Beranda blog Halaman 43

Mahulu Siapkan RKPD 2027 yang Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Warga

0

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tematik Kelompok Rentan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di Ruang Serbaguna Kantor Bappedalitbangda Mahulu, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutan Bupati Mahulu yang dibacakannya, Suhuk menegaskan Musrenbang Tematik Kelompok Rentan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, pemerintah daerah memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut Suhuk, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia menegaskan setiap warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lanjut usia, masyarakat miskin, masyarakat hukum adat, hingga komunitas adat terpencil harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan.

“Oleh karena itu, Musrenbang Tematik ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Suhuk juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, lembaga masyarakat, organisasi penyandang disabilitas, organisasi perempuan, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pemkab Mahulu berkomitmen terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran masyarakat adat,” tegasnya.

Musrenbang Tematik Kelompok Rentan ini diharapkan menghasilkan berbagai usulan dan rekomendasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD Mahulu Tahun 2027.

Dengan demikian, pembangunan yang direncanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara merata bagi seluruh warga Mahakam Ulu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, kelompok penyandang disabilitas, organisasi perempuan dan anak, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Politik Bukan Prioritas, Rita Fokus pada Aktivitas Sosial

0

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, menegaskan belum memiliki agenda politik setelah kembali berada di tengah masyarakat. Saat ini, ia memilih fokus menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan berbuat baik bagi warga.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Atlet Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

“Aduh, udah ga komen dulu misal soal politik, politik lagi,” ujarnya.

Menurut Rita, perhatian utamanya saat ini bukan pada kontestasi politik ataupun jabatan, melainkan meluruskan berbagai informasi yang menurutnya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh di ruang publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar. Itu saja,” katanya.

Rita menilai masih ada sejumlah aspek terkait perjalanan kasus yang menjeratnya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan laporan kekayaan maupun berbagai informasi lain yang menurutnya kerap menimbulkan kesalahpahaman.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” ujarnya.

Meski namanya masih sering dikaitkan dengan dinamika politik di Kukar maupun Kalimantan Timur, Rita memastikan dirinya belum memikirkan langkah politik apa pun untuk saat ini.

“Kalau tanya agenda politik, enggak ada. Belum, belum sama sekali,” tegasnya.

Ia mengaku lebih ingin hadir di tengah masyarakat dan melakukan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa, saya bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja. Saya pengin hanya berbuat baik saja,” ucap Rita.

Menurutnya, fase kehidupan yang dijalaninya saat ini lebih banyak diisi dengan upaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperjuangkan agar informasi mengenai dirinya dapat tersampaikan secara lebih utuh kepada publik.

Alih-alih berbicara mengenai kontestasi politik, Rita memilih memusatkan perhatian pada aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat yang menurutnya lebih bermanfaat untuk dijalani saat ini. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Rita Widyasari Berharap Ada Pemberitaan yang Lebih Berimbang

0

SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, tidak menutup kemungkinan kembali mendapatkan dukungan masyarakat dalam kontestasi politik di masa mendatang. Namun, ia menegaskan fokus utamanya saat ini masih tertuju pada penyelesaian persoalan hukum yang masih dihadapinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat ditanya mengenai peluang dirinya kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah.

Alih-alih berbicara panjang mengenai agenda politik ke depan, Rita memilih menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan hukum yang hingga kini masih berproses.

“Bismillah aja ya. Pokoknya kalau masalah hukumnya baik, doakan saja ya. Amin. Ini masalahnya masalah hukumnya belum selesai. Masalahnya masih berjibaku dengan itu,” ujar Rita.

Meski demikian, Rita mengakui dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan politik seseorang.

“Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” katanya.

Pernyataan itu muncul di tengah upayanya meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang mengenai dirinya. Rita berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait perkara hukum yang dihadapinya.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini kan lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ucapnya.

Menurut Rita, masih terdapat sejumlah informasi yang dinilainya belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh dalam berbagai pemberitaan, termasuk mengenai laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya itu, ada beberapa yang miss dalam hal pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya. Jadi itu bagian-bagian yang tidak tertangkap ternyata dengan wartawan,” tuturnya.

Rita menegaskan saat ini dirinya masih berfokus pada upaya memberikan penjelasan kepada publik mengenai berbagai hal yang menurutnya perlu diluruskan. Sementara terkait kemungkinan kembali maju dalam kontestasi politik, ia menyerahkan semuanya kepada perkembangan ke depan dan dukungan masyarakat. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Penembakan Mahasiswi Gegerkan Samarinda, Pelaku Sudah Diamankan

SAMARINDA – Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus penembakan yang menimpa seorang mahasiswi di Samarinda. Pelaku berinisial MZF (22) berhasil ditangkap kurang dari empat jam setelah kejadian.

Korban berinisial LA (20), mahasiswi asal Desa Giri Agung, Kutai Kartanegara, mengalami luka tembak di bagian belakang kepala saat baru pulang kuliah pada Jumat malam (12/6/2026) sekitar pukul 22.25 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan P. Suryanata, Perumahan Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengatakan saat kejadian korban baru tiba di rumah dan hendak memarkirkan sepeda motornya.

“Korban baru pulang kuliah dan hendak memarkirkan sepeda motornya di rumah. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika korban mendengar suara letusan keras,” ujarnya.

Tak lama setelah suara letusan yang diduga berasal dari senapan angin tersebut, korban langsung terjatuh sambil memegangi bagian belakang kepalanya yang mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Korban kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Ayah korban, Suryanto (56), selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Samarinda Ulu.

Menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dari hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang mengarah kepada MZF, warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pengejaran ke wilayah Kutai Kartanegara.

Pelarian pelaku berakhir pada Sabtu dini hari (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Polisi berhasil mengamankan MZF di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Berkat kesiapan dan kejelian tim di lapangan, pelaku berhasil diamankan beberapa jam setelah kejadian. Saat ini pelaku telah berada di Polsek Samarinda Ulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Asriadi.

Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik aksi penembakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam pribadi, salah sasaran, maupun motif lainnya.

Sementara itu, korban LA masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Pengamanan Jadi Fokus Utama Demi Kelancaran Acara Stand Up Comedy

0

SAMARINDA – Pertunjukan stand up comedy komika nasional Pandji Pragiwaksono bertajuk “Kaltim Paradox” sukses digelar di Samarinda dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah maraknya penundaan sejumlah kegiatan publik belakangan ini, acara tersebut berlangsung lancar dengan antusiasme penonton yang tinggi.

CEO B Epic Events dan B First Project selaku promotor acara, Rifky Nugraha Wardana, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni komedi tunggal.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan acara event tunggal Pandji Pragiwaksono. Kita lihat tadi antusias masyarakat luar biasa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kritik itu tidak selalu harus lewat demonstrasi, tapi ternyata bisa disampaikan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui seni stand up,” ujar Rifky usai acara.

Selain menghadirkan Pandji sebagai penampil utama, panggung “Kaltim Paradox” juga memberi ruang bagi komika lokal untuk tampil sebagai opener. Di antaranya Mr. Gamayel yang berlatar belakang anggota kepolisian, Damli dari Penajam Paser Utara, serta sejumlah komika dari Samarinda dan Balikpapan.

Menanggapi pertanyaan mengenai tema “Kaltim Paradox” yang dinilai sebagian penonton hanya sedikit menyinggung isu-isu lokal, Rifky menegaskan bahwa seluruh materi yang dibawakan Pandji sepenuhnya merupakan keputusan pribadi sang komika.

“Tidak ada materi titipan. Kita menyerahkan semua materinya ke Bang Pandji. Dia tidak bisa disetir. Mau membawakan materi apa pun, itu murni keputusan dia,” tegasnya.

Rifky juga meluruskan pernyataan Pandji di atas panggung terkait adanya koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum pertunjukan berlangsung. Menurutnya, hal tersebut merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Ia membantah adanya pembatasan kreativitas maupun arahan tertentu terkait materi yang dibawakan Pandji, termasuk isu-isu yang berkembang di Kalimantan Timur.

“Kalau itu sebenarnya lebih ke faktor pengamanan saja untuk kebaikan kita bersama. Kita tahu situasi saat ini dan tema yang diangkat juga bisa memicu pro dan kontra. Jadi pihak kepolisian membantu dalam hal pengamanan agar acara berjalan kondusif. Dari kami tidak ada batasan materi, semua murni dari Bang Pandji melalui manajernya,” jelas Rifky.

Menurutnya, kolaborasi dengan aparat keamanan dilakukan semata-mata untuk memastikan kegiatan berjalan tertib tanpa mengurangi kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari pertunjukan stand up comedy.

Acara yang berlangsung di Samarinda tersebut pun berakhir lancar dan mendapat respons positif dari penonton yang hadir. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Speak Up Rita Widyasari Setelah Bebas (11): Sembilan Tahun Berlalu, Rita Masih Ingat Nama-Nama Wartawan

Kemunculan Rita Widyasari menjadi perhatian dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Banyak wartawan senior yang mendekat, bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan foto bersama mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dua periode tersebut.

Bagi banyak wartawan yang pernah bertugas di Kukar pada era 2000-an hingga pertengahan 2010-an, Rita memang bukan sosok asing. Hubungannya dengan wartawan dikenal cukup dekat sejak lama.

Saya sendiri menjadi salah satu yang merasakan hal itu. Tahun 2009, saat masih bertugas di Tenggarong, komunikasi dengan Rita cukup sering terjalin. Beberapa wawancara khusus pernah saya lakukan ketika ia mulai memimpin Kukar.

Karena itu, saat bertemu kembali di acara Wartawan Legend Bedapatan, saya sebenarnya tidak yakin ia masih mengenali saya setelah hampir sembilan tahun berlalu.

Foto: Saya menyempatkan foto bersama mantan Bupati Kukar Rita Widyasari sesaat setelah tiba di acara Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026). (mediakaltim)

Namun begitu berjabat tangan, Rita langsung tersenyum. “Agus ya…”

Saya pun sempat terkejut. Di tengah ratusan orang yang hadir malam itu, Rita masih mengingat nama saya.

Kami kemudian berbincang singkat. Tidak lama setelah tiba di lokasi acara, Rita juga menyempatkan berfoto bersama.

Momen itu menunjukkan kedekatan Rita dengan wartawan yang telah terjalin sejak lama.

Bukan hanya saya. Sejumlah wartawan senior yang hadir malam itu juga mengaku masih dikenali Rita. Beberapa di antaranya bahkan sempat bernostalgia mengenai berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Kukar saat Rita masih menjabat sebagai bupati.

Suasana hangat itu terlihat sejak Rita memasuki area acara.

Beberapa peserta langsung menghampiri. Sebagian meminta foto bersama. Sebagian lain memilih berbincang santai sambil mengenang masa-masa liputan di Tenggarong.

Di sela kegiatan, Rita juga menyempatkan diri berbicara kepada wartawan mengenai aktivitasnya setelah bebas murni pada Agustus 2025.

Menurut Rita, saat ini dirinya belum memiliki agenda politik tertentu. Ia mengaku lebih memilih fokus berada di tengah masyarakat dan menjalani aktivitas sosial.

“Aduh, sudah tidak komentar dulu soal politik. Politik lagi, politik lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Rita mengatakan saat ini dirinya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dan ingin menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.

“Fokus saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat. Selama saya masih bisa membantu masyarakat dalam hal yang baik-baik saja, saya ingin berbuat baik saja,” katanya.

Selain itu, Rita juga menjelaskan alasan dirinya aktif menyampaikan berbagai penjelasan melalui akun media sosial pribadinya dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, masih ada sejumlah informasi mengenai dirinya yang belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.

“Harapan saya mudah-mudahan ada pemberitaan yang benar. Saya ini lagi berjuang supaya pemberitaan saya benar,” ujarnya.

Rita menyebut ada beberapa hal yang menurutnya belum tertangkap secara utuh dalam berbagai pemberitaan yang beredar selama ini.

Mulai dari laporan kekayaan, perkara hukum yang menjeratnya, hingga berbagai informasi yang berkembang setelah dirinya bebas.

“Ada beberapa hal yang saya bahas di Instagram saya. Ada beberapa yang miss dalam pemberitaan. Misalnya laporan kekayaan saya, kasus saya yang pertama, terus pemberitaan bebas saya,” katanya.

Meski belum berbicara banyak soal politik, Rita juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika suatu saat kembali mendapat dukungan masyarakat.

Saat ditanya mengenai peluang kembali maju dalam kontestasi politik, Rita memilih menjawab singkat.

“Bismillah saja. Doakan masalah hukumnya baik. Aamiin. Ini masalah hukum saya belum selesai. Kalau rakyat mendukung, siapa takut?” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyinggung pentingnya prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam pemberitaan.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang sehingga publik memperoleh gambaran yang lengkap.

“Wartawan itu membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kalau wartawannya baik, mudah-mudahan suasana juga baik,” katanya.

Malam itu, kehadiran Rita menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan para wartawan senior Kalimantan Timur.

Di sela berbagai pertanyaan mengenai aktivitasnya setelah bebas, Rita terlihat lebih banyak berbincang santai dengan wartawan dan sejumlah tamu yang hadir.

Kedekatan Rita dengan wartawan sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum dirinya menjabat Bupati Kukar, hubungan yang cair dengan insan pers sudah terlihat pada sosok ayahnya, almarhum Syaukani HR.

Saat memimpin Kutai Kartanegara, Syaukani dikenal memiliki hubungan yang terbuka dengan wartawan. Tradisi itu kemudian terlihat pula pada Rita. Banyak wartawan yang bertugas di Kukar pada masa itu mengenal Rita tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sosok yang mudah dihubungi dan cukup akrab dengan kalangan pers.

Karena itu, pertemuan di Wartawan Legend Bedapatan malam itu terasa seperti sebuah reuni panjang. Bukan sekadar temu kangen, tetapi juga perjumpaan kembali antara wartawan dan sosok yang pernah menjadi bagian dari dinamika besar Kutai Kartanegara selama bertahun-tahun. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kasus MBG Bertambah, Total Lima Tersangka Sudah Dijerat

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menambah daftar tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) tahun anggaran 2025–2026. Dengan penetapan tersangka terbaru, jumlah pihak yang telah dijerat dalam kasus ini kini bertambah menjadi lima orang.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi mengumumkan penetapan Andri Mulyono (AM), Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), sebagai tersangka baru dalam perkara tersebut.

“Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Saudara AM sebagai saksi dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup, maka tim penyidik menetapkan Saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN tahun 2025 sampai dengan tahun 2026,” kata Syarief dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (12/6/2026) malam.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah Andri menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Jampidsus. Dalam penyidikan, Andri diketahui merupakan komisaris sekaligus pengendali PT YAT, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan logistik serta menjadi penyedia sepeda motor listrik untuk kebutuhan program MBG.

Penyidik mengungkap keterlibatan Andri bermula dari pertemuannya dengan mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, pada awal 2025. Dalam pertemuan tersebut, Andri mempresentasikan profil perusahaannya dengan tujuan memperoleh proyek pengadaan di lingkungan BGN.

Setelah pertemuan itu, Andri disebut mendapatkan informasi mengenai rencana pengadaan sepeda motor listrik di BGN. Meski proses pengadaan saat itu belum dimulai, penyidik menduga Andri telah aktif berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sejak Februari 2025 guna menindaklanjuti proyek tersebut.

Menurut Kejagung, PT YAT pada saat itu sebenarnya belum memenuhi persyaratan sebagai penyedia barang karena belum memiliki dealer maupun bengkel aktif yang menjadi syarat dalam pengadaan.

“PT YAT belum memiliki dealer atau bengkel aktif serta tidak memenuhi persyaratan, dan proses pengadaan pada saat itu juga belum dimulai,” ujar Syarief.

Selain itu, penyidik menduga Andri bekerja sama dengan pihak lain berinisial AA untuk memuluskan proses pengadaan motor listrik agar dimenangkan perusahaannya. Dalam proses tersebut, Andri diduga melakukan penggelembungan harga setiap unit kendaraan listrik agar mendekati nilai pagu anggaran yang telah disiapkan.

“Saudara AM secara melawan hukum melakukan penggelembungan harga atau mark up untuk setiap unit sepeda motor listrik dengan tujuan mendekati pagu yang tersedia dalam pengadaan tersebut,” kata Syarief.

Kejagung juga menduga Andri memperoleh pembayaran penuh sebesar 100 persen dari proyek pengadaan motor listrik berdasarkan dokumen serah terima yang telah direkayasa.

Dokumen tersebut seolah menunjukkan proses perakitan kendaraan telah selesai dan memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, padahal penyidik menemukan adanya ketidaksesuaian harga maupun spesifikasi barang yang disediakan.

Atas perbuatannya, Andri dijerat Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik langsung melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Penetapan Andri menambah panjang daftar tersangka dalam perkara korupsi MBG. Sebelumnya Kejagung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, serta pihak swasta Asep Yusuf Somantri (AYS).

Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut, termasuk menelusuri aliran dana dan proses pengadaan yang diduga menyimpang dari ketentuan yang berlaku. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Musda VI Demokrat Kaltim Berlangsung Kondusif dan Penuh Kebersamaan

0

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (13/6/2026) malam, menetapkan Bambang Soepriyadi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim periode 2026–2031.

Bambang terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta Musda. Penetapan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengikuti jalannya Musda secara daring menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai modal utama menghadapi agenda politik mendatang.

Menurut AHY, perbedaan pandangan di internal partai merupakan hal yang wajar. Namun seluruh kader harus memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan Partai Demokrat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran, tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan. Ini rumah besar kita dan negara kita yang harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” ujar AHY.

Ia juga meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput agar Demokrat mampu meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029, baik di legislatif maupun pemerintahan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang hadir langsung dalam Musda menilai pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, Musda bukan hanya forum memilih ketua baru, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, serta membangun solidaritas kader Demokrat di Benua Etam.

“Demokrat bukan hanya membangun wacana, tetapi harus hadir dan berkiprah langsung di tengah masyarakat. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat yang ingin bergabung sepanjang memiliki loyalitas dan mematuhi aturan organisasi,” kata Herman.

Ia menjelaskan, sesuai mekanisme AD/ART partai, hasil Musda selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat untuk mendapatkan penetapan resmi dari Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho menilai Musda VI memiliki makna historis karena berlangsung bertepatan dengan momentum 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.

Irwan memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Bambang Soepriyadi yang telah mengabdi selama tujuh tahun di Partai Demokrat, mulai dari Wakil Ketua DPD hingga dipercaya menjadi Plt Ketua DPD Kaltim.

“Mas Bambang bukan kader yang kaleng-kaleng. Beliau sudah bersama Demokrat cukup lama, menjadi wakil ketua DPD sebelumnya dan sekarang menjabat Plt Ketua DPD. Saya meyakini beliau bisa lebih detail, manajerialnya lebih bagus, kepemimpinannya lebih mengakar lagi,” ujar Irwan.

Mantan Anggota DPR RI itu optimistis Bambang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat di Kalimantan Timur.

“Insyaallah beliau bisa meyakinkan dan merebut hati masyarakat Kaltim bahwa dengan mempercayai Demokrat, harapan-harapan, keresahan masyarakat, serta tujuan menuju kesejahteraan dapat diperjuangkan oleh Partai Demokrat,” tambahnya.

Irwan mengakui tantangan politik ke depan tidak ringan, terutama menghadapi dinamika pragmatisme dalam kontestasi elektoral. Karena itu, Demokrat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi organisasi maupun penataan calon legislatif untuk menghadapi Pemilu 2029.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Bambang Soepriyadi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kader Demokrat se-Kaltim. Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab dengan kerja nyata untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi partai terhadap pembangunan daerah.

“Selain merasa lega, ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kita sekarang bagaimana membuat Demokrat di Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi pemilu di 2029 mendatang,” tegas Bambang.

Bambang juga meluruskan anggapan sebagian pihak yang mengira dirinya bukan putra daerah karena sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas ketua DPD.

Ia menegaskan dirinya lahir dan besar di Kaltim. Bahkan sebelum terjun penuh ke dunia politik, ia pernah berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 2018.

“Mungkin karena status Plt ketua biasanya dari pusat sehingga ada anggapan saya bukan orang Kaltim. Padahal saya lahir di Balikpapan, sekolah di Kaltim, dan pernah menjadi ASN di Kutai Timur. Jadi saya ini asli orang Kaltim,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Air Bersih Disebut Hak Dasar yang Tidak Bisa Ditunda Pemenuhannya

0

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi PDI Perjuangan, Faizal Rachman, menyoroti rendahnya cakupan pelayanan air bersih di Kutim yang baru mencapai 34 persen. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Sorotan itu disampaikan Faizal melalui akun media sosial pribadinya usai mencermati penyampaian Bupati Kutim dalam rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun 2025. Dalam unggahannya, Faizal menilai angka cakupan pelayanan air bersih tersebut menunjukkan masih banyak warga yang belum menikmati akses air bersih secara layak.

“Artinya masih terdapat sebagian besar masyarakat Kutai Timur yang belum mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal. Padahal air bersih bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas kehidupan keluarga,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menegaskan, penyediaan air bersih merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Karena itu, pemenuhannya bukan sekadar program pembangunan, melainkan amanat yang harus dijalankan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurut Faizal, masyarakat berhak memperoleh layanan air bersih yang cukup, aman, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta menjadikan sektor air bersih sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

Faizal juga menyoroti kondisi di wilayah Karangan dan Sandaran yang saat ini berkembang pesat karena aktivitas perkebunan kelapa sawit, pertambangan, hingga industri semen. Meski investasi terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi daerah, ia mengingatkan agar perkembangan ekonomi tidak mengabaikan pemenuhan hak dasar masyarakat.

“Jangan sampai daerah berkembang pesat, sumber daya alam terus digali, tetapi masyarakat justru menghadapi persoalan dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku menerima berbagai keluhan dari masyarakat Karangan terkait berkurangnya sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan warga. Di sisi lain, kebutuhan air terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas industri.

Ia juga menyoroti keterbatasan sumber air baku yang digunakan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Karangan dan Sandaran. Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan air bersih belum berjalan maksimal, bahkan kerap terjadi gangguan distribusi akibat menurunnya debit air dan tekanan jaringan.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Kutai Timur bukan lagi persoalan masa depan, tetapi sudah menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini,” katanya.

Karena itu, Faizal mendesak Pemerintah Kabupaten Kutim segera mengambil langkah strategis dan terukur, mulai dari perlindungan sumber air baku, pembangunan infrastruktur SPAM, perluasan jaringan distribusi, hingga penyusunan peta jalan penyediaan air bersih jangka panjang.

Selain itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat peningkatan cakupan layanan air bersih di Kutim.

“Kita ingin investasi terus tumbuh dan ekonomi daerah berkembang. Tetapi yang paling penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang memang menjadi hak mereka,” ujarnya.

Faizal menegaskan bahwa air bersih merupakan hak masyarakat sekaligus fondasi bagi terwujudnya Kutai Timur yang sehat, sejahtera, dan berkeadilan. Karena itu, ia meminta program pembangunan air bersih segera menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah.

“Air bersih adalah wujud kehadiran negara. Pemenuhannya tidak bisa ditunda dan harus segera dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Pemerintah Diminta Selektif Bermitra dengan Media Berkualitas

0

SAMARINDA – Tantangan yang dihadapi industri media saat ini dinilai semakin berat. Selain menghadapi disrupsi digital, pergeseran minat pembaca ke media sosial dan ketatnya persyaratan verifikasi Dewan Pers membuat pelaku usaha media harus bekerja lebih keras untuk tetap bertahan dan berkembang.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam sesi pertama diskusi media pada rangkaian Wartawan Legend Bedapatan IV yang digelar di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026).

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, yang hadir sebagai narasumber pertama, menilai perubahan pola konsumsi informasi telah berdampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis media.

Menurutnya, pergeseran belanja iklan ke berbagai platform media sosial membuat pendapatan perusahaan pers mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Meski begitu, sering kali ada konsekuensi yang harus dihadapi. Ketika bergantung pada dukungan tertentu, sisi kritis media mau tidak mau menjadi berkurang,” ujarnya.

Abdul Manan menjelaskan, saat ini kebutuhan informasi masyarakat cenderung bergeser ke media sosial yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses, meskipun tidak selalu didukung data yang akurat dan proses verifikasi yang memadai.

Padahal, untuk membangun perusahaan pers yang profesional dibutuhkan proses panjang serta pemenuhan berbagai standar yang ditetapkan Dewan Pers.

“Dari puluhan ribu media yang terdata secara nasional, jumlah yang telah terverifikasi Dewan Pers masih jauh dari setengahnya,” katanya.

Selain menghadapi tantangan bisnis, media juga harus bersaing dengan maraknya praktik salin-tempel informasi dari akun media sosial yang beredar secara bebas tanpa standar jurnalistik.

Karena itu, ia menilai dukungan negara terhadap keberlangsungan industri media menjadi sangat penting, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Apakah negara menganggap media memiliki peran penting atau tidak, itu akan terlihat dari kebijakan yang diambil pemerintah,” tegasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, menegaskan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media sangat bergantung pada kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan.

Menurutnya, media yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah tetap harus mampu menghadirkan pemberitaan yang berkualitas di luar materi kerja sama yang dijalankan.

“Kepercayaan publik dibangun melalui kualitas informasi dan cara media mengemas produknya,” ujarnya.

Faisal menyebut pers saat ini berhadapan langsung dengan media sosial dalam memperebutkan perhatian masyarakat. Kondisi tersebut semakin terasa seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Diskominfo Kaltim, tingkat penetrasi internet di Kalimantan Timur saat ini mencapai 80,63 persen. Sebagian besar masyarakat mengakses internet melalui telepon seluler dengan rata-rata penggunaan sekitar lima jam per hari.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, topik kesehatan dan olahraga menjadi kategori informasi yang paling banyak dicari masyarakat melalui platform digital.

Menurut Faisal, pergeseran tren pembaca dari media online ke media sosial memang tidak bisa dihindari. Namun kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi perusahaan pers untuk terus memperbaiki kualitas produk jurnalistiknya.

“Situasi ini justru menjadi peringatan agar media terus meningkatkan kualitas di semua lini,” katanya.

Faisal menambahkan, kondisi tersebut juga memudahkan pemerintah dalam menentukan media yang layak dijadikan mitra kerja berdasarkan kualitas dan profesionalisme pengelolaannya.

“Akan lebih baik bekerja sama dengan beberapa media yang benar-benar berkualitas dan dikelola secara profesional daripada banyak media tetapi tidak memiliki pengelolaan yang baik dan jumlah pembaca yang terbatas,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Dhi
Editor: Agus S.