Beranda blog Halaman 18

Borneo FC Diuntungkan Kondisi Skuad Timpang Malut United

SAMARINDA — Malut United dipastikan tampil dengan kekuatan minimalis saat menantang tuan rumah Borneo FC Samarinda. Tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut hanya memboyong 16 pemain ke Samarinda akibat badai cedera dan akumulasi kartu yang menimpa sejumlah pilar penting mereka.

Meski datang dengan skuad pincang, pelatih Malut United, Hendri Susilo menegaskan anak asuhnya tetap dalam kondisi kondusif dan siap memberikan perlawanan sengit. Timnya baru saja menyelesaikan sesi official training usai menempuh perjalanan panjang menuju Samarinda.

“Hari ini kita melaksanakan OT. Artinya kami telah sampai di Samarinda dengan selamat, alhamdulillah. Untuk menghadapi Borneo besok, secara keseluruhan Malut United sudah sangat siap. Insyaallah pemain-pemain kami semua dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Hendri Susilo kepada awak media.

Hendri menjelaskan keterbatasan jumlah pemain yang dibawa kali ini tidak lepas dari absennya enam pemain penting akibat cedera maupun akumulasi kartu. Sejumlah nama inti dipastikan tidak dapat tampil memperkuat tim.

“Kami datang hanya dengan 16 pemain karena ada beberapa yang mendapat akumulasi kartu dan beberapa yang cedera. Total ada enam pemain yang tidak bisa dibawa,” jelasnya.

Menanggapi posisi tim di klasemen musim ini, Hendri secara realistis mengakui target awal manajemen kemungkinan belum sepenuhnya tercapai. Namun, ia tetap bersyukur Malut United masih mampu bersaing di papan atas kompetisi.

“Kalau untuk target, mungkin kita tidak tercapai ya. Tidak tercapai. Tapi tetap masuk dalam kriteria, artinya kita tidak keluar dari papan atas,” tambahnya.

Meski kehilangan sejumlah pemain inti, Hendri menegaskan timnya tetap datang dengan target membawa pulang poin dari markas Pesut Etam.

“Pemain semua dalam keadaan kondusif dan sehat. Kami datang ke sini untuk berusaha mencuri poin di kandang Borneo FC. Saya pikir itu,” tegasnya.

Senada dengan sang pelatih, penyerang asing Malut United, David da Silva menyebut perjalanan panjang menuju Samarinda tidak mengurangi motivasi tim untuk tampil maksimal.

“Selamat sore semuanya. Kami sudah bersiap untuk pertandingan ini. Kami menempuh perjalanan yang panjang, tapi saya pikir tim ini sangat siap untuk bermain besok. Kami akan memberikan kemampuan terbaik kami, sesuai dengan instruksi dari jajaran pelatih. Saya harap semua orang bisa menikmati pertandingan besok,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Satgas Pemburu Begal Bongkar Ratusan TKP di Wilayah Jakarta

JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan selama Mei 2026 melalui operasi Satgas Pemburu Begal. Sebanyak 173 orang ditangkap terkait kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga pencurian dengan pemberatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin mengatakan pihaknya menerima total 1.283 laporan tindak kejahatan jalanan sepanjang Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, polisi mencatat 651 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 396 kasus pencurian biasa, 209 kasus pencurian kendaraan bermotor, serta 27 kasus pencurian dengan kekerasan.

“Dari total laporan tersebut, kami telah berhasil mengungkap sejumlah 870 TKP yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 38 tersangka ditangkap langsung oleh tim Pemburu Begal Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sedangkan 135 tersangka lainnya diamankan jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Iman, masih terdapat 413 perkara lain yang saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan oleh kepolisian.

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita ratusan barang bukti, mulai dari telepon genggam, sepeda motor, kendaraan roda empat, laptop, hingga senjata api dan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

“Delapan pucuk senjata api beserta amunisinya diamankan. Selain itu ada 45 bilah senjata tajam serta berbagai alat seperti kunci letter T yang digunakan pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada polisi terkait aksi kriminalitas jalanan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi. Peran masyarakat sangat membantu kepolisian dalam penanganan dan pengungkapan perkara,” kata Budi.

Ia menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat dan menekan angka kriminalitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan melalui kantor polisi terdekat maupun layanan darurat 110. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

PLN ULP Melak Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Pascabanjir

0

UJOH BILANG — PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Kecamatan Long Hubung dan sekitarnya, Kabupaten Mahakam Ulu, secara bertahap pascabanjir yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) lalu.

Setelah melalui proses pengamanan sistem dan pemeriksaan teknis menyeluruh, kelistrikan berhasil dipulihkan 100 persen pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo menjelaskan penghentian sementara aliran listrik sebelumnya dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga keselamatan masyarakat di wilayah terdampak genangan air.

Langkah tersebut, kata dia, telah dikoordinasikan bersama stakeholder terkait di lapangan.

“Sejak awal kejadian, petugas PLN terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan aman sebelum dilakukan penormalan. Alhamdulillah, setelah kondisi dinyatakan aman dan melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh, sistem kelistrikan berhasil kami normalkan kembali secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar Agung melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, baik bagi masyarakat maupun petugas PLN di lapangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan. Keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam setiap proses penanganan gangguan kelistrikan,” tambahnya.

Agung juga mengapresiasi kolaborasi serta dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat sehingga proses pengamanan hingga pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan lancar.

Dengan normalnya kembali pasokan listrik, aktivitas masyarakat di Kecamatan Long Hubung dan sekitarnya kini mulai kembali berjalan seperti biasa pascabanjir yang sempat melanda kawasan tersebut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Polisi Sita Linggis hingga Aki dari Kasus Curat di Long Ikis

PASER — Jajaran Polsek Long Ikis berhasil membongkar sindikat spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini beraksi di wilayah Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Sebanyak lima pelaku berhasil diamankan terkait empat kasus pencurian berbeda yang terjadi di sejumlah lokasi.

Kapolsek Long Ikis, Slamet Hafidin mengatakan terungkapnya sindikat pelaku pencurian di wilayahnya diperoleh dari hasil interogasi terhadap dua tersangka yakni RMH (26) dan AF (22) yang ditangkap atas kasus pencurian di Toko Amanah Desa Pait.

“Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui aksi pencurian yang dilakukan di tempat lainnya dan mengungkap adanya keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencurian tersebut,” katanya, Rabu (21/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan, aksi pencurian diketahui juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, seperti pencurian rumah di Desa Pait, pencurian kendaraan bermotor di Desa Pait, hingga pencurian di gedung sarang burung walet yang dilakukan bersama tiga tersangka lainnya yakni SA (44), H (48), dan RH (25).

Polisi menyebut H diketahui merupakan orang tua AF, sedangkan RH adalah saudara kandung AF.

Dari keterangan para tersangka, gedung sarang burung walet tersebut dibobol pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 Wita menggunakan obeng yang dibawa para pelaku. Setelah berhasil masuk, SA disebut memanen sarang walet menggunakan parang yang dibawa dari rumahnya.

“Atas kejadian tersebut, barang bukti berupa satu buah linggis berukuran sedang, satu buah aki merek Yuasa, dan satu set gagang pintu yang terkait dengan peristiwa tersebut dibawa ke Polsek Long Ikis,” ujarnya.

Karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“Empat tersangka yakni RMH, AF, H dan RH kini telah diamankan di Polsek Long Ikis. Sementara tersangka SA berada di Polres Paser karena ada TKP lain,” jelasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Sayuran Hasil Kebun Masyarakat Akan Dibeli untuk Program MBG

0

SANGATTA — Upaya memperkuat ketahanan pangan lokal di Kalimantan Timur terus digencarkan. Kali ini, rombongan Korwil dan SPPG Kutai Timur melakukan kunjungan ke kawasan Pemuda Kutim Hebat Farming untuk melihat langsung potensi pertanian sayuran yang dinilai mampu menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di lokasi tersebut, rombongan meninjau berbagai tanaman hortikultura yang dibudidayakan para pemuda, mulai dari sawi, kangkung, cabai hingga aneka sayuran lainnya. Kebun tersebut dinilai memiliki prospek besar sebagai pemasok bahan pangan sehat bagi dapur MBG di Kutai Timur.

Korcam sekaligus Kepala SPPG Dapur MBG APT Pranoto Kutim, Dinand mengatakan keberadaan Pemuda Kutim Hebat Farming diharapkan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam rantai pasok MBG.

“Kami berharap masyarakat Kutai Timur, terutama yang memiliki lahan kosong maupun lahan produktif, bisa ikut berkebun sayuran. Karena masyarakat juga dapat berkontribusi dan ikut andil dalam program MBG ini,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan hasil panen masyarakat nantinya akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur MBG. Dengan demikian, warga yang menanam sayuran memiliki kepastian pasar terhadap hasil produksinya.

“Karena hasil kebun sayur masyarakat akan kami beli untuk kebutuhan dapur MBG. Jadi ini bisa menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Pemuda Kutim Hebat Farming menyambut positif dukungan dari Korwil dan SPPG Kutai Timur. Mereka berharap semakin banyak generasi muda maupun masyarakat umum yang tertarik mengembangkan pertanian skala rumah tangga maupun kebun produktif.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian lokal yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pasokan pangan bergizi untuk masyarakat Kutim. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Iuran BPJS Ojol Kini Hanya Rp8.400 Berkat Stimulus Pemerintah

0

SAMARINDA — Guna memberikan rasa aman saat mengaspal di jalan raya, perkumpulan Bubuhan Driver Gojek Samarinda berkomitmen menjamin keselamatan ratusan anggotanya. Organisasi ini meluncurkan program jaminan sosial dengan menanggung penuh iuran BPJS Ketenagakerjaan para driver secara kolektif setiap bulannya.

Langkah nyata ini diawali lewat agenda sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan Samarinda yang digelar di Cafe Busam, Samarinda, Kamis (21/5/2026) sore.

Ketua Umum Bubuhan Driver Gojek Samarinda, Ivan Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama ini tercatat ada 100 driver ojek online (ojol) yang iurannya langsung ditanggung 100 persen oleh pihak perkumpulan.

Ivan membeberkan program jaminan sosial ini lahir dari evaluasi mendalam selama satu dekade terakhir mendampingi para driver ojol di Samarinda. Selama kurun waktu tersebut, tidak sedikit rekan sejawat yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia tanpa adanya proteksi.

“Kita punya pengalaman yang cukup pahit selama 10 tahun mengurusi teman-teman driver. Banyak rekan-rekan yang kecelakaan bahkan meninggal dunia, tapi mereka tidak memiliki jaminan keselamatan kerja sama sekali,” ungkap Ivan.

Dampaknya, kata Ivan, ketika ada driver yang harus dirawat di rumah sakit, mereka kesulitan biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah. Begitu pula saat ada yang meninggal dunia, pihak keluarga tidak mendapatkan kompensasi apa pun untuk melanjutkan hidup.

“Kondisi itu yang membuat kami berkomitmen. Jangan sampai kita kerja di jalan yang penuh risiko, malah tidak punya asuransi apa pun. Ini bahaya untuk diri kita dan keluarga di rumah,” tegasnya.

Ivan menerangkan kuota perlindungan ini akan terus diperbarui dan ditambah setiap bulan demi menyasar seluruh anggota perkumpulan. Namun demikian, pihak organisasi terlebih dahulu melakukan pendataan agar program tepat sasaran.

“Kita data dulu agar tidak mubazir. Jangan sampai yang bersangkutan ternyata sudah dicover oleh perusahaan aplikasi atau sudah membayar secara mandiri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pendanaan program tersebut murni berasal dari internal perkumpulan tanpa melibatkan pihak aplikator.

“Ini tidak ada sedikit pun dari aplikator. Pendanaan ini murni gerakan 100 persen dari perkumpulan, di mana dana kami kumpulkan secara kolektif dari iuran korwil-korwil, ditambah sedikit sumbangsih dari para donatur,” tambah Ivan.

Langkah mandiri yang diinisiasi komunitas ojol itu mendapat apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Samarinda. Sektor pekerja informal atau Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) memang menjadi fokus utama perlindungan sosial karena tingkat kerentanannya cukup tinggi.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Zeki Patrianto, menjelaskan para pengemudi ojol saat ini mendapat kemudahan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025.

Melalui aturan tersebut, pemerintah memberikan stimulus berupa pemotongan iuran hingga 50 persen bagi pekerja mandiri di sektor transportasi.

“Melalui PP 50 Tahun 2025, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian didiskon pemerintah sebesar 50 persen. Jadi, yang seharusnya membayar Rp16.800 sekarang hanya perlu membayar Rp8.400 saja per bulan,” urainya.

Menurut Zeki, nominal tersebut sangat terjangkau jika dibandingkan manfaat perlindungan yang diterima peserta.

“Jika terjadi risiko terburuk seperti meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, ahli waris otomatis akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp42 juta yang bisa digunakan untuk modal melanjutkan hidup atau biaya pendidikan anak,” paparnya.

Zeki berharap skema kemandirian yang ditunjukkan Bubuhan Driver Gojek Samarinda ini dapat menjadi contoh bagi pekerja informal lainnya di Samarinda, mulai dari buruh tani, nelayan, hingga pedagang keliling untuk memiliki perlindungan kerja yang memadai. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

PUSDIKSI Soroti Resentralisasi Kewenangan dan Ketimpangan Fiskal Daerah

0

SAMARINDA — Momentum 28 tahun Reformasi 1998 diperingati dengan nada kritis oleh mahasiswa, komunitas sipil hingga akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tajuk “Reformasi Tak Pernah Ada” dan “Indonesia Baru Tanpa Orba”, sejumlah elemen seperti BEM FH Unmul, Aksi Kamisan Kaltim, Kelompok Belajar Anak Muda, Sambaliung Corner hingga komunitas lainnya menggelar refleksi di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Jalan M. Yamin, Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Kastrad FH Unmul, Fauzan Yuzzaki menegaskan agenda refleksi reformasi digelar untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan rakyat Indonesia menggulingkan rezim Orde Baru.

“Kami ingin mengenang kembali bagaimana dulu perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia untuk menumbangkan orde baru tersebut. Jadi kami ingin merawat ingatan kolektif,” ujarnya.

Menurut Fauzan, situasi demokrasi saat ini menunjukkan berbagai kemiripan dengan praktik pembatasan kebebasan di era Orde Baru. Ia menyebut sebagian kelompok masyarakat menilai rezim hari ini hanya merupakan wajah baru Orde Baru atau yang disebut “Neo-Orba”.

“Kami dari kawan-kawan Kamisan, KBAM dan lainnya berpendapat bahwa hari ini orde baru itu tidak pernah mati, tapi hanya berubah menjadi neo orba,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah pembubaran kegiatan diskusi dan pemutaran film sebagai bentuk pembatasan ruang kebebasan berekspresi.

“Seperti yang kita tahu akhir-akhir ini ada pemutaran film dibubarkan, ada bedah buku juga dibubarkan. Jadi hari ini dengan adanya rezim sekarang itu mengingatkan kembali bahwa orde baru tidak pernah mati, hanya dalam bentuk bungkusan terbaru,” tegasnya.

Fauzan pun mengajak masyarakat untuk tidak diam melihat berbagai bentuk pembatasan hak sipil yang dinilai semakin menguat.

“Pesan kami adalah teruslah melawan, jangan pernah diam karena hak-hak kita sedang dibatasi dan sedang diambil,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Pusat Studi Konstitusi (PUSDIKSI) Fakultas Hukum Unmul. Dalam Webinar Nasional bertajuk “Refleksi 28 Tahun Reformasi Ketatanegaraan Indonesia”, Ketua PUSDIKSI FH Unmul, Harry Setya Nugraha menilai demokrasi Indonesia mengalami kemunduran serius.

Menurut Harry, demokrasi saat ini bergerak semakin prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik.

“Demokrasi kita semakin bergerak ke arah prosedural dan elitis akibat dominasi oligarki politik dan ekonomi dalam proses pengambilan keputusan publik,” ujarnya.

Ia menyoroti melemahnya mekanisme checks and balances antar lembaga negara hingga kecenderungan menjadikan konstitusi sebagai alat legitimasi kekuasaan politik.

Tak hanya di tingkat nasional, Harry juga mengkritik arah tata kelola pemerintahan di daerah, khususnya Kalimantan Timur. Menurutnya, semangat desentralisasi yang menjadi ruh Reformasi kini justru mengalami resentralisasi.

Berbagai kewenangan strategis seperti investasi, perizinan hingga pengelolaan sumber daya alam disebut semakin banyak ditarik kembali ke pemerintah pusat.

Akibatnya, daerah dinilai semakin terbatas menjalankan otonomi secara efektif dan sangat bergantung pada kebijakan fiskal pemerintah pusat.

PUSDIKSI juga menyoroti ketidakadilan fiskal yang dialami Kalimantan Timur. Meski menjadi salah satu daerah penyumbang besar penerimaan negara melalui sektor ekstraktif, Kaltim dinilai belum memperoleh ruang fiskal yang memadai untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publiknya sendiri.

Selain itu, persoalan eksploitasi sumber daya alam yang lebih berpihak pada kepentingan investasi ketimbang perlindungan lingkungan turut menjadi perhatian. Dampaknya terlihat dari kerusakan lingkungan, konflik lahan hingga banyaknya lubang tambang yang belum direklamasi.

“Masyarakat lokal justru menjadi pihak yang paling dirugikan tanpa memperoleh manfaat yang sebanding,” tegas Harry.

PUSDIKSI FH Unmul juga menyampaikan sembilan sikap akademik ketatanegaraan, di antaranya mendesak pemerintah kembali menempatkan konstitusi sebagai pedoman etik dan hukum tertinggi, menolak politisasi hukum, memperkuat pengawasan antar lembaga negara, hingga mendorong reformasi tata kelola SDA yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah pusat membangun kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang lebih adil bagi daerah penghasil seperti Kalimantan Timur serta menyerukan perlawanan terhadap praktik politik dinasti yang dinilai melemahkan kualitas demokrasi daerah.

“PUSDIKSI FH Unmul menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi melalui kajian akademik, advokasi, dan pendidikan publik demi menjaga arah reformasi tetap berada di koridor negara hukum yang demokratis dan berkeadilan,” tutup Harry. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

BSPJI Pontianak Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Pengelola SPPG

0

JAKARTA — Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak memberikan pembekalan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penerapan sistem keamanan pangan berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Pelatihan tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas dalam layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerapan standar mutu dan keamanan pangan menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Agus, Kamis (21/5/2026).

Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menegaskan penguatan sistem keamanan pangan menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas produk sekaligus perlindungan bagi konsumen.

“Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Emmy.

Melalui pelatihan tersebut, Kemenperin berharap pengelola layanan pemenuhan gizi dapat menerapkan standar keamanan pangan secara optimal sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Rakornas Pariwisata Bahas Digitalisasi dan Penguatan UMKM Wisata

0

JAKARTA — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan fokus pembahasan pengembangan pariwisata daerah, inovasi destinasi, hingga penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kamis (21/5/2026), menghadirkan sejumlah kepala dinas pariwisata dari berbagai daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta, Bima Agung, mengatakan Jakarta tengah mendorong transformasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata nasional dan internasional.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan sinergi baik dengan kementerian maupun secara internal dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan pariwisata Jakarta diarahkan pada wisata urban, heritage, kawasan pesisir dan kepulauan, penguatan industri MICE, hingga pembangunan creative hub untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya, menyebut sektor pariwisata masih menjadi penopang utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.

Namun demikian, Bali juga menghadapi sejumlah tantangan seperti alih fungsi lahan, peningkatan sampah, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan pariwisata antardaerah.

“Jika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat, maka ini sudah sesuai dengan pembangunan pariwisata regeneratif,” katanya.

Di Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan jumlah desa wisata meningkat menjadi 734 desa pada 2025.

Menurut Evy, pengembangan desa wisata dan revitalisasi budaya lokal akan menjadi fokus utama penguatan sektor wisata berbasis budaya di Jawa Timur.

“Pelestarian kesenian tradisi akan menjadi fondasi atraksi reguler yang menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur di panggung pariwisata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur, Doris Alexander Rihi, mengatakan NTT akan diarahkan menjadi destinasi wisata bernilai tinggi dan berkelanjutan berbasis alam, budaya, serta masyarakat lokal.

“NTT perlu diposisikan sebagai Indonesia’s special tourism frontier,” katanya.

Dalam sesi terpisah, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas, Wahyu Wijayanto, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan destinasi prioritas nasional.

“Kolaborasi lintas sektor kementerian/lembaga juga harus diperkuat kembali, khususnya dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif,” ujarnya.

Rakornas Pariwisata 2026 juga membahas penguatan digitalisasi sektor wisata, pembiayaan kreatif, pengembangan UMKM pariwisata, hingga kesiapsiagaan keselamatan destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan BASARNAS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Total Hasil Lelang BPA Fair 2026 Tembus Rp997,4 Miliar

0

JAKARTA — ST Burhanuddin resmi menutup rangkaian kegiatan BPA Fair 2026 yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI di Kantor BPA Kebagusan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ajang lelang aset rampasan negara yang berlangsung sejak 18 Mei 2026 itu mencatat total hasil lelang mencapai Rp997,4 miliar dan dinilai menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemulihan aset negara yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan paradigma penegakan hukum Kejaksaan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pemidanaan pelaku tindak pidana, melainkan juga pada pengembalian kerugian negara melalui optimalisasi pemulihan aset.

“Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan,” ujar Burhanuddin.

Ia menambahkan seluruh hasil lelang nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi, menyampaikan capaian BPA Fair 2026 berhasil melampaui target awal yang telah ditetapkan.

“Nilai total limit aset yang laku adalah Rp922.267.070.000. Nilai kenaikan harga hasil lelang dapat kami raih Rp74.758.949.000, sehingga nilai total hasil lelang mencapai Rp997.479.436.000,” kata Kuntadi.

Menurutnya, capaian tersebut meningkat tajam dibandingkan hasil lelang konvensional nasional sebelumnya dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses lelang aset negara yang dilakukan secara terbuka.

Ia mengatakan sinergi antara BPA Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam gelaran tersebut.

“Sehingga persentase keberhasilan lelang kali ini adalah 88,64 persen. Ini merupakan capaian yang di atas target kami 75 persen,” ujar Kuntadi.

Selain melelang barang rampasan negara, BPA Fair 2026 juga menghadirkan karya seni lukis dan instrumen musik sebagai objek lelang bernilai investasi. Berdasarkan data pelaksanaan, sebanyak 308 aset dilelang dan 300 di antaranya berhasil terjual.

Adapun aset dengan kenaikan harga tertinggi adalah Harley-Davidson Road Glide yang mengalami kenaikan hingga 930,86 persen sekaligus menjadi aset dengan jumlah peminat terbanyak, yakni mencapai 349 peserta.

Secara keseluruhan, BPA Fair 2026 diikuti lebih dari 1.900 pengunjung dan sekitar 1.700 peserta lelang. Seluruh hasil lelang dipastikan akan masuk ke kas negara sebagai bagian dari optimalisasi penerimaan negara dan penguatan stabilitas fiskal nasional.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Pujiyono Suwadi, Rahayu Puspasari, serta Donny Oskaria. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S