PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama Badan Bank Tanah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka mendukung program strategis nasional di sektor ketahanan pangan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lounge Presisi Polres PPU sejak pukul 08.20 Wita tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antarinstansi untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara bersama Wakil Project Team Leader Badan Bank Tanah Project PPU, Andriyansa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres PPU Kompol Awan Kurniant, para pejabat utama Polres PPU, serta jajaran perwakilan Badan Bank Tanah.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan produktif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen bersama kedua institusi. Suasana akrab tampak dalam sesi penyerahan penghargaan dan foto bersama yang menjadi penutup kegiatan.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis mendukung program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah.
“Kerja sama ini bukan hanya bentuk sinergitas antarinstansi, tetapi juga wujud nyata kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andreas, ketahanan pangan menjadi salah satu sektor penting yang perlu diperkuat melalui kerja sama lintas lembaga agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Polres PPU dan Badan Bank Tanah diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dan langkah konkret dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu memberikan dampak positif dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Penyunting: Robbi Lalat






