Beranda blog Halaman 42

Darlis Minta Jabatan Strategis Segera Diisi Secara Definitif

0

SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, M. Darlis Pattalongi, menilai berbagai persoalan yang berulang di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tidak dapat dilepaskan dari belum terisinya jabatan direktur definitif di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Saat diwawancarai pada Senin (15/6/2026), Darlis mengatakan kasus yang belakangan mencuat di RSUD AWS hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang terjadi di internal rumah sakit.

“Sebetulnya ini seperti gunung es. Kasus itu muncul, tetapi banyak kasus-kasus serupa yang terjadi dan terus berlanjut,” ujarnya.

Menurut Darlis, Komisi IV DPRD Kaltim telah berulang kali mengingatkan manajemen RSUD AWS melalui Dinas Kesehatan terkait berbagai persoalan yang terus bermunculan tanpa penyelesaian yang tuntas.

Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari status kepemimpinan rumah sakit yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Situasi itu, menurutnya, membuat pengambilan keputusan strategis tidak berjalan maksimal.

“Karena sampai sekarang direktur definitif belum ada. Namanya Plt, untuk mengambil kebijakan yang terlalu dalam tentu ada kehati-hatian. Akhirnya mekanisme kontrol dan SOP tidak berjalan maksimal,” katanya.

Darlis menjelaskan penempatan pejabat dalam lingkungan pemerintahan seharusnya mengikuti mekanisme yang telah diatur dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Jabatan Plt yang berlangsung terlalu lama dinilai berdampak terhadap efektivitas organisasi.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, pasti mengganggu kinerja pemerintah. Standar prosedur juga tidak bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti aspek psikologis yang kerap dihadapi pejabat Plt, terutama jika berasal dari lingkungan internal instansi yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi ketegasan dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun penegakan aturan.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kaltim meminta Gubernur Kalimantan Timur segera mengisi jabatan-jabatan strategis secara definitif dan menghindari pertimbangan politik dalam proses penempatan pejabat.

“Kami mengingatkan Pak Gubernur untuk kembali pada mekanisme yang ada. Hilangkan kepentingan-kepentingan politis dalam menempatkan seseorang sehingga tidak perlu jabatan itu diisi Plt sampai berlarut-larut seperti sekarang,” ujarnya.

Darlis mengungkapkan Komisi IV DPRD Kaltim bahkan telah menyampaikan sikap resmi melalui surat kepada gubernur terkait sejumlah jabatan yang masih diisi Plt, termasuk di lingkungan Dinas Pendidikan, RSUD AWS, hingga RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

“Kami sudah sampaikan secara resmi agar Pak Gubernur memberikan perhatian dan tidak membiarkan jabatan itu diisi oleh Plt sekian lama,” katanya.

Namun hingga kini, lanjut Darlis, DPRD Kaltim belum menerima jawaban resmi atas surat tersebut.

Meski demikian, Komisi IV memastikan akan terus mengawal persoalan itu. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aduan yang muncul di sektor pendidikan, termasuk menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dinilai rawan memunculkan persoalan di lapangan.

“Kami akan terus mengawal. Besok kami juga rapat dengan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi berbagai aduan yang masuk, apalagi menjelang SPMB yang merupakan periode sangat rentan munculnya persoalan,” tutup politikus PAN tersebut. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Material Lumpur dan Batu Masuk ke Dalam Rumah Warga

0

SAMARINDA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (15/6/2026) siang memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Durian, RT 27, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan. Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan setelah diterjang material lumpur dan bebatuan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WITA saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WITA. Material longsor dari lereng di belakang rumah menerobos bangunan hingga menyebabkan kerusakan pada bagian belakang rumah.

Penghuni rumah, Fajar (33), mengatakan saat kejadian dirinya bersama istri dan anak sedang beristirahat di dalam kamar.

“Saya sama keluarga berada di dalam kamar tiduran. Tiba-tiba dengar suara keras dari belakang, ternyata pintunya jebol. Jadi lumpur sama batu-batu itu masuk semua ke dalam rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Fajar mengungkapkan rumah yang ditempatinya merupakan rumah kontrakan milik keluarganya sendiri. Ia baru tinggal sekitar dua bulan di lokasi tersebut dan baru pertama kali mengalami kejadian longsor.

“Memang rumah ini sudah tiga kali dihantam longsor. Tapi karena saya baru tinggal dua bulan, bagi saya ini baru pertama kali merasakannya,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, Fajar memutuskan mengungsikan keluarganya sementara waktu ke rumah kerabat.

Mendapat laporan warga, Pemerintah Kelurahan Sambutan bersama Bhabinkamtibmas dan warga sekitar langsung turun ke lokasi melakukan penanganan awal dengan membersihkan material tanah dan batu yang masuk ke rumah korban.

Lurah Sambutan, Muhammad Masuki, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga.

“Begitu dapat laporan, saya bersama Bhabinkamtibmas langsung ke lokasi untuk membantu korban terdampak. Kami melakukan penanganan awal saja, membantu membersihkan material lumpur dan batuan dibantu oleh warga sekitar,” ujarnya.

Masuki menambahkan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi lereng dan lokasi longsor.

“Kami sudah koordinasi ke BPBD. Nanti tim mereka akan ke sini untuk melakukan pengecekan seperti apa langkah penanganan selanjutnya. Yang jelas saat ini kondisi rumah tinggal pembersihan akhir saja,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S.

Aksi #TataUlangIndonesia Digelar di Kawasan Monas

0

JAKARTA – Ratusan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Massa aksi yang mengenakan almamater merah menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui orasi maupun poster-poster bernada satir yang dibawa selama demonstrasi.

Mengusung tema #TataUlangIndonesia, mahasiswa menilai berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sejumlah poster yang dibentangkan berisi kritik terhadap kebijakan negara, kondisi demokrasi, hingga isu militerisme di ruang sipil.

Di antara poster yang mencuri perhatian terdapat tulisan seperti “POLRI BUDAK OLIGARKI”, “UU KILAT HASIL MENJILAT”, hingga “STOP MILITERISME! DEMOKRASI BUKAN BARAK!”. Massa juga membawa spanduk berisi kritik terhadap elite politik dan penyelenggaraan pemerintahan.

Selain menyampaikan kritik melalui media visual, Aliansi BEM Universitas Bung Karno juga menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. Kedua, meninjau kembali Undang-Undang Polri yang dinilai berpotensi mengancam supremasi sipil.

Ketiga, menghentikan praktik militerisme dalam lembaga-lembaga sipil. Keempat, mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

Kelima, menjamin akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Keenam, meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.

Menurut massa aksi, berbagai tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah kebijakan nasional yang dinilai perlu mendapat evaluasi demi kepentingan masyarakat luas.

Sepanjang aksi berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi. Massa mahasiswa tetap bertahan hingga sore hari sambil menyuarakan tuntutan mereka dan mendesak pemerintah untuk segera merespons berbagai persoalan yang diangkat dalam aksi tersebut.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah mahasiswa bergantian menyampaikan orasi, sementara peserta lainnya membentangkan poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

DPRD Bontang Minta Pasokan LPG 3 Kilogram Kembali Normal

0

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak menyusul terjadinya kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon di sejumlah wilayah Kota Bontang.

Menurut Andi Faizal, langkah koordinasi harus dilakukan secara intensif untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kita meminta dan mendorong agar Disperindagkop bisa berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menegaskan seluruh mekanisme distribusi LPG bersubsidi telah memiliki ketentuan, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga pengawasan harus diperkuat agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di lapangan.

Menurutnya, koordinasi tidak hanya melibatkan instansi teknis, tetapi juga aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Sebab semua sudah ada HET-nya. Bagaimana menjaga agar tidak terjadi kelangkaan di pasar serta memperkuat koordinasi dengan dinas terkait, Polres, dan pihak lainnya,” katanya.

Andi Faizal menilai apabila distribusi dan pengawasan berjalan baik, harga LPG 3 kilogram seharusnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan di tingkat pengecer.

“Kalau semuanya berjalan baik, tidak mungkin harga bisa berada di atas harga yang wajar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu bahkan memicu kenaikan harga di tingkat pengecer hingga mencapai sekitar Rp40 ribu per tabung, jauh di atas harga yang seharusnya.

Selain harga yang melonjak, masyarakat juga mengeluhkan terbatasnya stok LPG bersubsidi di sejumlah titik penjualan. Akibatnya, warga harus berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan tabung gas yang dibutuhkan.

Andi Faizal berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat melakukan pemantauan dan pengawasan secara menyeluruh terhadap rantai distribusi LPG bersubsidi, mulai dari agen hingga pengecer.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi yang berpotensi menyebabkan kelangkaan di lapangan.

“Langkah ini penting agar tidak terjadi penimbunan maupun penyimpangan distribusi yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

DPRD Bontang juga meminta instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan LPG 3 kilogram kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga kembali stabil sesuai ketentuan yang berlaku. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S.

Interpelasi Dinilai Lebih Sesuai Koridor Hukum dan Tata Tertib

0

SAMARINDA – Bola panas penggunaan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kini mengarah kepada Fraksi Golkar. Namun, Golkar menegaskan tidak akan menginisiasi penggunaan hak interpelasi terkait polemik yang sebelumnya berkembang melalui usulan hak angket.

Sikap tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, Sarkowi V. Zahry, saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (15/6/2026).

Menurut Sarkowi, sejak awal Golkar memandang hak interpelasi sebagai bentuk kompromi yang dapat menjembatani berbagai kepentingan politik sekaligus tetap berada dalam koridor hukum dan tata tertib yang berlaku.

“Yang disampaikan kawan-kawan dari Golkar, termasuk saya, interpelasi itu bentuk kompromi. Karena ada aspirasi masyarakat yang meminta penggunaan hak pengawasan dalam bentuk angket. Kami melihat dengan pertimbangan hukum, harmonisasi, dan pertimbangan politik, yang lebih pas itu interpelasi,” ujarnya.

Namun hingga kini, kelompok pengusul tetap konsisten membawa opsi hak angket ke rapat paripurna meskipun agenda tersebut belum berhasil berjalan sesuai rencana.

Karena itu, Golkar memilih mempertahankan posisi awalnya sebagai pihak yang menawarkan jalan tengah, bukan sebagai penggerak utama penggunaan hak interpelasi.

“Nah, kalau sekarang ditanya kenapa Golkar tidak mengusung interpelasi, ya kembali ke alasan awal. Posisi kita ini memberikan kompromi. Jadi kita menunggu,” katanya.

Sarkowi menjelaskan, logika politik yang dibangun Golkar cukup sederhana. Apabila pihak-pihak yang selama ini memperjuangkan hak angket bersedia menurunkan usulan menjadi hak interpelasi, maka ruang dialog masih terbuka.

“Kalau kawan-kawan yang mengusung angket kemudian mau menurunkan ke interpelasi, mari kita bicara. Tapi kalau mereka tetap angket terus, lalu kami diminta mengusung interpelasi dan mencari dukungan fraksi lain, itu tidak mungkin. Karena posisi kami memang menawarkan kompromi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sarkowi memastikan Golkar tidak akan menjadi penginisiasi hak interpelasi. Meski demikian, peluang dukungan tetap terbuka apabila usulan tersebut datang dari pihak lain dan memperoleh kesepahaman politik yang lebih luas.

“Kalau mengajukan, Golkar tidak mengajukan. Tidak menginisiasi. Tapi kalau ada yang menginisiasi, kami akan bicarakan dengan teman-teman di fraksi,” ujarnya.

Secara pribadi, Sarkowi mengaku akan mendorong pembahasan di internal Fraksi Golkar apabila kelompok pengusul hak angket bersedia mengubah langkah politiknya menjadi hak interpelasi.

“Kalau yang selama ini mengusung angket kemudian menurunkan ke interpelasi, saya akan ikut bicara kepada teman-teman di internal fraksi supaya kita terima. Tapi itu pendapat pribadi saya, saya tidak bisa mengatasnamakan teman-teman yang lain,” tutup Sarkowi. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

IKN Jadi Tuan Rumah Talkshow Fitrah Wanita Islam BKMM-DMI

0

NUSANTARA – Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) se-Kalimantan Timur menggelar talkshow Fitrah Wanita Islam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas peran perempuan dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN tersebut diikuti ratusan pengurus dan anggota BKMM-DMI dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Ketua Umum PP BKMM-DMI, Nora Yosse Novia, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Karena itu, perempuan dituntut adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar agama.

Menurutnya, pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi.

“Pendidikan agama untuk anak tentu itu adalah sebagai dasar dari ilmu, sehingga bisa membentengi diri dengan adanya kemajuan teknologi. Hanya keimanan dan agamalah yang bisa membentengi begitu derasnya dampak negatif, di samping dampak positif dari kemajuan teknologi,” ujar Nora.

Ia menilai peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para ibu dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak yang sesuai dengan tantangan masa kini.

“Dengan acara talkshow ini, diharapkan bisa menambah dan memberikan wawasan yang tentunya lebih luas kepada para ibu bagaimana cara mendidik anak untuk bisa menjadi anak yang saleh dan salehah. Tentu saja tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang istri dalam rumah tangga,” ujarnya.

Selain membahas peran perempuan dalam keluarga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan di Kalimantan Timur dan kawasan IKN agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

BKMM-DMI berharap perempuan tidak hanya menjadi pendamping dalam keluarga, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh Kalimantan Timur tersebut turut dimeriahkan penampilan Paduan Suara BKMM-DMI Provinsi Kalimantan Timur yang menambah semarak suasana acara. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Isu Lingkungan Jadi Sorotan Mahasiswa dalam Aksi di Sangatta

0

SANGATTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Kutim Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DPRD Kutai Timur, Senin (15/6/2026). Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang memperoleh predikat Rapor Merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).

Dalam aksi tersebut, massa menilai masih terdapat korporasi yang belum menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan lingkungan hidup. Kondisi itu dinilai berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat serta memperburuk kualitas lingkungan di Kutai Timur.

Ketua DPC GMNI Kutai Timur, Deodatus Frans Kacaribu, mengatakan persoalan lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebagai isu biasa. Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik saat ini maupun di masa mendatang.

“Perusahaan yang mendapat peringkat Merah dalam PROPER perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegas Deo saat menyampaikan aspirasi.

Koalisi yang terdiri dari aktivis GMNI dan PMII itu menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan. Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadikan hasil penilaian PROPER sebagai dokumen administratif semata, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pembinaan yang jelas.

Selain itu, mahasiswa mendesak DPRD Kutai Timur segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terbuka dengan menghadirkan perusahaan-perusahaan yang memperoleh rapor merah. Menurut mereka, forum tersebut penting untuk mengungkap penyebab perusahaan mendapat penilaian buruk sekaligus meminta pertanggungjawaban langsung dari pihak manajemen.

“Pengawasan lingkungan harus dilakukan secara serius dan transparan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan tanggung jawab lingkungannya,” ujar Deo.

Mahasiswa juga menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui hasil pengawasan lingkungan yang dilakukan pemerintah. Sebab, warga merupakan pihak yang paling merasakan dampak apabila terjadi pencemaran, kerusakan lingkungan, maupun persoalan lain yang ditimbulkan oleh aktivitas industri.

Karena itu, Koalisi Kutim Menggugat meminta DLH Kutai Timur membuka informasi hasil pengawasan lingkungan kepada publik. Transparansi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan perusahaan menjalankan kewajiban lingkungan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami juga mendorong DLH Kutai Timur untuk membuka informasi hasil pengawasan lingkungan kepada masyarakat,” pungkas Deo.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD Kutai Timur dapat memperkuat pengawasan terhadap korporasi serta memastikan perlindungan lingkungan hidup menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S.

Ajak Pelajar hingga Komunitas Ikut Aksi Bersih Pantai Tanah Merah, Otorita IKN Kumpulkan 202,7 Kg Sampah

NUSANTARA – Sebanyak 202,7 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut melibatkan warga, pelajar, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai mitra strategis. Selain membersihkan kawasan pesisir dari sampah plastik, ranting, kertas, dan limbah lainnya, peserta juga melakukan penanaman sebanyak 350 bibit mangrove.

Aksi lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir Nusantara agar tetap bersih, hijau, dan memiliki ekosistem yang berkelanjutan.

Perwakilan satuan pendidikan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya siswa dan guru dari MTs Al Hidayah serta SD Negeri 018 Samboja. Sebelum melakukan aksi lapangan, para pelajar mendapat edukasi mengenai permasalahan sampah pesisir dan pentingnya keberadaan mangrove bagi lingkungan.

Guru SD Negeri 018 Samboja, Rina Handayani, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar langsung bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Menurutnya, edukasi lingkungan selama ini telah dilakukan di sekolah melalui berbagai kegiatan rutin. Namun, kegiatan di kawasan pantai memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta didik mengenai kondisi lingkungan di sekitar mereka.

“Kegiatan ini mengandung pesan bagi anak-anak untuk menjaga lingkungan. Selama ini mereka belajar dari lingkungan sekolah, hari ini mereka bisa belajar dari lingkungan yang lebih luas. Kebersihan itu utama dan tanggung jawab bersama,” ujar Rina.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan. Ia menilai aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Nusantara.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini bentuk aksi nyata bersama Otorita IKN, Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait, dan para pemangku kepentingan di IKN untuk menjaga kelestarian lingkungan, supaya kawasan ini tetap hijau dan dapat mencapai tujuan IKN sebagai forest city,” ujar Pandu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya melakukan pembersihan kawasan pantai, tetapi juga menanam bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi risiko abrasi.

Kegiatan ini turut melibatkan unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI/Polri, BIN Daerah Kawasan IKN, instansi lingkungan hidup, BPDAS Mahakam Berau, Puskesmas Samboja, PT Pertamina Hulu Mahakam, Artha Graha, Paragon, NSSE, Electronic City, Nusantara Park, PT Ekosistem Prima Nusantara, masyarakat sekitar, bank sampah, serta pengelola Pantai Tanah Merah.

Menutup kegiatan, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa menjaga kawasan pesisir tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan bersama.

Ia berharap upaya menjaga kebersihan Pantai Tanah Merah dan pelestarian mangrove dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan pesisir tetap terjaga.

“Kami berharap upaya menjaga Pantai Tanah Merah sebagai pantai yang bersih dan asri ini terus dilanjutkan. Kita perlu terus melakukan penanaman, terutama mangrove, karena kalau tidak ditanami, abrasi bisa semakin tinggi dan kita bisa kehilangan pantai yang indah ini,” tutup Myrna.

Penulis: Humas OIKN
Penyunting: Robbi Lalat

Otorita IKN Tanam 350 Mangrove di Pantai Tanah Merah, Perkuat Perlindungan Pesisir Nusantara

NUSANTARA – Upaya menjaga kawasan pesisir Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Otorita IKN bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim” tersebut melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, dunia usaha, serta mitra lingkungan.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan Pantai Tanah Merah merupakan salah satu kawasan penting karena berada dalam delineasi Ibu Kota Nusantara dan memiliki fungsi strategis bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.

Menurutnya, pengelolaan kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai mitra terkait.

“Kegiatan seperti ini bukan kegiatan seremonial, tetapi aksi nyata yang dilakukan Otorita IKN bersama para mitra dan pemangku kepentingan lainnya. Hari ini kita melakukan aksi bersih pantai dan menanam 350 bibit mangrove. Ini tentu tidak cukup dan tidak berhenti sampai di sini, karena upaya pemulihan ekosistem mangrove di IKN akan terus dilakukan,” ujar Myrna.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengikuti edukasi mengenai pengelolaan sampah pesisir, pemilahan sampah, serta pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Sebanyak 350 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Tanah Merah, sementara dari aksi bersih pantai berhasil dikumpulkan 202,7 kilogram sampah yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diberikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam melalui penyediaan bibit bakau. Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam, Billy Sunyoto, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan IKN.

“Kami sebagai perusahaan yang beroperasi di area Otorita IKN berkomitmen untuk mendukung aktivitas Otorita IKN. Di acara ini, kami juga berkontribusi dengan memberikan 500 bibit pohon bakau jenis rhizophora mucronata atau bakau hitam,” ujar Billy.

Sementara itu, Camat Samboja Damsik mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan di wilayah Kecamatan Samboja.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, khususnya untuk Kecamatan Samboja terkait lingkungan. Hari ini aksi nyata itu bukan hanya seremoni, tetapi bukti kepedulian kita terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja,” ujarnya.

Myrna menegaskan, menjaga kawasan pesisir tidak cukup hanya melalui kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pengunjung Pantai Tanah Merah untuk bersama-sama menjaga kawasan tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah.

Melalui kegiatan tersebut, Otorita IKN berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir semakin meningkat. Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan Nusantara sebagai kota yang mengedepankan konsep pembangunan hijau.

“Upaya penyelamatan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim ini tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi hanya oleh Otorita IKN. Ini harus dilakukan oleh semua pihak, menjadi gerakan bersama, dan lebih penting lagi menjadi gaya hidup,” tutup Myrna.

Penulis: Humas OIKN
Penyunting: Robbi Lalat

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Bersama Polri dan Masyarakat Mahulu

0

UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu menggelar panen jagung Kuartal I Tahun 2026 di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Panen jagung dipimpin langsung Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah. Turut hadir jajaran Polres Mahulu, unsur pemerintah kampung, kelompok tani, serta personel Polsek Long Hubung.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Mahulu.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu terkait pengembangan sektor pertanian turut dibahas, mulai dari optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil pertanian, penguatan kelompok tani hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

“Dalam kegiatan panen ini juga dibahas berbagai upaya penguatan sektor pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas hasil tani, pengembangan kelompok tani, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung,” ujar AKBP Eko Alamsyah.

Kapolres menambahkan, masyarakat dan kelompok tani juga menyampaikan sejumlah aspirasi serta kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan pertanian di wilayah mereka.

Menurutnya, masukan tersebut menjadi perhatian penting untuk ditindaklanjuti melalui sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.

“Kami dari Polres Mahulu berkomitmen menampung seluruh masukan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani,” tegasnya.

Melalui kegiatan panen jagung ini, Polres Mahulu berharap sektor pertanian di wilayah Mahulu dapat terus berkembang, produktivitas petani meningkat, serta mampu mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.