Beranda blog Halaman 7

Komisi I DPRD PPU Nilai Forum TJSL Belum Maksimal, Minta Segera Direstrukturisasi

PENAJAM PASER UTARA – Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi sorotan. Forum TJSL yang dibentuk pemerintah daerah dinilai belum berjalan maksimal sehingga perlu dilakukan pembenahan agar program bantuan perusahaan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD PPU Ishaq Rahman mengatakan pihaknya mendorong restrukturisasi Forum TJSL agar pelaksanaan program sosial perusahaan lebih terarah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Sangat tidak maksimal. Karena itu kami juga mendorong agar forum TJSL dilakukan restrukturisasi,” kata Ishaq.

Menurutnya, penguatan forum perlu dilakukan melalui regulasi yang lebih jelas, termasuk pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur struktur serta mekanisme kerja forum tersebut.

“Harapannya ke depan forum ini dibuatkan Peraturan Bupati (Perbub), sehingga ketuanya langsung kepala daerah. Kemudian ketua hariannya diisi oleh wakil bupati, sedangkan sekretarisnya bisa dari unsur manajemen perusahaan,” ujarnya.

Ishaq menilai pelibatan unsur masyarakat juga penting agar program TJSL perusahaan dapat diawasi bersama dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Selain itu, forum juga harus melibatkan unsur masyarakat, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Dengan begitu, pelaksanaan TJSL bisa sama-sama kita kontrol agar benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Sebelumnya, efektivitas Forum TJSL di PPU memang sempat menjadi perhatian sejumlah pihak. Forum yang dibentuk Pemerintah Kabupaten PPU sejak 2023 itu bertujuan menyinkronkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah agar tidak tumpang tindih.

Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah kalangan menilai forum tersebut masih belum optimal dan cenderung bersifat seremonial.

Pemerintah daerah juga terus mendorong agar program TJSL perusahaan tidak hanya menjadi formalitas, melainkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah sekitar operasional perusahaan dan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ishaq juga menyebut komunikasi terkait peningkatan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat telah mulai dibicarakan bersama pihak manajemen perusahaan.

“Dan itu juga sudah kami jajaki bersama pihak manajemen untuk dibicarakan ke tingkat yang lebih tinggi, agar ke depan bisa direalisasikan,” ujarnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Masjid Negara IKN Gelar Salat Iduladha Perdana, Ribuan Paket Daging Kurban Dibagikan

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Negara IKN, Rabu (27/5/2026).

Selain menjadi momentum ibadah bersama, pelaksanaan Iduladha tahun ini juga diikuti penyaluran ribuan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar IKN dan para pekerja di kawasan pembangunan IKN.

Salat Iduladha dilaksanakan di Masjid Negara IKN dengan khotbah yang disampaikan Athian Ali. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa setiap orang beriman akan menghadapi ujian dari Allah SWT dan ukuran keimanan seorang muslim tercermin dari kecintaannya kepada Allah SWT yang melebihi kecintaan terhadap dunia dan seluruh isinya.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban. Tahun ini terkumpul 29 ekor sapi dan sembilan ekor kambing dari para sohibul kurban.

Foto: Umat muslim melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Negara IKN, Nusantara, Rabu (27/5/2026), yang untuk pertama kalinya digelar oleh Otorita IKN.

Dari jumlah tersebut, dua ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.

Sebanyak 13 ekor sapi juga didistribusikan ke sejumlah kecamatan dalam wilayah delineasi IKN.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono turut berpartisipasi sebagai sohibul kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Negara IKN dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Semua kurban ini dari warga untuk warga,” ujar Basuki.

Melalui pelaksanaan kurban tahun ini, diperkirakan sebanyak 4.895 paket daging kurban dialokasikan bagi masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN.

Selain itu, sebanyak 1.090 paket disalurkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), meliputi petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, pekerja konstruksi, hingga pekerja non-konstruksi.

Sisa paket daging kurban didistribusikan kepada para sohibul kurban sapi dan kambing, panitia kurban, serta pekerja pendukung yang bertugas di Masjid Negara IKN, Basilika Nusantara, Balai Kota Nusantara, RSUP Nusantara, dan kompleks perkantoran Bank Indonesia.

Foto: Umat muslim melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Negara IKN, Nusantara, Rabu (27/5/2026), yang untuk pertama kalinya digelar oleh Otorita IKN.

Pelaksanaan kurban di IKN juga melibatkan peternak lokal. Salah seorang peternak asal Samboja, Rosibul Aklil, mengaku pembelian ternak untuk kebutuhan kurban memberikan manfaat bagi usahanya.

Penyelenggaraan Iduladha perdana di Masjid Negara IKN menjadi bagian dari aktivitas keagamaan di Nusantara sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan para pekerja melalui penyaluran hewan serta daging kurban.

“Alhamdulillah ternak kami dibeli oleh Otorita IKN sekitar tiga sampai empat ekor. Ini sangat membantu kami. Terima kasih karena telah memfasilitasi penggemukan ternak kami di Samboja,” ujar Rosibul.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Polres PPU Bagikan Daging Kurban kepada Masyarakat pada Iduladha 1447 H

0

PENAJAM PASER UTARA – Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang digelar Polres Penajam Paser Utara (PPU) dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres PPU tersebut menjadi wujud semangat berbagi dan kepedulian sosial kepolisian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kurban dipimpin langsung Kapolres PPU Andreas Alek Danantara didampingi Wakapolres PPU Roganda, serta dihadiri para pejabat utama, personel Polres PPU, tokoh agama, dan masyarakat penerima daging kurban.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Perencanaan Kompol Andi Purwadi, Kabag SDM AKP Adhi Apriliyan Setyawan, Kabag Ops AKP Aan Suharmanto, Kasat Intelkam AKP Agus Suwito, Kasat Reskrim AKP Handry Dwi Azhari, Kasat Lantas AKP Didik Indria Prasetyo, serta Kasat Samapta AKP Wiji Santosa.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia menyembelih sebanyak lima ekor sapi yang kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Kapolres PPU Andreas Alek Danantara mengatakan momentum Iduladha tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial antarsesama.

“Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan warga. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam Iduladha diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres PPU untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara humanis, profesional, dan penuh kepedulian.

Masyarakat penerima daging kurban tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan jajaran kepolisian tersebut. Kehadiran Polres PPU melalui kegiatan sosial keagamaan dinilai semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat serta menciptakan suasana harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Melalui momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kami menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kebutuhan warga di Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Mudyat Noor dan Abdul Waris Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Keikhlasan di Momen Iduladha 1447 H

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor bersama unsur perangkat daerah dan masyarakat melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Ikhlas Islamic Center, Rabu (27/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh masyarakat muslim di Kabupaten PPU sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan dan pengorbanan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten PPU, saya mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha dan selamat menunaikan ibadah kurban kepada segenap masyarakat muslimin dan muslimat di Kabupaten PPU,” ucapnya.

Menurutnya, Hari Raya Iduladha bukan hanya sekadar perayaan keagamaan maupun penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Hari Raya Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan dan penyembelihan hewan kurban semata, tetapi merupakan momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, serta ketaatan kepada Allah SWT,” kata Mudyat.

Foto: Bupati PPU Mudyat Noor melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Agung Al-Ikhlas Islamic Center, Rabu (27/5/2026).

Pada momen Iduladha 1447 Hijriah ini, Pemkab PPU juga secara pribadi menunaikan ibadah kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi kepada pengurus Masjid Al-Ula di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Penyerahan sapi kurban dilakukan secara simbolis oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab PPU, Chairur Rozikin, usai pelaksanaan Salat Iduladha di lingkungan Masjid Al-Ula. Penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Di sisi yang lain, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat di Masjid An-Nur, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jemaah dari masyarakat sekitar.

Dalam momen itu, Waris menegaskan bahwa Iduladha bukan hanya sekadar perayaan keagamaan dan penyembelihan hewan kurban, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, serta ketaatan kepada Allah SWT.

Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi yang tengah dihadapi Kabupaten PPU saat ini. Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, masyarakat diminta tetap menjaga semangat, kebersamaan, dan optimisme untuk terus maju.

“Iduladha mengajarkan kita tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan pelajaran tentang kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan demi kebaikan yang lebih besar,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab Kubar Distribusikan Hewan Kurban Hingga Wilayah Pedalaman

0

SENDAWAR — Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyalurkan sebanyak 77 ekor hewan kurban kepada 77 masjid dan musala yang tersebar di 16 kecamatan di wilayah Kutai Barat.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani kepada Sekretaris Umum Takmir Masjid Sabilussalam, Akhmad Supyansyah, di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Selasa (26/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Suhardi, Staf Ahli Bupati Bidang Masyarakat dan SDM Rustam, Kabag Kesrasos Suwila Erpina, Plt Kepala Dishub Rita Nursandy, serta Camat Melak Asrin Surianto.

Bantuan hewan kurban tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah meliputi Kecamatan Melak, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Mook Manaar Bulatn, Linggang Bigung, Tering, Long Iram, Damai, Muara Lawa, Bentian Besar, Nyuatan, Siluq Ngurai, Jempang, Bongan, Muara Pahu, dan Penyinggahan.

Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani menegaskan seluruh hewan kurban yang disalurkan harus memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

Ia juga mengingatkan panitia penyembelihan agar memperhatikan faktor keamanan selama proses penyembelihan berlangsung agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.

“Lokasi penyembelihan juga harus benar-benar bagus dan steril,” ujarnya.

Selain itu, Nanang meminta distribusi daging kurban dilakukan secara bijak dan merata sesuai pola pembagian yang selama ini diterapkan di masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya agar bantuan hewan kurban dapat menjangkau lebih banyak masjid dan musala di Kutai Barat.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran sehingga belum seluruh rumah ibadah dapat menerima bantuan tahun ini.

“Bagi masjid atau musala yang belum mendapatkan sapi kurban, ke depan Insya Allah akan terus kita usahakan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Takbir Keliling BSD Bontang Meriah, 41 Ekor Sapi Disembelih untuk 1.505 KK

Malam Iduladha (26/5/2026) di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang kembali ramai tahun ini. Takbir keliling kembali digelar warga BSD dengan suasana yang meriah. Hampir seluruh RT di BSD ikut turun ke jalan. Saya ikut berjalan bersama rombongan RT 39 BSD.

Takbir keliling dimulai dari bundaran depan Masjid Fathul Khoir. Rombongan lalu bergerak ke Jalan Gunung Putri, keluar hingga depan BC Mart di Jalan Cipto Mangunkusumo, kemudian kembali masuk ke kawasan BSD melalui Jalan Gunung Tambora dan Gunung Merbabu sebelum finis lagi di bundaran.

Sepanjang jalan, beberapa warga terlihat ikut menonton iring-iringan peserta. Anak-anak membawa obor dan lampu kecil. Ibu-ibu kompak memakai gamis dan hijab seragam. Para bapak sibuk mengawal rombongan sambil sesekali mengatur kendaraan yang melintas.

Yang paling menarik tentu berbagai ornamen yang dibawa masing-masing RT. Ada miniatur Ka’bah lengkap dengan lampu hias. Ada replika bulan sabit bertuliskan lafaz Allah. Ada miniatur masjid dari botol plastik bekas. Ada juga replika hewan kurban dan gapura islami yang menyala warna-warni sepanjang jalan.

RT 26 paling mencuri perhatian lewat ornamen masjid berukuran besar dari botol air mineral dengan permainan cahaya lampu yang cukup megah. Sementara rombongan RT 39 membawa ornamen Ka’bah dan tulisan Allah-Muhammad sederhana yang tetap ramai mendapat perhatian warga saat melintas di jalan utama BSD.

Di tengah perjalanan, rombongan RT 39 sebenarnya sempat mengalami kendala kecil. Sound system yang dibawa tiba-tiba mati karena baterai drop. Tetapi rombongan tetap berjalan. Takbir tetap bergema. Ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak tetap kompak melantunkan takbir sepanjang jalan tanpa bantuan speaker.

Sementara rombongan RT lain tetap semarak dengan suara sound masing-masing yang bersahutan memenuhi kawasan BSD. Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang takbir keliling. Juara pertama diraih RT 26, disusul RT 27 di posisi kedua dan RT 41 di posisi ketiga.

BACA JUGA :  Mobil Dinas Gubernur dan Angka 8,5 Miliar

Paginya (27/5/2026), suasana berubah lebih khidmat. Sejak selepas subuh, warga mulai memadati bundaran BSD depan Masjid Fathul Khoir untuk mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Lapangan bundaran perlahan penuh. Anak-anak duduk di saf depan bersama orang tua. Sebagian besar warga membawa sajadah sendiri dan memilih datang lebih awal agar mendapat tempat nyaman.

Di lingkungan BSD sendiri sebenarnya ada dua masjid besar, yakni Masjid Fathul Khoir dan Masjid Al Jabal. Namun untuk Salat Id, seluruh warga dipusatkan di satu lokasi di bundaran BSD. Ribuan warga hadir pagi tadi.

Khotib Salat Id adalah Ustaz M. Syukur Yusuf, Lc., Dipl. SI. Dalam khutbahnya, ia banyak mengingatkan soal pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga keluarga dan memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat yang makin berat.

Ia juga mengingatkan bahwa sesama muslim harus saling menguatkan seperti satu bangunan yang kokoh. Usai Salat Id, aktivitas warga BSD belum selesai. Di masing-masing RT, warga kembali berkumpul untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Total hewan kurban di lingkungan BSD tahun ini mencapai 41 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Sementara jumlah mustahiq atau penerima daging kurban tercatat mencapai 1.505 kepala keluarga.

Di lingkungan RT 39 sendiri, warga melakukan penyembelihan empat ekor sapi.

Sejak pagi suasana gotong royong langsung terasa. Para bapak membantu proses penyembelihan dan pemotongan daging. Sementara ibu-ibu sibuk menimbang, membungkus hingga menyusun pembagian daging kurban untuk warga.

Anak-anak juga terlihat ikut membantu sambil bermain di sekitar lokasi penyembelihan.

Suasana seperti ini yang membuat Iduladha di lingkungan BSD selalu terasa berbeda. Bukan hanya soal ramai takbir keliling. Tetapi karena kebersamaan warganya masih benar-benar hidup. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kucuran APBN lewat Sapi Jumbo Presiden Prabowo, 13 Ekor Disebar ke Kaltim hingga IKN

Sapi-sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo Subianto tahun ini menyebar ke seluruh Kaltim.

Total ada 13 ekor yang dibagikan. Sepuluh ekor untuk seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Satu ekor untuk tingkat provinsi, dan dua ekor khusus untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Iduladha, Rabu (27/5/2026) pagi, salah satu sapi jumbo itu diserahkan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Islamic Center Samarinda. Bobotnya lebih dari satu ton.

Sejak pagi sapi itu sudah menjadi perhatian warga yang datang saat Salat Iduladha. Banyak yang berhenti melihat dari dekat. Ada yang merekam video. Anak-anak juga terlihat mengerubungi area sapi kurban bantuan Presiden tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan wartawan Mediakaltim.com dari berbagai daerah juga hampir sama.

Di Balikpapan, sapi jumbo bantuan Presiden ramai dibicarakan warga karena ukurannya yang tidak biasa.

Di Bontang, Kukar, Berau, Paser hingga Mahakam Ulu, kedatangan sapi Presiden juga menjadi perhatian masyarakat menjelang penyembelihan kurban. IKN bahkan mendapat dua ekor sapi khusus.

Skalanya memang tidak kecil. Secara nasional, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh Indonesia. Ratusan di antaranya dibagikan ke provinsi, kabupaten dan kota. Sisanya diberikan ke pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh agama hingga kawasan strategis seperti IKN.

Dan seluruhnya dibiayai lewat APBN.

Kalau dihitung kasar, nilai program ini mencapai puluhan bahkan mendekati ratusan miliar rupiah. Harga sapi bantuan Presiden rata-rata berada di kisaran puluhan hingga lebih dari Rp100 juta per ekor, tergantung bobot dan jenisnya.

Program seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Di era Presiden Joko Widodo, juga rutin dilakukan setiap Iduladha. Negara membeli sapi dari peternak lokal lalu mendistribusikannya ke daerah-daerah sebagai bantuan Presiden.

Bedanya, tahun ini distribusinya terasa lebih besar.

Apalagi Kaltim sekarang menjadi salah satu pusat perhatian nasional karena keberadaan IKN.

Kaltim sekarang bukan daerah biasa. IKN membuat perhatian pemerintah pusat otomatis ikut tertuju ke sini.

Tetapi di balik besarnya bantuan kurban Presiden ini, Kaltim masih punya pekerjaan rumah cukup besar.

Kaltim ternyata masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.

Sebagian besar kebutuhan sapi potong masih didatangkan dari Sulawesi dan NTT. Padahal Kaltim punya APBD besar dan sekarang menjadi lokasi IKN.

Artinya, sektor peternakan kita memang belum kuat. Kita bisa mendatangkan sapi jumbo dari luar daerah memakai APBN. Tetapi kebutuhan besar itu belum bisa dipenuhi dari peternak lokal sendiri.

Padahal perputaran anggaran dari program seperti ini seharusnya juga bisa ikut menghidupkan peternak lokal.

Karena sapi bantuan Presiden selalu didistribusikan setiap tahun. Tetapi tanpa peternak lokal yang kuat, Kaltim akan terus bergantung pada pasokan luar daerah. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Hashim Djojohadikusumo Hadiri Groundbreaking PLTA Batoq Kelo

0

UJOH BILANG — Kabupaten Mahakam Ulu mencatat tonggak penting pembangunan daerah dengan dimulainya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun.

Proyek energi hijau berkapasitas 300 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp13 triliun tersebut resmi dimulai melalui prosesi Groundbreaking Ceremony PLTA Batoq Kelo dan Access Road Kaltara yang ditandai peletakan batu pertama, Senin (25/5/2026).

PLTA Batoq Kelo menjadi salah satu proyek energi hijau terbesar di Kalimantan Timur dan diproyeksikan memperkuat pasokan listrik berkelanjutan di wilayah Kaltim.

Prosesi simbolis dilakukan oleh Utusan Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Owner PT Tujuan Mulia Makmur Zi Feng Gao, serta kontraktor EPC Wang Qi.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan proyek PLTA Batoq Kelo ditargetkan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat pada tahun 2030 dengan progres pembangunan signifikan diharapkan tercapai pada 2029.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan Mahulu mulai mengambil peran strategis dalam pembangunan energi di Kalimantan Timur.

“Harapan kami, masyarakat Mahulu dapat menjadi bagian dari pembangunan proyek ini sehingga SDM lokal terserap dan merasakan manfaat langsung dari investasi yang hadir,” ujarnya.

Angela juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait pembangunan proyek tersebut.

Ia meminta perusahaan melakukan sosialisasi secara komprehensif kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda agar seluruh proses pembangunan dipahami secara terbuka dan transparan.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan membantu menjawab berbagai pertanyaan maupun kekhawatiran masyarakat terhadap proyek strategis tersebut.

Selain berdampak pada Mahulu, proyek PLTA Batoq Kelo juga diharapkan mampu menjadi sumber energi bagi masyarakat Kalimantan Timur secara luas.

“Proyek ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi Mahulu tetapi juga menjadi sumber energi bagi seluruh masyarakat Kaltim,” katanya.

Angela juga mengajak masyarakat mendukung pembangunan PLTA agar berjalan lancar dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan energi bersih nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Sekretaris Daerah Stephanus Madang, Kepala Dinas PUPR Didik Subagya, serta sejumlah perwakilan masyarakat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

BPK RI Serahkan LHP dan Opini WTP kepada Pemkab Mahulu

0

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Kalimantan Timur, Mochammad Suharyanto, kepada Bupati Mahulu Angela Idang Belawan didampingi Ketua DPRD Mahulu Devung Paran di Auditorium Nusantara Kantor BPK RI Perwakilan Kaltim di Samarinda, Senin (25/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Sekretaris Daerah Mahulu Stephanus Madang, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agustinus Teguh Santoso selaku Plt Kepala BPKAD Mahulu, serta Plt Kepala Inspektorat Margono.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menegaskan, capaian opini WTP merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang dibangun melalui komitmen, disiplin, dan integritas dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Puji Tuhan, capaian opini WTP ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh perangkat daerah. Namun ini bukan akhir dari tujuan kita. Justru capaian ini harus menjadi standar sekaligus pemacu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional,” tegasnya.

Angela menekankan, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan yang berkualitas. Karena itu seluruh jajaran harus terus berbenah dan meningkatkan kinerja,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari pimpinan hingga tingkat paling bawah harus terus menjaga integritas dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Capaian WTP ini memperkuat posisi Kabupaten Mahakam Ulu sebagai daerah yang konsisten membangun tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

DIGDAYA UMKM 2026 Bidik Penguatan UMKM Kawasan IKN

0

BALIKPAPAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui perluasan pasar digital. Upaya tersebut diwujudkan lewat Workshop Onboarding DIGDAYA UMKM 2026 yang digelar selama tiga hari pada 20–22 Mei 2026 di Kantor BI Balikpapan.

Program DIGDAYA atau Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing UMKM ini menjadi bagian dari strategi BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga dinilai penting mengingat besarnya kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan perkembangan pasar digital dan marketplace saat ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM. Perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi Covid-19 membuat pelaku usaha dituntut lebih adaptif terhadap transformasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).

Menurutnya, banyak UMKM masih menghadapi kendala dalam pemasaran online, pengelolaan konten digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis data. Di sisi lain, persaingan penjualan di platform digital semakin ketat dengan penggunaan algoritma marketplace dan dinamika kebijakan platform yang dapat memengaruhi biaya usaha pelaku UMKM.

“Penguatan kapasitas digital menjadi penting agar UMKM mampu beradaptasi, memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta menjaga keberlanjutan bisnis,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Program DIGDAYA UMKM 2026 dirancang tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi juga pembinaan berkelanjutan dan terstruktur. Melalui program ini, peserta didorong mengoptimalkan pemanfaatan platform digital, mulai dari pemasaran, transaksi pembayaran digital, penguatan branding, hingga perluasan pasar online.

Dalam pelaksanaannya, BI Balikpapan melakukan penjaringan dan kurasi peserta secara selektif bersama sejumlah mitra, di antaranya Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pemerintah Kabupaten Paser, korporasi besar, dan perbankan.

“Sebanyak 160 UMKM mengikuti proses seleksi awal. Dari jumlah tersebut, terpilih 44 UMKM yang dinilai memiliki potensi berkembang, kesiapan usaha, serta komitmen kuat mengikuti program. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha seperti makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga kerajinan,” jelasnya.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan kapasitas usaha dari praktisi dan pendamping profesional. Materi yang diberikan meliputi optimalisasi media sosial untuk bisnis, pengelolaan toko online di marketplace, strategi penjualan digital, business scale up, program afiliasi, live selling, pemanfaatan AI dalam bisnis, legalitas usaha, optimalisasi website, hingga literasi keuangan bisnis.

“Selain pembelajaran klasikal, peserta juga mengikuti diskusi interaktif, praktik langsung, dan presentasi scale up project untuk memperkuat pemahaman aplikatif dalam menjalankan usaha digital,” tambahnya.

Program DIGDAYA UMKM 2026 selanjutnya akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama Mei hingga Juni 2026 melalui online meeting dan one-on-one coaching session. Sementara pada Juli hingga Oktober 2026 akan dilakukan monitoring berkala melalui monthly meeting guna mengevaluasi implementasi digitalisasi usaha peserta.

Melalui program tersebut, BI Balikpapan menargetkan peningkatan literasi digital UMKM, terbentuknya akun bisnis dan toko online aktif, meningkatnya penggunaan QRIS, penguatan branding produk, hingga peningkatan transaksi penjualan melalui kanal digital.

“Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, serta menjadi role model pengembangan UMKM digital di wilayah Balikpapan, PPU, Paser, dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN),” tutupnya. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S