Beranda blog Halaman 5

Mulai Tempati Asrama, Siswa Kelas XI SMA Taruna Nusantara Tiba di Kampus IKN

NUSANTARA – Sebanyak 191 siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara tiba di Kampus SMA Taruna Nusantara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (9/7/2026), setelah menempuh perjalanan dari Magelang melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Setibanya di kampus, para siswa langsung menempati asrama sesuai pembagian yang telah ditentukan.

Kepala SMA Taruna Nusantara IKN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, memastikan seluruh sarana pendukung pembelajaran maupun fasilitas asrama telah siap digunakan. Ia meminta para orang tua tidak khawatir terhadap proses pendidikan maupun kehidupan putra-putri mereka di kampus baru tersebut.

“Mungkin bisa dilihat dari kondisi bangunan yang sudah berdiri, kondisi prasarana yang sudah sangat berubah, sudah dibangun (infrastruktur) juga oleh IKN sehingga dapat berfungsi. Sehingga tidak perlu khawatir, nanti putra-putri mereka di sini dapat belajar yang kurang maksimal atau mungkin fasilitas pendukung yang kurang layak, semuanya itu sudah kita pikirkan dan sudah bisa kita berikan. Jadi saya harap orang tua bisa yakin dengan ini semua dan bisa yakin bahwa putra-putri mereka mendapat pendidikan yang terbaik di kampus IKN ini,” ujar Rudi.

Foto: Para siswa siswi SMA Taruna Nusantara kelas XI sudah tiba di kampus IKN sore tadi. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

Dari total 237 siswa kelas XI yang dijadwalkan pindah dari Magelang, baru 191 siswa yang tiba di IKN. Sebanyak 46 siswa lainnya masih mengikuti sejumlah perlombaan dan dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Kedatangan para siswa turut didampingi orang tua masing-masing. Sebelum memasuki asrama, para keluarga memanfaatkan waktu untuk berpamitan di lingkungan kampus. Para siswa tampak mengenakan seragam khas SMA Taruna Nusantara berwarna biru muda.

Rencananya, penyambutan resmi siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara di Kampus IKN akan digelar dalam seremoni di halaman sekolah pada Jumat (10/7/2026) pukul 09.00 Wita.

Foto: Para siswa siswi SMA Taruna Nusantara kelas XI sudah tiba di kampus IKN sore tadi. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

Rudi menjelaskan, SMA Taruna Nusantara IKN menerapkan kurikulum yang memadukan kurikulum nasional dengan pengayaan bertaraf internasional melalui Cambridge serta pendidikan bela negara dan intelijensia untuk pembentukan karakter peserta didik.

“Kurikulumnya kita mengadopsi kurikulum nasional. Cuma kita ada pengayaan kurikulum, yang nanti mungkin kita proyeksikan mereka untuk bisa sekolah ke luar negeri. Kemudian pendidikan bela negara. Karenakan intelegensia ini juga sangat penting untuk membentuk karakter mereka. Jadi ada tiga tadi ya,” jelasnya.

Salah seorang siswi, Anggela A, mengaku antusias memulai pendidikan di kampus baru IKN.

“Harapannya pendidikan di sini (Tarnus IKN) bisa berkembang dan bisa membuat kami semua makin berprestasi lagi,” katanya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Sertijab di Polda Kaltim, Kombes Pol Supriyanto Resmi Dilantik sebagai Kapolresta IKN Pertama

NUSANTARA – Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Supriyanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus menjadi pejabat pertama yang memimpin Polresta IKN.

Pelantikan dilakukan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama dan kapolres jajaran Polda Kalimantan Timur yang dipimpin Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (9/7/2026).

Dalam arahannya, Kapolda mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Ada yang akan melangkah ke tempat baru untuk mengukir cerita dan kesuksesan baru, ada yang baru datang bergabung dalam kapal besar bernama Polda Kaltim, dan yang paling penting adalah semakin mempererat tali silaturahmi,” ujar Endar.

Ia juga meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan wilayah kerja masing-masing, termasuk mengawal agenda strategis nasional di Ibu Kota Nusantara.

Upacara sertijab turut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, pejabat utama Polda Kaltim, para perwira menengah, serta Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur.

Pembentukan Polresta Kawasan IKN merupakan bagian dari penataan wilayah hukum kepolisian di ibu kota baru yang ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.

Sebelum dipercaya memimpin Polresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto menjabat sebagai Wakil Direktur Polisi Air dan Udara (Wadirpolairud) Polda Kalimantan Timur. Dengan mulai beroperasinya Polresta Kawasan IKN, kepolisian diharapkan dapat memperkuat pelayanan, perlindungan, dan pengamanan seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan maupun masyarakat di kawasan Nusantara.

Sementara itu, usai memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Polresta Kawasan IKN, Supriyanto menyatakan pihaknya akan memprioritaskan terciptanya situasi keamanan yang kondusif di kawasan ibu kota baru.

“Jangka pendeknya, kami ingin memberi rasa aman kepada masyarakat di kawasan IKN. Jangka panjangnya, kita menunggu road map Mabes Polri yang tentunya kita singkronkan dengan programnya IKN yang rencananya di tahun 2028 sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) IKN menjadi ibu kota politik,” katanya.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Buaya Muncul di Sungai Kapao Gunung Seteleng PPU, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Pasang Mitigasi

PENAJAM PASER UTARA – Tim gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu (8/7/2026) malam, setelah menerima laporan masyarakat mengenai kemunculan seekor buaya di aliran sungai tersebut.

Penanganan melibatkan Polsek Penajam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, TNI, pemerintah kelurahan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Kegiatan dipimpin Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, didampingi Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila, Camat Penajam Rahmat, Lurah Gunung Seteleng Yusdar Yusuf, personel Polres PPU, Babinsa, Ketua RT 06, dan warga setempat.

Laporan warga menyebutkan buaya beberapa kali terlihat di sekitar aliran sungai yang menjadi jalur aktivitas nelayan dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sehingga memerlukan penanganan cepat.

Sebelum turun ke lapangan, tim gabungan menggelar koordinasi untuk menyusun langkah penanganan. Seluruh tindakan disepakati mengutamakan keselamatan masyarakat serta tetap memperhatikan ketentuan perlindungan satwa liar melalui koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Foto: Personel gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, menyusul laporan kemunculan seekor buaya yang meresahkan warga. (Istimewa)

Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk menentukan langkah penanganan sesuai prosedur.

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Penanganan ini telah dikoordinasikan dengan BKSDA Kalimantan Timur agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Usai koordinasi, tim gabungan melakukan pemantauan di lokasi serta memasang umpan sebagai upaya memastikan keberadaan buaya. Namun, setelah sekitar satu jam pemantauan, satwa tersebut tidak kembali terlihat di permukaan sungai.

Dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan personel, operasi lapangan sementara dihentikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kelurahan bersama tim gabungan akan memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan di sekitar Sungai Kapao. Patroli dan pemantauan juga akan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan hasil koordinasi dengan BKSDA Kalimantan Timur.

Foto: Personel gabungan melakukan pemantauan di kawasan Anak Sungai Kapao, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, menyusul laporan kemunculan seekor buaya yang meresahkan warga. (Istimewa)

Syaifudin mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas yang berisiko di sekitar aliran sungai, terutama pada malam hari. Warga juga diminta tidak melakukan penangkapan atau tindakan sendiri apabila kembali melihat buaya, melainkan segera melaporkannya kepada aparat agar dapat ditangani sesuai prosedur.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek perlindungan satwa dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Pembangunan IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim, PPU Tumbuh 19,9 Persen

NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat mencapai 19,9 persen, tertinggi di Kalimantan Timur. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Hasil kajian tersebut dipaparkan Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” yang digelar pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Mia, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi tahap awal paling besar dirasakan Kabupaten PPU sebagai wilayah inti pembangunan IKN. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah dan investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penyumbang utama terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

Selain itu, aktivitas pembangunan mulai memicu pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, logistik, transportasi, akomodasi, serta penyediaan barang dan jasa. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, tetapi juga mulai menjangkau daerah penyangga di Kalimantan Timur.

Otorita IKN memperkirakan dampak ekonomi akan semakin meningkat pada pelaksanaan pembangunan Tahap II. Tambahan nilai PDRB diproyeksikan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten PPU maupun Provinsi Kalimantan Timur.


Foto: Aktivitas pembangunan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur. (Humas OIKN)

Menurut OIKN, proyeksi tersebut menjadi penting di tengah upaya transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari sektor berbasis sumber daya alam menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah. Untuk itu, pembangunan IKN perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.

Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya. Melalui konsep tersebut, pembangunan Nusantara diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong ekonomi Kalimantan Timur tumbuh secara lebih berkelanjutan.

Penulis: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

Bupati PPU Minta Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi Bagi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik9juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Kebakaran Rumah di Sungai Parit PPU Tewaskan Dua Anak, Satu Korban Luka Bakar

PENAJAM PASER UTARA – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah bertingkat berbahan kayu di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 11.20 Wita. Dalam peristiwa tersebut, dua anak meninggal dunia, sementara seorang warga mengalami luka bakar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter itu mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.

Korban meninggal dunia masing-masing Muh. Abizar Al Qhani (7) dan Muhtiti Fatur Frahardika (4). Sementara itu, Nurhadija (28) mengalami luka bakar dan mendapat penanganan medis.

Secara keseluruhan, kebakaran berdampak pada dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Fernando, mengatakan petugas segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Namun, saat tiba di lokasi, api telah membesar.

“Sebenarnya tidak ada kesulitan dalam pemadaman. Saat laporan masuk, tim langsung menuju ke lokasi kejadian. Namun, saat petugas tiba, api sudah terlanjur membesar,” ujar Fernando.

Ia menjelaskan bangunan yang didominasi material kayu membuat api cepat menjalar. Kondisi angin yang cukup kencang juga mempercepat kobaran api hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.

“Material bangunan yang mudah terbakar, ditambah angin yang sangat deras, membuat api cepat membesar dan menghabisi bangunan,” katanya.

Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.30 Wita. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 Wita.

Penanganan melibatkan personel DPKP Pos Penajam dan Pos Petung, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, PLN, TNI-Polri, aparat kelurahan, Pramuka Peduli, ketua RT, serta warga setempat.

Dua jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, BPBD PPU melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pascakebakaran.

“Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Sebanyak 237 Siswa Kelas XI Taruna Nusantara Pindah ke Kampus IKN

NUSANTARA – SMA Taruna Nusantara Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Sebanyak 237 siswa kelas XI dijadwalkan tiba di IKN pada Kamis (9/7/2026) untuk melanjutkan pendidikan di kampus baru tersebut.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan kegiatan belajar mengajar di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN akan dimulai pada pertengahan Juli, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.

“Bapak ibu bisa lihat di 1C sana, itu ada SMA Taruna Nusantara. Siswanya sudah ada. Nah, beberapa hari ke depan, siswa kelas sebelasnya tiba di IKN. Pertengahan bulan ini sudah beroperasi,” ujar Basuki saat menghadiri puncak Hari Doa Nasional di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Sebanyak 237 siswa kelas XI merupakan angkatan pertama yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang. Mereka akan bergabung dengan 240 siswa baru kelas X yang diterima untuk tahun ajaran 2026/2027.

Dengan demikian, pada awal operasionalnya SMA Taruna Nusantara Kampus IKN akan menampung 477 siswa yang terdiri atas 237 siswa kelas XI dan 240 siswa kelas X.

Sekolah tersebut berada di Wilayah Perencanaan (WP) 1C, Zona Sarana Pelayanan Umum, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran berkonsep tropis yang dilengkapi panel surya, asrama, klinik, kantin, perpustakaan, lapangan olahraga, serta student center. Kawasan sekolah memiliki luas sekitar 60,48 hektare dengan bangunan inti seluas sekitar 23,38 hektare yang didukung area hijau.

Sebagai kampus cabang SMA Taruna Nusantara Magelang, sekolah ini mengusung konsep green, smart, and sustainable. Kurikulumnya dirancang untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang disiplin, berintegritas, berjiwa patriotik, serta memiliki kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan unggulan di IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi lalat

Jalan Pemaluan–Telemow Disurvei Tim Teknis OIKN, Warga Berharap Segera Diperbaiki

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai memproses rencana penanganan ruas Jalan Pemaluan–Telemow dengan menurunkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan. Dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (7/7/2026) tersebut, OIKN menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai pelaksana survei teknis.

Pemerintah Desa Telemow dan Desa Binuang turut mendampingi tim selama peninjauan kondisi jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan Kecamatan Sepaku.

Kepala Desa Telemow, Munip, mengatakan survei tersebut merupakan tahap awal sebelum penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“WIKA ditunjuk oleh OIKN untuk diberikan tugas memeriksa, mengidentifikasi kondisi jalan dan kondisi tanah dari jalan untuk kemudian dalam waktu dekat dilaporkan kepada OIKN agar bisa di-drafting, dibuat DED-nya, agar dapat dilakukan penganggaran,” jelasnya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Munip, keputusan mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan OIKN setelah seluruh proses perencanaan selesai.

“Tapi untuk pelaksanaan teknisnya, nanti kebijakannya ada di OIKN,” sebut Munip.

 

Tinjauan lapangan secara langsung tersebut, meliputi pengecekan kondisi ruas jalan, pengukuran teknis, identifikasi kondisi permukaan jalan, lebar badan jalan, saluran drainase, hingga kondisi lingkungan di sepanjang trase jalan.

Selanjutnya informasi yang didapat di lapangan akan jadi bahan evaluasi dan pertimbangan tim teknis maupun OIKN dalam penyusunan rencana penanganan maupun pengembangan infrastruktur jalan.

Sekadar diketahui, jalan Telemow–Pemaluan merupakan salah satu akses penting mobilitas masyarakat dan pertanian, setidaknya sebagian dari warga Kelurahan Pemaluan, Binuang, Telemow, maupun Kelurahan Maridan. Meskipun Maridan ada akses alternatif melalui simpang Kelurahan Riko.

Beberapa pekan lalu jalan sepanjang sekitar 8 kilometer tersebut sudah dilakukan pemeliharaan dengan ratusan ret limbah ready mix batching plant dan batu Lapis Pondasi Bawah (LPB). Penanganan menggunakan alat berat UPT PU Kecamatan Sepaku. Namun pada saat turun hujan, kondisi jalan jadi licin, becek dan berlumpur. Kondisi ini lantas viral di sosial media.

Masyarakat berharap, perbaikan dapat segera diwujudkan dengan penanganan permanen.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Bupati PPU Minta Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi bagi Pembangunan Infrastruktur Daerah

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menilai kontribusi perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di daerah, khususnya di Kabupaten PPU, masih belum optimal dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mudyat usai mengikuti rangkaian Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, kontribusi perusahaan selama ini lebih banyak diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), namun dinilai belum sebanding dengan dampak operasional industri sawit terhadap daerah.

Mudyat menyoroti tingginya aktivitas angkutan kelapa sawit yang memanfaatkan infrastruktur jalan milik pemerintah, mulai dari jalan desa, jalan kabupaten, hingga jalan provinsi. Kondisi tersebut, kata dia, mempercepat kerusakan jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

“Dampak operasionalnya sangat besar, terutama kendaraan bertonase tinggi yang setiap hari mengangkut TBS maupun CPO melalui jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa. Kondisi ini tentu mempercepat kerusakan infrastruktur yang digunakan masyarakat,” kata Mudyat.

Ia menegaskan, beban pemeliharaan infrastruktur tidak seharusnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Perusahaan yang memperoleh manfaat dari penggunaan fasilitas publik juga dinilai perlu mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.

“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, khususnya perusahaan-perusahaan sawit yang menikmati manfaat dari keberadaan infrastruktur daerah,” tegasnya.

Mudyat, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI), berharap industri kelapa sawit dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain membuka lapangan kerja dan menjalankan program CSR, perusahaan diharapkan terlibat lebih aktif dalam pembangunan daerah.

Foto: Bupati PPU sekaligus Ketua Umum AKPSI, Mudyat Noor. (Istimewa)

Menurutnya, sektor kelapa sawit merupakan salah satu potensi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara berkeadilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sejalan dengan tema Rapat Koordinasi Nasional AKPSI, “Sawit untuk Rakyat”, Mudyat menilai hubungan antara perusahaan dan masyarakat perlu diperkuat melalui kolaborasi yang lebih terbuka.

“Semangat Sawit untuk Rakyat harus diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat secara langsung. Selama ini masih banyak perusahaan yang cenderung bersifat eksklusif, sehingga manfaat keberadaan perkebunan belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi lalat

Disdukcapil PPU Pastikan Stok Blangko KTP-el dan KIA Aman hingga Akhir 2026

0

PENAJAM PASER UTARA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Kartu Identitas Anak (KIA) masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat hingga akhir 2026.

Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo, mengatakan stok blangko yang tersedia saat ini dalam kondisi aman sehingga pelayanan pencetakan dokumen kependudukan tetap berjalan normal.

“Kalau blangko KIA insya Allah masih cukup sampai Desember. KTP juga masih cukup. Yang jelas tidak akan kehabisan,” katanya.

Selain memastikan ketersediaan blangko, Waluyo menegaskan pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil PPU tetap berlangsung seperti biasa. Seluruh layanan diberikan sesuai jam operasional dan tidak terdampak kebijakan kerja dari rumah (work from home).

Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu menggunakan surat keterangan atau KTP sementara karena tidak ada kendala dalam penyediaan blangko KTP-el.

“Saya tidak mau ada lagi namanya KTP sementara. Selama saya di sini sejak 2023 belum pernah kehabisan blangko karena kami selalu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” tegasnya.

Menurut Waluyo, koordinasi yang dilakukan secara rutin dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan blangko dan memastikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dengan ketersediaan blangko yang masih mencukupi, masyarakat yang akan melakukan perekaman maupun pencetakan KTP-el dan KIA di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan tetap dapat mengakses layanan tanpa kendala hingga akhir tahun.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi lalat