NUSANTARA – Pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan peningkatan signifikan sejak pembangunan ibu kota baru dimulai pada 2022.
Data Otorita IKN mencatat jumlah UMKM di wilayah delineasi yang pada pertengahan 2023 sebanyak 417 unit, kini telah mencapai 5.147 unit pada Juni 2026. Kenaikan tersebut terjadi seiring berbagai program pendampingan, pelatihan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan Nusantara.
Sepanjang 2023 hingga 2024, Otorita IKN mendampingi sedikitnya 796 UMKM lokal untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang usaha yang muncul seiring pembangunan ibu kota negara.
Pada Desember 2025, jumlah UMKM binaan Otorita IKN tercatat sebanyak 888 unit yang tersebar di tujuh kecamatan wilayah delineasi. Sementara berdasarkan data Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN tahun 2026, jumlah keseluruhan UMKM telah mencapai 5.147 unit. Kecamatan Sepaku, yang menjadi wilayah terdekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), menyumbang 495 UMKM atau sekitar 9,6 persen dari total tersebut.
Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Ferdinand Kana Lo, sebelumnya menyampaikan harapannya agar UMKM lokal dapat berkembang menjadi usaha dengan skala yang lebih besar.
“Kami akan menampung seluruh masukan dan saran dari pelaku usaha. Melalui kolaborasi, kita ingin membangun dan mengembangkan ekosistem ekonomi Nusantara yang kuat dengan UMKM sebagai tulang punggungnya,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di Swissôtel Nusantara.
Pertumbuhan jumlah UMKM tersebut juga ditopang peningkatan omzet sejumlah pelaku usaha sejak hadirnya IKN. Sejumlah UMKM lokal dilaporkan mengalami kenaikan pendapatan hingga dua sampai sepuluh kali lipat dibanding sebelum pembangunan ibu kota dimulai.
Selain meningkatnya aktivitas ekonomi, transformasi digital turut memperluas akses pemasaran produk UMKM. Kebijakan pemerintah yang membebaskan Pajak Penghasilan (PPh) bagi pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun juga menjadi faktor pendukung perkembangan usaha mikro dan kecil.
Untuk memperkuat daya saing pelaku usaha, Otorita IKN secara rutin menggelar pelatihan, pendampingan, hingga edukasi terkait perizinan usaha dan legalitas produk. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi kawasan Tri-City yang menghubungkan Nusantara, Balikpapan, dan Samarinda.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengatakan penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu fokus yang terus dijalankan seiring perkembangan ibu kota baru.
“Komitmen kami terus mengupayakan kapasitas pengusaha UMKM agar dapat meningkat seiring perkembangan IKN. Baik melalui pelatihan atau pendampingan,” katanya.
Meski demikian, peningkatan jumlah pelaku usaha juga menghadirkan tantangan tersendiri. Keberlanjutan UMKM dinilai sangat bergantung pada stabilitas aktivitas ekonomi di kawasan IKN, mulai dari kunjungan masyarakat, penyelenggaraan berbagai kegiatan, hingga keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang mendorong masuknya pekerja dan investor.
Untuk menjaga perputaran ekonomi, Otorita IKN terus menyediakan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal melalui berbagai kegiatan dan kawasan komersial.
Pertumbuhan ribuan UMKM dalam kurun waktu tiga tahun menunjukkan geliat ekonomi baru di kawasan IKN. Namun, menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kualitas produk menjadi pekerjaan berikutnya agar pelaku UMKM lokal tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi yang terus berlangsung.
“Kami, Otorita, memfasilitasi pengusaha UMKM lokal untuk ikut mengisi area komersial seperti bazar UMKM, Nusantara Park dan lain-lain,” ujar Conrita.
Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



