Beranda blog Halaman 32

SiLPA Besar Jadi Sorotan DPRD dalam Evaluasi Kinerja Pemkot Bontang

0

BONTANG – DPRD Kota Bontang menyampaikan sejumlah catatan penting terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bontang Tahun Anggaran 2025.

Dalam rapat paripurna masa sidang III yang digelar Rabu (13/5/2026), DPRD menyoroti persoalan serapan anggaran, pelayanan publik hingga ancaman kekurangan tenaga pendidik di Kota Bontang.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengatakan rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran dan optimal.

“Rekomendasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi Pemerintah Kota Bontang agar pelaksanaan program ke depan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama DPRD adalah besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang dinilai mencerminkan belum optimalnya pelaksanaan program di sejumlah perangkat daerah.

Karena itu, pemerintah diminta memperbaiki perencanaan serta mempercepat pelaksanaan kegiatan sejak awal tahun agar anggaran tidak menumpuk pada semester kedua.

DPRD juga meminta pembukaan anggaran kas dilakukan rutin setiap bulan guna memaksimalkan penyerapan anggaran daerah.

Selain itu, pemerintah diminta lebih transparan dalam menyajikan penjabaran program, kegiatan hingga realisasi anggaran masing-masing OPD.

Di sektor pelayanan publik, DPRD menyoroti kebutuhan anggaran operasional dan pemeliharaan untuk BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja di lapangan.

Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) juga menjadi perhatian. DPRD meminta pengawasan penggunaan anggaran dilakukan lebih ketat, mulai dari proses pendataan kerusakan hingga pertanggungjawaban dana.

Pada sektor ekonomi, DPRD menilai program Kredit Bontang Kreatif (KBK) masih belum berjalan maksimal karena minim serapan masyarakat.

Pemerintah diminta meningkatkan sosialisasi bersama Bankaltimtara serta melibatkan pelaku UMKM agar program tersebut benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Selain itu, DPMPTSP juga diminta mempercepat terwujudnya iklim investasi yang lebih ramah investor, terutama terkait proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya.

Di bidang pendidikan, DPRD mengingatkan ancaman kekurangan tenaga guru akibat banyaknya pendidik yang memasuki masa pensiun.

Karena itu, Dinas Pendidikan bersama BKPSDM diminta segera menyiapkan langkah pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik agar tidak terjadi krisis guru di Kota Bontang.

DPRD juga meminta Dinas Ketenagakerjaan memaksimalkan fungsi aplikasi Teman Naker agar tidak sekadar menjadi pusat data pengangguran, tetapi juga mampu menjadi alat kontrol penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, DPRD turut menyoroti peningkatan sarana pemadam kebakaran, penguatan layanan PDAM, pembangunan sumur bor dan WTP di Bontang Lestari, evaluasi tarif parkir di area Bontang City Mall hingga usulan pembangunan Taman Makam Pahlawan di Kota Bontang. (MK)

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Prabowo Klaim Dana Sitaan Bisa Percepat Renovasi Puskesmas Nasional

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana memanfaatkan dana hasil sitaan negara dan penyelamatan aset untuk memperbaiki ribuan puskesmas serta sekolah rusak di berbagai daerah Indonesia.

Rencana itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan senilai Rp10,2 triliun di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi fasilitas kesehatan di daerah yang dinilai masih memprihatinkan.

Ia mengaku baru menerima laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait ribuan puskesmas yang belum pernah direnovasi selama puluhan tahun.

“Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menteri Kesehatan, ‘Pak, kita punya 10 ribu puskesmas. Sejak zamannya Pak Harto 30 tahun, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki’, 10 ribu,” kata Prabowo.

Presiden kemudian membeberkan estimasi kebutuhan anggaran renovasi fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut perhitungan pemerintah, satu puskesmas diperkirakan membutuhkan biaya renovasi sekitar Rp2 miliar.

“Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun,” ujarnya.

Prabowo menilai dana hasil sitaan negara dan pengembalian aset dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik.

Ia bahkan menyebut dana yang berhasil dikembalikan negara saat ini sudah cukup besar untuk membiayai ribuan proyek renovasi.

“Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas, Rp10 triliun. Kalau bulan depan benar yang masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun. Berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki,” lanjutnya.

Selain sektor kesehatan, Presiden juga menargetkan percepatan renovasi sekolah rusak di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, pemerintah sudah mulai menjalankan program perbaikan sekolah secara bertahap melalui APBN.

“Sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki. Di APBN tahun lalu kita sudah perbaiki 17 ribu sekolah, tahun ini sedang kita perbaiki 70 ribu sekolah, tahun depan kita akan perbaiki 100 ribu, tahun depannya lagi 100 ribu, dan tahun depannya lagi kita selesaikan. Nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki,” tutur Prabowo.

Ia menegaskan dana hasil penyelamatan aset negara seharusnya kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Tekanan Ekonomi Mulai Dirasakan ASN Kutim Akibat Penurunan TPP

0

SANGATTA – Penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai berdampak langsung terhadap kehidupan para aparatur sipil negara (ASN).

Di tengah tekanan ekonomi dan cicilan yang terus berjalan, banyak ASN kini terpaksa mencari penghasilan tambahan demi menjaga kebutuhan rumah tangga tetap aman.

Fenomena ASN “nyambi” pekerjaan sampingan mulai ramai diperbincangkan di kalangan pegawai Pemkab Kutim. Ada yang menjadi pengemudi ojek online sepulang kerja, berjualan makanan rumahan, hingga membuka usaha kecil-kecilan melalui media sosial.

“Kalau hanya mengandalkan gaji pokok sekarang cukup berat. Cicilan rumah, kendaraan, sekolah anak tetap jalan. Mau tidak mau harus cari tambahan,” ujar seorang ASN di Sangatta yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, saat kondisi TPP masih stabil, banyak pegawai merasa aman mengambil kredit rumah maupun kendaraan karena kemampuan keuangan dinilai masih mencukupi.

Namun setelah TPP mengalami penurunan, kondisi finansial sebagian ASN mulai terguncang.

“Dulu hitungannya masih cukup. Sekarang harus benar-benar dihemat. Ada teman yang malam narik ojol, ada juga yang jual nasi kuning dan kue,” katanya.

Sejumlah ASN kini mulai memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk mencari tambahan pemasukan.

Ada yang menerima pesanan katering kecil-kecilan, menjual makanan dan minuman secara online, hingga membuka jasa titip untuk menutupi kebutuhan bulanan.

Seorang ASN perempuan mengaku kini hampir setiap malam masih harus memasak untuk memenuhi pesanan makanan dari tetangga maupun rekan kerja.

“Kadang habis pulang kantor lanjut masak sampai malam. Yang penting kebutuhan rumah aman dulu,” ucapnya.

Kondisi tersebut disebut menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian kondisi fiskal daerah.

Sebagian ASN berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian terkait kondisi TPP agar pegawai bisa kembali menyusun perencanaan keuangan dengan lebih tenang.

Di tengah keterbatasan, para ASN kini dituntut lebih kreatif demi menjaga dapur tetap mengepul dan cicilan tetap terbayar. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

TAGUPP Kaltim Pastikan Program Strategis Tetap Berjalan Normal

0

SAMARINDA – Isu pengunduran diri sejumlah anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim yang belakangan ramai dibicarakan mendapat tanggapan langsung dari Bidang Informasi dan Komunikasi Publik TAGUPP Kaltim, Decky Samuel.

Ia menilai narasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan justru memunculkan kesan seolah-olah organisasi tersebut sedang mengalami perpecahan internal.

Menurut Decky, substansi informasi sebenarnya tidak bermasalah, namun pemilihan judul pemberitaan dinilai terlalu kuat sehingga menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Kalau isi informasinya sebenarnya tidak ada masalah. Tapi judulnya yang kemudian menimbulkan kesan seakan-akan organisasi ini ditinggalkan satu per satu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Decky menjelaskan beberapa anggota yang memilih mundur memiliki alasan pribadi dan tanggung jawab pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Karena itu, pengunduran diri tersebut disebut bukan bentuk meninggalkan organisasi ataupun tidak lagi mendukung tugas-tugas TAGUPP Kaltim.

“Mereka tetap profesional. Ada pekerjaan lain yang memang harus diprioritaskan sehingga memilih mengundurkan diri,” jelasnya.

Ia juga memahami bahwa dalam dunia media, judul berita sering dibuat lebih menarik perhatian pembaca.

“Biasanya editor memang membuat judul yang menarik perhatian pembaca, sehingga kadang nuansanya terasa lebih kuat,” katanya.

Meski diterpa isu pengunduran diri sejumlah anggota, Decky memastikan kondisi internal TAGUPP Kaltim tetap berjalan normal dan seluruh fungsi organisasi masih aktif sebagaimana mestinya.

“Sampai hari ini personil TAGUPP tetap kompak dan semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk membantu pimpinan daerah dalam implementasi program unggulan dan strategis agar dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kaltim,” tegasnya.

Ia berharap komunikasi publik terkait TAGUPP Kaltim ke depan dapat disampaikan lebih proporsional agar tidak memunculkan kesalahpahaman maupun persepsi negatif di ruang publik. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Anak SD dan SMP di Kubar Diajak Belajar Olah Pangan Lokal Bergizi

0

SENDAWAR – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat melalui Pokja III kembali menggelar kegiatan edukatif bagi pelajar lewat Cooking Class Anak Sekolah Tahun 2026 di Gedung TP-PKK Kutai Barat, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan bertema “Pelangi di Piringku – Anak Sehat, Kreatif dan Mandiri” itu dibuka langsung Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan dihadiri Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin beserta jajaran.

Selain itu, kegiatan juga diikuti Ketua TP-PKK kecamatan se-Kutai Barat, kepala sekolah SD dan SMP, guru pendamping hingga para siswa-siswi.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung gerakan konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, gerakan tersebut membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat demi menciptakan generasi Kutai Barat yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menilai kegiatan cooking class bukan sekadar mengenalkan keterampilan memasak kepada anak-anak, tetapi juga menjadi langkah penting membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

“Melalui kegiatan ini anak-anak diajak mengenal pentingnya makanan sehat dan bergizi sejak dini. Tidak hanya belajar memasak, tetapi juga memahami bagaimana mengolah pangan lokal menjadi menu yang lezat, menarik, dan memiliki kandungan gizi yang seimbang,” ujarnya.

Frederick mengatakan kegiatan yang menyasar pelajar tingkat SD dan SMP tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Selain mengasah kreativitas, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting. Anak-anak diharapkan semakin menyukai konsumsi sayur, ikan, dan berbagai pangan sehat lainnya yang dapat diolah menjadi menu bergizi dan menarik,” terangnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun keterampilan praktis dan kemandirian anak, khususnya terkait pengetahuan gizi dan pengolahan bahan pangan sehat.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung program-program PKK yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Ia berharap kegiatan seperti cooking class dapat terus dikembangkan menjadi lebih inovatif dan menjangkau lebih banyak peserta di Kutai Barat.

Di akhir sambutannya, Frederick mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat serta menjadikannya sebagai sarana menambah ilmu dan mempererat silaturahmi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Evaluasi Pembangunan Daerah Disebut Penting untuk Pastikan Target Tercapai

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai memperketat evaluasi pelaksanaan program pembangunan daerah melalui penyampaian laporan evaluasi Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Triwulan I Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbangda) Kutai Barat itu dibuka langsung Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, di Ruang Rapat Kantor Bappedalitbang, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakannya, Nanang menegaskan evaluasi triwulan bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

“Evaluasi ini menjadi momentum untuk memantau kemajuan, mengatasi hambatan, dan memastikan pencapaian target kinerja pembangunan daerah, sebagaimana komitmen kita mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ujar Nanang.

Menurutnya, hasil evaluasi triwulan harus menjadi bahan penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan pada triwulan berikutnya, sekaligus menjadi referensi dalam penyusunan RKPD dan Renja tahun mendatang.

Dalam arahannya, Nanang juga menekankan sejumlah poin penting kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemkab Kutai Barat.

Salah satunya, OPD diminta lebih fokus membandingkan target kinerja yang telah direncanakan dengan capaian riil di lapangan sesuai dokumen Renja masing-masing perangkat daerah.

Selain itu, seluruh OPD dan camat juga diminta lebih proaktif menyajikan data yang akurat dan tepat waktu guna mendukung arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kedua, seluruh OPD dan camat diimbau lebih proaktif dalam menyajikan data yang akurat dan tepat waktu guna mendukung penentuan arah kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Nanang juga mengingatkan pentingnya inovasi dan efisiensi anggaran di tengah berbagai tantangan teknis yang dihadapi perangkat daerah.

Karena itu, seluruh OPD diminta aktif mencari solusi terhadap kendala di lapangan agar target pembangunan tahunan tetap tercapai sesuai jadwal.

Menurutnya, evaluasi RKPD harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja pemerintah daerah secara menyeluruh.

Di akhir sambutannya, Nanang menyampaikan apresiasi kepada Bappedalitbangda Kutai Barat selaku penyelenggara kegiatan serta seluruh peserta yang terlibat dalam proses evaluasi tersebut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Tim Inspektorat Kubar Beri Arahan Penyempurnaan Renstra dan SAKIP

0

SENDAWAR – Pemerintah Kecamatan Damai mulai mematangkan penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Pendampingan penyusunan Renstra dan SAKIP tersebut digelar di Kantor Kecamatan Damai pada Selasa (12/5/2026) dengan melibatkan Tim Inspektorat Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan dihadiri langsung Camat Damai, Iman Setiadi, bersama Tim Inspektorat Kutai Barat yang dipimpin Irban II Suhartono serta seluruh pejabat eselon di lingkungan Kecamatan Damai.

Pendampingan dilakukan sebagai langkah pemerintah kecamatan untuk memastikan dokumen perencanaan dan akuntabilitas kinerja yang disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya, Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada Inspektorat Kutai Barat atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada tim penyusun Renstra dan SAKIP Kecamatan Damai.

Menurutnya, pendampingan tersebut penting agar dokumen perencanaan yang disusun lebih terarah, terukur dan selaras dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Kutai Barat.

“Pada kegiatan tersebut, Tim Inspektorat Kabupaten Kutai Barat memberikan berbagai masukan dan arahan teknis terkait penyempurnaan dokumen Renstra Tahun 2025–2029, khususnya mengenai penyusunan indikator kinerja yang SMART, penyelarasan program dan indikator dengan RPJMD, serta sistematika penyusunan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Camat Iman.

Selain pendampingan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi jajaran Kecamatan Damai untuk menyampaikan berbagai kendala dalam penyusunan dokumen perencanaan.

Beberapa persoalan yang dibahas di antaranya keterbatasan data dukung, penyesuaian nomenklatur program hingga penyelarasan indikator kinerja dengan dokumen perencanaan daerah.

Iman berharap melalui kegiatan tersebut kualitas tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kecamatan Damai dapat terus meningkat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, dan akuntabilitas kinerja di lingkungan Kecamatan Damai dapat terus meningkat demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, efektif, dan profesional kepada masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

ILKOMERS GO TO SCHOOL Angkat Isu Verifikasi Informasi di Era AI

0

SAMARINDA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman menggelar kegiatan ILKOMERS GO TO SCHOOL (IGTS) 2026 di SMK Negeri 9 Samarinda, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengoptimalkan AI dalam Pembelajaran: Menjaga Keseimbangan antara Teknologi, Verifikasi Informasi, dan Kemandirian Berpikir”.

Program ini menjadi bagian dari tugas akhir mata kuliah Strategi dan Perencanaan Komunikasi sekaligus upaya memperkuat literasi digital siswa di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan diawali dengan sambutan dosen pengampu mata kuliah, Ainun Nimatu Rohmah, S.Ikom., M.A., kemudian dilanjutkan pembukaan acara oleh Kepala SMK Negeri 9 Samarinda, Mira Sartika, M.Pd.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga memperkenalkan profil Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman melalui pemutaran video sebelum memasuki sesi sosialisasi utama.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bagaimana memanfaatkan AI secara bijaksana, kritis dan bertanggung jawab tanpa menghilangkan kemampuan berpikir mandiri.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait pentingnya verifikasi informasi di tengah maraknya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti diskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri selama sosialisasi berlangsung.

Kepala SMK Negeri 9 Samarinda, Mira Sartika, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai materi mengenai AI sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.

“Pada kesempatan ini, alhamdulillah, anak-anak ini kan memiliki sudut pandang yang berbeda, apalagi materi yang dibawakan memang sangat dibutuhkan anak-anak terkait pemanfaatan AI, walaupun hitungan jam tetapi materi ini sangat bermanfaat buat anak-anak. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami, mudah-mudahan ke depannya ini tetap berlanjut menjadi agenda rutin,” ujar Mira Sartika.

Melalui kegiatan ILKOMERS GO TO SCHOOL 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unmul berharap para pelajar dapat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital dengan tetap mengedepankan etika, kemampuan berpikir kritis, dan literasi informasi. (MK)

Editor: Agus S

Ardiansyah Sebut 2026 Jadi Tahun Paling Berat bagi Keuangan Kutim

0

SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, akhirnya buka suara soal kebijakan penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan PPPK yang belakangan menuai keluhan di lingkungan Pemkab Kutim.

Di hadapan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kutim 2026, Ardiansyah mengaku pemerintah daerah sedang menghadapi tekanan fiskal paling berat dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini kondisi paling sulit yang kita hadapi. Bukan keinginan kita untuk menyengsarakan pegawai, tetapi ada aturan dan kondisi fiskal yang harus dipatuhi,” ujarnya saat penutupan Latsar CPNS di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Rabu (13/5/2026).

Ardiansyah mengungkapkan APBD Kutim mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir. Jika pada 2024 masih berada di kisaran Rp11 triliun, maka pada 2025 turun menjadi sekitar Rp9 triliun dan kini tersisa sekitar Rp5 triliun.

Menurutnya, kondisi itu diperparah dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah.

“Tahun 2026 ini gelombangnya luar biasa. APBD kita anjlok menjadi lima sekian triliun, sementara ada rumus yang harus dipatuhi, salah satunya belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen,” katanya.

Di tengah tekanan anggaran tersebut, Pemkab Kutim juga dihadapkan pada nasib lebih dari 7 ribu tenaga kerja kontrak daerah (TK2D).

Ardiansyah mengaku memilih mempertahankan ribuan tenaga honorer dengan mengangkat mereka menjadi PPPK meski konsekuensinya pemerintah harus melakukan penyesuaian TPP ASN.

“Kalau karyawan perusahaan di-PHK, mereka bisa lapor ke bupati. Tapi kalau bupati yang mem-PHK karyawannya sendiri, mereka mau lapor ke mana? Karena itu saya memilih menyelamatkan 7.000 tenaga kerja kita dengan mengangkat semuanya menjadi PPPK,” tegasnya.

Keputusan tersebut ternyata memicu gelombang protes dari sebagian pegawai. Ardiansyah bahkan mengaku menerima banyak kritik keras terkait penurunan TPP.

“HP saya penuh dengan sumpah serapah. Mereka bilang saya bohong soal TPP tidak turun. Saya juga sedih karena banyak pegawai sudah punya cicilan rumah dan kendaraan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia meminta ASN dan PPPK memahami kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan berat dan tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki kemampuan fiskal lebih baik.

Menurutnya, penyesuaian TPP menjadi langkah darurat agar pemerintah tetap mampu memenuhi kewajiban belanja pegawai tanpa harus mengorbankan ribuan tenaga kontrak yang selama ini bergantung pada pekerjaan di lingkungan pemerintahan.

Ardiansyah juga mengingatkan bahwa pengabdian aparatur negara tidak semata diukur dari tambahan penghasilan, tetapi dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

“Pengabdian aparatur negara tidak semata diukur dari besaran penghasilan tambahan, tetapi dari kesetiaan menjalankan amanah pelayanan publik. Kita harus tetap kuat menghadapi situasi ini,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Prabowo Soroti Kecilnya Tunjangan Rumah Hakim Meski Mobilitas Tinggi

0

JAKARTA – Setelah menaikkan gaji hakim hingga 280 persen, Presiden Prabowo Subianto kini menyiapkan program rumah jabatan bagi para hakim di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan sekaligus menjaga independensi aparat peradilan dalam menjalankan tugasnya.

Rencana itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Dalam arahannya, Prabowo mengaku telah meminta Menteri Perumahan Rakyat untuk menyiapkan hunian khusus bagi para hakim yang bertugas di berbagai daerah.

“Saya juga sudah instruksikan Menteri Perumahan Rakyat untuk membuat rumah jabatan untuk semua hakim,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, hakim membutuhkan dukungan fasilitas yang layak agar dapat bekerja secara independen tanpa tekanan maupun pengaruh pihak tertentu.

Ia juga menyoroti kecilnya tunjangan tempat tinggal yang diterima hakim saat ini dibanding tingginya mobilitas penugasan mereka.

“Karena ternyata walaupun penghasilannya sudah naik signifikan, uang saku untuk rumah satu bulan untuk gaji… eh untuk rumah kalau tidak salah Rp1,5 juta. Padahal hakim itu juga penugasan. Kadang-kadang harus di kabupaten ini, kadang-kadang harus pindah ke provinsi ini,” katanya.

Prabowo menyebut jumlah hakim di Indonesia saat ini sekitar 8.900 orang dan pemerintah dinilai mampu menyediakan rumah dinas yang layak untuk seluruhnya.

“Hakim itu kurang lebih hanya ada sekitar 8.900 orang. Jadi saya kira mampu kita untuk memberi rumah jabatan yang layak,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Juni 2025 lalu, Prabowo juga mengumumkan kenaikan gaji hakim hingga 280 persen setelah para hakim disebut tidak mengalami kenaikan penghasilan selama hampir 20 tahun.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia ke-8. Hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikan, demi kesejahteraan para hakim, dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan di mana kenaikan yang tertinggi mencapai 280 persen,” kata Prabowo saat pidato di Mahkamah Agung pada 2025 lalu.

Pemerintah menyebut kenaikan tertinggi diberikan kepada hakim golongan junior, namun peningkatan kesejahteraan tetap berlaku bagi seluruh hakim di Indonesia. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S