Beranda blog Halaman 54

Perlindungan Masyarakat Adat Jadi Sorotan Diskusi di Unmul

0

SAMARINDA – Fakultas Hukum Universitas Mulawarman bersama Badan Registrasi Wilayah Adat memperkuat sinergi dalam mendorong pengakuan, pelindungan, dan pemberdayaan masyarakat adat di Kalimantan Timur.

Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Penguatan Pengakuan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Adat di Kalimantan Timur” yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan itu mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, tokoh adat, mahasiswa, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan hak-hak masyarakat adat di Benua Etam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Universitas Mulawarman, Nataniel Dengen, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab aktif dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

“Perguruan tinggi penting untuk hadir dalam mendorong penguatan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari keadilan sosial,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Dekan FH Unmul yang diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Herdiansyah Hamzah, menyebut isu pengakuan dan pelindungan masyarakat adat merupakan bagian penting dalam pembangunan hukum nasional.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dikaji secara akademik, tetapi juga perlu diperjuangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Diskusi publik tersebut turut menghadirkan Kepala BRWA, Kasmita Widodo, Kepala BRWA Kaltim, Isna Ayunda, serta tokoh adat Benedictus Beng Lui.

Dalam forum itu, Benedictus Beng Lui menyoroti tantangan masyarakat adat dalam mempertahankan wilayah adat dan ruang hidup di tengah arus pembangunan dan ekspansi investasi.

Sejumlah narasumber lain seperti Margareta Seting Beraan, Ahmad Wijaya, dan Aryo Subroto juga membahas persoalan konflik tenurial, ekspansi industri ekstraktif, hingga kebijakan tata ruang yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat adat.

Forum tersebut turut menekankan pentingnya implementasi Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengakuan dan Pelindungan Masyarakat Hukum Adat di Kaltim.

Selain membahas aspek pengakuan dan perlindungan, diskusi juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FH Unmul dan BRWA berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi dalam advokasi, penelitian, serta gerakan sosial yang berpihak kepada masyarakat adat. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Hak Angket Gubernur Kaltim Jadi Perhatian DPP Gerindra

0

SAMARINDA — Polemik pengguliran hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terus menjadi perhatian publik. Dinamika politik di DPRD Kaltim kini mulai mendapat sorotan dari jajaran elite pusat Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra sekaligus Anggota DPR RI, Gerardus Budisatrio Djiwandono, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan politik yang terjadi di Kalimantan Timur. Menurutnya, aspirasi masyarakat tetap harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses demokrasi.

“Ya pastinya kami di pusat terus mengikuti perkembangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat di Kaltim,” ujar Budisatrio, Jumat (8/5/2026) di Samarinda.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Budisatrio menilai langkah yang diambil DPRD merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sah dan dijamin konstitusi. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pembahasan hak angket kepada DPRD Kaltim sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Saya rasa teman-teman di DPRD sedang menjalankan proses demokrasi sesuai kewenangan mereka,” katanya.

Pernyataan tersebut dinilai memperkuat sikap Fraksi Gerindra di DPRD Kaltim yang sebelumnya ikut mendukung usulan hak angket bersama sejumlah fraksi lain.

Wacana hak angket sendiri mencuat setelah muncul berbagai kritik terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, termasuk sorotan terhadap tata kelola anggaran dan sejumlah kebijakan strategis daerah.

Di internal DPRD Kaltim, dukungan terhadap hak angket disebut masih terus berkembang. Beberapa fraksi telah menyatakan dukungan secara terbuka, sementara sebagian lainnya masih menunggu dinamika pembahasan di tingkat pimpinan dan alat kelengkapan dewan.

Sementara itu, Fraksi Golkar tetap menyuarakan penolakan terhadap usulan hak angket. Mereka menilai belum terdapat dasar yang cukup kuat untuk membawa persoalan tersebut ke tahap hak angket dan meminta seluruh pihak tetap menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Dengan mulai masuknya perhatian elite partai di tingkat pusat, polemik hak angket diperkirakan masih akan menjadi salah satu isu politik utama di Kalimantan Timur dalam beberapa waktu ke depan. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Pokdarwis Tanjung Berseri Terima Hibah Rp140 Juta untuk Wisata Mangrove PPU

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah pusat kembali menyalurkan dukungan anggaran untuk pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR). Dukungan tersebut diwujudkan melalui hibah usaha produktif senilai Rp140 juta untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri di kawasan ekowisata mangrove Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

Bantuan itu disampaikan dalam penandatanganan kontrak swakelola tipe IV bantuan pemerintah kepada masyarakat, Jumat (8/5/2026).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan hibah tersebut digunakan untuk pengadaan sarana penunjang wisata mangrove.

“Program ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan,” katanya.

Provincial Project Implementation Unit Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Aziz, menjelaskan Program M4CR merupakan kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan World Bank yang sebelumnya berada di bawah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove dan kini dijalankan Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

“Kita berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, World Bank, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, perangkat daerah Pemkab PPU, tenaga ahli pariwisata, Ketua Ekraf PPU, serta anggota Pokdarwis Tanjung Berseri.

Foto: Perwakilan pemerintah pusat dan daerah saat penandatanganan kontrak hibah Program M4CR untuk pengembangan ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan mangrove di PPU.

Ia menilai bantuan tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat sektor wisata berbasis lingkungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Namun, Nicko mengingatkan pengelolaan kawasan wisata mangrove masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur pendukung, aksesibilitas kawasan wisata, kapasitas sumber daya manusia pengelola, hingga konsistensi menjaga kelestarian lingkungan.

“Kawasan mangrove memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan. Tetapi pengelolaan, promosi, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat agar kawasan ini benar-benar berkembang dan tidak sekadar ramai saat ada program bantuan,” katanya.

Penyunting: Robbi Lalat

Aliansi Masyarakat Kaltim Siapkan Langkah ke KPK dan Kejagung

0

SAMARINDA – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi sejumlah tuntutan terkait kondisi pemerintahan di Provinsi Kalimantan Timur.

Surat tersebut diserahkan melalui anggota DPR RI, Gerardus Budisatrio Djiwandono, di Samarinda.

Koordinator lapangan aksi, Erly Sopianyah, mengatakan surat itu merupakan tindak lanjut dari aksi dan dialog yang sebelumnya dilakukan aliansi terkait sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Kami berharap apa yang kami bawa berbentuk surat ini bisa dikirim langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Isinya semua tuntutan kami kemarin dalam aksi. Ada beberapa poin yang kami masukkan di dalam surat tersebut, sehingga mudah-mudahan bisa sampai kepada presiden kita,” ujarnya.

Menurut Erly, salah satu poin utama yang disoroti dalam surat tersebut ialah persoalan dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), termasuk isu dinasti politik di lingkungan pemerintahan daerah.

“Yang paling khusus adalah masalah KKN dan dinasti. Itu sangat kami tonjolkan. Karena sekarang ini masyarakat khawatir dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan,” katanya.

Ia juga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pendalaman terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik di Kalimantan Timur.

“Saya berharap Presiden Pak Prabowo bisa memerintahkan langsung KPK dan Kejagung untuk melaksanakan pemeriksaan kepada gubernur kita,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Asia Muhidin, menyebut proses hak angket yang sedang bergulir di DPRD Kaltim merupakan hak politik yang dijamin konstitusi.

“Hak angket itu adalah hak politik DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Dalam artian sudah sampai kepada pimpinan AKD dan disampaikan oleh enam fraksi kepada pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Asia, surat terbuka kepada Presiden menjadi bagian dari kontrol sosial masyarakat untuk mengawal dinamika politik yang berkembang di DPRD Kaltim.

“Selain mengawal hak politik DPRD Provinsi Kalimantan Timur secara konstitusional, kami juga mengawal melalui surat terbuka kepada Presiden. Tidak menutup kemungkinan kami juga akan melayangkan surat-surat berikutnya kepada aparat penegak hukum di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali menggelar konsolidasi guna menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menyampaikan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, hingga Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

“Nanti dalam waktu dekat kami akan rapat konsolidasi kembali untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya ke arah sana,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

TPT Kaltim Turun, Mayoritas Warga Bekerja Penuh

0

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim pada Februari 2026 berada di angka 5,27 persen.

Angka tersebut turun sebesar 0,06 persen poin dibanding Februari 2025 yang tercatat sebesar 5,33 persen.

Dalam Berita Resmi Statistik Nomor 33/05/64/Th. XXIX yang dirilis pada 5 Mei 2026, BPS menyebut jumlah pengangguran di Kalimantan Timur mencapai 111,09 ribu orang.

BPS menjelaskan, dari setiap 100 orang angkatan kerja di Kaltim, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Secara tren, angka pengangguran di Kalimantan Timur terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Pada Februari 2022, TPT Kaltim tercatat sebesar 6,77 persen, kemudian turun menjadi 6,37 persen pada 2023, 5,75 persen pada 2024, 5,33 persen pada 2025, hingga menjadi 5,27 persen pada Februari 2026.

Meski menunjukkan tren positif, BPS juga mencatat masih terdapat perbedaan tingkat pengangguran berdasarkan jenis kelamin.

Pada Februari 2026, tingkat pengangguran laki-laki tercatat sebesar 5,59 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang berada di angka 4,65 persen.

Kondisi tersebut berbeda dibanding tahun sebelumnya saat tingkat pengangguran perempuan sempat lebih tinggi dibanding laki-laki.

Selain itu, BPS mencatat mayoritas penduduk bekerja di Kalimantan Timur masih masuk kategori pekerja penuh.

Sebanyak 73,96 persen penduduk bekerja memiliki jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sementara 26,04 persen lainnya masuk kategori pekerja tidak penuh.

Kelompok pekerja tidak penuh tersebut terdiri dari setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu.

Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 yang dilakukan BPS Kaltim. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Bobol Warung di Pinggir Jalan Provinsi, Pria di Waru Ditangkap Polisi

PENAJAM PASER UTARA – Unit Reskrim Polsek Waru mengungkap kasus dugaan pencurian di sebuah warung di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Polisi mengamankan seorang pria berinisial S (26) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kapolsek Waru Iptu Lilik Sulistiya mengatakan laporan pencurian diterima polisi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 00.05 Wita.

“Setelah menerima laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Waru langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berikut barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut,” ujarnya.

Kasus pencurian itu terjadi di sebuah warung di pinggir Jalan Provinsi RT 013, Kelurahan Waru. Korban berinisial R (23), seorang wiraswasta.

Peristiwa diketahui saat korban kembali ke warung usai libur dan mendapati sejumlah barang dagangan telah berpindah posisi serta beberapa barang lainnya hilang.

Korban kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lokasi. Dari rekaman tersebut terlihat seorang pria masuk ke dalam warung sekitar pukul 04.00 Wita dan mengambil sejumlah barang dagangan serta uang tunai.

Saat memeriksa lokasi, korban juga menemukan bagian dinding warung dalam kondisi rusak dan berlubang yang diduga menjadi akses masuk pelaku.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,5 juta dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Foto: Petugas Polsek Waru saat mengamankan terduga pencurian warung di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, PPU.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu flashdisk yang berisi rekaman CCTV kejadian.

Kapolsek mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, termasuk koordinasi dengan Satreskrim Polres PPU untuk melengkapi proses hukum.

“Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 atau Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” jelasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Uji Publik Hafalan Al-Quran Warnai Wisuda 52 Santri SDI MIA Sangatta

0

SANGATTA – Prosesi Haflah Akhirussanah atau wisuda kelulusan SDI Mutiara Islam Al Ittiba (MIA) Sangatta berlangsung khidmat di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 52 santri angkatan III resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan dasar mereka.

Namun, wisuda kali ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Uji publik hafalan Al-Quran menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian para tamu undangan dan orang tua santri.

Satu per satu santri tampil di hadapan peserta wisuda untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Quran mereka tanpa melihat mushaf. Suasana ruangan pun mendadak hening saat lantunan ayat suci mulai dibacakan para santri.

Tahun ini, SDI MIA mengusung tema “Al-Quran di Dada, Ilmu Pengetahuan di Genggaman Menuju Generasi Rabbani” sebagai gambaran konsep pendidikan yang menggabungkan penguatan akademik dan karakter religius.

Kepala Yayasan SDI MIA, Ridwan mengatakan para lulusan diharapkan terus melanjutkan pendidikan dan tetap menjaga hubungan baik dengan guru serta sekolah.

“Kejarlah cita-cita setinggi langit, namun jangan pernah melupakan baktimu kepada orang tua. Tetap jaga silaturahmi dengan sekolah dan ingat setiap butir ilmu yang telah diajarkan di sini,” ujarnya.

Ridwan menyebut keberhasilan para santri hingga menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi antara pihak sekolah dengan orang tua murid.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang selama ini ikut mendampingi proses pendidikan anak-anak mereka.

Sementara itu, mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Slamet Riyanto menilai generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Quran akan memiliki fondasi kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Tantangan masa depan sangat kompleks. Nilai akademik yang baik memang penting, namun keberhasilan hidup yang sesungguhnya akan lebih mudah diraih jika kalian memiliki ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dari para guru,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet juga memastikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendukung pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk bagi sekolah swasta berbasis keagamaan seperti SDI MIA.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembangunan gedung sekolah, pengadaan seragam, hingga program beasiswa bagi siswa berprestasi.

Prosesi wisuda ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara guru, orang tua, serta para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Motivasi Generasi Muda, Sani Bin Husain Beri Penghargaan bagi Anak Berprestasi di RT 20 Air Hitam

0

SAMARINDA – Belasan remaja dan pemuda RT 20 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu menerima penghargaan atas berbagai prestasi yang mereka raih di bidang akademik, olahraga, seni, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perumahan Kehutanan tersebut merupakan inisiatif Anggota DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul di tingkat lingkungan masyarakat.

Ketua RT 20 Kelurahan Air Hitam, Musadi menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak dan pemuda di lingkungannya.

“Saya sangat apresiasi sekali terhadap pedulinya beliau kepada anak-anak di lingkungan RT 20 khususnya. Kehadiran beliau memberikan warna baru dan motivasi yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak kami,” ujar Musadi usai kegiatan, Sabtu (9/5/2026).

Penghargaan diberikan kepada sejumlah anak dan pemuda yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai tingkatan.

Foto bersama warga RT 20 usai pemberian penghargaan. Foto: Abdi

Di bidang akademik, Fatimah Zahro (15) berhasil meraih medali emas tingkat nasional bidang IPS, sementara Meikhairunnisa Az-Zahwa (13) meraih medali perak di ajang Kejurnas mewakili Provinsi Kaltim.

Sementara di bidang olahraga, penghargaan diberikan kepada Dwi Ari Zaipudi (15) yang menjuarai Turnamen Bola Soeratin U-15 tingkat kota dan Syafiq Nadzam Hadilah (13) yang meraih predikat Best Player pada ajang Friend Soccer.

Bidang seni budaya juga mendapat perhatian, di antaranya Hanun Fath Soraya (11) yang menjadi Juara 1 Tari Hudoq Aban tingkat provinsi, Reva Destyagna Sukaca (19) sebagai penari BSBI Group Samarinda sekaligus Juara 1 Kaltim Expo, hingga Faradita Agustin Damayanti (11) yang meraih Juara 3 Tari FLS3N tingkat kota.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada warga muda yang aktif berkontribusi di lingkungan RT, termasuk Muhammad Nazliy Setiawan (23) sebagai Ketua KPPS dan petugas keamanan lingkungan serta Chelsea Aila Nugraha (18) yang aktif menjadi instruktur senam RT.

Musadi menegaskan penghargaan tersebut diberikan tanpa membatasi jenis prestasi maupun usia penerima.

“Semua prestasi, baik bersifat akademis, kesenian, dan lain-lain, itu semua prestasi. Baik itu tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi hingga nasional. Tidak memandang umur, mau yang dari TK sampai mahasiswa pun dikasih kalau memiliki prestasi,” jelasnya.

Menurutnya, program pemberian reward ini akan dijadikan agenda pembinaan berkelanjutan untuk terus mendorong anak-anak dan pemuda menggali potensi terbaik mereka.

“Tergantung event-nya. Kalau memang ada anak-anak lain berprestasi lagi, dilaporkan ke Ustaz Sani Bin Husain sama kami, nanti insyaallah akan diadakan lagi. Ini kan pembinaan sebenarnya,” katanya.

Ia berharap apresiasi tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi.

“Dengan adanya reward, walaupun mungkin nilainya tidak seberapa, tapi penghargaan itu membuat anak-anak alhamdulillah senyumnya sangat baik. Mereka jadi tambah semangat untuk meningkatkan prestasinya. Mereka merasa diakui,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Abdi
Editor: Agus S

Persija Siap Tempur Hadapi Persib di Segiri, Rizky Ridho: Kami Ingin Kasih Bahagia Jakmania!

SAMARINDA – Rivalitas klasik sepak bola Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung resmi berpindah ke Stadion Segiri Samarinda dalam laga big match BRI Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026) pukul 16.30 WITA.

Meski berstatus laga kandang usiran akibat alasan keamanan di Jakarta, Persija memastikan tetap siap tampil maksimal demi mengamankan tiga poin penting.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza menegaskan anak asuhnya memahami besarnya tensi pertandingan melawan Persib yang dikenal sebagai salah satu derbi terbesar di Indonesia.

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza saat sesi press conference. Foto: Dimas/Media Kaltim

“Semua tahu ini derby dan tahu bagaimana rivalitas kedua tim. Harapan saya pertandingan di lapangan berjalan aman dan semua pemain bisa saling respect,” ujar Mauricio saat sesi konferensi pers usai official training di Stadion Segiri, Sabtu (9/5/2026).

Pelatih asal Brasil tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Samarinda dan manajemen Borneo FC yang dinilai memberikan sambutan baik kepada Persija selama berada di Kalimantan Timur.

Persija dipastikan tampil dengan komposisi terbaik karena seluruh pemain utama dalam kondisi siap bertanding.

Sementara itu, kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho mengaku laga kontra Persib kali ini memberikan pengalaman berbeda baginya. Untuk pertama kalinya, ia harus naik pesawat untuk menjalani pertandingan kandang bersama Persija.

“Selama saya main di home, saya tidak pernah naik pesawat. Tapi kali ini main home naik pesawat,” ujar Ridho sambil tersenyum.

Pemain Persija Jakarta berlatih di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

Meski begitu, bek Timnas Indonesia tersebut menegaskan perjalanan jauh bukan alasan bagi Persija untuk tampil di bawah performa terbaik.

“Itu bukan alasan. Kita sudah datang ke sini berarti kita siap untuk pertandingan besok. Kami akan bekerja mati-matian dan insyaallah pulang membawa tiga poin,” tegasnya.

Ridho juga menyebut dukungan Jakmania yang datang langsung ke Samarinda menjadi tambahan motivasi bagi skuad Macan Kemayoran untuk tampil maksimal di Stadion Segiri.

Laga Persija kontra Persib diprediksi berlangsung sengit mengingat rivalitas panjang kedua tim serta tingginya gengsi pertandingan yang selalu menyita perhatian publik sepak bola nasional. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Bandung Keluhkan Venue Laga Kontra Persija di Segiri, Bojan Hodak: Ini Sedikit Aneh

0

SAMARINDA – Atmosfer panas mulai terasa jelang duel bertajuk Derbi Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akan digelar di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (10/5/2026) pukul 16.30 WITA.

Meski menjadi salah satu laga terbesar di Liga Indonesia, pertandingan tersebut justru dipindahkan dari Jakarta ke Samarinda. Kondisi itu mendapat sorotan langsung dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.

Dalam sesi konferensi pers di Media Center Borneo FC, Sabtu (9/5/2026), Bojan mengaku heran dengan keputusan pemindahan venue laga panas tersebut ke Kalimantan Timur.

“Saya rasa sedikit aneh bagi pihak-pihak yang menentukan venue untuk pertandingan antara Persija dan Persib ini. Seharusnya bermain di Jakarta, tetapi dipindah ke Stadion Segiri Samarinda,” ujar Bojan.

Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu memastikan skuad Maung Bandung tetap siap menghadapi pertandingan sarat gengsi tersebut. Ia menyebut rivalitas Persija dan Persib merupakan salah satu derbi terbesar di Asia Tenggara sehingga kedua tim dipastikan tampil habis-habisan.

“Kedua tim tidak ada yang ingin kalah. Pemain pasti ingin memberikan penampilan terbaiknya. Dari sisi Persib, kami akan berusaha maksimal dan berharap mendapatkan hasil terbaik,” katanya.

Namun Persib dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Bomber andalan mereka, Ramon Tanque, dipastikan absen akibat mengalami cedera concussion pada laga sebelumnya.

“Semua pemain siap, kecuali Ramon Tanque. Saya ingin pemain yang turun di pertandingan besok betul-betul fokus 100 persen untuk mengamankan poin,” tegas Bojan.

Sementara itu, bek asing Persib Bandung, Federico Barba juga menyatakan kesiapan timnya menghadapi Persija meski bermain jauh dari kandang sendiri.

“Tentunya seperti harapan Coach, besok akan menjadi pertandingan yang menarik buat kita. Tidak banyak yang saya sampaikan, kami semua siap dan harus memaksimalkan peluang yang ada,” ujar Barba.

Laga Persija kontra Persib di Stadion Segiri diprediksi menjadi magnet besar bagi pecinta sepak bola di Samarinda. Rivalitas panjang kedua tim serta antusiasme suporter dipastikan membuat atmosfer pertandingan berlangsung panas meski dimainkan di venue netral. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S