Beranda blog Halaman 20

Pengukuhan Pengurus SPS Kaltim Periode 2025–2029 dan Dialog Soal Masa Depan Media (3): Ekonomi Kaltim Tumbuh, Tapi Tantangan Daerah Masih Besar

Sesi keynote speaker, Rabu (20/5) lebih banyak membahas kondisi ekonomi nasional dan perkembangan Kaltim.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, Tjahyo Purnomo yang hadir mewakili Menteri Keuangan RI memaparkan cukup banyak angka soal pertumbuhan ekonomi, inflasi, APBD hingga kondisi infrastruktur di Kaltim.

Menurut Tjahyo, dunia saat ini memang sedang menghadapi tantangan besar. Mulai ketegangan geopolitik global hingga tekanan ekonomi dunia yang ikut mempengaruhi daerah.

Namun di tengah situasi itu, ekonomi Indonesia disebut masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 berada di angka 5,11 persen. Pertumbuhan itu ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan belanja pemerintah.

Sementara untuk wilayah Kalimantan, pertumbuhan ekonominya berada di angka 4,79 persen.

Khusus Kaltim, menurutnya, daerah ini memiliki posisi yang sangat strategis. Bukan hanya sebagai penghasil sumber daya alam, tapi juga mulai bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menyebut sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penopang terbesar ekonomi Kaltim.

Namun di sisi lain, sektor makanan dan minuman justru mencatat pertumbuhan cukup tinggi hingga 15,96 persen. Sementara sektor jasa lainnya tumbuh sekitar 14,92 persen dan industri pengolahan mencapai 13,89 persen.

Paparan itu menunjukkan ekonomi Kaltim perlahan mulai bergerak tidak hanya bergantung pada batu bara dan migas.

Tjahyo juga memaparkan kondisi inflasi Kaltim yang menurutnya masih cukup terkendali. Per April 2026, inflasi year on year Kaltim berada di angka 2,5 persen dengan inflasi bulanan sekitar 0,11 persen.

Selain itu, ia juga menyinggung kondisi infrastruktur di Kaltim. Menurutnya tingkat kemantapan jalan provinsi di Kaltim saat ini berada di angka sekitar 81,41 persen.

Namun tantangan berikutnya bukan hanya membangun infrastruktur.

Tetapi memastikan jalan dan fasilitas yang dibangun benar-benar terhubung dengan pusat produksi, kawasan ekonomi, UMKM, logistik hingga layanan publik.

Di bagian lain, Tjahyo juga memaparkan kondisi APBD konsolidasi di Kaltim. Hingga awal Mei 2026, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar 21,98 persen atau sekitar Rp10,7 triliun. Sementara realisasi belanja berada di angka 16,32 persen atau sekitar Rp8,62 triliun.

Ia mengingatkan percepatan belanja daerah bukan hanya soal mengejar serapan anggaran. Tetapi harus benar-benar tepat sasaran dan berdampak terhadap masyarakat.

Tjahyo juga sempat menyinggung pentingnya pembiayaan kreatif untuk pembangunan daerah. Salah satunya melalui skema pinjaman daerah dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk proyek-proyek produktif.

Mulai pembangunan jalan, jembatan, fasilitas rumah sakit hingga pengelolaan sampah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah ke depan juga harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat.

Dan semakin lama paparan itu berjalan, semakin terlihat bagaimana posisi Kaltim memang sedang berada dalam fase perubahan besar.

Bukan hanya karena IKN dan investasi, tapi juga karena tantangan ekonomi daerah yang semakin kompleks. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pengukuhan Pengurus SPS Kaltim Periode 2025–2029 dan Dialog Soal Masa Depan Media (2): Pers Daerah Dikepung Perubahan, Harapan pada Pemerintah Masih Besar

Memasuki sesi pembukaan, suasana forum mulai terasa lebih serius.

Staf Ahli Gubernur Bidang II Pemprov Kaltim, Siti Farisyah Yana hadir mewakili Gubernur Rudy Mas’ud untuk membuka kegiatan pengukuhan Pengurus SPS Kaltim periode 2025–2029.

Di awal sambutannya, ia sempat bercanda soal dirinya yang harus hati-hati berbicara di depan banyak wartawan. Candaan itu langsung disambut tawa kecil beberapa peserta.

Tapi setelah itu pembicaraan mulai masuk ke persoalan yang memang sedang dihadapi dunia media sekarang.

Apalagi belakangan ini Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memang cukup banyak menjadi perhatian publik. Mulai dari berbagai kebijakan baru, gaya komunikasinya yang cukup terbuka, sampai bagaimana pemerintah provinsi mencoba membangun hubungan dengan media di tengah perubahan dunia digital yang bergerak cepat.

Siti yang membacakan sambutan gubernur menyampaikan bahwa pers memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pemprov Kaltim, kata dia, memandang insan pers sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi pembangunan, memperkuat literasi publik, sekaligus menjaga ruang informasi tetap sehat dan bertanggung jawab.

Hal itu sebenarnya juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menegaskan bahwa pers nasional memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi.

Dalam Pasal 18 ayat (1) UU Pers juga ditegaskan bahwa negara wajib menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara.

Di daerah, dukungan pemerintah terhadap media juga masih dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pers yang sehat, profesional dan independen.

Di tengah perkembangan teknologi digital sekarang, pemerintah juga menilai tantangan dunia pers semakin besar.

Arus informasi bergerak sangat cepat. Banyak informasi beredar tanpa proses verifikasi yang jelas. Sementara media arus utama tetap dituntut menjaga akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.

Dan pembahasan seperti itu memang terasa hampir sepanjang forum.

Sementara itu, Ketua Umum SPS Pusat Januar P Ruswita juga menyampaikan pandangannya soal kondisi industri media saat ini.

Ia menjelaskan bagaimana perubahan besar terjadi dalam beberapa tahun terakhir akibat perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.

Pola masyarakat mengakses informasi berubah total.

Menurut Januar, media cetak, televisi, radio hingga portal berita sekarang menghadapi tekanan yang sama.

Banyak perusahaan media tidak lagi mampu bertahan seperti dulu. Bahkan ada yang harus menghentikan operasional dan mengurangi jumlah karyawan.

Namun di tengah situasi itu, media arus utama tetap memiliki tanggung jawab menjaga kualitas informasi dan menjadi pembeda di tengah banjir konten media sosial.

Januar juga sempat menyinggung soal AI yang mulai masuk ke dunia media.

Menurutnya, media mainstream sekarang bukan hanya bersaing sesama perusahaan pers, tapi juga menghadapi gelombang konten media sosial dan produk AI yang bergerak jauh lebih cepat.

“Musuh media mainstream sekarang adalah produk-produk AI yang disebarkan di media sosial,” kata Januar yang juga masih memimpin perusahaan media Pikiran Rakyat.

Di bagian lain, Januar juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah tetap memberi dukungan terhadap media-media lokal yang sudah terverifikasi dan menjalankan proses jurnalistik dengan benar.

Menurutnya, media yang berada di bawah organisasi pers resmi memiliki tanggung jawab yang jelas.

Mulai membayar pajak, menggaji karyawan, menjalankan pelatihan wartawan hingga menjaga standar perusahaan pers.

Pembahasan soal dukungan pemerintah terhadap media ini cukup banyak mendapat perhatian peserta.

Karena hampir semua memahami kondisi media daerah sekarang memang tidak mudah.

Belanja publikasi pemerintah mulai berkurang. Persaingan media makin keras. Sementara media sosial terus mengambil perhatian masyarakat setiap hari.

Semakin terasa bahwa media daerah sekarang memang sedang berada di tengah tekanan perubahan yang besar. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pengukuhan Pengurus SPS Kaltim Periode 2025–2029 dan Dialog Soal Masa Depan Media (1): Media Memang Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Saya mengikuti kegiatan pengukuhan Pengurus SPS Kaltim ini hampir seharian penuh, Rabu (20/5).

Sejak pagi suasana di Grand Tjokro Balikpapan memang sudah ramai. Wartawan senior, pemilik media, pimpinan redaksi, pejabat pemerintah, humas kepolisian hingga tokoh pers lama terlihat mulai berdatangan.

Sudah lama rasanya tidak melihat forum media di Kaltim yang mempertemukan banyak orang seperti ini dalam satu ruangan.

Bukan hanya soal pelantikan pengurus baru.

Tapi juga tempat orang-orang media berbicara cukup terbuka tentang kondisi pers sekarang.

Dan memang, hampir sepanjang acara, pembahasannya kembali ke persoalan yang sama.

Tentang pendapatan media yang turun. Perubahan perilaku pembaca. Media sosial yang bergerak terlalu cepat. Sampai AI yang mulai masuk ke ruang redaksi.

Media memang sedang tidak baik-baik saja.

Pengurus SPS Kaltim periode 2025–2029 yang dikukuhkan kali ini dipimpin Ajid Kurniawan dari Balikpapan Pos sebagai ketua. Posisi sekretaris diisi Sumarsono dari Tribun Kaltim dan bendahara dipercayakan kepada Supriyono dari Kaltim Post.

Di jajaran dewan pertimbangan juga diisi sejumlah nama yang cukup lama dikenal di dunia pers Kaltim seperti Ir H Seno Aji, Erwin Dede Nugroho, Desman Minang Endhianto, Syafril Teha Noer hingga Syarifuddin Pernyata.

Sementara di bidang-bidang kepengurusan, cukup banyak wajah media lama maupun generasi baru ikut masuk dalam struktur organisasi.

Ada nama Edwin Agustyan dari Bontangpost.id, Tommy Simanjuntak dari Sekatv, Devi Alamsyah dari Nomorsatukaltim, Adhi Abdian dari MediaKaltim.com, Doni Ari Wardana dari Swara Kaltim, Romdani dari Kaltim Post, Herdi dari Klikkaltim.com hingga Firmansyah Wahyudi dari Berau Post.

Kepengurusan kali ini terlihat mencoba merangkul cukup banyak media dari berbagai daerah di Kaltim.

Tidak hanya media cetak lama, tapi juga media siber dan televisi lokal.

Ketua SPS Kaltim yang baru dikukuhkan, Ajid Kurniawan, juga menyampaikan secara terbuka soal kondisi industri pers saat ini.

Menurutnya, perusahaan media sekarang sedang menghadapi masa yang berat.

Ia bahkan menyebut perusahaan pers hari ini seperti berdiri di “dataran yang bergetar”.

Kalimat itu terasa cukup menggambarkan situasi media sekarang.

Perubahan datang terlalu cepat. AI mulai masuk ke ruang redaksi. Sementara konten viral sering lebih cepat dipercaya dibanding proses jurnalistik yang panjang dan penuh verifikasi.

Di sela-sela forum bahkan beberapa kali muncul candaan soal AI.

Ada yang bilang sekarang orang bikin “berita” tidak perlu jadi wartawan lagi. Ada juga yang bercanda kalau dulu tulisan diedit redaktur, sekarang diedit AI.

Ruangan beberapa kali terdengar tertawa kecil.

Tapi semua sebenarnya paham, candaan itu adalah kenyataan yang sedang dihadapi industri media saat ini.

Forum hari itu juga terasa cukup cair.

Banyak pembicara berbicara apa adanya. Tidak terlalu formal. Bahkan beberapa tokoh pers senior terlihat lebih nyaman berbicara santai dibanding membaca teks sambutan.

Saya justru lebih menikmati obrolan-obrolan kecil di luar forum resmi.

Ada yang mengeluh kontrak publikasi pemerintah makin kecil. Ada yang bilang media cetak sekarang makin berat bertahan. Ada juga yang mulai khawatir anak muda lebih percaya media sosial dibanding media arus utama.

Beberapa wartawan juga terlihat membahas kondisi ruang redaksi yang sekarang berubah jauh.

Wartawan dituntut serba cepat. Kadang belum selesai satu berita, sudah harus mengejar berita lain lagi.

Bahkan ada yang mulai bertanya-tanya, media daerah masih bisa bertahan sampai kapan.

Makanya saya melihat forum ini bukan sekadar pengukuhan pengurus organisasi.

Tapi juga seperti tempat berkumpulnya kegelisahan orang-orang media yang sedang menghadapi perubahan besar. (Bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Sidak Pasar Jelang Iduladha 2026, Wabup PPU Pastikan Harga dan Stok Sembako Tetap Aman

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik22mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

HUT IGTKI-PGRI ke-76 di IKN, Otorita Tegaskan Pendidikan Anak Usia Dini Fondasi Bangsa

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi masa depan. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) yang berlangsung di Multifunction Hall, Kantor Bersama, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (21/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ratusan guru TK dan PAUD tampak hadir mengikuti rangkaian peringatan dengan penuh antusias. Suasana acara berlangsung hangat dan meriah sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pendidik anak usia dini.

Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik anak-anak usia dini.

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting,” ujar Alimuddin.

Menurutnya, guru TK memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD dan TK perlu terus didorong melalui peningkatan kompetensi akademik maupun dukungan pendidikan lanjutan.

“Kami berharap seluruh guru TK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi membangun pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menyampaikan bahwa selama 76 tahun IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini melalui layanan pendidikan yang berkualitas.

Menurut Maya, guru taman kanak-kanak merupakan peletak dasar pembentukan karakter, nilai moral, kemandirian, dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Pada peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 tahun ini, organisasi mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun.” Tema tersebut dinilai mencerminkan pentingnya penguatan peran pendidik TK sebagai bagian dari fondasi pendidikan nasional.

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera diyakini akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa.

Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan.

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

Sidak Pasar Jelang Iduladha 2026, Wabup PPU Pastikan Harga dan Stok Sembako Tetap Aman

PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan unsur Forkopimda PPU, Kamis (21/5/2026).

Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni Pasar Induk Nenang Kecamatan Penajam dan Pasar Waru di Kecamatan Waru. Dalam kegiatan tersebut, ia turut didampingi jajaran Dinas KUKM Perindagkop PPU serta perangkat terkait untuk melihat langsung kondisi harga, pasokan, dan aktivitas jual beli masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.

Usai pemantauan, Waris menyampaikan bahwa secara umum harga bahan kebutuhan pokok di dua pasar tersebut masih dalam kondisi stabil. Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, namun dinilai masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu ketersediaan barang di pasaran.

“Alhamdulillah tidak ada kenaikan yang signifikan dan tidak ada kekurangan pasokan. Semoga sampai hari H Lebaran nanti kondisinya tetap normal,” ujar Waris.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai akibat berkurangnya pasokan dari luar daerah. Meski demikian, kebutuhan pasar masih dapat dipenuhi melalui pasokan cabai lokal.

Menurutnya, harga cabai tertentu di pasaran saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Selain memantau harga sembako, Waris juga menerima keluhan masyarakat terkait harga gas LPG eceran yang disebut mengalami kenaikan di tingkat pengecer.

“Ada sedikit keluhan masyarakat katanya pengecer gas menaikkan harga. Jadi kami perintahkan Kadis Perindagkop segera turun ke lapangan terkait keluhan warga,” katanya.

Saat ditanya terkait hasil sidak, Waris memastikan kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasar masih aman dan terkendali.

“Tidak ada juga harga yang saya anggap tidak wajar. Paling gula sama minyak naik sekitar Rp2 ribu saja,” pungkas Waris.

Pewarta: Robbi Lalat

ASN Pemkab PPU Ikuti Pemeriksaan Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat

PENAJAM PASER UTARA – Puluhan pegawai di lingkungan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) antusias mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar UPT Puskesmas Penajam di Kantor Bupati PPU, Kamis (21/5/2026).

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan meliputi gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Tahun 2026 yang bekerja sama dengan UPT Puskesmas Penajam dengan mengusung tema “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat.”

Sejak pagi, para pegawai tampak bergantian mengikuti pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat pegawai untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan tubuh.

Salah satu peserta CKG, Mada Fitriani Rahmah, mengungkapkan program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para pegawai, untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini.

“Alhamdulillah pelayanan CKG ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman hari ini. Melalui kegiatan ini kami dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh kami, terutama kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai ramah dan sigap selama kegiatan berlangsung.

Senada disampaikan pegawai lainnya, Harni. Ia menilai kegiatan cek kesehatan gratis memberikan banyak manfaat bagi para pegawai yang selama ini memiliki keterbatasan waktu untuk memeriksakan kesehatan secara berkala.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab PPU, semakin meningkat dalam menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.

“Harapannya kegiatan semacam ini bisa terus dilaksanakan karena sangat membantu kami untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Dengan adanya pemeriksaan gratis seperti ini, kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat,” katanya.

Penyunting: Robbi Lalat

Sengketa Lahan IKN, Peradi PPU Minta ATR/BPN Teliti Legalitas PT Agro Indomas

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik21mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

SMAN 3 PPU Menang atas SMA ITCI di SMAKENSA CUP 2 Volleyball Tournament

Penajam Paser Utara – Memasuki hari kedua pelaksanaan SMAKENSA CUP 2 Volleyball Tournament, persaingan antartim semakin sengit. Tim voli SMAN 3 Penajam Paser Utara (PPU) berhasil menundukkan SMA ITCI dalam laga penyisihan yang berlangsung di Lapangan SMKN 1 Penajam Paser Utara. Dalam pertandingan tersebut, SMAN 3 PPU keluar sebagai pemenang dengan skor 18-6.

Sejak set pertama dimulai, kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi mengamankan poin. Aksi smash keras, pertahanan rapat, hingga strategi cepat yang diperagakan para pemain sukses memancing sorak sorai penonton yang memadati arena pertandingan.

Atmosfer kompetisi pada hari kedua turnamen pun terasa semakin hidup. Antusiasme peserta maupun suporter membuat jalannya pertandingan berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.

Salah seorang suporter, Eriel Sapta Putra Pratama, mengaku menikmati jalannya pertandingan karena kedua tim tampil maksimal sepanjang laga.

“Kedua tim bermain dengan sportif dan saling memberikan permainan terbaik mereka di lapangan. Semua antusias. Selain itu, acara SMAKENSA CUP 2 ini juga terasa nyaman dan tertata rapi, mulai dari kebersihan area pertandingan hingga persiapan panitia yang membuat penonton betah menyaksikan jalannya pertandingan,” jelas siswa SMAN 3 PPU ini di lokasi.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku.

SMAKENSA CUP 2 sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Anniversary ke-22 SMKN 1 Penajam Paser Utara yang berlangsung pada tanggal 19–23 Mei 2026.

Penulis: Satya Putra Herti/Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Grand Opening D’Best Cafe dan Buen Mart di Taman Rozeline, TP PKK PPU Dorong Ekonomi Perempuan dan UMKM Lokal

PENAJAM PASER UTARA – Tim Penggerak PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi melakukan grand opening D’Best Cafe dan Buen Mart di kawasan Taman Rozeline, belum lama ini. Dua unit usaha tersebut dikelola Koperasi Dewi Berkarya Sejahtera milik TP PKK PPU sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan UMKM lokal.

Peresmian dua unit usaha yang dikelola Koperasi Dewi Berkarya Sejahtera milik TP PKK PPU tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan peninjauan langsung area kafe serta minimarket oleh para tamu undangan. Koperasi ini mendapat dukungan dari berbagai instansi dan sponsor, di antaranya Bank Negara Indonesia, Bank Kaltimtara, PT Pertamina RU V Balikpapan, serta Perumda Air Minum Danum Taka.

Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus TP PKK, pelaku UMKM, perbankan, serta sejumlah mitra dan sponsor yang turut mendukung pengembangan usaha tersebut.

Bupati PPU Mudyat Noor berhalangan hadir dan diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkab PPU, Margono Hadi Sutanto. Ia mengaku bangga atas langkah TP PKK PPU yang dinilai mampu menghadirkan gerakan koperasi secara nyata di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap koperasi.

“Anak-anak muda sekarang mungkin lebih senang disebut CEO dibanding menjadi ketua koperasi. Tetapi PKK Kabupaten Penajam Paser Utara mampu menunjukkan bahwa koperasi juga bisa berkembang dan memiliki unit usaha yang nyata,” kata Margono.

Menurut dia, kehadiran Buen Mart dan D’Best Cafe menjadi bukti bahwa PKK tidak hanya bergerak di bidang sosial dan pemberdayaan keluarga, tetapi juga berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Yang diresmikan hari ini bukan hanya sebuah toko dan kafe, tetapi simbol semangat kebersamaan, pemberdayaan, dan semangat membangun ekonomi masyarakat Benuo Taka,” ujarnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati PPU.

Ia berharap Buen Mart dapat menjadi wadah pengembangan produk UMKM lokal, sementara D’Best Cafe menjadi ruang kreatif bagi generasi muda di PPU.

“D’Best Cafe diharapkan bisa menjadi tempat berkumpul yang nyaman, tempat anak-anak muda berkreasi dan berdiskusi, sekaligus ruang tumbuhnya ide-ide kreatif dan kolaborasi,” katanya.

Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana, mengatakan kehadiran D’Best Cafe dan Buen Mart bukan sekadar tempat usaha, melainkan bentuk nyata kreativitas dan semangat ibu-ibu PKK dalam membangun ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan kafe kami. Mudah-mudahan kafe ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan hiburan bagi masyarakat Kabupaten kita, sekaligus menjadi tempat berkumpul dan bersantai,” kata Dewi Yuliana.

Ia menegaskan, D’Best Cafe diharapkan menjadi ruang nyaman bagi masyarakat dengan mengutamakan kualitas pelayanan, kebersihan, hingga cita rasa makanan dan minuman yang disajikan.

“Jadikan kafe ini sebagai tempat yang ramah lingkungan dan ramah pelayanan, sehingga masyarakat yang datang merasa nyaman dan betah berkunjung,” ujarnya.

Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus koperasi dan pihak-pihak yang telah mendukung berdirinya dua unit usaha tersebut. “Karena tanpa dukungan semua pihak, The Best Cafe maupun Buen Mart tidak akan bisa terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Dewi Berkarya Sejahtera, Sandri Ernamurti, menjelaskan D’Best Cafe telah melakukan soft opening sejak 9 Mei 2026 dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Selama kurang lebih 12 hari beroperasi, alhamdulillah kami justru cukup kewalahan melayani pengunjung. Kami tidak pernah sepi,” ujarnya.

Ia menyebut D’Best Cafe buka setiap hari mulai pukul 10.30 Wita hingga 22.00 Wita. Konsep yang diusung tidak hanya mengedepankan pelayanan, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kafe tidak harus dibuat seadanya, tetapi harus proper, unik, dan bersih. Kebersihan itu yang paling utama,” katanya.

Selain D’Best Cafe, pihaknya juga mengembangkan Buen Mart sebagai minimarket lokal milik daerah yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab PPU.

Ia menambahkan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyatakan siap menjalin kerja sama dengan Buen Mart melalui skema pembelian kebutuhan pokok bagi ASN.

Di sisi lain, pihak koperasi juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, mulai dari PDAM yang berencana membantu pembangunan gedung khusus koperasi, Satpol PP yang membantu pengamanan area usaha, hingga Dinas Lingkungan Hidup yang mendukung pengelolaan sampah di kawasan tersebut.

“Kami juga mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan plastik agar bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat