Beranda blog Halaman 9

Disperindag Kukar Tegaskan Kontrak Baru TAS Belum Final

TENGGARONG – Polemik rencana kontrak baru kios di Pasar Tangga Arung Square kembali mencuat setelah menuai keberatan dari para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa dokumen kontrak tersebut belum bersifat final dan masih dalam tahap sosialisasi kepada pedagang.

“Kontrak baru TAS masih dalam tahap sosialisasi, masih tahap menerima saran dan masukan melalui forum pedagang,” ujarnya.

Menurut Sayid, pemerintah daerah masih membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan sebelum kontrak pemanfaatan kios ditetapkan secara resmi.

Namun di lapangan, sejumlah pedagang mengaku keberatan terhadap beberapa klausul dalam draft kontrak tersebut. Salah satu yang paling disorot yakni ancaman penarikan kios apabila penyewa menunggak pembayaran retribusi lebih dari tiga bulan.

Selain itu, pedagang juga mempertanyakan masa berlaku kontrak yang disebut dimulai sejak Januari 2026, sementara dokumen baru disampaikan pada Mei 2026.

Kondisi tersebut dinilai memunculkan ketidakjelasan terkait status tunggakan maupun implementasi aturan di lapangan.

Pedagang juga menyoroti klausul yang menyatakan penandatangan dianggap telah memahami seluruh isi perjanjian, padahal menurut mereka sosialisasi belum dilakukan secara menyeluruh.

Tak hanya itu, besaran retribusi sebesar Rp600 ribu turut menjadi perhatian pedagang. Mereka meminta pemerintah membuka dasar hukum serta regulasi yang menjadi acuan penetapan tarif tersebut.

Beberapa poin lain dalam kontrak juga dianggap masih multitafsir karena belum dijelaskan secara rinci.

Selain persoalan isi kontrak, pedagang turut meminta kepastian terkait masa berlaku perjanjian yang hanya satu tahun. Mereka berharap ada mekanisme perpanjangan yang jelas agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih stabil.

Menanggapi berbagai keberatan tersebut, Sayid memastikan seluruh aspirasi pedagang telah ditampung dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Sudah kita siapkan solusinya untuk mengakomodir apa yang menjadi keresahan pedagang,” tegasnya. (Ady Wahyudi)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Ribuan Scooterist Siap Ramaikan Samarinda Mods Mayday 2026 di Temindung Creative Hub

SAMARINDA – Ratusan hingga ribuan pengendara Vespa dipastikan memadati Kota Samarinda dalam gelaran Samarinda Mods Mayday 2026 yang akan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Temindung Creative Hub.

Kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpulnya komunitas scooterist sekaligus perayaan anniversary komunitas SKAwan Samarinda dan Kutu Vespa Samarinda.

Ketua panitia Samarinda Mods Mayday 2026, Yudi Adi Prabowo, mengatakan seluruh persiapan acara kini memasuki tahap akhir. Berbagai kebutuhan teknis seperti panggung, tata suara, dekorasi, hingga pencahayaan mulai disiapkan demi memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Persiapan sejauh ini sudah hampir selesai. Panggung juga sudah berdiri dan setelah libur Lebaran kami lanjut lagi untuk pengerjaan dekorasi, sound system, dan lighting,” ujarnya.

Ia menyebut antusiasme masyarakat dan komunitas Vespa cukup tinggi. Panitia memperkirakan jumlah pengunjung selama dua hari pelaksanaan dapat mencapai sekitar 3.500 orang, baik dari Samarinda maupun sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

Tidak hanya menghadirkan nuansa otomotif dan komunitas, Samarinda Mods Mayday 2026 juga dikemas sebagai ajang hiburan dan kegiatan sosial bagi masyarakat umum.

Salah satu penampilan yang paling dinantikan yakni kehadiran Denny Frust yang akan tampil menghibur pengunjung. Selain itu, sejumlah band lokal dan penampilan DJ juga dijadwalkan mengisi panggung hiburan selama dua hari berturut-turut.

Panitia juga menyiapkan berbagai agenda lain seperti bazar UMKM, donor darah, senam zumba, sarasehan komunitas, hingga riding bersama mengelilingi Kota Samarinda menggunakan Vespa.

“Kami ingin acara ini bukan hanya menjadi tempat kumpul komunitas Vespa, tetapi juga menjadi hiburan untuk masyarakat umum. Karena itu konsep acaranya dibuat cukup lengkap,” katanya.

Selain hiburan dan kegiatan sosial, panitia turut menghadirkan kontes Vespa serta area jual beli Vespa dan suku cadang yang diperkirakan menarik perhatian kolektor maupun pecinta skuter klasik.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut ialah pameran Vespa tipe Douglas, motor klasik yang tergolong langka dan jarang dimiliki pengendara Vespa di Samarinda. Kehadiran motor tersebut diprediksi menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung.

Panitia pun mengajak masyarakat Samarinda dan para scooterist dari berbagai daerah untuk hadir dan meramaikan Samarinda Mods Mayday 2026. Selain menjadi wadah silaturahmi antar komunitas, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung geliat ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Tepian.

“Untuk masyarakat Samarinda dan scooterist di sekitar Kalimantan Timur, jangan lupa datang dan ramaikan Samarinda Mods Mayday 2026. Banyak kegiatan menarik dan pastinya seru,” tutup Yudi.

Pewarta: Robbi Lalat

Pencarian Masuk Hari Ke-4, Tim Gabungan Telusuri Pria Asal Desa Telemow Dilaporkan Hilang di Hutan PT ITCI KU

PENAJAM PASER UTARA – Seorang warga Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dilaporkan hilang di kawasan hutan KM 41 HPH PT ITCI Kartika Utama (ITCI KU). Hingga Selasa (26/5/2026), tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Rofik (40), warga RT 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD PPU, korban diduga hilang sejak Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA saat pergi menjerat hewan bersama rekannya bernama Dewa di kawasan hutan KM 41 PT ITCI Kartika Utama.

Informasi hilangnya korban baru diketahui pihak keluarga setelah Dewa memberi kabar pada Minggu malam (24/5/2026) bahwa Rofik belum ditemukan di lokasi.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada DPKP Pos Maridan dan pihak kepolisian pada Senin (25/5/2026). Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian sekaligus memastikan informasi dari rekan korban.

Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan, pencarian hari pertama dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar dengan menyisir lokasi terakhir korban terlihat.

“Pencarian hari pertama Senin, 25 Mei 2026 dilakukan oleh keluarga korban dan warga dengan melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat, namun hingga pagi hari Selasa, 26 Mei 2026 korban masih belum ditemukan,” kata Nurlaila.

Pada pencarian hari kedua, Selasa (26/5/2026), tim gabungan memperluas area penyisiran dengan berjalan kaki di sekitar lokasi tempat korban memasang jerat hewan yang berjarak sekitar lima kilometer dari jalan utama.

“Pencarian hari ke-2 Selasa pagi (26 Mei 2026) tim gabungan difokuskan untuk memperluas area pencarian dan penyisiran dengan berjalan kaki di sekitar lokasi tempat menjerat hewan berjarak -/+ 5 KM dari jalan utama,” lanjutnya.

Sekitar pukul 14.00 WITA, tim kembali melakukan penyisiran menggunakan kendaraan roda empat di area jalan utama yang mengelilingi kawasan hutan. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju titik terakhir korban diduga terlihat.

“Sampai kegiatan selesai korban masih belum ditemukan,” jelasnya.

BPBD PPU menyebut pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WITA dan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (27/5/2026).

Pencarian melibatkan unsur gabungan dari BPBD PPU, DPKP Pos Maridan, aparat Desa Telemow, Pospol Maridan, Bhabinkamtibmas, pihak PT ITCI KU, Otorita Ibu Kota Nusantara, keluarga korban, serta warga setempat.

Tim gabungan juga didukung sejumlah kendaraan operasional dan motor trail untuk menjangkau area hutan yang sulit dilalui.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU dan Presiden Prabowo Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menyerahkan secara langsung hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Pemerintah Kabupaten PPU menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan sapi kurban dilakukan secara resmi di Masjid Agung Al-Ikhlas Islamic Center untuk selanjutnya disembelih dan dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, Mudyat juga menyerahkan bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo kepada pengurus dan panitia kurban Masjid Istiqomah Labangka Barat, Kecamatan Babulu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD PPU Raup Muin, Sekretaris Daerah PPU Tohar, anggota DPRD PPU, para asisten, staf ahli, serta sejumlah pejabat terkait. Mudyat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap masyarakat PPU dalam menyambut Idul Adha.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten PPU, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas bantuan sapi kurban ini. Bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian beliau kepada masyarakat,” ujar Mudyat.

Ia menambahkan, hewan kurban yang akan disembelih bukan hanya simbol ibadah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Mudyat mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian antarsesama.

“Makna Idul Adha mengajarkan kita tentang semangat pengorbanan dan arti berbagi kepada sesama. Nilai-nilai kurban bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam tentang kecintaan, kepedulian, dan keteladanan,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Dua Unit Combine Harvester Diserahkan ke Poktan di Labangka Barat

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menyerahkan secara simbolis dua unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis Combine Harvester kepada kelompok tani Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Rabu (26/5/2026).

Bantuan alsintan jenis Bimo 102 tersebut mampu memanen hingga tiga hektare lahan dalam sehari. Bantuan itu merupakan usulan kelompok tani Desa Labangka Barat melalui Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Satrio Djiwandono sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten PPU.

Mudyat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Budi Satrio Djiwandono terhadap sektor pertanian di Kabupaten PPU. Menurutnya, bantuan yang diberikan selama ini sangat membantu petani, mulai dari bantuan ternak hingga alat pertanian.

“Beliau selama ini sangat perhatian kepada para petani, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara. Bantuan yang diberikan tidak pernah berhenti, mulai dari ternak sapi, ayam hingga alat pertanian seperti combine ini,” kata Mudyat.

Ia berharap bantuan alsintan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima, termasuk dalam hal perawatan dan penggunaan agar mampu menunjang proses tanam dan panen secara maksimal.

Menurutnya, penggunaan alsintan modern dapat membantu petani mempercepat proses panen sekaligus mendukung percepatan masa tanam berikutnya, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian.

“Kami minta bantuan ini dijaga dan dirawat dengan baik. Dengan alat ini, proses panen bisa lebih cepat sehingga petani juga bisa segera melakukan penanaman ulang,” ujarnya.

Kegiatan penyerahan alsintan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD PPU Raup Muin, Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU Sujiati beserta sejumlah anggota DPRD, Sekretaris Daerah PPU Tohar, para asisten dan staf ahli pemerintah daerah, Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan Aswar, kepala desa, kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.

Mudyat juga mengingatkan para petani agar tetap produktif dan memanfaatkan lahan pertanian secara optimal. Ia menilai sektor pertanian saat ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena tingginya kebutuhan gabah di pasaran.

“Sekarang hasil pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat menjanjikan. Harga gabah juga cukup baik. Bahkan banyak pihak dari luar daerah berlomba mencari gabah, tentu dengan syarat kualitasnya harus lebih bagus,” tambahnya.

Ia turut mendorong para petani untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pertanian serta saling berbagi pengetahuan antar kelompok tani agar hasil produksi semakin meningkat.

“Kami berharap para petani bisa menjadi pelopor pertanian yang lebih berkualitas di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemancing Asal Nipah-Nipah Tewas Tenggelam di Perairan Pulau Gusung Penajam

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik26mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Lantik PAW Kades Sebakung Jaya, Mudyat Noor Minta Dana Desa Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melantik Hadi Susilo sebagai Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, di Kantor Desa Sebakung Jaya, Rabu (26/5/2026).

Hadi Susilo dilantik menggantikan kepala desa sebelumnya, Sajidin, untuk melanjutkan masa jabatan 2022–2030. Jabatan kepala desa sebelumnya berakhir setelah Sajidin resmi mengundurkan diri per 28 Mei 2025 karena diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mudyat meminta kepala desa yang baru segera membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya pemerintahan desa yang harmonis dan kondusif. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.

Di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan, Mudyat meminta pemerintah desa lebih memprioritaskan penggunaan dana desa untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dibanding hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.

“Kita ingin dana desa benar-benar dioptimalkan untuk membangun dan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Infrastruktur memang penting, tetapi yang paling utama masyarakat harus sejahtera. Percuma jalan bagus kalau ekonomi masyarakat lemah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah desa dapat memperkuat sektor-sektor ekonomi masyarakat, seperti pertanian, perikanan, hingga pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar mampu membantu kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Mudyat juga mengingatkan bahwa Kabupaten PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara harus mampu memanfaatkan peluang pembangunan IKN dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ekonomi desa.

“Kita berharap desa-desa di PPU mampu menopang kebutuhan ekonomi IKN dan masyarakatnya tidak tertinggal,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD PPU, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, Ketua TP PKK PPU Dewi Yuliana, para asisten, tenaga ahli bupati, Camat Babulu Yayu Eka Pratiwi, serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab PPU. Pelantikan Ketua TP PKK Desa Sebakung Jaya turut dilakukan Ketua TP PKK Kecamatan Babulu.

Pada kesempatan itu, Mudyat turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua TP PKK Desa Sebakung Jaya yang juga dilantik. Ia menilai TP PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, kesehatan, pendidikan keluarga, hingga ketahanan pangan.

“Saatnya kita bersatu membangun desa agar Sebakung Jaya semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pengungkapan Kasus Narkoba di Sepaku, Polisi Sita Sabu dan Timbangan Digital

PENAJAM PASER UTARA – Satuan Reserse Narkoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (24/5/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka berinisial AA (46) dan H (41) di sebuah rumah kontrakan di RT 005 Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku. Lokasi itu diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Resnarkoba Polres PPU IPTU Gede Wijaya mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, Tim Opsnal langsung melakukan penyelidikan di lokasi. Petugas kemudian mencurigai seorang pria yang berada di depan rumah kontrakan dan langsung melakukan pemeriksaan serta penggeledahan,” ujar Gede Wijaya.

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka AA, polisi menemukan dua paket sabu dengan berat bruto 0,52 gram yang disimpan di dalam kaleng. Selain itu, petugas turut mengamankan uang tunai Rp100 ribu, timbangan digital, plastik klip bening, alat bantu berupa sekop dari sedotan plastik, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung transaksi narkotika.

Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada tersangka H yang diduga turut terlibat dalam peredaran sabu tersebut. Tidak lama berselang, tersangka H datang ke lokasi dan langsung diamankan petugas.

“Dari pengembangan yang dilakukan, tersangka H secara kooperatif menunjukkan lokasi penyimpanan sabu lainnya di halaman belakang rumah kontrakan. Petugas kemudian menemukan tujuh paket sabu dengan berat bruto 1,96 gram yang disembunyikan di bawah pohon dan ditutupi kayu,” lanjutnya.

Foto: Petugas Sat Resnarkoba Polres PPU menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari dua tersangka kasus peredaran narkotika di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Minggu (24/5/2026).

Selain barang bukti narkotika, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp558 ribu yang diduga merupakan hasil transaksi penjualan sabu.

Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres PPU untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika, serta ketentuan dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

Polres PPU menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kabupaten Penajam Paser Utara. Masyarakat juga diimbau aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.

Penyunting: Robbi Lalat

Groundbreaking PLTA Batoq Kelo, Rudy Mas’ud Soroti Puluhan Desa Kaltim Belum Berlistrik

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan masih terdapat 72 desa di Kaltim yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

Hal itu disampaikan Rudy saat menghadiri groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo dan pembangunan Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam, Senin (25/5/2026).

Menurut Rudy, ketersediaan energi menjadi salah satu tantangan besar pembangunan di Kalimantan Timur, meski daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Energi menjadi harapan utama kami. Kalimantan Timur punya banyak potensi sumber daya alam, mulai batu bara sampai emas. Tetapi potensi-potensi itu belum bisa diolah maksimal karena minimnya infrastruktur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas upaya percepatan elektrifikasi di Kaltim serta menyampaikan salam kepada Presiden RI melalui Hashim Djojohadikusumo.

“Atas nama masyarakat Kalimantan Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan kepada Pak Hashim sebagai utusan langsung Bapak Presiden,” katanya.

Rudy menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 110 desa yang belum dialiri listrik. Namun sebagian wilayah kini sudah mulai terjangkau jaringan listrik, meski masih tersisa puluhan desa terpencil yang membutuhkan perhatian serius.

“Hari ini masih ada 72 desa yang belum teraliri listrik. Harapan kami mudah-mudahan segera bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Wilayah yang belum menikmati listrik tersebut tersebar di sejumlah kabupaten seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, hingga Berau.

Menurut Rudy, luas wilayah Kaltim yang mencapai sekitar 127 ribu kilometer persegi menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.

“Wilayah kami hampir setara Pulau Jawa, tetapi penduduknya hanya sekitar 4 juta jiwa. Jadi pendekatannya memang berbeda,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Hashim Djojohadikusumo memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan elektrifikasi desa-desa di Kaltim bersama PLN dan Kementerian ESDM.

“Nanti saya akan follow up dengan Pak Dirut PLN agar 72 desa itu bisa dipenuhi listriknya. Nanti kita akan lobi Pak Menteri ESDM,” ujarnya.

Hashim juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi bersih dan proyek pembangkit listrik di Kalimantan Timur yang dinilai penting untuk mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semoga masyarakat bisa mendapatkan listrik murah dan bersih,” katanya.

Ia menegaskan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan investor menjadi kunci pemerataan energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

“Saya berharap Kalimantan Timur akan semakin maju dan berjaya untuk rakyat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Hanafi)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Disdukcapil Samarinda Perketat Pengawasan KK Jelang PPDB Zonasi

0

SAMARINDA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda memperketat pengawasan terhadap perpindahan penduduk yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah praktik manipulasi data kependudukan, khususnya perubahan alamat Kartu Keluarga (KK) secara mendadak demi mendekatkan domisili calon siswa ke sekolah tertentu.

Kepala Disdukcapil Kota Samarinda, Eko Suprayetno, mengatakan perpindahan penduduk memang terjadi setiap hari. Namun, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan adanya motif tertentu di balik perubahan data tersebut.

“Kalau pergeseran penduduk itu setiap hari pasti ada. Cuma untuk alasan tertentu memang sulit diidentifikasi karena dalam formulir biasanya pilihannya pendidikan, pekerjaan, atau pindah rumah,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurut Eko, aturan PPDB telah menetapkan usia minimal KK yang digunakan untuk jalur zonasi adalah satu tahun. Karena itu, sistem administrasi kependudukan saat ini dibuat real-time sehingga tidak memungkinkan perubahan tanggal secara mundur.

“Sistem kami tidak bisa backdate. Jadi pengajuan hari ini, cetaknya juga tanggal dan jam hari ini,” tegasnya.

Disdukcapil juga memperketat aturan bagi anak di bawah umur yang pindah domisili tanpa orang tua kandung. Dalam kondisi tertentu, wajib disertai surat pernyataan tanggung jawab dari keluarga tujuan.

“Itu harus ada surat pertanggungjawaban dari keluarga yang dituju untuk bersedia menampung dan menjaga anak tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Disdukcapil Samarinda juga menemukan adanya modus pemalsuan fisik dokumen KK menggunakan barcode palsu.

Eko mengungkapkan beberapa barcode yang dipindai justru mengarah ke media sosial seperti Instagram hingga TikTok, bukan ke sistem resmi Dukcapil.

“Ada barcode palsu yang ketika discan malah masuk ke Instagram atau TikTok, bukan ke sistem Dukcapil,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil kini mewajibkan seluruh proses verifikasi dokumen menggunakan aplikasi resmi Identitas Kependudukan Digital dan tidak lagi menggunakan aplikasi pemindai umum seperti Google Lens.

“Sekarang barcode scan harus pakai IKD. Operator wajib punya aplikasi IKD untuk memastikan dokumen benar-benar asli,” katanya.

Dalam pelaksanaan PPDB, Disdukcapil Samarinda juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Samarinda maupun pihak pendidikan tingkat provinsi untuk melakukan validasi data apabila ditemukan indikasi anomali.

Meski demikian, Eko menegaskan akses terhadap Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tetap dibatasi demi menjaga keamanan data pribadi masyarakat.

“SIAK ini proteksinya tinggi. Jadi hanya kasus tertentu yang dicurigai saja yang dilakukan pengecekan lebih mendalam,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Eko meminta masyarakat ikut aktif melaporkan apabila menemukan kejanggalan terkait perpindahan domisili mendadak di lingkungan sekitar menjelang PPDB.

“Kalau tiba-tiba ada anak terdaftar di alamat tertentu padahal warga sekitar tidak mengenal keluarganya, itu bisa menjadi masukan penting,” pungkasnya. (Abdi)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S