Beranda blog Halaman 16

Masa Berlaku Kontrak Surut Jadi Sorotan Pedagang Pasar

TENGGARONG — Polemik kontrak baru kios di Pasar Tangga Arung Square, Kutai Kartanegara, memicu keresahan di kalangan pedagang. Sejumlah klausul dalam surat perjanjian yang diedarkan pengelola pasar dinilai belum memberikan kepastian hukum dan berpotensi merugikan penyewa kios.

Keberatan itu mencuat dalam forum pertemuan antara pedagang dan Forum Pasar Pedagang Kaki Lima (FPPKL) yang digelar pada Sabtu (23/5/2026). Dalam forum tersebut, pedagang diberikan penjelasan terkait isi kontrak baru yang wajib ditandatangani menggunakan materai dan dilengkapi fotokopi KTP serta KK.

Salah satu poin yang paling dipersoalkan pedagang terdapat pada klausul sanksi penarikan kios apabila penyewa menunggak pembayaran retribusi selama lebih dari tiga bulan.

Perwakilan pedagang, Zainudin, mengatakan para pedagang sebenarnya tidak menolak aturan baru. Namun mereka meminta adanya transparansi dan penjelasan rinci sebelum kontrak ditandatangani.

Menurutnya, keresahan muncul karena masa berlaku perjanjian tertulis dimulai sejak Januari 2026. Sementara dokumen baru disodorkan kepada pedagang pada Mei 2026.

“Yang menjadi pertanyaan kami, perjanjian ini baru diminta ditandatangani sekarang, tetapi masa berlakunya tertulis sejak Januari 2026. Itu yang membuat pedagang khawatir dianggap sudah menunggak,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Pedagang menilai penerapan masa berlaku surut dapat memunculkan ketidakpastian terhadap status kios mereka. Kekhawatiran itu muncul karena kios menjadi sumber utama penghasilan sebagian besar pedagang di pasar tersebut.

Selain persoalan tunggakan, pedagang juga mempertanyakan klausul yang menyebut penandatangan dianggap telah memahami seluruh isi perjanjian. Mereka merasa belum menerima sosialisasi menyeluruh terkait isi kontrak.

Para pedagang meminta pengelola pasar lebih terbuka menjelaskan seluruh poin dalam perjanjian sebelum dokumen ditandatangani.

“Kami berharap ada penjelasan detail dulu, supaya semua pedagang benar-benar memahami isi perjanjian sebelum menandatangani,” katanya.

Tak hanya klausul tunggakan, besaran retribusi sebesar Rp600 ribu yang tercantum dalam kontrak juga dipersoalkan pedagang. Mereka meminta dasar hukum dan regulasi penetapan tarif tersebut dijelaskan secara terbuka.

Beberapa ketentuan tambahan lain juga dinilai masih multitafsir karena belum dijabarkan secara rinci dalam perjanjian.

Pedagang turut menyoroti masa berlaku kontrak yang hanya satu tahun. Mereka berharap ada kepastian mengenai mekanisme perpanjangan agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih tenang dalam jangka panjang.

Dalam forum tersebut, suasana sempat berlangsung tegang ketika sejumlah pedagang menyampaikan keberatan secara langsung kepada pihak terkait. Meski demikian, pertemuan tetap berlangsung hingga selesai dengan harapan adanya dialog lanjutan.

Pedagang juga meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun melakukan evaluasi terhadap isi perjanjian agar aturan yang diterapkan tetap berpihak pada kepastian usaha dan perlindungan hak pedagang.

“Kami hanya ingin aturan yang jelas dan adil bagi semua pihak, supaya pedagang juga merasa aman menjalankan usaha,” pungkas Zainudin. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Polisi Kejar Pelaku Curanmor hingga Kalimantan Utara

SANGATTA — Pelarian panjang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Masjid Al-Ikhsan, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur akhirnya terhenti. Pelaku berinisial MI berhasil diringkus aparat kepolisian setelah kabur lintas provinsi hingga ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

MI ditangkap Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang bersama Resmob Polres Tarakan pada Kamis (21/5/2026) di kawasan taman depan Pelabuhan Tarakan. Polisi menduga pelaku hendak melanjutkan perjalanan menuju Kuwandang, Gorontalo.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Sangkulirang Iptu Erik Bastian menjelaskan, kasus tersebut bermula saat korban kehilangan sepeda motor usai melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Korban awalnya menyadari motor miliknya tidak lagi berada di lokasi parkir masjid. Selain kendaraan, korban juga kehilangan telepon genggam dan uang tunai yang tersimpan di dalam dompet.

“Setelah dicek melalui rekaman CCTV, terlihat pelaku membawa kabur motor korban sekitar pukul 02.30 Wita saat korban sedang tidur di kamar masjid,” ujar Iptu Erik Bastian.

Motor yang dicuri diketahui merupakan Yamaha Mio Gear warna merah dengan nomor polisi KT 2503 RBC.

Dari hasil penyelidikan polisi, usai melakukan aksi pencurian, pelaku langsung melarikan diri menuju Sangatta menggunakan motor hasil curian. Setelah sempat bermalam di wilayah Sangatta, MI kembali melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Berau.

Di Berau, motor curian tersebut dijual dengan harga Rp3,2 juta. Uang hasil penjualan digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan selama pelarian, mulai dari membeli makanan, rokok hingga membayar penginapan.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali berpindah lokasi menuju Tanjung Selor menggunakan travel sebelum akhirnya menyeberang ke Tarakan memakai speed boat.

Tim Enggang Sangsaka yang terus melakukan pengejaran akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku di Tarakan. Penangkapan dilakukan sebelum MI sempat melarikan diri lebih jauh keluar daerah.

“Pelaku berhasil diamankan saat berada di taman depan pelabuhan. Diduga ia hendak menyeberang menuju Gorontalo,” jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus pencurian tersebut. Saat ini tersangka bersama barang bukti sedang dibawa menuju Polsek Sangkulirang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan pelaku selama pelarian lintas provinsi tersebut. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Gang Sempit Jadi Kendala Petugas Saat Proses Pemadaman

0

BALIKPAPAN — Dua rumah di kawasan padat penduduk RT 30, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, terbakar pada Sabtu (23/5/2026) siang. Proses pemadaman sempat terkendala akses gang yang sempit sehingga unit pemadam kebakaran tidak dapat masuk langsung ke lokasi kejadian.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.50 WITA. Api dengan cepat membesar karena lokasi berada di area permukiman padat penduduk. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dan membuat warga sekitar panik.

Pemilik rumah, Andika mengaku mengetahui adanya kebakaran saat dirinya melintas di jalan. Ia mulai curiga setelah melihat asap tebal berasal dari arah rumah miliknya.

Menurut Andika, rumah yang terbakar merupakan rumah kontrakan yang masih ditempati penghuni. Saat api membesar, seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

“Saya lihat asap tebal dari arah rumah, ternyata sudah terbakar. Penghuninya masih tinggal di situ dan barang-barang tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat akses jalan menuju lokasi yang sangat sempit.

Petugas BPBD terpaksa menarik lima rangkai selang dengan total panjang sekitar 150 meter agar semprotan air dapat menjangkau titik api.

“Karena gang sempit, mobil pemadam tidak bisa masuk mendekati lokasi. Petugas harus menarik selang cukup jauh untuk proses pemadaman,” jelas Usman Ali.

Hingga saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di lokasi kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

PHRI Kutim Ingin Bangkitkan Sektor Hospitality dan Pariwisata

0

SANGATTA — Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kutai Timur periode 2026-2031 dipastikan segera digelar pada Senin, 25 Mei 2026 di Hotel Royal Victoria Sangatta.

Menariknya, hingga tahapan penjaringan resmi ditutup, hanya satu nama yang mendaftar sebagai kandidat ketua, yakni Cing Cing Wahyuni yang saat ini menjabat sebagai General Manager Hotel Royal Victoria Sangatta sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BPC PHRI Kutim.

Ketua Steering Committee (SC) Muscab PHRI Kutim melalui Sekretaris SC, Ayu Indriana mengatakan proses pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak 13 April 2026 dan resmi ditutup pada 13 Mei 2026.

“Sampai dengan waktu penutupan pendaftaran Calon Ketua PHRI Kutim periode 2026-2031, hanya terdapat satu calon tunggal yaitu Cing Cing Wahyuni,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Dengan hanya satu kandidat yang mendaftar, peluang Cing Cing Wahyuni untuk memimpin PHRI Kutim lima tahun ke depan dinilai semakin terbuka lebar. Meski demikian, proses Muscab tetap akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.

Ketua Organizing Committee (OC) Muscab, Dharma Rismawan mengatakan pihak panitia saat ini tengah mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan.

Selain mengundang anggota PHRI, panitia juga mengajak seluruh pelaku usaha hotel dan restoran di Kutai Timur untuk hadir dalam forum tersebut.

Menurut Dharma, Muscab kali ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat sektor hospitality dan pariwisata di Kutai Timur.

“Harapannya Muscab ini dapat membangkitkan kembali geliat sektor perhotelan dan restoran di Kutai Timur,” katanya.

PHRI Kutim menilai industri perhotelan dan restoran memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terlebih di tengah perkembangan Kutai Timur sebagai kawasan penyangga investasi dan industri.

Karena itu, kepemimpinan baru PHRI diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pelaku usaha sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata yang lebih kompetitif di Kutai Timur. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Operasi Pemburu Begal Ungkap Ratusan Kasus Kriminal Jalanan

JAKARTA — Polda Metro Jaya menyita ratusan barang bukti, termasuk delapan pucuk senjata api rakitan dan puluhan senjata tajam, dalam operasi pemberantasan kejahatan jalanan yang digelar sepanjang Mei 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin mengatakan operasi yang berlangsung sejak 1 hingga 22 Mei 2026 itu berhasil mengamankan 173 tersangka dari berbagai kasus kriminalitas jalanan.

“Dalam periode tersebut, kami sudah melakukan penyitaan terhadap 466 barang bukti,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Ratusan barang bukti yang diamankan terdiri atas 84 unit telepon genggam, 69 sepeda motor, kendaraan roda empat, laptop, hingga delapan pucuk senjata api lengkap dengan amunisi.

“Gawai ada 84 unit, kemudian sepeda motor roda dua 69 unit, ada kendaraan roda empat juga, kemudian laptop, dan 8 pucuk senjata api beserta amunisinya,” katanya.

Menurut Iman, senjata api tersebut diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selain itu, polisi juga menyita berbagai alat yang biasa digunakan untuk membobol kendaraan bermotor seperti kunci letter T serta 45 bilah senjata tajam.

Tak hanya itu, aparat turut mengamankan sekitar 240 barang bukti lain berupa pakaian, rekaman CCTV, hingga hasil kejahatan para pelaku.

Dalam periode yang sama, Polda Metro Jaya menerima sebanyak 1.283 laporan tindak kejahatan jalanan, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor, hingga pencurian dengan kekerasan.

Iman menegaskan Tim Pemburu Begal masih terus memburu pelaku lain dan mengembangkan ratusan perkara yang belum sepenuhnya terungkap.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian terkait aksi kriminalitas di lingkungan sekitar.

“Peran masyarakat sangat membantu kepolisian dalam penanganan dan pengungkapan perkara,” ujar Budi.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melapor ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan darurat 110 apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan jalanan. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Percepatan Penataan Kawasan Anjungan Pelabuhan Penajam, Wabup Minta Pendekatan Humanis ke Warga

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik23mei2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

SMAKENSA CUP 2 Resmi Berakhir, SMKN 1 PPU Sapu Bersih Gelar Juara

0

Penajam Paser Utara – SMAKENSA CUP 2 Volleyball Tournament resmi berakhir dengan penuh kemeriahan dan semangat sportivitas, Jumat (23/5/2026). Turnamen antar pelajar yang digelar sejak 19 Mei 2026 itu ditutup dengan keberhasilan tim tuan rumah SMKN 1 Penajam Paser Utara (PPU) mengawinkan gelar juara pada kategori SMA/SMK putra dan putri.

Sejak babak final dimulai, atmosfer pertandingan berlangsung sengit dan menegangkan. Seluruh tim tampil maksimal demi memperebutkan posisi terbaik pada turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Anniversary ke-22 SMKN 1 PPU tersebut.

Pada kategori SMP/MTs, juara 1 putra diraih SMPN 7 PPU, sedangkan juara 1 putri berhasil dibawa pulang SMPN 2 PPU. Sementara di kategori SMA/SMK, dominasi tuan rumah tak terbendung setelah tim putra dan putri SMKN 1 PPU sama-sama keluar sebagai juara.

Ketua Panitia SMAKENSA CUP 2, Ruskin Nuryaddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Mewakili segenap panitia, kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah turut terlibat dan bertanding dengan penuh sportivitas,” ujarnya.

Selain trofi, para juara juga menerima hadiah uang pembinaan jutaan rupiah. Namun lebih dari sekadar kemenangan, turnamen ini disebut menjadi ruang pembelajaran, pengalaman bertanding, serta kebanggaan bagi masing-masing sekolah.

Tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, SMAKENSA CUP 2 juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar pelajar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan wilayah Kecamatan Sepaku.

Sepanjang turnamen berlangsung, semangat solidaritas dan kebersamaan terlihat dari antusiasme para peserta, guru pendamping, hingga suporter yang memadati area pertandingan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMKN 1 PPU, Satyo Widodo, berharap turnamen tersebut dapat terus menjadi ruang pengembangan bakat dan kreativitas pelajar di bidang olahraga voli.

“Semoga ke depan bakat siswa-siswi dari sekolah-sekolah yang ikut turnamen ini semakin berkembang,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, guru, sponsor, suporter, dan berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan SMAKENSA CUP 2 dari awal hingga penutupan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang telah memberikan pertandingan terbaiknya. Terima kasih juga untuk semua pihak yang turut menyukseskan dan mendukung kegiatan ini,” tutupnya.

Penulis: Satya Putra Herti/Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

Percepatan Penataan Kawasan Anjungan Pelabuhan Penajam, Wabup Minta Pendekatan Humanis ke Warga

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan rencana penataan Kawasan Anjungan Penajam melalui rapat Tim Koordinasi Percepatan Penataan Kawasan Anjungan Penajam yang dipimpin langsung Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin di ruang rapat Wakil Bupati, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hadi Saputro, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas PUPR, camat, lurah, serta unsur teknis terkait lainnya.

Pembahasan difokuskan pada rencana relokasi pelabuhan speedboat dan klotok, pendataan kawasan terdampak, hingga identifikasi masyarakat dan pelaku usaha yang berada di sekitar kawasan pesisir Anjungan Penajam.

Dalam arahannya, Waris meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan pendataan detail terkait kondisi masyarakat di lapangan sebelum tahapan penataan dilanjutkan.

“Ini sudah rapat yang kedua. Saya minta semua yang masuk dalam struktur kegiatan ini segera menindaklanjuti. Kita perlu tahu detail kondisi masyarakat di sana seperti apa,” ujarnya.

Ia menegaskan pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan secara persuasif dan humanis. Pemerintah, kata dia, tidak boleh terburu-buru mengambil langkah tanpa mendengar langsung kondisi dan aspirasi warga terdampak.

“Jangan memaksa. Di masyarakat pasti ada yang setuju dan ada yang belum setuju. Karena itu pendekatannya harus baik, didata dulu mana yang punya sertifikat, mana yang hanya kuitansi, mana yang menempati lahan keluarga atau menumpang,” tegasnya.

Menurut Waris, data awal terkait status penguasaan lahan, jumlah kepala keluarga, serta jenis usaha masyarakat sangat penting agar pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam menentukan langkah penataan berikutnya.

Ia juga meminta camat, lurah, hingga ketua RT aktif membangun komunikasi dengan masyarakat agar tidak muncul kesalahpahaman di lapangan.

“Biarkan masyarakat menyampaikan dulu. Setelah itu baru pemerintah menjelaskan dan menunjukkan rencana penanganannya. Yang penting ada titik temu,” katanya.

Selain relokasi pelabuhan dan penataan permukiman, rapat juga membahas arah pengembangan kawasan pesisir Penajam ke depan yang diharapkan menjadi kawasan bisnis, jasa, permukiman, dan layanan pelabuhan yang lebih tertata.

Foto: Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin memimpin rapat Tim Koordinasi Percepatan Penataan Kawasan Anjungan Penajam di ruang rapat Wakil Bupati PPU, Kamis (21/5/2026). (Ist)

Dalam pembahasan teknis, perangkat daerah diminta memperjelas kembali lokasi, luasan kawasan, jumlah kepala keluarga terdampak, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di sekitar kawasan rencana penataan.

Pemkab PPU menegaskan penataan kawasan Anjungan Penajam tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan usaha dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Karena itu, identifikasi pelaku usaha dan aktivitas ekonomi warga akan menjadi bagian penting dalam proses penataan agar tidak ada masyarakat yang kehilangan ruang usaha akibat program tersebut.

Rapat tersebut menjadi langkah lanjutan pemerintah daerah dalam mempersiapkan penataan kawasan Anjungan Penajam secara bertahap dengan tetap mengedepankan komunikasi dan keterlibatan masyarakat.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hadi Saputro mengatakan penataan kawasan Anjungan Penajam harus dipandang sebagai bagian dari pengembangan kawasan pesisir yang lebih produktif dan modern.

“Harapannya, kawasan Penajam dan Nenang ini bisa berkembang menjadi kawasan baru, baik untuk bisnis, permukiman, jasa, maupun layanan pelabuhan,” jelasnya.

Ia menilai selama ini kawasan pesisir masih dipandang sebagai area belakang kota, padahal memiliki potensi besar apabila ditata dengan baik.

“Kalau bisa, wajah kawasan menghadap ke laut agar terlihat lebih baik dan lebih bersih. Ini bagian dari perubahan persepsi dan pola pikir masyarakat pesisir,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Sidang GBI Kaltim di IKN Tegaskan Pembangunan Nusantara Harus Inklusif dan Kolaboratif

NUSANTARA – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Sidang Majelis Daerah Khusus II Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Kalimantan Timur yang berlangsung di Kantor Kemenko 4 IKN, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat subtema “Menjadi Pemimpin yang Berintegritas Supaya Terjadi Revival” dan dihadiri sejumlah tokoh gereja, pejabat daerah, hingga perwakilan Otorita IKN.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Sekretaris I Badan Pengurus Pusat GBI Pdt. Dr. Heru Cahyono, Badan Pengurus Pusat GBI Pdt. Prof. Dr. Joko Prihanto, Ketua Badan Pekerja Daerah Kalimantan Timur GBI Pdt. Dr. Samuel Irwan Santoso, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati, serta Anggota DPR RI Perwakilan Kalimantan Timur Dr. Yulianus Henock Sumual.

Turut hadir pula Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik mewakili Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin, serta Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw.

Kehadiran jajaran Otorita IKN dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.

Sidang Majelis Daerah tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan IKN yang toleran, harmonis, serta berlandaskan semangat kebinekaan.

Selain menjadi forum organisasi gereja, kegiatan tersebut turut menegaskan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan sosial di era baru Nusantara.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di IKN sebagai kota masa depan Indonesia.

“Pembangunan Nusantara adalah kerja kolaboratif. Tidak hanya membangun kota, tetapi juga membangun peradaban dan kualitas manusia yang akan hidup di dalamnya,” ujarnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Safari Jumat Warga Waru Sampaikan Aspirasi Soal Harga Sawit, Banjir dan Bantuan Kurban ke Bupati PPU

0

PENAJAM PASER UTARA – Berbagai keluhan masyarakat mencuat dalam kegiatan Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, Jumat (22/5/2026). Mulai dari anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit, banjir akibat air pasang, kondisi bangunan masjid yang retak, hingga minimnya bantuan untuk pengurus masjid disampaikan langsung warga kepada Bupati PPU Mudyat Noor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, para asisten, staf ahli bupati, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PPU.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, masyarakat mengeluhkan harga sawit yang disebut turun drastis hingga sekitar Rp800 per kilogram. Kondisi itu dinilai sangat berdampak terhadap penghasilan warga yang sebagian besar menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor perkebunan sawit.

Menanggapi hal tersebut, Mudyat mengakui persoalan harga sawit memang dipengaruhi banyak faktor, termasuk tata niaga di lapangan.

“Selama ini memang banyak permainan harga sawit. Kita berharap penurunan harga sawit ini bisa segera teratasi,” katanya.

Selain persoalan ekonomi, pengurus Masjid Darul Aman juga mengungkapkan kondisi menara masjid yang mengalami pergeseran hingga menyebabkan retakan pada beberapa bagian bangunan. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan jamaah.

Mudyat menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Kalau memang menara itu berdampak terhadap bangunan masjid dan membahayakan, lebih baik dibongkar demi keselamatan umat. Kita tidak bisa membayangkan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Keluhan lain yang turut disampaikan yakni minimnya bantuan hewan kurban karena masjid tidak memiliki donatur tetap. Selain itu, pengurus masjid juga mempertanyakan besaran insentif marbot dan imam masjid yang dinilai masih rendah, yakni sekitar Rp200 ribu.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan persoalan banjir akibat air pasang yang kerap menggenangi area belakang masjid dan permukiman sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah dapat membangun tanggul untuk mengatasi persoalan tersebut.

Warga bahkan menyatakan kesiapan menghibahkan lahan apabila pembangunan tanggul benar-benar direalisasikan pemerintah. Ia mengatakan Safari Jumat menjadi sarana pemerintah daerah untuk mendengar langsung persoalan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di masyarakat. Karena itu kami membawa sejumlah OPD agar persoalan yang disampaikan bisa langsung ditindaklanjuti atau diberikan penjelasan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya agar APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup berat.

“Bagaimana APBD ini benar-benar bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena kesejahteraan masyarakat jauh lebih penting,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengajak masyarakat terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah dan menyampaikan persoalan secara terbuka.

“Kalau ada keluhan silakan disampaikan. Jangan justru membuat berita hoaks atau informasi yang tidak berimbang. Mari kita pecahkan persoalan bersama-sama,” ucap Waris.

Penyunting: Robbi Lalat