Beranda blog Halaman 773

Renovasi Gedung Utama DPRD Rampung, Mulai Bisa Digunakan Desember

SAMARINDA – Gedung utama DPRD Kaltim telah rampung dikerjakan. Agenda dewan seperti rapat paripurna, kini telah bisa dilaksanakan di gedung yang telah direnovasi sejak tahun 2021 itu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, usai memimpin rapat paripurna, Rabu (23/11/2022). Ia menyebutkan paripurna ke-51 DPRD Kaltim yang berlangsung di Gedung D DPRD Kaltim, adalah paripurna terakhir yang digelar di gedung tersebut. Musababnya, gedung utama DPRD telah rampung dikerjakan dan siap digunakan.

“Paripurna ke-51 ini yang terakhir dilaksanakan di Gedung D, lantai 6. Paripurna selanjutnya kita laksanakan di Gedung B. Sudah, renovasi sudah selesai. Artinya sudah bisa kita gunakan untuk kegiatan kedewanan,” jelas Politisi Golkar tersebut.

Sementara Sekretaris DPRD Kaltim
HM Ramadhan menyatakan, sejumlah pengerjaan renovasi Gedung B telah rampung dikerjakan.
Beberapa renovasi yang dilakukan diantaranya pembaharuan interior, perombakan plafon, dan perbaikan atap.
“Ada perombakan plafon, perbaikan atap yang bocor dan itu sudah dikerjakan mulai tahun 2021, juga pemantapan interior, sound sistem dan beberapa lagi,” terangnya.(eky/adv/dprdkaltim)

DPRD Sebut Perlu Penerapan Bahasa Paser di Sekolah

0

PASER – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser, Ikhwan Antasari menyarankan, agar semua sekolah di Paser menerapkan mata pelajaran muatan lokal (Mulok) Bahasa Paser.

Ini bertujuan, agar Bahasa Paser tidak hilang dalam kehidupan sehari-hari, seiring kemajuan teknologi serta hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sehingga diharapkan dapat dimasukkan dalam kurikulum, mengingat sudah ada sekolah yang menerapkannya.
Muatan lokal Bahasa Paser bisa dimulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), lantaran dari 222 SD yang ada sebanyak 70% diantaranya telah mengajarkan bahasa daerah. Ini juga selaras dengan perlindungan dan pelestarian budaya.

“Bahasa Paser ini dimasukkan dalam kurikulum. Ini pernah dibahas saat menggodok Perda (Perlindungan dan Pelestarian Kebudayaan Adat Paser),” ucap Ikhwan.

Untuk diketehui, sub suku Paser diantaranya Paser Pematang, Paser Pembesi, Paser Telake, Paser Adang, Paser Migi, Paser Pemuken, Paser Bukit. Sehingga dalam keseharian seperti menyebut benda atau hal lainnya berbeda-beda penyebutan atau dialeknya.

“Kita punya sekian dialek. Kami menginginkan agar di Paser bahasa ibu tidak hilang,” sebut Politisi Golkar itu.
Ikhwan memperkirakan, tak lama lagi banyak warga yang pindah ke IKN Nusantara. Sehingga sejak dini harus diantisipasi agar adat budaya, permainan tradisional dan bahasa Paser tidak lenyap. Salah satunya lewat pengenalan bahasa daerah di sekolah.

“Anak-anak harus dikenalkan dan diajarkan, sehingga mereka mengetahui apa itu budaya dan Bahasa Paser,” tutur Ikhwan.
Disdikbud Paser sebelumnya telah melakukan pelatihan untuk guru revitalisasi bahasa daerah, khususnya tenaga pendidik tingkat SD dan SMP. Mereka nantinya akan mengajarkan bahasa daerah di sekolah. Selain itu rutin menggelar lomba, antara lain sempuri atau cerita rakyat, puisi dan pidato Berbahasa Paser.

Kepala Disdikbud Paser Yunus Syam mengatakan, kedepan semua sekolah diwajibkan mengajarkan Mulok Bahasa Paser. Pasalnya, ada kekhawatiran mengenai bahasa ibu yang semakin berkurangnya penutur bahasa daerah.

“Makanya kita harus kenalkan ke anak-anak muda, khususnya siswa mengenai bahasa daerah,” jelas Yunus.

Menurutnya, jumlah penutur Bahasa Paser saat ini hanya 200 orang. Kondisi ini disebabkan berbagai soal seperti pernikahan silang, yang membuat Bahasa Paser tak lagi digunakan dalam pembicaraan keseharian di rumah. Ia tak menampik saat ini terjadi degradasi bahasa daerah.

Penerapan mata pelajaran Mulok Bahasa Paser di sekolah bersifat parsial, belum menyeluruh. Mengingat tak semua memahami dan mengalami kesulitan dalam mengajarnya.

Disdikbud telah mengeluarkan edaran penggunaan Bahasa Paser saat upacara bendera selain Bahasa Indonesia. Desember mendatang bakal dilakukan perubahan nomenklatur di Disdikbud. Dimana terdapat bidang khusus yang menangani kurikulum Mulok.

“Apakah dimulai dari kebudayaan dulu. Karena bicara tentang kebudayaannya siapapun guru dan bersuku apapun InsyaAllah bisa mengajarkan tentang budaya Paser ini. Tapi kalau dalam urusan kebahasaanya mau tidak mau kita harus melakukan pelatihan khusus,” tandasnya. (bs)

Bandara SAMS Sepinggan Terima Penghargaan Bandara Sehat 2022

BALIKPAPAN –  Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan berhasil meraih penghargaan sebagai Bandara Sehat 2022 pada ajang Penganugerahan Tanda Penghargaan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rabu (23/11/2022) di Hotel Discovery Ancol, Jakarta.
Lima bandara lain yang masuk dalam kelolaan PT Angkasa Pura I menerima penghargaan tersebut yakni Bandara Jendral Ahmad Yani–Semarang, Bandara I Gusti Ngurah Rai–Bali, Bandara Juanda–Surabaya, Bandara Adi Soemarmo–Surakarta dan Bandara Internasional Lombok.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, aspek dan indikator yang dinilai 6 bandara kelolaan Angkasa Pura I berhasil meraih penghargaan Bandar Udara Sehat adalah dalam hal penyelenggaraan kesehatan lingkungan, penataan sarana dan fasilitas, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, peningkatan keamanan dan ketertiban serta aspek kelembagaan. Dalam proses penilaian, keenam bandara telah melakukan penyampaian laporan self assesment dan video yang kemudian dilakukan penilalian serta verifikasi lapangan oleh tim penilai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan profesional.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas prestasi dan komitmen PT Angkasa Pura I dalam penyelenggaraan Bandar Udara Sehat di seluruh area bandara kelolaan,” ujarnya, Kamis (24/11/2022).
Penilaian Bandar Udara Sehat ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap 2 tahun dan diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat.

“Hal ini menjadi bukti dan motivasi bagi kami untuk terus menjamin terciptanya budaya dan lingkungan yang sehat secara konsisten di 15 bandara kelolaan Angkasa Pura I. Kami selalu memastikan penyelenggaraan kesehatan di lingkungan bandara terlaksana dengan baik dalam hal penyediaan air, pengelolaan limbah cair dan B3, kualitas udara, penghijauan, penyediaan kendaraan angkutan di bandara, pengelolaan sampah, pengawasan makanan, serta pengendalian vektor dan binatang penular penyakit di bandara,” jelas Faik Fahmi.

Dalam hal penataan sarana dan fasilitas di bandara, pihaknya selalu memastikan sarana dan bangunan di bandara tidak menimbulkan faktor risiko kesehatan masyarakat, tersedianya parkir kendaraan, tersedianya fasilitas promosi program kesehatan, tersedianya sarana toilet, peturasan, cuci tangan, dan saluran drainase serta fasilitas lainnya yang dapat menciptakan lingkungan bandara yang sehat, aman dan nyaman.

Dalam kesempatan yang sama General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Rika Danakusuma menyampaikan, penghargaan Bandara Sehat yang diperoleh adalah bentuk apresasi dari komitmen dalam menjaga lingkungan dan fasilitas publik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat sehingga kami dapat mempertahankan penghargaan ini,” ujar Rika.

Penghargaan Bandar Udara Sehat 2022 diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono kepada masing-masing General Manager keenam Bandara Angkasa Pura I yang menerima penghargaan Bandar Udara Sehat 2022.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kesehatan atas penghargaan yang diberikan serta para petugas dan stakeholder Bandara yang telah membantu kami sehingga berhasil mendapatkan penghargaan ini. Kami akan terus berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kebersihan serta kesehatan di lingkungan bandara,” tutup Rika. (rls/bom)

PT STN Berikan Beasiswa Berprestasi Bagi 49 Siswa dan 3 Guru

0

PENAJAM – PT Sukses Tani Nusasubur (STN) melalui program Astra Cerdas menyalurkan program beasiswa berprestasi di Penajam Paser Utara (PPU). Beasiswa diberikan bagi 49 siswa mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk program Public Contribution, dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Labangka, Kecamatan Babulu Kabupaten PPU, Kamis (24/11/2022). Selain untuk siswa, penghargaan juga diberikan pada 3 guru berdedikasi yang ada di sekolah Ring-1 wilayah kerja PT STN, yakni di Kecamatan Babulu.
Penghargaan diberikan pada Jumakiyah, S. Pd. SD. (SDN 023 Babulu, Sri Setyaningsih (SMPN 11 Penajam Paser Utara) dan Maryanto, S. Kom. (SMK Muhammadiyah 1 PPU).

Kepala Tata Usaha PT STN Juli Haposan Lubis mengatakan, dengan adanya beasiswa dan penghargaan guru, diharapkan bisa memacu semangat belajar dari para siswa dan pendidik. Agar mereka lebih berprestasi sehingga bisa bersaing saling berkompetisi secara positif.

“Selain Astra Cerdas, kami juga ada beberapa program lain seperti Astra Sehat, Astra Hijau dan Astra Kreatif. Ini rutin kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk CSR dari STN,” kata Juli.

Selain penghargaaan, pihaknya juga memberikan pembinaan bagi guru secara berkelanjutan. Dalam bentuk pelatihan agar bisa meningkatkan potensi guru tersebut, seperti memberikan sesuatu untuk memacu kompetisi tenaga pendidik.

“Kami juga memberikan pelatihan kepada guru-guru. Saat ini lewat zoom akibat pandemi Covid-19, tapi ke depan kami berharap bisa melakukan tatap muka secara langsung. Semoga program ini bisa bermanfaat bagi pelajar maupun pengajarnya,” lanjutnya.

Kegiatan dihadiri KTU PT STN, Babinsa, Babinkantibmas, perangkat Desa Labangka, perwakilan Kecamatan Babulu. kepala sekolah se-Kecamatan Babulu serta guru dan siswa/siswi berprestasi se-Kecamatan Babulu.
Babinsa wilayah Desa Labangka Slamet mengatakan, program ini sangat membantu generasi bangsa. Untuk lebih meningkatkan prestasinya dan bersaing secara sehat.

Pihaknya juga mendorong program semacam ini terus berkelanjutan baik oleh PT STN maupun pelaku usaha lain di wilayahnya.
“Terima kasih kepada STN. Program ini sangat membantu generasi anak bangsa untuk lebih berprestasi. Semoga program ini terus berlanjut,” kata Slamet.

Hal senada disampaikan Wita Nursari, perwakilan SMP Muhammadiyah 2 PPU yang mengungkapkan sangat mendukung program ini, sekaligus berharap bisa terus berkelanjutan. Sehingga memberikan motivasi kepada masing-masing sekolah khususnya anak-anak didik.

“Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada PT STN. Atas segala kepeduliannya terhadap dunia pendidikan warga di sekitar,” tutupnya. (adv/sbk)

Pemkab Evaluasi Pengelolaan Sektor Keolahragaan, Usai Kecelakaan Bus Kontingan PPU

PENAJAM – Peristiwa kecelakaan bus atlet kontingan Penajam Paser Utara (PPU) menjadi titik balik Pemkab PPU untuk melakukan evaluasi dalam pengelolaan sektor keolahragaan daerah. Pemkab PPU akan melakukan pembenahan menyeluruh dalam hal kebijakan dan dukungan terhadap lembaga yang mengurusinya.

Meninggalnya Odi Sanjaya Putra,
salah satu korban kecelakaan bus kontingen PPU saat akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022 di Berau,
tentu menjadi duka mendalam untuk semua pihak. Walau begitu, harus ada evaluasi yang dilakukan agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari.

Plt Bupati PPU, Hamdam Pongrewa mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia juga sempat menjenguk langsung para korban yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Jusuf SK di Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (23/11/2022). Pada Kamis (24/11/2022), Hamdam ikut mengantarkan kepulangan hingga penguburan Odi.

“Semoga kita semua tetap tabah, khususnya untuk keluarga yang ditinggalkan. Kita berharap semua dapat memahami dan menerima, sabar dalam menerima takdir ini,” ungkapnya.
Belajar dari kejadian ini, Hamdam akan menelisik beberapa hal dalam persiapan atlet saat akan mengikuti sebuah ajang. Menurutnya sampai saat ini, ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

“Seharusnya, keberangkatan mereka (atlet) bisa dipersiapkan dengan baik. Nanti tentu akan kita evaluasi, kenapa bisa terjadi persoalan ini,” ujarnya.

Seperti halnya dalam persiapan keberangkatan atlet PPU saat perhelatan Porprov ke-VII ini. Ia ingin mengetahui pertimbangan apa yang membuat keputusan keberangkatan atlet menuju Berau, memilih menggunakan jalur darat ketimbang jalur udara.

“Termasuk pemilihan melalui jalur darat, dengan kendaraan yang seperti itu. Itu juga menjadi bagian yang akan dievaluasi,” tegas Hamdam.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi mengungkapkan, sejatinya Pemkab PPU sudah harus lebih perhatian dengan sektor olahraga. Pasalnya, ada banyak hal yang seharusnya perlu dibenahi, dari mulai soal pembinaan atlet.

“Kami sebenarnya juga tidak diam soal itu. Sebenarnya sudah berkali-kali kita selalu mengingatkan hal ini,” ucapnya.

Seperti halnya saat ini terkait urusan keolahragaan banyak dikerjakan oleh Pemkab PPU melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIsdikpora) PPU. Tentu hal ini mebuat peran lembaga olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU tidak dapat berbuat banyak.

“Kalau program pembinaan ada di Disdikpora, tapi urusan profesional harusnya tetap ada di KONI. Kan akhirnya sulit kalau KONI mau buat kegiatan, harus mengajukan dulu ke pemerintah,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, lanjut Wakidi, yang terpenting sekarang perlu ada pembenahan di setiap sisi. Baik itu dari sisi pemerintahan daerah, termasuk KONI PPU.

“Ya yang terpenting harus dibenahi semuanya lah, kita tidak hanya asal menuntut. Kami tentu juga siap untuk memberikan dukungannya.

Dalam hal ini, KONI PPU diminta melakukan evaluasi, semisal stuktur organisasi lebih ramping dan efisian serta membuat program yang jelas. Kemudian Pemkab PPU juga diminta memerikan dukungan lewat kebijakan yang tidak setengah hati.

Seperti kebijakan dalam memberikan porsi anggaran yang mampu untuk mengakomodasi semua kegiatan pembinaan olahraga. “KONI dan pemerintah perlu memperbaiki kinerjanya. Harus mulai sama-sama care. Kalau tidak dimulai, ya sayang potensi atletnya,” pungkas Wakidi. (sbk)

Baru Keluar Penjara Dua Tahun Lalu, Pria 46 Tahun Curi 8 Motor

SAMARINDA – Dinginnya jeruji besi ternyata tak membuat jera pria bernama Selamat Jailani alias Amat (46) warga Samarinda ini. Pasalnya, baru saja keluar dari penjara dua tahun lalu, ia malah kembali melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Tak main-main, pria berusia 46 tahun itu sedikitnya berhasil menggasak 8 unit motor di sejumlah lokasi di Samarinda. “Pelaku ini merupakan residivis. Bahkan baru bebas dua tahun lalu,” ucap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara saat dikonfirmasi awak media, Rabu (23/11/2022) sore.
Saat beraksi, Amat bermoduskan dengan mengintai targetnya dengan membawa sepeda motor miliknya dan memarkirkan kendaraannya tak jauh dari sasarannya.
Usai melihat keadaan sekitar aman, ia pun lantas merusak lubang kunci motor korbannya dengan menggunakan kunci T yang dibawanya. Setelah berhasil membobol lubang kunci, Amat langsung membawa lari hasil curiannya.
“Dari pengakuannya, dia sudah beraksi sejak delapan bulan terakhir. Kalau berhasil dapat langsung dia jual melalui sosial media dengan harga Rp 2 sampai Rp 2,7 juta,” ungkapnya.
Kompol Made mengatakan bahwa awal mula kasus curanmor itu terungkap berawal dari adanya laporan salah satu korban yang mengaku jika motor Yamaha Zupiter bernopol KT 5967 UR yang terparkir di teras rumahnya raib dicuri.

“Sadar pas korban mau pakai motor, sudah tidak ada dan langsung melapor ke Polsek Sungai Kunjang,” paparnya.
Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Rony Wibowo langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Selama kurun waktu satu bulan lamanya mencari, petugas pun akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku dan akhirnya Amat dibekuk polisi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang pada Senin (21/11) lalu.
“Kami amankan pelaku di depan sebuah hotel daerah Kelurahan Gunung Panjang,” pungkasnya. (Vic)

Peduli Korban Gempa Cianjur, Aliansi Mahasiswa PPU Gelar Aksi Galang Dana

0

PPU – Gabung di Aliansi Mahasiswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menggelar aksi galang dana. Aksi tersebut bertujuan untuk mengumpulkan dana bantuan untuk korban gempa di Cianjur.

Koordinator lapangan, Fadlillah Marpuah menyampaikan kalau aksi itu adalah bentuk kepedulian. Dia juga menyampaikan, aksi tersebut merupakan gabungan dari organisasi mahasiswa di PPU.

“Tentu ini adalah bentuk peduli kami, organisasi kemahasiswaan di PPU bersama-sama, bersatu untuk galang dana,” ujar Dilah, sapaanya, Kamis, (24/11/2022).

Aliasni ini terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PPU, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) PPU, Forum Komonikasi Mahasiswa (FKMK) PPU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) PPU serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) PPU. Dillah menuturkan aksi tersebut dilaksanakan hanya selama satu hari, di hari Kamis. Meskipun sempat tertunda, karena kondisi hari sedang turun hujan, namun tidak menjadi halangan untuk mahasiswa untuk menggelar aksi.

“Aksi ini dilaksanakan di dua tempat, di Pasar Nenang dan Pelabuhan Penajam,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada 22 November 2022, telah terjadi bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa yang bermagnitudo 5,6 tersebut, berhasil meluluhlantakkan Cianjur.

Akibatnya banyak korban jiwa yang berjatuhan, seperti yang diketahui dari laman tempo.com, bahwa korban yang terdata sampai saat ini sebanyak 272 orang. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi mahasiswa menggelar aksi tersebut.

Aksi galang dana di Pasar Nenang, Penajam.

Lebih lanjut, partisipasi masyarakat ramai menyambut aksi ini. Mereka menyumbangkan bantuan dana, membuat semangat para mahasiswa kembali membesar.

“Awalnya sempat pesimis, karena cuaca lagi nggak mendukung, tapi alhamdulillah lumayan banyak yang ikut menyumbang, cuma 2 jam, udah terkumpul sebanyak Rp. 1.416.000” ungkapnya.

Dilah juga menyampaikan bahwa setelah ini dana yang sudah terkumpul akan di salurkan kepada korban yang terdampak musibah gempa di Cianjur melalui BAZNAS PPU. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memberikan bantuan untuk para korban di Cianjur.

“InshaAllah setelah ini kami akan menyalurkan dana tersebut melalui BAZNAS PPU, dan tentunya saya mewakili teman-teman mahasiswa mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah menyumbang,” tutup Dilah. (ADM/SBK)

DPRD PPU Dorong Pemkab Evaluasi Kinerja Sektor Olahraga

PPU – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemkab PPU pembenahan serius dalam hal kebijakan dan dukungan terhadap lembaga yang mengurusi olahrga. Hal itu dilakukan agar pembinaan atlet hingga ke ajang profesional bisa dapat terus berkembang dengan baik.

Peristiwa kecelakaan bus atlet kontingan PPU beberapa waktu lalu tentunya yang menjadi titik balik Pemkab PPU untuk mulai melakukan evaluasi dalam pengelolaan sektor keolahragaan daerah. Meninggalnya salah satu korban kecelakaan bus kontingen PPU yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022 di Berau, Odi Sanjaya Putra tentu menjadi duka mendalam untuk semua pihak. Meski ini sebuah peristiwa yang harus diterima oleh semua pihak, tetap harus ada evaluasi yang perlu dilakukan agar kejadian ini tidak kembali terulang di kemudian hari.

Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi mengungkapkan sejatinya Pemkab PPU sudah harus lebih perhatian dengan sektor olahraga di daerah. Pasalnya, ada banyak hal yang memang seharusnya perlu dibenahi mulai soal pembinaan para atlet.

“Kami sebenarnya juga tidak diam soal itu. Sebenarnya sudah berkali-kali kita selalu mengingatkan hal ini,” ucapnya, Kamis (24/11/2022).

Seperti halnya saat ini terkait urusan keolahragaan banyak dikerjakan oleh Pemkab PPU melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIsdikpora) PPU. Tentu hal ini mebuat peran lembaga olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU tidak dapat berbuat banyak.

“Kalau program pembinaan ada di Disdikpora, tapi urusan profesioanal harusnya tetap ada di KONI. Kan akhirnya sulit kalau KONI mau buat kegiatan, harus mengajukan dulu ke pemerintah,” ungkapnya.

Terlepas dari itu semua, lanjut Wakidi, yang terpenting sekarang ini ialah perluanya ada pembenanahan di setiap sisi. Baik itu dari sisi pemerintahan daerah, pun untuk KONI PPU.

“Ya yang terpenting harus dibenahi semuanya lah, kita tidak hanya asal menuntut. Kami tentu juga siap untuk memberikan dukungannya.

Dalam hal ini, KONI PPU diminta unutk mengevaluasi stuktur organisasi yang lebih ramping dan efisian serta membuat program yang jelas. Kemudian Pemkab PPU juga diminta untuk memerikan dukungan lewat kebijakan yang tidak setengah hati.

Seperti kebijakan dalam memberikan porsi anggaran yang mampu untuk mengakomodir semua kegiatan pembinaan olahraga. “KONI dan pemerintah perlu memperbaiki kinerjanya. Harus mulai sama-sama care. Kalau tidak dimulai, ya sayang potensi atletnya,” pungkas Wakidi. (ADV/sbk)

Udin Minta Anggaran Pendidikan Ditambah, Banyak Sekolah Kondisinya Memprihatinkan

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Udin, menyoroti fasilitas pendidikan di Kaltim. Menurutnya, anggaran pendidikan seyogianya dapat membenahi gedung-gedung sekolah yang sudah tidak layak pakai.

Politisi Golkar ini menganggap masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung yang representatif. Semisal SMK 2 di Kaliurang Kutai Timur, yang menurutnya sangat memprihatinkan.

“Mohon diperhatikan sekolah-sekolah kita. SMK 1 Kaliorang yang berada di dekat perusahaan bernama Indexim masuk ring satu, bangunan, kursi dan beberapa fasilitasnya tidak layak,” kata legislator Dapil Bontang Kutim Berau ini.

Menurut Udin, sekolah tersebut tidak tersentuh bantuan dari pemerintah maupun swasta. Padahal, sekolah tersebut masuk dalam ring 1 salah satu perusahaan pertambangan. Bahkan sekolah tersebut, ungkapnya, sudah pernah mengajukan permohonan bantuan kepada Disdikbud Kaltim, namun tidak ada tindaklanjutnya.

“Yang menjadi sedih, pernah mengajukan (bantuan) ke Disdikbud, belum digubris. Mohon adanya penambahan anggaran, bukan saja di Kutim. Tapi seluruh wilayah Kaltim, agar sekolah yang bangunannya belum memadai dapat diperhatikan,” pungkasnya.(eky/adv/dprdkaltim)

Kaltim Kini Miliki Perda Pemajuan Kebudayaan, Pansus Sampaikan Laporan Akhir

0

SAMARINDA – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pemajuan Kebudayaan Kaltim menyampaikan laporan akhir kerja, pada rapat paripurna ke-51, Rabu (23/11/2022). Dalam paripurna itu, forum menyepakati Raperda Pemajuan Kebudayaan disahkan menjadi perda.

Sarkowi V Zahry selaku Ketua Pansus Pemajuan Kebudayaan Kaltim, menyampaikan, proses pembahasan raperda telah dilakukan mulai dari rapat dengan dinas terkait, kunjungan kerja, hingga uji publik. Urgensi perda ini, ucapnya, sangat penting untuk pemajuan kebudayaan Kaltim khususnya menjelang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Bumi Etam.

“Harus ada upaya pelestarian, perlindungan pengembangan, dan pemanfaatan, agar kebudayaan Kaltim tetap bernilai tinggi. Serta menjadi langkah antisipasi terhadap perubahan yang bersifat lokal, nasional dan global yang berdampak pada kebudayaan Kaltim,” jelasnya.

Politisi Golkar ini juga menyampaikan sejumlah rekomendasi, sebagai masukan kepada Pemprov Kaltim, dalam upaya memajukan kebudayaan. Diantaranya meminta Pemprov Kaltim mengalokasi anggaran untuk memajukan kebudayaan di luar 20% anggaran pendidikan yang menjadi kewajiban.

Kedua, melakukan kajian agar kebudayaan menjadi dinas tersendiri. Agar kebudayaan dapat memaksimal tupoksi, dan memiliki kemandirian anggaran dalam rangka memajukan kebudayaan Kaltim.

“Ketiga mendorong pemprov untuk segera mengusulkan raperda cagar kebudyaan sebagai tindak lanjut perda ini,” terang Sarkowi.

Lebih lanjut pria yang kerap disapa Owi ini menyatakan, perda ini tengah dalam proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri sebagai langkah penyempurnaan perda. Perbaikan yang bersifat minor akan segera diperbaiki oleh pansus Pemajuan Kebudayaan Kaltim.(eky/adv/dprdkaltim)