Beranda blog Halaman 38

Rampas Gelang Emas Pemilik Toko Sembako di Sepaku, Pelaku Curas Ditangkap Tiga Hari Setelah Beraksi

Penajam Paser Utara – Tim Jatanras Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar seorang pemilik toko sembako di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelaku berinisial YN (32) ditangkap tiga hari setelah beraksi dan diketahui menjual gelang emas hasil rampasannya untuk membeli sepeda motor baru.

Pelaku dibekuk di sebuah rumah kontrakan di Desa Bumi Harapan pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita tanpa perlawanan. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif, termasuk menelusuri rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Reskrim AKP Handry Dwi Azhari mengatakan identitas pelaku berhasil terungkap berkat rekaman kamera pengawas yang merekam seluruh rangkaian aksinya.

“Pelaku YN berhasil kami tangkap tanpa perlawanan setelah tim melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV,” jelas Handry kepada wartawan, dikutip Senin (15/6/2026) malam.

Peristiwa curas tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) di sebuah toko sembako di Jalan Bougenville, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku. Korban diketahui berinisial SI (58), seorang perempuan yang sehari-hari menjalankan usaha toko sembako.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku awalnya datang ke toko korban dengan alasan membeli air isi ulang. Saat berada di lokasi, pelaku melihat korban mengenakan gelang emas berukuran cukup besar sehingga muncul niat untuk menguasai perhiasan tersebut.

Diketahui, aksi curas dilakukan YN yang berpura-pura mendatangi toko milik korban dengan dalih membeli air depo isi ulang. Setelah mengamati situasi, pelaku kembali ke lokasi menggunakan helm dan masker hitam untuk menyamarkan identitasnya.

Begitu melihat kondisi memungkinkan, YN langsung memukul bagian leher korban menggunakan balok kayu hingga korban tak berdaya. Setelah itu, pelaku merampas gelang emas milik korban dan melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna abu-abu.


Rampas Gelang Emas Pemilik Toko Sembako di Sepaku, Pelaku Curas Ditangkap Tiga Hari Setelah Beraksi

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Jatanras Satreskrim Polres PPU bersama Unit Reskrim Polsek Sepaku melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan keterangan saksi, serta penelusuran rekaman CCTV. Dari hasil tersebut, identitas pelaku berhasil diketahui hingga akhirnya diamankan di tempat persembunyiannya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, polisi mengungkap gelang emas milik korban yang ditaksir seberat 22 gram telah dijual pelaku seharga Rp29 juta.

Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor baru dan memenuhi kebutuhan pribadinya. Polisi juga menyebut motif pelaku melakukan aksi kejahatan diduga karena faktor ekonomi dan terlilit utang.

“Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penyelidikan secara intensif. Dari hasil pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti, identitas pelaku berhasil diketahui hingga akhirnya dapat diamankan. Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan merespons cepat setiap laporan yang masuk,” ujar Handry.

Saat ini YN telah ditahan di Polres PPU untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) dan (2) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.

Kasus ini sebelumnya sempat viral di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp dengan narasi pembegalan di kawasan IKN. Namun, pihak kepolisian menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku AKP Syarifuddin menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, bukan pembegalan sebagaimana yang beredar di media sosial.

Polres PPU mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sepaku dan kawasan delineasi IKN, untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat kepolisian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Kami berharap pemberitaan ini dapat meluruskan simpang siur informasi yang tersiar di media sosial. Kami tegaskan ini murni tindak pidana curas, bukan pembegalan,” terang Syarifuddin.

Pewarta: Robbi Lalat

Lukman Nelayan Waru PPU Sempat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat oleh Tim Gabungan

Penajam Paser Utara – Nelayan asal Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Lukman (54), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Selasa (16/6/2026) malam.

Lukman ditemukan bersama kapal miliknya yang mengalami kerusakan mesin di sekitar perairan Api-Api. Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi dengan menarik kapal korban menuju dermaga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, mengatakan laporan orang diduga hilang tersebut diterima Pusdalops BPBD PPU pada Selasa (16/6/2026) pukul 16.06 WITA.

“Pada hari Senin, 15 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, Sdr. Lukman berangkat seorang diri untuk melaut di sekitar perairan Api-Api. Berdasarkan kebiasaan, korban biasanya kembali dari melaut pada keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WITA. Namun hingga sore hari korban belum juga kembali, sehingga anak korban kemudian menyampaikan laporan kejadian tersebut kepada Pusdalops BPBD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Nurlaila.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal yang digunakan Lukman berukuran cukup besar, sekitar tujuh papan, sehingga masih terdapat kemungkinan kapal dalam kondisi aman.

“Kapal yang digunakan korban merupakan kapal nelayan berukuran cukup besar sekitar 7 papan, sehingga dari sisi keamanan kapal masih dinilai kemungkinan dalam kondisi aman,” kata Nurlaila.

Dari keterangan warga, kapal yang diduga milik korban terlihat berada sekitar satu mil dari pesisir pantai, tepatnya di area antara pelelangan menuju kawasan bagang. Kapal tersebut bergerak sangat lambat dan diduga mengalami gangguan mesin atau tersangkut jaring.

Proses pencarian sempat menghadapi kendala karena kondisi air laut sedang surut cukup jauh dan gelombang laut cukup besar. Kondisi tersebut membuat nelayan maupun warga yang berada di laut belum berani mendekati lokasi kapal.

“Pada saat dilakukan pemantauan, kondisi air laut sedang surut cukup jauh sehingga kapal nelayan lain mengalami kesulitan untuk mendekati lokasi tersebut. Selain itu, kondisi gelombang laut yang cukup besar menyebabkan warga maupun nelayan yang sudah berada di laut belum berani mendekat ke area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban,” paparnya.

Setelah laporan diterima, BPBD PPU bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi. Tim gabungan melibatkan BPBD PPU, Pos AL Penajam, DPKP Pos Waru, Polsek Waru, Satpol PP Kecamatan Waru, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat Desa Api-Api, kepala dusun, Ketua RT 003, serta warga dan nelayan setempat.

“Setelah laporan masuk ke Pusdalops, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait di lapangan,” kata Nurlaila.

Dalam proses pencarian, keluarga dan rekan korban juga menuju lokasi terakhir kapal terlihat untuk melakukan koordinasi dengan pihak yang mengetahui keberadaan korban.

“Pihak keluarga dan teman korban menuju ke TKP tempat terakhir korban terlihat dan benar ternyata korban ditemukan dalam keadaan selamat dan mesin kapal korban mengalami kerusakan, kemudian dilakukan penarikan kapal menuju dermaga,” jelas Nurlaila.

Foto: Tim gabungan BPBD PPU dan unsur terkait berhasil menemukan Lukman setelah sempat dilaporkan hilang saat melaut di perairan Api-Api, Kecamatan Waru.

Setelah korban berhasil ditemukan, BPBD PPU menyerahkan bantuan logistik kepada Lukman dan keluarga. Operasi pencarian kemudian dinyatakan selesai dan seluruh tim gabungan kembali ke pos masing-masing.

“Kegiatan pencarian korban resmi ditutup dan selanjutnya tim gabungan kembali ke pos masing-masing,” tutup Nurlaila.

Pewarta: Robbi Lalat

Nelayan Api-Api Hilang Saat Melaut, BPBD PPU Siapkan Pencarian di Perairan Waru

Penajam Paser Utara – Seorang nelayan bernama Lukman (54), warga RT 003 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dilaporkan hilang setelah pergi melaut di perairan sekitar Api-Api sejak Senin (15/6/2026) sore.

Laporan orang diduga hilang tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU pada Selasa (16/6/2026) pukul 16.06 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, menjelaskan berdasarkan laporan keluarga, Lukman berangkat melaut seorang diri pada Senin sekitar pukul 17.00 WITA. Korban biasanya kembali ke rumah pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA.

Namun hingga sore hari, korban belum juga kembali sehingga pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian tersebut kepada Pusdalops BPBD PPU.

“Pada hari Senin 15 Juni 2026 sore hari sekitar pukul 17.00 Wita Sdr Lukman sendiri pergi melaut ke area sekitar perairan Api Api dan biasa pulang pagi di keesokan harinya sekitar pukul 07.00 Wita,” kata Nurlaila.

“Namun sampai sore ditunggu belum kembali dan anak korban segera menyampaikan laporan ke Pusdalops BPBD,” lanjutnya.

Setelah menerima laporan, Pusdalops BPBD Kabupaten PPU melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk persiapan penanganan dan proses pencarian korban.

Hingga laporan awal diterima, korban masih dalam status diduga hilang dan upaya penanganan selanjutnya dilakukan melalui koordinasi antarinstansi.

Pewarta: Robbi Lalat

Enviwalk di Nusantara Park Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan di IKN

NUSANTARA – Ratusan masyarakat dan pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengikuti kegiatan Enviwalk di Nusantara Park, Selasa (16/6/2026). Kegiatan jalan sehat tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus kampanye membangun budaya berjalan kaki dan pola mobilitas yang lebih ramah lingkungan di kawasan Nusantara.

Kegiatan Enviwalk diselenggarakan Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan sejumlah mitra IKN dengan mengusung semangat tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yaitu “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, mengatakan Enviwalk merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Semua dirancang agar Enviwalk menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi kita semua, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau dan rendah emisi,” ujar Lazuardi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN dalam mengintegrasikan aksi lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan ibu kota baru.

Peserta Enviwalk berasal dari berbagai unsur, mulai dari insan Otorita IKN, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat sekitar kawasan IKN. Selain berjalan bersama, peserta juga diajak menyampaikan pesan lingkungan melalui berbagai aktivitas kreatif.

Salah satunya melalui penggunaan busana berbahan daur ulang sampah. Sejumlah peserta mengenakan pakaian yang dibuat dari material bekas dengan membawa pesan edukasi mengenai pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Foto: Peserta Enviwalk mengenakan busana berbahan daur ulang saat mengikuti rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Nusantara Park, IKN, Selasa (16/6/2026).

Warga Sepaku, Suwati Ninggisih, menjadi salah satu peserta yang menggunakan busana daur ulang dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan pakaian yang dikenakannya dibuat dari berbagai material bekas sebagai bentuk kampanye kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita memakai baju dari bahan daur ulang plastik yang dibuat sekitar satu minggu. Bando yang saya kenakan juga berasal dari kardus bekas dan plastik bekas. Pesan yang ingin disampaikan melalui pakaian ini adalah agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa didaur ulang,” ujar Suwati.

Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menggelar Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN pada 14–16 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan ekonomi sirkular, serta inovasi pemanfaatan material bekas.

Dalam pameran itu, pengunjung dapat melihat berbagai praktik pengelolaan lingkungan, seperti budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga produk kreatif hasil daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Otorita IKN mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat konsep pembangunan Nusantara sebagai kota hijau yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

KTNA PPU Ikuti PENAS XVII, Mudyat Noor Minta Petani Perkuat Daya Saing Sektor Pangan

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten PPU yang akan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Provinsi Gorontalo pada 20–25 Juli 2026.

Sebelum pelepasan, Mudyat terlebih dahulu berdialog dan berdiskusi bersama para peserta di ruang rapat Bupati lantai III Kantor Sekretariat Kabupaten PPU, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Mudyat meminta kontingen KTNA PPU tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan sebagai duta daerah yang mampu memperkenalkan potensi pertanian, perikanan, dan perkebunan Kabupaten PPU di tingkat nasional.

Selain itu, ia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum PENAS KTNA XVII untuk menyerap berbagai inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

“Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah ilmu dan pengalaman di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Jangan sampai ada kesempatan yang terlewat. Tunjukkan bahwa petani dan nelayan PPU mampu berinovasi dan memiliki daya saing,” ujar Mudyat.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap keikutsertaan kontingen KTNA merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Mudyat menilai ketiga sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terlebih dengan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

“Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan memiliki peluang yang sangat besar. Ke depan, mulai 2027, kita ingin mengoptimalkan potensi ini lebih baik lagi agar selaras dengan program pemerintah pusat yang juga memberikan perhatian terhadap sektor tersebut,” katanya.

Foto: Bupati PPU Mudyat Noor berdialog bersama kontingen KTNA PPU sebelum melepas keberangkatan peserta PENAS KTNA XVII di Kantor Sekretariat Kabupaten PPU, Senin (15/6/2026).

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan PENAS KTNA XVII, mulai dari perlombaan, seminar, hingga forum diskusi sesuai bidang masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan dan diterapkan kepada petani serta nelayan di Kabupaten PPU.

“Ke depan tantangan sekaligus peluang bagi kita adalah bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hal ini juga dapat memberdayakan berbagai potensi daerah yang kita miliki, khususnya dengan luasnya area pertanian di PPU,” jelasnya.

Mudyat berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga kekompakan, membawa nama baik Kabupaten PPU, serta menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan hingga kembali ke daerah.

Sementara itu, Ketua Rombongan Kontingen KTNA PPU, Wahab, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten PPU terhadap keikutsertaan mereka dalam PENAS KTNA XVII.

“Keikutsertaan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah sekaligus menjadi kebanggaan bagi KTNA PPU. Selain mengikuti berbagai inovasi pertanian, kami juga dapat belajar dari pengalaman petani di luar Kalimantan sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten PPU,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Propam Diminta Telusuri Proses Penyidikan Kasus Muara Lawa

0

SENDAWAR – Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan di RT 001 Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, menjadi sorotan. Keputusan penghentian penyidikan oleh penyidik Polres Kutai Barat dipertanyakan pihak keluarga korban karena sebelumnya perkara tersebut disebut telah memasuki tahap penetapan tersangka.

Kuasa hukum korban, Adhe Rehatta Tarigan, menyampaikan keberatan atas keputusan penghentian perkara dengan alasan tidak cukup alat bukti. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari penyidik.

“Padahal sebelumnya penyidik telah menetapkan seorang terduga pelaku berinisial R,” ujar Adhe saat konferensi pers di Barong Tongkok, Senin (15/6/2026).

Adhe mengatakan pihaknya telah mengadukan penyidik yang menangani perkara tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melalui kanal pengaduan resmi secara daring.

Menurutnya, penghentian perkara menimbulkan pertanyaan karena proses penyidikan sebelumnya telah berjalan cukup jauh. Bahkan, kata dia, keluarga korban memperoleh informasi bahwa telah ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

“Kami melihat ada kejanggalan dalam penghentian perkara ini. Sebab sebelumnya kasus sudah berjalan dan disebut telah ada penetapan tersangka. Namun kemudian diterbitkan SP3 dengan alasan kurang alat bukti,” katanya.

Ia menilai alasan tidak cukup alat bukti perlu dijelaskan secara terbuka mengingat dalam praktik hukum, penetapan tersangka umumnya dilakukan setelah penyidik meyakini telah memiliki alat bukti yang cukup sesuai ketentuan.

“Kalau sebelumnya sudah ada penetapan tersangka, tentu menjadi pertanyaan bagi kami mengapa kemudian perkara dihentikan,” ujarnya.

Adhe menegaskan langkah pengaduan ke Propam dilakukan sebagai upaya mencari kejelasan terhadap proses penanganan perkara yang selama ini berjalan.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap ada kepastian hukum atas kasus yang dialami korban. Hingga saat ini korban disebut masih mengalami trauma akibat peristiwa yang terjadi.

Keluarga berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan kejelasan mengenai alasan penghentian penyidikan yang telah diterbitkan penyidik.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Sinergi Komunitas dan Kreator Muda Warnai Pertunjukan Pandji

0

SAMARINDA – Kesuksesan pertunjukan stand-up comedy Kaltim Paradox yang dibawakan Pandji Pragiwaksono di Plenary Hall Sempaja, Samarinda, Sabtu (13/6/2026), tidak lepas dari dukungan berbagai elemen industri kreatif lokal. Salah satunya datang dari Mediafa, agensi talenta lokal yang turut ambil bagian dalam membangun atmosfer dan gaung acara hingga menjangkau ribuan penonton.

Kehadiran Mediafa dalam event berskala nasional tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi generasi muda, khususnya Gen Z di Kalimantan Timur, mampu memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan industri kreatif daerah.

Tidak hanya hadir sebagai penonton, para talenta dan kreator konten yang tergabung dalam Mediafa terlibat aktif bersama Aliansi Masyarakat Kaltim dalam membangun antusiasme publik terhadap acara. Dukungan dilakukan melalui berbagai aktivitas kreatif, baik secara langsung di lokasi maupun melalui publikasi digital di berbagai platform media sosial.

Sinergi tersebut dinilai berhasil menciptakan suasana yang dinamis sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai Kaltim Paradox kepada masyarakat yang lebih luas.

Perwakilan Mediafa, Rifky, mengatakan keterlibatan mereka didasari semangat kolaborasi dan dukungan antar-kreator muda di Samarinda.

“Kita saling support sesama anak Gen Z di Samarinda,” ujarnya.

Menurut Rifky, kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal sekaligus membuka ruang lebih besar bagi talenta muda daerah untuk terlibat dalam berbagai kegiatan nasional.

Keterlibatan Mediafa juga menunjukkan bahwa industri kreatif Samarinda terus berkembang dan mulai mendapat ruang dalam berbagai agenda besar. Melalui kekuatan media sosial dan jaringan kreator lokal, promosi sebuah kegiatan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda.

Selain memperkuat gaung acara, kolaborasi tersebut juga menjadi ajang pembuktian bahwa talenta lokal mampu berkontribusi dalam pengelolaan dan promosi event berskala besar.

Bagi komunitas kreatif di Samarinda, Kaltim Paradox bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga momentum untuk memperlihatkan kualitas sumber daya kreatif daerah yang mampu bersaing dan berkolaborasi dalam industri kreatif nasional.

Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak kolaborasi antara komunitas, kreator konten, pelaku industri kreatif, hingga penyelenggara event di Kalimantan Timur.

Melalui semangat kolaborasi tersebut, generasi muda Samarinda dinilai semakin siap mengambil peran dalam mendukung berbagai kegiatan besar sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Isu IKN dan Pembangunan Daerah Tak Luput dari Materi Kaltim Paradox

0

SAMARINDA – Gedung Plenary Hall Sempaja, Samarinda, menjadi saksi pertunjukan stand-up comedy bertajuk Kaltim Paradox yang dibawakan komika nasional Pandji Pragiwaksono, Sabtu malam (13/6/2026). Melalui materi yang sarat kritik sosial, Pandji mengangkat berbagai isu pembangunan, kebijakan publik, hingga dinamika kehidupan masyarakat Kalimantan Timur.

Pertunjukan tersebut tidak hanya dihadiri pencinta komedi, tetapi juga perwakilan Aliansi Masyarakat Kaltim. Kritik yang disampaikan Pandji melalui pendekatan satir justru mendapat sambutan positif dari penonton yang beberapa kali memberikan tepuk tangan meriah hingga standing applause.

Selama hampir dua jam tampil di atas panggung, Pandji membawakan materi yang menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah di Kalimantan Timur. Tema “Paradoks” yang diangkat merujuk pada kontras antara kekayaan sumber daya alam daerah dengan berbagai persoalan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Salah seorang perwakilan Aliansi Masyarakat Kaltim menilai materi yang dibawakan Pandji tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan kritik yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

“Komedi adalah cara yang efektif untuk menyampaikan kritik. Apa yang disampaikan Pandji malam ini bukan sekadar lawakan, tetapi juga menggambarkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam pertunjukan tersebut antara lain kondisi infrastruktur, pemerataan pembangunan, dampak investasi, hingga berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kalimantan Timur.

Pandji juga menyinggung kondisi masyarakat lokal yang kerap merasa belum sepenuhnya menikmati manfaat pembangunan yang berlangsung pesat di daerahnya. Berbagai kritik itu disampaikan dalam balutan humor yang mengundang tawa sekaligus refleksi dari para penonton.

Kehadiran Aliansi Masyarakat Kaltim dalam pertunjukan tersebut dinilai menunjukkan bahwa isu-isu yang diangkat memiliki relevansi dengan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi sebagian penonton, panggung komedi menjadi ruang alternatif untuk menyampaikan kritik sosial yang terkadang sulit tersalurkan melalui jalur formal. Karena itu, respons yang muncul bukan berupa penolakan, melainkan apresiasi terhadap keberanian mengangkat berbagai persoalan secara terbuka.

Hingga beberapa hari setelah pertunjukan berlangsung, pembahasan mengenai Kaltim Paradox masih ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet membagikan potongan video maupun komentar mengenai materi yang dibawakan Pandji.

Pertunjukan tersebut pun menjadi salah satu agenda hiburan yang paling banyak diperbincangkan di Samarinda dalam beberapa hari terakhir, sekaligus menunjukkan bahwa komedi dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan kritik dan refleksi sosial kepada publik.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kawasan IKN Jadi Salah Satu Wilayah Prioritas Pengembangan KDKMP

0

NUSANTARA – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah desa wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang masuk kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), terus menunjukkan progres signifikan. Rata-rata pembangunan fisik telah melampaui 50 persen dan sebagian bahkan mendekati tahap penyelesaian.

Pantauan di lapangan pada Senin (15/6/2026), pembangunan KDKMP di Desa Sukaraja telah memasuki tahap pemasangan rangka atap. Sementara di Desa Suko Mulyo, rangka kanopi bagian depan bangunan juga telah terpasang. Adapun pembangunan KDKMP di Desa Bumi Harapan tercatat sebagai salah satu yang paling maju.

Sekretaris Desa Bumi Harapan, Tarsito, mengatakan progres pembangunan saat ini diperkirakan telah mencapai 60 hingga 70 persen. Meski demikian, pihak desa belum menerima informasi resmi terkait target penyelesaian proyek dari kontraktor pelaksana.

“Pembangunan saat ini terpantau sekitar 60–70 persen. Untuk target selesainya saya belum mendapat informasi resmi. Nanti kalau sudah ada informasi, pasti saya sampaikan,” ujarnya.

Di lokasi pembangunan, sejumlah pekerja terlihat masih menunggu material tanah urug untuk meratakan area yang masih cekung sebelum dilakukan pemadatan dan pengecoran lantai.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa.

Saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur, Minggu (14/6/2026), Yandri menjelaskan bahwa sebagian besar keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada masyarakat desa dan pemerintah desa.

“Keuntungan dari Koperasi Desa Merah Putih itu, delapan puluh persen kembali ke rakyat di desa. Yang dua puluh persennya untuk PADes. Jadi tidak ada yang dibawa ke Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendes PDT.

Menurut Yandri, bangunan dan fasilitas pendukung KDKMP nantinya juga akan menjadi aset milik desa.

“Nanti itu akan jadi aset desa. Ada gudangnya, ada truknya, ada mobil pikapnya, ada motor roda tiganya. Jadi memang semuanya untuk desa,” tegasnya.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara sendiri, tercatat 13 unit KDKMP dari total 54 unit yang direncanakan telah selesai dibangun dan mulai memasuki tahap operasional. Dua di antaranya, yakni KDKMP Giripurwa dan KDKMP Sidorejo, bahkan sudah menjalankan aktivitas usaha.

Selain itu, sebanyak 24 unit lainnya masih berada dalam tahap pembangunan fisik dan ditargetkan dapat rampung dalam beberapa bulan mendatang. Namun, masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang belum memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan.

Pemerintah berharap keberadaan KDKMP dapat memperkuat ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Pengprov Kaltim Hadiri Muscab Taekwondo Kutai Barat

0

SENDAWAR – Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Kutai Barat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 di Gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Desnan, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Minggu (14/6/2026).

Muscab yang berlangsung sehari tersebut dihadiri Karateker Taekwondo Indonesia Kutai Barat serta Wakil Ketua II Taekwondo Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Master Alfons T. Lung Beraan.

Agenda musyawarah meliputi pemilihan Ketua Umum, penyusunan kepengurusan baru, evaluasi program kerja, serta penetapan strategi pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan di masa mendatang.

Dalam forum tersebut, Darius Kamuntik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kabupaten Kutai Barat periode 2026–2030.

Usai terpilih, Darius menerima bendera pataka organisasi dari perwakilan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kalimantan Timur sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi.

Darius menegaskan pentingnya olahraga taekwondo sebagai wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Kutai Barat.

“Taekwondo bukan hanya tentang prestasi olahraga, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda. Kami ingin organisasi ini semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya kepada media ini, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, Taekwondo Kutai Barat selama ini telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

Karena itu, kepengurusan baru akan fokus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga meningkatkan kualitas latihan untuk menghadapi berbagai kejuaraan.

Salah satu target utama yang menjadi perhatian saat ini adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026 mendatang.

“Cabor Taekwondo Kutai Barat saat ini sedang mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Porprov VIII Kaltim. Kami berharap bisa memberikan hasil maksimal dan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.