PENAJAM PASER UTARA – Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi sorotan. Forum TJSL yang dibentuk pemerintah daerah dinilai belum berjalan maksimal sehingga perlu dilakukan pembenahan agar program bantuan perusahaan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD PPU Ishaq Rahman mengatakan pihaknya mendorong restrukturisasi Forum TJSL agar pelaksanaan program sosial perusahaan lebih terarah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Sangat tidak maksimal. Karena itu kami juga mendorong agar forum TJSL dilakukan restrukturisasi,” kata Ishaq.
Menurutnya, penguatan forum perlu dilakukan melalui regulasi yang lebih jelas, termasuk pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur struktur serta mekanisme kerja forum tersebut.
“Harapannya ke depan forum ini dibuatkan Peraturan Bupati (Perbub), sehingga ketuanya langsung kepala daerah. Kemudian ketua hariannya diisi oleh wakil bupati, sedangkan sekretarisnya bisa dari unsur manajemen perusahaan,” ujarnya.
Ishaq menilai pelibatan unsur masyarakat juga penting agar program TJSL perusahaan dapat diawasi bersama dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Selain itu, forum juga harus melibatkan unsur masyarakat, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Dengan begitu, pelaksanaan TJSL bisa sama-sama kita kontrol agar benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Sebelumnya, efektivitas Forum TJSL di PPU memang sempat menjadi perhatian sejumlah pihak. Forum yang dibentuk Pemerintah Kabupaten PPU sejak 2023 itu bertujuan menyinkronkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah agar tidak tumpang tindih.
Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah kalangan menilai forum tersebut masih belum optimal dan cenderung bersifat seremonial.
Pemerintah daerah juga terus mendorong agar program TJSL perusahaan tidak hanya menjadi formalitas, melainkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah sekitar operasional perusahaan dan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ishaq juga menyebut komunikasi terkait peningkatan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat telah mulai dibicarakan bersama pihak manajemen perusahaan.
“Dan itu juga sudah kami jajaki bersama pihak manajemen untuk dibicarakan ke tingkat yang lebih tinggi, agar ke depan bisa direalisasikan,” ujarnya.
Pewarta: Robbi Lalat





