Beranda blog Halaman 2

AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Paser, Panen Tepat Untung Meningkat Lewat Kualitas TBS

Balikpapan – Panen yang dilakukan pada waktu yang tepat dan sesuai standar terbukti menjadi salah satu faktor penentu peningkatan pendapatan pekebun kelapa sawit. Bukan hanya kuantitas produksi yang menentukan keuntungan, tetapi juga kualitas tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan sehingga mampu memberikan rendemen minyak lebih tinggi dan nilai jual yang lebih baik.

Pesan tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 156 pekebun asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pelatihan yang berlangsung pada 17–21 Juli 2026 di Balikpapan ini diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan bahwa pelatihan dirancang untuk membekali pekebun dengan teknik panen dan pascapanen yang mampu menjaga mutu TBS sejak di kebun hingga tiba di pabrik kelapa sawit.

“Panen tepat waktu, pemanenan harus sesuai standar, pengumpulan brondolan yang baik, termasuk pengiriman TBS yang cepat ke pabrik, akan sangat menentukan mutu buah, rendemen minyak, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Menurut Idum, masih banyak pekebun yang berorientasi pada jumlah produksi semata. Padahal, buah yang dipanen terlalu muda maupun terlalu matang akan menurunkan kualitas minyak sawit dan mengurangi nilai ekonomi hasil panen.

Karena itu, pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik memotong tandan, tetapi juga menekankan pentingnya menentukan tingkat kematangan buah, mengumpulkan brondolan secara optimal, serta mempercepat pengangkutan TBS ke pabrik agar kadar asam lemak bebas (ALB) tetap rendah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan panen juga tidak dapat dipisahkan dari penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Perawatan tanaman, pemupukan, pengelolaan tanah, hingga pengendalian hama dan penyakit akan sangat memengaruhi kualitas buah yang dipanen.

“Tentu saja untuk panen dan pascapanen itu tidak akan lepas dari pengetahuan mengenai teknik budidaya yang baik dan praktik budidaya yang benar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menilai pelatihan menjadi investasi penting untuk meningkatkan daya saing sawit rakyat. Menurutnya, materi yang diberikan harus mudah dipahami sehingga dapat langsung diterapkan oleh para pekebun di lapangan.

“Saya mohon kepada para narasumber dari AKPY agar dalam menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana. Kalau bahasa akademis mungkin mudah dipahami mahasiswa, tetapi bagi petani yang penting materinya mudah dicerna dan bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Djoko optimistis peningkatan keterampilan panen akan berdampak langsung terhadap mutu TBS yang diterima pabrik. Ketika buah dipanen pada tingkat kematangan yang tepat, brondolan dikumpulkan secara menyeluruh, dan penanganan pascapanen dilakukan sesuai standar, maka rendemen minyak meningkat sehingga pendapatan pekebun juga bertambah.

Ia juga mengapresiasi dukungan BPDP melalui Program SDMP yang terus memperluas akses pelatihan bagi petani sawit. Tahun 2026, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah peserta pelatihan SDMP terbanyak di Kalimantan Timur, yakni mencapai 556 pekebun yang mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari teknis budidaya, panen dan pascapanen, hingga peningkatan kapasitas lainnya.

“Target kami sebenarnya mencapai seribu peserta. Namun dengan alokasi yang ada, sebanyak 556 peserta sudah menjadi capaian yang sangat baik. Kami berharap pada tahun berikutnya jumlah peserta bisa terus bertambah sehingga semakin banyak petani yang memperoleh peningkatan kompetensi,” katanya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, Pemerintah Kabupaten Paser juga terus memperkuat daya saing sawit rakyat melalui percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga kini, sebanyak 13 kelembagaan pekebun di Kabupaten Paser telah mengantongi sertifikasi ISPO, dan sebagian anggotanya turut mengikuti pelatihan tersebut.

Idum menambahkan, pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama keberlanjutan industri sawit nasional. Di tengah tuntutan pasar global dan tantangan perubahan iklim, pekebun dituntut tidak hanya menghasilkan produksi tinggi, tetapi juga mampu menjaga kualitas hasil panen melalui penerapan standar yang benar.

“Ke depan, sawit Indonesia tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul dan pupuk, tetapi juga SDM yang unggul,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen secara konsisten di kebun masing-masing. Dengan panen yang tepat dan mutu TBS yang semakin baik, pekebun berpeluang memperoleh harga jual yang lebih tinggi, meningkatkan produktivitas kebun, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga dan daya saing sawit rakyat Indonesia secara berkelanjutan.

Desa Girimukti PPU Dipilih Jadi Lokasi Pembinaan Koperasi Desa Merah Putih

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik18juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Kebakaran Hanguskan Rumah Kontrakan di Petung, Penyebab Masih Diselidiki

PENAJAM PASER UTARA – Sebuah rumah kontrakan di RT 22, Jalan Provinsi Km 17, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, terbakar pada Sabtu (18/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.25 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu unit rumah mengalami kerusakan berat dan bangunan Bank BTN di sampingnya terdampak kerusakan sedang.

Laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekitar pukul 03.30 Wita. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan rumah yang terbakar merupakan bangunan berbahan kayu berukuran sekitar 8 x 25 meter.

“Ada satu unit rumah bermaterial kayu berukuran 8 x 25 meter mengalami rusak berat. Selain itu, satu unit fasilitas umum berupa bangunan Bank BTN mengalami rusak sedang,” ujarnya.

Rumah tersebut diketahui milik Kamarudin (34), yang dihuni oleh satu keluarga penyewa berjumlah lima jiwa, yakni Rahessa Erra Graha (40), Patmawati (34), Zahra Azizah (18), Azzam Bilfaqih (14), dan Saiqa Nasyauqi (7). Seluruh penghuni dilaporkan selamat.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Nurlaila menjelaskan, usai menerima laporan, BPBD langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan.

“Setelah laporan masuk ke Pusdalops, tim BPBD PPU langsung berkoordinasi dengan semua unsur terkait dan bergerak ke lokasi,” katanya.

Foto: Tim gabungan melakukan proses pemadaman dan pendinginan kebakaran rumah kontrakan di RT 22, Jalan Provinsi Km 17, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Polres PPU, Polsek Penajam, Satpol PP, PLN, aparat kelurahan, TNI, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.

“Pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh tim gabungan dibantu warga. Tim BPBD juga melakukan pengecekan lokasi, pendataan korban terdampak, dan saat ini penanganan telah selesai sehingga seluruh personel kembali ke pos masing-masing,” jelas Nurlaila.

Dalam penanganan kejadian tersebut, tim gabungan mengerahkan sedikitnya 14 kendaraan operasional, terdiri atas mobil pemadam kebakaran, mobil tangki BPBD, mobil operasional kepolisian, kendaraan Satpol PP, hingga kendaraan operasional PLN.

Pemerintah Kabupaten PPU mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan BPBD atau nomor darurat 112 apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Penyunting: Robbi Lalat

Desa Girimukti PPU Dipilih Jadi Lokasi Pembinaan Koperasi Desa Merah Putih

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyambut positif penetapan Desa Girimukti sebagai lokasi pembinaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan memperkuat peran desa dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi percontohan bagi desa lain di PPU.

Mudyat menyampaikan dukungannya saat menerima kunjungan kerja Kepala Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, Irsan, di Rumah Jabatan Bupati PPU, Jalan Coastal Road, Nipah-Nipah, Jumat (17/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui penguatan kelembagaan dan pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih.

Ia mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Desa Girimukti sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

“Kami dari pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan Balai Pemerintahan Desa. Ini juga menjadi momentum untuk menyinergikan berbagai program pembangunan demi kemajuan desa-desa di Kabupaten PPU,” kata Mudyat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten PPU selama ini terus mendorong pengembangan desa melalui berbagai inovasi, di antaranya platform Desapedia dan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dijalankan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat desa sebagai pusat data dan informasi untuk mendukung pembangunan berbasis data.

Mudyat berharap pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, dan bimbingan teknis di Desa Girimukti dapat memberikan dampak yang lebih luas serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten PPU.

“Program pelatihan di Desa Girimukti ini kami harapkan menjadi bagian dari penguatan peran desa dalam mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, mereka juga harus mampu membagikan pengalaman dan praktik baiknya kepada desa-desa lainnya di PPU,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, Irsan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung Program Asta Cita melalui pembinaan Koperasi Desa Merah Putih.

Ia mengatakan program tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Irsan, Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek), dengan Desa Girimukti mewakili Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis ini dilaksanakan di Kalimantan Timur dan diikuti oleh beberapa desa terpilih, salah satunya Desa Girimukti dari Kabupaten PPU,” jelasnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemandirian desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan berkelanjutan.

Ia berharap pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait dapat terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan berkelanjutan dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Kehadiran Balai Pemerintahan Desa diharapkan menjadi semangat bersama untuk menyukseskan Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari Asta Cita pemerintah, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkas Irsan.

Penyunting: Robbi Lalat

Masjid Nurul Islam Maccarinna Resmi Berdiri, Bupati PPU Ajak Masyarakat Memakmurkannya

0

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meresmikan Masjid Nurul Islam Maccarinna di Kecamatan Penajam, Jumat (17/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, pelayanan sosial, dan penguatan kehidupan masyarakat.

Peresmian Masjid Nurul Islam Maccarinna ditandai dengan pemukulan beduk dan penandatanganan prasasti oleh Bupati PPU. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Keluarga Besar Maccarinna yang bergotong royong membangun masjid hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Mudyat mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Menurutnya, tantangan setelah pembangunan fisik masjid selesai adalah menjaga agar masjid tetap hidup dan aktif dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Hari ini adalah hari yang menandai lahirnya sebuah pusat peradaban umat. Sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga tempat lahirnya berbagai gagasan besar yang membawa kemajuan bagi masyarakat,” kata Mudyat.

Menurut Mudyat, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter, mental, dan spiritual masyarakat.

Foto: Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, meresmikan Masjid Nurul Islam Maccarinna di Kecamatan Penajam, Jumat (17/7/2026), yang ditandai dengan pemukulan beduk dan penandatanganan prasasti.

Karena itu, ia berharap Masjid Nurul Islam Maccarinna dapat dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, tempat penyelenggaraan kajian keislaman, pembinaan generasi muda, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten PPU, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Maccarinna atas sumbangsih dan semangat kebersamaan yang luar biasa dalam mewujudkan masjid ini,” ujarnya.

Mudyat juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memakmurkan masjid agar senantiasa menjadi pusat dakwah, silaturahmi, dan persaudaraan umat Islam.

Foto: Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, meresmikan Masjid Nurul Islam Maccarinna di Kecamatan Penajam, Jumat (17/7/2026), yang ditandai dengan pemukulan beduk dan penandatanganan prasasti.

Peresmian Masjid Nurul Islam Maccarinna turut dihadiri Sekretaris Daerah PPU Tohar, perwakilan DPRD PPU, para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Nurul Islam Maccarinna.

“Keberadaan masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mampu memperkuat pembinaan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Harga Pertalite Capai Rp15 Ribu Per Liter, Satpol PP PPU Data Penjual BBM Eceran

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik17juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Media Kaltim Network Appreciation Night 2026: Yang Kami Rayakan Adalah Kepercayaan

Selasa malam, 14 Juli 2026, Ballroom Harris Hotel Samarinda dipenuhi ratusan tamu dari berbagai latar belakang. Perwakilan pemerintah daerah, pimpinan DPRD, Dewan Pers, TNI-Polri, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas, hingga para sahabat Media Kaltim Network berkumpul dalam satu ruangan pada puncak peringatan HUT ke-6 Media Kaltim Network melalui Media Kaltim Network Appreciation Night 2026.

Malam itu bukan sekadar perayaan ulang tahun. Yang kami rayakan adalah kepercayaan.

Enam tahun lalu, Media Kaltim lahir dari sebuah tim kecil dengan sebuah mimpi, menghadirkan media digital yang dekat dengan masyarakat sekaligus mampu menjaga kepercayaan publik.

Perjalanan itu tidak selalu mudah. Industri media berubah begitu cepat, teknologi terus berkembang, persaingan semakin ketat, sementara tuntutan terhadap profesionalisme juga semakin tinggi.

Namun, satu hal yang saya yakini sejak awal, perusahaan media tidak pernah bisa tumbuh sendirian.

PHOTO 2026 07 17 10 58 44

Di balik setiap berita yang kami terbitkan, ada pemerintah yang membuka ruang komunikasi, legislatif yang bersedia berdiskusi, aparat penegak hukum yang memberikan informasi, perusahaan yang mempercayakan publikasinya, perguruan tinggi yang menjadi mitra intelektual, komunitas yang terus bergerak bersama, serta para pembaca yang setiap hari memilih Media Kaltim sebagai sumber informasi.

Karena itulah malam apresiasi kami hadirkan sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama Media Kaltim Network.

Tentu malam apresiasi itu juga tidak akan terlaksana tanpa dukungan para sponsor dan mitra strategis yang sejak awal percaya pada gagasan ini. Dukungan mereka bukan semata membantu terselenggaranya sebuah acara, tetapi menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun selama ini melahirkan kepercayaan yang saling menguatkan.

Kepada seluruh sponsor, mitra pendukung, dan panitia yang bekerja di balik layar, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah enam tahun perjalanan Media Kaltim Network.

Malam itu kami juga mendapatkan banyak pandangan yang menjadi bekal perjalanan Media Kaltim ke depan.

PHOTO 2026 07 17 11 01 09
Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli menyampaikan Leader Talk tentang masa depan media arus utama di era digital. (Hadi Winata/Media Kaltim)

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, mengingatkan bahwa masa depan media arus utama sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga etika, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah derasnya arus platform digital.

Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Faisal menyampaikan kalimat yang terus terngiang di benak saya.

PHOTO 2026 07 17 11 15 29
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan apresiasi mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Hanafi/Media Kaltim)

“Untuk sekelas media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun.”

Kalimat itu bukan sekadar pujian. Bagi kami, itu menunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Media Kaltim juga semakin besar. Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kami emban untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas.

PHOTO 2026 07 17 11 18 23
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menjadi pembicara pada sesi Leader Talk. (Hadi Winata/Media Kaltim)

Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban, yang juga menjadi mentor jurnalistik saya, menyampaikan pesan yang sangat membekas saat peluncuran buku tersebut. Menurut beliau, buku adalah “tanda tangan hidup” seorang jurnalis. Kalimat itu mengingatkan saya bahwa jabatan boleh berubah, tetapi jejak seorang wartawan akan tetap hidup melalui karya-karyanya.

PHOTO 2026 07 17 11 18 22
Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban memberikan pandangan tentang perjalanan jurnalistik Agus Susanto dan peluncuran buku. (Hanafi/Media Kaltim)

Malam itu juga menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya secara pribadi. Untuk pertama kalinya saya meluncurkan buku “PSU, Banjir, IKN, dan Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa.” Buku yang menghimpun berbagai catatan jurnalistik sepanjang 2025 itu saya persembahkan sebagai bentuk ikhtiar agar berita tidak berhenti menjadi konsumsi sehari, tetapi juga menjadi dokumentasi sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang.

Namun, penghargaan bagi saya bukan sekadar plakat yang diserahkan di atas panggung.

PHOTO 2026 07 17 11 05 26

Penghargaan sesungguhnya adalah kehadiran. Kesediaan meluangkan waktu untuk datang, memberikan doa, dukungan, serta terus menjaga hubungan baik selama enam tahun perjalanan Media Kaltim Network.

Saya juga menyadari masih banyak sahabat yang mungkin tidak sempat saya sebut satu per satu. Ada mentor yang membimbing sejak awal, rekan-rekan seperjuangan di dunia pers, keluarga besar Bawaslu yang menjadi rahim kedua perjalanan profesional saya, para sahabat, mitra strategis, hingga banyak pihak lain yang selama ini memberikan ruang bagi Media Kaltim untuk terus bertumbuh.

Tidak disebut bukan berarti dilupakan.

PHOTO 2026 07 17 11 01 42

Justru kehadiran mereka menjadi bagian penting dari fondasi yang membuat Media Kaltim tetap berdiri hingga hari ini.

Saya percaya, media yang baik tidak hanya dibangun oleh ruang redaksi.

Media dibangun oleh kepercayaan yang dipelihara setiap hari, oleh kritik yang diterima dengan lapang dada, oleh kolaborasi yang terus dijaga, serta oleh komitmen untuk tidak berhenti belajar dan terus memperbaiki diri.

Malam apresiasi telah usai. Para tamu telah kembali ke aktivitas masing-masing. Namun, kepercayaan yang terbangun selama enam tahun ini akan terus kami jaga.

PHOTO 2026 07 17 11 05 25

Enam tahun telah kami lewati. Perjalanan berikutnya sudah menanti, dengan tantangan yang tentu tidak semakin ringan.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Media Kaltim Network. Terima kasih kepada para narasumber, mitra strategis, sponsor, panitia, serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi semangat pada malam apresiasi tersebut.

PHOTO 2026 07 17 11 09 48

Semoga kolaborasi, persahabatan, dan kepercayaan yang telah terbangun selama ini terus terjaga demi menghadirkan jurnalisme yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai.

Karena pada akhirnya, kepercayaan memang tidak pernah dibangun sendirian. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Sambut HUT Ke-25, Gerakan Langit Biru Demokrat PPU Bersihkan 200 Kilogram Sampah Pasar Petung

0

PENAJAM PASER UTARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar aksi bersih lingkungan di kawasan Pasar Petung, Jumat (17/7/2026), dalam rangka Gerakan Langit Biru menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Aksi bersih lingkungan dipimpin langsung Ketua DPC Partai Demokrat PPU, Jhon Kenedy, dan diikuti Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU Syarifuddin HR serta Bijak Ilhamdani, jajaran pengurus, kader, organisasi sayap Partai Demokrat, Kelurahan Petung, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Petung, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-52 Universitas Mulawarman, Kapospol Petung, serta masyarakat sekitar.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 Wita dari halaman Kantor Kelurahan Petung. Seluruh peserta kemudian berjalan menuju Pasar Petung sambil memungut sampah di sepanjang ruas jalan hingga area pasar.

Selain membersihkan lingkungan, peserta juga mengajak pedagang dan masyarakat membiasakan membuang sampah pada tempatnya sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ketua DPC Partai Demokrat PPU, Jhon Kenedy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Langit Biru yang dilaksanakan serentak oleh Partai Demokrat di seluruh Indonesia menjelang HUT ke-25.

“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari rangkaian menyongsong Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat. Kami mengusung tema Langit Biru dan mendapat arahan untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jhon, aksi bersih-bersih berhasil mengumpulkan hampir 200 kilogram sampah dari kawasan Pasar Petung dan sekitarnya.

“Kalau kita melihat hasilnya, hampir 200 kilogram, bahkan lebih. Dampaknya tentu kami harapkan bisa membangun kesadaran masyarakat. Tema Langit Biru ini memang bertujuan menghadirkan kegiatan yang benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Dalam kegiatan bakti sosial ini kami ingin membantu masyarakat membersihkan lingkungan sekaligus mengajak mereka membiasakan hidup bersih,” ucapnya.

Jhon menambahkan, rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat tidak berhenti pada aksi bersih lingkungan. Hingga puncak peringatan, DPC Partai Demokrat PPU akan menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti olahraga bersama, bakti kesehatan, donor darah, penanaman pohon, hingga pembagian sembako.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, Syarifuddin HR, berharap aksi tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mulai menjaga kebersihan dari lingkungan terkecil.

“Mudah-mudahan masyarakat Petung melihat kegiatan ini dan mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Paling tidak menjaga kebersihan rumah masing-masing, karena kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Syarifuddin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak oleh seluruh pengurus di Indonesia. Namun, menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya partai politik.

“Program ini merupakan instruksi DPP yang dilaksanakan oleh DPD dan DPC se-Indonesia. Tetapi menjaga kebersihan bukan hanya tugas Demokrat. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama turun ke lapangan agar partai semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD PPU, Bijak Ilhamdani. Ia menilai Gerakan Langit Biru menjadi simbol dukungan terhadap aktivitas yang ramah lingkungan sekaligus mendorong kolaborasi lintas elemen masyarakat.

“Kegiatan hari ini merupakan simbol dukungan terhadap aktivitas ramah lingkungan sesuai tema Langit Biru. Ini juga merupakan instruksi DPP dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat,” katanya.

Menurut Bijak, keterlibatan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, mahasiswa, aparat, dan warga menjadi modal penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Hari ini bukan hanya Demokrat yang terlibat. Ada unsur kelurahan, tokoh masyarakat, mahasiswa, instansi pemerintah, dan masyarakat. Artinya, ini adalah kolaborasi. Harapan kami, kegiatan hari ini menjadi pemantik sehingga ke depan aktivitas menjaga lingkungan bisa terus berlanjut di tempat-tempat lainnya,” tutupnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Harga Pertalite Capai Rp15 Ribu per Liter, Satpol PP PPU Data Penjual BBM Eceran

0

PENAJAM PASER UTARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mendata penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran di wilayah Kecamatan Penajam menyusul keluhan masyarakat terkait harga Pertalite yang mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter di tingkat pengecer. Pendataan dilakukan sebagai langkah awal pengawasan sekaligus memberikan edukasi terkait aturan dan aspek keselamatan.

Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengidentifikasi keberadaan penjual BBM eceran di pinggir jalan setelah menerima laporan masyarakat mengenai lonjakan harga Pertalite di tingkat pengecer.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP PPU, Ali Tubo, mengatakan harga Pertalite eceran di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter, meski pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut.

“Dengan adanya kenaikan harga BBM secara umum, ini juga mempengaruhi penjual-penjual pengecer. Ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan ikut menaikkan harga Pertalite, padahal Pertalite sebenarnya tidak mengalami kenaikan harga dari pemerintah,” kata Ali.

Menurutnya, pemerintah daerah menghadapi dilema dalam menyikapi keberadaan penjual BBM eceran. Di satu sisi, aktivitas tersebut dilarang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nomor 17 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum.

Dalam Pasal 14 perda tersebut, penjualan BBM secara eceran tidak diperbolehkan. Namun, di sisi lain, masyarakat di sejumlah wilayah masih bergantung pada kios BBM karena keterbatasan jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Kita juga melihat aspek sosialnya. Masyarakat masih membutuhkan karena akses SPBU terbatas. Bahkan ketika harga di pengecer naik, tetap ada masyarakat yang membeli karena dianggap lebih praktis,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Satpol PP akan memfokuskan pendataan terhadap kios BBM eceran di Kecamatan Penajam, terutama di sepanjang ruas jalan yang banyak terdapat penjual bahan bakar.

Petugas akan melakukan identifikasi, mendata pelaku usaha, kemudian memberikan edukasi mengenai ketentuan yang berlaku serta pentingnya memenuhi standar keselamatan.

“Kami akan melakukan identifikasi awal, kemudian pemanggilan kepada pihak-pihak yang ditemukan. Kita beri edukasi dan pemahaman. Kalau ada solusi agar usaha mereka bisa lebih legal, tentu akan kita dorong,” jelasnya.

Selain persoalan legalitas, Ali menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Ia menyinggung insiden kebakaran di wilayah Sepaku yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan BBM eceran.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama. Kalau nanti ada kebijakan tertentu, tentu harus disertai persyaratan keselamatan yang memadai,” katanya.

Satpol PP menegaskan akan mengedepankan pendekatan persuasif dalam proses pengawasan. Namun, apabila imbauan dan pembinaan tidak diindahkan, penindakan nonyustisial berupa pembongkaran lapak atau penyitaan barang dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain melakukan pendataan, Satpol PP juga akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para penjual agar tidak menetapkan harga yang dinilai memberatkan konsumen.

“Kalau selisih seribu atau dua ribu rupiah mungkin masih bisa dimaklumi karena faktor antrean dan biaya operasional. Tapi kalau sudah mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter, tentu menjadi perhatian karena kenaikannya cukup tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Turun Langsung ke Sekolah, Wabup PPU Inventarisasi Sekolah yang Perlu Direhabilitasi

0

PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menginventarisasi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah satuan pendidikan. Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat ruang belajar yang kurang layak hingga fasilitas sanitasi yang memerlukan perhatian.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, mulai memetakan sekolah-sekolah yang menjadi prioritas rehabilitasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.

Langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil kunjungan langsung ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah Kabupaten PPU. Dalam peninjauannya, Waris menemukan masih terdapat ruang kelas yang difungsikan sekaligus sebagai tempat penyimpanan peralatan olahraga serta kondisi toilet yang dinilai belum memadai.

“Saya datang langsung ke sekolah-sekolah. Ada yang ruang belajarnya masih bercampur dengan barang-barang alat olahraga. Kemudian kondisi kamar kecilnya juga menjadi perhatian,” katanya.

Menurut Waris, pendataan secara langsung diperlukan agar pemerintah daerah dapat menentukan skala prioritas pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan semata-mata mengacu pada laporan administrasi.

Ia menegaskan, metode turun langsung ke sekolah memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan setiap satuan pendidikan.

“Saya inventarisir sekolah mana yang harus diperbaiki. Saya lebih memilih turun ke lapangan, melihat langsung kepala sekolahnya, bertanya kepada guru, bahkan masuk ke ruang kelas dan berdialog dengan murid,” ujarnya.

Selain menyoroti kondisi fisik sekolah, Waris juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas manajemen sekolah. Menurutnya, kepala sekolah harus membangun komunikasi yang baik dengan para guru agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter peserta didik melalui penerapan disiplin dan pola pembelajaran yang tepat.

“Kepala sekolah harus membangun komunikasi dengan guru. Cara belajar siswa juga harus diperbaiki sehingga pembinaan karakter berjalan dengan baik,” katanya.

Pemerintah Kabupaten PPU, lanjut Waris, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Hasil inventarisasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Sebagai pimpinan kita harus proaktif. Jangan hanya menerima laporan, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat