Beranda blog Halaman 753

Buka Forum Konsultasi Publik RPD, Hamdam Tegaskan Keberlanjutan Pembangunan PPU 2024-2026

0

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) PPU 2024-2026. Bertempat di Kantor Bupati Kamis, (1/2/2023), kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, sejumlah perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU, dan diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan.

Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting dilaksanakan untuk menentukan arah pembangunan daerah. Terlebih pasca berakhirnya masa jabatan kepala daerah definitif. “Periode kepemimpinan Bupati AGM-Hamdam akan berakhir di bulan September 2023 mendatang,” ujarnya.

Untuk menghadapi ini, tentulah perlu dipersiapkan arah kebijakan pembangunan yang jelas ke depannya. Hal yang menjadi kepentingan, kepemimpinan akan dilanjutkan oleh seorang penjabat (Pj) yang dipilih bukan melalui proses pemilihan umum.  Sementara itu kepemimpinan daerah juga harus tetap berjalan dengan baik, sehingga dibuatkannya panduan tentang itu semua.

“Makanya kegiatan ini saya anggap sangat penting dilaksanakan karena memang untuk menentukan arah kelanjutan bagi pembangunan kabupaten PPU ke depan,” jelas Hamdam.

Kemudian, guna menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, ada yang menjadi perhatian lebih dalam penyusunan RPD PPU Tahun 2024-2026. Yakni isu yang terjadi baik Internasional ataupun Nasional serta diselaraskan dengan program pembangunan daerah skala Provinsi Kaltim maupun program pembangunan nasional. “Semua itu, mesti sejalan dengan target serta sasaran RPJPD PPU 2005-2025,” katanya.

Lebih lanjut, forum konsultasi ini merupakan rangkaian tahapan perencanaan pembangunan daerah yang harus dilaksanakan. Merupakan sarana bagi pemerintah daerah untuk menyerap saran dan/atau masukkan guna penyempurnaan rancangan RPD yang akan digunakan sebagai pedoman.

Bersamaan dengan ini, Hamdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kaltim Isran Noor atas dukungannya dalam membantu dan memfasilitasi pembangunan di PPU. Serta masyarakat Benuo Taka yang selama ini telah mendukung terlaksananya pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan lancar. Perlu saya sampaikan juga, bahwa berkat usaha dan doa kita, pada tahun 2022 kita telah menyelesaikan kewajiban tahun 2021 yang merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (SBK)

Diguyur Anggaran Besar, Dinas PUPR Targetkan Proyek Rampung sebelum Habis Jabatan Bupati

0

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam Pongrewa menarget semua proyek pembangunan bisa selesai tepat waktu. Lebih-lebih rampung sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir.

Intruksi ini sejalan dengan anggaran besar yang diterima Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. Tahun ini, anggaran sekira Rp 489 miliar dialokasikan untuk 518 paket pekerjaan pembangunan.

Ia meminta dinas terkait dapat melakukan percepatan penyelesaian program. Terutama yang ada kaitannya dengan pihak ketiga, baik pengerjaan kontruksi hingga pembebasan lahan.

“Dengan tim yang dimiliki Dinas PUPR, bisa segera melakukan perencanaan matang dan membangun segala infrastrukur yang telah direncanakan sebelumnya,” ucapnya, Selasa (31/1/2023).

Hampir sepertiga APBD PPU 2023 teralokasikan di satu dinas tersebut. Hal ini untuk mengejar berbagai ketertinggalan infrastruktur dasar yang sebelumnya tertunda selama masa pandemi Covid-19.

Bupati PPU, Hamdam Pongrewa.

Maka dari itu, atensi terhadap penyerapan anggaran yang maksimal dalam masa lebih cepat perlu ditegaskan. Pun ia berkeinginan agar seluruh pekerjaan yang telah disusun pada tahun ini dapat selesai tepat waktu, atau sebelum masa jabatannya berakhir di September 2023.

“Percepatan pembangunan atau penyelesaian program itu, agar infrastruktur yang dibangun bisa segera dinikmati masyarakat,” sebut Hamdam.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR PPU Riviana Noor menjelaskan bahwa sebagian besar paket pekerjaan tahun ini merupakan perbaikan infrastruktur. Saat ini pula beberapa kegiatan telah berprogres.

“Anggaran juga telah diberikan untuk masing-masing bidang pengampuh kegiatan, seperti bidang Cipta Karya, Tata Ruang, UPT PU di empat kecamatan,” ujar dia.

Riviana optimistis semua pekerjaan yang telah direncanakan itu rampung sesuai target yang diberikan. Dia mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi seperti kekurangan SDM, peralatan dan material kini juga bisa diminimalisir.

“Tapi itu semua bisa diatasi sehingga pekerjaan bisa lancar. Dengan anggaran tersebut, Kami siap tuntaskan semua pekerjaan, hingga di sisa masa jabatan Bupati,” tuntas dia. (SBK)

Digelontor Rp 20 M dari Kemenkes, Rumah Sakit Pratama Sepaku Akan Layani Pekerja IKN

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) turut andil dalam memberikan pelayanan para pekerja pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Yaitu dengan memberikan pelayanan Rumah Sakit Pratama Sepaku.

Dalam persiapannya, rumah sakit di Sepaku itu mendapat kucuran anggaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 20 miliar. Anggaran tersebut untuk menyiapkan rumah sakit, menyambut kedatangan ribuan pekerja proyek Ibu Kota Negara (IKN).

“Kucuran anggaran itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), yang akan digunakan untuk menambah fasilitas kesehatan juga perluasan bangunan,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU dr Jansje Grace Makisurat, Selasa (31/1/2023).

Dari Rp 20 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan fisik atau perluasan bangunan sebesar Rp 12 miliar. Kemudian sisanya yakni Rp 8 miliar, untuk melengkapi alat dan fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Akan dipakai untuk menambah jumlah tempat tidur sebanyak 50 unit, sehingga mencukupi untuk rumah sakit setingkat tipe C. Saat ini tempat tidur yang tersedia baru sebanyak 50 unit,” ungkap Grace.

Meski demikian, dia menyebut beberapa fasilitasnya ke depan tetap perlu ditambah. Mengingat jumlah pekerja pembangunan infrastruktur IKN tahap awal ini yang cukup banyak.

Melihat hal ini, Grace menyebutkan Pemerintah Pusat tetap perlu membangun fasilitas kesehatan yang lebih besar. Yang mampu melayani seluruh pekerja yang akan datang karena jumlahnya diperkirakan hingga ribuan orang.

“Tidak cukup untuk menampung ratusan ribu pekerja. Harapannya segera ada dibangun rumah sakit khusus IKN dan dilengkapi dengan sumber daya manusia, agar mengakomodir layanan rumah sakit warga ibu kota baru nantinya,” pungkas dia. (SBK)

Bantuan untuk 500 Rumah Ibadah di PPU Berlanjut Tahun Ini

0

PENAJAM – Tahun ini Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memastikan bantuan pada rumah ibadah berjalan lancar. Sekira 500 rumah ibadah pada akan mulai menerima manfaat pada Februari mendatang.

Defisit anggaran pada 2023 ini dipredikisi tidak akan terjadi. Pun jumlah anggaran yang diketuk di APBD PPU 2023 dirasa cukup besar untuk mengakomoir berbagai bantuan ke masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU, Nurbayah menuturkan tahun ini pihaknya menyediakan anggaran sekira Rp 1,3 miliar. Untuk menanggung pembayaran listrik rumah ibadah tahun ini.

“Anggaran yang disediakan tahun ini kurang lebih Rp1,3 miliar. Itu beda-beda pembayarannya setiap rumah ibadah, dan dibayarkan selama 12 bulan,” sebut dia, Selasa (31/1/2023).

Dalam catatannya, ada sekira 500 rumah ibadah yang terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan. Tanggungan tersebut akan dilakukan selama setahun.

Program ini sejatinya telah lama ada di PPU. Berjalan sejak masa kepemimpinan kepala daerah sebelumnya dan terus dilanjutkan. Namun, program ini sempat terkendala pada 2021-2022. Diketahui situasi pandemi Covid-19 dan defisit anggaran penyebabnya.

“Pada 2022 lalu pembayaran listrik untuk rumah ibadah hanya ditanggung selama 10 bulan. Keterbatasan anggaran yang ada, membuat pemerintah daerah tidak bisa mengakomodir pembayaran selama setahun. Tapi tahun ini dibayar selama 12 bulan,” jelas Nurbayah.

Lebih lanjut, meski program ini dipastikan berjalan, bantuan baru bisa diberikan terhitung pada Februari. Sebab saat ini untuk Surat Keputusan (SK) pembayaran tengah diverifikasi di Bagian Hukum Setda PPU.

“Untuk Januari, pembayaran masih ditalangi oleh masing-masing rumah ibadah. Bukti pembayaran nantinya diserahkan kebagian Kesra, untuk penggantian dana talangan tersebut,” tutup dia. (SBK)

Armada Pengelolaan Sampah DLH PPU Butuh Peremajaan

0

PENAJAM –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini membutuhkan peremajaan armada. Selain armada pengangkutan sampah, juga armada pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Buluminung.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup PPU Tita Deritayati, armada pengangkut sampah tersebut beroperasi setiap hari, dan beberapa sudah membutuhkan peremajaan. Tercatat setidaknya ada 8 kendaraan pengangkut sampah saat ini butuh peremajaan.

“Untuk saat ini ada beberapa armada kita yang sudah lebih 5 tahun dan saat ini sudah butuh peremajaan,” ungkapnya, Senin (30/1/2023).

Saat ini kendaraan yang beroperasi sebanyak 14 unit dengan beberapa jenis, 9 jenis dump truk, 1 pickup, 11 truk engkel, serta 3 arm roll. Kemudian dalam pengelolaan TPA pihaknya hanya memiliki 1 excavator yang kondisinya sudah sering rusak.

Pengelolaan sampah di TPA Buluminung.

Untuk itu, mereka berkeinginan agar kendaraan yang usianya di atas 5 tahun dapat diremajakan atau pergantian unit baru. Jika secara terus-menerus digunakan maka biaya operasional maupun perbaikan secara berkala cukup tinggi.

“Kami perlu peremajaan armada yang sudah tidak layak. Kalau dipaksakan yang ada saya kira membenahi biaya operasional dan perawatan,” papar Tita.

Secara bertahap pemerintah daerah telah berupaya untuk melakukan peremajaan. Peremajaan kendaraan harus dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

“Tapi nanti  ada tambahan satu di tahun ini jadi totalnya 15 unit. Kemudian 1 excavator. Tinggal dilaksanakan pengadaannya,” tuntas Tita. (ADV/SBK)

Tahun Ini Pemkab PPU Bakal Bangun Food Court

0

PENAJAM – Di Penajam Paser Utara (PPU) bakal berdiri pusat jajanan serba ada (pujasera) atau food court. Namun di tempat tersebut juga bakal menjadi pusat produk UMKM.

Pujasera tersebut bakal dibangun di kawasan Pasar Induk Nenang, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. Pusat jajanan serba ada akan dibangun dengan desain sederhana dan menarik agar tidak ketinggalan zaman.

“Tahun ini pemerintah kabupaten siapkan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar untuk bangun Pujasera,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU Sukadi Kuncoro, Senin (30/1/2023).

Nantinya, UMKM di daerah berjuluk Benuo Taka itu diminta untuk mengisi kios atau tempat berjualan di pujasera tersebut. Hal ini untuk menghidupkan perekonomian lokal, pun untuk menampung produk-produk lokal.

Selain itu, di tempat tersebut juga akan dibangun beberapa fasilitas umum. Seperti tempat mainan anak-anak, panggung hiburan agar masyarakat dapat tampil dan tempat nongkrong, serta fasilitas umum lainnya.

“Keberadaan pujasera nantinya dapat menumbuhkan UMKM di Benuo Taka. Itu harapan Kami,” katanya. (SBK)

BPN PPU Ambil Bagian Capai Rekor MURI Sejuta Patok

0

PENAJAM – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Penajam Paser Utara (PPU) bakal turut ambil bagian dalam pemecahan rekor MURI tahun ini, yaitu pencapaian target 1 juta patok di seluruh Indonesia.  Dalam hal ini, BPN PPU dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sesuai target.

Seperti diketahui, PPU kebagian ribuan patok untuk di wilayah prioritas, yaitu 8 kelurahan lengkap. Kepala BPN PPU, Ade Chandra Wijaya mengatakan secara nasional 1 juta patok tersebut tersebar di beberapa daerah.

Dari Kantor Wilayah BPN Kaltim kebagian 12 ribu patok. Sedangkan untuk BPN Kabupaten PPU sebanyak 1.500 patok yang terdiri dari 750 bidang tanah.

“Nasional 1 juta patok, Kaltim 12 ribu, dan PPU dapat 1.500,” katanya, Senin (30/1/2023).

Adapun 8 lokasi tersebut seperti yang sebelumnya disebutkan adalah Kelurahan Sotek, Sepan, Sungai Parit, Nenang, Buluminung, Riko, Waru dan Lawe-Lawe. Secara ideal, adanya patok ini untuk memudahkan PTSL.pun dengan ukuran yang sudah ditentukan.

“Pada prinsipnya patok itu agar tidak membebani masyarakat adalah panjangnya 50 cm, 40 cm tertanam dan 10 cm di atas permukaan dan ukuran lebar patok 10×10 cm. Idealnya segitu,” ucap Ade.

Selain iut, kondisi tanah juga menjadi acuan. Semisal lokasi tanah yang terletak di daerah rawa tentunya memiliki tinggi yang berbeda misalnya 1 meter atau 100 cm.

“Tapi kalau masyarakat mau lebih besar tidak ada masalah yang penting kelihatan saat di foto kalau misalnya ada yang lebih satu meter dan tergantung kondisi tanah seperti daerah rawa karena lebih dalam,” jelasnya.

Untuk mempermudahan PTSL, BPN menerapkan sistem fotogrametri. Yaitu teknologi untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya tentang suatu objek fisik di sekitarnya.

“Melalui proses perekaman, pengamatan atau pengukuran dan interprestasi citra fotografis atau rekaman gambar gelombang elektromagnetik,” kata Ade. (SBK)

Karena Pemilu, Jadwal Pilkades PPU Dipercepat

0

PENAJAM – Jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Penajam Paser Utara (PPU) di percepat. Alasannya karena adanya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Tahun ini Pemkab PPU menyelenggarakan Pilkades serentak. Menyusul berakhirnya masa jabatan beberapa kepala desa di Benuo Taka, per Januari 2024.

“Ada perubahan, rencananya akan digelar pada Oktober 2023 mendatang,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU Saidin.

Ada 14 desa yang akan berpartisipasi dalam Pilkades kali ini. Terdiri dari enam desa di Kecamatan Babulu, dua desa di Kecamatan Penajam, satu desa di Kecamatan Waru, dan lima desa di Kecamatan Sepaku.

“Babulu ada enam desa, Penajam ada desa Sidorejo dan Giripurwa, Waru satu desa, sisanya Sepaku, ada Desa Karang Jenawi, Telemow, Sukaraja, Sido Mulyo dan Semoi Dua,” jelasnya.

Anggaran untuk Pilkades serentak juga telah disiapkan. Kata Saidin kebutuhannya hampir sama dengan Pilkades sebelumnya, yakni sebesar Rp 500 juta.

Saidin menyebutkan jadwal Pilkades serentak harusnya berlangsung pada November 2023. Namun karena bersamaan dengan masa pemilu, maka dipercepat pelaksaannya menjadi Oktober 2023.

“Setelah keluarnya surat dari menteri menyatakan bahwa boleh dilakukan Oktober atau dipercepat, karena berkaitan dengan tahapan pemilu,” katanya.

Adapun tahapan dimulai tiga bulan sebelum jadwal Pilkades yang ditetapkan. Untuk itu, DPMD PPU akan berkonsultasi ke Pemprov Kaltim terlebih dahulu untuk penyesuaian tahapan.

“Kita mau konsultasi ke provinsi dulu karena ini kan dari jadwal sebelumnya November bergeser ke Oktober, ada kaitannya dengan pelaksanaan pemilu,” kata Saidin. (SBK)

Samarinda Penyangga IKN, Wakil Ketua DPRD Ingatkan Tingkatkan Kualitas SDM

SAMARINDA – Samarinda sebagai penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah harus memulai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, SDM yang unggul dan kompeten sangat dibutuhkan dalam pengembangan IKN baru.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi saat diwawancarai awak media, Senin (30/1/2023).

“Samarinda sendiri memiliki sekitar 800 ribu jiwa penduduk, bahkan bisa sampai satu juta jiwa jika dihitung dari mobilitas warga dari luar yang keluar masuk kota, sehingga hal yang mestinya dipersiapkan dari sekarang adalah peningkatan kompetensi SDM lokal,” ucap Subandi.

Bahkan, Subandi mengatakan jika saat ini sektor perdagangan dan jasa di Kota Samarinda sudah mulai mengalami perkembangan pesat. Hal iti terlihat jelas dari aktivitas perdagangan di pelabuhan yang cukup padat, pasar, pusat perbelanjaan lainnya, serta hotel atau tempat penginapan yang mulai memenuhi Kota Tepian. Hal itu dianggap Subandi dapat menjadikan Samarinda sebagai magnet para pendatang.

Selain itu, menurutnya peningkatan kualitas SDM sangat diperlukan, jika mengingat pendatang dari luar daerah akan membludak pada saat IKN mulai berpindah.

“Pastinya ada peningkatan transaksi ekonomi saat pendatang mulai masuk, namun tantangannya seberapa siap SDM lokal menghadapi SDM luar dengan segala keunggulan kompetensinya,” ungkapnya.

“Tidak bisa dipungkiri, SDM dari luar daerah, terutama dari Jawa memang banyak menghiasi jabatan-jabatan penting di korporasi Samarinda, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang lokal tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Subandi menerangkan, bahwa peningkatan kualitas SDM dapat dimulai dari penguatan sektor pendidikan vokasi pada satuan pendidikan.

Hal itu dinilai Subandi penting, sebab saat ini masih kekurangan pekerja-pekerja yang memiliki keahlian khusus. sehingga peran pendidikan vokasi akan berdampak besar bagi kemajuan industrialisasi dan jasa di Kota Samarinda.

“Prinsipnya pendidikan adalah alat untuk meningkatkan derajat masyarakat, hal yang menjadi PR bagi wajah kota agar bisa menekan atau paling tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, dalam artian tidak ada lagi Angkatan kerja hanya dari taraf lulusan SD atau SMP,” katanya. (vic)

DLH PPU Dukung Sekolah Adiwiyata Sebagai Pelopor Gerakan Menanam Pohon

0

PENAJAM– Sekolah Adiwiyata di Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan dapat terus menjadi agen gerakan menanam pohon. Selain itu juga mampu untuk menumbuhkan semangat dan motivasi tentang menjaga lngkungan hidup ke sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Tita Deritayati menuturkan pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam menyemangati dan melibatkan semua dalam menjaga lingkungan. Khususnya sekolah-sekolah, lembaga pemerintahan, organisasi dan masyarakat untuk turut membangun gerakan menanam pohon.

“Karena pohon sangat bermanfaat untuk lingkungan. Satu pohon itu, bisa mencapai ketinggian sekian meter itu butuh bertahun-tahun. Jadi harapannya, jangan sembarangan menebang phon dan mari semangat menanam pohon,” ujarnya saat Peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Internasional 10 Januari yang diadakan Pemkab PPU, Rabu (25/1/2023).

Dalam peringatan itu, pihaknya membagikan sekira 1.250 bibit pohon serbaguna pada semua stakeholder terkait. Adapun bibit pohon berbagai jenis buah ini merupakan hasil banyuan dari 11 perusahaan yang ada di PPU.

Penyerahan bibit pohon buah ke 59 sekolah adiwiyata di PPU.

“Jadi kami memang menyarankan pohon-pohon produktif, seperti buah yang ditanam. Selain manfaat pohon itu untuk memenuhi kebutuhan oksigen, juga bisa dimanfaatkan hasil buahnya,” jelas dia.

Adapun penekanan diberikan pada 59 sekolah adiwiyata di PPU yang turut menerima bibit pohon. Agar tujuannya untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan lingkungan sehat dengan tanaman serbaguna.

“Sekolah disarankan untuk menanam di lingkungan sekolah. Sekaligus sebagai metode pembelajaran kepada siswa-siswi dalam pemanfaatan lingkungan sekitar,” kata Tita.

Penyerahan bibit tanaman serbaguna ini merupakan salah satu awal terwujudnya pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Dia berharap, ada kegiatan lanjutan berupa pemeliharaan dan komitmen agar bibit tanaman yang diserahkan bermanfaat.

“Mari bersama-sama memanfaatkan lingkungan sekitar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan tanaman serbaguna,” tutup Tita. (ADV/SBK)