Beranda blog Halaman 751

SIAPKAN UANG LEBIH TARIF PDAM MEROKET

0

Oleh : Siti Arupah S.Pi (Pemerhati Lingkungan dan Pendidikan di PPU)

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bagian wilayah yang dikelilingi oleh perairan teluk dan sungai. Air sebagai sumber kehidupan, dapat ditemui di mana saja. Dapat dikatakan kabupaten PPU memiliki banyak sumber air baku yang dapat dikelola sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakatnya.

Namun, siapa sangka, untuk mendapatkan air sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. “Siapkan uang lebih karena harga melonjak naik ,” Celoteh ibu-ibu setelah melakuakan pembayaran PDAM belum lama ini. Iya kalau punya uang, kalau tidak, tentu mereka akan makin panik. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tahun 2023, pemerintah Kabupaten PPU, tidak memberikan dana penyertaan modal kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara. Akibatnya, tarif air bersih di Benuo Taka, akan mengalami kenaikan. Selain itu, program-program dari Perumda juga akan ada yang tidak berjalan. Kondisi tersebut diakui Bupati PPU Hamdam, lantaran pihaknya masih trauma, dengan penyalahgunaan dana penyertaan modal yang dikeluarkan oleh pemda untuk Perusda beberapa waktu lalu.

Setelah Hamdam resmi memimpin PPU pada sisa masa jabatan 2018-2023, Hamdam mengungkapkan, tak akan membuat banyak hal baru setelah resmi dirinya dilantik sebagai bupati. Namun lebih fokus untuk melanjutkan program yang sudah berjalan. Apalagi, masa jabatannya akan berakhir pada tahun depan. “Saya akan melanjutkan dan menyelesaikan program yang sudah berjalan,” tegasnya.

Perumda Air Minum Danum Taka (PDAM) berencana menaikkan tarif air bersih sebesar 25 persen pada awal tahun 2023.

Penyesuain tarif di dasari atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor 500/K. 162 tahun 2022, tentang penyesuaian batas tarif air minum, kabupaten/kota di Provinsi Kaltim. Namun, salah satu masalah yang seringkali dialami oleh pelanggan atau konsumen PDAM yaitu tagihan bulanan yang mendadak naik, meskipun penggunaannya masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Maka dari itu, dengan mengetahui bagaimana perhitungan tarif PDAM. Garis besarnya, perhitungan tarif penggunaan air PDAM sebenarnya menghitung tarif PDAM menggunakan rumus untuk semua daerah di Indonesi yaitu penggolongan pelanggan.

Penggolongan pelanggan tersebut digunakan untuk menentukan besaran tarif yang dikenakan pada konsumen per kubiknya. Adapun golongan pelanggan PDAM tersebut terdiri dari 1A, 1B hingga 4A dan 4B. Pembagian golongan tersebut juga bisa berdasarkan kelompok seperti rumah tangga, perusahaan niaga, industri serta golongan sosial. Harga PDAM per m3 juga biasanya akan berbeda di masing-masing kota dan wilayah. Untuk masyarakat menengah sendiri biasanya masuk ke dalam kelompok 2A3 (rumah tangga menengah). Dimana penggolongan pelanggan tersebut digunakan untuk menentukan besaran tarif yang dikenakan pada konsumen per kubiknya.

Jika dikaitkan dengan arah keberadaan PPU sebagai wilayah yang ditunjuk sebagai IKN seharusnya bendungan yang dibangun tentu sangat mendukung ketersediaan pasokan air bersih untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang diklaim mampu menampung kurang lebih 10 juta meter kubik air, dimana 6 juta meter kubik merupakan suplai air bersih yang tersedia harusnya mampu membagikan suplai air bersih kewarga Penajam paser utara sehingga pemerintah tidak terburu-buru menaikan tarif air PDAM.

Bukankah ditengan penyelesaian Pembangunan IKN. Air menjadi prioritas utama dalam pembangunan awal sehingga kenaikan ini dinilai tidak berkorelasi pembangunan bendungan di IKN . Tentu masyarajat Berharap besar keberadaan bendungan awal diterimanya pasokan dengan ketersediaan air bersih yang murah dan berkualitas untuk masyarakat di PPU. terlebih bendungan tersebut diperkirakan mampu menahan debit udara kurang lebih 10 juta meter kubik, efektif bersihnya 6 juta meter kubik.

Padahal air tentu menjadi hal pokok yang diperlukan masyarakat sehingga menjadi kewajiban pemerintah untuk mengelola dan mendistribusikan air tersebut secara merata kepada masyarakat. Pemerintah justru menjadi regulasi privatisasi terhadap sumber air yang kemudian diperjual belikan kepada masyarakat. Pengelolaan dan pendistribusian air oleh PDAM pun juga memakai tarif dan diperjual belikan. Pembayaran berdasarkan pembagian golongan pemaikaian golongan adalah bukti bahwa harta milik umum dikelola untuk mendapat untung rugi. Padahal, jika kembali pada amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 3, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Artinya, air adalah kekayaan alam yang harusnya dikelola negara yang tidak boleh membiarkan swasta menguasai, kemudian diberikan pada masyarakat.Sementara dalam amanat UUD air adalah milik umum.

Ini artinya Negara dengan menjual kepada rakyat dan tidak sesuai dengan undang-undang yang diambil inilah yang disebut dengan privatisasi harta milik umum, Setidaknya ada 100 lebih perusahaan air non-PDAM di negeri ini. Rakyat harus mengeluarkan ongkos besar untuk memanfaatkan air, terlebih jika pelayanan air PDAM hanya dapat untuk beberapa keperluan dan tidak layak diminum. Perusahaan daerah, juga harus bertahan dari tekanan kondisi pada saat semua harga naik, seperti sekarang. Alat-alat, semisal pipa untuk menyalurkan air, juga ikut naik. Demikian juga biaya perawatan yang makin mahal, menambah beban PDAM sehingga memaksa mereka menaikkan tarif air.

Jika pemerintah membiarkan privatisasi terus berjalan, termasuk membiarkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan air memadai dan murah, mereka tidak boleh marah kalau ada yang beranggapan mereka lalai dalam tugasnya mengurusi rakyat.

Sistem kapitalis yang berasaskan manfaat segala sesuatu yang menguntungkan akan dikelola demi memenuhi keuntungan semata. Kesengsaraan rakyat karena komersialisasi layanan publik adalah watak yang melekat dalam sistem kapitalis neoliberalisme. (*)

Momentum HUT Ke-15, DPC Geridra PPU Gelar Bakti Sosial

PPU – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 dimanfaatkan pengurus DPC Partai Gerindra Penajam Paser Utara (PPU) untuk merapatkan barisan menyongsong Pemilu 2024. Adapun dalam kontestasi mendatang, Ketua DPC Partai Gerindra PPU, Raup Muin optimis meraih 5 kursi.

Bertempat di Jalan Provinsi Km 2, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, pihaknya menyelenggarakan berbagai rangkain acara dalam perayaan tersebut. Mulai bakti sosial dengan membagikan sembako kepada ratusan anak yatim di panti asuhan, disabilitas, jompo dan warga kurang mampu.

Selain itu, juga menggelar konsolidasi internal Gerindra PPU dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.  “Perayaan HUT ke 15 Partai Gerindra ini, Kami menggelar bakti sosial dan konsolidasi partai semua tingkatan menyangkut persiapan Pemilu,” katanya, Senin (6/2/2023).

Raup Muin menekankan, konsolidasi dengan pengurus dan kader Gerindra tersebut dilakukan untuk memperkuat persiapan Pemilu 2024. Sebab, DPC Partai Gerindra menargetkan minimal lima kursi dari total 25 kursi DPRD PPU di Pemilu mendatang.

Saat ini jumlah kursi yang dikuasai oleh Partai Gerindra Kabupaten PPU yakni 4 kursi, 2 kursi dari daerah pemilihan Kecamatan Penajam, 1 kursi daerah pemilihan Waru-Babulu dan 1 Kursi berasal dari daerah pemilihan Sepaku.

Peluang untuk memperoleh tambahan kursi diprediksi berasal dari daerah pemilihan Waru-Babulu. Hal ini dikarenakan jumlah kuota kursinya lebih besar daripada daerah pemilihan Sepaku.

“Konsolidasi dilakukan agar target pemilihan legislatif tercapai. Karena, kita menargetkan di PPU sebagai pemenang atau minimal lima kursi. Karena, Pemilu 2019, Gerindra meraih empat kursi,” tukas Raup.

Target 5 kursi diyakini bisa tercapai. Berbagai upaya akan dilakukan untuk menambah 1 kursi di daerah pemilihan Waru-Babulu. Potensi Partai Gerindra Kabupaten PPU di daerah pemilihan Waru-Babulu diklaim baik.

“Kalau itu sudah realistis sekali. Kita masih upayakan semaksimalkan mungkin. Partai Gerindra cukup potensial,” lanjutnya.

Selain melakukan persiapan pemenangan pemilihan legislatif tingkat kabupaten, Raup Muin menekankan, pihaknya juga mempersiapkan pemenangan pemilihan presiden. Sebab, DPP Gerindra menetapkan pengusungan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.

“Baik itu gerakan untuk mengambil simpati masyarakat maupun pencalegan. Agar pesan Pak Prabowo tersampaikan. Apa lagi Gerindra telah memastikan Prabowo sebagai bakal calon presiden 2024. Kalau Prabowo presiden, Gerindra pasti menang,” pungkasnya. (SBK)

Peringati Seabad NU, PAC PKB Penajam Gelar Potong Tumpeng dan Pengajian

0

PPU – Dalam rangka hari lahir Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB Penajam menggelar pengajian dan potong tumpeng. Kegiatan yang dihadiri ratusan warga itu digelar di Halaman Kantor Desa Sidorejo, Minggu malam (5/2/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Adji Noval Endyar, Kepala Desa Sidoarjo, Muhaji dan tokoh masyarakat desa setempat.

“Alhamdulillah perayaan seabad NU di Penajam, bisa digelar di Desa Sidorejo. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini menjadi berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Perayaan seratus NU sendiri dihitung dalam tahun Hijriah jatuh tepat 7 Februari 2023 ini. Namun jika dihitung dalam Masehi, seratus tahun tepat dihitung jatuh pada 2026 mendatang.

Gus Rofiq, salah satu ulama NU di PPU hadir mengisi tausiyah. Dalam penyampaiannya ia meminta masyarakat setempat untuk turut menjaga ikatan silaturahmi antar warga.

“Karena menjaga kondusifitas lingkungan ini juga menjadi salah satu syariat dalam Islam,” ucapnya.

Sebab, menurutnya turut menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan juga bagian dari ukhuwah islamiah. Dengan menjaga ketertiban masyarakat, tiap kewajiban juga bisa dilakukan.

“Kalau situasinya tidak aman, contohnya seperti Salat Jumat, jadi tidak bisa dilaksanakan walaupun wajib. Maka dari itu, menjaga kondusifitas ini merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas Gus Rofiq. (SBK)

PPU Kekurangan Tenaga Dokter dan Perawat Puskesmas

0

PPU – Demi menyelenggarakan pelayanan kesehatan maksimal, tenaga medis di Penajam Paser Utara (PPU) perlu ditambah. Adapun berbagai skema pengadaan beberapa tenaga medis ini masih dalam koordinasi ke pemerintah daerah maupun ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU dr Jansje Grace Makisurar menuturkan sumber saya manusia (SDM) kesehatan sudah cukup mumpuni untuk memberikan pelayanan. Namun begitu, dia harus mengakui bahwa masih ada kekurangan.

“Tenaga dokter kita masih butuh 20 sampai 25 tenaga dokter,” ungkap dia, Senin (6/2/2023).

Selain kekurangan tenaga dokter, PPU juga msih kekurangan tenaga perawat. Kebutuhan beberapa tenaga ini khususnya pada penempatan puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan.

Adapun saat ini, tenaga dokter yang ada hanya sekira 25 orang. Sementara peranan tenaga dokter di puskesmas ini sangat besar.

“Setidaknya ada lima dokter di satu puskesmas yang memiliki lingkup besar, dan untuk puskemas yang ruang lingkupnya kecil dibutuhkan tiga orang dokter,” sebut Grace.

Sementara untuk perawat, setidaknya dibutuhkan 20 orang setiap setiap puskemas. Yang ada saat ini sangat kurang dari yang dibutuhkan. Kurangnya jumlah itu juga dipengaruhi banyaknya perawat yang pensiun pada tahun ini.

“Kalau untuk puskesmas yang memiliki rawat inap, butuh 20 orang setiap puskesmas. Yang ada saat ini pastinya di bawah 20 apalagi di wilayah Sepaku, banyak pensiun,” ungkapnya.

Adanya permasalahan ini, juga pernah beberapa kali disampaikan ke Kementerian Kesehatan, namun belum mendapat tanggapan. Di lain sisi, pihaknya juga berharap pemerintah daerah mengizinkan untuk penambahan kuota dokter yang pengadaannya melalui PPPK.

“Sudah ngomong di Kemenkes untuk ditambah tapi sulit komunikasi. Kami berharap bisa diakomodir di Pemkab PPU,” tutup Grace. (SBK)

SSB-KPC-BLKI Mandiri Kutim Hadirkan WDP, Tingkatkan Daya Saing Daerah

0

Sangatta – Perusahaan teknik rekayasa industri khususnya di bidang energi, PT Sanggar Sarana Baja (SSB) yang juga anak perusahaan PT ABM Investama Tbk (ABM) menutup rangkaian program CSR Welding Development Program (WDP) Sangatta tahun ini dengan meluluskan 16 pemuda kompeten yang siap bersaing di dunia kerja, Senin (06/02/2023)

Hadirnya program ini merupakan salah satu  wujud komitmen SSB dan KPC dalam mendukung program pemerintah untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Selain itu, agenda acara penutupan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutai Timur ini juga turut dihadiri oleh Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si beserta jajarannya.

Johan Budisusetija selaku Direktur SSB menjelaskan bahwa terlaksananya program ini merupakan hasil sinergi CSR antara PT Sanggar Sarana Baja (SSB), PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutai Timur.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutai Timur atas sinergi yang terjalin, sehingga program WDP ini dapat terselenggara dengan baik. Tak lupa juga kami ucapkan selamat kepada 16 peserta yang sudah dinyatakan kompeten oleh BNSP dan bersertifikasi pengelasan 3G FCAW,” jelas Johan.

Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si (kiri) yang juga turut hadir dalam acara penutupan rangkaian program CSR Welding Development Program (WDP) menyampaikan apresiasi dan harapan agar semua lulusan WDP dapat berguna dan bisa bersaing di industri kerja. (Foto PT Sanggar Sarana Baja)

Senada dengan Johan, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya PT Kaltim Prima Coal yang telah bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Mandiri Kabupaten Kutai Timur dan PT Sanggar Sarana Baja dalam menyiapkan warga masyarakat Kutai Timur yang berkeinginan untuk memahami dan menambah pengetahuan khususnya di bidang pengelasan.

“Para peserta WDP angkatan pertama telah diberikan pendidikan praktis dan diharapkan dapat berguna untuk bersaing di industri kerja nantinya,” kata Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si.

Program Welding Development Program (WDP) merupakan program kolaborasi antara PT Sanggar Sarana Baja (SSB), PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutai Timur.

Program ini bertujuan untuk memberikan bekal keahlian welding (pengelasan) kepada para peserta agar memiliki persiapan dan kemampuan untuk menjadi angkatan kerja yang siap bersaing. Penyelenggaraan program WDP di tahun ini telah berlangsung mulai dari 9 November 2022 hingga 3 Februari 2023. Hingga saat ini, program WDP telah diselenggarakan di 6 area dan telah berhasil meluluskan 140 angkatan kerja yang siap bersaing.

Wawan Setiawan selaku General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) KPC menyampaikan ucapan selamat kepada 16 pemuda Kutim yang sukses menyelesaikan Program WDP hingga akhir.

Wawan yakin, bekal yang dipelajari selama pelatihan, bisa menjadi modal bagi para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Welder.

“Selamat kepada adik-adik yang telah menyelesaikan program pelatihan ini. Kami yakin, modal ini bisa menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja,” ucap Wawan.

Agus Yustri selaku salah satu Peserta WDP Sangatta menjelaskan, banyak hal yang bisa dipelajari selama mengikuti program WDP, mulai dari teknik pengelasan FCAW serta pengaplikasiannya dengan benar dan aman, sedikit banyak tentang pertambangan,  hingga pentingnya keamanan dan keselamatan selama bekerja.

“Saya berharap ke depannya akan ada program-program berikutnya yang membentuk SDM juru las siap kerja dan menghasilkan karya terbaik untuk pembangunan Kabupaten Kutai Timur,” ucap Agus.

Sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing sangatlah penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menyadari hal tersebut SSB senantiasa berkomitmen agar perusahaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sekitar lokasi usaha.

“Kami berharap ke depannya para peserta dapat menjadi tenaga ahli dalam bidang pengelasan yang berkontribusi khususnya pada pertumbuhan Kabupaten Kutai Timur,” tutup Johan. (RLS)

Beraksi Malam Hari, Komplotan Pencuri Sapi di Penajam Diringkus

PPU – Beraksi tengah malam, komplotan pencuri ternak di Penajam Paser Utara (PPU) berhasil diringkus Kepolisian Resor (Polres) PPU. Tak tanggung-tanggung, dalam 4 kali aksinya yang terungkap, 11 ekor sapi warga raib.

Ada 6 dari 8 tersangka telah diamankan pihak kepolisian. Sementara dua orang masih dalam pengejaran. Yakni J (53) sebagai otak pencurian, dibantu M (53), Am (58). Kemudian Rd (48) berperan sebagai penjagal yang dibantu oleh JT (68). Sementara satu lagi sebagai penadah, R (55).

Kapolres PPU, AKBP Hendrik Eka Bahalwan mengungkapkan laporan warga masuk pada Jumat 27 Januari 2023. Setelah dilakukan pendalaman, dalam waktu 2 x 24 jam Satreskrim Polres PPU berhasil mengamankan 3 orang pelaku inti.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa kehilangan hewan ternak. Kita melakukan pendalaman dengan penyelidikan, Alhamdulillah dalam tempo 2×24 jam kita berhasil mengamankan 3 pelaku utama, yang aktif dari rangkaian awal sampai rangkaian akhir,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (6/2/2023).

Setelah itu, terungkap pula bahwa mereka memiliki rekan lainnya dalam menjalankan aksi. Personel kepolisian kemudian melakukan pendekatan agar beberapa orang yang terindikasi terlibat dapat menyerahkan diri tanpa perlawanan.

“Dari situ kemudian kita mengimbau kepada pihak yang sudah dicurigai, terutama keluarganya agar menyerahkan yang dicurigai ini. Sesuai dengan bukti dan hasil penyelidikan kita untuk diserahkan secara baik-baik Polres PPU. Keesokan harinya diserahkan oleh keluarganya, diantar,” terang Hendrik.

Dalam melakukan setiap aksinya, mereka bekerjasama dengan menjalankan perannya masing-masing. Ada yang berposisi sebagai mencari calon ternak yang akan dicuri, melakukan penjagalan langsung dilokasi, lalu ada yang berperan sebagai pengantar daging curian tersebut ke penadah.

“Jadi sapi dipotong di tempat. Begitu sudah ditarget siang hari, mereka langsung mendatangi ke TKP, langsung dipotong di tempat, dibelah menjadi 2 bagian. Jeroan dikeluarkan, dibuang kotorannya lalu diangkut dan dijual ke penadah,” lanjutnya.

Dari keterangan para tersangka, hingga kini komplotan ini telah berhasil menjalankan aksinya di 4 lokasi. Pertama yakni pada 28 Desember 2022 lalu, di 1 lokasi langsung menjagal 3 ekor sapi.

Kemudian pada 4 Januari komplotan melakukan aksinya di 2 TKP sekaligus, dengan hasil curian 4 ekor sapi. Yang terakhir pada 25 Januari, juga dilakukan di 2 lokasi dengan hasil curian 4 ekor sapi “Itu kejadiannya malam semua, di atas jam 10,” sebut Hendrik.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga turut mengamankan berbagai barang bukti pencurian. Mulai dari senjata tajam khusus yang digunakan, tali hingga uang senilai jutaan rupiah sebagai hasil sisa penjualan.

Total kerugian 4 warga yang menjadi korban jika diuangkan mencapai Rp 165 juta. Adapun diakui, penadah membeli daging tersebut dengan harga Rp 130 ribu per kilogram, yang kemudian dipasarkan di berbagai lapak di PPU dengan harga Rp 140 ribu per kilogram.

Kontruksi pasal yang diterapkan pada 5 tersangka pencurian ialah Pasal 363 ayat 1 soal pencurian ternak dengan pemberatan Pasal 65 KUHP.

Sementara untuk satu orang penadah, dikenakan Pasal 480 dengan ancaman 4 tahun. Untuk saat ini, pihaknya masih dalam proses pengejaran terhadap 2 tersangka lainnya yang juga turut terlibat.

“Karena lebih dari satu TKP dan berulang. Jadi ancamannya 7 tahun, karena berulang, pemberatan ditambah sepertiga ancaman hukuman,” pungkasnya. (SBK)

Rivitalisasi Pasar Jelang IKN, Pemkab PPU Kerjasama dengan Inkoppas

0

PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan Induk Koperasi Pasar (Inkoppas). Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengoptimalisasi fungsi pasar di PPU.

Bupati PPU Hamdam Pongrewa menuturkan kondisi pasar di daerah berjuluk Benuo Taka ini belum seluruhnya optimal. Sementara, PPU sebagai lokasi yang bersebelahan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) meski cepat berkembang.

Oleh karena itu, kerjasama yang terjalin antara pihaknya dan Inkoppas, akan berdampak baik terhadap pusat perekonomian di daerahnya. Inkoppas akan turut membantu PPU dalam mengoptimalkan fungsi pasar-pasar, baik melalui revitalisasi dan hal lainnya.

“Kerjasama ini tentu akan memberi manfaat, terkhusus untuk para pelaku-pelaku pasar di PPU,” ungkapnya baru-baru ini.

Ia menyebutkan kondisi beberapa pasar di PPU saat ini masih ada yang perlu perbaikan, bahkan butuh untuk direlokasi. Di antaranya pasar induk di masing-masing kecamatan.

Yakni di Penajam dan Sepaku, Waru dan Babulu, baik pasar milik pemerintah, maupun pasar milik perorangan atau pihak ketiga. “Makanya kita berharap ini kondisi pasar kita semakin baik dengan adanya kerjasama ini,” tandasnya.

Hamdam meyakini lewat kerjasama ini bisa berdampak baik juga untuk masyarakat. Selain itu juga dapat menjadi lokasi pemasaran yang baik untuk produk lokal.

“Jika telah bekerjasama dengan Inkoppas, setidaknya kondisi pasar yang merupakan pusat ekonomi daerah itu, bisa lebih tertata dan memberikan dampak ekonomi yang memadai bagi masyarakat,” jelas Hamdam.

Sementara itu, Ketua Umum Inkoppas Yudianto Tri mengatakan, pihaknya cukup berbangga, dengan kerjasama yang terjalin. Dipilihnya PPU lantaran merupakan daerah asal IKN, dan memiliki potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan, seiring pindahnya ibu kota baru ke sebagian wilayah PPU.

“Melihat pembangunan ibu kota negara dan juga potensi dan kondisi kabupaten PPU sangat luar biasa Inkoppas siap membantu,“ terangnya.

Menurutnya hal ini merupakan langkah awal untuk menyatukan visi misi antara Pemkab PPU, Inkoppas juga pihak Otorita IKN. “Semoga dengan ini kita bisa bersinergi kedepannya,” pungkas Yudianto. (SBK)

Beberapa Anggota DPRD PPU Dipanggil KPK, Syahrudin Minta Kooperatif

0

PENAJAM – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor meminta semua pihak kooperatif dalam tiap proses penegakkan hukum. Terlebih dalam pengungkapan kasus rasuah yang ada di Benuo Taka. Diketahui belakangan berbagai pihak dipanggil KPK dalam dugaan kasus penyertaan modal Pemkab PPU di sejumlah BUMD.

Salah satu yang tengah disidik ialah adanya penyalahgunaan dana sebesar Rp 12,5 miliar yang mestinya digunakan Perumda Benuo Taka untuk membangun Rice Miling Unit (RMU). “Demi mendapat kepastian hukum, tentu kami mendukung KPK untuk itu,” katanya, Minggu, (5/2/2023).

Tak hanya yang terlibat secara langsung di perusahaan, beberapa anggota DPRD PPU juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Khususnya mereka yang terlibat dalam proses pengesahan rancangan peraturan daerah (perda) terkait penyertaan modal.

Mereka adalah yang terhimpun dalam Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk 2020 lalu. Mulai dari ketua hingga anggotanya, di antaranya Sariman, Sujiati, Syarifuddin HR, Muhammad Taufiq, Muhammad Arief Albar dan Hasri Sahri pernah dipanggil. “Yang kemarin-kemarin sudah ada kan, bukan cuma hari ini dan sudah ada tersangka tinggal memeriksa para saksi-saksi,” ungkapnya.

Syahrudin menegaskan dirinya mendukung penuh langkah KPK untuk melakukan penegakan hukum. Bahkan apabila memang ada yang ditemukan terlibat dalam penyalahgunaan anggaran tersebut. “Anggota DPRD yang diperiksa juga harus kooperatif, atau memberikan kesaksian yang sesuai,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa agenda pemeriksaan dari KPK itu tidak disampaikan melalui lembaga legislatif. KPK menyampaikan hal tersebut langsung kepada masing-masing yang terlibat. “Kami tidak dikonfirmasi, karena itu juga ada unsur pidana. Saya kira itu langsung ke personal masing-masing, tapi kami tetap monitor siapa-siapa saja yang dipanggil,” pungkasnya. (SBK)

Posisinya Makin Membahayakan, Pasar Sepaku Perlu Direlokasi

0

PENAJAM – Posisinya yang berada tepat di pinggir jalan membuat keberadaan Pasar Sepaku mengganggu arus lalu lintas. Lebih dari itu, masifnya kendaraan yang lalu-lalang sejalan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), keberadaannya saat ini justru membahayakan banyak pihak.

Wakil Ketua II DPRD PPU, Hartono Basuki menegaskan keberadaan pasar satu-satunya di Sepaku tersebut perlu dipindahkan. Direlokasi ke tempat yang lebih representatif sebagai pusat perdagangan masyarakat.”Saya rasa pasar ini perlu direlokasi ke tempat yang lebih baik. Tidak di pinggir jalan seperti ini,” ujarnya Sabtu, (4/2/2023).

Lokasi pasar ini masuk wilayah Desa Suka Raja. Sejak berdirinya dulu, pasar ini sudah seperti ini dan terus berkembang seperti sekarang.

Pun karena semakin ramai, tak jarang para lapak pedagang ini tumpah ke jalan poros. Alhasil, setiap hari pasar akan membuat lalu lintas di sana macet parah.

“Itu membahayakan bagi yang melintas, juga membahayakan pembeli dan pedagang di sana. Apalagi saat ini semakin banyak mobil besar yang lewat, karena proyek IKN,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia meminta Pemkab PPU untuk dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Setidaknya disusun perencanaan relokasi pasar ke tempat baru.

Kemudian juga mensosialisasikan segera ke masyarakat. Karena untuk saat ini diakui bahwa pedagang tidak punya pilihan untuk berjualan di area lainnya.“Kita harus menyiapkan tempat baru untuk para pedagang,” tegas politikus daerah pilih Sepaku ini.

Selain menjadi tanggung jawab Pemkab PPU, menurutnya kondisi ini juga harus menjadi perhatian Badan Otorita IKN. Sebab, lokasi itu masuk dalam rencana kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

“Permasalahan ini patut dipikirkan oleh otorita, lantaran Sepaku saat ini sudah menjadi ibu kota baru,” kata Hartono.

Koordinasi ini juga diperlukan untuk mengetahui desain tata ruang IKN. “Kita akan dorong untuk membangun pasar baru yang representatif. Harapan saya didukung anggaran pihak otorita dan lokasinya juga harus kita komunikasikan,” pungkasnya. (SBK)

Ada Pekerja IKN, KPU Siapkan Tambahan 40 TPS

0

PENAJAM – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan bertambah signifikan. KPU PPU untuk ajang pesta demokrasi 2024 mendatang mengalokasikan penambahan 40 TPS.

Ketua KPU PPU, Irwan Sahwana menjelaskan penambahan TPS khusus ini disediakan untuk pekerja proyek infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku. Agar mereka yang notabene berasal dari luar daerah tetap dapat menentukan pilihan politiknya.

“Pemilu 2024 kami akan siapkan TPS khusus pekerja IKN di Sepaku. TPS khusus juga disiapkan bagi warga dirawat di rumah sakit, puskesmas maupun tahanan di Polres dan Polsek,” katanya, Minggu (5/2/2023).

Adapun para pekerja dari luar Kaltim, sambungnya, hanya bisa menyalurkan hak suaranya untuk pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden. Sedangkan pekerja IKN dari kabupaten/kota di Kaltim tetap bisa menyalurkan hak suaranya untuk pemilihan calon DPD, DPR RI dan presiden.

Irwan menyatakan KPU telah berkoordinasi dengan Pemkab PPU terkait dengan jumlah penduduk dari luar daerah yang bekerja di proyek infrastruktur IKN di Sepaku. Kendati begitu, pihaknya belum memperoleh jumlah pasti pekerja luar daerah yang ada di sana. “Kami sudah koordinasi dengan kepala daerah dan Sekda PPU data-data tenaga kerja IKN yang dari luar PPU dan Kaltim,” sebutnya.

Terkait jumlah itu, kata Irwan, memang belum bisa dipastikan dalam waktu dekat. Pasalnya, sebagian besar status kerja mereka adalah tenaga kontrak.

“Data tenaga kerja yang dibutuhkan adalah mereka yang bekerja sampai 2024. Sebab kontrak kerja proyek IKN tidak semua sampai tahun 2024, ada yang kontrak triwulan sampai satu tahun, kontraknya tergantung dengan masa pekerjaan proyek,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap meminta data pasti bisa segera masuk. Karena data itu sangat berpengaruh pada jumlah TPS yang disediakan. Itu juga berkaitan dengan jumlah logistik kepemiluan yang diadakan.”Karena itu berkaitan dengan adanya TPS khusus. Ini penting karena juga berkaitan dengan kebutuhan logistik pemilu, mulai kotak suara, surat suara sampai PPS nya,” imbuh Irwan.

Untuk sementara ini, kata Irwan, KPU PPU telah menetapkan jumlah TPS yaitu 555. Dengan rincian 515 TPS umum dan 40 TPS khusus pekerja IKN.

Dalam hal ini, KPU PPU bakal menindaklanjuti pertemuan dengan Pemkab PPU. Terlebih pihaknya meminta untuk difasiltasi berkoordinasi dengan Badan Otorita IKN. “Kami meminta difasilitasi untuk bertemu dengan Badan Otorita, memastikan jumlah tenaga kerja yang masuk IKN sampai 2024,” tutup Irwan. (SBK)