PENAJAM PASER UTARA – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi penurunan aktivitas transaksi seiring melemahnya daya beli masyarakat. Pemerintah daerah pun menyiapkan berbagai kegiatan untuk kembali menggerakkan kunjungan masyarakat ke pusat-pusat aktivitas ekonomi UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) PPU, Yusuf Basra, mengatakan penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan dan transaksi pelaku usaha.
Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar dapat menjadi pemicu perputaran ekonomi, meskipun pemerintah tetap perlu mempertimbangkan kemampuan anggaran dalam pelaksanaannya.
“Selama ini kalau kita bikin event memang butuh pemantik atau penggerak. Di satu sisi bagus untuk UMKM, tetapi di sisi lain pemerintah juga harus mengeluarkan upaya lebih untuk menyelenggarakan kegiatan,” ujarnya.
Yusuf mengatakan, upaya menghidupkan sektor UMKM juga harus dilakukan secara merata. Hal itu mengingat jumlah pelaku UMKM yang telah terdata di Kabupaten PPU mencapai sekitar 2.000 usaha dengan berbagai jenis produk.
“Kalau bicara pemerataan dan keadilan, jangan yang diurus itu-itu saja. Semua pelaku UMKM punya jenis usaha yang sama dan perlu mendapatkan kesempatan,” katanya.
Ia mengakui kondisi ekonomi saat ini turut berdampak terhadap pendapatan pedagang. Menurutnya, perlambatan perputaran uang di masyarakat membuat kemampuan belanja ikut menurun.
“Kita juga sedang menghadapi kondisi defisit. Uang yang beredar di masyarakat sudah tidak seperti dulu. Orang sekarang cenderung menyimpan uang untuk berjaga-jaga sehingga daya belinya ikut turun,” jelasnya.
Meski belum memiliki angka pasti terkait penurunan omzet UMKM, Yusuf menyebut kondisi tersebut terlihat dari aktivitas perdagangan di lapangan. Kawasan UMKM masih ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat akhir pekan, namun tingkat kunjungan dinilai belum kembali seperti saat terdapat kegiatan hiburan atau agenda pemerintah.
Untuk mendorong kembali aktivitas ekonomi, KUKMPERINDAG PPU saat ini tengah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan yang mampu menarik masyarakat, termasuk kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan olahraga maupun event hiburan lainnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan transaksi usaha.
“Kita masih mencari partner untuk kolaborasi. Mudah-mudahan bisa terlaksana. Kemungkinan kita laksanakan saat akhir pekan supaya pengunjung lebih banyak,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



