Beranda blog Halaman 4

Geram Jalan Rusak Dibiarkan, Relawan Samarinda Patungan Tambal Jalan Tengah Malam

0

SAMARINDA – Kondisi jalan berlubang di kawasan Jalan Siradj Salman, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu kembali menuai sorotan warga. Lubang yang berada di salah satu ruas jalan padat lalu lintas itu disebut telah dibiarkan tanpa perbaikan selama lebih dari satu bulan.

Khawatir memicu kecelakaan, puluhan relawan yang tergabung dalam komunitas penambal jalan akhirnya turun langsung melakukan aksi penambalan darurat secara swadaya pada Senin (1/6/2026) malam hingga Selasa dini hari.

Aksi sosial tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi relawan serta sumbangan sukarela dari warga sekitar. Material penambalan dibeli secara mandiri demi mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Nur Wahid, mengaku kondisi lubang jalan semakin hari terus membesar akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Siradj Salman.

“Kalau terus dibiarkan kemungkinan pasti ada korbannya. Ini saja lubangnya sudah dalam dan makin lebar,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia mengapresiasi langkah cepat para relawan yang dinilai membantu menjaga keselamatan masyarakat di tengah belum adanya penanganan dari pihak terkait.

“Dengan adanya aksi relawan seperti ini kami warga sekitar sangat berterima kasih. Paling tidak sekarang pengendara jadi lebih aman melintas,” katanya.

Perwakilan relawan, Amang Adan, mengatakan gerakan tersebut murni dilandasi kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, komunitas relawan memang dibentuk khusus untuk merespons laporan masyarakat terkait jalan rusak yang dianggap membahayakan.

“Kami hari ini melakukan penambalan jalan berlubang di Siradj Salman dari grup relawan khusus penambalan jalan. Dananya dari teman-teman relawan sendiri, ditambah bantuan warga sekitar,” jelasnya.

Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pemerintah agar lebih cepat merespons kerusakan fasilitas publik, khususnya jalan berlubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Ya masa kami terus yang menambal. Kami ini hanya pemantik saja supaya ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujarnya.

Amang menegaskan, relawan siap terus bergerak membantu masyarakat apabila masih ditemukan jalan rusak yang belum tertangani.

Menurutnya, keselamatan pengendara menjadi alasan utama komunitas tersebut turun langsung melakukan penambalan secara mandiri.

“Kalau ada laporan warga dan memang membahayakan, selama kami mampu secara tenaga dan anggaran, kami akan turun. Harapan kami seluruh jalan di Samarinda bisa lebih aman dan mulus,” tegasnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap pemerintah daerah dapat lebih sigap menangani kerusakan jalan sebelum menimbulkan korban jiwa. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Elpiji Melon Dalam Truk Meledak Hebohkan Warga Belimbing Tengah Malam

0

BONTANG – Warga RT 41, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat dibuat geger oleh suara ledakan keras menjelang tengah malam, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.23 Wita.

Dentuman keras tersebut bahkan membuat kaca rumah dan jendela warga bergetar. Sejumlah warga langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara ledakan.

Sebagian warga sempat mengira ledakan berasal dari kawasan pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur karena suara yang terdengar cukup kuat hingga radius beberapa rumah.

Namun setelah ditelusuri, sumber ledakan ternyata berasal dari sebuah truk fuso bermuatan tabung gas elpiji 3 kilogram yang terparkir di lahan milik salah satu penjual elpiji di kawasan RT 41 Belimbing.

Salah seorang warga sekitar, Rohim, mengatakan saat kejadian truk masih dalam kondisi penuh muatan dan tabung gas belum sempat dibongkar.

“Elpijinya belum dibongkar. Truknya masih parkir. Mungkin tengah malam maksudnya mau dibongkar, tapi keburu meledak duluan,” ujarnya.

Warga menyebut sempat muncul api dari salah satu tabung gas di dalam bak truk. Beruntung api berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga tidak sampai memicu ledakan susulan yang lebih besar.

Meski demikian, ledakan tersebut tetap menimbulkan kerusakan di rumah warga sekitar. Sejumlah kaca jendela rumah pecah akibat kuatnya tekanan ledakan.

Ihsan, warga yang rumahnya berada persis di samping lokasi kejadian, mengaku bagian rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.

“Paling parah di bagian dapur, banyak barang yang pecah,” katanya.

Warga juga mengaku khawatir kejadian itu bisa menimbulkan korban jiwa apabila saat ledakan terjadi ada orang yang melintas di sekitar lokasi.

“Untungnya tidak ada orang lewat pas ledakan. Kalau ada bisa mati orang itu,” tambah Rohim.

Pasca kejadian, warga meminta truk segera dipindahkan dari lokasi demi alasan keamanan dan mencegah terjadinya ledakan susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya petugas atau pihak berwenang yang datang ke lokasi kejadian. Warga sekitar juga meminta agar kendaraan bermuatan elpiji tidak lagi diparkir di area permukiman padat penduduk karena dinilai sangat berisiko dan membahayakan keselamatan warga. (MK)

Penulis/Editor: Yusva Alam

TAB Bentuk Kepengurusan di PPU, Siapkan Deklarasi Besar Oktober 2026

0

PENAJAM PASER UTARA – Organisasi kemasyarakatan Pasukan Merah Tameng Adat Borneo (TAB) resmi membentuk kepengurusan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pengesahan kepengurusan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Umum TAB, Basuki, SKM., MH., dalam kegiatan yang berlangsung di Pantai Nusantara Batakan, Balikpapan, pada 30-31 Mei 2026.

Ketua TAB PPU, Budi Hermawan, mengatakan pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah awal organisasi untuk menjalankan program di wilayah PPU.

Menurutnya, sekitar 300 peserta dari berbagai daerah turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan TAB di Kalimantan Timur.

“Pada 30 Mei 2026 secara simbolis TAB PPU sudah terbentuk. Untuk pelantikan dan deklarasi resmi kepada masyarakat akan dilaksanakan pada Oktober 2026,” kata Budi Hermawan.

Ia menjelaskan, kegiatan deklarasi nantinya direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Tameng Adat Borneo tingkat Kalimantan.

Dalam kegiatan tersebut, TAB menargetkan kehadiran perwakilan dari lima provinsi di Pulau Kalimantan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas dan organisasi kemasyarakatan.

Budi menegaskan, TAB hadir sebagai organisasi yang mengedepankan semangat persatuan dan pelestarian budaya Kalimantan. Kehadirannya bukan untuk bersaing dengan organisasi adat maupun paguyuban yang telah lebih dahulu ada.

“TAB hadir untuk mempererat persaudaraan dan membangun kolaborasi. Kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, TAB juga berkomitmen mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga nilai sosial dan budaya masyarakat di tengah perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ke depan, organisasi tersebut berencana melaksanakan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Harapannya TAB bisa menjadi wadah yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tutupnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Api Baru Terkendali Setelah Pemadaman dan Pendinginan Intensif

0

SANGATTA – Sebuah rumah dua lantai di Jalan APT Pranoto RT 36, Sangatta Utara, ludes dilalap api pada Minggu (31/5/2026) malam.

Bangunan yang berada di samping Toko Kurnia Raya tersebut mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran pertama kali dilaporkan warga ke Pos Utama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur sekitar pukul 19.08 Wita.

Tak berselang lama, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.13 Wita untuk melakukan pemadaman.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, mengatakan petugas segera berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

“Laporan kami terima pukul 19.08 Wita dan unit tiba di lokasi pukul 19.13 Wita. Petugas langsung melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya kepada Media Kaltim.

Besarnya kobaran api membuat petugas harus berjibaku selama lebih dari satu jam. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.10 Wita setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Disdamkartan Kutim mengerahkan satu unit fire dan satu unit suplai dari Pos Utara serta dua unit fire dan satu unit suplai dari Pos Pendidikan.

Selain petugas damkar, aparat kepolisian dan TNI juga turut membantu pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Eko, hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Korban jiwa nihil, korban luka juga tidak ada. Kendala di lapangan juga tidak ada sehingga proses pemadaman dapat berjalan lancar,” katanya.

Petugas saat ini masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kebakaran serta menghitung total kerugian material akibat peristiwa tersebut. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Peran Masyarakat Dinilai Penting dalam Pengungkapan Kasus Narkotika

SANGATTA – Jajaran Polsek Rantau Pulung kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kutai Timur. Seorang pria berinisial AW (39) diamankan bersama barang bukti 17 paket sabu dengan berat total 41,53 gram.

Penangkapan dilakukan pada Minggu dini hari (31/5/2026) setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan barak pekerja PT NIKP/GAWI, Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Rantau Pulung langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan menemukan tersangka AW.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket sabu yang disimpan dalam dompet berwarna cokelat di dapur barak pekerja.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan setelah tersangka mengaku masih menyimpan narkotika di lokasi lain. Polisi bergerak menuju sebuah rumah di Jalan Poros Rantau Pulung–Batu Ampar SP 5, Desa Manunggal Jaya.

Dari lokasi kedua tersebut, petugas kembali menemukan sejumlah paket sabu siap edar.

Total barang bukti yang diamankan berupa 17 paket plastik klip berisi kristal putih diduga sabu dengan berat keseluruhan 41,53 gram.

Selain narkotika, polisi turut menyita satu pak plastik klip kosong, satu unit timbangan digital, satu unit telepon genggam, serta beberapa dompet yang digunakan untuk menyimpan barang bukti.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi peran masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Identitas pelapor juga kami jamin kerahasiaannya. Peran masyarakat sangat membantu dalam upaya pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Rantau Pulung yang dinilai cepat merespons laporan hingga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Menurut Fauzan, sabu seberat 41,53 gram yang berhasil diamankan berpotensi merusak puluhan hingga ratusan masyarakat apabila sempat beredar.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah Kutai Timur. Pengungkapan ini akan terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar,” tegasnya.

Saat ini tersangka AW beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Rantau Pulung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Sudaryono: Kunci Ketahanan Pangan Ada di Luas Tanam dan Dukungan Petani

0

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman meski Indonesia diperkirakan menghadapi fenomena El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah mencatat total cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton yang berasal dari stok di gudang Bulog, tanaman padi yang akan segera dipanen, hingga cadangan yang berada di masyarakat.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, jumlah cadangan tersebut dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario dampak El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, puncak musim kering diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

“Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat kekeringan, pemerintah terus memperkuat berbagai infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Langkah yang dilakukan antara lain revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan sarana air, pengeboran sumur, hingga program pompanisasi di daerah sentra pangan.

Sejak 2024, Kementerian Pertanian disebut telah mendistribusikan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Sudaryono menegaskan peningkatan produksi pangan sangat bergantung pada luas tanam dan dukungan sarana produksi yang memadai bagi petani.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kebutuhan petani seperti air, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi untuk menjaga produktivitas.

Data cadangan beras sebesar 28 juta ton tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional di tengah potensi cuaca ekstrem sepanjang 2026. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Tradisi Leluhur Dayak Mahulu Tetap Lestari dari Generasi ke Generasi

0

UJOH BILANG – Masyarakat Kampung Ujoh Bilang kembali menggelar Tradisi Adat Nebukoq sebagai bentuk syukur atas hasil panen padi sekaligus penanda dimulainya musim tanam baru.

Tradisi sakral masyarakat Dayak tersebut berlangsung di Balai Adat RT 3 Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin Pastor Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, Romo Agustinus Dale Weruin. Selanjutnya doa lintas agama dipimpin rohaniawan muslim Eka Sapta sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Dayak, Nebukoq bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga bentuk penghormatan kepada alam, leluhur, serta padi sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Kepala Adat Amundus Lah mengatakan tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum memperkuat persatuan dan menjaga adat budaya agar terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mahakam Ulu untuk terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta mendukung pembangunan daerah tanpa meninggalkan adat dan budaya warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Panitia Hermanus Bayo menjelaskan bahwa kepanitiaan Nebukoq dilaksanakan secara bergiliran setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga tradisi.

Tahun ini, Nebukoq mengusung tema “Melestarikan Tradisi Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Kampung Ujoh Bilang”.

“Ini bukan hanya seremoni adat. Ini wujud nyata kebersamaan masyarakat menjaga budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan kampung,” katanya.

Ia berharap melalui tradisi tersebut masyarakat Ujoh Bilang semakin kompak, semangat gotong royong terus terjaga, serta hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat demi kesejahteraan bersama.

Kegiatan turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu Kristina Tening, unsur TNI-Polri, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga setempat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Outdoor Terrace Four Points Disiapkan Jadi Ruang Event hingga 1.000 Tamu

0

BALIKPAPAN – Four Points by Sheraton Balikpapan menghadirkan pengalaman kuliner baru melalui program Brasilian Night: Churrasco Barbeque Night yang akan digelar rutin setiap Sabtu malam.

Program tersebut menjadi pengganti barbeque dinner sebelumnya yang digelar setiap Jumat malam. Mengusung konsep khas Brasil, acara ini menghadirkan perpaduan sajian barbeque autentik, hiburan musik, hingga suasana santai di area outdoor terrace hotel.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Four Points by Sheraton Balikpapan, Andika Surya Buana, mengatakan tema Brasil dipilih karena masih jarang dihadirkan di Balikpapan.

“Kami melihat di Balikpapan masih belum banyak tema barbeque yang cukup spesifik seperti ini. Karena itu kami menggabungkan berbagai varian menu dan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Dalam peluncuran perdananya, pihak hotel mengundang sejumlah tamu dari kalangan swasta untuk menikmati langsung suasana Brasilian Night. Selain sajian kuliner, para tamu juga disuguhkan wine pairing dan live music yang menambah suasana santai selama acara berlangsung.

Program ini sekaligus memanfaatkan area outdoor terrace baru milik hotel yang memiliki kapasitas cukup besar untuk berbagai kegiatan.

“Untuk kegiatan tertentu, area ini bisa menampung hingga 1.000 orang. Namun untuk launching perdana, kami membatasi sekitar 150 tamu undangan,” jelasnya.

Adapun menu unggulan yang disajikan dalam konsep churrasco antara lain beef brisket, chicken, dan lamb yang dihidangkan langsung ke meja tamu melalui konsep carving service.

Sajian tersebut dilengkapi aneka saus, nanas panggang, hingga berbagai pelengkap khas barbeque Brasil.

Meski mengusung nuansa Brasil, Four Points tetap menghadirkan berbagai pilihan menu internasional dan nusantara agar dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Tamu juga bisa menikmati appetizer, sup, hidangan utama, pasta, nasi, dessert, sampai es krim yang ramah untuk keluarga maupun anak-anak,” tambah Andika.

Manajemen hotel menyebut variasi menu akan diperbarui secara berkala sehingga tamu dapat memperoleh pengalaman berbeda setiap pekan.

Seluruh sajian dapat dinikmati dengan harga Rp235 ribu nett per orang dalam konsep all you can eat. Four Points juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menghadirkan promo buy two get one free bagi pemegang kartu kredit tertentu.

Melalui konsep baru tersebut, Four Points by Sheraton Balikpapan berharap dapat menjadi salah satu destinasi kuliner akhir pekan yang menawarkan pengalaman bersantap berbeda bagi masyarakat Balikpapan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

BNPB Catat Lebih 1.000 Bencana Terjadi di Indonesia Hingga Mei 2026

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima bantuan kemanusiaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, Minggu (31/5/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 250 paket sembako, 150 paket selimut, 50 paket hygiene kit, 150 lembar matras, dan 100 paket peralatan kebersihan.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di berbagai daerah.

Berdasarkan data BNPB per 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.001 kejadian bencana terjadi di Indonesia dan sekitar 99,30 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan.

“Angka ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar respons penanganan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk memahami langkah-langkah darurat saat bencana terjadi.

“Masyarakat harus segera melakukan evakuasi ke tempat aman, mematikan aliran listrik, dan menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPB kepada masyarakat terdampak banjir di wilayahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi bencana.

“Saya instruksikan BPBD dan seluruh OPD agar menyalurkan bantuan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Camat juga diminta terus memberikan motivasi kepada warga, sementara pemerintah daerah akan terus mendampingi proses pemulihan,” tegas Frederick Edwin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Pj Sekda Kamius Junaidi, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Brimob Kubar Ipda Abdullah Hadi, Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Camat Barong Tongkok Martinus Rudy, sejumlah kepala OPD, serta Petinggi Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Curah Hujan Tinggi Masih Ancam Wilayah Banjir di Muara Pahu

0

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani dan unsur Forkopimda mendampingi Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau langsung kondisi banjir di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Sabtu (30/5/2026).

Peninjauan dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan. Rombongan disambut Camat Muara Pahu Mauliddin Said, Petinggi Muara Beloan Rudy Suhartono, dan warga setempat.

Selain melakukan peninjauan, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa sembako dan selimut untuk masyarakat terdampak banjir.

Petinggi Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan kampung yang berada di antara dua sungai tersebut hampir setiap tahun mengalami banjir.

“Kampung Muara Beloan diapit oleh dua sungai sehingga sangat rentan terhadap banjir. Kami berharap ada pembangunan lahan yang lebih tinggi untuk lokasi pemakaman karena ketika banjir terjadi sering mengalami kesulitan. Kami juga berharap adanya bantuan tenda untuk pengungsian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, menjelaskan puncak banjir sempat mencapai sekitar satu meter di atas jalan semenisasi.

“Ketinggian banjir saat puncaknya sekitar satu meter dari jalan semenisasi, sedangkan dari permukaan sungai mencapai tiga sampai empat meter,” jelasnya.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPB dan pemerintah pusat terhadap kondisi banjir di wilayahnya.

Ia berharap selain bantuan logistik, pemerintah pusat juga dapat membantu sarana transportasi air untuk wilayah yang kerap terdampak banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan kami berharap ada bantuan perahu untuk masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang kerap mengalami banjir dan membutuhkan akses transportasi saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di sejumlah kecamatan di Kutai Barat.

“Alhamdulillah, air sudah mulai surut. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat. Cuaca yang berubah-ubah harus terus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit air kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data per 30 Mei 2026, banjir masih merendam 114 rumah di Kampung Muara Beloan. Sebanyak 22 rumah yang dihuni 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa terdampak langsung akibat genangan air.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga membangun lantai panggung sementara di dalam rumah agar tetap dapat beraktivitas. Sementara akses jalan utama menuju kampung masih terendam dengan ketinggian air sekitar dua hingga tiga meter sehingga aktivitas masyarakat belum berjalan normal.

Meski muka air mulai surut sekitar 45 sentimeter, ancaman banjir masih membayangi warga karena curah hujan yang masih tinggi dan kondisi danau di kawasan tersebut yang sudah penuh air.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BNPB dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penanganan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S