Beranda blog Halaman 9

DPRD Kukar Pastikan Hak Pendidikan Santri Tetap Terpenuhi

TENGGARONG – Penutupan Pondok Pesantren Ibadurrahman di Kabupaten Kutai Kartanegara tidak hanya berdampak pada proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga menyisakan persoalan pendidikan bagi lebih dari 100 santri yang hingga kini belum memiliki kepastian melanjutkan sekolah.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kutai Kartanegara bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan sejumlah pihak terkait di Kantor DPRD Kukar, Senin (6/7/2026).

Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Farida, mengatakan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 100 santri yang tetap tinggal dan mengikuti aktivitas belajar di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Sebagian telah memilih pindah ke lembaga pendidikan lain, namun sebagian lainnya masih bertahan sambil menunggu kepastian.

Karena itu, DPRD bersama Kementerian Agama akan melakukan pendampingan agar hak pendidikan para santri tetap terpenuhi.

“Karena itu, kita bersama Kementerian Agama akan terus melakukan pendampingan sekaligus memantau para santri yang masih berada di pondok pesantren tersebut,” ujar Aini Farida.

Ia menjelaskan hasil RDP akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menentukan langkah lanjutan bagi seluruh santri terdampak.

Menurutnya, DPRD juga akan terus memantau perkembangan di lapangan. Apabila diperlukan, rapat koordinasi lanjutan akan kembali digelar guna memastikan penyelesaian persoalan pendidikan para santri berjalan optimal.

Di sisi lain, para orang tua santri mengaku mulai merasakan dampak langsung akibat penutupan pondok pesantren tersebut. Mereka mengaku kebingungan menentukan kelanjutan pendidikan anak-anaknya.

Salah seorang wali santri mengungkapkan anaknya enggan pindah ke pesantren lain meski hampir seluruh teman sekelasnya telah lebih dulu meninggalkan Pondok Pesantren Ibadurrahman.

“Teman-teman anak saya sudah berpindah semua, sisa sendirian dan diminta pindah juga tidak mau,” ungkap seorang wali santri dalam forum RDP.

Para wali santri berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar proses belajar anak-anak mereka tetap berjalan. Sebagian juga berharap ada jalan keluar yang memungkinkan operasional pondok pesantren kembali dibuka atau disiapkan alternatif pendidikan yang tidak merugikan para santri.

Sementara itu, perwakilan TRC PPA Kalimantan Timur, Sudirman, menegaskan pembahasan dalam RDP tidak lagi berfokus pada proses hukum, melainkan pada upaya mencari solusi terbaik bagi para santri dan santriwati yang terdampak.

Menurutnya, sejak awal pihaknya mendorong Kementerian Agama mengambil peran aktif dalam menjamin keberlangsungan pendidikan para santri.

“Yang pertama, kehadiran kami di sini menyikapi undangan untuk mencari solusi terhadap para santri maupun santriwati yang saat ini masih aktif di sana,” tutup Sudirman.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Pemkab Kubar Siapkan Anggaran untuk Percepat Transformasi Ekonomi

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menargetkan pendapatan daerah pada Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp2,64 triliun. Target tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Rapat Paripurna VI Masa Sidang II Tahun 2026 di Gedung DPRD Kutai Barat, Senin (6/7/2026).

Bupati menjelaskan, dari total pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp249 miliar, Pendapatan Transfer Rp2,35 triliun, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp43,72 miliar.

“Struktur pendapatan ini kami susun dengan mempertimbangkan kemampuan daerah dan potensi yang ada, sekaligus memperhatikan dinamika transfer dari pemerintah pusat,” ujar Frederick.

Pada sektor belanja daerah, Pemkab Kutai Barat menetapkan target capaian kinerja pada setiap program, kegiatan, dan subkegiatan sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran, sekaligus memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp2,45 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Selisih pembiayaan tersebut akan dimanfaatkan untuk menutup defisit anggaran sekaligus mendukung pelaksanaan program-program prioritas daerah.

Frederick menegaskan penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 tetap diarahkan untuk mendukung efektivitas pembangunan, reformasi birokrasi, serta percepatan transformasi ekonomi daerah.

Menurutnya, peningkatan produktivitas dan daya saing daerah menjadi sasaran utama pembangunan, dengan fokus pada empat sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur.

“Keempat sektor ini menjadi kunci untuk mendukung mobilitas, konektivitas, dan produktivitas dalam rangka mensejahterakan kehidupan masyarakat Kabupaten Kutai Barat,” ungkapnya.

Dokumen KUA dan PPAS tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kutai Barat sebagai dasar penyusunan Rancangan APBD Kabupaten Kutai Barat Tahun Anggaran 2027.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Proyek Jalan Perbatasan Dikawal DPRD Hingga Tuntas

0

UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran, menegaskan pembangunan ruas jalan penghubung Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dengan Kalimantan Utara harus mengutamakan kualitas agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan lapangan pada Kamis (2/7/2026). Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan langkah strategis yang telah lama dinantikan masyarakat untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan perbatasan Kalimantan.

“Peninjauan ini tentu kita apresiasi. Ini bentuk komitmen nyata pemerintah bersama DPRD dalam membuka konektivitas antarprovinsi yang selama ini dinantikan masyarakat,” ujar Devung, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan proyek tersebut tidak boleh hanya mengejar target penyelesaian fisik, tetapi juga harus memperhatikan mutu konstruksi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“DPRD berkomitmen mengawal proyek tersebut. Kami minta kualitas dikedepankan. Jangan asal tembus. Jalan ini harus kuat, tahan puluhan tahun, dan benar-benar aman dilalui masyarakat,” tegasnya.

Menurut Devung, pembangunan yang mengabaikan kualitas berpotensi menimbulkan kerusakan dini hingga meningkatkan risiko bencana, seperti longsor, yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Karena itu, DPRD Mahakam Ulu menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai standar yang ditetapkan.

“Ruas jalan Mahulu–Kaltim–Kaltara diproyeksikan menjadi urat nadi baru penghubung wilayah perbatasan Kalimantan. Namun keberhasilan proyek ini tidak diukur dari tembusnya jalan semata, melainkan dari seberapa lama dan seberapa aman jalan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Neni: Liburan Terbaik adalah yang Penuh Ilmu dan Inspirasi

0

BONTANG – Bunda Literasi Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak anak-anak memanfaatkan masa liburan sekolah dengan mengikuti Program Bermain dan Berliterasi Selama Liburan ke Perpustakaan (BERLIAN) yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang.

Program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik untuk menumbuhkan minat baca, sekaligus mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan wawasan anak-anak selama masa liburan.

Berbagai aktivitas telah disiapkan, di antaranya Bintang Baca, Replay, Dongeng Anak (DONAT), hingga Cinema Pusdabon. Seluruh kegiatan dirancang agar anak-anak dapat belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Neni mengatakan perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang belajar yang nyaman, kreatif, dan inspiratif bagi anak-anak.

“Belajar tidak harus membosankan. Di Perpustakaan Daerah Kota Bontang, anak-anak bisa bermain, membaca, berkreasi, berimajinasi, sekaligus menambah wawasan dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Ia juga mengajak para orang tua untuk mendampingi dan mengarahkan anak-anak memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Menurutnya, Program BERLIAN menjadi salah satu upaya menanamkan budaya literasi sejak dini sekaligus menghadirkan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi generasi muda.

“Jangan lewatkan masa liburan begitu saja. Jadikan setiap hari lebih bermakna dengan berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bontang. Ajak keluarga, sahabat, dan teman-teman untuk meramaikan Program BERLIAN. Karena liburan terbaik adalah liburan yang penuh cerita, ilmu, dan inspirasi,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Bontang berharap anak-anak dapat mengisi waktu liburan dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan minat baca, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter melalui budaya literasi.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S.

Polisi Kejar Pelaku Penikaman di Jalan Siti Aisyah

SAMARINDA – Seorang penjual es teh berinisial MFA menjadi korban penganiayaan berat setelah ditikam orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (6/7/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk serius di bagian dada dan punggung sebelah kanan. Korban langsung dievakuasi warga dan relawan menggunakan ambulans ke RS Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolresta Samarinda melalui Perwira PAMAPTA III, Ipda Sofian Adi Cahyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan keributan dari masyarakat.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada keributan di Jalan Siti Aisyah. Di lokasi tersebut terjadi penganiayaan yang mengakibatkan seorang laki-laki berinisial MFA mengalami luka robek di bagian dada depan sebelah kanan dan punggung sebelah kanan,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penikaman. Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami menemukan satu buah pisau yang diduga kuat digunakan oleh pelaku untuk melukai korban,” tambahnya.

Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal, kasus tersebut diduga dipicu persoalan asmara atau kecemburuan. Namun, penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi sebelum menyimpulkan penyebab pasti kejadian.

“Informasi awal yang kami terima dari TKP ada unsur kecemburuan. Cuma kami masih belum pastikan lagi karena informasinya masih simpang siur, sementara si korban ini diketahui sudah memiliki istri. Seperti apa kelanjutannya, nanti akan kami ungkap setelah penyelidikan lebih lanjut,” jelas Ipda Sofian.

Saat ini Tim Jatanras Polresta Samarinda masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya disebut telah mulai dikantongi.

Sementara itu, Ketua RT 19 Kelurahan Jawa, Muhammad Alwi Idris, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat laporan dari warga ketika korban telah dibawa ke rumah sakit.

“Infonya kejadian jam 20.00 Wita. Pas saya datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit pakai ambulans. Kejadiannya itu di sebuah kios tempat jualan es teh,” katanya.

Ia juga menyebut korban belum pernah melaporkan keberadaannya kepada pengurus RT sehingga identitas administratifnya belum tercatat.

“Korban ini tidak melapor ke pihak RT, jadi kami agak kesulitan mengetahui identitas lengkapnya secara langsung. Memang rata-rata pedagang di sini jarang melapor. Tadi saya langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat agar segera ditangani,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Dirgahayu Samarinda. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan masih mendalami kasus tersebut.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kejati Kaltim Perkuat Pembuktian Kasus TPP Guru Lewat Penggeledahan

0

TENGGARONG – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) guru ASN dan insentif guru non-ASN Tahun Anggaran 2020–2025.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, mengatakan penggeledahan yang dilakukan pada Senin (6/7/2026) merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat pembuktian perkara.

Menurutnya, penyidik mencari dan mengamankan dokumen maupun barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN di lingkungan Disdikbud Kukar.

Penggeledahan dilakukan di Kantor Disdikbud Kukar di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Dalam kegiatan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang dinilai berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.

Selain di Kantor Disdikbud Kukar, penyidik juga melakukan penggeledahan di lokasi lain. Namun, Kejati Kaltim belum mengungkap lokasi maupun pihak yang menjadi sasaran penggeledahan tersebut.

Seluruh dokumen dan barang bukti elektronik yang diamankan akan dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan.

Bersamaan dengan penggeledahan, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Disdikbud Kukar. Pemeriksaan dilakukan untuk mengonfirmasi dokumen dan fakta yang telah diperoleh selama proses penyidikan.

“Tujuan dilakukannya penggeledahan adalah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dalam rangka kepentingan pembuktian perkara serta guna membuat terang tindak pidana yang terjadi,” ujar Toni Yuswanto.

Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bagian dari penyidikan dugaan penyalahgunaan pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN pada Disdikbud Kukar Tahun Anggaran 2020 hingga 2025.

“Tim penyidik berhasil mengamankan dan membawa sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang terkait dengan perkara yang ditangani untuk proses penyidikan selanjutnya,” tutupnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Perpustakaan Daerah PPU Jadi Ruang Literasi, Riset, dan Pelestarian Budaya

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meluncurkan program LITERIA (Literasi Interaktif, Riset, dan Arsip Nusantara) sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pengembangan literasi, riset, dan pengarsipan.

LITERIA Episode 1 digelar di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten PPU, Selasa (7/7/2026), mengusung tema “Kuliner, Bahasa, dan Cerita Rakyat sebagai Media Literasi Budaya melalui Program Interaktif di Perpustakaan Daerah.” Kegiatan berlangsung secara hybrid, yakni luring dan daring melalui Zoom.

Program tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, arsiparis, anggota DPRD, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi budaya sekaligus memperkuat pelestarian pengetahuan lokal.

Sekretaris Dispusip PPU, Aswar Bakri, yang mewakili Kepala Dispusip PPU Fatmawati, mengatakan LITERIA merupakan program inovasi tahunan yang dirancang untuk memperluas fungsi perpustakaan.

“LITERIA merupakan salah satu bentuk inovasi yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahun di Dinas Perpustakaan dan Arsip,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan sesi Panggung Gagasan (Lightning Talk) yang menghadirkan enam narasumber dari berbagai bidang. Materi yang disampaikan meliputi transformasi perpustakaan, pelestarian budaya Paser, arsip budaya sebagai memori kolektif, kuliner tradisional sebagai identitas daerah, dukungan kebijakan terhadap literasi budaya, hingga penguatan inovasi literasi di daerah.

Setelah itu, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang membahas lima isu strategis, yakni kondisi budaya lokal, pemanfaatan bahasa dan cerita rakyat sebagai media literasi, pelestarian budaya di kalangan generasi muda, peran perpustakaan dan arsip dalam menjaga pengetahuan lokal, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Game Literasi Interaktif, penyampaian kesimpulan dan rekomendasi hasil diskusi, serta penyerahan cendera mata kepada para narasumber.

Melalui LITERIA, Dispusip PPU menargetkan perpustakaan daerah semakin berperan sebagai pusat literasi, riset, dan dokumentasi budaya yang mendukung pelestarian warisan lokal sekaligus memperkuat ekosistem pengetahuan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lanjut Aswar, perpustakaan perlu bertransformasi menjadi ruang yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan riset berbasis potensi daerah.

Ia menjelaskan, hasil pembahasan dalam program LITERIA diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Kajian yang dihasilkan ditargetkan berkembang menjadi karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Selain itu, hasil riset juga akan dikemas dalam bentuk e-book dan audiobook agar dapat diakses lebih luas, termasuk oleh penyandang disabilitas.

“Intinya adalah bagaimana membangun perpustakaan agar benar-benar bertransformasi, bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem riset, bahkan jika memungkinkan menjadi pusat riset di daerah,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemeriksaan Hotspot di Penajam Ungkap Aktivitas Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar Seluas 0,5 Hektare

PENAJAM PASER UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di dua lokasi berbeda saat melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) terhadap titik hotspot yang terdeteksi satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (7/7/2026) sebagai tindak lanjut atas laporan hotspot yang terpantau BMKG Balikpapan pada 5-6 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan dua titik hotspot yang semula teridentifikasi berada di Kelurahan Nenang ternyata berada di kawasan perkebunan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

“Dua titik koordinat tersebut berada pada lokasi yang berdekatan, yaitu di area perkebunan di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam,” kata Nurlaila.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bekas pembukaan lahan dengan cara dibakar seluas sekitar 0,5 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan pepohonan.

“Berdasarkan pantauan lapangan menunjukkan adanya bekas aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar dengan total luasan mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Material yang terbakar meliputi semak belukar serta pepohonan,” ujarnya.

Meski ditemukan bekas pembakaran, BPBD memastikan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap saat pemeriksaan berlangsung. Akses menuju lokasi juga dinilai cukup mudah karena dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain memeriksa dua titik tersebut, BPBD juga melakukan ground check terhadap satu hotspot lain yang terdeteksi BMKG pada 6 Juli 2026. Titik koordinat yang semula tercatat berada di Kelurahan Gunung Seteleng setelah dicek berada di area perkebunan RT 02 Kelurahan Nenang.

Di lokasi itu, petugas menemukan sisa pembakaran lahan dalam skala kecil dengan luas sekitar 60 meter persegi atau sekitar 0,006 hektare. Ia memastikan kondisi di lokasi tersebut juga telah aman karena tidak ditemukan lagi asap maupun titik api.

Pemeriksaan lapangan dilakukan menggunakan satu unit mobil operasional dan dua unit sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi-lokasi hotspot.

“Pada titik koordinat tersebut terdapat sisa material dari aktivitas pembukaan lahan perkebunan berupa pepohonan dan semak belukar yang dibakar secara sekat dengan luas kurang lebih 0,006 hektare atau sekitar 60 meter persegi,” jelas Nurlaila.

Memasuki musim kemarau, BPBD PPU mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada area yang didominasi vegetasi kering. Selain berdampak terhadap lingkungan, praktik tersebut juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap dan berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku.

Penyunting: Robbi Lalat

Komunitas Kepemudaan Restorasi Terumbu Karang di Pesisir Pulau Gusung PPU, Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan

0

PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 60 relawan dari komunitas kepemudaan dan masyarakat mengikuti aksi restorasi terumbu karang di kawasan pesisir Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Aksi konservasi diinisiasi Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku yang berkolaborasi dengan Kompak Nusa Bahari dan Bumitaka Indonesia. Peserta berasal dari Kecamatan Sepaku, Penajam, hingga Kota Balikpapan.

Ketua panitia, Giska Laksmi Azizah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pentingnya konservasi dan restorasi terumbu karang kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Terumbu karang itu ekosistem penting yang berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. Selain itu juga pelindung alami garis pantai, dan penopang kehidupan masyarakat pesisir. Jadi sudah sepatutnya kita jaga, kita konservasi dan restorasi bila mana ada kerusakan,” ujarnya.

Menurut Giska, Pulau Gusung dipilih karena memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang perlu dijaga sekaligus menjadi lokasi yang dinilai strategis untuk kegiatan restorasi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai konservasi ekosistem laut, kemudian dilanjutkan dengan transplantasi atau penanaman terumbu karang di titik-titik yang telah ditentukan. Seluruh peserta mendapat pendampingan teknis selama proses penanaman berlangsung.

Selain aksi restorasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, dokumentasi, dan eksplorasi kawasan pesisir sebagai sarana edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam pelestarian lingkungan laut.

Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung alami pantai dari abrasi, serta penopang sektor perikanan dan pariwisata. Namun, ekosistem tersebut menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan, sehingga upaya konservasi dan restorasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin turut menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya menjaga ekosistem laut juga dapat mendukung pengembangan potensi wisata bahari di Pulau Gusung.

“Dengan adanya kegiatan ini di wisata bahari ini, yang ada di Pulau Gusung, kita bisa tingkatkan dan animo masyarakat yang ada baik lokal dan luar kabupaten akan bisa datang menikmati pemandangan yang luar biasa yang ada di Pulau Gusung. Salam satu karang, satu hidupan,” ucapnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Cek Kesehatan Rekam Pegawai Miliki Kolesterol Tinggi, Otorita IKN Gandeng RS Mayapada Edukasi Cegah Penyakit Jantung

NUSANTARA – Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan tingginya faktor risiko penyakit tidak menular di kalangan peserta. Sebanyak 46,4 persen peserta tercatat memiliki kadar kolesterol tinggi, 30,2 persen mengalami kadar asam urat tinggi, dan 17,1 persen memiliki tekanan darah tinggi.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar Otorita IKN bersama Rumah Sakit Mayapada Nusantara menggelar Health Talk bertema “Jantung Sehat untuk Produktivitas Kerja: Kenali Risiko, Ubah Kebiasaan, dan Mulai Skrining Sejak Dini” di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Koordinator 3 Tower 1, Nusantara, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja di kawasan IKN. Selain edukasi mengenai penyakit jantung, peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kolesterol dan konsultasi kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan hasil CKG menunjukkan masih banyak pegawai yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular sehingga perlu diantisipasi melalui perubahan pola hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kalau ingin produktif, maka harus sehat. Sehat dan produktif adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika kesehatan terjaga, kita dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan IKN,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dr. Farah Alkatiri, mengatakan upaya promotif dan preventif penting dilakukan untuk menjaga kesehatan pekerja sekaligus mendukung produktivitas organisasi.

“Karyawan adalah aset organisasi. Ketika kesehatan mereka terjaga, produktivitas pun meningkat. Karena itu, kami terus berkomitmen mendukung Otorita IKN melalui berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat dan para pekerja di Nusantara tetap sehat,” katanya.

Dalam sesi edukasi, Dokter Spesialis Jantung RS Mayapada Nusantara, dr. Dewi Ayu Paramita, menjelaskan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, di antaranya hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga faktor keturunan.

Menurutnya, sebagian besar faktor risiko tersebut dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Melalui kegiatan tersebut, Otorita IKN mendorong peningkatan kesadaran pegawai terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, seiring meningkatnya aktivitas kerja di kawasan ibu kota baru.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Skrining membantu kita mengenali risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” jelasnya.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat