Kawasan IKN Jadi Salah Satu Wilayah Prioritas Pengembangan KDKMP

NUSANTARA – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah desa wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang masuk kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), terus menunjukkan progres signifikan. Rata-rata pembangunan fisik telah melampaui 50 persen dan sebagian bahkan mendekati tahap penyelesaian.

Pantauan di lapangan pada Senin (15/6/2026), pembangunan KDKMP di Desa Sukaraja telah memasuki tahap pemasangan rangka atap. Sementara di Desa Suko Mulyo, rangka kanopi bagian depan bangunan juga telah terpasang. Adapun pembangunan KDKMP di Desa Bumi Harapan tercatat sebagai salah satu yang paling maju.

Sekretaris Desa Bumi Harapan, Tarsito, mengatakan progres pembangunan saat ini diperkirakan telah mencapai 60 hingga 70 persen. Meski demikian, pihak desa belum menerima informasi resmi terkait target penyelesaian proyek dari kontraktor pelaksana.

“Pembangunan saat ini terpantau sekitar 60–70 persen. Untuk target selesainya saya belum mendapat informasi resmi. Nanti kalau sudah ada informasi, pasti saya sampaikan,” ujarnya.

Di lokasi pembangunan, sejumlah pekerja terlihat masih menunggu material tanah urug untuk meratakan area yang masih cekung sebelum dilakukan pemadatan dan pengecoran lantai.

Baca Juga:   Tangani Sampah IKN, PPU Minta Bantuan KLHK Tingkatkan Sarpras

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa.

Saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur, Minggu (14/6/2026), Yandri menjelaskan bahwa sebagian besar keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada masyarakat desa dan pemerintah desa.

“Keuntungan dari Koperasi Desa Merah Putih itu, delapan puluh persen kembali ke rakyat di desa. Yang dua puluh persennya untuk PADes. Jadi tidak ada yang dibawa ke Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendes PDT.

Menurut Yandri, bangunan dan fasilitas pendukung KDKMP nantinya juga akan menjadi aset milik desa.

“Nanti itu akan jadi aset desa. Ada gudangnya, ada truknya, ada mobil pikapnya, ada motor roda tiganya. Jadi memang semuanya untuk desa,” tegasnya.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara sendiri, tercatat 13 unit KDKMP dari total 54 unit yang direncanakan telah selesai dibangun dan mulai memasuki tahap operasional. Dua di antaranya, yakni KDKMP Giripurwa dan KDKMP Sidorejo, bahkan sudah menjalankan aktivitas usaha.

Baca Juga:   Revitalisasi Pasar Sepaku, Pedagang Keluhkan Kios Sempit dan Akses Becek

Selain itu, sebanyak 24 unit lainnya masih berada dalam tahap pembangunan fisik dan ditargetkan dapat rampung dalam beberapa bulan mendatang. Namun, masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang belum memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan.

Pemerintah berharap keberadaan KDKMP dapat memperkuat ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.