Beranda blog Halaman 8

Pembangunan IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim, PPU Tumbuh 19,9 Persen

NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat mencapai 19,9 persen, tertinggi di Kalimantan Timur. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Hasil kajian tersebut dipaparkan Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” yang digelar pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Mia, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi tahap awal paling besar dirasakan Kabupaten PPU sebagai wilayah inti pembangunan IKN. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah dan investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penyumbang utama terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

Selain itu, aktivitas pembangunan mulai memicu pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, logistik, transportasi, akomodasi, serta penyediaan barang dan jasa. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, tetapi juga mulai menjangkau daerah penyangga di Kalimantan Timur.

Otorita IKN memperkirakan dampak ekonomi akan semakin meningkat pada pelaksanaan pembangunan Tahap II. Tambahan nilai PDRB diproyeksikan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten PPU maupun Provinsi Kalimantan Timur.


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

Menurut OIKN, proyeksi tersebut menjadi penting di tengah upaya transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari sektor berbasis sumber daya alam menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah. Untuk itu, pembangunan IKN perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.

Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya. Melalui konsep tersebut, pembangunan Nusantara diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong ekonomi Kalimantan Timur tumbuh secara lebih berkelanjutan.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Bupati PPU Minta Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi Bagi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik9juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Kebakaran Rumah di Sungai Parit PPU Tewaskan Dua Anak, Satu Korban Luka Bakar

PENAJAM PASER UTARA – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah bertingkat berbahan kayu di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 11.20 Wita. Dalam peristiwa tersebut, dua anak meninggal dunia, sementara seorang warga mengalami luka bakar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter itu mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.

Korban meninggal dunia masing-masing Muh. Abizar Al Qhani (7) dan Muhtiti Fatur Frahardika (4). Sementara itu, Nurhadija (28) mengalami luka bakar dan mendapat penanganan medis.

Secara keseluruhan, kebakaran berdampak pada dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Fernando, mengatakan petugas segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Namun, saat tiba di lokasi, api telah membesar.

“Sebenarnya tidak ada kesulitan dalam pemadaman. Saat laporan masuk, tim langsung menuju ke lokasi kejadian. Namun, saat petugas tiba, api sudah terlanjur membesar,” ujar Fernando.

Ia menjelaskan bangunan yang didominasi material kayu membuat api cepat menjalar. Kondisi angin yang cukup kencang juga mempercepat kobaran api hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.

“Material bangunan yang mudah terbakar, ditambah angin yang sangat deras, membuat api cepat membesar dan menghabisi bangunan,” katanya.

Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.30 Wita. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 Wita.

Penanganan melibatkan personel DPKP Pos Penajam dan Pos Petung, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, PLN, TNI-Polri, aparat kelurahan, Pramuka Peduli, ketua RT, serta warga setempat.

Dua jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, BPBD PPU melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pascakebakaran.

“Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Sebanyak 237 Siswa Kelas XI Taruna Nusantara Pindah ke Kampus IKN

NUSANTARA – SMA Taruna Nusantara Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Sebanyak 237 siswa kelas XI dijadwalkan tiba di IKN pada Kamis (9/7/2026) untuk melanjutkan pendidikan di kampus baru tersebut.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan kegiatan belajar mengajar di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN akan dimulai pada pertengahan Juli, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.

“Bapak ibu bisa lihat di 1C sana, itu ada SMA Taruna Nusantara. Siswanya sudah ada. Nah, beberapa hari ke depan, siswa kelas sebelasnya tiba di IKN. Pertengahan bulan ini sudah beroperasi,” ujar Basuki saat menghadiri puncak Hari Doa Nasional di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Sebanyak 237 siswa kelas XI merupakan angkatan pertama yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang. Mereka akan bergabung dengan 240 siswa baru kelas X yang diterima untuk tahun ajaran 2026/2027.

Dengan demikian, pada awal operasionalnya SMA Taruna Nusantara Kampus IKN akan menampung 477 siswa yang terdiri atas 237 siswa kelas XI dan 240 siswa kelas X.

Sekolah tersebut berada di Wilayah Perencanaan (WP) 1C, Zona Sarana Pelayanan Umum, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran berkonsep tropis yang dilengkapi panel surya, asrama, klinik, kantin, perpustakaan, lapangan olahraga, serta student center. Kawasan sekolah memiliki luas sekitar 60,48 hektare dengan bangunan inti seluas sekitar 23,38 hektare yang didukung area hijau.

Sebagai kampus cabang SMA Taruna Nusantara Magelang, sekolah ini mengusung konsep green, smart, and sustainable. Kurikulumnya dirancang untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang disiplin, berintegritas, berjiwa patriotik, serta memiliki kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan unggulan di IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi lalat

Jalan Pemaluan–Telemow Disurvei Tim Teknis OIKN, Warga Berharap Segera Diperbaiki

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai memproses rencana penanganan ruas Jalan Pemaluan–Telemow dengan menurunkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan. Dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (7/7/2026) tersebut, OIKN menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai pelaksana survei teknis.

Pemerintah Desa Telemow dan Desa Binuang turut mendampingi tim selama peninjauan kondisi jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan Kecamatan Sepaku.

Kepala Desa Telemow, Munip, mengatakan survei tersebut merupakan tahap awal sebelum penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“WIKA ditunjuk oleh OIKN untuk diberikan tugas memeriksa, mengidentifikasi kondisi jalan dan kondisi tanah dari jalan untuk kemudian dalam waktu dekat dilaporkan kepada OIKN agar bisa di-drafting, dibuat DED-nya, agar dapat dilakukan penganggaran,” jelasnya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Munip, keputusan mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan OIKN setelah seluruh proses perencanaan selesai.

“Tapi untuk pelaksanaan teknisnya, nanti kebijakannya ada di OIKN,” sebut Munip.

 

Tinjauan lapangan secara langsung tersebut, meliputi pengecekan kondisi ruas jalan, pengukuran teknis, identifikasi kondisi permukaan jalan, lebar badan jalan, saluran drainase, hingga kondisi lingkungan di sepanjang trase jalan.

Selanjutnya informasi yang didapat di lapangan akan jadi bahan evaluasi dan pertimbangan tim teknis maupun OIKN dalam penyusunan rencana penanganan maupun pengembangan infrastruktur jalan.

Sekadar diketahui, jalan Telemow–Pemaluan merupakan salah satu akses penting mobilitas masyarakat dan pertanian, setidaknya sebagian dari warga Kelurahan Pemaluan, Binuang, Telemow, maupun Kelurahan Maridan. Meskipun Maridan ada akses alternatif melalui simpang Kelurahan Riko.

Beberapa pekan lalu jalan sepanjang sekitar 8 kilometer tersebut sudah dilakukan pemeliharaan dengan ratusan ret limbah ready mix batching plant dan batu Lapis Pondasi Bawah (LPB). Penanganan menggunakan alat berat UPT PU Kecamatan Sepaku. Namun pada saat turun hujan, kondisi jalan jadi licin, becek dan berlumpur. Kondisi ini lantas viral di sosial media.

Masyarakat berharap, perbaikan dapat segera diwujudkan dengan penanganan permanen.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Bupati PPU Minta Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi bagi Pembangunan Infrastruktur Daerah

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menilai kontribusi perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di daerah, khususnya di Kabupaten PPU, masih belum optimal dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mudyat usai mengikuti rangkaian Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, kontribusi perusahaan selama ini lebih banyak diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), namun dinilai belum sebanding dengan dampak operasional industri sawit terhadap daerah.

Mudyat menyoroti tingginya aktivitas angkutan kelapa sawit yang memanfaatkan infrastruktur jalan milik pemerintah, mulai dari jalan desa, jalan kabupaten, hingga jalan provinsi. Kondisi tersebut, kata dia, mempercepat kerusakan jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

“Dampak operasionalnya sangat besar, terutama kendaraan bertonase tinggi yang setiap hari mengangkut TBS maupun CPO melalui jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa. Kondisi ini tentu mempercepat kerusakan infrastruktur yang digunakan masyarakat,” kata Mudyat.

Ia menegaskan, beban pemeliharaan infrastruktur tidak seharusnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Perusahaan yang memperoleh manfaat dari penggunaan fasilitas publik juga dinilai perlu mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.

“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, khususnya perusahaan-perusahaan sawit yang menikmati manfaat dari keberadaan infrastruktur daerah,” tegasnya.

Mudyat, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI), berharap industri kelapa sawit dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain membuka lapangan kerja dan menjalankan program CSR, perusahaan diharapkan terlibat lebih aktif dalam pembangunan daerah.

Foto: Bupati PPU sekaligus Ketua Umum AKPSI, Mudyat Noor. (Istimewa)

Menurutnya, sektor kelapa sawit merupakan salah satu potensi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara berkeadilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sejalan dengan tema Rapat Koordinasi Nasional AKPSI, “Sawit untuk Rakyat”, Mudyat menilai hubungan antara perusahaan dan masyarakat perlu diperkuat melalui kolaborasi yang lebih terbuka.

“Semangat Sawit untuk Rakyat harus diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat secara langsung. Selama ini masih banyak perusahaan yang cenderung bersifat eksklusif, sehingga manfaat keberadaan perkebunan belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi lalat

Disdukcapil PPU Pastikan Stok Blangko KTP-el dan KIA Aman hingga Akhir 2026

0

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Kartu Identitas Anak (KIA) masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat hingga akhir 2026.

Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo, mengatakan stok blangko yang tersedia saat ini dalam kondisi aman sehingga pelayanan pencetakan dokumen kependudukan tetap berjalan normal.

“Kalau blangko KIA insya Allah masih cukup sampai Desember. KTP juga masih cukup. Yang jelas tidak akan kehabisan,” katanya.

Selain memastikan ketersediaan blangko, Waluyo menegaskan pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil PPU tetap berlangsung seperti biasa. Seluruh layanan diberikan sesuai jam operasional dan tidak terdampak kebijakan kerja dari rumah (work from home).

Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu menggunakan surat keterangan atau KTP sementara karena tidak ada kendala dalam penyediaan blangko KTP-el.

“Saya tidak mau ada lagi namanya KTP sementara. Selama saya di sini sejak 2023 belum pernah kehabisan blangko karena kami selalu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” tegasnya.

Menurut Waluyo, koordinasi yang dilakukan secara rutin dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan blangko dan memastikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dengan ketersediaan blangko yang masih mencukupi, masyarakat yang akan melakukan perekaman maupun pencetakan KTP-el dan KIA di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan tetap dapat mengakses layanan tanpa kendala hingga akhir tahun.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi lalat

Ketua AKPSI Mudyat Noor Dorong Pemerintah Tinjau Skema DBH Sawit untuk Daerah Penghasil

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang juga Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI), Mudyat Noor, mendorong pemerintah pusat meninjau kembali skema dana bagi hasil (DBH) sektor kelapa sawit agar daerah penghasil memperoleh manfaat yang lebih proporsional.

Usulan tersebut disampaikan saat membuka Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 bertema “Sawit untuk Rakyat” yang dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Mudyat menilai daerah penghasil sawit masih menghadapi ketimpangan dalam memperoleh manfaat ekonomi dari industri kelapa sawit. Menurutnya, aktivitas perkebunan yang tinggi berdampak langsung terhadap infrastruktur daerah, terutama jalan yang digunakan sebagai jalur distribusi hasil perkebunan, sementara kemampuan fiskal pemerintah daerah masih terbatas.

“Jalan-jalan daerah rusak akibat aktivitas angkutan sawit, tetapi dana yang diterima daerah sangat terbatas. Sementara masyarakat menuntut pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan,” jelas Mudyat Noor.

Ia mengungkapkan, sejumlah daerah penghasil sawit rata-rata hanya menerima dana sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar per tahun. Nilai tersebut dinilai belum memadai untuk membiayai perbaikan infrastruktur yang terdampak aktivitas perkebunan.

Karena itu, Mudyat mengusulkan agar pemerintah mengkaji kembali mekanisme pembagian pendapatan dari sektor sawit. Salah satu opsi yang disampaikan ialah membuka peluang kontribusi dari harga tandan buah segar (TBS) maupun mengoptimalkan penerimaan daerah melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perkebunan dapat berjalan lebih optimal.

“Sawit bukan hanya berbicara tentang produksi dan ekspor. Sawit adalah tentang kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi daerah, pembangunan wilayah, dan yang paling penting harus benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.

Mudyat berharap workshop tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan tata kelola industri sawit nasional yang lebih berpihak kepada daerah penghasil.

Dalam forum yang sama, Gubernur Jambi, Al Haris, mengusulkan agar AKPSI menghimpun seluruh daerah penghasil sawit untuk merumuskan skema kontribusi dari hasil penjualan TBS. Ia mengusulkan adanya kontribusi sebesar 5 persen dari nilai TBS yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Al Haris, Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi selama puluhan tahun dengan luas mencapai sekitar satu juta hektare. Karena itu, manfaat ekonomi dari sektor tersebut perlu dirasakan secara lebih merata.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah AKPSI dalam mendorong pemerataan ekonomi sebagaimana menjadi salah satu arah kebijakan nasional.

“Karena itu, kekayaan dari sektor sawit harus dapat dirasakan secara lebih adil oleh masyarakat, terutama untuk mendukung sektor pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” harapnya.

Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 turut dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Jenderal AKPSI, para kepala daerah penghasil sawit, pelaku usaha perkebunan, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengatakan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan global, mulai dari krisis pangan, energi, hingga perubahan iklim.

Menurutnya, industri sawit memiliki kontribusi penting dalam mendukung program biodiesel, hilirisasi industri, dan ketahanan energi nasional. Namun, pengelolaan sektor tersebut juga harus mampu menjawab tantangan seperti regulasi internasional, kampanye negatif terhadap sawit, serta dinamika perdagangan global.

“Yang kita bicarakan bukan sekadar komoditas ekspor, tetapi juga kedaulatan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, dan pemerataan kesejahteraan rakyat,” kata Akhmad.

Penyunting: Robbi Lalat

Wabup PPU Minta Pengawas Perketat Disiplin Guru dan Awasi Tata Kelola Sekolah

0

PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, meminta seluruh pengawas sekolah meningkatkan pengawasan terhadap kedisiplinan guru, kepala sekolah, hingga tata kelola administrasi dan keuangan sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Arahan tersebut disampaikan kepada 32 pengawas sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan di setiap satuan pendidikan.

Waris mengungkapkan, pemerintah daerah masih menerima sejumlah laporan terkait rendahnya disiplin sebagian tenaga pendidik. Salah satunya mengenai guru yang diduga tidak menjalankan tugas mengajar secara optimal.

“Ada juga laporan terkait guru-guru yang katanya malas masuk karena rumahnya dekat dengan sekolah. Laporan-laporan seperti ini harus ditindaklanjuti oleh pengawas,” katanya.

Menurutnya, pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga mencakup pemantauan langsung terhadap kinerja sekolah.

Ia meminta setiap pengawas menyusun laporan secara berkala yang memuat hasil pengawasan, termasuk kondisi administrasi dan pengelolaan keuangan sekolah.

“Saya tekankan mulai hari ini dan seterusnya, buat laporan dan lakukan tindak lanjut. Termasuk laporan administrasi dan laporan keuangan sekolah,” ujarnya.

Waris menegaskan hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah terhadap kinerja kepala sekolah maupun guru. Ia menilai pengawasan yang efektif penting untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu kualitas pendidikan.

Ia berharap pengawasan yang lebih intensif dapat meningkatkan disiplin aparatur pendidikan, memperbaiki tata kelola sekolah, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan di Kabupaten PPU.

“Kalau pengawas ya harus betul-betul menjadi pengawas. Semua kepala sekolah dan guru akan terus dievaluasi. Kalau perlu saya laporkan ke pimpinan untuk dilakukan evaluasi,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Abdul Waris Muin Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Gusung PPU

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik8juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!