Beranda blog Halaman 752

Melangkah Di Babak 4 Besar, L2FC Siap Mempertahankan Gelar Juara

0

PPU – Pertandingan mini soccer Petung sehat di hari ketiga babak 8 besar mempertemukan antara Lawe-Lawe FC (L2FC) vs Azlan Fc. Pertandingan tersebut di menangkan oleh L2FC dengan skor telak 7-1.

Dengan kemenangan tersebut L2FC menempatkan diri di babak 4 besar. Di ketahui komposisi para pemain L2FC bukan main-main dalam ajang ini beberapa orang pemain berasal dari Liga 2 dan 3.

Ditemui di sisi Lapangan Manajer L2FC, Pratama mengatakan bahwa timnya dalam turnamen ini akan mempertahan gelar juara 1 yang sudah di capainya di turnamen yang sama pada 2022 lalu.

“Kita berharap dengan komposisi yang ada saat ini, Kita bisa berada di final kembali dengan berjuang semaksimal mungkin mempertahankan gelar yang sudah Kita capai di turnamen 2022 lalu,” ucapnya yang akrab di sapa Tama, Selasa (5/9/2023).

Foto: Tim L2FC. (Deddy/RadarMedia)

Lanjut Tama, Kita juga tidak pungkiri beberapa tim yang berada di 8 besar ini memiliki komposisi pemain yang sama bahkan lebih kuat, dengan adanya beberapa tim di perkuat oleh pemain pro Liga 1 yang di rasa adalah musuh terberat nantinya.

“Kami juga bukan merasa di atas angin, karena masih banyak tim-tim yang saat ini bermain di perkuat para pemain pro liga,” ungkapnya.

Dengan mengamankan diri di babak 4 besar ini tim L2FC bukan malah menjadi diatas angin, akan tetapi berusaha selalu menghadiri pertandingan yang ada dengan melihat pola permainan tim yang akan di lawan nantinya.

“Beradanya Kami di 4 besar ini bukan berarti membuat tim diatas angin, Kami akan selalu melihat pola permainan yang ada. Dengan itu kita akan tau apa yang harus kita persiapkan dan lakukan pada tim lawan nantinya,” tutupnya. (NRD)

Fraksi Demokrat Apresiasi Pemerintah Daerah Atas Terlaksananya City Branding Serambi Nusantara

0

PPU – Penyampaian pandangan umum fraksi partai demokrat pada Rapat Paripurna nota keuangan rancangan APBD perubahan 2023 Penajam Paser Utara (PPU) 2023, terselip ucapan apresiasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atas berjalannya City Branding Serambi Nusantara.

Penyampaian pandangan umum tersebut di sampaikan oleh Seketaris Fraksi Demokrat M Bijak Ilhamdani, Ia mengatakan Apresiasi setinggi-tinggi kepada Pemda telah menjalankan City Branding Serambi Nusantara. Langkah ini perlu dilakukan oleh Pemda untuk memberikan burgening yang lebih tinggi di tingkat Nasional kepada PPU.

“Kami fraksi demokrat sangat apresiasi terhadap City branding ini yang dilakukan oleh Pemda, hal ini akan memberikan burgening di tingkat Nasional Kepada pembangunan PPU,” ucapnya, Selasa (5/9/2023).

Tentunya City branding Serambi Nusantara ini akan menjadi pedoman kita kedepannya, bukan hanya menjadi sebuah kata-kata melainkan sebuah simbol yang akan menentukan arah pembangunan PPU kedepannya.

“Kami harapkan City branding bukan hanya menjadi sebuah kata-kata belaka, akan tetapi menjadi sebuah pedoman yang dapat menetukan arah pembangunan PPU kedepannya,” ungkapnya.

Harapannya atas terlaksananya City Branding ini Pemda PPU dapat menentukan program-program yang tepat, anggaran yang tepat serta infrastruktur yang tepat untuk kemajuan pembangunan PPU serta mengembangkan City branding ini kedepannya yang bukan hanya menjadi sebuah kata-kata.

“Kami harapkan Pemda dapat menentukan program, anggaran dan infrastruktur yang tepat, agar dalam pengembangannya city branding ini tercapai sebagaimana yang kita harapkan atas kemajuan PPU kedepannya,” tutupnya. (NRD)

APBD PPU 2023 Naik 10 Persen, PAD Naik 7 Persen

0

PPU – Meskipun tipis, APBD Penajam Paser Utara (PPU) 2023 ini mengalami kenaikan. Bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini menjadi penyumbang utama kenaikan pendapatan daerah berjuluk Benuo Taka.

Dalam rapat paripurna, Selasa (5/9/2023), seluruh fraksi di DPRD PPU menyetujui penyampaian dan rancangan perubahan APBD-P 2023. Walau ada banyak catatan dari 6 fraksi yang berada di legislatif.

Berdasarkan rancangan Rancangan APBD-P 2023 secara umum dapat digambarkan target pendapatan pada perubahan tahun anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp 2.151.101.515.043. Terdapat kenaikan sebesar Rp 204.200.630.985 atau sekira 10 persen dari target  pendapatan dalam  APBD  murni sebesar Rp 1.946.900.884.058.

Kenaikan pendapatan tersebut dijelaskan Bupati PPU Hamdam Pongrewa berasal akumulasi dari kenaikan pendapatan daerah sebagai PAD 2023. Dari sebelumnya yang direncanakan Rp 90.930.961.128, naik menjadi Rp 97.109.783.747.

Yakni sebesar Rp 6.178.822.619 atau sebesar 7 persen. Kenaikan tersebut  berasal dari kelompok hasil pajak daerah.

Selain itu, pendapatan transfer sebesar Rp 2.049.710.359.696, naik sebesar Rp 194.755.936.766 atau sebesar 10 persen. Naik dari APBD murni yang ditetapkan sebesar Rp 1.854.954.422.930.

Lalu ada pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 4.281.371.600. Juga naik sebesar Rp 3.265.871.600 atau sebesar 300 persen dari APBD murni yang ditetapkan sebesar Rp 1.015.500.000. Kenaikan tersebut berasal dari pendapatan hibah.

“Pemerintah Daerah kabupaten PPU telah menuntaskan rangkaian proses pembahasan KUA – PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2023 dari awal hingga pada kesempatan pertama untuk menyampaikan nota keuangan terhadap rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2023. Sehingga menjadi langkah yang baik dalam proses penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023, sesuai dengan jadwal dan tahapan yang ada,” kata Hamdam.

Sementara belanja secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp 2.283.603.159.446. Terdapat kenaikan sebesar Rp 391.832.951.028 atau sebesar 21 persen dari APBD murni yang ditetapkan sebesar Rp 1.891.770.208.418.

Kenaikan tersebut dari jenis belanja daerah yaitu belanja operasi sebesar Rp 1.382.162.502.627 atau terdapat kenaikan sebesar Rp 205.343.210.087 atau 16 persen dari APBD murni sebesar Rp 1.382.162.502.627.

Lalu belanja modal sebesar Rp 702.903.383.482 atau terdapat kenaikan sebesar Rp 161.138.981.896 atau 30 persen dari APBD murni sebesar Rp 541.764.401.586. Belanja tidak terduga sebesar Rp 28.021.479.861 atau terdapat kenaikan sebesar Rp 23.021.479.861 atau 460 persen dari APBD murni sebesar Rp 5.000.000.000.

Belanja transfer sebesar Rp 170.515.793.476 atau terdapat kenaikan sebesar Rp 2.329.279.184 atau 24 persen dari APBD murni sebesar Rp 168.186.514.292.

Sementara untuk pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 132.501.644.403. Mengalami kenaikan sebesar Rp 187.632.320.043 atau 340 persen dari APBD murni.

Itu terdiri dari penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 187.632.320.043 yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA). Yang ditetapkan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2022

Juga merupakan SiLPA Earmark dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 55.130.675.640. Yang merupakan penambahan atas pembayaran cicilan pokok utang pemerintah daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Dengan memperhatikan target pendapatan dengan rencana belanja sebagaimana tersebut di atas, terdapat selisih lebih atau (surplus) sebesar Rp.187.632.320.043. Di mana surplus tersebut  digunakan untuk pembayaran pokok pinjaman daerah pada PT.SMI dan pengalokasian kembali atas program dan kegiatan belanja Earmark sehingga APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023 menjadi balance atau zero defisit,” jelas Hamdam. (SBK)

Pewarta : Nur Robbi Syai’an
Editor : Nicha Ratnasari

DP3AP2KB PPU Dorong Terbentuknya Ruang Bermain Anak seperti Taman Rozeline

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong fasilitas umum memiliki ruang bermain anak. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk memberikan wadah anak untuk bebas berekspresi dan membawa hal positif.

Beberapa waktu lalu, Tim Audit Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) datang ke PPU. Dalam kaitan menciptakan ruang bermain anak-anak yang dapat mengaplikasikan sisi kognitif, afektif dan konatif anak.

“Adanya ruang bermain anak dapat memberikan hal-hal positif bagi kehidupan dan perlindungan terhadap anak,” tuturnya, Selasa (5/9/2023).

Untuk menciptakan ruang bermain anak yang ideal, ada 13 persyaratan yang harus dipenuhi. Dalam penilaian capaian RBRA di antaranya terdiri dari aspek lokasi, kemudahan, perabot bermain, keselamatan, kenyamanan, vegetasi, pencahayaan dan persayarataan pengelolaan.

Untuk di PPU, ruang bermain anak di Taman Rozeline turut mendapatkan penialain positif dari Tim Audit RBRA. Dengan Total Nilai 414 sehingga Taman Bunga Rozeline PPU berhasil mendapatkan Predikat RBRA Utama.

Sekretaris DP3AP2KB Siti Aminah menambhakan, predikat RBRA didapatkan berkat dukungan Pemkab PPU dan juga seluruh perangkat daerah. Terkait di lingkungan pemerintahan Kabupaten PPU.

“Sebelum ini kita selalu rapat koordinasi dgn OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, DPKPP, RSUD, Bapelitbang, Camat, Lurah, dan juga forum anak, CSR, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan OPD lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Fasilitas Minim, Warga Inginkan Pemkab PPU Buka Mata Peningkatan Lapangan Petung

0

PPU – Turnamen mini soccer Petung sehat 2023 Penajam Paser Utara (PPU) masuk babak 8 besar dengan total hadiah Rp 15.000.000, minimnya fasilitas tidak menyurutkan semangat para pemain dan panitia pelaksana dalam turnamen tersebut.

Ditemui di sisi lapangan Ketua Panitia, Anto mengatakan turnamen ini dilaksanakan atas dasar gotong-royong yang tinggi dari masyarakat Petung. Tidak ada sedikit pun sentuh-tangan dari Pemkab PPU.

“Turnamen ini terselenggarnya atas dasar semangat gotong royong warga Petung, sedikit pun tidak ada sentuh tangan Pemda,” ujarnya, Senin (4/9/2023).

Turnamen ini bukan kali pertama yang pihaknya gelar, melainkan turnamen ini sudah menjadi kali ketiga dan akan menjadi kegiatan tahunan warga petung. Minimnya fasilitas ini pula tidak menyurutkan semangat dari para tim dan penonton yang ikut serta dalam meramaikan turnamen tersebut.

“Ini kan bukan kali pertama, harusnya pihak Pemda dapat melihat ini. Apalagi disisi lapangan yang minim fasilitas dengan jumlah antusias yang mendaftarkan Kami rasa sudah cukuplah untuk Pemda melihat ini,” ungkap Anto.

Dari fasilitas pun tidak banyak diminta, melainkan pagar pembatas agar bola dari lapangan tidak lari kejalan. Dikarenakan lapangan tersebut berada pinggar jalan dan sangat strategis pula, Pihaknya sangat mengiinginkan adanya perbaikan terhadap fasilitas yang ada, bukan malah pemerintah membuat lapangan mini soccer lainnya tapi fasilitas yang sudah ada terbengkalai.

“Ini lapangan kan sudah ada, apa salahnya Pemda memperbaiki fasilitas yang ada bukan malah membuat lapangan yang baru dengan biaya yang mungkin tidak sedikit. Kegiatan ini kan kegiatan positif bagi masyarakat, hal ini pula dapat menjauhkan pemuda-pemuda dari bahaya semacam narkoba, minuman keras dan hal negatif lainnya,” tegasnya.

Panitia pelaksana ingin Pemkab PPU dapat membuka mata dan dapat mempertimbangkan hal mana yang harusnya di perbaiki dan hal mana yang harus diselesaikan tanpa harus membuang banyak biaya.

“Kegiatan positif ini harusnya menjadi tolak ukur Pemda, dalam memperbaiki fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Kami rasa Pemda dapat melihatnya dan bukan hanya berdiam diri untuk kegiatan maupun fasilitas yang kurang didepan mata,” pungkas Anto. (NRD)

DP3AP2KB PPU Tekan Angka Stunting Lewat Koordinasi Intensifikasi Pelayanan KB

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) terus meningkatkan upaya menekan angka stunting daerah. Salah satunya dengan melalui koordinasi tingkat kabupaten intensifikasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) bersama dengan lembaga terkait.

Sekretaris DP3AP2KB PPU, Siti Aminah menuturkan koordinasi itu dilakukan dalam upaya mendukung program percepatan penurunan stunting. Melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB.

“Sesuai dengan arahan Presiden RI, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) ditunjuk sebagai koordinator program yaitu menjadi leading sector percepatan penurunan stunting,” ujarnya, Senin (4/9/2023).

Adapun melalui pertemuan itu, diharapkan dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja terkait di kabupaten dalam pelayanan KB tersebut. Berdasarkan Undang-Undang 52/2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, penduduk merupakan modal dasar pembangunan dan titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyelenggarakan program yang berhubungan dengan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan keluarga.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan perlu adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai sektor untuk mencapai target tersebut. Upaya penurunan angka stunting, sebutnya, dapat dilakukan melalui peningkatan kesertaan keluarga berencana untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko stunting.

“Jadi kalau yang sudah stunting, paling tidak kita mempertahankan jangan sampai ada terjadi lagi stunting-stunting berikutnya,” ucapnya.

Kondisi stunting secara nasional, saat ini berada di angka 27,67 persen (Studi Status Gizi Indonesia, 2019). Sedangkan target yang harus dicapai tahun 2024 yakni 14 persen, sehingga diperlukan kerja keras untuk mengurangi angka tersebut.

Aminah menegaskan tugas bersama dari BKKBN dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini dimulai dari masa pranikah hingga masa balita dalam keluarga. Maka dari itu, Ia menyebut saat ini tengah gencar memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah terkait hal tersebut.

“Karena di situlah adik-adik remaja kita untuk mempersiapkan reproduksinya, mulai kapan dia mau menikah, sudah direncanakan. Karena berani berencana itu keren. Jadi jangan kita menikah karena bencana tetapi menikah harus direncanakan,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Raih KLA Madya 2023, DP3AP2KB PPU Target Anugerah KLA Nindya Tahun Depan

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) berharap anugerah Kabupaten Layak Anak (KLA) dapat meningkat pada 2024. Dari sebelumnya berada di kategori Madya meningkat menjadi KLA kategori Nindya.

Seperti diketahui, PPU mendapatkan penganugerahan KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Diberikan kepada kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Harapan Kami, karena ini tingkat kabupaten, ini berbicara tentang kerjasama semua OPD, Kami harap OPD dapat meningkatkan kerja sama untuk meningkatkan lagi dari Madya ke Nindya,” tutur Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin Senin (4/9/2023).

Berdasarkan penilaian dari Kementerian PPPA RI, PPU mendapatkan hasil akhir dengan total nilai 622. Kabupaten PPU juga satu-satunya kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan kategori Madya dan dapat menerima langsung piala penghargaan di Semarang bertepatan dengan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional.

Chairur menambahkan penghargaan KLA tingkat Madya ini tidak lepas dari dukungan Pemkab PPU dan seluruh perangkat daerah. Ia berharap, pencapaian ini lantas tidak membuat PPU lengah tetapi tetap harus berjuang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan lagi ke tingkat Nindya.

“Penilaian ini kan diadakan setiap 1 (satu) tahun sekali, kami akan terus mempelajari kekurangan-kekurangan kemarin itu apa aja, kita segera menambahkan. Kami akan mempelajari juga data apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan kategori Nindya dan data apa yang masih kurang nilainya dari kluster-kluster, sehingga pada saat nanti dibutuhkan, OPD sudah dapat memahami,” bebernya.

Chairur mengungkapkan untuk mendapatkan predikat Madya itu merupakan perjalanan yang cukup panjang. Karena selama 4 tahun berturut-turut PPU bertahan di predikat Pratama.

Pada 2023, PPU berhasil meningkatkan nilai hingga berhasil meraih predikat Madya. Ini, lanjut Chairur, merupakan hasil jerih payah yang terjawab di tahun ini.

“Dari Pratama ke Madya tidak semudah yang dibayangkan kalau tidak didukung oleh OPD yang lain. Karena kami sebagai koordinator tidak bisa tinggal diam, harus jemput bola. Di mana setiap kluster katakanlah semisal capaian nilainya rendah, kami berusaha menghubungi OPD terkait untuk mencapai nilai yang diharapkan,” pungkasnya. (ADV/SBK)

Perbasi PPU Gelar Event Lokal Bola Basket Oktober Mendatang

0

PPU – Oktober mendatang, Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar event lkal bola basket. Menjadi program pertama kepengurusan Perbasi PPU semenjak terpilihnya nakhoda baru, Andhika Prasanjaya.

Andhika merupakan seorang arsitek lulusan dari Universitas Pelita Harapan Tanggerang. Ia terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) beberapa waktu lalu.

Anak kedua dari Andi Yusup yang merupakan Anggota DPRD PPU ini memang telah lama mencintai olahraga bola basket. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), dengan mengikuti beberapa event di PPU kala itu.

Andhika mengatakan dengan duduknya pimpinan baru Perbasi PPU, telah menyiapkan beberapa program. Berfokus pada memberikan banyak manfaat bagi para pecinta bola basket PPU.

“Program yang Kami sudah susun yaitu bentuk pelatihan pelatih berlisensi dan wasit berlisensi. Serta pemberian coaching clinic atlet mulai dari usia sekolah dasar (SD) dan SMP di PPU dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga PPU,” ungkapnya, Jumat (1/9/2023).

Hal ini di lakukan karena minimnya minat dan ingin membangkitkan minat kembali pada olahraga bola basket di PPU. Ia juga melihat banyaknya anak-anak usia dini yang bermain bola basket di Taman Alun-Alun PPU.

Hal tersebutlah yang memacu dirinya dari pengurus untuk mengembangkan dan membangkitkan kembali olahraga bola basket di PPU ini. Sekaligus memberikan wadah yang tepat untuk meningkatkan kompetensi.

“Niatan Kami sendiri ingin membangkitkan kembali minat yang sudah mulai hilang. Bentuk semangat Kami juga mulai terpacu atas adanya anak-anak usia dini yang bermain bola basket di Taman Alun-Alun PPU,” ujarnya.

Adapun salah satunya program pengembangan bola basket PPU ini, lanjut Andhika, akan melaksanakan event lokal bagi pecinta bola basket di Oktober menandatang. Event ini 5×5 dan 3×3 dengan kategori SMP/SMA dan SMK sederajat serta KU-17 se-PPU.

“Kami dalam waktu dekat ini akan mengadakan event lokal tepatnya di Oktober mendatang, dengan kategori SMP/SMA dan SMK sederajat serta KU-17, hal ini di lakukan lantaran keinginan Kami dalam membangkitkan semangat olahraga bola basket ini,” terangnya.

Harapannya dengan beberapa program ini, bola basket PPU akan semakin maju dan semakin dikenal oleh masyarakat PPU. Khususnya serta meningkatkan keminatan terhadap bola basket di PPU.

“Pastinya Kami berharap dengan adanya event yang akan dilaksanakan, dapat membangkitkan kembali semangat serta keminatan masyarakat PPU terhadap bola basket PPU,” tutup Andhika. (NRD)

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Robbi Syai’an

DP3AP2KB PPU Tingkatkan Perlindungan Keluarga Lewat Program Ketahanan Keluarga LKSA

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) juga konsen pada ketahanan keluarga bagi lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Sebagai salah satu upaya prefentif permasalahan yang muncul dalam keluarga.

Kepala DP3AP2KB PPU Chairur Rozikin menyampaikan bahwa permasalahan keluarga yang timbul saat ini diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Karena fenomena dan permasalahan yang dapat diketahui hanya sebagian kecil saja, bila dibandingkan dengan puluhan ribu permasalahan yang ada pada masing-masing keluarga.

“Istilah fenomena gunung es adalah sebagian permasalahan yang bisa kita ketahui muncul karena berdasarkan laporan kasus, tapi begitu bagian yang tenggelam itu yang harus jadi bagian kita bersama. Oleh karena itu, kita ikut terlibat di dalam menyelesaikan fenomena yang tidak terlihat itu,” jelasnya, Sabtu (2/9/2023).

Chairur menambahkan Pemkab PPU menyadari bahwa paradigma pembangunan yang harus dikembangkan ke depan. Yakni paradigma pembangunan yang partisipatif dan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Hal itu, sambungnya, untuk turut serta sebagai objek pembangunan. Itulah mengapa pentingnya pengasuhan bagi LKSA ini dilaksanakan. Pun, pihaknya pada April lalu telah menggelar kegiatan peningkatan peran pengasuhan bagi ketahanan keluarga bagi LKSA.

“Kami harap dengan adanya program LKSA ini dapat mengantisipasi hal-hal atau fenomena terkait tindak kekerasan anak dalam rumah tangga di kabupaten PPU,” tutup Chairur. (ADV/SBK)

Masyarakat Minta Putra Daerah Isi Pj Bupati PPU, Lebih Mengerti dan Mampu Selesaikan Masalah

0

PPU – Harapan atas tokoh lokal mengisi posisi Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) terus disuarakan. Dinilai tidak hanya mengerti kondisi dan permasalahan daerah, juga untuk meminimalisir kekecewaan masyarakat.

Seperti diketahui, masa kepemimpinan Bupati PPU Hamdam Pongrewa bakal berakhir pada 18 September 2023, sebentar lagi. Dalam kekosongannya sebelum terpilih yang baru, hingga hasil Pemilu 2024, kursi pimpinan Pemkab PPU akan diisi oleh seorang Pj Bupati.

Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) PPU, Sahran mengharapkan bahwa PJ kepala daerah yang ditunjuk nantinya mampu membawa PPU ke arah yang lebih baik. Yang mana dalam penilaiannya, tokoh lokal mumpuni melakukannya.

Sebab, dirasa lebih memahami kondisi wilayah dan memudahkan dalam berkomunikasi. Maka dari itu, ia menyarankan Pj itu nantinya berasal dari pejabat lokal di lingkup Pemkab PPU maupun Pemprov Kaltim.

“Jadi kalau ada apa-apa, Kita tidak canggung lagi berkomunikasi dengan beliau. Lebih mengerti daerah Kita lah,” ungkapnya, Jumat (1/9/2023).

Meski dalam penetapan nantinya berdasarkan mekanisme yang telah ada, namun aspirasi masyarakat setempat dapat turut menjadi pertimbangan. “Sistemnya sudah ada, tapi paling tidak didengarlah,” tegasnya.

Sekadar informasi, dalam pengusulan Pj Bupati PPU, sesuai yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 4/2023, tentang Pejabat Gubernur, Bupati dan Walikota. Dalam pasal 9 disebutkan Pj bupati dan walikota dilakukan oleh menteri, gubernur dan DPRD kabupaten/kota. Ketiganya dapat mengusulkan tiga nama-nama yang memenuhi persyaratan.

Lebih lanjut, harapan senada juga disampaikan masyarakat PPU, Muhammad Hatta. Ia mengatakan pengisian Pj kepala daerah nantinya diisi oleh pejabat lokal, sebab dianggap lebih mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat.

“Nah harapan Kita yang harus orang lokal yang tahu persoalan Kita di kabupaten. Kalau dari luar kan mohon maaf saja, mereka tidak tahu persoalan di masyarakat,” sebutnya.

Satu contih diungkapkan, permasalahan mengenai persoalan tanah di IKN, pendidikan dan kesehatan. Tentunya telah dipahami pejabat lokal, sehingga tidak lagi membutuhkan waktu penyesuaian.

Belum lagi, jika dalam penunjukan nantinya tidak sesuai dengan harapan, maka dinilai bakal ada gerakan dari warga. “Jangan salah, kalau memang bukan orang lokal dari Kaltim yang jadi Pj Bupati PPU, itu akan ada aksi,” tutup Hatta. (SBK)

Pewarta: Robbi Syai’an
Editor: Radar Media