Beranda blog Halaman 746

Ada 2.146 Kepala Keluarga Pelanggan PAM Danum Taka Terdampak Krisis Air Sepaku

PPU – Pengisian awal (impounding) Bendungan Sepaku-Semoi yang terletak di Sungai Sepaku dilaksanakan pada Kamis (21/9/2023) oleh Presiden Jokowi. Debit awal impounding sebesar 100 liter/detik akan mencukupi untuk mengisi bendungan hingga Desember 2023, sesuai dengan target penyelesaian pembangunan.

Sehari setelah pengisian awal dimulai, pelanggan air bersih PAM Danum Taka di Kecamatan Sepaku justru mengalami pemutusan aliran. Penyebabnya adalah kekeringan Sungai Tengin, yang merupakan sumber air baku IPA Unit Sepaku, sehingga pompa penyedot air tidak mencapai air baku yang diperlukan.

Sekretaris Camat (Sekcam) Sepaku, Hendro Susilo, mengungkapkan bahwa krisis air baku ini mulai terjadi sejak 3 bulan lalu, akibat rendahnya curah hujan pada musim kemarau tahun ini.

“Tetapi kondisi air baku yang signifikan mengalami krisis mulai 2 minggu terakhir, setelah dimulainya pengisian air bendungan, kebetulan saat kunjungan Bapak Presiden,” terangnya pada hari Minggu (24/9/2023).

Dampaknya, sekitar 2.146 sambungan rumah (SR) atau kepala keluarga (KK) penerima manfaat harus mencari alternatif lain. Mereka berasal dari 6 kelurahan/desa, yaitu Desa Tengin Baru, Sukaraja, Bukit Raya, Bumi Harapan, dan Kelurahan Sepaku.

Masyarakat yang terdampak akhirnya kembali ke kebiasaan lama dalam memenuhi kebutuhan air bersih, yaitu dengan memanfaatkan air sumur tanah, danau, atau membeli air bersih dari pedagang.

“Situasi sudah dalam kondisi kemarau, lalu ada pengisian bendungan, secara otomatis ada penutupan. Akibatnya, pasokan air baku yang sebelumnya sudah terbatas menjadi lebih terbatas lagi,” ujar Hendro.

IPA Unit Sepaku telah beroperasi sejak tahun 2016 dan mengambil air baku dari Sungai Tengin, anak Sungai Sepaku. Kapasitas awalnya adalah 10 liter/detik, dan baru-baru ini ditingkatkan menjadi 30 liter/detik untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada warga di Kecamatan Sepaku.

Sementara itu, Bendungan Sepaku-Semoi terletak di bagian hulu IPA Unit Sepaku yang dimiliki oleh PAM Danum Taka, yaitu Sungai Sepaku.

“Karena bendungan tersebut memiliki luas yang sangat besar, saat pengoperasian, air sungai di hulu ditampung di bendungan. Ini otomatis mengurangi pasokan air baku untuk IPA Sepaku yang berada di hilir, yang akan diolah dan didistribusikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Bendungan Sepaku-Semoi merupakan bagian dari infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) dan dibangun melalui skema kontrak tahun jamak 2020-2023 yang berada di Desa Tengin Baru dengan nilai proyek sebesar Rp 556 miliar.

Pembangunan tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya, PT Sacna, dan PT BRP (KSO), dan memiliki kapasitas tampung sebesar 10,6 juta meter persegi dengan luas genangan mencapai 280 hektare.

Bendungan ini mampu memenuhi kebutuhan air baku sebesar 2.500 liter/detik secara keseluruhan, dengan rincian 2.000 liter/detik untuk wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan 500 liter/detik untuk Balikpapan.

Pewarta: Robbi Syai’an
Editor Agus Susanto

Warga Sepaku Teriakkan Pertolongan Air Bersih, Bendungan Sepaku-Semoi Dituding Bikin Krisis Air

PPU – Kondisi alam dan tindakan cepat pemangku kebijakan diharapkan dapat segera memberikan pembaikan atas krisis air bersih di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pasca mulai dioperasikannya Bendungan Sepaku-Semoi, yang menyebabkan keringnya aliran Sungai Sepaku yang menjadi sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Sepaku.

Pada hari Sabtu, 16 September 2023, beredar surat terbuka dari salah seorang warga Sepaku dengan nama akun Facebook Mischaa. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan keresahan para warga atas kondisi krisis air yang terjadi.

“SURAT TERBUKA
Kepada YTH…
Bapak Camat.
Bapak Kepala Desa di Kec. Sepaku.
Bapak Koramil Sepaku.
Bapak Ka Polsek Sepaku.
PDAM wilayah Sepaku.

Dengan hormat. Kami selaku warga Sepaku sangat resah dengan kekeringan yang melanda wilayah kecamatan Sepaku saat ini. Air adalah kebutuhan vital bagi mahluk hidup.

Dan karena adanya PDAM kami telah meninggalkan sumur-sumur yang dulu biasa kami gunakan. Sampai kapan kah penghentian aliran air PDAM akan berlangsung?

Kami selaku warga masyarakat Sepaku, tidak semuanya mampu membeli air yang sekarang juga semakin mahal.

Sungguh kami mohon kebijaksanaan Bapak-Bapak pemangku pemerintahan dan Yang terkait dengan ketersediaan air PDAM di kec Sepaku, agar air PDAM segera bisa dialirkan lagi, meskipun kemarau masih berlangsung.

Mengingat sangat vitalnya air bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kami sekali lagi memohon agar ketersediaan air bersih tidak dihentikan.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Kami berharap ada solusi yang baik untuk ketersediaan air di masyarakat. Atas perhatian dan kebijaksanaan pihak Pemerintah dan pihak terkait, kami haturkan terima kasih.

Hormat kami
Masyarakat Sepaku
(yang mulai resah karena kurang cairan).”

Capture.

Surat ini ia bagikan di sebuah grup Facebook bernama “Update IKN Nusantara,” yang merupakan grup publik yang beranggotakan 23,1 ribu warga Facebook. Dan masih dapat dilihat secara terbuka hingga saat ini.

Hingga saat ini, Minggu (24/9/2023), postingan tersebut telah memperoleh 88 kali suka, satu kali dibagikan, dan 44 komentar dari para anggota grup lainnya.

Salah satu akun dengan nama Ponidy Red memberikan komentar yang tajam. “Ini yang tidak jelas dari pihak Bendungan. Karena telah menutup/mengalihkan aliran air ke pengolahan PDAM ke arah kolam Bendungan. Ya, coba tunggu nanti saat musim hujan baru diisi kolam Bendungan ya. Kalau lagi musim begini, jelas demi ambisi titik-titik rakyatmu // pelanggan Air PDAM jadi korban. Dasar apatis.”

Komentar ini direspon oleh akun dengan nama Ancha, yang mengungkapkan bahwa kondisi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Saya sudah 23 tahun tinggal di Sepaku, baru ini saya dengar sungai di jembatan kuning itu kering… ternyata alirannya dialihkan,” tulisnya.

Komentar lainnya, dari akun Fahry Jeka, memberikan informasi lebih spesifik berdasarkan yang beredar di tengah masyarakat Sepaku. “Mohon maaf kalau salah. Tapi info yang saya dengar ini karena mau diadakannya peresmian bendungan maka aliran air ke penduduk sementara dihentikan supaya tampungan air bendungan bisa penuh pada saat peresmian… mohon maaf apabila salah… saya hanya meneruskan apa yang saya dengar, tadi siang dari orang Sepaku.”

Komentar lainnya memiliki nada yang serupa, yaitu berharap kepada para pejabat eksekutif, anggota legislatif, dan terutama pada Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka untuk segera bertindak.

Pewarta: Robbi Syai’an
Editor: Agus Susanto

DP3AP2KB PPU Perkuat Pemberian KIE ke Calon Pengantin Guna Turunkan Stunting

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting daerah. Salah satunya melalui pemberian informasi dan edukasi (KIE) pada calon pengantin.

Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama Samarinda kasus perceraian di Kaltim pada 2020 tercatat sebanyak 1.991 kasus cerai talak dan 5.892 cerai gugat. Sementara pada 2022 data perceraian tercatat 2.149 cerai talak dan 6.435 cerai gugat.

Analis Perlindungan Perempuan di Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP) DP3AP2KB PPU, Nadhiratul Amalia menjelaskan dampak dari perceraian akan menggoyahkan eksistensi individu dan keluarga. Sehingga perlu dilkakukan penguatan struktur, fungsi dan peran keluarga.

“Salah satunya melalui pembinaan dan bimbingan keluarga melalui bimbingan pra nikah terhadap calon pengantin,” ucapnya.

Calon pengantin merupakan sumber daya manusia yang berada pada fase pasangan usia subur (PUS) yang akan melahirkan keturunan. Sehingga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang produktif dimasa emas atau puncak Bonus Demografi 2045.

“Kegiatan Pengembangan Desain Program, Pengelolaan dan Pelaksanaan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Sesuai Kearifan Budaya Lokal sangat diperlukan guna melakukan percepatan penurunan Stunting jelas Amalia.

Selain itu, melalui calon pengantin ini akan terbentuk keluarga-keluarga baru. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Pemprov Kaltim terus berupaya mencari solusi dalam menekan angka perceraian yang cukup tinggi. Dengan memberikan advokasi dan KIE yang bertujuan untuk membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah.

“Selain itu memberikan bekal mental dan spiritual, memberikan KIE tentang kesehatan reproduksi dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka pencegahan stunting,” pungkasnya. (ADV/RM)

PKB Siap Menangkan Pasangan AMIN dan Lanjutkan Pembangunan IKN

PPU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat koordinasi dan pendidikan politik bagi kader dan seluruh simpatisan pada Minggu (24/9/2023). Mereka siap bergerak dan memenangkan Pasangan Calon Presiden Anies Baswedan dan Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (Amin) sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berikutnya.

Bertempat di Hotel Ika Petung, Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin, hadir langsung. Ia membakar semangat para kader dan mengajak mereka untuk bersatu dan bekerja sama untuk memenangkan pasangan tersebut.

“Memenangkan Anis-Muhaimin adalah sebuah kewajiban. Meskipun hasil survei menempatkan mereka di urutan ketiga, namun pasangan Anis-Muhaimin sudah merupakan pasangan yang lengkap. Ini adalah titik awal bagi kita untuk bergerak lebih cepat daripada yang lain,” katanya.

Udin, sapaannya, menegaskan bahwa saatnya seluruh kader memenangkan PKB dan AMIN dengan cara menyatukan setiap gerakan hingga ke tingkat terbawah.

Ia juga menggarisbawahi gagasan perubahan dan kemajuan kesejahteraan masyarakat. Ini bukan hanya tentang janji-janji, tetapi juga tentang gagasan konkret untuk perubahan dan keadilan bagi masyarakat.

“Sampaikan kepada masyarakat PPU bahwa pasangan Anis-Muhaimin bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh penjuru Indonesia. Terutama di PPU yang telah menjadi Ibu Kota Negara Nusantara, tidak boleh ada lagi warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Untuk dipilih oleh masyarakat, kita harus menjalankan politik yang ramah, santun, dan menjadi teladan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB PPU, Irawan Heru Suryanto, menyatakan bahwa seluruh kader akan bersatu untuk memenangkan PKB pada semua tingkatan Pemilu serentak 2024, dimulai dengan memenangkan calon legislatif dari partai ini.

Ketua DPC PKB Penajam Paser Utara (PPU), Irawan Heru Suryanto.
“Dengan kolaborasi antara calon muda dan yang berpengalaman, kita dapat memperkuat PKB PPU untuk mencapai target 5 kursi, sehingga kita dapat berjuang lebih banyak untuk kepentingan masyarakat PPU,” tegas Irawan.

Dengan upaya ini, kemenangan dalam Pemilu Presiden 2024 juga dapat dijamin. Melalui rapat koordinasi dan pendidikan politik bagi kader dan simpatisan PKB PPU ini, diharapkan semua kader dapat bersatu dalam persiapan menuju pemilu 2024.

Dalam kesempatan ini, para kader diingatkan bahwa berpolitik adalah sebuah ibadah, dan menjadi bagian dari PKB adalah sebuah berkah. PKB memiliki tugas untuk membantu masyarakat melalui program-program yang harus diperjuangkan.

“PKB adalah anugerah, diciptakan oleh ulama yang tidak hanya berbicara tentang dunia, tetapi juga akhirat. Mari kita jaga PKB, partai yang merupakan kebanggaan kita semua, dan menjadikannya partai yang besar,” tutupnya. (SBK)

PKB PPU Target 5 Kursi Pileg dan Usung Kader di Pilkada 2024

PPU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Penajam Paser Utara (PPU) optimis meperoleh 5 kursi DPRD pada Pemilu Pegislatif (Pileg) 2024 mendatang. Target itu dikejar untuk dapat memenuhi “tiket” Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dan memastikan usungan untuk kader sendiri.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) PPU telah gelar rapat koordinasi (rakor) dan pendidikan politik bagi kader dan simpatisan PKB. Bertempat di Hotel Ika Petung, Kecamatan Penajam, Minggu (24/9/2023), ratusan barisan dirapatkan.

Ketua DPC PKB PPU Irawan Heru Suryanto menyampaikan bahwa PKB PPU telah menyolidkan seluruh pasukan untuk memenuhi berbagai target politik. Mulai memenangkan calegnya, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.

“Kami juga akan memenangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) di Pilpres 2024,” katanya.

Begitupula untuk pileg 2024 di PPU. Ia mengakui telah menyiapkan formasi terbaik yang dimiliki unutk menjadi pemenang.

“Dengan kolaborasi bacaleng muda dan tua, Kami yakin bisa menopang kekuatan PKB PPU di 2024. Bisa mencapai target 5 kursi agar bisa berjuang lebih banyak untuk kepentingan masyarakat PPU,” tegas Irawan.

Dalam momentum rapat ini, seluruh kader dan simpatisan PKB PPU sudah diberikan persiapan dan strategi khusus. Semua itu untuk menyatukan seluruh kekuatan pemenangan menjelang Pemilu 2024.

“Kami gotong-royong, kerjasama dan solid. PKB itu diberkahi, dibuat oleh kyai yang tidak hanya bicara dunia, tetapi juga akhirat. Mari jaga PKB, partai kebanggaan Kita yang akan menjadi partai yang besar,” ungkap Irawan.

Lebih lanjut, PKB PPU telah memandang jauh ke depan. Tidak hanya telah mempersiapkan kontestasi pileg yang akan digelar Februari 2024 mendatang, namun juga pilkada yang akan dilaksanakan November 2024 mendatang.

Ia mengaku telah mempersiapkan kader PKB untuk maju menjadi calon kepala daerah (cakada). Optimisme ini dibangun atas dasar keyakinan target 5 kursi yang akan terpenuhi nantinya.

“Target Kami jelas 5 kursi itu. Dapil 1 (Penajam) 2 kursi, Dapi 2 (Sepaku) 1 kursi dan Dapil 3 (Waru-Babulu) 2 kursi. Kami optimis,” tutupnya. (SBK)

Polres PPU Beri Dukungan Petani PPU Jaga Ketahanan Pangan Daerah

PPU – Masyarakat Benuo Taka diajak untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan di itengah melonjaknya harga beras di pasaran. Dalam masa fenomena alam musim kemarau ekstrem yang sangat berdampak bagi para petani padi hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).

Persoalan ini juga menjadi perhatian jajaran Polres PPU. Khususnya mengecek langsung keadaan masyarakat tani di wilayah-wilayah lumbung padi yang ada di PPU. Kegiatan ini merupakan dukungan dari Polres PPU dalam program pemerintah untuk menjaga Ketahanan Pangan Nasional.

“Kecamatan Babulu PPU merupakan wilayah Swasembada Beras atau lumbung padi di Kaltim, diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan selama musim kemarau yang telah berlangsung beberapa bulan ini,” ujar Kapolres PPU, AKBP Hendrik Eka Bahalwan melalui Kasat Intelkam AKP, Juwadi diwakilkan Kanit 2 Sat Intelkam, IPTU Hartono, Minggu (24/9/2023).

Dalam kegiatan ini, ia juga meminta agar para petani bersabar di tengah musim kemarau esktrem saat ini melanda. Kemduian juga para petani diminta untuk tetap kreatif dan inovatif. Salah satunya bisa dengan menanam tanaman palawija, sambil menunggu datangnya hujan.

“Kepada para petani demi menjaga ketahanan pangan, Kami juga meminta agar tidak melakukan alih fungsi lahan,” tegas Hartono.

Leibih lanjut, demi mendukung pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), lanjutnya, dan perpindahan penduduk ke IKN di Kecamatan Sepaku ialah dengan menjaga ketahanan pangan di daerah penyangga. Maka perlunya pemeliharaan dan peningkatan hasil produksi pertanian para petani padi di Kecamatan Babulu. Karena ketahanan pangan merupakan faktor utama demi keberlangsungan hidup masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan lebih, Polres PPU turut memberikan bantuan pada Kelompok Tani Intan Jaya. Berupa alat pertanian berupa artco, semprotan dan cangkul, dengan harapan dapat membantu para petani sawah meningkatkan produksi beras yang diserahkan secara simbolis ke pada Chusaini selaku Ketua.

“Kami juga mengimbau agar petani ini mendukung pemindahan IKN dalam hal ketahanan pangan. Serta bersinergi dengan pihak Kepolisian yakni Polres PPU, guna memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” tukasnya..

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Intan Jaya Chusaini membeberkannya, anggota kelompok tani yang dipimpinnya hingga kini mencapai 30 orang khusus kelompok tani Padi, jelasnya sangat  merasakan dampak akibat kemarau itu.

“Melonjaknya harga beras dipasaran memberikan kabar baik bagi para petani padi, namun kami tidak dapat memaksimalkan kenaikan harga beras, tersebut akibat dilanda kemarau dan sawah mulai mengering,” sebutnya.

Saat ini, lanjutnya, anggota Kelompok Tani Intan Jaya tidak ada yang melakukan aktivitas bertani. Karena sawah mereka kering. Sehingga petani kini sangat berharap turunnya hujan serta adanya bantuan dari pemerintah.

“Kepala Badan Pangan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Nomor 7 Tahun 2023 yang mengatur tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dalam skala Nasional. Kalimantan masuk dalam zona dua dengan HET beras medium Rp11.500 per kilogram, sementara beras premium menjadi Rp14.400 per kilogram,” pungkasnya. (SBK)

PAM Danum Taka Buat Tanggul Darurat untuk Pertahankan Air Baku di Sepaku

PPU – Direktur PAM Danum Taka, Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari pelanggan di Sepaku. Namun, situasi saat ini membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan selain melakukan pemberhentian sementara dalam pelayanan.

“Banyak sekali keluhan masyarakat. Namun, kami telah menjelaskan dan mengumumkan mengenai situasi yang sedang kami hadapi,” ujarnya, pada Minggu (24/9/2023).

Seiring dengan itu, ia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) IV Samarinda dan Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim untuk mencari solusi.

Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Sepaku-Semoi untuk mencari solusi terbaik ke depan.

Salah satu langkah alternatif yang sedang dilakukan saat ini adalah dengan melakukan pembendungan air yang terbuang ke laut dengan membangun sand bag (kantong pasir).

“Tujuannya adalah agar aliran air dari hulu Sungai Tengin dapat tertahan dengan baik, sehingga posisi pompa intake IPA Sepaku dapat terendam dengan baik dan dapat digunakan kembali untuk pelayanan,” jelas Rasyid.

Selain itu, PAM Danum Taka di Unit Sepaku juga sedang melakukan penelusuran untuk menemukan sumber air di daerah aliran sungai (DAS) Tengin yang masih tertahan oleh sedimen. Setelah ditemukan, sumber air ini akan diperbaiki agar dapat mengalir dan tertampung di wilayah pompa intake Sepaku.

“Jika tidak, maka tidak akan ada air yang dapat kami olah. Oleh karena itu, saat ini kami harus membendung air yang tersisa sebagai langkah jangka pendek,” tambahnya.

Pihaknya berharap cuaca segera membaik dengan turunnya curah hujan yang mencukupi. Ini diharapkan dapat mengembalikan aliran air di Sungai Tengin agar cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan IPA Unit Sepaku.

“El-Nino sangat berpengaruh, dan kurangnya hujan juga menjadi masalah besar. Kami berharap masalah ini dapat segera teratasi,” ujar Rasyid.

Langkah darurat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami oleh warga Sepaku. Selain itu, turunnya hujan juga dianggap sebagai salah satu faktor penting yang dapat membantu mengatasi masalah ini.

“Dengan kembalinya curah hujan normal, proses pengisian bendungan Sepaku-Semoi di wilayah hulu akan lebih lancar. Ini juga akan memastikan bahwa pasokan air untuk IPA Sepaku di hilir tidak mengalami masalah,” kata Sekcam Sepaku, Hendro.

Selain itu, Pemerintahan Kecamatan Sepaku berharap agar terjadi koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Otorita IKN di masa depan. Khususnya, antara PAM Danum Taka dan PPK Bendungan Sepaku-Semoi.

“PPK Bendungan Sepaku-Semoi harus berkoordinasi secara intensif dengan PAM Danum Taka yang posisinya berada di hilir bendungan, dan keduanya membutuhkan air baku dari aliran sungai yang sama. Kita tidak ingin kejadian di mana penutupan pintu keluar air di Bendungan Sepaku-Semoi berdampak pada pelayanan dan warga menjadi korban kekurangan air,” tambahnya.

Selain itu, Hendro berharap agar PPK Bendungan Sepaku-Semoi dan PAM Danum Taka dapat menjalin kerja sama dalam memanfaatkan bendungan tersebut. Hal ini akan memungkinkan cakupan pelayanan di wilayah Sepaku menjadi lebih luas dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Mungkin kita bisa menciptakan kerja sama sehingga masyarakat di wilayah Kecamatan Sepaku juga dapat merasakan manfaat air yang dikirim ke kawasan KIPP IKN,” ujarnya.

PAM Danum Taka saat ini hanya melayani sekitar 2.146 KK dari total 39.000 KK di Sepaku. Namun, air yang disediakan sudah memenuhi standar air minum. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan wilayah Sepaku dan sekitarnya dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan lebih baik.

“Kami berharap agar air baku yang tersedia dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di wilayah KIPP IKN, tetapi juga di sekitarnya,” tambah Hendro.

Pewarta: Robbi Syai’an
Editor: Agus Susanto

Abdurrahman KA Komitmen Bawa Kemajuan Usaha PPU-Paser

PPU – Bakal Calon Legelatif (Caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdurrahman KA memastikan kemajuan di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) di masa depan. Dengan mengembangkan sektor perekonomian di dua ilayah tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bang Aman, sapaanya, merupakan bacaleg nomor urut 2 partai berlambang bola dunia dengan 9 bintang dari daerah pilih (dapil) PPU-Paser. Ia memastikan membawa visi dan siap berkomitmen untuk mendorong dunia usaha yang sehat di wilayah yang ia wakili.

“Mengembangkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kaltim. Khususnya di PPU dan Paser dengan potensinya masing-masing,” ujarnya, saat ditemui usai rapat koordinasi dan pendidikan politik bagi kader dan simpatisan PKB di Hotel Ika Petung, Kecamatan Penajam, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (24/9/2023).

Menurutnya, UMKM merupakan penopang ekonomi masyarakat yang paling kuat bertahan dalam kondisi sosial, ekonomi dan politik apapun. Yang mana hal ini perlu terus didukung sebagai penopang kemajuan dan perkembangan sebuah daerah.

“UMKM harus diberdayakan kerena merupakan pondasi dan basis ekonomi nasional. Saat indonesia dilanda pandemi covid-19 UMKM terus tumbuh kearah positif,” tegasnya.

Apalagi, ia yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paser ini, memiliki segudang strategi dan jaringan untuk memajukannya. Makanya Bang Aman berharap ke depan pemerintah dari eksekutif maupun legeslatif bisa mengawal UMKM demi kemakmuran masyarakat.

“Di kabupaten Paser Kita sudah menggalakkan UMKM. Di Kabupaten Paser kami juga menggalakanan bersama Bupati Paser yakni paser maju sejahtera (Paser Emas) yang meliputi infrastuktur, kesehatan, pertanian, perkebunan dan perikanan,” bebernya.

Untuk di wilayah PPU, pengembangan UMKM-nya akan menyesuaikan dengan kearifan yang ada. Hal in akan dikonsolidasikan dengan para pelaku lokal dan pemerintah yang ada.

“Kami targetkan untuk wilayah PPU dan Paser PKB optimis bisa meraih 2 kursi di DPRD Kaltim. Jika di PPU targetnya 5 kursi, maka di Kabupaten Paser 12 kursi. InshaAllah muda-mudahan tercapai,” pungkasnya. (SBK)

Pj Bupati PPU Cek Langsung Harga Pasar di Penajam

0

PPU – Dalam waktu kurang dari seminggu setelah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun turun ke lapangan. Pada Minggu (24/09/2023), ia mengunjungi Pasar Induk Penajam untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memantau aktivitas pasar.

Ditemani beberapa pejabat terkait, Makmur berkeliling pasar, berbicara dengan para pedagang, dan mendengarkan aspirasi serta masukan yang mereka sampaikan. Tujuan utama adalah untuk memahami aktivitas perekonomian di Benuo Taka dan menjaga stabilitas harga komoditas pokok seperti daging, telur, dan ayam.

“Sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga. Kita harus memperhatikan distribusi beberapa komoditas pokok agar selalu lancar demi menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Selama kunjungan ini, Makmur memberikan kesempatan kepada pedagang dan pengunjung untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan perhatian yang lebih kepada para pelaku usaha lokal dan mendengarkan kebutuhan mereka.

Dalam kesempatan ini, Makmur juga mengingatkan semua pihak untuk sama-sama menjaga kondisi pasar, termasuk penataan dan kebersihan lingkungan pasar.

Makmur Marbun meyakini bahwa pasar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai perekonomian masyarakat. “Kita harapkan kita sama-sama memperhatikan lingkungan pasar, agar aktivitas jual beli bisa berjalan dengan nyaman,” sambungnya.

Kegiatan pemantauan di Pasar Induk Penajam adalah bagian dari upaya Pemkab PPU untuk meningkatkan pengawasan dan mengoptimalkan sektor perekonomian di wilayah tersebut. Diharapkan, langkah-langkah ini akan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di PPU.

Salah satu fokus utama dari kunjungan ini adalah untuk mengetahui harga beberapa kebutuhan pokok, seperti ayam, telur, dan daging. Makmur secara langsung bertanya kepada para pedagang mengenai harga-harga tersebut.

Dengan tujuan memahami kondisi pasar, apa saja yang dibutuhkan pedagang di sana, serta upaya apa yang bisa dilakukan. “Untuk harga telur, daging, dan ayam, relatif stabil. Namun, keluhan para pedagang adalah jumlah pembeli yang agak sepi,” bebernya.

Makmur menduga bahwa salah satu penyebabnya adalah akses atau konektivitas yang belum memadai menuju pasar. “Kalau terus sepi, ekonomi rakyat jelas akan terganggu, dan itu akan mempengaruhi perekonomian kita secara makro,” pungkasnya. (SBK)

DP3AP2KB PPU Harap Forum Anak Jalankan Peran Perlindungan di Sekolah

PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) berharap Forum Anak PPU dapat bekerja maksimal sesuai dengan perannya. Salah satunya ialah dengan menyinerginkan program kerja dengan program pemerintah di DP3AP2KB PPU.

Kepala Bidang Perlindungan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP) di DP3AP2KB PPU menjelaskan pembentukan Forum Anak merupakan amanat pemerintah pusat, Melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4/2011 tentang Kebijakan Pengembangan Kota Layak Anak.

“Pengurus Forum Anak yang telah dibentuk terdiri dari pelajar SLTP dan SMA. Selanjutnya, kepengurusan Forum Anak tingkat kabupaten segera membentuk Forum Anak di tingkat kecamatan,” jelasnya.

Nurkaidah menerangkan Forum Anak merupakan mitra pemerintah dalam penanganan persoalan anak. Seperti kegiatan perlindungan perempuan dan anak, penanganan stunting, maupun pelatihan duta generasi berencana.

Lanjutnya Forum Anak juga sebagai penyambung informasi di sekolah pada lembaga yang berwenang. Mulai tentang pencegahan stunting, kekerasan anak, bullying, efek negatif pernikahan dini, seks di luar nikah, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Saya berharap keberadaan Forum Anak dapat berperan penting dalam penanganan kasus anak dan pemberdayaan anak di Kabupaten PPU,” kata Nurkaidah.

Terlebih saat ini PPU sudah memiliki status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Maka itu, peranan Forum Anak ini juga sangat penting dalam mewujudkan target daerah,” tutupnya. (ADV/RM)