Beranda blog Halaman 32

Otorita IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Senilai Rp115,94 Miliar

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik19juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

PAM 38 Atlet Danum Taka PPU Siap Berlaga di PORDA PERPAMSI Kaltim 2026

PENAJAM PASER UTARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, secara resmi melepas kontingen Perumda Air Minum Danum Taka PPU yang akan mengikuti Pekan Olahraga Daerah (PORDA) PERPAMSI Kalimantan Timur VII Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Barat.

Pelepasan berlangsung di Kantor Pusat Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka PPU, Jumat (19/6/2026). Sebanyak 38 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial diberangkatkan untuk mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang tersebut.

Dalam arahannya, Tohar menegaskan bahwa keikutsertaan dalam PORDA PERPAMSI tidak semata-mata mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jejaring dan berbagi pengalaman antarpegawai perusahaan air minum dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Selain menjalankan misi untuk meraih prestasi olahraga, manfaatkan kesempatan ini untuk membangun komunikasi dengan peserta dari daerah lain. Siapa tahu ada informasi, pengalaman, maupun inovasi yang bisa kita pelajari dan diterapkan untuk meningkatkan pelayanan PDAM kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pelayanan air minum, mengingat setiap daerah memiliki tantangan dan inovasi yang berbeda.

“Bangun kontak dan hubungan baik dengan rekan-rekan yang satu profesi. Bisa jadi ada hal yang belum kita miliki tetapi sudah diterapkan di daerah lain, begitu pula sebaliknya. Kesempatan seperti ini sangat baik untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pelayanan air minum,” tambahnya.

Tohar juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik selama mengikuti rangkaian kegiatan dan pertandingan.

“Jangan terlalu memaksakan diri. Usia kita sebagian besar sudah tidak lagi seperti atlet profesional. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan. Jadikan kegiatan ini sebagai ajang rekreasi yang menyenangkan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan bahagia dan pada akhirnya mampu meraih hasil terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Direktur PAM Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, optimistis kontingennya mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain. Ia menargetkan Perumda Air Minum Danum Taka dapat mempertahankan posisi empat besar pada PORDA PERPAMSI Kaltim tahun ini.

“Kami menargetkan minimal dapat mempertahankan posisi empat besar se-Kalimantan Timur, bahkan kalau memungkinkan meningkat dari capaian sebelumnya. Insya Allah seluruh peserta akan berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

Menurut Rasyid, cabang olahraga tenis meja dan bulutangkis masih menjadi andalan untuk mendulang prestasi. Selain itu, pihaknya juga berharap dapat menambah perolehan medali melalui cabang catur dan futsal.

PORDA PERPAMSI Kaltim merupakan agenda olahraga rutin yang mempertemukan insan perusahaan air minum dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarpengelola layanan air minum di daerah.

“Kami akan berupaya mempertahankan prestasi yang selama ini diraih di cabang tenis meja dan bulutangkis, serta semaksimal mungkin meningkatkan prestasi pada cabang catur dan futsal,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Rotasi Perwira Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Kepolisian

0

SANGATTA – Penyegaran kembali dilakukan di tubuh Polres Kutai Timur (Kutim). Lima jabatan strategis berganti pejabat dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto.

Pergantian tersebut meliputi posisi Kasat Polairud serta empat kapolsek, yakni Kapolsek Bengalon, Kapolsek Rantau Pulung, Kapolsek Kongbeng, dan Kapolsek Teluk Pandan.

Rotasi ini merupakan bagian dari mutasi rutin di lingkungan Polri yang bertujuan memperkuat organisasi sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.

Pada jajaran Satpolairud, AKP Sudarwanto yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud Polres Kutim mendapat penugasan baru sebagai Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Kutim.

Posisinya kini diisi IPTU Herianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rantau Pulung.

Di Polsek Bengalon, AKP Asriadi mendapat promosi sebagai Ps Kapolsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada AKP Helmi Septi Saputro yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimsus Polda Kaltim.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Rantau Pulung kini diemban IPTU Samuel Tarihoran yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kongbeng.

Posisi Kapolsek Kongbeng selanjutnya dipercayakan kepada IPDA Ardyansa yang sebelumnya bertugas di Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Pergantian juga terjadi di Polsek Teluk Pandan. IPDA Joko Feriyanto mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Bontang Barat, Polres Bontang.

Jabatan Kapolsek Teluk Pandan kini diemban IPDA Apriliando Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolsubsektor Batu Putih, Polres Berau.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menyegarkan struktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik harus segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah tugas masing-masing.

“Pejabat baru harus cepat menyesuaikan diri dan memahami kondisi wilayah tugasnya. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, wilayah hukum Kutai Timur memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, perkebunan, hingga pertambangan. Karena itu, para pejabat baru dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di wilayah masing-masing.

Rotasi ini diharapkan semakin memperkuat kinerja Polres Kutim dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Pengajuan Justice Collaborator Buka Fakta Baru Kasus MBG

0

JAKARTA – Pengembangan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, disebut telah menyerahkan informasi mengenai 41 nama yang diduga terkait permintaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penyidik Kejaksaan Agung.

Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum Sony, Krisna Murti, usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kamis (18/6/2026).

Menurut Krisna, jumlah nama yang disampaikan kepada penyidik bertambah dibandingkan data sebelumnya yang berisi 26 nama.

“Jadi totalnya sekarang bertambah jadi totalnya 41 nama,” kata Krisna kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penambahan jumlah nama berasal dari pendalaman terhadap salah satu pihak yang sebelumnya telah disebut dalam pemeriksaan. Dari pengembangan tersebut, muncul sejumlah nama lain yang disebut berkaitan dengan permintaan titik dapur SPPG.

“Jadi satu orang itu mempunyai tabel itu, ‘Pak ini punya ini ya, ini punya ini, ini ada punya bupati ini’ gitu loh,” ujarnya.

“Dari pengembangan satu orang itu dia mengatasnamakan ada 14 nama,” sambungnya.

Menurut Krisna, seluruh data tersebut telah diserahkan kepada penyidik untuk didalami lebih lanjut. Namun, Sony mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi setelah titik-titik SPPG tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang meminta.

“Apakah titik-titik itu dijual? Tadi ditanyakan oleh penyidik dan Pak Sony menjawab dia tidak tahu lagi. Setelah diberikan titik itu, dia tidak lagi tahu apakah titik-titik itu dijual atau tidak,” tuturnya.

Krisna menegaskan bahwa 26 nama yang sebelumnya beredar telah dikonfirmasi dalam pemeriksaan. Data tersebut kini berkembang menjadi total 41 nama yang disebut terkait permintaan titik SPPG.

“26 nama firm, sekarang telah bertambah jadi 41 totalnya,” katanya.

Ia menambahkan, penyidik juga mengonfirmasi data-data tersebut dengan mencocokkan informasi yang tersimpan dalam telepon genggam milik Sony.

“Jadi tadi penyidik mengonfirmasi data-data daripada permintaan titik yang kemarin nama-nama itu. Diperlihatkan dari handphone klien kami, dari HP-nya, nama-nama itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar daftar berisi 26 nama yang disebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, hingga organisasi tertentu. Nama-nama tersebut mencuat setelah Sony mengajukan permohonan justice collaborator kepada Kejaksaan Agung sebagai bagian dari upaya mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara korupsi MBG.

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih mendalami keterangan yang disampaikan Sony dan belum memberikan kesimpulan terkait keterlibatan nama-nama yang disebut dalam pemeriksaan tersebut. (Fajri)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Opsi Penataan Hak Atas Tanah Disiapkan Jika Masuk Delineasi IKN

TENGGARONG – Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian konflik lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto melalui koordinasi lintas kementerian hingga Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dimulai dari akar masalah, yakni status kawasan yang saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

Ia menjelaskan, selama kawasan tersebut masih berstatus Tahura, berbagai upaya pemanfaatan dan pengelolaan lahan akan terus menghadapi kendala, termasuk dalam pengembangan wilayah yang berkaitan dengan IKN.

“Problem utamanya sebetulnya awalnya di Kementerian Kehutanan, karena ditetapkan menjadi Tahura. Jadi IKN itu faktor ikutannya saja,” kata Rifqinizamy.

Ia menegaskan, selama status kawasan belum terselesaikan, berbagai kebijakan lanjutan akan sulit dijalankan secara optimal.

Karena itu, DPR RI siap menjadi fasilitator komunikasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, dan Otorita IKN untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Dalam skema penyelesaian yang dibahas, Rifqinizamy membuka kemungkinan adanya penyesuaian regulasi untuk melindungi masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

“Kalau itu masuk wilayah hutan, kami akan membantu memfasilitasi dengan Kementerian Kehutanan. Kalau masyarakat sudah lama tinggal, bisa dikeluarkan dari kawasan hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kawasan tersebut nantinya masuk dalam delineasi IKN, maka tersedia opsi penataan hak atas tanah bagi masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, negara memiliki instrumen hukum untuk mengatur pemanfaatan lahan melalui berbagai skema hak atas tanah tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang telah lama tinggal di kawasan tersebut.

Rifqinizamy bahkan tidak menutup kemungkinan adanya revisi Undang-Undang IKN apabila diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat terdampak.

“Kalau nanti harus kita ubah norma itu untuk memproteksi masyarakat, kami sangat terbuka untuk merevisi Undang-Undang IKN,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai dinamika urbanisasi di kawasan IKN merupakan hal yang tidak dapat dihindari seiring rencana perpindahan aparatur sipil negara dalam jumlah besar ke ibu kota baru.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

Karena itu, masyarakat lokal diminta mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan mengambil manfaat dari perkembangan kawasan.

“Yang penting warga lokal harus menyiapkan diri secara kompetitif untuk menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Ia memastikan DPR RI juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Otorita IKN untuk merumuskan langkah penataan wilayah yang lebih berkeadilan.

“Agar masuknya IKN itu jangan seperti menggusurnya masyarakat Betawi di Jakarta,” tutupnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

UMKM Dinilai Mampu Perluas Peluang Ekonomi Masyarakat

0

SANGATTA – Melimpahnya sumber daya batu bara di Kutai Timur (Kutim) dinilai belum cukup untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat. Di tengah dominasi sektor pertambangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas peluang ekonomi bagi warga.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kutim, Jimmi, usai menjadi narasumber dalam kegiatan Talk Show Saatnya UMKM Naik Kelas yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim.

Menurut Jimmi, potensi batu bara di Kutim masih sangat besar dan tersebar di sejumlah wilayah. Namun, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan bekerja di sektor pertambangan.

“Potensi tambang kita masih banyak. Tidak hanya di wilayah KPC, tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Namun tidak semua masyarakat bisa menjadi pekerja tambang, baik sebagai karyawan, operator, maupun tenaga teknis lainnya,” ujarnya kepada Media Kaltim, Kamis (18/6/2026).

Karena itu, ia menilai perlu ada penguatan sektor ekonomi lain yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, salah satunya melalui pengembangan UMKM yang didukung pemerintah daerah dan dunia usaha.

Jimmi berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim dapat berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM dalam membina pelaku usaha lokal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, hingga kemampuan pemasaran.

Menurutnya, target pengembangan UMKM tidak boleh berhenti di pasar lokal. Pelaku usaha harus mulai diarahkan untuk mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Sasarannya tentu ekspor. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM perlu terus memberikan pendampingan, mulai dari pengurusan HAKI, sertifikasi halal, legalitas usaha, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia menilai Kutim memiliki banyak produk yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Namun salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

“Kita memiliki banyak potensi. Yang perlu didorong sekarang adalah bagaimana UMKM mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun ekspor,” jelasnya.

Jimmi juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada usaha yang bersifat konsumtif dan memenuhi kebutuhan harian. Menurutnya, perlu keberanian untuk mengembangkan usaha yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.

Dengan pendampingan yang tepat, ia optimistis UMKM Kutim mampu berkembang menjadi sektor ekonomi yang kuat sekaligus menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.

“UMKM harus naik kelas. Kita ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan usaha dan tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Jika kualitas produk terus meningkat, peluang untuk masuk ke pasar ekspor sangat terbuka,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Rekaman CCTV Jadi Kunci Pengungkapan Kasus

SAMARINDA – Polsek Sungai Pinang berhasil membekuk komplotan spesialis pencurian katalis knalpot mobil yang beraksi di sejumlah kota di Kalimantan Timur. Tiga pelaku dan satu orang penadah diamankan dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (17/6/2026) malam.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pencurian katalis mobil di kawasan Perumahan Alaya pada 14 Juni 2026.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan intensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari sana kami berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini tergolong rapi dalam menjalankan aksinya. Dalam waktu tiga hingga lima menit, para pelaku mampu melepas katalis dari kendaraan sasaran.

Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari memantau situasi, mengeksekusi pencurian, hingga mengemudikan kendaraan.

Untuk mengelabui warga sekitar, para pelaku kerap berpura-pura parkir, merokok, atau buang air kecil di sekitar lokasi target. Mereka juga menggunakan mobil rental untuk berkeliling mencari sasaran.

“Para pelaku mengaku telah beraksi lebih dari 10 kali di wilayah Kota Samarinda. Tidak hanya itu, mereka juga beroperasi lintas kota mulai dari Sangatta, Bontang hingga Balikpapan,” jelas Kapolsek.

Motif utama para pelaku adalah nilai jual katalis yang cukup tinggi. Satu unit katalis hasil curian dapat dijual dengan harga sekitar Rp4 juta kepada penadah.

Dari hasil penyelidikan sementara, barang curian tersebut diduga dikirim ke Jakarta untuk dipasarkan kembali kepada pihak yang bergerak di bidang pengolahan logam.

“Informasi sementara yang kami peroleh, barang-barang tersebut dikirim ke pihak yang bergerak di bidang pengolahan logam di Jakarta dan diduga akan dilebur. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk menelusuri jalur distribusi dan penerima akhirnya,” tambahnya.

Dalam penangkapan di kawasan Kecamatan Sambutan, Samarinda, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit katalis kendaraan hasil curian, satu unit mobil yang digunakan saat beraksi, peralatan yang digunakan pelaku, pakaian yang dikenakan saat melakukan pencurian, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil kejahatan.

Saat ini ketiga pelaku yang diketahui berprofesi sebagai pekerja serabutan telah ditahan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah kehilangan komponen katalis kendaraan agar segera melapor guna membantu proses identifikasi barang bukti.

“Sejauh ini sudah ada tiga laporan polisi yang masuk dan semuanya mengarah kepada pelaku yang sama. Kami harap warga yang merasa kehilangan komponen serupa dapat segera melakukan konfirmasi kepada kami,” tutup AKP Aksarudin Adam.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Status Tersangka Belum Ditetapkan Karena Penyidikan Belum Tuntas

SAMARINDA – Aksi kekerasan yang diduga dipicu dendam lama terjadi di kawasan Gunung Malang, Jalan Wahid Hasyim, RT 09, Samarinda. Seorang pria berinisial LM diduga menembak tetangganya sendiri pada Sabtu (13/6/2026).

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan terkait pengelolaan lahan parkir di salah satu usaha kuliner di Jalan Wahid Hasyim.

“Motifnya diduga karena dendam lama. Pelaku sebelumnya mengelola parkir tersebut, namun saat ia menjalani hukuman penjara selama satu tahun, pengelolaan diambil alih oleh korban. Setelah pelaku bebas, muncul perselisihan pembagian hasil yang berujung cekcok,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam kejadian itu, pelaku diduga melepaskan satu kali tembakan menggunakan senapan angin. Proyektil peluru dilaporkan bersarang di paha kiri korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi berencana melibatkan laboratorium forensik untuk memastikan jenis dan kaliber proyektil yang digunakan karena luka yang dialami korban tergolong serius.

Saat diamankan, kondisi LM juga mengalami luka cukup parah setelah sempat dikejar dan diamuk warga yang geram atas perbuatannya.

“Pelaku mengalami luka cukup parah, di antaranya luka di kepala, dugaan patah tulang lengan kiri dan kaki kanan, serta cedera rusuk. Warga memang sudah merasa kesal karena LM sering membuat keresahan di lingkungan tersebut,” jelas Kapolsek.

Diketahui, LM merupakan residivis yang telah empat kali menjalani hukuman penjara dalam kasus pengrusakan dan penganiayaan.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, pelaku diketahui datang bersama dua orang rekannya. Meski dugaan penembakan mengarah kepada LM, polisi masih memburu kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kedua orang tersebut masih dalam pencarian. Kami ingin mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa serta peran masing-masing,” tambahnya.

Hingga kini polisi belum menetapkan status tersangka terhadap LM. Penyidik masih menunggu kondisi pelaku dan korban membaik agar dapat dimintai keterangan secara resmi.

“Kami belum bisa mengambil keterangan dari pelaku maupun korban. Setelah kondisi keduanya memungkinkan, kami akan segera melanjutkan penyidikan dan menentukan langkah hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Perbaikan Sistem Air Baku Jadi Prioritas Perumdam Kutim

0

SANGATTA – Pengalaman terganggunya layanan air bersih akibat banjir ekstrem pada 2022 menjadi pelajaran penting bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur.

Saat itu, dua unit intake atau fasilitas pengambilan air baku terdampak luapan sungai hingga harus menghentikan operasional selama 42 hingga 72 jam. Akibatnya, distribusi air bersih ke pelanggan sempat terganggu dan sebagian wilayah mengalami penghentian layanan hampir tiga hari.

Direktur Teknik Perumdam TTB Kutim, Galuh Boyo Munanto, mengatakan perusahaan kini memperkuat sistem pengambilan air baku dengan mengandalkan 24 intake yang dirancang lebih adaptif terhadap perubahan debit air dan potensi banjir.

“Model intake yang kita gunakan saat ini sudah menyesuaikan dengan kondisi sungai, terutama untuk menghadapi fluktuasi debit air saat musim hujan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Saat ini Perumdam TTB memiliki 24 unit intake yang tersebar di berbagai wilayah pelayanan. Fasilitas tersebut terdiri atas 12 unit ponton (floating), lima unit jembatan, enam unit sumuran, dan satu unit bronkaptering.

Khusus di wilayah Kudungga, model ponton atau floating menjadi pilihan utama karena dinilai paling sesuai dengan karakter Sungai Sangatta yang kerap mengalami perubahan muka air secara signifikan.

“Model ponton atau floating ini relatif aman terhadap naik turunnya muka air baku yang fluktuatif. Jadi lebih fleksibel dibandingkan tipe lainnya,” jelas Galuh.

Sementara itu, intake tipe tetap seperti sumuran dibangun berdasarkan perhitungan elevasi dan data historis ketinggian muka air agar tetap dapat berfungsi dalam berbagai kondisi.

Galuh mengungkapkan, banjir besar pada 2022 menjadi salah satu evaluasi terbesar bagi perusahaan. Saat itu dua intake terdampak langsung sehingga harus dihentikan sementara untuk menjaga keamanan instalasi.

“Waktu itu dua intake terdampak banjir ekstrem dan harus shutdown selama 42 sampai 72 jam untuk menjaga keamanan,” ungkapnya.

Selain mengganggu distribusi air bersih, banjir juga menyebabkan masuknya sampah dan endapan lumpur ke area intake yang membutuhkan penanganan tambahan. Kondisi tersebut turut berdampak pada potensi kehilangan pendapatan karena distribusi air tidak dapat berjalan normal.

Sebagai langkah mitigasi, Perumdam kini menyiapkan berbagai antisipasi, mulai dari penyampaian informasi lebih awal kepada pelanggan hingga penyediaan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila terjadi gangguan layanan.

Dengan berbagai pembenahan yang telah dilakukan, Perumdam TTB optimistis sistem intake yang dimiliki saat ini lebih siap menghadapi banjir maupun cuaca ekstrem di masa mendatang.

“Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar layanan air bersih tetap bisa berjalan meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Galuh.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

PORDA PERPAMSI Jadi Ajang Bangun Semangat dan Disiplin Pegawai

0

SANGATTA – Kontingen Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur resmi diberangkatkan menuju ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) PERPAMSI Kalimantan Timur VII Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Barat.

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di halaman Kantor Pusat Perumdam TTB Kutim, Kamis (18/6/2026).

Dalam arahannya, Ardiansyah menantang para atlet untuk melampaui prestasi yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya dan menjadikan capaian terdahulu sebagai motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik.

“Prestasi yang pernah diraih harus menjadi pemacu semangat. Kalau sebelumnya sudah baik, sekarang harus lebih baik lagi. Tunjukkan bahwa Kutai Timur mampu bersaing dan berprestasi,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, keikutsertaan dalam PORDA PERPAMSI tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kekompakan, disiplin, dan semangat kerja pegawai Perumdam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi perkembangan kinerja Perumdam TTB yang terus menunjukkan kemajuan serta berharap berbagai potensi sumber air baku di Kutim dapat terus dioptimalkan untuk memperluas layanan air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengungkapkan pihaknya mengirimkan 53 personel ke Kutai Barat yang terdiri dari 44 atlet dan ofisial, yakni 38 putra dan enam putri.

Menurutnya, kontingen Perumdam TTB menargetkan total 19 medali yang terdiri dari 10 emas, empat perak, dan lima perunggu.

“Kami menargetkan total 19 medali. Target ini disusun berdasarkan potensi masing-masing cabang olahraga serta hasil evaluasi dari keikutsertaan sebelumnya,” ujarnya.

Cabang tenis meja menjadi salah satu andalan dengan target tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Tenis lapangan ditargetkan meraih dua emas dan satu perak, sedangkan bulu tangkis diproyeksikan menyumbang satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Selain itu, futsal putra dan bola voli putra masing-masing ditargetkan meraih satu medali emas. Cabang catur dibebani target satu emas dan satu perunggu, sementara Song Festival ditargetkan menyumbang satu medali perunggu.

Ketua Kontingen Perumdam TTB, Agus Sugiharto, menegaskan target utama kontingen bukan hanya meraih medali, tetapi juga membawa Kutai Timur masuk jajaran tiga besar PORDA PERPAMSI Kaltim VII.

“Harapan kami di Kutai Barat nanti bisa masuk kategori tiga besar. Kami tidak muluk-muluk karena personel yang kami siapkan murni pegawai Perumdam TTB Kutai Timur, tanpa pemain luar,” tegasnya.

Ia menyebut cabang bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja menjadi sektor yang paling diandalkan untuk mendulang medali bagi Kutai Timur.

Dengan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir, Perumdam TTB Kutim optimistis mampu membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah pada ajang PORDA PERPAMSI Kaltim VII di Kabupaten Kutai Barat.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.