Beranda blog Halaman 7

Pemeriksaan Hotspot di Penajam Ungkap Aktivitas Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar Seluas 0,5 Hektare

PENAJAM PASER UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di dua lokasi berbeda saat melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) terhadap titik hotspot yang terdeteksi satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (7/7/2026) sebagai tindak lanjut atas laporan hotspot yang terpantau BMKG Balikpapan pada 5-6 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan dua titik hotspot yang semula teridentifikasi berada di Kelurahan Nenang ternyata berada di kawasan perkebunan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

“Dua titik koordinat tersebut berada pada lokasi yang berdekatan, yaitu di area perkebunan di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam,” kata Nurlaila.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bekas pembukaan lahan dengan cara dibakar seluas sekitar 0,5 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan pepohonan.

“Berdasarkan pantauan lapangan menunjukkan adanya bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar dengan total luasan mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Material yang terbakar meliputi semak belukar serta pepohonan,” ujarnya.

Meski ditemukan bekas pembakaran, BPBD memastikan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap saat pemeriksaan berlangsung. Akses menuju lokasi juga dinilai cukup mudah karena dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain memeriksa dua titik tersebut, BPBD juga melakukan ground check terhadap satu hotspot lain yang terdeteksi BMKG pada 6 Juli 2026. Titik koordinat yang semula tercatat berada di Kelurahan Gunung Seteleng setelah dicek berada di area perkebunan RT 02 Kelurahan Nenang.

Di lokasi itu, petugas menemukan sisa pembakaran lahan dalam skala kecil dengan luas sekitar 60 meter persegi atau sekitar 0,006 hektare. Ia memastikan kondisi di lokasi tersebut juga telah aman karena tidak ditemukan lagi asap maupun titik api.

Pemeriksaan lapangan dilakukan menggunakan satu unit mobil operasional dan dua unit sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi-lokasi hotspot.

“Pada titik koordinat tersebut terdapat sisa material dari aktivitas pembukaan lahan perkebunan berupa pepohonan dan semak belukar yang dibakar secara sekat dengan luas kurang lebih 0,006 hektare atau sekitar 60 meter persegi,” jelas Nurlaila.

Memasuki musim kemarau, BPBD PPU mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada area yang didominasi vegetasi kering. Selain berdampak terhadap lingkungan, praktik tersebut juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap dan berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku.

Penyunting: Robbi Lalat

Komunitas Kepemudaan Restorasi Terumbu Karang di Pesisir Pulau Gusung PPU, Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan

0

PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 60 relawan dari komunitas kepemudaan dan masyarakat mengikuti aksi restorasi terumbu karang di kawasan pesisir Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Aksi konservasi diinisiasi Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku yang berkolaborasi dengan Kompak Nusa Bahari dan Bumitaka Indonesia. Peserta berasal dari Kecamatan Sepaku, Penajam, hingga Kota Balikpapan.

Ketua panitia, Giska Laksmi Azizah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pentingnya konservasi dan restorasi terumbu karang kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Terumbu karang itu ekosistem penting yang berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. Selain itu juga pelindung alami garis pantai, dan penopang kehidupan masyarakat pesisir. Jadi sudah sepatutnya kita jaga, kita konservasi dan restorasi bila mana ada kerusakan,” ujarnya.

Menurut Giska, Pulau Gusung dipilih karena memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang perlu dijaga sekaligus menjadi lokasi yang dinilai strategis untuk kegiatan restorasi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai konservasi ekosistem laut, kemudian dilanjutkan dengan transplantasi atau penanaman terumbu karang di titik-titik yang telah ditentukan. Seluruh peserta mendapat pendampingan teknis selama proses penanaman berlangsung.

Selain aksi restorasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, dokumentasi, dan eksplorasi kawasan pesisir sebagai sarana edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam pelestarian lingkungan laut.

Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung alami pantai dari abrasi, serta penopang sektor perikanan dan pariwisata. Namun, ekosistem tersebut menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan, sehingga upaya konservasi dan restorasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin turut menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya menjaga ekosistem laut juga dapat mendukung pengembangan potensi wisata bahari di Pulau Gusung.

“Dengan adanya kegiatan ini di wisata bahari ini, yang ada di Pulau Gusung, kita bisa tingkatkan dan animo masyarakat yang ada baik lokal dan luar kabupaten akan bisa datang menikmati pemandangan yang luar biasa yang ada di Pulau Gusung. Salam satu karang, satu hidupan,” ucapnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Cek Kesehatan Rekam Pegawai Miliki Kolesterol Tinggi, Otorita IKN Gandeng RS Mayapada Edukasi Cegah Penyakit Jantung

NUSANTARA – Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan tingginya faktor risiko penyakit tidak menular di kalangan peserta. Sebanyak 46,4 persen peserta tercatat memiliki kadar kolesterol tinggi, 30,2 persen mengalami kadar asam urat tinggi, dan 17,1 persen memiliki tekanan darah tinggi.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar Otorita IKN bersama Rumah Sakit Mayapada Nusantara menggelar Health Talk bertema “Jantung Sehat untuk Produktivitas Kerja: Kenali Risiko, Ubah Kebiasaan, dan Mulai Skrining Sejak Dini” di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja di kawasan IKN. Selain edukasi mengenai penyakit jantung, peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kolesterol dan konsultasi kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan hasil CKG menunjukkan masih banyak pegawai yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular sehingga perlu diantisipasi melalui perubahan pola hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kalau ingin produktif, maka harus sehat. Sehat dan produktif adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kesehatan terjaga, kita dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan IKN,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dr. Farah Alkatiri, mengatakan upaya promotif dan preventif penting dilakukan untuk menjaga kesehatan pekerja sekaligus mendukung produktivitas organisasi.

“Karyawan adalah aset organisasi. Ketika kesehatan mereka terjaga, produktivitas pun meningkat. Karena itu, kami terus berkomitmen mendukung Otorita IKN melalui berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat dan para pekerja di Nusantara tetap sehat,” katanya.

Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Jantung RS Mayapada Nusantara, dr. Dewi Ayu Paramita, menjelaskan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, di antaranya hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga faktor keturunan.

Menurutnya, sebagian besar faktor risiko tersebut dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Melalui kegiatan tersebut, Otorita IKN mendorong peningkatan kesadaran pegawai terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, seiring meningkatnya aktivitas kerja di kawasan ibu kota baru.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Skrining membantu kita mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” jelasnya.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Ikut Rayakan HKA Sedunia, Polresta IKN Ambil Bagian Dalam Penanaman 1.200 Bibit Pohon di Embung G KIPP Nusantara

NUSANTARA – Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) berpartisipasi dalam peringatan Hari Konservasi Alam (HKA) Sedunia dengan menanam lebih dari 1.200 bibit pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Embung G, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut melibatkan jajaran Polresta Kawasan IKN, Otorita IKN, serta masyarakat yang turut ambil bagian dalam aksi pelestarian lingkungan di kawasan ibu kota baru.

Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol Supriyanto, melalui Kasi Humas Polresta Kawasan IKN, Jumansyah, mengatakan penanaman pohon merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus investasi bagi generasi mendatang.

“Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara siap bersinergi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah tutupan hijau di kawasan IKN, tetapi juga mendukung visi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ia menegaskan, menjaga kelestarian alam menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan ibu kota baru sehingga kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat.

Sebanyak lebih dari 1.200 bibit berbagai jenis tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis pohon yang ditanam meliputi Balangeran, Meranti, Spatodea, Tabebuya, Rambutan, Agatis, Jambu Air, hingga Mangga.

Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara aparat kepolisian, Otorita IKN, dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta memperkuat identitas Ibu Kota Nusantara sebagai kawasan pembangunan yang mengedepankan prinsip konservasi lingkungan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Penggerebekan di Penginapan, Satresnarkoba Polres PPU Sita 12 Paket Sabu dari Tiga Terduga Pelaku

PENAJAM PASER UTARA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penajam Paser Utara (PPU) mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Penajam. Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa (30/6/2026) dini hari, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta 12 paket sabu dengan total berat bruto sekitar 2,24 gram.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di sebuah kamar Penginapan Silkar Indah, RT 015, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan pemantauan sebelum menggerebek lokasi sekitar pukul 01.30 Wita.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial D.B. (18), warga Kelurahan Sesumpu. Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita dua paket diduga sabu seberat bruto sekitar 0,42 gram, satu lembar plastik klip bening, uang tunai Rp400 ribu yang diduga hasil transaksi narkotika, serta satu unit telepon genggam.

Penyelidikan kemudian dikembangkan hingga mengarah kepada pria berinisial H.K. (23), warga Kelurahan Kampung Baru, yang diamankan di area parkir penginapan. Kasat Resnarkoba Polres PPU IPTU Gede Wijaya mengatakan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari informasi yang diberikan masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras personel Satresnarkoba yang didukung oleh informasi dari masyarakat. Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah berani memberikan informasi sehingga kasus ini dapat diungkap,” jelasnya, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, H.K. mengaku masih menyimpan narkotika di rumahnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 10 paket diduga sabu dengan berat bruto sekitar 1,82 gram, lima lembar plastik klip bening, alat bantu pengemasan berupa sekop dari sedotan plastik, dompet, serta wadah penyimpanan barang bukti.

Pengembangan berikutnya mengarah kepada seorang pria berinisial R.F. (25) yang diduga turut terlibat dalam perkara tersebut. R.F. diamankan di sebuah rumah di Kelurahan Kampung Baru. Dari lokasi itu, polisi menyita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi.

Secara keseluruhan, polisi menyita 12 paket diduga sabu dengan total berat bruto sekitar 2,24 gram, uang tunai yang diduga hasil transaksi, plastik klip bening, alat bantu pengemasan, serta dua unit telepon genggam.

“Polres Penajam Paser Utara akan terus meningkatkan upaya preventif, preemtif, dan represif guna menekan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres PPU,” ujar Gede.

Ia menambahkan, penyidik masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terkait dengan peredaran narkotika di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Saat ini ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres PPU untuk menjalani proses penyidikan. Mereka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) dan/atau Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi narkoba. Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Ribuan Peserta Ikut Tanam 1.200 Pohon di KIPP IKN, Luas Rehabilitasi Capai 8.947 Hektare

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melibatkan lebih dari 1.000 peserta dalam kegiatan penanaman 1.200 pohon di kawasan Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lahan dan penguatan konsep forest city yang diusung dalam pembangunan IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan penanaman pohon merupakan bagian dari program konservasi lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kegiatan ini bukan seremonial dan kita selalu menyampaikan bahwa kita menjaga sekaligus melakukan konservasi lingkungan dan alam. Lebih dari lima ribu hektare sudah kita tanam dan hari ini kita menanam kembali di Embung G ini,” tegasnya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Otorita IKN dengan PT ITCI Hutani Manunggal dalam rangka rangkaian Hari Konservasi Alam Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli.

Sebanyak 1.200 pohon dari 17 jenis tanaman ditanam, terdiri atas jenis kayu-kayuan, Multi Purpose Tree Species (MPTS), serta tanaman estetika. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain pegawai Otorita IKN, PT ITCI Hutani Manunggal, SMA Taruna Nusantara, Polresta IKN, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Pelita Nusantara, hingga masyarakat.

Menurut Basuki, hingga saat ini rehabilitasi lahan di kawasan IKN telah mencapai 8.947,55 hektare dengan lebih dari lima juta pohon yang telah ditanam. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan kota baru yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama peserta melakukan penanaman pohon di kawasan Embung G, KIPP Nusantara, Selasa (7/7/2026). (Humas Otorita IKN)

Salah seorang peserta dari Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), Diana, mengaku terkesan dengan perkembangan kawasan IKN yang dinilainya jauh berbeda dari ekspektasi awal.

“Ini pertama kali kami ke sini. Apa yang kami lihat melebihi ekspektasi. Tidak menyangka seperti ini, sangat hijau, cocok untuk healing, dan rasanya umur tambah panjang di sini. Kalau menurut saya, sesuatu yang dulu terasa tidak mungkin, ternyata bisa menjadi mungkin,” ujarnya.

Keterlibatan generasi muda juga terlihat melalui partisipasi 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat di Kecamatan Sepaku.

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra Malau, mengatakan konsep forest city menjadi salah satu alasan dirinya memilih lokasi KKN di sekitar IKN.

“Salah satu alasan saya ingin KKN di Sepaku adalah karena Ibu Kota Nusantara. Dengan tema forest city, saya rasa IKN bisa menjadi salah satu contoh bahwa kita bisa membangun kota, tetapi tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.

Foto: Peserta melakukan penanaman pohon di kawasan Embung G, KIPP Nusantara, Selasa (7/7/2026). (Humas Otorita IKN)

Kegiatan tersebut juga diikuti Mike Davidson, warga negara Kanada sekaligus pembawa acara serial media internasional How Did They Fix That?. Ia menilai penanaman pohon di IKN menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam membangun kota yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Saya pernah ikut menanam pohon sebelumnya, tetapi tidak dalam skala seperti ini dan tidak dalam kegiatan dengan energi serta suasana positif seperti ini. Nusantara itu indah. Nusantara itu berkelanjutan. Ini tempat yang istimewa,” tutup Mike.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Balap Liar Jadi Perhatian, Polsek Waru Intensifkan Patroli Dini Hari

PENAJAM PASER UTARA – Polsek Waru meningkatkan patroli pada dini hari di sepanjang Jalan Negara, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), untuk mengantisipasi aksi balap liar dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 01.00 hingga 03.00 Wita. Kegiatan dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Waru Aipda Nasrullah Dalimunthe bersama personel Polsek Waru dengan menyisir ruas Jalan Negara Kilometer 22 hingga Kilometer 25 yang dinilai rawan dijadikan lokasi balap liar.

Selama patroli, petugas memantau situasi di sejumlah titik, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta membubarkan sekelompok pemuda yang berkumpul di sekitar Kilometer 24 untuk mencegah potensi balap liar maupun gangguan ketertiban umum.

Kapolsek Waru AKP Widodo mengatakan patroli pada jam-jam rawan merupakan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat balap liar.

“Balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, kami terus mengintensifkan patroli pada lokasi dan waktu yang dianggap rawan sebagai upaya pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Selain patroli, personel juga memberikan edukasi kepada para pemuda agar tidak menggunakan jalan umum sebagai arena balap maupun tempat berkumpul hingga larut malam yang berpotensi mengganggu keamanan.

Patroli berakhir sekitar pukul 03.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, polisi tidak menemukan adanya aksi balap liar maupun gangguan kamtibmas yang menonjol di wilayah Kecamatan Waru.

Widodo juga mengajak orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, sebagai upaya mencegah kenakalan remaja.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan tertib. Apabila menemukan adanya indikasi balap liar atau gangguan keamanan lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Penyunting: Robbi Lalat

Abdul Waris Muin Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Gusung PPU

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui edukasi lingkungan dan restorasi terumbu karang di Pulau Gusung. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi penopang sektor perikanan dan pariwisata.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin saat menghadiri Sosialisasi Konservasi dan Restorasi Terumbu Karang, Penanaman atau Transplantasi Terumbu Karang, serta Edukasi Lingkungan Hidup yang digelar Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku bekerja sama dengan KOMPAK Nusa Bahari, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Waris, terumbu karang memiliki fungsi penting bagi ekosistem laut sekaligus kehidupan masyarakat pesisir.

“Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, serta menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan pariwisata. Namun, keberadaannya kini menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan lingkungan, pencemaran, dan aktivitas manusia yang berdampak pada menurunnya kualitas ekosistem laut,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, kemudian dilanjutkan dengan penanaman atau transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan.

Selain memberikan pemahaman tentang fungsi ekologis terumbu karang, kegiatan itu juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Waris mengatakan pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas dan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sehingga keberadaan terumbu karang tetap terpelihara dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam pesisir,” tutup Waris.

Penyunting: Robbi Lalat

Rp6,7 Triliun Pada 2027 untuk Lanjutkan Pembangunan Kawasan Legislatif IKN, OIKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik7juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Rp6,7 Triliun pada 2027 untuk Lanjutkan Pembangunan Kawasan Legislatif IKN, OIKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun

NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan sesuai target. OIKN memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp6,7 triliun pada 2027 untuk melanjutkan pembangunan tahap ketiga atau batch III.

Hal tersebut disampaikan Basuki usai menghadiri kegiatan di Multifunction Hall Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Minggu (5/7/2026).

Menurut Basuki, anggaran tersebut merupakan bagian dari skema pembangunan multiyears yang telah dirancang pemerintah untuk periode 2026–2028.

“Ya saya kira sesuai dengan kebutuhan kami, insya Allah dipenuhi (usulan anggaran). Karena itu kan multi years, batch kedua kan 2025, 2026, 2027. Batch ketiga 2026, 2027, 2028 selesai. Totalnya semua Rp48 triliun. Itu dibagi-bagi cawunan (semester),” ungkap Basuki kepada awak media.

Oleh sebab itu, sesuai dengan hasil rapat koordinasi (rakor) dengan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu, anggaran yang sudah dialokasikan indikasinya sebesar Rp6 triliun lebih, lalu Otorita minta tambahan sekitar Rp15,5 triliun.

“Itu hanya untuk kebutuhan kami (Otorita),” sebutnya.

Basuki optimistis pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, termasuk gedung-gedung lembaga tinggi negara, dapat diselesaikan pada 2028.

Saat ditanya mengenai target penyelesaian proyek tersebut, Basuki menjawab singkat.

“Ya, ya, ya,” ucapnya.

Foto: Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri kegiatan di Multifunction Hall Kemenko 3, KIPP IKN, Minggu (5/7/2026). (Atmaja Riski/Media Kaltim)

Menanggapi kemungkinan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemindahan ibu kota pada 2028, Basuki menegaskan hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.

Menurutnya, tugas OIKN adalah menyelesaikan pembangunan fisik sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kalau penandatanganan Perpres kan tugasnya (wewenang) Bapak Presiden. Tugas saya menyelesaikan ini (pembangunan). Kalau sudah selesai, saya serahkan beliau. Tinggal selanjutnya kewenangan Bapak Presiden terkait Perpresnya,” tandasnya.

Sementara itu, anggaran Rp6 triliun lebih itu, disebutkan, untuk pembangunan 45 tower hunian legislatif maupun yudikatif.

“Yang kemarin ini kan kantornya, MA, MK, KY, MPR, gedung Paripurna. Itu yang mulai 2025, 2026, 2027. Kemudian 2026, 2027, 2028, ini huniannya dan kawasannya,” pungkasnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R