Beranda blog Halaman 17

Polresta Samarinda Perkuat Sinergi dengan Forkopimda dan Masyarakat

0

SAMARINDA – Polresta Samarinda menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan GOR Segiri, Samarinda, Rabu (1/7/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi jajaran Polri di Kota Tepian untuk memperkuat komitmen meningkatkan profesionalisme sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda, perwakilan instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai elemen.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang institusi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Alhamdulillah, upacara berlangsung khidmat. Hari ini kita pusatkan di GOR Segiri dengan dihadiri seluruh stakeholder terkait. Usia 80 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak hal baik maupun buruk yang telah dilewati, dan satu hal yang pasti, kami akan selalu berusaha memperbaiki diri serta meningkatkan profesionalisme,” ujarnya usai upacara.

Setelah upacara yang ditutup dengan defile peserta, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran. Pada kesempatan tersebut, Polresta Samarinda memberikan penghargaan kepada sejumlah komunitas yang dinilai aktif membantu tugas kepolisian, sekaligus memberikan apresiasi kepada personel Polri yang berprestasi.

Menurut Hendri, tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, harus diwujudkan melalui pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan humanis.

“Tema tahun ini benar-benar harus kita wujudkan agar Polri menjadi institusi yang dipercaya dan diakui keberadaannya oleh seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Samarinda,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Samarinda.

“Kami mohon doa dan dukungan agar Samarinda selalu aman dan kondusif. Mari terus bekerja sama agar Polri betul-betul menjadi institusi yang presisi dan selalu hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Pemanfaatan Pekarangan Jadi Fokus Program TJSL Pertamina di Balikpapan

0

BALIKPAPAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari lingkungan rumah. Hal itu menjadi semangat PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan yang menggelar pelatihan pengolahan pupuk organik dan pemanfaatan lahan pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Balikpapan.

Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Balikpapan pada Selasa (30/6/2026) tersebut diikuti lima Kelompok Wanita Tani yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pelatihan mencakup pembuatan pupuk organik cair (POC), kompos, hingga penerapan lubang biopori sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Rudi Mahendra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar terminal.

“Lahan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi untuk menghasilkan kebutuhan pangan keluarga apabila dikelola dengan baik. Melalui pelatihan ini, Pertamina ingin membekali para anggota KWT dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung,” ujarnya.

Selain menghadirkan penyuluh pertanian sebagai narasumber, Pertamina juga menyerahkan bantuan berupa peralatan pengolahan kompos dan sarana pendukung biopori agar peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang telah diberikan.

Rudi berharap program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi apabila hasil panen yang diperoleh dapat dipasarkan.

“Pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan agar program berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Tim Penyuluhan Pertanian Kota Balikpapan dari Kementerian Pertanian, Roy Hatikorat Siombing. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak selalu identik dengan produksi beras dalam skala besar. Pemenuhan kebutuhan sayuran, cabai, tomat, maupun tanaman pangan lainnya dari pekarangan rumah juga merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Roy menilai Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis karena terlibat langsung dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Dengan keterampilan yang memadai, para anggota KWT dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar sekaligus menekan pengeluaran keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mengolah limbah rumah tangga seperti air cucian beras, kulit pisang, daun-daunan, dan sisa sayuran menjadi pupuk organik.

“Metode ini lebih ramah lingkungan sekaligus dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KWT Domsuk Ceria, Sanati, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengaku ilmu yang diperoleh menjadi bekal bagi kelompoknya untuk mulai memanfaatkan pupuk organik berbahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

“Selama ini kami masih mengandalkan pupuk kimia dan pupuk kandang. Dengan adanya pelatihan ini, para anggota terdorong beralih ke pupuk organik yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sanati juga mengapresiasi bantuan peralatan yang diberikan Pertamina karena dapat langsung dimanfaatkan oleh para anggota. Saat ini KWT Domsuk Ceria memiliki sekitar 30 anggota dengan 15 anggota aktif yang membudidayakan berbagai tanaman hortikultura, termasuk buah naga sebagai salah satu komoditas unggulan.

“Hasil panen tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anggota, tetapi juga dipasarkan sebagai tambahan pendapatan kelompok,” jelasnya.

Ia berharap sinergi dan pendampingan dari Pertamina dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak Kelompok Wanita Tani yang berkembang dan mandiri.

Kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga, Balai Penyuluhan Pertanian, dan Kelompok Wanita Tani diharapkan menjadi contoh sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan serta penggunaan pupuk organik.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Vonis Korupsi Chromebook, Nadiem Terbebani Denda dan Uang Pengganti

JAKARTA – Selain menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta juga membebankan pidana tambahan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, berupa pembayaran denda Rp1 miliar serta uang pengganti sebesar Rp809,597 miliar dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan uang pengganti tersebut wajib dibayarkan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809.597.125.000,” ujar Purwanto saat membacakan amar putusan, Selasa (30/6/2026).

Majelis hakim memberikan tenggat waktu satu bulan kepada Nadiem untuk melunasi kewajiban tersebut sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tidak dipenuhi, jaksa berwenang menyita dan melelang aset milik terdakwa guna menutupi nilai uang pengganti.

“Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” kata hakim.

Majelis juga menetapkan sanksi pengganti apabila nilai aset yang dimiliki terdakwa tidak mencukupi untuk membayar kewajiban tersebut.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama lima tahun,” lanjut majelis hakim.

Dalam perkara ini, majelis hakim sebelumnya menyatakan Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2020–2022.

Atas perbuatannya, ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809,597 miliar.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem dengan pidana 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta membayar uang pengganti senilai lebih dari Rp5,68 triliun.

Jaksa menilai proyek pengadaan Chromebook menyebabkan kerugian negara sekitar Rp1,56 triliun, sementara peningkatan harta kekayaan terdakwa yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi mencapai Rp4,87 triliun.

Dalam dakwaannya, Nadiem disebut melakukan perbuatan tersebut bersama Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Jurist Tan.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Semesta Academy dan Ingatan Gajah Perkuat Soft Skill Generasi Muda Kaltim

SAMARINDA – Libur sekolah dimanfaatkan puluhan anak dan remaja untuk mengembangkan keterampilan yang semakin dibutuhkan di era modern. Sebanyak 33 peserta berusia 10–18 tahun dari berbagai daerah di Kalimantan Timur mengikuti Level Up Camp 2026 yang digelar Semesta Academy bekerja sama dengan Ingatan Gajah di Puri Senyiur Hotel, Samarinda, pada 26–28 Juni 2026.

Peserta berasal dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangatta, Tenggarong, hingga Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Selama tiga hari mereka mengikuti pelatihan yang memadukan penguatan kemampuan berpikir, strategi belajar, serta keterampilan berbicara di depan umum.

Mengusung tema “Sharpen Your Mind, Own The Stage”, program ini dirancang untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di masa depan.

Pada sesi Super Brain, peserta mendapatkan pelatihan mengenai penetapan tujuan, teknik mengingat (memory sports), strategi belajar, pembentukan kebiasaan produktif, hingga simulasi kompetisi daya ingat. Materi disampaikan Founder Ingatan Gajah, Yudi Lesmana, yang merupakan International Grandmaster of Memory, didampingi Safira Azizah.

Sementara itu, sesi Public Speaking dipandu Co-Founder Semesta Academy, I Made Kertayasa. Peserta mempelajari teknik membangun kepercayaan diri, menyusun presentasi, hingga cara membuka dan menutup presentasi secara efektif. Proses pembelajaran turut didampingi empat mentor Semesta Academy.

Sebagai penutup kegiatan, peserta mengikuti dua tantangan utama, yakni kompetisi daya ingat dengan menghafal deretan angka menggunakan standar memory sports serta presentasi kelompok di hadapan orang tua. Dalam penampilan tersebut, peserta mempraktikkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan pembukaan dan penutupan dalam bahasa Spanyol maupun Italia.

Penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok terbaik berdasarkan akumulasi penilaian selama pelatihan yang mencakup disiplin, kerja sama, kemampuan akademik, serta performa presentasi.

Founder Ingatan Gajah, Yudi Lesmana, mengatakan kemampuan belajar secara aktif menjadi salah satu kompetensi penting di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Apa yang dipelajari hari ini bisa jadi tidak lagi relevan lima atau sepuluh tahun mendatang. Karena itu, anak-anak perlu memiliki kemampuan belajar cepat, mengingat, memahami, menganalisis, dan percaya diri agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan,” ujarnya.

Co-Founder Semesta Academy, I Made Kertayasa, menilai kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan keterampilan komunikasi.

“Penguasaan materi saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu mampu berpikir kritis, menyampaikan ide secara efektif, dan tampil percaya diri agar lebih siap menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya, Rini, mengaku melihat perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti pelatihan.

“Anak saya menjadi lebih percaya diri saat tampil di depan umum. Selain melatih daya ingat, kegiatan ini juga membantu mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan memiliki gambaran mengenai tujuan masa depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Maya yang melihat putranya lebih berani mencoba pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah seorang peserta, Adam, mengaku memperoleh pengalaman baru yang membantunya mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum.

“Sekarang saya lebih tahu bagaimana menyampaikan pendapat dengan percaya diri dan lebih terstruktur,” katanya.

Melalui program tersebut, Semesta Academy dan Ingatan Gajah berharap semakin banyak anak dan remaja memperoleh akses terhadap pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, komunikasi, dan karakter sebagai bekal menghadapi perubahan di masa depan.

Editor: Agus S.

Formasi CPNS 2026 PPU Belum Dipastikan, Kebutuhan Guru Tetap Jadi Prioritas

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik1juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Usai Upacara Hari Bhayangkara Ke-80, Polres PPU Distribusikan Bantuan 500 Kg Beras kepada Masyarakat

PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat dan panti asuhan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan pembagian beras tersebut berlangsung di halaman Mapolres PPU, Rabu (1/7/2026), setelah pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-80.

Wakapolres PPU Kompol Roganda, memimpin langsung penyaluran bantuan mewakili Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara. Kegiatan turut dihadiri Kasat Binmas Polres PPU AKP Bambang Purnomo dan Kasi Propam Polres PPU Iptu Calon Tarigan.

Sebanyak 100 karung beras SPHP dengan berat masing-masing 5 kilogram dibagikan dalam kegiatan tersebut. Total bantuan yang disalurkan mencapai 500 kilogram beras.

Roganda mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Momentum Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi peringatan perjalanan panjang pengabdian Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi sosial yang nyata. Bantuan beras SPHP ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bukti bahwa Polri senantiasa hadir dengan kepedulian dan pelayanan yang humanis,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga berupaya membangun hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Penyaluran bantuan tersebut menyasar warga kurang mampu dan panti asuhan di wilayah Kabupaten PPU. “Melalui kegiatan ini, Polres PPU berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga,” pungkas Roganda.

Penyunting: Robbi Lalat

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Digelar di Mapolres PPU, Tekankan Pelayanan dan Kepercayaan Masyarakat

PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres PPU, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.

Upacara dipimpin Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara dan dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Rauf Muin, Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyoni, Kepala Kejaksaan Negeri PPU Harwanto, Ketua Pengadilan Negeri PPU Hartati Ari Suryawati, Ketua Pengadilan Agama PPU Nahdiyanti, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers.

Peserta upacara terdiri dari personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Senkom, dan unsur lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PPU.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada inspektur upacara, menyanyikan Mars Polri, laporan komandan upacara, mengheningkan cipta, pengucapan Tribrata, serta pembacaan amanat Presiden Republik Indonesia.

Dalam amanat Presiden yang dibacakan Andreas, disampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, menegaskan bahwa seluruh tugas dan pengabdian Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Presiden juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Polri, mulai dari perkembangan teknologi informasi, kejahatan siber, kejahatan transnasional, hingga dinamika geopolitik global. Karena itu, Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, memperkuat transformasi kelembagaan, serta memanfaatkan teknologi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Polri juga diminta terus berperan dalam mendukung program pemerintah, seperti ketahanan pangan, pemberantasan narkotika, penanganan perjudian daring, pengamanan proyek strategis nasional, serta menjaga stabilitas keamanan yang mendukung iklim investasi.

Andreas mengatakan peringatan Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.

“Delapan puluh tahun perjalanan Polri merupakan sejarah panjang pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ini, kami terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, cepat, transparan, humanis, dan berkeadilan. Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata, integritas, serta kehadiran Polri yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami mengajak seluruh personel untuk menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai motivasi meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah penampilan, di antaranya atraksi Polisi Cilik Presisi, demonstrasi kemampuan personel Sat Samapta, serta simulasi pengamanan dan pengawalan tamu penting.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres PPU juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya, serta syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan melibatkan berbagai unsur yang selama ini menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten PPU.

“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Polri akan semakin dipercaya dan semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

KUKM Perindag PPU Targetkan 100 UMKM Kantongi Sertifikasi Halal Gratis Tahun Ini

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh fasilitasi sertifikasi halal sepanjang 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) PPU, Yusuf Basra, mengatakan proses pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM telah mulai berjalan.

“Rencananya tahun ini ada 100 UMKM yang difasilitasi. Prosesnya sudah mulai berjalan,” katanya.

Program tersebut melanjutkan upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah pada tahun sebelumnya. Pada 2025, sekitar 100 UMKM juga mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal, termasuk pendampingan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi sejumlah pelaku usaha.

Yusuf mengatakan, kebutuhan pendampingan legalitas usaha masih cukup besar. Dari sekitar 2.000 UMKM yang telah terdata di Kabupaten PPU, masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan agar produknya memenuhi standar dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.

“Pelan-pelan sebenarnya semuanya harus memiliki sertifikasi halal karena ini bagian dari perlindungan konsumen,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten PPU berharap program tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Saat ini, fasilitasi sertifikasi halal masih diprioritaskan bagi UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Hal tersebut karena sektor pangan memiliki kebutuhan paling tinggi terkait jaminan kehalalan produk.

Namun, ke depan cakupan sertifikasi halal diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan penerapan regulasi terhadap berbagai jenis produk.

“Kita fokus dulu pada produk makanan. Di beberapa sektor lain sekarang juga mulai berkembang sertifikasi halal untuk berbagai produk,” tutupnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Reklamasi Lubang Tambang PT SBE Jadi Fokus Pengawasan ESDM Kaltim

0

SAMARINDA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur kembali meninjau lokasi pertambangan PT Supra Bara Energi (PT SBE), Selasa (30/6/2026), guna memastikan pelaksanaan kegiatan backfilling atau penimbunan kembali lubang tambang berjalan sesuai rekomendasi dan memenuhi kaidah pertambangan yang baik.

Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan peninjauan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengawasi pelaksanaan reklamasi, khususnya di area sisi utara PIT 55 yang sebelumnya menjadi perhatian karena berada di dekat badan sungai.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses backfilling berjalan sesuai komitmen perusahaan dan rekomendasi yang telah diberikan oleh Kepala Inspektur Tambang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Bambang menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan progres pekerjaan terus mengalami perkembangan positif. Dari target material penutup (overburden) sekitar 10 juta bank cubic meter (BCM), hingga saat ini realisasi penimbunan telah mencapai sekitar 7,9 juta BCM.

Menurutnya, pekerjaan backfilling ditargetkan mencapai elevasi minus 90 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Agustus 2026. Setelah itu, proses penimbunan akan dilanjutkan hingga mencapai elevasi minus 20 mdpl yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Ia menegaskan Dinas ESDM Kaltim akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar seluruh tahapan reklamasi berjalan sesuai prinsip good mining practice, sekaligus meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Kami akan terus mengawasi pelaksanaan kegiatan ini hingga seluruh target backfilling selesai sesuai rencana. Perlindungan lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pertambangan,” tegas Bambang.

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap perusahaan pertambangan memenuhi kewajiban reklamasi dan pascatambang, sehingga aktivitas pertambangan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Pemkot Bontang Targetkan Birokrasi Lebih Efektif Lewat Penyegaran Pejabat

0

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali melakukan penyegaran organisasi dengan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional, serta mengukuhkan kepala satuan pendidikan di lingkungan Pemkot Bontang.

Sebanyak 12 pejabat resmi dilantik. Mereka terdiri dari tujuh pejabat administrator (eselon III), dua pejabat pengawas (eselon IV), dan tiga pejabat fungsional. Selain itu, tiga pejabat juga dikukuhkan, yakni dua kepala TK Negeri dan satu Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini merupakan cara mengoptimalkan kinerja perangkat daerah melalui penempatan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Adapun pejabat administrator yang dilantik yakni Muhtar sebagai Inspektur Pembantu I Inspektorat Daerah, Sarkani sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Nurbaena sebagai Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Partiwi sebagai Sekretaris Satpol PP, Pujianto sebagai Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan, Johan Nindya Putranto sebagai Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo, serta Agus Salim Umar sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pencatatan Sipil Disdukcapil Bontang.

Sementara itu, dua pejabat pengawas yang dilantik yakni Abdul Rasyid sebagai Kepala Seksi Penanggulangan dan Pengawasan Disdamkartan serta Adri Kusuma Atmaja sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Berbas Tengah.

Pada jabatan fungsional, Ade Sisca Suardi dilantik sebagai Mediator Hubungan Industrial Ahli Pertama pada Dinas Ketenagakerjaan, Destin Pricilia Gokmauli sebagai Perencana Ahli Pertama di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Riyadi Sugeng Kuncoro yang bertugas pada Bagian Keuangan RSUD Taman Husada.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Bontang juga mengukuhkan Nisfatul Alifah sebagai Kepala TK Negeri 1 Bontang, Andriyani sebagai Kepala TK Negeri 2 Bontang, serta Hairul Saleh sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang.

Sudi berharap pelantikan dan pengukuhan tersebut mampu memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah serta meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan formasi kepemimpinan yang baru, Pemkot Bontang menargetkan birokrasi yang semakin efektif, adaptif, dan responsif dalam mendukung pembangunan daerah.

Pewarta: Dwi S.
Editor: Agus S.