakukan pemungutan suara pada Pemilu 2024 di daerah berjuluk Benuo Taka itu.

“Pekerja itu kami daftarkan sebagai pemilih di TPS dekat lokasi bekerja, karena syarat untuk bentuk TPS khusus minimal ada 100 pemilih, ” ujar Irwan Syahwana.

Pekerja proyek pembangunan dari luar Kabupaten Penajam Paser Utara atau Kalimantan Timur, bisa menyalurkan hak suara untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden.

Pekerja proyek pembangunan warga Provinsi Kalimantan Timur, tetapi KTP (kartu tanda penduduk) bukan domisili Kabupaten Penajam Paser Utara, bisa menyalurkan hak suara untuk pemilihan calon anggota DPR RI, DPD, serta presiden dan wakil presiden.

Sedangkan warga Kabupaten Paser karena satu daerah pemilihan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, juga bisa salurkan suara untuk calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur. (RM)

Aksi Perubahan TEGAS Satpol-PP PPU, Solusi Optimalkan Penyelenggaraan Ketertiban Umum

0

PPU – Satuan Polisi Pamong Praja Penajam Paser Utara (Satpol-PP PPU) telah mengimplementasikan aksi perubahan dengan melakukan pembentukan tim khusus. Dengan itu, diyakini jumlah pelanggaran peraturan daerah (perda) dan peraturan kepala daerah (perkada) di Benuo Taka dapat ditekan.

Aksi perubahan itu digagas Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Abdul Gapur pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I tahun 2023. Ia menjelaskan, implementasinya adalah dengan membentuk Tim Penegakan dan Penindakan Yustisi Sistem Peradilan di Tempat (TEGAS).

“Untuk membantu tugas kepala daerah, Satpol-PP PPU. Dalam hal ini, penegakan perda dan perkada, serta menyelenggarakan ketertiban umum,” ujarnya, Jumat (2/6/2023).

Gapur menjelaskan, aksi perubahan ini merupakan jawaban atas solusi yang selama ini menjadi kendala Satpol-PP PPU dalam menjalankan tugas. Yakni kurangnya kepastian hukum dan efek jera bagi pelanggar perda dan perkada.

“Satpol-PP PPU hingga kini masih mengalami masalah dan kendala dalam pelaksanaan penegakan perda. Karena belum terwujudnya secara optimal pelaksanaan penindakan perda, serta belum adanya pemberian sanksi tegas,” ungkapnya.

Dengan adanya TEGAS, sambungnya, sudah bisa dipastikan dapat menurunkan angka pelanggaran perda dan perkada. Pun hal ini sejalan dengan tugas Satpol-PP PPU seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2017 tentang susunan organisasi tata kerja Satpol-PP PPU.

“Maka dipandang perlu untuk segera dibentuknya tim terpadu penindakan dan penegakan yustisi sistem peradilan di tempat tindak pidana ringan, agar tercipta ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat PPU,” pungkas Gapur. (ADV/SBK)

Pemkab PPU Bakal Lanjutkan Pembangunan Jalan Pendekat Buluminung untuk IKN

0

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun jalan pendekat ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya, jalan ini melintasi Kelurahan Buluminung, Penajam, dan langsung menuju pusat IKN yang terletak di Kecamatan Sepaku.

Seperti diketahui, pembangunan IKN belakangan ini terus mengalami perkembangan yang pesat. Arus mobilitas logistik IKN yang melintasi jalan-jalan provinsi yang melalui desa-desa di Sepaku mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal ini menyebabkan beberapa masalah baru bagi masyarakat di sana, seperti kerusakan jalan, polusi udara, dan potensi peningkatan kecelakaan. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab PPU berencana melanjutkan pembangunan di Kawasan Industri Buluminung (KIB).

Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar, mengungkapkan bahwa rencana ini akan berdampak positif pada berbagai rencana besar lainnya. IKN hadir di PPU bukan hanya sebagai mercusuar yang menerangi yang jauh, tetapi juga yang dekat.

Salah satu dampak positif yang diharapkan adalah mendukung pembangunan sarana dan prasarana di PPU. Menurut Tohar, upaya yang dapat dilakukan oleh daerah adalah mendukung melalui sektor logistik.

Tohar menjelaskan bahwa Pelabuhan Buluminung telah digunakan sebagai salah satu sarana untuk menghubungkan mobilitas logistik dan material IKN. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan di area tersebut akan dilakukan lebih lanjut.

“Namun, untuk menghubungkan ke area pembangunan fisik terlalu jauh. Maka tahun ini kami sedang membangun jalan pendekat dari Pelabuhan Buluminung. Jalan ini akan melintasi perusahaan PT KMS hingga Kilometer 10, Silkar,” ungkapnya.

Jarak antara Pelabuhan Buluminung dan Simpang Silkar diperkirakan sekitar 25 kilometer. Tohar berharap bahwa saat jalan tersebut selesai, jalan tersebut akan menjadi jalan pendekat yang eksisting.

“Maka Pelabuhan Buluminung dapat dioptimalkan sebagai sarana pendukung mobilitas logistik IKN. Mudah-mudahan hal ini akan menjadi pusat perekonomian PPU. Pembangunan sedang berjalan dan sedang dalam proses,” tambahnya.

Sebagai informasi, rencana pembangunan jalan ini juga mencakup jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang. Akses ini sebenarnya sudah dibuka, namun belum sepenuhnya ditingkatkan karena beberapa kendala, termasuk anggaran dan perencanaan.

“Jalan pendekat tersebut sudah dibangun beberapa tahun lalu, namun belum selesai. Oleh karena itu, diharapkan tahun ini jalan tersebut dapat diselesaikan,” lanjut Tohar.

Dengan adanya pembangunan jalan pendekat ini, mobilitas logistik IKN diarahkan melalui rute tersebut untuk memperpendek jarak. Selain itu, hal ini secara tidak langsung akan mengurangi penggunaan ruas jalan yang biasanya dilalui armada pengangkut logistik IKN.

“Jalan baru ini tidak akan melalui daerah pedesaan. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendukung keberadaan IKN dengan menyediakan fasilitas drop-off dan tempat logistik,” tutupnya. (SBK)