Beranda blog Halaman 754

Aparatur Desa di Sepaku Diberikan Pelatihan Desa Cantik Tahun 2023

PPU – Perangkat desa di seluruh Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) diberikan pelatihan khusus program Desa Cinta Stastistik (Cantik). Bertujuan untuk membina, membangun dan meningkatkan kompetensi aparatur desa yang mampu memahami tentang statistik.

Dalam hal ini, Pemkab PPU bekerja bersama Badan Pusat Statistik (BPS) PPU. Peluncuran pelaksanaan Desa Cantik se-Kecamatan Sepaku ini telah dilakukan di Desa Bukit Raya.

Selama dua hari, sampai dengan 30 Agustus 2023, pembinaan Desa Cantik ini memberikan stimulus statistik di desa menjadi semakin baik. Kepala BPS Kabupaten PPU, Hotbel Purba menyebutkan pelaksanaan ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997, BPS bertanggung jawab dalam pembinaan penyelenggaraan statistik.

“Desa Cantik merupakan tugas amanat dari pada undang-undang, BPS menjadi pembina data statistik,” ungkapnya, Rabu (30/8/2023).

Ia juga menjelaskan dalam pembinaan Desa Cantik ini agar kapabilitas perangkat desa meningkat dan data statistik dikelola desa bisa semakin berkualitas. Hotbel juga berharap dari data statistik yang dikelola desa bisa digunakan sebagai informasi utama dalam pembangunan desa.

“Sehingga kemampuan literasi perangkat desa menjadi meningkat, apalagi Kabupaten PPU merupakan serambi nusantara,” ucapnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan jika di Kabupaten PPU baru dua kecamatan yang sudah dilakukan pelatihan program Desa Cantik. Kedepannya desa yang sudah pernah mengikuti pelatihan ini bisa menjadi contoh terhadap desa lainnya.

“Untuk itu, BPS perlu melakukan kegiatan untuk pembinaan perangkat desa. Harapannya semua bisa mengerti atau mengenal dengan data-data statistik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hotbel juga berpesan terhadap peserta yang mengikuti pelatihan selama dua hari ini, jangan sekadar mengikuti pelatihan saja. Tetapi mereka dapat menularkan kepada perangkat desa lainnya.

“Bagi peserta yang memerlukan pendalaman lebih lanjut mengenai data-data statistik dapat menghubungi BPS Penajam Paser Utara,” pungkasnya. (SBK)

IKN, Mimpi Nyata Pemkab PPU Melalui Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085

0

Catatan oleh Humas Setkab PPU, Subur Priono

Harapan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sesungguh nya telah disampaikan oleh Bupati Kabupaten PPU Periode 2003-2008 dan 2013-2018, Drs. H. Yusran Aspar, MM dalam program Kapsul Waktu pada 2015 lalu.

Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085 adalah wadah sejarah berbentuk kapsul tempat menyimpan dokumen tulisan impian masyarakat dari setiap propinsi di Indonesia, yang diletakkan tahun 2015 dan dibuka tahun 2085 mendatang.

Program Kapsul Waktu saat itu dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora), agar setiap daerah menyampaikan resolusi atau harapan yang akan dibuka 75 tahun ke depan. Dari tujuh harapan yang ditulis bupati PPU saat itu salah satunya pada poin ke empat adalah agar kabupaten PPU bisa menjadi lokasi pemindahan IKN yang baru dalam kurun waktu 75 tahun ke depan.

Harapan ini disampaikan langsung kepada rombongan Tim Ekspedisi Kapsul Waktu dari Kemenpora yang tiba di Kabupaten PPU pada 26 Oktober 2015 saat itu. Bahkan kata Yusran Aspar ketika itu bahwa di seluruh Indonesia hanya dirinya selaku kepala daerah yang memasukkan harapan daerahnya pada kapsul waktu untuk menjadi IKN.

Disampaikannya harapan dan impian kabupaten PPU untuk menjadi lokasi IKN tersebut bukan tanpa alasan. Ide dasarnya juga sangat jelas, bahwa kabupaten PPU memiliki lahan cukup luas berhadapan langsung dengan Kota Balikpapan, berpotensi menjadi kota mandiri terpadu dan bisa tumbuh besar di Provinsi Kalimantan Timur. Saat itu juga sudah ada kajian-kajian awal terkait dengan rencana pemindahan IKN menurut Yusran Aspar kala itu. Bahkan Andrinof Achir Chaniago yang saat itu menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan kabupaten PPU memiliki peluang cukup bagus untuk menjadi IKN.

Ternyata tidak perlu waktu lama mimpi itu kini menjadi kenyataan. Karena pada 2019 Kabupaten PPU telah ditetapkan sebagai lokasi pemindahan IKN yang baru oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. IKN kini telah menjadi mimpi yang nyata berada di sebagian wilayah kabupaten PPU, tepatnya di kecamatan Sepaku yang merupakan salah satu kecamatan dari empat kecamatan yang ada di kabupaten ke sembilan di Kaltim itu.

Sejak dua tahun terakhir kini pembangunan IKN di kabupaten PPU telah membawa perubahan besar bagi daerah khususnya di kabupaten PPU. Kini semua mata tertuju pada IKN yang baru. Tak jarang pejabat penting negara bahkan presiden kini harus bolak-balik meninjau langsung tahapan pembangunan IKN yang di gagas dengan konsep “smart city” itu.

Pembangunan infrastruktur IKN kini terus dikebut. Salah satu targetnya adalah untuk pelaksanaan HUT RI kenegaraan pada 17 Agustus 2024 mendatang yang akan berlangsung di sana.

Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke kawasan IKN belum lama ini mengatakan bahwa progres rata-rata pembangunan fisik IKN per 30 Maret 2023 sudah mencapai 24,78%. Progres rata-rata itu mencakup 33 kontrak besar seperti kantor presiden, istana presiden, kantor 4 menko, perumahan menteri, jalan tol dan arteri, bendungan hingga pengelolaan air minum dan sampah di wilayah IKN, kabupaten PPU tersebut.

Bagi pemda PPU kehadiran IKN adalah berkah yang tak terhingga. Kini harapan seluruh masyarakat PPU dengan hadirnya IKN di wilayahnya sangat besar. Melalui Bupati PPU, Ir. Hamdam saat ini diharapkan cita-cita itu dapat diwujudkan untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan Bupati PPU, H. Hamdam dengan gagasannya terus memperjuangkan kabupaten muda ini agar bisa menjadi serambinya nusantara IKN. Selanjutnya pemda PPU mulai merancang slogan kota nya atau city branding dengan sebutan “ Serambi Nusantara” yang akan menjadi ciri khas daerah itu.

Tujuannya jelas. Dia mengatakan bahwa kabupaten PPU tidak ingin hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Ketika pembangunan IKN telah terlaksana dengan berbagai kemajuan dan kecanggihan-kecanggihan teknologi di dalamnya, kabupaten PPU tidak ingin tertinggal tanpa adanya perhatian pemerintah pusat untuk daerah.

Alasan itulah salah satunya yang mendasari munculnya gagasan bupati PPU saat ini untuk menjadikan PPU sebagai Serambinya Nusantara yang didukung seluruh lapisan masyakat di daerah dengan menggandeng Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan. (*)

PPI PPU Siapkan Pelatihan Kepaskibraan, Target Kibarkan Bendera di IKN 2024

PPU – Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kapasitas seluruh anggotanya. Dengan mempersiapkan program pendidikan kepribadian serta keminatan tentang kepaskibrakaan.

Pengurus PPI PPU dalam waktu dekat akan menggelar pelantikan pengurus baru. Pasca terpilihnya Gamaliel Abimanyu sebagai ketua PPI PPU pada periode 2023-2024.

“Kita akan laksanakan pelantikan pengurus segera, agar apa yang menjadi suatu program PPI dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya, Rabu (30/8/2023).

Pelantikan ini dijadwalkan digelar pada pelantikan pengurus September mendatang. Hal ini dilakukan agar kiranya program kerja PPI dapat berjalan secara maksimal.

Abimanyu menyebutkan program yang sudah disusun ini merupakan program pendidikan kepribadian serta keminatan tentang kepaskibrakaan. Dikarenakan di tahun depan dalam rekrutmen kepaskibrakaan dengan cara siswa mendaftarkan dirinya sendiri dan atas keminatannya sendiri.

“Untuk rekrutmen calon paskibraka di tahun depan itu atas dasar keminatan. Bukan lagi dari perwakilan sekolahannya, maka dari itu Kami membuat program kerja yang bisa membangkitkan minat para siswa untuk menjadi paskibraka,” jelasnya.

Abimanyu menargetkan di tahun depan adanya perwakilan dari PPU untuk dapat mengibarkan sang merah putih di Nasional. Melihat pula pengibaran di canangkan di Ibukota Nusantara (IKN).

Berbagai materi serta pelatihan sudah ia siapkan agar target yang diingkinkan tercapai. “Pastinya Kita inginkan di tahun depan ada perwakilan dari PPU bisa ke Nasional. Apalagi dari obrolan-obrolan di luar sana bahwa pengibaran tahun depan akan di laksanakan di IKN, inilah sebagai pemacu kita pula agar adanya perwakilan putra atau putri daerah yang akan menjadi perwakilannya,” tutupnya. (NRD)

Pewarta: Deddy Pz

Editor: Robbi Syai’an

Gerakan PPU Sumbang Buku untuk Peringatan Bulan Gemar Belajar

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengadakan gerakan sumbang buku tahun ini. Gerakan ini untuk memperingati Hari Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September.

Melalui Dinas Perpusatakaan dan Arsip (Dispusi) PPU, gerakan ini telah dijalankan sejak Agustus hingga September. Dalam gerakan ini menitik beratkan tujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Benuo Taka.

Kepala Bidang Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispusip PPU Indah Rumainiyah menuturkan gerakan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat PPU. Wabil khusus dimulai dari instansi-instansi di lingkungan Pemkab PPU.

“September ini momen yang sangat bagus yaitu memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan, tepatnya setiap tanggal 14 September. Jadi kami membuat Gerakan Sumbang Buku,” terang dia, Rabu (30/8/2023).

Sebenarnya selama ini di luar kegiatan ini pun, ada masyarakat yang memang gemar menyumbangkan buku-buku yang masih bagus. Mulai buku-buku cerita anak dan berbagai buku lainnya.

Selain Gerakan Sumbang Buku, Dispusip PPU juga memiliki program Silang Layang yang bekerja sama dengan 9 lembaga di PPU. Yakni taman baca masyarakat, instansi vertikal seperti Kejari PPU, Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka hingga ke kelurahan-kelurahan, desa dan beberapa sekolah.

Silang Layang ini merupakan program untuk meminjamkan buku ke suatu lembaga. Setelah 3 bulan buku-buku tersebut akan diambil kembali untuk diganti dengan judul yang baru.

“Itu namanya silang layang atau sirkulasi buku. Persyaratannya, dari lembaga tersebut harus punya buku juga, kemudian supaya buku-buku itu ada buku-buku yang baru,” ujar Indah.

Salah satu yang menjalankan program ini ialah Puskesmas Gunung Intan. Jadi masyarakat datang untuk pemeriksaan kesehatan, sambil menunggu antrean bisa membaca buku.

“Untuk bisa mengikuti program ini, bisa dengan mengajukan untuk kerja sama Silang Layang. Nantinya, hasil dari gerakan sumbang buku akan kami gunakan juga untuk silang layang,” sebut dia.

Lebih lanjut, Indah menambahkan, buku-buku yang akan disumbangkan dapat berupa buku fiksi dan non fiksi yang masih layak pakai. Serta tidak mengandung unsur pornografi serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Posko penerimaan sumbangan buku iniberada di Kantor Dispusip PPU yang beralamat di Jalan Korpri No.09 Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam. Pun, tidak ada batas waktu untuk pengumpulan.

“Biasanya dinas-dinas kalau ada kegiatan seperti ini tidak terlalu lama, pasti segera untuk mengumpulkan, kalau misalnya bukunya banyak, bisa dikomunikasikan agar bukunya bisa kita jemput dan bisa juga datang kesini,” pungkas Indah. (SBK)

Pewarta : Nur Robbi
Editor : Nicha Ratnasari

Gelontorkan Rp 72 Miliar Bankeu, Komisi III DPRD Kaltim Monitoring Realisasi ke PPU

0

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menerima kunjungan Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Selasa (29/8/2023). Kedatangan ini dalam rangka memonitoring pelaksanaan pembangunan daerah yang berasal dari bantuan keuangan (bankeu).

Rombongan dipimpin oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim Andi Harahap di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kantor Setkab PPU. Yang disambut langsung oleh Bupati PPU Hamdam Pongrewa dan didampingi sejumlah jajaran OPD terkait.

“Monitoring Bantuan bankeu yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2023 juga dilakukan di 10 kabupaten/kota,” ujar Mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Periode 2008-2013 itu.

Untuk diketahui dalam APBD Kaltim 2023, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan Bankeu Kaltim ke 10 kabupaten/kota senilai pagu Rp 1,19 triliun. Di antaranya, dialokasikan untuk PPU sebesar total Rp 72 miliar.

Terinci bankeu spesifik Rp 69,5 miliar dan bankeu nonspesifik Rp 2,5 miliar. Dana alokasi itu membantu mengangkat pendapatan PPU yang ditetapkan dalam APBD Murni PPU 2023 menjadi Rp 1,9 triliun.

Hamdam menyebutkan dengan adanya kunjungan ini semakin memberikan semangat untuk Pemkab PPU. Serta memperkuat sinergi pembangunan dengan Pemprov Kaltim.

“Dari Kunker Komisi III DPRD Kaltim ini, semoga semakin memberikan semangat seluruh jajaran OPD dalam melaksankan program kerja dan pembangunan. Khususnya dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang bersumber dari Bankeu Provinsi Kaltim Tahun 2023,” tutupnya.

Penulis : Nur Robbi
Editor : Nicha Ratnasari

Progres Pembangunan Jalang Penghubung KIB ke IKN 60 Persen

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa, meninjau langsung pembangunan jalan penghubung Kawasan Industri Buluminung (KIB) pada Senin, (28/8/2023). Dari hasil tinjauan langsung tersebut, progresnya dipastikan sesuai dengan perencanaan dan dapat segera dimanfaatkan.

Jalan penghubung ke kawasan industri yang sedang dibangun memiliki panjang 12,8 kilometer. Jalan ini menghubungkan jalur utama di Kilometer 10 Silkar, melewati perkebunan milik PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS) di wilayah Kelurahan Buluminung, kecamatan Penajam.

“Pemerintah daerah melalui Dinas PU PR saat ini telah mengerjakan jalan sepanjang 12,8 kilometer dengan lebar 20 meter. Alhamdulillah jalan penghubung ini sudah terhubung dan progresnya telah mencapai 60 persen,” katanya.

Dalam peninjauan ini, Hamdam didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, yaitu Nicko Herlambang, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU.

Pembangunan jalan penghubung ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur transportasi, khususnya jalan penghubung dari Pelabuhan Benua Taka yang terletak di KIB untuk mendukung suplai logistik ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku.

Hamdam menjelaskan bahwa jalan ini akan mengurangi jarak tempuh atau angkutan dari pelabuhan ke IKN, bahkan dapat memangkas jarak tempuh hingga 30 kilometer dari rute yang biasa digunakan.

“Mudah-mudahan sesuai rencana kami. Jalan ini akan didesain sebagai jalan non-tonase atau rigid beton. Artinya, kendaraan apapun nantinya bisa melewati jalur ini karena jalur ini dirancang untuk mengakomodasi angkutan logistik dalam jumlah besar ke wilayah IKN,” ungkapnya.

Sebagai informasi, jalan ini sebelumnya adalah jalan perkebunan milik PT KMS yang dihibahkan kepada Pemkab PPU sepanjang 10 kilometer dengan lebar 20 meter. Sementara, 2,8 kilometer sisanya dimiliki oleh warga yang sebagian juga dihibahkan dan saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

“Saat ini, lahan selama 2,8 kilometer milik warga juga sedang dalam proses karena kita membutuhkan lebar jalan 20 meter, sementara warga telah menghibahkan 8 meter dari lahan mereka,” terangnya.

Nicko Herlambang menambahkan bahwa harapannya, jalan ini akan menjadi jalur utama untuk logistik dan kebutuhan pokok masyarakat di IKN. Pembangunan jalan ini juga berkolaborasi dengan pengembangan KIB di Kelurahan Buluminung.

“Harapannya juga jalan ini nanti akan menjadi akses utama kita menuju IKN dan pelabuhan, itulah tujuan utamanya,” tambahnya.

Akses ini dianggap belum optimal karena saat ini akses jalan yang ada harus melalui jalan provinsi, menyulitkan kendaraan dengan muatan besar. “Dulu alasan penggunaan jalan ini terbatas karena harus melewati jalan provinsi hingga Silkar untuk mencapai IKN. Kini, dengan adanya jalan pintas ini, waktu perjalanan bisa dihemat hampir 45 hingga 1 jam,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pemkab PPU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 35 miliar di APBD 2023 untuk pembangunan jalan pendekat tersebut. Anggaran tersebut mencakup pembebasan lahan milik warga yang terletak di area pembangunan jalan sebesar Rp 10 miliar dan Rp 25 miliar untuk pembangunan fisik jalan serta drainase.

Proyek pembangunan jalan pendekat KIB sepanjang 12,8 kilometer ini dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten PPU secara swakelola. Dengan terwujudnya jalan ini, Nicko juga berharap bahwa jalan tersebut dapat mendukung pemanfaatan kawasan industri dan pelabuhan secara maksimal, efektif, dan efisien.

“Dengan penghematan yang dihasilkan, pelabuhan di kawasan industri kami berharap dapat berfungsi lebih baik. Itulah tujuannya,” pungkasnya. (SBK)

PPU Siapkan Status Siaga 1 Darurat Bencana Kekeringan

0

PPU – Kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Penajam Paser Utara (PPU) membuat Pemkab PPU mengambil sikap segera. Yakni dengan mempersiapkan penetapan status darurat bencana, khususnya kekeringan.

Hal ini dilaksanakan berdasarkan hasil petemuan bersama jajaran Pemkab PPU dan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Melihat perkembangan kondisi saat ini akibat dampak dari kemarau panjang atau El-Nino.

Di beberapa wilayah di PPU, menyebabkan kekeringan. Yang kemudian berpotensi menimbulkan berbagai persoalan-persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Foto: Bupati PPU saat memimpin rakor persiapan penetapan status darurat bencana daerah. (Robbi/MediaKaltimGroup)

“Berdasarkan indikator untuk menetapkan kabupaten PPU dalam status darurat atau siaga 1 sudah memenuhi syarat. Tujuannya salah sarunya agar nanti para stakeholder yang terlibat di dalamnya dengan mudah bisa mengakses kebutuhan biaya-biaya operasional melalui anggaran yang sudah kita siapkan,” terangnya usai memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan SKPD terkait Senin, (28/8/2023).

Persoalan status darurat yang ditetapkan ini, lanjutnya, termasuk terkait ketersediaan kebutuhan air bersih dan persoalan-persoalan lain. Seperti kebakaran hutan dan lahan yang tentunya akan berdampak kepada masyarakat nantinya.

Keputusan ini dilakukan tentunya setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama instansi terkait. Seperti pihak PDAM, BPBD, Dinas Pertanian dan lainnya di lingkungan Pemkab PPU. Termasuk dari BMKG terkait informasi terkait cuaca dan iklim saat ini.

“Kami sudah sepakat bahwa dalam kondisi ini Kabupaten PPU sudah memenuhi syarat untuk menetapkan status darurat itu. Untuk itu sesegera mungkin kita akan tetapkan kabupaten PPU sebagai darurat atau siaga satu bencana kekeringan saat ini,” beber Hamdam.

Dalam kesempatan ini, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten PPU. Agar selama musim kemarau ini melakukan beberapa hal.

Yakni mengurangi hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya percikan api yang dapat menimbulkan kebakaran di lingkungan masyarakat. Kemudian masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan ketika akan membuka lahan perkebunan mereka karena dalam kondisi kemarau seperti saat ini.

Sebab dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan secara meluas. Selain persoalan karhutla, imbauan pada masyarakat agar bisa menggunakan air bersih seefisien mungkin selama musim kemarau ini.

“Pemaparan dari pihak Perumda Danum Taka PPU bahwa kondisi persediaan air Kita di semua penampungan saat ini seluruhnya mengalami penurunan yang signifikan. Oleh karenanya bagaimana upaya-upaya kita untuk mengantisipasi itu, termasuk tentunya bagaimana Kita bisa menggunakan air bersih se efisien mungkin,” tutupnya. (SBK)

Pasca 3 Kali Karhutla di Petung, BPBD PPU Waspadai Ketersedian Air di Lokasi

0

PPU – Lahan seluas 12 hektare di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) kembali terbakar, Minggu malam, (27/8/2023). Pasca kejadian, tim gabungan BPBD PPU fokus melakukan pemantauan di lokasi sekitar kejadian guna melakukan pencegahan sejak dini.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petung beberapa pekan terakhir terus terjadi di PPU. Dari catatan, sedikitnya 30 hektare telah terbakar, yang sebagian besar terjadi di Kelurahan Petung.

Kejadian terakhir ini, terjadi sejak pukul 17.00 Wita. Selajur, personel gabungan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU langsung turun ke lapangan di RT 16; titik kordinat: 1,3438S 116,6466E, untuk melakukan penanganan.

“Lokasi karhutla tidak dapat dilalui dengan kendaraan roda empat, akses masuk petugas, mobilisasi dan demobilisasi peralatan hanya menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Membuat pemadaman dilakukan baik dengan cara manual maupun menggunakan mesin portable,” terang Kepala Pelaksanan BPBD PPU, Budi Santoso dalam rilis resminya.

Personel gabungan Pusdalopos BPBD PPU dari satuan TNI saat membawa selang guna melakukan pemadaman di lokasi kejadian yang terbatas akses roda empat. (BPBD PPU for RadarMedia)

Akibat beberapa kendala tersebut, baru sekira pukul 20.45 Wita pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan. Akibatnya pula, terjadi penambahan luasan area gambut yang terbakar, dari semula sekira 10 hektare, menjadi seluas 12 hektare.

“Material yang terbakar merupakan pepohonan dan semak belukar dengan jenis are gambut. Membuat kebakaran cepat meluas,” imbuhnya.

Sebuah pondok milik warga di lokasi kejadian turut terkena dampak karhutla. (BPBD PPU for MediaKaltimGroup)

Personel gabungan yang turun ke lapangan BPBD PPU, Dinas Pertanian (Distan) PPU, TNI/Polri dan Satpol-PP PPU. Bahu-membahu memadamkan dengan menggunakan 1 unit mobil tangki Distan PPU dan 1 unit mesin air portable BPBD PPU.

Sekadar informasi, di lokasi serupa ini, setidaknya telah terjadi 3 kali karhutla terhitung sejak Agustus 2023. Meski kronologis kejadi masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, kesengajaan pembakaran untuk aktivitas pertanian dan perkebunan diduga kuat menjadi penyebabnya.

Adapun hari ini, Senin (28/8/2023), BPBD PPU masih melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Menggelar upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dari hasil pemantauan di lokasi pasca kejadian, terpantau tidakadanya titik asap maupun titik panas yang berpotensi menimbulkan karhutla baru. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Kondisi sumber air di sekitar lokasi karhutla semakin terbatas. Meskipun terdapat saluran primer di sekitar lokasi yang dapat dimanfaatkan dengan penggunaan selang yang cukup banyak,” jelas Budi.

Untuk mencegah kejadian in berulang kembali, ia meminta dukungan penuh masyarakat dalam menjaga situasi dan kondisi di lingkungannya. Serta segera melakukan pelaporan semisal ada kejadian karhutla.

“Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan dampak el-nino ini, Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam melakukan aktivitas pembukaan lahan. Serta terus menjaga sumber air, karena potensi kekeringan,” pungkasnya. (SBK)

Dampak El-Nino, PPU Siaga 1 Darurat Kekeringan

0

PPU – Terkait kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU telah mengambil langkah cepat. Mereka bersiap untuk menetapkan status darurat bencana, terutama terkait kekeringan, sebagai respons terhadap situasi yang ada.

Langkah ini diambil setelah dilakukan pertemuan antara jajaran Pemkab PPU dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Langkah ini diambil menyusul perkembangan kondisi saat ini yang dipengaruhi oleh dampak kemarau panjang atau fenomena El-Nino.

Di beberapa wilayah di PPU, kekeringan telah terjadi. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.

“Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan untuk menetapkan status darurat atau siaga 1 bagi Kabupaten PPU, syarat-syaratnya telah terpenuhi. Salah satu tujuannya adalah agar para stakeholder yang terlibat dapat dengan mudah mengakses dana operasional melalui anggaran yang telah kita siapkan,” terangnya setelah memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan SKPD terkait pada Senin, (28/8/2023).

Keputusan untuk menetapkan status darurat ini, lanjutnya, juga berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan masalah-masalah lainnya, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada masyarakat.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses pembahasan dengan instansi-instansi terkait, seperti PDAM, BPBD, Dinas Pertanian, dan lembaga lainnya di lingkungan Pemkab PPU. Kolaborasi juga dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini terkait cuaca dan iklim.

“Kami telah mencapai kesepakatan bahwa dalam situasi ini, Kabupaten PPU telah memenuhi syarat untuk menetapkan status darurat. Oleh karena itu, segera kami akan menetapkan status darurat atau siaga satu terkait bencana kekeringan,” tambah Hamdam.

Pada kesempatan ini, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten PPU untuk mengambil langkah-langkah tertentu selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi potensi percikan api yang dapat memicu kebakaran di lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan ketika hendak membuka lahan perkebunan, terutama dalam kondisi kemarau seperti saat ini.

Tindakan ini diambil untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang meluas. Di samping masalah kebakaran hutan, masyarakat juga dihimbau untuk menggunakan air bersih dengan bijak selama musim kemarau.

“Pihak Perumda Danum Taka PPU telah menjelaskan bahwa persediaan air di berbagai penampungan saat ini telah mengalami penurunan yang signifikan. Oleh karena itu, kami perlu mengambil langkah-langkah antisipatif, termasuk penggunaan air bersih secara efisien,” tutupnya.

Pewarta : Nur Robbi Syai’an
Editor: Agus Susanto

Meriahnya HUT ke-3 Media Kaltim, Ribuan Masyarakat Ikuti Jalan Sehat Berhadiah

SAMARINDA – Masih bertepatan dengan momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Mediakaltim.com yang telah berumur 3 tahun, ribuan masyarakat di Kota Tepian beramai-ramai mengikuti kegiatan jalan sehat. Acara ini digelar di Eks Bandara Temindung, Kelurahan Temindung, Samarinda pada Minggu (27/8/2023).

Para peserta berkumpul di titik start di Eks Bandara Temindung pada pukul 07.00 Wita. Kemudian, berjalan hingga memutari Jalan Hasan Basri yang selanjutnya kembali ke titik awal.

Kemeriahan masyarakat semakin terlihat jelas, ketika puluhan doorprize akan dibagikan. Doorprize yang dibagikan mulai dari perlengkapan elektronik berupa televisi, lemari es hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik.

CEO Mediakaltim.com, Agus Susanto mengatakan bahwa ada sekitar 2 ribuan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini. “Untuk animo masyarakat cukup meriah ya. Ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-3 Mediakaltim.com. Tentu kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berjalannya acara ini,” ucap Agus saat ditemui di sela acara.

Agus juga menambahkan, selama tiga tahun berdiri di Benua Etam, Mediakaltim.com juga telah memiliki jaringan di setiap daerah di wilayah Kalimantan Timur. Hal ini menjadi bukti, Mediakaltim.com siap semakin dekat dengan masyarakat lewat artikel dan berita yang disajikan.

“Seperti visi dan misi kami, yaitu Lebih Dekat dengan Satu Klik,” ungkapnya.
Agus Susanto berharap, dengan usia Mediakaltim.com yang telah menginjak 3 tahun ini, ke depannya dapat terus berkembang menjadi media yang lebih besar dan menjadi media rujukan bagi para pembaca.

“Misi kami menjadikan Mediakaltim.com sebagai media yang besar di Kaltim. Dan kami akan terus berinovasi memberikan yang terbaik bagi para pembaca,” pungkasnya. (vic)

Penulis : Viqih Jati Kusuma
Editor : Nicha Ratnasari