Beranda blog Halaman 2

Saham BREN Jadi Top Mover IHSG dengan Transaksi Rp1,19 Triliun

0

SAMARINDA — Bursa Efek Indonesia mencatat penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Indeks domestik ditutup naik 1,11 persen atau bertambah 68,05 poin ke level 6.195,43.

Perdagangan hari ini berlangsung dinamis. IHSG dibuka pada level 6.210,00 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian di angka 6.264,26. Meski sempat terkoreksi ke level terendah 6.143,62, tekanan jual berhasil diimbangi aksi beli investor domestik hingga indeks kembali menguat menjelang penutupan perdagangan.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau. Sektor infrastruktur, basic materials, dan energi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sepanjang sesi perdagangan.

Sebaliknya, sektor teknologi, konsumer primer, dan kesehatan tercatat mengalami koreksi tipis.

Penguatan IHSG kali ini paling banyak ditopang saham PT Barito Renewables Energy Tbk dengan kode saham BREN milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham BREN tercatat menjadi top mover dengan kontribusi sekitar 28 indeks poin dan nilai transaksi mencapai Rp1,19 triliun.

Selain BREN, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masing-masing turut menyumbang sekitar 12 indeks poin terhadap penguatan IHSG.

Saham lain yang ikut menopang pergerakan indeks antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), hingga PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Meski IHSG menguat, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,37 triliun di pasar reguler. Data perdagangan menunjukkan nilai jual asing mencapai Rp10,94 triliun, sedangkan nilai beli asing berada di angka Rp9,57 triliun.

Di tengah tekanan jual asing tersebut, investor domestik justru mendominasi perdagangan dan menjadi penopang utama stabilitas pasar. Total transaksi investor domestik mencapai 57,98 persen dari keseluruhan aktivitas perdagangan, dengan nilai beli Rp14,84 triliun dan nilai jual Rp13,46 triliun.

Dominasi investor lokal juga terlihat dari frekuensi transaksi yang mencapai 75,89 persen dari total aktivitas pasar, jauh di atas porsi investor asing yang berada di angka 24,11 persen.

Pelaku pasar kini menanti sejumlah data makroekonomi dan kebijakan moneter global yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

TAUD Minta Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diproses di Peradilan Umum

JAKARTA — Tim Advokasi untuk Demokrasi mendesak agar persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang saat ini berlangsung di Pengadilan Militer dihentikan dan dialihkan ke peradilan umum.

Desakan itu disampaikan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Andrie Yunus melalui TAUD.

Dalam putusannya, hakim memerintahkan Polda Metro Jaya melanjutkan proses hukum atas laporan yang dibuat korban.

Anggota TAUD, Yosua Oktavian, menilai putusan tersebut semakin memperkuat alasan agar perkara tidak lagi ditangani melalui mekanisme peradilan militer.

“Menurut kami Pengadilan Militer harus dihentikan, harus segera diproses ke Peradilan Umum,” kata Yosua kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Ia bahkan menyebut keberlanjutan proses hukum di peradilan militer semakin kehilangan legitimasi setelah keluarnya putusan praperadilan.

“Peradilan Militer menurut kami adalah peradilan yang sesat dan keputusan hari ini makin meneguhkan bahwa legitimasi terhadap peradilan militer tersebut semakin runtuh,” ujarnya.

TAUD juga meminta Polda Metro Jaya menarik kembali berkas perkara dan barang bukti yang sebelumnya telah diserahkan kepada Pusat Polisi Militer TNI. Menurut mereka, penyidik kepolisian harus melanjutkan pengusutan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami berharap Polda Metro Jaya menarik kembali berkas dan barang bukti tersebut dan kemudian melanjutkan prosesnya,” kata Yosua.

Ia menegaskan penyidikan tidak boleh berhenti pada empat terdakwa yang kini menjalani persidangan di Pengadilan Militer. TAUD menduga terdapat lebih banyak pihak yang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Ada 16 orang menurut kami dan kemudian siapa penyandang dana dan pelaku utamanya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota TAUD lainnya, M. Al-Ayubi Harahap, menilai putusan praperadilan telah membuka dugaan adanya penghentian penyidikan secara terselubung yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

“Majelis hakim sudah menguraikan dalam pertimbangan hukumnya, memang dibungkus dengan miskomunikasi antara pejabat di Polda Metro Jaya dengan penyidik,” kata Al-Ayubi.

Menurut dia, selama ini tidak pernah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), tetapi di sisi lain penyidikan juga tidak dilanjutkan secara aktif oleh kepolisian.

“Mereka enggak mau disalahkan untuk menghentikan proses penyidikan. Tapi mereka juga tidak mau untuk melanjutkan proses penyidikan,” ujarnya.

Al-Ayubi mengapresiasi putusan hakim yang memerintahkan penyidik melanjutkan penanganan perkara demi memberikan kepastian hukum bagi korban.

Saat ini proses persidangan terhadap empat anggota TNI yang menjadi terdakwa masih berlangsung di Pengadilan Militer dan telah memasuki tahap menjelang penuntutan.

Namun, TAUD berharap putusan praperadilan menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk mengusut perkara secara lebih luas, termasuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perencanaan maupun pendanaan aksi penyerangan tersebut. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Penyidikan Tambang Ilegal Eks Hotel Tirta Kini Dipantau Langsung Wasidik Mabes Polri

BALIKPAPAN — Tim Pengawasan Penyidikan (Wasidik) Bareskrim Polri turun langsung ke Polda Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti perkembangan penanganan kasus dugaan tambang ilegal dan perusakan lingkungan di kawasan eks Hotel Tirta, Balikpapan.

Kedatangan tim Wasidik tersebut merupakan tindak lanjut dari gelar perkara khusus yang sebelumnya digelar di Biro Wasidik Bareskrim Mabes Polri pada 30 April 2026 lalu. Gelar perkara itu dilakukan setelah adanya pengaduan dari terpidana Rohmat Harsono bersama kuasa hukumnya terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang telah menjerat Rohmat.

Kuasa hukum Rohmat, Efi Maryono, mengatakan pihaknya sejak awal telah melaporkan dugaan tindak pidana di bidang mineral dan batu bara (minerba) yang melibatkan sejumlah pihak. Namun, dalam proses hukum yang berjalan, hanya kliennya yang ditetapkan sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

“Kami menginginkan keadilan karena perbuatan ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh Rohmat. Klien kami bekerja atas perintah dan seizin pemilik lahan. Tetapi mereka yang diduga terlibat justru tidak tersentuh hukum sama sekali,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Efi, karena laporan tersebut tidak kunjung menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat daerah, pihaknya kemudian mengadukan persoalan itu ke Biro Wasidik Mabes Polri. Langkah tersebut berujung pada pelaksanaan gelar perkara khusus yang menghadirkan pelapor, kuasa hukum, pihak terlapor, hingga Rohmat yang mengikuti proses melalui sambungan video dari lembaga pemasyarakatan.

“Dalam gelar perkara khusus itu ditemukan sejumlah hal yang mengarah pada apa yang selama ini kami laporkan, yakni adanya pihak lain yang diduga turut bertanggung jawab dalam perkara ini,” jelasnya.

Efi menyebut kedatangan tim Wasidik ke Polda Kaltim berpotensi menghasilkan rekomendasi maupun arahan kepada penyidik Ditreskrimsus untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang muncul selama gelar perkara khusus.

Ia menilai peluang munculnya tersangka baru sangat terbuka apabila seluruh fakta yang terungkap dalam persidangan dan gelar perkara ditindaklanjuti secara menyeluruh.

“Kemungkinan pasti ada tersangka baru. Karena tindak pidana ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja. Ini dilakukan oleh banyak orang dan kami berharap semua pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum,” tambahnya.

Efi berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tidak hanya menjerat pelaku lapangan.

“Perkara ini harus terang-benderang. Jangan hanya mengorbankan rakyat kecil. Semua yang bersalah harus diproses sehingga masyarakat dapat melihat penegakan hukum berjalan secara adil,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Efi juga menyampaikan terima kasih kepada Kabareskrim, Kepala Biro Wasidik, Kapolda Kaltim dan Dirkrimsus Polda Kaltim atas perhatian terhadap perkara tersebut.

Sementara itu, salah satu pelapor, Nizar Firdaus, mendesak aparat penegak hukum segera menindak pihak-pihak yang menurutnya menjadi aktor utama dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.

Menurut Nizar, Rohmat hanya menjadi korban dari aktivitas yang diduga dikendalikan oleh pihak lain.

“Hengki CS harus ditangkap karena Rohmat hanya korban dari kegiatan aktivitas ilegal galian C mereka. Kegiatan itu mengakibatkan keluarga saya harus pindah dan berdampak terhadap lingkungan di area sekitar,” ujar Nizar.

Ia berharap proses hukum yang kini mendapat perhatian langsung dari Mabes Polri dapat mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.

Kasus dugaan tambang ilegal dan perusakan lingkungan di kawasan eks Hotel Tirta sebelumnya telah menyeret Rohmat Harsono hingga divonis dua tahun penjara. Namun, pelapor dan kuasa hukum menilai masih terdapat pihak lain yang diduga memiliki peran penting dalam aktivitas tersebut sehingga perlu dimintai pertanggungjawaban hukum.

Turunnya tim Wasidik Bareskrim Mabes Polri ke Polda Kaltim menjadi sorotan baru dalam penanganan kasus ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas arah penyidikan dan membuka peluang pengungkapan aktor lain yang diduga terlibat dalam perkara tambang ilegal yang telah menjadi perhatian publik di Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Kawasan Penyangga IKN Jadi Fokus Kunker Komandan Kodaeral XIII

0

BALIKPAPAN – Komandan Kodaeral XIII Sumarji Bimoaji melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan, Selasa (2/6/2026). Kunjungan yang berlangsung hingga 4 Juni 2026 tersebut difokuskan pada penguatan sinergitas antar-instansi serta peninjauan kesiapan satuan di wilayah strategis Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sumarji Bimoaji didampingi Ketua Daerah Kodaeral XIII GJK RI, Alvita Bimoaji. Kedatangan rombongan disambut jajaran Lanal Balikpapan dan diawali dengan kegiatan penanaman pohon sawo kecik di area depan Markas Komando Lanal Balikpapan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Selanjutnya, Komandan Kodaeral XIII menerima Laporan Komando (Lapko) dari Komandan Lanal Balikpapan terkait kondisi satuan, kesiapan personel, serta berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan.

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah peresmian Gedung Pati Unus. Peresmian ditandai dengan pembacaan pernyataan resmi, pemencetan tombol sirine, pemotongan pita oleh Ketua Daerah Jalasenastri Kodaeral XIII, serta penandatanganan prasasti.

Usai peresmian, Laksda TNI Sumarji Bimoaji menggelar tatap muka bersama keluarga besar Lanal Balikpapan. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan piagam penghargaan kepada prajurit berprestasi serta memberikan tali asih kepada warakawuri, anak yatim, dan orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK).

Laksda TNI Sumarji Bimoaji menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mempererat hubungan dan koordinasi antar-lembaga di Kalimantan Timur, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika strategis seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Kunjungan kerja ini tidak hanya bertujuan untuk meninjau kesiapan dan fasilitas pangkalan seperti Gedung Pati Unus yang baru saja kita resmikan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga besar Lanal Balikpapan. Kami ingin memastikan kesejahteraan dan moril prajurit tetap terjaga dengan baik,” ujar Sumarji Bimoaji.

Menurutnya, soliditas internal dan sinergitas antar-instansi menjadi faktor penting dalam mendukung tugas-tugas pertahanan dan keamanan di wilayah Kalimantan Timur yang memiliki peran strategis sebagai kawasan penyangga IKN.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara TNI AL dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah demi menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan nasional. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Breaking News! Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional dengan mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala lembaga tersebut.

Pengumuman pergantian disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Selain Dadan Hindayana, Presiden juga memberhentikan Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dari jabatannya.

Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.

Menurut Prasetyo, keputusan pergantian pimpinan diambil setelah Presiden menerima berbagai masukan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Dadan Hindayana merupakan kepala pertama BGN sejak lembaga tersebut dibentuk pada 2024. Ia pertama kali dilantik melalui Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024 sebelum kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama saat pemerintahan Prabowo dimulai pada Oktober 2024.

Sebelum memimpin BGN, Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dan pakar entomologi dari IPB University. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan di IPB, kemudian melanjutkan studi magister di University of Bonn, Jerman, serta meraih gelar doktor dari Leibniz Universität Hannover.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, Nanik S Deyang kini mengemban tugas memimpin Badan Gizi Nasional sekaligus melanjutkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Pemkab PPU Kucurkan Bantuan untuk 405 Warga Miskin dan Rentan Miskin 2026

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah kepada masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun BLT Dana Desa.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah PPU Tohar, unsur Forkopimda, jajaran Bankaltimtara Cabang Penajam, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab PPU.

Mudyat mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan mencegah munculnya kemiskinan ekstrem di daerah.

“Pemerintah Daerah terus berupaya menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” kata Mudyat.

Ia menjelaskan, program bantuan sosial telah dijalankan Pemkab PPU dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai skema, di antaranya BLT Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE), BLT Kemiskinan Daerah, bantuan permakanan bagi masyarakat terlantar, hingga bantuan alat bantu untuk penyandang disabilitas.

Pada 2026, sebanyak 405 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditetapkan menerima BLT Kemiskinan Daerah. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp270 ribu per bulan yang disalurkan sekaligus untuk enam bulan pertama, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp1.620.000 per keluarga.

“Melalui bantuan ini diharapkan masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhan pokoknya dan lebih fokus meningkatkan taraf hidup sehingga dapat terhindar dari kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPU Ainie menjelaskan jumlah penerima bantuan ditetapkan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdasarkan wilayah, penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Penajam sebanyak 274 KPM, disusul Kecamatan Sepaku 54 KPM, Kecamatan Babulu 41 KPM, dan Kecamatan Waru 36 KPM.

Ainie menambahkan, sebanyak 191 penerima telah memiliki rekening Bankaltimtara, sedangkan 214 penerima lainnya dibuatkan rekening baru secara serentak melalui kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bankaltimtara di empat kecamatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten PPU menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 angka kemiskinan tercatat 6,97 persen atau 11.190 jiwa, turun menjadi 6,69 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 5,78 persen atau 9.340 jiwa pada 2025.

Menurutnya, semula terdapat 743 usulan calon penerima dari desa dan kelurahan se-Kabupaten PPU. Setelah dilakukan verifikasi, ditetapkan 407 KPM sebagai penerima bantuan.

“Namun setelah penetapan terdapat dua KPM meninggal dunia dengan KK tunggal, sehingga jumlah penerima yang disalurkan menjadi 405 KPM,” jelas Ainie.

Penyunting: Robbi Lalat

Wisata Pulau Gusung Terancam, Disbudpar PPU Soroti Open Trip yang Abaikan Konservasi

PENAJAM PASER UTARA – Meningkatnya kunjungan wisata ke Pulau Gusung membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Namun di sisi lain, aktivitas wisata yang tidak dibarengi kesadaran konservasi dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian ekosistem laut di kawasan tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti masih adanya penyedia jasa open trip yang dinilai belum memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dalam kegiatan wisata yang mereka lakukan.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disbudpar PPU, Yunias Yudhistira Arlianta, mengatakan wisata bahari seharusnya tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata dan kebutuhan konten media sosial, tetapi juga mengedepankan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

“Open trip itu jangan hanya fokus wisata saja, tapi juga harus ada edukasi lingkungan dan ekosistem laut kepada pengunjung,” ujarnya.

Menurut Yudhistira, Pulau Gusung memiliki ekosistem terumbu karang yang rentan mengalami kerusakan apabila aktivitas wisata tidak dikelola secara bijak. Karena itu, wisatawan maupun penyedia jasa perjalanan perlu memahami area-area yang aman untuk dilalui.

Ia mengungkapkan masih ditemukan pengunjung yang berjalan atau beraktivitas di atas kawasan terumbu karang karena minimnya pemahaman mengenai konservasi laut.

“Terumbu karang itu tidak bisa sembarangan dilewati. Harus ada jalur-jalur tertentu yang memang aman,” katanya.

Selain itu, praktik wisata yang menjadikan terumbu karang sebagai lokasi berfoto juga menjadi perhatian. Aktivitas tersebut dinilai dapat mempercepat kerusakan ekosistem yang membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh dan pulih.

“Datang pakai sepatu koral lalu foto di atas karang, dalam konsep konservasi itu sudah salah,” tegasnya.

Yudhistira menilai sebagian komunitas wisata lokal di PPU mulai menerapkan konsep wisata berbasis konservasi dalam setiap perjalanan ke Pulau Gusung. Namun, kesadaran serupa belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh penyedia open trip, terutama yang berasal dari luar daerah.

Karena itu, Disbudpar PPU mendorong adanya komitmen bersama dari seluruh pelaku wisata untuk menyeimbangkan aktivitas pariwisata dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberlanjutan Pulau Gusung sebagai destinasi wisata unggulan sangat bergantung pada perilaku wisatawan dan pengelola wisata dalam menjaga ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

“Teman-teman dari PPU sudah mulai menerapkan konsep konservasi, sedangkan yang dari luar terkadang masih mengabaikan dan tidak memperhatikan kondisi terumbu karang,” tutupnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

STIK Polri Teliti Peran Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops Hadapi Perubahan Iklim di PPU

PENAJAM PASER UTARA – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar penelitian dan supervisi terkait penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Polres PPU itu mengangkat tema “Penguatan Implementasi Polmas Melalui Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam Rangka Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia”.

Tim penelitian dipimpin Ketua Tim Supervisi dan Peneliti STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Juliar Kus Nugroho, didampingi Kabagjian Polmas Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Dwi Indra Maulana bersama tim peneliti.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, jajaran pejabat utama Polres PPU dan Polres Paser, perwakilan BPBD, TAGANA, kepala desa, serta para Bhabinkamtibmas.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan strategi kepolisian yang lebih adaptif terhadap tantangan yang berkembang di masyarakat, termasuk dampak perubahan iklim.

Menurutnya, konsep Eco-Cops menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat desa dan kelurahan.

“Melalui konsep Eco-Cops, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Andreas menegaskan Polres PPU siap mendukung pelaksanaan penelitian tersebut dengan menyediakan berbagai data dan informasi yang diperlukan guna menghasilkan rekomendasi bagi institusi Polri.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Juliar Kus Nugroho menjelaskan bahwa konsep Eco-Cops merupakan pengembangan peran kepolisian yang mengintegrasikan fungsi pemolisian masyarakat (Polmas) dengan kepedulian terhadap isu lingkungan.

Juliar menilai perubahan iklim kini telah menjadi tantangan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, keterlibatan Bhabinkamtibmas dinilai penting untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, serta penguatan ketahanan sosial di tingkat lokal.

Melalui penelitian tersebut, STIK Lemdiklat Polri berharap dapat merumuskan model penguatan peran Bhabinkamtibmas yang relevan dengan tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat implementasi pemolisian masyarakat di Indonesia.

Menurutnya, penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai implementasi peran Bhabinkamtibmas dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak perubahan lingkungan dan iklim.

“Kami ingin mendapatkan gambaran nyata terkait implementasi Polmas melalui Bhabinkamtibmas dalam menghadapi perubahan lingkungan. Hasil penelitian ini akan menjadi bahan masukan strategis bagi pimpinan Polri dalam merumuskan kebijakan ke depan,” jelasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Proyek Manpatu Capai Tahap Krusial, Produksi Gas Mahakam Diproyeksi Naik 20 Persen

BALIKPAPAN – Proyek pengembangan Lapangan Migas Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencapai tonggak penting setelah proses pemasangan jacket dan topside Platform Offshore Manpatu rampung pada 27 Mei 2026.

Fasilitas yang berada di wilayah South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur, itu diproyeksikan menambah produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai 2027. Tambahan produksi tersebut setara sekitar 20 persen dari total produksi Mahakam yang ditargetkan pada tahun tersebut.

Penyelesaian instalasi menjadi lanjutan dari rangkaian pekerjaan yang dimulai sejak April 2026. Tahapan proyek diawali dengan Sail Away Jacket pada 8 April 2026, kemudian dilanjutkan pengiriman topside dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, hingga pemasangan akhir di lokasi proyek pada akhir Mei.

Salah satu tahapan paling krusial dalam proyek ini adalah proses heavy lifting atau pengangkatan topside berbobot sekitar 1.000 ton ke atas struktur jacket di tengah laut. Proses tersebut berhasil diselesaikan sesuai jadwal.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan proyek Manpatu merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan produksi migas melalui pengembangan lapangan dan investasi sektor hulu.

“Di PHM, kami terus berinvestasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi migas dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun ke depan,” ujarnya.

Menurut Edi, keberhasilan pemasangan platform merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh pihak dalam menjalankan proyek secara selamat, andal, dan sesuai target. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan mendukung peningkatan produksi migas nasional,” katanya.

PHM menyebut seluruh tahapan proyek dijalankan dengan pengawasan ketat melalui penerapan manajemen risiko dan standar keselamatan kerja. Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi fokus utama selama pelaksanaan proyek.

Setelah instalasi platform selesai, PHM akan melanjutkan sejumlah pekerjaan lanjutan, mulai dari pemasangan riser dan subsea spool, pekerjaan hook-up, hingga commissioning. Seluruh tahapan tersebut ditargetkan rampung agar fasilitas dapat mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.

Keberhasilan proyek Manpatu dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kontribusi Lapangan Mahakam terhadap pasokan energi nasional di tengah upaya peningkatan produksi migas Indonesia.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Musik dan Puisi Warnai Hari Terakhir Libur Panjang, Nusantara Park Dipadati Pengunjung IKN

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik2juni2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!