Beranda blog Halaman 3

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik16juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Bupati PPU Tegaskan Kerukunan Umat Beragama Jadi Fondasi Dukung Pembangunan IKN

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama mendukung keberhasilan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komitmen tersebut disampaikan saat Welcome Dinner Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 di Graha Pemuda, Kecamatan Penajam, Rabu (15/7/2026) malam.

Mudyat menyambut peserta Welcome Dinner Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam sambutannya, Mudyat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten PPU sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakor FKUB se-Kaltim.

Menurutnya, tema “Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan posisi strategis PPU sebagai wilayah penyangga sekaligus gerbang IKN.

“Keberadaan IKN menjadikan peran FKUB semakin strategis. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen mendukung langkah-langkah FKUB dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Mudyat Noor.

Ia menegaskan, pembangunan IKN harus berjalan beriringan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan moderasi beragama, deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, serta mempererat sinergi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Mudyat, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Timur merupakan modal sosial yang harus dijaga melalui kolaborasi seluruh pihak agar tetap tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Rakor FKUB se-Kaltim turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdul Somad, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, para wakil kepala daerah se-Kaltim, Ketua FKUB Provinsi Kaltim K.H. Muhammad Rasyid, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama, tokoh agama, serta peserta Rakor FKUB se-Kaltim.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji yang membuka secara resmi Rakor FKUB Tahun 2026 mengatakan forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama, terutama di tengah dinamika pembangunan IKN.

Rangkaian Welcome Dinner berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai pembuka pelaksanaan Rakor FKUB se-Kaltim Tahun 2026. Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.

Penyunting: Robbi Lalat

Pemkab PPU Terima 336 Mahasiswa KKN Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Desa

PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 336 mahasiswa resmi diterjunkan ke desa dan kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026. Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar penyambutan sekaligus serah terima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati PPU, Senin (13/7/2026).

Sebanyak 336 mahasiswa secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan pengabdian di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten PPU hingga 22 Agustus 2026.

Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan pelaksanaan KKN Kolaborasi merupakan tindak lanjut surat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman mengenai pelaksanaan KKN Tahun 2026.

Program tersebut mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa, Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Penajam Paser Utara.”

Menurut Tita, mahasiswa akan ditempatkan di empat kecamatan, 17 kelurahan, dan sejumlah desa dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Fokus kegiatan meliputi penguatan literasi digital dan pelayanan desa, pemetaan potensi serta pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi kesehatan dan percepatan penanganan stunting, pelestarian lingkungan, hingga sinkronisasi data profil desa sebagai upaya mendukung peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM).

Mewakili Universitas Mulawarman, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, I Gedhe Sudharma, berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk melaksanakan program-program KKN dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, disiplin, dan tetap menjaga etika serta sopan santun dalam berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten PPU, pimpinan Bank Kaltimtara Cabang Penajam Paser Utara, serta perwakilan LP2M Universitas Mulawarman.

Melalui program KKN Kolaborasi 2026, Pemerintah Kabupaten PPU berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta mendukung pencapaian target Indeks Desa Membangun dan Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, yang mewakili Bupati PPU, secara resmi membuka kegiatan sekaligus melepas mahasiswa ke lokasi pengabdian masing-masing.

Dalam arahannya, Nicko mengingatkan mahasiswa agar menjaga solidaritas, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, dan masyarakat.

Ia juga menekankan agar mahasiswa mampu menunjukkan kontribusi nyata selama berada di lokasi KKN, bukan hanya menjalankan aktivitas di posko.

“Saya minta semua jaga solidaritasnya, jangan biarkan temannya susah sendirian, dan tolong hargai nilai-nilai lokal yang ada di sini,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Bupati PPU Dorong Program TJSL Perusahaan Terintegrasi dengan Pembangunan Daerah

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026. Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan program TJSL harus disusun secara terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah agar tepat sasaran, menghindari tumpang tindih dengan APBD, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Lantai III Kantor Bupati PPU, Selasa (14/7/2026). Kegiatan mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Badan Usaha dalam Pembangunan Daerah.”

Rakor juga dihadiri, Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah Tohar, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan 37 perusahaan anggota Forum TJSL, akademisi, serta unsur pengawas dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI).

Dalam arahannya, Mudyat menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL merupakan kewajiban perusahaan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan Daerah Kabupaten PPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kondisi fiskal Kabupaten PPU saat ini memang tidak begitu baik. Justru karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan harus terus dijaga agar pembangunan tetap berjalan secara transparan, terbuka, dan akuntabel,” ujarnya.

Mudyat meminta setiap perusahaan menyusun program TJSL bersama pemerintah desa dan kecamatan di sekitar wilayah operasional sejak tahap perencanaan. Langkah tersebut dinilai penting agar program tidak tumpang tindih dengan pembiayaan APBD sekaligus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menilai program yang tepat sasaran juga mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kalau program TJSL tepat sasaran, masyarakat akan merasakan langsung manfaat kehadiran perusahaan. Ini juga akan memperkuat dukungan masyarakat terhadap kelancaran operasional perusahaan itu sendiri,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut disampaikan realisasi program TJSL perusahaan anggota forum sepanjang 2025 mencapai Rp3.450.386.846.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten PPU juga mengukuhkan kepengurusan Forum TJSL periode 2026–2031. Ketua forum dijabat Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, sedangkan Wakil Ketua dijabat perwakilan PT Waru Kaltim Plantation.

Forum TJSL periode 2026–2031 terdiri atas 37 perusahaan dari sektor migas, perkebunan, perbankan, hingga ritel serta didukung 22 organisasi perangkat daerah. Forum juga diperkuat Tim Pengawas yang melibatkan Inspektorat Daerah, akademisi, dan LAKI untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Melalui penguatan forum tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU menargetkan program TJSL tidak lagi bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari instrumen pembangunan daerah yang terintegrasi hingga tingkat desa dan kecamatan. Penyusunan program kerja sisa tahun 2026 dan tahun 2027 akan menjadi tahap awal implementasi kebijakan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah PPU Tohar menegaskan pelaksanaan TJSL harus dipandang sebagai kewajiban hukum sekaligus bagian dari strategi bisnis perusahaan, bukan sekadar kegiatan kehumasan.

Ia menambahkan, program TJSL seharusnya menjadi tanggung jawab jajaran direksi karena wajib masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

“TJSL bagi perusahaan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sukarela. Fungsinya untuk menurunkan risiko sosial, menjadi penyangga keamanan izin operasi, sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan di tengah masyarakat,” ujar Tohar.

Penyunting: Robbi Lalat

Leader Talk, Launching Buku, Dan Penghargaan Mewarnai Puncak HUT Ke-6

SAMARINDA – “Untuk ukuran media yang baru berusia enam tahun, acaranya luar biasa. Rasanya seperti perayaan ulang tahun ke-17.”

Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal itu menggambarkan kemeriahan Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 yang digelar di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026) malam.

Sejak petang, ballroom dipenuhi pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, aparat TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, direksi perusahaan, perguruan tinggi, insan pers, serta berbagai mitra strategis Media Kaltim Network.

Acara yang menjadi puncak Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim Network itu tidak hanya diisi penyerahan penghargaan. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Leader Talk, peluncuran buku digital karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto, selebrasi ulang tahun, hiburan, gala dinner, dan ramah tamah.

Sekitar 60 tokoh, pimpinan lembaga, kepala daerah, pimpinan korporasi, BUMN/BUMD, dan institusi menerima penghargaan atas kontribusi dan dukungan mereka terhadap perjalanan Media Kaltim Network serta perkembangan ekosistem media digital di Kalimantan Timur.

Sejak pukul 18.30 WITA, tamu mulai memenuhi area registrasi. Suasana semakin ramai ketika para undangan memasuki ballroom dan saling menyapa dalam suasana yang hangat.

Di antara tamu yang hadir terlihat Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani, serta sejumlah anggota DPRD kabupaten dan kota.

Hadir pula perwakilan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Polresta Samarinda, Bea Cukai, PLN UID Kaltimra, Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional Balikpapan, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pupuk Kaltim, Badak LNG, Bankaltimtara, SKK Migas, Multi Harapan Utama, Harris Hotel Samarinda, dan sejumlah mitra lainnya.

Malam itu menjadi ruang pertemuan antara media, pemerintah, legislatif, aparat, dan dunia usaha. Para tamu tidak hanya mengikuti acara, tetapi juga saling berbincang dan memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.

Foto: Agus Susanto CEO Media Kaltim Network

Dari Tim Kecil Menjadi Lebih dari 50 Karyawan

CEO Media Kaltim Network Agus Susanto mengatakan, 14 Juli menjadi tanggal penting dalam perjalanan perusahaan. Media Kaltim lahir pada 14 Juli 2020 dengan sumber daya manusia yang masih terbatas.

Enam tahun kemudian, Media Kaltim Network tumbuh menjadi jaringan media digital dengan lebih dari 50 karyawan yang tersebar di berbagai daerah.

“Hari ini merupakan puncak peringatan hari ulang tahun kami. Pada 14 Juli 2020, Media Kaltim lahir dengan sedikit sumber daya manusia. Alhamdulillah, sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dari 50 karyawan,” ujar Agus.

Ia mengakui perjalanan membangun perusahaan media tidak selalu mudah. Ada tantangan bisnis, perubahan teknologi, kritik, serta masa-masa yang menguji keberlanjutan perusahaan.

Namun, seluruh proses tersebut dapat dilalui berkat dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, pembaca, serta para mitra.

“Tentu perjalanan itu tidak mudah. Ada tantangan, kritik, bahkan masa-masa yang menguji kami. Namun, enam tahun ini bisa kami lewati dengan dukungan seluruh stakeholder dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Agus menegaskan hubungan media dengan pemerintah dan dunia usaha harus dibangun melalui kolaborasi yang sehat. Pemerintah dan perusahaan membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perusahaan media membutuhkan dukungan agar dapat menjaga keberlanjutan usaha dan kualitas jurnalistik.

Tema HUT tahun ini adalah ConSixTen, gabungan dari Confidence, Six, dan Consistent. Tema tersebut menjadi penanda perjalanan enam tahun Media Kaltim untuk terus percaya diri menghadapi perubahan dan konsisten menjaga kualitas serta kepercayaan pembaca.

Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli saat menyampaikan Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)

Dewan Pers Ingatkan Ancaman terhadap Media Arus Utama

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leader Talk.

Ia mengingatkan industri pers nasional tengah menghadapi tekanan besar akibat perubahan lanskap digital. Media arus utama harus bersaing dengan platform digital, akun media sosial, YouTuber, dan kreator konten yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat, tetapi belum dibebani aturan seketat perusahaan pers.

Menurut Jazuli, media profesional wajib tunduk pada Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, Kode Etik Jurnalistik, ketentuan badan hukum, hingga kewajiban perpajakan.

Sementara itu, platform digital dan kreator konten masih bergerak dalam ruang regulasi yang belum setara.

“Media arus utama harus tunduk pada banyak regulasi, sementara media sosial dan platform digital praktis belum memiliki aturan yang jelas, baik dari sisi konten maupun bisnis. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, media mainstream akan semakin sulit bertahan,” ujarnya.

Dewan Pers, lanjut Jazuli, tengah mendorong lahirnya regulasi yang mengatur platform digital dan kreator konten. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Hukum, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Komisi I DPR RI.

Ia menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, ChatGPT, dan Gemini, tidak dapat dihentikan. Negara harus menghadirkan aturan agar persaingan berlangsung sehat dan media profesional tetap memiliki ruang hidup.

“Perubahan teknologi tidak bisa dibendung. Yang harus dilakukan adalah mengatur agar persaingan berlangsung sehat,” katanya.

Pengaduan ke Dewan Pers Terus Meningkat

Selain ancaman eksternal, Jazuli juga menyoroti persoalan di internal industri pers. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap media dan wartawan terus meningkat.

Pada 2024, Dewan Pers menerima sekitar 600 pengaduan. Jumlah tersebut melonjak menjadi 1.285 pengaduan sepanjang 2025. Hingga akhir Juni 2026, laporan yang masuk telah melampaui 700 pengaduan.

“Dari sekian banyak pengaduan yang masuk, mayoritas persoalannya berasal dari media dan jurnalisnya sendiri,” ungkapnya.

Empat pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pemberitaan tidak berimbang, lemahnya verifikasi, praktik suap, dan dugaan pemerasan oleh oknum wartawan.

Menurut Jazuli, informasi yang diterima wartawan belum dapat langsung dianggap sebagai berita. Informasi tersebut harus diuji, ditelusuri, dan dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan.

“Informasi itu baru bahan dasar berita. Wartawan tetap wajib melakukan penelusuran dan memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik suap dan pemerasan tidak hanya menjadi pelanggaran etik, tetapi dapat masuk ke ranah pidana.

“Wartawan tidak kebal hukum. Kalau sudah masuk unsur pidana seperti suap atau pemerasan, proses hukumnya bisa berjalan,” katanya.

Kepercayaan publik, menurut Jazuli, merupakan modal terbesar perusahaan media. Tanpa kepercayaan, media akan kehilangan pembaca, mitra, dan sumber pendapatan.

“Satu-satunya aset terbesar media adalah kepercayaan publik. Kalau publik sudah tidak percaya, sponsor juga tidak akan datang,” ujarnya.

Tetap Kritis, tetapi Tidak Merusak

Jazuli juga mengajak media tidak hanya mengejar sisi negatif dari sebuah peristiwa. Media harus tetap kritis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dari pemberitaan.

Menurutnya, jurnalisme tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tanggung jawab agar informasi tidak memperbesar konflik atau menimbulkan kerusakan di masyarakat.

“Jurnalisme bukan hanya soal cepat memberitakan, tetapi juga memastikan informasi tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” tuturnya.

Dewan Pers memiliki dua tugas utama, yakni menjaga kemerdekaan pers dari intimidasi dan intervensi, sekaligus memastikan wartawan bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor kepada Dewan Pers apabila menemukan pemberitaan yang dinilai merugikan atau melanggar kode etik.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Hanafi/Media Kaltim)

Pemprov Kaltim: Media Harus Cepat, Berimbang, dan Kreatif

Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal memberikan apresiasi atas perjalanan enam tahun Media Kaltim Network.

Faisal mengaku mengikuti perkembangan Media Kaltim sejak awal. Ia masih mengingat ketika Agus Susanto mengajaknya melihat kantor pertama perusahaan tersebut.

“Saya sempat berpikir, apakah media ini bisa berkembang. Ternyata hari ini luar biasa, karyawannya sudah lebih dari 50 orang. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Menurut Faisal, terdapat tiga hal penting yang harus dijaga media di era digital, yakni kecepatan, keberimbangan, dan kreativitas.

Arus informasi berlangsung selama 24 jam. Media dituntut bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi. Masyarakat juga semakin kritis sehingga pemberitaan harus disusun secara berimbang dan objektif.

“Keberimbangan menjadi sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.

Faisal juga menyoroti perhatian audiens yang semakin pendek. Konten harus mampu menarik perhatian sejak detik pertama agar tidak ditinggalkan pembaca.

“Kalau dalam tiga detik pertama tidak menarik, pembaca atau pengikut akan langsung meninggalkan konten tersebut. Jadi kreativitas menjadi unsur utama,” ujarnya.

Ia berharap Media Kaltim Network terus berkembang, semakin profesional, dan menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkualitas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, saat menjadi pembicara Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)

Media Menjaga Psikologi Publik dalam Isu Energi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menilai media memiliki peran penting dalam menjaga pemahaman masyarakat di tengah dinamika isu energi.

Menurutnya, kondisi geopolitik dunia berdampak langsung terhadap ketersediaan dan distribusi energi. Isu minyak, gas bumi, dan bahan bakar sangat mudah berkembang menjadi polemik di ruang publik.

Karena itu, media harus menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta agar tidak menimbulkan keresahan.

“Media mampu memberikan edukasi dan pencerahan yang baik sehingga tidak membuat psikologi masyarakat menjadi terganggu,” ujarnya.

Edi mengatakan Pertamina terus berupaya membuka informasi kepada publik. Namun, data yang disampaikan perusahaan sering berkembang menjadi narasi berbeda di media sosial.

Dalam kondisi tersebut, media profesional memiliki peran untuk memverifikasi informasi dan memberikan penjelasan yang utuh.

“Kesetiaan teman-teman wartawan untuk mewartakan dan mengedukasi masyarakat memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara masyarakat menyikapi kondisi di lapangan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Media Kaltim Network yang selama enam tahun konsisten menghadirkan informasi bagi masyarakat.

“Seharusnya mungkin kami yang mengapresiasi Media Kaltim dan teman-teman media lainnya,” ujarnya.

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night 2026. (Hadi Winata/MKN)

Ketua DPRD Kukar Minta Media Kaltim Tetap Kritis

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani berharap Media Kaltim Network tetap menjadi media yang kritis, objektif, dan mendidik.

Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPRD Kukar dan Media Kaltim telah membantu menyampaikan tugas, fungsi, dan kinerja lembaga kepada masyarakat.

“Media Kaltim banyak memberitakan hal-hal positif, memberikan masukan, serta membantu DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.

Ia berharap Media Kaltim terus berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara melalui pemberitaan yang mendidik masyarakat.

“Tetap kritis dan menyampaikan informasi yang mendidik sehingga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Enam Tahun Terasa Seperti 17 Tahun

Konsep Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 mendapat pujian dari sejumlah tamu.

Muhammad Faisal menilai acara yang digelar terlihat jauh lebih matang dibanding usia Media Kaltim Network yang baru enam tahun.

“Untuk ukuran media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Samarinda Arie Wibowo juga memberikan pandangan serupa.

“Enam tahun saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti tahun-tahun berikutnya. Semoga semakin keren,” katanya.

Pujian tersebut menjadi gambaran bahwa malam apresiasi tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga dikemas dengan konsep yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam satu forum.

Foto: Adhi Abdhian Ketua Panitia Malam Apresiasi Media Kaltim Network 2026

Mitra Menjadi Kunci Perjalanan Media Kaltim

Ketua Panitia HUT ke-6 Media Kaltim Network, Adhi Abdian, mengatakan malam apresiasi digelar sebagai bentuk terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung perjalanan perusahaan.

Menurutnya, media tidak dapat berkembang sendiri. Dukungan pemerintah, legislatif, dunia usaha, aparat, komunitas, dan pembaca menjadi bagian penting dari pertumbuhan Media Kaltim Network.

“Tanpa adanya mitra, kami juga akan sulit berkembang,” ujarnya.

Adhi menjelaskan Media Kaltim Network selalu menghadirkan konsep berbeda dalam setiap peringatan ulang tahun. Tahun ini, kegiatan diarahkan untuk merangkul dan memberikan apresiasi kepada para pihak yang selama ini berjalan bersama perusahaan.

Selain malam penghargaan, rangkaian HUT akan dilanjutkan dengan Media Kaltim Corporate Mini Soccer Invitational 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026.

“Kami berharap dukungan seluruh mitra bisa terus berlanjut. Semoga malam ini memberikan kesan dan menjadi awal kolaborasi yang semakin baik,” katanya.

CEO Media Kaltim Network Agus Susanto bersama tamu kehormatan saat meluncurkan buku digital. (Abdi/Media Kaltim)

Agus Susanto Luncurkan Buku Digital

Salah satu momen penting malam itu adalah peluncuran buku karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto.

Buku berjudul “PSU, Banjir, IKN, & Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa” tersebut merupakan kumpulan kolom yang ditulis Agus sepanjang 2025.

Buku itu mengangkat berbagai peristiwa politik, pembangunan, lingkungan, Ibu Kota Nusantara, banjir, hingga catatan perjalanan. Salah satu pembahasan yang mendapat porsi panjang adalah Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mahakam Ulu.

“Buku ini sebenarnya kumpulan catatan yang saya tulis di Media Kaltim Network. Ratusan peristiwa saya jadikan satu buku,” ujar Agus.

Buku tersebut dicetak secara terbatas. Namun, versi digitalnya dapat diunduh dan dibaca secara gratis.

“Buku ini akan saya cetak terbatas. Namun, seluruh masyarakat dapat mengunduh dan membacanya secara digital secara gratis,” katanya.

Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis di atas panggung bersama Muhammad Jazuli, Angela Idang Belawan, Ririn Sari Dewi, Muhammad Faisal, Sumurung Basa Silaban, Arie Wibowo, unsur TNI-Polri, serta perwakilan perusahaan, BUMN, BUMD, dan mitra strategis.

Peluncuran buku menjadi bagian dari upaya Media Kaltim Network mendorong budaya literasi sekaligus merawat dokumentasi berbagai peristiwa daerah.

“Berita mungkin hanya dibaca hari ini. Namun, ketika berbagai catatan dihimpun menjadi sebuah buku, ia menjadi dokumentasi, referensi, sekaligus jejak sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang,” ungkap Agus.

Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban saat memberikan pandangan tentang buku dan perjalanan jurnalistik Agus Susanto. (Hanafi/Media Kaltim)

Sumurung Silaban: Buku Adalah Tanda Tangan Hidup Jurnalis

Tokoh pers senior Kalimantan Timur Sumurung Basa Silaban menyebut buku karya Agus Susanto sebagai “tanda tangan hidup” seorang jurnalis.

Menurutnya, tulisan yang dihimpun menjadi buku akan menjadi warisan intelektual dan jejak perjalanan profesi yang tidak mudah hilang.

Sumurung mengenang pertemuannya dengan Agus sekitar 20 tahun lalu saat keduanya berada di lingkungan Kaltim Post Group. Saat itu, Agus masih bekerja sebagai desainer iklan sebelum menyampaikan keinginannya menjadi wartawan.

“Saya masih ingat Mas Agus datang kepada saya dan mengatakan ingin menjadi wartawan. Dari situlah prosesnya dimulai,” kenangnya.

Sumurung melihat Agus sebagai sosok yang tangguh dan memiliki integritas.

“Seberapa keras saya membimbingnya waktu itu, dia tidak pernah mengeluh. Saya melihat dia punya potensi besar menjadi jurnalis,” ujarnya.

Meski kerap disebut mentor, Sumurung mengaku tidak pernah merasa menjadi guru. Ia hanya berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya selama bekerja sebagai wartawan.

Menurutnya, keberhasilan Agus membangun Media Kaltim Network merupakan hasil proses panjang, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

“Apa yang ditulis Mas Agus di bukunya adalah tanda tangan hidupnya sebagai seorang jurnalis. Apa pun jabatannya sekarang sebagai CEO Media Kaltim Network, dia tetap seorang jurnalis. Tanda tangan itu tidak akan pernah bisa dirampas siapa pun,” tegasnya.

Sumurung juga berharap Media Kaltim Network terus tumbuh menjadi perusahaan pers yang kuat dan independen. Ia mendorong pengembangan podcast serta perluasan liputan hingga tingkat internasional.

“Kalau bermimpi, mimpilah yang besar. Saya berharap suatu hari nanti ada jurnalis Media Kaltim Network yang meliput langsung dari Gedung Putih,” katanya.

Ia juga berharap pendapatan Media Kaltim Network ke depan semakin banyak berasal dari sektor swasta sebagai bagian dari penguatan independensi perusahaan pers.

Berpeluang Menjadi Media Nasional

Pemerhati media sekaligus mantan Ketua PWI Kalimantan Timur, Endro Surip Efendi, menilai Media Kaltim memiliki peluang menjadi pelopor media online nasional yang lahir dari Benua Etam.

Endro mengaku mengikuti perjalanan Media Kaltim sejak awal. Menurutnya, fondasi perusahaan tidak lepas dari pengalaman Agus Susanto yang memahami industri media dari berbagai sisi.

“Mas Agus pernah menjadi desainer iklan, layout, lalu wartawan. Jadi ketika membangun media, dia memahami prosesnya dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Endro menilai Media Kaltim berhasil membangun manajemen dan sistem redaksi yang profesional. Kultur media cetak yang mengutamakan ketelitian juga tetap dipertahankan dalam produksi berita digital.

“Media Kaltim lahir dari orang yang memahami media cetak. Kredo media cetak adalah ketelitian. Semua melalui proses editing yang serius,” katanya.

Menurutnya, banyak media online lebih mengutamakan kecepatan dan mengabaikan kualitas. Media Kaltim dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kecepatan publikasi dan akurasi.

Ia berharap Media Kaltim memperluas kiprah hingga tingkat nasional, terutama karena selama ini konsisten mengawal perkembangan Ibu Kota Nusantara.

“Saya ingin Media Kaltim menjadi media nasional yang lahir dari Kaltim, sejalan dengan keberadaan IKN,” ujarnya.

Ditutup Gala Dinner dan Ramah Tamah

Setelah sesi Leader Talk, penyerahan penghargaan, peluncuran buku, dan selebrasi HUT ke-6, acara dilanjutkan dengan gala dinner, hiburan, dan ramah tamah.

Para tamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan memperkuat hubungan lintas sektor. Suasana berlangsung hangat hingga akhir acara.

Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, legislatif, aparat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan insan pers dalam satu malam.

Enam tahun perjalanan Media Kaltim Network dirayakan dengan penghargaan, kritik, gagasan, dan harapan. Pesan yang muncul dari seluruh rangkaian acara tetap sama: media hanya dapat tumbuh apabila mampu menjaga kepercayaan, mempertahankan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang sehat.

Pewarta: Tim Media Kaltim Network
Editor: Agus S.

Kampus IKN SMA Taruna Nusantara Dibangun 3 Tahap, Akhir 2025 Bakal Bangun Sport Center

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik13juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Pecah! Pertunjukan Stand Up Comedy “Peran’G’Tau” Alarm Kebangkitan Stand Up Comedy di PPU

PENAJAM PASER UTARA – Pertunjukan stand up comedy bertajuk “Peran’G’Tau” sukses digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan menjadi pertunjukan stand up comedy berbayar pertama yang mampu menarik sekitar 100 penonton. Antusiasme penonton menjadi sinyal positif tumbuhnya kembali ekosistem seni pertunjukan dan komunitas stand up comedy di daerah tersebut.

Gelak tawa memenuhi lokasi pertunjukan saat dua komika asal Kalimantan Timur, Damlie dari PPU dan Rama dari Kabupaten Paser, membawakan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keduanya saat ini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta sekaligus aktif mengembangkan karier di dunia stand up comedy. Melalui tur bertajuk “Peran’G’Tau”, mereka menyambangi sejumlah daerah untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jangkauan penonton.

Dalam penampilannya, Damlie dan Rama mengangkat berbagai pengalaman sebagai mahasiswa perantauan, mulai dari kehidupan anak kos, perbedaan budaya, perjuangan bertahan hidup di kota besar, hingga fenomena sosial yang mereka temui selama merantau.

Damlie dan Rama Sukses Gelar Stand Up Comedy Berbayar Pertama di PPU

Khusus Damlie, materi yang dibawakan juga berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai pemuda asal PPU yang membangun karier di luar daerah. Keresahan tersebut dikemas menjadi komedi yang ringan, namun relevan dengan kehidupan banyak anak muda.

Damlie sendiri merupakan komika yang berhasil meraih golden ticket pada ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 12 melalui komunitas Stand Up Indo Jogja.

Menurut Damlie, keberhasilan penyelenggaraan pertunjukan tersebut membuktikan bahwa stand up comedy memiliki peluang berkembang di Kabupaten PPU.

“Ini menjadi alarm atau kultur baru bahwa stand up comedy itu ada di PPU. Tidak perlu malu untuk tampil dan menceritakan apa saja di atas panggung. Stand up bisa menjadi ruang untuk menyampaikan keresahan, pengalaman, dan cerita hidup dengan cara yang menghibur,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Seluruh tiket pertunjukan yang dijual melalui sistem berbayar habis terjual sebelum acara berlangsung.

“Ternyata antusiasmenya sangat baik. Kita menggunakan sistem ticketing dan alhamdulillah sold out. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami sendiri karena masyarakat ternyata sangat menerima pertunjukan seperti ini,” katanya.

Damlie berharap kesuksesan pertunjukan tersebut menjadi momentum kebangkitan komunitas Stand Up Indo PPU yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.

“Harapannya ini menjadi alarm penting bagi Stand Up Indo PPU untuk bangkit kembali setelah vakum cukup lama. Semoga ke depan ada lebih banyak panggung, lebih banyak komika lokal yang muncul, dan stand up comedy bisa menjadi kultur baru yang tumbuh di PPU,” tuturnya.

Keberhasilan “Peran’G’Tau” menunjukkan semakin terbukanya masyarakat PPU terhadap berbagai bentuk seni pertunjukan modern. Di tengah perkembangan daerah sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), hadirnya ruang kreatif seperti stand up comedy diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berekspresi sekaligus memperkaya ekosistem seni dan budaya lokal.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Unhas Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab PPU untuk Pengembangan SDM dan Riset Daerah

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjajaki kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Bupati PPU, Kamis (9/7/2026). Pertemuan menjadi langkah awal menyusun kemitraan strategis yang diharapkan berlanjut ke nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama di berbagai sektor.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diperlukan untuk menghadirkan inovasi serta solusi berbasis akademik dalam mendukung pembangunan.

“Kabupaten PPU yang terus berkembang, terlebih sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menghasilkan kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” ujar Tohar.

Kedua pihak berharap komunikasi dan koordinasi terus berlanjut agar kerja sama dapat segera direalisasikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengembangan SDM, serta mempercepat pembangunan di Kabupaten PPU.

Dari pihak Unhas, Kasubdirektorat Kemitraan Amril Hans menyampaikan komitmen kampus untuk membangun kemitraan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Unhas membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai bidang, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur sipil negara, riset dan inovasi, pendampingan program pembangunan, hingga pengabdian kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” kata Amril Hans.

Penyunting: Robbi Lalat

Sekolah Islam Terpadu Baru Hadir di Sepaku, Dukung Pendidikan Kawasan IKN

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meresmikan SMPIT Cendekia Al-Fath sekaligus menghadiri tasyakuran gedung baru TKIT Al-Fath di Kecamatan Sepaku, Kamis (9/7/2026).

Bupati PPU Mudyat Noor diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Alimuddin, dalam kegiatan yang dihadiri unsur Muspika Sepaku, perwakilan Direktorat Pendidikan Otorita IKN, Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Fath, anggota DPRD PPU daerah pemilihan Sepaku, serta perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga PPU.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Alimuddin, pemerintah daerah mengapresiasi Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Fath dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan SMPIT Cendekia Al-Fath serta gedung baru TKIT Al-Fath.

Menurutnya, kehadiran kedua fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Alimuddin mengatakan keberadaan SMPIT Cendekia Al-Fath diharapkan memperkuat layanan pendidikan di Kecamatan Sepaku yang kini berkembang sebagai bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Peresmian sekolah dan fasilitas pendidikan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menuntut tersedianya lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi muda yang adaptif, berdaya saing, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Selain itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Pemkab PPU berharap SMPIT Cendekia Al-Fath mampu melahirkan peserta didik yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam membina generasi penerus bangsa.

Peresmian SMPIT Cendekia Al-Fath dan tasyakuran gedung baru TKIT Al-Fath ditandai dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan peninjauan ruang kelas dan sejumlah fasilitas pendidikan yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Semoga keberadaan SMPIT Cendekia Al-Fath dan gedung baru TKIT Al-Fath dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, menjadi pusat pembinaan generasi Qurani, serta mampu mencetak insan-insan terbaik yang kelak berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Wabup PPU Pimpin Apel Gelar Pasukan Satpol PP, Tekankan Penegakan Perda yang Humanis

PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin memimpin Apel Gelar Pasukan dan Serah Terima Bawah Kendali Operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten PPU di halaman Kantor Bupati PPU, Kamis (9/7/2026).

Apel diikuti seluruh personel Satpol PP serta para camat se-Kabupaten PPU sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan tugas penegakan Peraturan Daerah (Perda), penyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, dan perlindungan masyarakat.

Dalam arahannya, Waris mengatakan apel menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi sebelum pelaksanaan tugas di lapangan.

Ia menilai Satpol PP memiliki peran strategis sebagai penegak Perda, tidak hanya melalui tindakan penegakan hukum, tetapi juga dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan profesional dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan.

Selain itu, Waris menekankan pentingnya mekanisme serah terima bawah kendali operasi guna menjaga efektivitas rantai komando. Melalui mekanisme tersebut, setiap personel diharapkan memahami tugas, fungsi, tanggung jawab, serta alur pelaporan sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin, loyalitas, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tugas. Ia meminta sinergi dengan TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah PPU.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Pelaporan Dini Pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman personel terhadap mekanisme pelaporan dini sehingga setiap informasi mengenai potensi pelanggaran dapat diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan akurat.

“Melalui penerapan SOP tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU berharap sistem pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan Peraturan Kepala Daerah semakin efektif sekaligus meningkatkan profesionalisme Satpol PP dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat