Buaya Muncul di Sungai Kapao Gunung Seteleng PPU, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Pasang Mitigasi

PENAJAM PASER UTARA – Tim gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu (8/7/2026) malam, setelah menerima laporan masyarakat mengenai kemunculan seekor buaya di aliran sungai tersebut.

Penanganan melibatkan Polsek Penajam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, TNI, pemerintah kelurahan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Kegiatan dipimpin Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, didampingi Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila, Camat Penajam Rahmat, Lurah Gunung Seteleng Yusdar Yusuf, personel Polres PPU, Babinsa, Ketua RT 06, dan warga setempat.

Laporan warga menyebutkan buaya beberapa kali terlihat di sekitar aliran sungai yang menjadi jalur aktivitas nelayan dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sehingga memerlukan penanganan cepat.

Sebelum turun ke lapangan, tim gabungan menggelar koordinasi untuk menyusun langkah penanganan. Seluruh tindakan disepakati mengutamakan keselamatan masyarakat serta tetap memperhatikan ketentuan perlindungan satwa liar melalui koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Baca Juga:   Investasikan Rp 300 M, Swiss-belhotel Nusantara Bakal Sajikan Akomodasi Modern dengan Prinsip Green Building di IKN
Foto: Personel gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, menyusul laporan kemunculan seekor buaya yang meresahkan warga. (Istimewa)

Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk menentukan langkah penanganan sesuai prosedur.

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Penanganan ini telah dikoordinasikan dengan BKSDA Kalimantan Timur agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Usai koordinasi, tim gabungan melakukan pemantauan di lokasi serta memasang umpan sebagai upaya memastikan keberadaan buaya. Namun, setelah sekitar satu jam pemantauan, satwa tersebut tidak kembali terlihat di permukaan sungai.

Dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan personel, operasi lapangan sementara dihentikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kelurahan bersama tim gabungan akan memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan di sekitar Sungai Kapao. Patroli dan pemantauan juga akan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan hasil koordinasi dengan BKSDA Kalimantan Timur.

Foto: Personel gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, menyusul laporan kemunculan seekor buaya yang meresahkan warga. (Istimewa)

Syaifudin mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas yang berisiko di sekitar aliran sungai, terutama pada malam hari. Warga juga diminta tidak melakukan penangkapan atau tindakan sendiri apabila kembali melihat buaya, melainkan segera melaporkannya kepada aparat agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Baca Juga:   Pasar Pring Apus Dinilai Strategis untuk UMKM, Sariman Dorong Kolaborasi dengan Pemkab PPU

“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek perlindungan satwa dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.