Beranda blog Halaman 753

PPU Terpilih jadi Calon Tuan Rumah Penganugerahan Desa Antikorupsi 2023

0

PPU – Penajam Paser Utara (PPU) telah terpilih sebagai salah satu calon lokasi untuk Penganugerahan Desa Antikorupsi se-Indonesia tahun 2023. Seperti penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat negara yang baru, PPU dipilih karena letak geografisnya yang berada di tengah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, Desa Tengin Baru di Kecamatan Sepaku juga telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Antikorupsi 2023. Desa yang akan masuk ke dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini berhasil memenuhi lima syarat yang ditentukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Dengan ditetapkannya Desa Tengin Baru, Provinsi Kalimantan Timur akan diwakili oleh desa ini sebagai desa antikorupsi setelah melalui seleksi ketat. Desa Tengin Baru bergabung dengan 81 desa dari 22 provinsi yang masuk dalam daftar nominasi desa anti korupsi se-Indonesia tahun ini.

Ketua Tim Penilaian Desa Antikorupsi KPK, Nurtjahyadi, mengungkapkan bahwa Desa Antikorupsi ini akan diluncurkan pada akhir November 2023 di Kantor Desa Tengin Baru. Penetapan PPU sebagai tuan rumah peluncuran ini telah melalui pertimbangan yang panjang, terutama berkaitan dengan unsur masyarakat dan budaya lokal. PPU dipilih karena posisinya yang dapat mengakomodir semua wilayah di Indonesia.

Nurtjahyadi menjelaskan, “Jika peluncuran dilakukan di Aceh, maka yang berada di Papua akan terlalu jauh. Begitu pula jika dilakukan di Maluku, maka yang berada di Aceh atau Sumatera Utara juga akan jauh. Akhirnya, dipilihlah lokasi yang dapat menjadi pilihan bagi semua.” Provinsi-provinsi lain yang masuk dalam nominasi antara lain Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Program Desa Antikorupsi melalui empat tahap, yakni tahap observasi, tahap bimbingan teknis (Bimtek), tahap penilaian, dan tahap penghargaan. Dalam tahap observasi, desa-desa yang terpilih dievaluasi untuk memastikan bahwa mereka memenuhi indikator Desa Antikorupsi.

Sekkab PPU, Tohar, menyatakan bahwa Pemkab PPU siap mendukung peluncuran ini. Mereka akan mengonsolidasikan rencana, mengidentifikasi lokasi dan persiapan, serta menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kegiatan ini.

Tohar menekankan akan berupaya mendukung sebaik mungkin inisiatif yang diambil oleh KPK dalam acara ini. “Kami berharap bahwa rencana kegiatan ini dapat berhasil untuk memfasilitasi peluncuran Desa Antikorupsi di Kabupaten PPU nantinya,” pungkasnya.

Pewarta: Nur Robbi Syai’an
Editor: Agus Susanto

Polsek Babulu Gelar Jumat Curhat, Warga Desa Rawa Mulia Khawatirkan Remaja “Ngomik”

PPU – Polsek Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Jumat Curhat bersama masyarakat Desa Rawa Mulia Babulu, Jumat (1/9/2023). Terungkap kekhawatiran masyarakat atas kebiasaan generasi muda di sana yang kerap mabuk-mabukan.

Pada kegiatan tersebut di hadiri Kapolsek Babulu, Iptu Syaifuddin beserta jajarannya. Dan aparatur Pemdes Rawa Mulia, BPD Rawa Mulia serta para tokoh masyarakat dan sekira 40 orang Warga sekitar.

Syaifuddin menyampaikan beberapa materi, di antaranya terkait patroli yang akan dilakukan Polsek Babulu. Untuk mengawasi kenakalan remaja, konflik masyarakat serta peredaran miras dan narkotika.

Hal ini yang dinilai semakin marak terjadi pada remaja di bawah umur di wilayah ini. “Kami Polsek Babulu akan lebih meningkatkan lagi patroli serta pengawasan terkait problem atau masalah yang disampaikan saat ini. Demi ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” ungkapnya, Jumat (1/9/2023).

Hal ini turut menjawab kekhawatiran dan keluhan yang disampaikan langsung masyarakat. Seperti maraknya para pemuda Rawa Mulia, yang kerap duduk-duduk bersantai sambil mengosumsi obat batuk merk komik dengan berbagai campuran.

Diketahui, aktifitas yang biasa disebut’ ngomik” itu juga membuat efek mabuk bagi yang mengonsumsi. Hal itulah yang menjadi pokok kegelisahan warga yang terungkap dalam kegiatan rutin kepolisan kali ini.

“Terima kasih atas sarannya dan pemberitahuannya. Ke depannya anggota Polsek Babulu maupun Bhabinkamtibmas Rawa Mulia akan lebih mengiatkan patroli malam Hari di area tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan masyarakat untuk terus berperan aktif membantu kepolisian dalam pengawasan kamtibmas. “Jika di temukan anak muda yang nongkrong dengan tujuan tidak jelas dan mengkonsumsi bat batuk, laporkan dan akan kami lakukan pembinaan supaya segera pulang ke rumah masing-masing,” pungkas Syaifuddin. (NRD)

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Robbi Syai’an

Polda Kaltim Jumat Curhat di Sepaku, Dengarkan dan Jawab Kekhawatiran Pemindahan IKN

PPU – Berbagai kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Sepaku atas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terungkap. Langsung di depan jajaran Polda Kaltim dalam sesi Jumat Curhat yang digelar di Desa Tengin Baru, Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (1/9/2023).

Disampaikan Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol Anggie Yulianto Putro, dalam proses pemindahan IKN mendengarkan aspirasi masyarakat PPU sangat dibutuhkan. Agar sinergitas masyarakat khususnya warga Kecamatan Sepaku dapat selalu menjaga keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Banyak berita sentimen negatif dalam pemberitaan di awal IKN namun sebenarnya banyak dampak positifnya dari pembangunan IKN ini di indonesia. Kami mengajak seluruhnya bersama-sama untuk menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Dalam sesi Jumat Curhat, seluruh petinggi Polda Kaltim, Polres PPU dan seluruh Polsek di PPU mendengarkan dan juga menerima masukan-masukan yang hadir. Termasuk para aparatur Kecamatan Sepaku, desa-desa di Sepaku serta para tokoh masyarakat.

Salah satunya adalah Ketua LPM Desa Tengin Baru, Tasmah yang menyebutkan bahwa perpindahan IKN berdampak positif bagi di wilayahnya. Yakni adanya peningkatan dari sisi perekonomian masyarakat.

“Namun sisi negatifnya banyak warga dari luar yang berdatangan yang mungkin belum terdata. Kami harap situasi bisa tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Soal itu, Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol Anggie Yulianto Putro menanggapi dengan mendorong terbentuknya satuan keamanan lingkungan (satkampling) di masing-masing RT. Yang bertugas pokok menjaga kamtibmas.

“Kami sudah menyampaikan untuk perlunya tenaga pengamanan dalam menjaga lokasi perusahaan juga. Dengan ketentuan minimal Garda Pratama agar memiliki Kompetensi yang mumpuni,” ungkapnya.

Selanjutnya, banyak kekhawatiran masyarakat yang berkaitan dengan urusan agraria. Seperti Ketua Rapi Kecamatan Sepaku Mauladin menyampaikan permasalah pemutihan sertifikat bagi warga transmigrasi.

Di mana sejak tahun 1977 lahan yang digunakan sampai sekarang masih banyak permasalahan. “Seperti saat pembayaran ganti rugi yang berbeda. Kemudian dahulu banyak warga transmigrasi yang pergi kemudian kembali dan saat ini karena hadirnya IKN kembali mencari lahannya,” ungkapnya.

Lalu juga Kasi Pemerintahan Kelurahan Sepaku menyampaikan adanya pembebasan lahan pembangunan Nasional yang harus dikawal hingga tuntas. “Kemudian banyak warga menanyakan bagaimana masuk kerja di IKN,” sebutnya.

Selain itu juga, banyak ditanyakan terkait ganti-untung lahan di masing-masing desa. Termasuk adanya beberapa warga pemilik lahan yang telah lama meninggal dunia. Pun ada juga masalah pembebasan lahan yang masih terganjal aturan.

Untuk urusan berkaitan dengan itu, Roni Pontow yang mewakili Deputi Pengendalian Pembangunan Otorita IKN dalam tanggapannya mengatakan, land freezing dilakukan untuk mengendalikan agar tidak terjadi sengketa lahan seperti di Jakarta. Di mana Saat ini ada sembilan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) telah ditetapkan oleh Otorita sesuai peruntukan wilayahnya. Land freezing adalah proses pembatasan hukum atas penjualan atau pengalihan tanah.

“Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih tanah pada saat dilakukan pengadaan tanah pembangunan IKN,” jelasnya.

Selain itu, hal tersebut dilakukan agar tidak ada mafia tanah yang memanfaatkan dan mempersulit proses pengadaan tanah sehingga dapat merugikan pemilik tanah. Begitu pula dengan proses perizinan, saat ini sudah dalam proses pembuatan aturannya,  sehingga kedepan kepengurusan izin dapat dilakukan melalui aplikasi elekronik.

“Tahun depan otorita sudah mulai full bekerja. Dan apa yang sudah disampaikan masyarakat di sini akan menjadi bahan kami, di mana masyarakat sudah menunggu dan mendukung pembangunan IKN,” ucapnya.

Lalu Bidang Sengketa Tanah Kanwil ATR BPN Kaltim, Muhammad Aidi menambahkan, rata-rata ada persoalan permasalahan lahan transmigrasi. Di mana legalitas dan fisiknya tidak sesuai lokasi.

“Persoalan lahan ini tidak bisa diselesaikan sendiri, tapi harus diselesaikan bersama dengan para pemilik lahan. Untuk permasalahan lahan melibatkan para pihak masyarakat, bisa dilakukan mediasi, karena jika tidak ada yang mengalah maka tidak dapat kita selesaikan,” pungkasnya. (SBK)

Keluarga Miliki Peran Penting Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di PPU

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) terus setiap kepala keluarga (KK) untuk menjaga keluarganya. Ini untuk mrnghindari terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan di lingkungan keluarga.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di PPU terus meningkat. Pada 2021 tindak kekerasan hanya mencapai 26 kasus. Sementara pada 2022, ini jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ada sebanyak 41 kasus.

“Di tahun 2023 ini kemungkinan juga mengalami kenaikkan, dibanding tahun sebelumnya,” kata Sekretaris DP3AP2KB PPU, Siti Aminah Jumat (1/9/2023).

Aminah menyebutkan kesadaran masyarakat terhadap tindak kekerasan terhada anak dan perempuan sudah mulai meningkat. Terbukti dengan terlapornya dengan baik setiap ada kasus terjadi.

“Alhamdulillah sekarang ini sudah terlaporkan dengan baik, dulu memang banyak yang tidak terlaporkan. Mungkin orang tua atau keluarga, mengenai dengan kasus kekerasan itu merasa malu, atau mungkin juga takut melaporkan,” ungkapnya.

Sejauh ini pihak DP3AP2KB bersama dengan UPTD PPA bersama Polres PPU terus melakukan sosialisasi di empat Kecamatan. Guna mengurangi dan mencegah terjadinya kekerasan.

“Kami sudah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi bersama anggota Kepolisian untuk penyuluhan tentang kekerasan, pelecehan seksual, dan narkoba. Dan juga memberi pemahaman kepada orang tua kalau misalnya ada terjadi kekerasan, jangan diam saja atau ditutupin,” terang Siti.

Lebih lanjut, ia mengimbau ke pada masyarakat khususnya orang tua untuk selalu menjaga dan memperhatikan anak dengan baik. Sosok orang tua dan keluarga memang memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Jadi jangan sampai lengah, dan orang tua juga harus pro aktif dalam memantau setiap saat untuk keselamatan dan kesehatan anak. Karena anak ini adalah aset Kita. Siapa lagi yang perhatikan putra-putri Kita kalau bukan orang tua dan keluarga,” tutupnya. (ADV/SBK)

Bijak Apresiasi Gotong-Royong Warga dalam Penyelenggaraan Petung Sehat Cup 2023

0

PPU – Pertandingan mini soccer Kelurahan Petung Penajam Paser Utara (PPU) digelar. Bertemakan “Petung Sehat Cup” 2023 dan telah masuk babak 8 besar, drawing di lakukan pada Kamis (31/8/2023) malam.

Proses drawing tersebut di hadiri Anggota Komisi I DPRD PPU M Bijak Ilhamdani. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan ini adalah bentuk apresiasi dari DPRD PPU atas berjalannya pertandingan mini soccer tersebut.

“Pastinya kehadiran Saya pada drawing ini, merupakan bentuk apresiasi serta dukungan pada pertandingan yang telah di laksanakan. Apalagi ini sudah masuk dalam putaran 8 besar,” ujarnya.

Bijak (baju hitam) saat drawing 8 besar Petung Sehat Cup 2023. (Deddy/RadarMedia)

Diketahui pertandingan ini dilaksanakan atas semangat gotong-royong yang tinggi oleh berbagai instrumen masyarakat Petung. Apalagi ini di bidang olahraga, yang tidak bisa berjalan sendirian.

Pastinya akan ada aktivas ekonomi berjalan yang dapat membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar. “Pembangkitan ekonomi ini lah yang Kita dorong, agar semangat gotong royong ini akan terus berjalan. Bukan hanya disisi olahraga saja yang kita dorong dari DPRD melainkan dari sisi ekonominya juga, ini akan berjalan beriingan nantinya,” jelas Bijak.

Harapannya kegiatan-kegiatan seperti menjadi pemacu daerah-daerah lain untuk mengadakannya. Dan tidak pula meninggalkan semangat gotong-royong yang tinggi.

“Kita juga sangat berharap dan mendorong dalam kegiatan ini bukan hanya sampai di lokal saja, melainkan akan sampai kepada tingkat Nasional nanti. Sekali lagi Saya pribadi mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong-royong yang ditanamkan dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (NRD)

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Robbi Syai’an

RT 16 Karhutla Lagi, Lurah Petung Imbau Warga Cegah Karhutla

0

PPU – Lagi-lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di RT 16 Kelurahan Petung, Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Kelurahan Petung mengimbau seluruh warganya untuk mewaspadai setiap potensi yang menyebabkan titik api muncul.

Sedikitnya, pada musim kemarau kali ini sudah keempat kalinya wilayah itu terbakar. Menyebabkan sudah sekira 20 hektare lahan di sana hangus terbakar.

Terbaru, Kamis (31/8/2023), perisitiwa karhutla terjadi sekira pukul 14.00 Wita. Tim gabungan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU berjibaku sekurang-kurangnya selama 7 jam 30 menit karhutla sepenuhnya terkendali.

Berbagai kendala dihadapi tim yang terdiri dari BPBD PPU, Distan PPU, Satpol-PP PPU, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Pospol Damkar Petung, DPKP PPU dan Aparat Kelurahan Petung. Yaitu lokasi kejadian yang tidak dapat dilalui dengan kendaraan roda empat.

Aksesnya terbatas. Hanya membuat petugas hanya dapat mobilisasi dan demobilisasi peralatan dengan menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Makanya proses pemadaman berlangsung hingga malam tiba.

Jadi, hanya dapat memaksimalkan kerja 3 unit mesin air portable milik BPBD dan Distan PPU saja. Serta ada 1 unit mobil tangki Distan PPU yang mendistribusikan air dari luar jangkauan.

“Pemadaman dilakukan dengan cara manual dan menggunakan mesin portable,” kata Kepala Pelaksanan BPBD PPU, Budi Santoso melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila melalui keterangan resminya.

Itu juga dengan menggunakan sekira 75 set selang dengan masing-masingnya sepanjang 30 meter. Masalah ini disebabkan lokasi karhutla yang cukup jauh dengan sumber air. Ditambah, sumber air di dekat lokasi juga sudah mengering dalam cuaca kemarau ini.

Meski situasi sudah sepenuhnya terkendali, BPBD PPU tetap akan melakukan monitoring di lokasi pasca kejadian. Untuk memastikan kejadian ini tidak terus terulang, pun memastikan lagi penyelidikan penyebab kejadian.

Terpisah, Lurah Petung Achmac Fitriady menjelaskan di beberapa titik di RT 16 yang terbakar beberapa kali ini memang merupakan area lahan gambut. Yang kondisinya saat ini, dalam musim kemarau ini, sangat kering.

Maka tidak mengherankan pada lokasi tersebut sangat mudah terbakar. “Lahan di wilayah tersebut memang ketika musim kemarau sangat kering. Yang mengakibatkan, seperti ada yang membuang puntung rokok saja, memungkinkan untuk terjadinya kebakaran,” ungkapnya.

Meski begitu, Ady, sapaannya, tidak dapat memastikan penyebab sebenarnya kejadian ini terus terjadi di wilayah yang ia pimpin secara administratif itu. Sebab masih memerlukan kajian dan identifikasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Namun. “Mohon maaf, Saya juga tidak bisa memastikan kalau ini sengaja dibakar (untuk kepentingan pembukaan lahan), tapi kemungkinan cuaca panas ekstrem bisa saja dianggap menjadi penyebabnya. Walau sulit juga dipredikisi lahan itu bisa terbakar sendiri,” terangnya.

Adapun begitu, sepanjang memasuki bulan kemarau ini, Kelurahan Petung terus mengoptimalkan sosialisasi untuk mewaspadai potensi karhutla pada seluruh warganya. Pada setiap kesempatan, formil ataupun tidak, pemahaman untuk mencegah terjadinya kebakaran ini terus dilakukan.

“Kelurahan selalu menginformasikan dan menyosialisasikan kewaspadaan terhadap potensi karhutla terjadi, karena kerawanan sangat mungkin terjadi dalam kondisi cuaca akhir-akhir ini,” pungkas Ady. (SBK)

Layanan Air Bersih di Sotek Dihentikan, Warga Beralih ke Air Tandon

0

PPU – Layanan air bersih ke wilayah Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) berhenti. Hal ini membuat masyarakat di sana kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, dan beralih ke membeli air tandonan.

Seperti diketahui, sejak 19 Agustus lalu Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka memutus sementara pelayanan 805 sambungan rumah (SR) yang menerima distribusi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sotek. Alasannya karena musim kemarau kali ini mengakibatkan penyusutan debit air signifikan.

“Benar, kondisi PDAM unit Sotek untuk saat ini menghentikan sementara layanan air bersih, dikarenakan waduk yang menjadi sumber airnya kering akibat pendagkalan dan kemarau,” ujar Lurah Sotek Muhammad Harianto, Kamis (31/8/2023).

Ia juga mengakui hal ini membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka sehari-hari. Di antaranya ialah memanfaatkan adanya beberapa sumur bor serta membeli air bersih tandon yang menggunakan mobil pick-up.

“Sementara ini warga memanfaat sumber air sumur bor dan membeli air bersih dengan menggunakan mobil pick up, agar kiranya warga tidak mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.

Tentu warga akhirnya merogoh kocek lebih dalam karenanya. Harianto menyebutkan biasanya pembelian air bersih tersebut seharga kisaran Rp 70 ribu sampai dengan Rp 80 ribu per tandonnya.

Selain itu, pihaknya juga sampai saat ini masih mencari solusi terbaik atas permasalah yang terjadi. Dengan membuka akses dan berkomunikasi dengan para pemilik kolam atau waduk yang ada di beberapa lokasi di Sotek.

“Terus dilakukan agar warga dapat memanfaatkan airnya untuk kepentingan rumah tangga khususnya,” ujarnya.

Dalam hal ini pula, Kelurahan Sotek juga mengharapkan kerja cepat pihak PAM Danum Taka dalam melakukan pengerukan dan pembersihan waduk. Serta untuk segera membangun pintu air pembuangan, agar debit air yang ada di Waduk Sotek bisa segera dikendalikan.

“Sampai saat ini kan waduk yang di miliki PDAM tidak memiliki pintu air pembuangan. Jadi tidak bisa dikendalikan. Bagaimana mau mengendalikan pintu air tidak ada, jadi kemarau baru satu bulan air sudah menyusut,” tegas Herianto.

Diberitakan sebelumnya, Direktur PAM Danum Taka, Abdul Rasyid menjelaskan pihaknya terpaksan menempuh jalur ini. Penuruhan debit air di Waduk Sotek dianggap tidak memberikan pilihan lain selain menghentikan pendistribusian sementara.

“jika dipaksakan terus beroperasi dengan air baku yang minim, maka berpotensi menimbulkan kerusakan pada mesin IPA Sotek. Kami meminta masyarakat memahami kondisi tidak normal ini. Semoga dalam waktu dekat curah hujan meningkat,” tutupnya. (NRD)

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Robbi Syai’an

Akhirnya, Pemkab PPU Resmi Pinjam-Pakai Lahan Bendungan Lawe-Lawe dari Pertamina

0

PPU – Titik basah di tengah kekeringan yang terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya muncul juga. Proses pinjam-pakai lahan proyek Bendungan Lawe-Lawe akhirnya resmi dilakukan.

Pemkab PPU secera resmi menandatangani serah terima dokumen pinjam pakai lahan dengan PT Pertamina (Persero). Penandatangan digelar di Yogyakarta, tepatnya di Ballroom Hotel Tentrem, Kamis (31/8/2023)

Dilaksanakan langsung oleh Bupati PPU Hamdam Pongrewa dan VP Asset Optimization & Development PT. Pertamina, Noviandri. Dilanjutkan dengan serah terima dokumen antara kedua pihak.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Manager Asset Optimization Pertamina Dyah Susilowati Nuria dan jajarannya. Sementara juga ada Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU Nicko Herlambang dan Sekretaris Dinas PUPR PPU Ali Mustofa serta Kabag Pembangunan Daniel.

“Saya mengucapkan terimaksih kepada PT Pertamina dan seluruh jajaran, karena setelah melewati berbagai proses akhirnya dapat dilakukan serah terima kembali dalam mendukung progres pembangunan Bendungan Lawe-Lawe, guna memenuhi kebutuhan baku air bersih di Kabupaten PPU,” kata Hamdam usai kegiatan.

Baginya, hasil ini merupakan harapan yang telah lama tertunda. Selain keterbatasan anggaran, pembangunan bendungan di Kelurahan Lawe-lawe, Penajam yang dilaksanakan mulai 2014 ini terpaksa dihentikan pada 2017 karena persoalan masa pinjam-pakai lahan yang telah habis.

“Aset ini dalam pembangunan Bendungan Lawe-Lawe sangat penting bagi Kabupaten PPU. Karena berkaitan dengan pemenuhan air baku bersih bagi masyarakat Kabupaten PPU,” imbuhnya.

Sejalan dengan pinjam pakai lahan ini, Hamdam meyakini kondisi keterbatasan air baku bagi masyarakat PPU yang memang memerlukan perhatian khusus bisa teratasi ke depannya. Karena apabila bendung ini tuntas pastinya sangat membantu suplai air baku terlebih saat masa kekeringan seperti yang saat ini terjadi.

Ia turut memastikan Pemkab PPU akan terus menjalin sinergi. Agar keberlanjutan pembangunan megaproyek ini sesuai dengan harapan. Khususnya dalam proses masa pinjam-pakai lahan yang perlu diperpanjang setiap 5 tahun sekali.

“Apalagi izin terkait pinjam pakai lahan sudah selesai dan nantinya Kami akan sinergikan kembali kepada jajaran DPRD PPU, DPRD Kaltim melalui Komisi III hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan.”

“Semoga di tahun 2024 pembangunan Bendungan Lawe-Lawe ini dapat kembali dilanjutkan sampai tuntas. Karena ke depan kebutuhan air baku pasti lebih besar seiring berbagai hal, baik jumlah penduduk, pembangunan dan hal-hal lainnya,” beber Hamdam.

Untuk diketahui, Bendungan Lawe-Lawe, itu berdiri di atas lahan 220 hektare dengan status lahan pinjam pakai dari PT Pertamina. Dalam prosesnya, Pemkab PPU tercatat telah mengalokasikan anggaran Rp 179 miliar untuk pembangunannya dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).

“Terkait pinjam pakai ini, Kami akan melaksanakan tugas dan kewajibannya baik terkait PBB dan beberapa hal lainnya kepada PT Pertamina. Sesuai dengan perjanjian yang disepakati dalam pinjam pakai lahan,” ujar Hamdam.

Lebih lanjut, walau perjanjian penggunaan lahan telah didapatkan, Pemkab PPU masih memiliki pekerjaan rumah lain dalam menuntaskan proyek ini. Yakni kebutuhan dana untuk melanjutkan pembangunannya.

Asisten II Setkab PPU, Nicko Herlambang mengungkapkan hasil serah terima pinjam-pakai lahan ini menjadi bagian penting. Menjadi dasar dari proses kelanjutan proyek yang akan mulai lagi dilakukan di 2024 mendatang.

“Serah terima pinjam-pakai ini menjadi landasan melanjutkan progres pembangunan,” ucapnya.

Sekadar informasi, perhitungan sementara ini untuk merampungkan proyek itu membutuhkan dana sekira Rp 150 miliar. Untuk memenuhi itu, Pemkab PPU masih melobi Pemerintah Pusat dalam memberikan bantuan untuk pemenuhannya.

“Kemudian progres lanjutannya yaitu menghitung ulang kembali dasar alokasi anggaran yang dibutuhkan, baik dari Pemkab PPU, alokasi anggaran Pemprov Kaltim dan BWS Kalimantan maupun sumber lainnya dalam mendukung pembangunan ini hingga tuntas,” tutup Nicko. (SBK)

Cegah Karhutla, Warga PPU Diminta Hindari Pembukaan Lahan dengan Dibakar

0

PPU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih terus menghantui. Seluruh masyarakat di PPU diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Pemkab PPU di banyak kesempatan selalu mengingatkan akan musim kemarau yang saat ini terjadi. Satu dampak yang paling terasa ialah berkurangnya cadangan air bersih.

Selain menjadi masalah tersendiri untuk kebutuhan dasar masyarakat, hal ini juga memengaruhi upaya penanganan saat terjadi karhutla. Sebab, saat ini kebutuhan akan air bersih semakin meningkat, namun ketersediaan yang semakin sedikit bahkan kurang.

“Saya mengingatkan agar kita bisa melakukan penghematan dalam penggunaan air. Kami sangat bermohan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terutama ketika menghimpun sampah yang berada di kiri kanan rumah dan terus membakarnya ini bisa berpotensi menjadi kebakaran,” ujar Sekkab PPU, Tohar, Kamis (31/8/2023).

Terbukti dengan beberapa embung yang mulai kering. Maka dari itu, pencegahan terjadinya Karhutla menjadi pokok pekerjaan yang dilakukan.

“Dan pada para pemilik lahan, kami mohon untuk tidak membuka dengan membakar. Karena ini bisa berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan. Kalau ini tidak bisa terkendali sedangkan sumber daya dan peralatan kita terbatas ini bisa menjadi potensi yang membahayakan bagi kita semua,” jelas Tohar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso mengungkapkan selama musim kemarau dan El-Nino kali ini setidaknya membuat sekira 28 hektare lahan terbakar. Itu dari 18 kejadian yang ada.

Kasus karhutla tersebut terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Penajam. Karena mayoritas lahan di wilayah itu merupakan lahan gambut yang mudah terbakar.

“Kebakaran hutan dan lahan yang berhasil dipadamkan, terbesar dengan luas 12 hektare terjadi di Kelurahan Petung,” sebutnya.

Ia meyakinkan peralatan yang dimiliki BPBD PPU saat ini masih aman dan mencukupi. Serta kesiapan dan jumlah personel juga memadai untuk melakukan pemadaman karhutla.

“Kami dan instansi terkait juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat,” katanya.

Namun, Budi mengakui kendala saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan adalah akses menuju lokasi kebakaran. Yang tak jarang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor sehingga harus ditempuh berjalan kaki dengan membawa peralatan.

Lalu ada kendala yang lebih besar, di lokasi kebakaran hutan dan lahan sumber air menipis atau tidak ada sumber air yang dibutuhkan untuk pemadaman. Sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat sekat mengelilingi api, namun membutuhkan waktu yang lama dan pontensi meluas cukup besar.

“Masyarakat dan perusahaan terus diingatkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Serta meminta warga agar tidak membuang puntung rokok di lahan yang mudah terbakar, karena pada saat musim kemarau dapat memicu terjadinya kebakaran,” demikian Budi. (SBK)

Pewarta : Nur Robbi Syai’an
Editor : Nicha Ratnasari

Debit Air Baku Seluruh PPU Menyusut, PAM Danum Taka Hentikan dan Batasi Layanan

0

PPU – Debit air di seluruh unit Instalasi pengolahan air (IPA) di Penajam Paser Utara (PPU) terus menyusut.  Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka terpaksa menempuh upaya ekstrem untuk menjaga performa pelayanan mereka terus optimal.

Situasi musim kemarau yang berkolaborasi dengan cuaca ekstrem El-Nino berdampak tidak main-main ke daerah berjuluk Benuo Taka. Di samping sederet kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), potensi krisis air sejurus mengemuka.

Menurut data, semua IPA yang dikelola terus menerus mengalami penurunan dengan laju penurunan debit air baku pada semua unit mengalami penurunan hingga 10 persen sampai 80 persen.

IPA Sotek mengalami penurunan 60 sentimeter, Waru dan Maridan turun 10 sentimeter, Lawe-Lawe 25 sentimeter, kemudian di Sepaku mengalami penurunan hingga 50 sentimeter.

“Dan cenderung turun terus. Diperkirakan akan terus mengalami penurunan apabila dalam beberapa minggu ke depan tidak terjadi curah hujan,” ujar Direktur PAM Danum Taka, Abdul Rasyid.

Ada dua langkah yang diambil BUMD PPU ini dalam menyikapi kejadian ini. Pertama dengan menghentikan pendistribusian air bersih pada 805 sambungan rumah (SR) di Kelurahan Sotek, Penajam.

Sebab, jika dipaksakan terus beroperasi dengan air baku yang minim, maka berpotensi menimbulkan kerusakan pada IPA Sotek. “Penghentian bersifat sementara, sudah Kami off-kan sejak tanggal 19 Agustus,” sebutnya.

Kemudian menerapkan pola bergilir untuk menyalurkan air bersih pada seluruh pelanggan.”Lalu dengan kondisi tidak normal saat ini, pendistribusian air bersih dilakukan bergilir agar seluruh pelanggan bisa mendapatkan pasokan air bersih,” sambungnya.

Tak tinggal diam, PAM Danum Taka juga sudah dan tengah melakukan upaya peningkatan air baku. Salah satunya dengan memperdalam kapasitas penampungan.

Pendalaman itu agar debit air baku tetap mencukupi terutama saat puncak musim kemarau. “Kami melakukan perluasan dan pendalaman embung Sotek. Kami terus melakukan rapat evaluasi bersama pemerintah daerah menyangkut kondisi saat ini,” sebut Rasyid.

Rasyid meminta seluruh pelanggan memahami kondisi ini, dilakukan agar seluruh pelanggan dapat pasokan saat kemarau. Selain itu, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih, sekaligus menampung air bersih.

Kemudian, berharap sumber air baku yang digunakan pada IPA perusahaan pelat merah itu, yakni air hujan, bisa segera terjadi. “Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air bersih pada saat musim kemarau. Apalagi saat puncak musim kemarau pada September,” pungkas Rasyid. (SBK)

Pewarta : Nur Robbi Syai’an
Editor : Nicha Ratnasari