Beranda blog Halaman 15

Peringatan HUT Kampung Sumber Sari Teguhkan Semangat Membangun dari Desa

0

SENDAWAR – Suasana meriah menyelimuti halaman Kantor Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/7/2026), saat masyarakat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 kampung tersebut. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pemotongan tumpeng, pembacaan sejarah kampung, pertunjukan seni budaya, hingga hiburan gamelan campursari.

Mengusung tema “Dengan Peringatan Hari Jadi Kampung Sumber Sari ke-62 Tahun, Mari Merawat Keberagaman, Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Hebat, dan Mari Wujudkan Cita-cita Luhur Para Pendiri Kampung”, peringatan tahun ini menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus mengenang perjuangan para pendiri kampung.

Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, mengajak seluruh masyarakat terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama kampung.

“Selain menjaga kebersamaan, saya juga mengimbau masyarakat agar terus peduli kebersihan lingkungan. Kampung yang bersih adalah cermin kepedulian kita bersama,” ujarnya.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang diwakili Camat Barong Tongkok, Martinus Rudy, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari. Menurutnya, usia 62 tahun menjadi bukti perjalanan panjang yang dibangun melalui semangat gotong royong dan kerja keras seluruh warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-62 kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari. Usia ini adalah bukti semangat gotong royong dan kerja keras warga dalam membangun kampung yang semakin maju,” ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kampung, lembaga kemasyarakatan, serta seluruh warga yang terus menjaga kebersamaan dan budaya gotong royong sebagai modal utama pembangunan.

Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen membangun kampung ke arah yang lebih baik.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, disampaikan tiga pesan utama kepada masyarakat. Pertama, meningkatkan tata kelola pemerintahan kampung yang transparan, akuntabel, dan inovatif dalam pengelolaan keuangan. Kedua, memperkuat sinergi dan kerukunan antarwarga dengan menjaga keamanan serta persatuan di tengah keberagaman. Ketiga, mengoptimalkan potensi lokal melalui sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan ketahanan pangan agar Kampung Sumber Sari semakin mandiri dan berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat terus bergandengan tangan membangun daerah demi mewujudkan visi “Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat.”

“Semoga Kampung Sumber Sari senantiasa diberikan keberkahan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” tutupnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-62 ditutup dengan pembacaan sejarah Kampung Sumber Sari oleh tokoh adat, penampilan tarian daerah, serta hiburan gamelan campursari yang semakin menambah semarak suasana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kutai Barat Agus Sopian, unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah, Forkopimcam, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga Kampung Sumber Sari.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

KPU Kaltim Perbarui Administrasi Kepartaian Jelang Tahapan Pemilu Berikutnya

0

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan hasil pemutakhiran data dan dokumen partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Semester I Tahun 2026. Dari 19 partai politik nasional yang tercatat di tingkat provinsi, sebanyak 17 partai telah melakukan pemutakhiran data, sedangkan dua partai belum memperbarui dokumennya.

Hasil tersebut diumumkan setelah proses pemutakhiran dan verifikasi yang berlangsung hingga 25 Juni 2026. Pengumuman resmi diterbitkan KPU Kaltim pada Selasa (30/6/2026).

Dua partai yang belum melakukan pemutakhiran data dan dokumen melalui SIPOL adalah Partai Buruh dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Sementara itu, 17 partai yang telah menyelesaikan pemutakhiran meliputi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gelora, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Ummat, serta Partai Masyumi.

KPU Kaltim menjelaskan, pemutakhiran data melalui SIPOL merupakan bagian dari pelaksanaan administrasi kepartaian yang dilakukan secara berkelanjutan. Seluruh partai politik diberikan kesempatan memperbarui data kepengurusan maupun dokumen pendukung hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

Setelah masa pemutakhiran berakhir, KPU melakukan proses verifikasi terhadap seluruh data dan dokumen yang disampaikan sebelum menetapkan hasil Semester I Tahun 2026.

Pemutakhiran melalui SIPOL bertujuan memastikan data administrasi partai politik tetap akurat dan mutakhir. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam mendukung penyelenggaraan tahapan pemilu maupun kebutuhan administrasi kepartaian di masa mendatang.

KPU Kaltim berharap seluruh partai politik dapat terus menjaga validitas data kepengurusan dan dokumen organisasi sehingga proses administrasi kepemiluan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Kasus Viral di Samarinda Berakhir Damai, Polisi Tunjukkan Barang Bukti

0

SAMARINDA – Rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria diduga menodongkan senjata api di Kota Samarinda sempat menghebohkan media sosial dan memicu keresahan masyarakat. Setelah melakukan penyelidikan, Polsek Samarinda Ulu memastikan benda yang digunakan pelaku bukan senjata api, melainkan pistol mainan berbahan plastik.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan yang beredar di media sosial dengan mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pihak yang terlibat.

Peristiwa tersebut bermula dari unggahan akun media sosial yang memperlihatkan dugaan aksi pengancaman menggunakan senjata. Polisi kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), menghubungi korban, serta mengamankan terlapor untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui insiden dipicu persoalan asmara remaja.

“Terlapor ini dihubungi oleh orang tua pacarnya karena si pacar sudah beberapa hari tidak pulang. Terlapor kemudian mencari dan menemukannya. Namun di lokasi terjadi cekcok mulut antara terlapor dan korban,” ujar AKP Asriadi.

Kapolsek menjelaskan, saat berusaha mengajak korban pulang, pelaku mengeluarkan pistol mainan yang dibawanya untuk menakut-nakuti korban. Polisi memastikan tidak ada penggunaan senjata api asli maupun aksi penembakan dalam kejadian tersebut.

Pelaku diketahui berinisial RI (18), sedangkan korban merupakan remaja putri berinisial SR (17).

“Motifnya menakut-nakuti korban agar tidak kesulitan mengajaknya pulang ke rumah orang tuanya. Dugaan pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras juga belum ditemukan, namun penyelidikan tetap kami dalami,” jelasnya.

AKP Asriadi menegaskan benda yang sempat dikira senjata api itu hanyalah pistol mainan berbahan plastik.

“Namanya mengajak pulang dengan penekanan suara, itulah yang dianggap sebagai pengancaman. Kalau senjata yang digunakan itu hanya dikeluarkan saja, tidak ditembakkan. Kami perlihatkan senjatanya, ini betul-betul senjata mainan dari plastik,” tegasnya sambil menunjukkan barang bukti kepada awak media.

Setelah seluruh pihak dimintai keterangan, Polsek Samarinda Ulu memediasi pelaku dan korban dengan menghadirkan orang tua masing-masing.

Karena tidak ditemukan unsur pidana berat dan senjata yang digunakan bukan senjata api, penyelesaian perkara ditempuh melalui mekanisme restorative justice sehingga kedua belah pihak sepakat berdamai.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Kasus Narkoba Terungkap di Balikpapan Timur, Polisi Lacak Pemasok

0

BALIKPAPAN – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Balikpapan Timur kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Seorang pria berinisial KT alias A (48) ditangkap saat diduga membawa narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Sultan Alaudin, RT 01, Kelurahan Mekar Sari, Selasa (30/6/2026) dini hari.

Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M. Chusen, mengatakan penangkapan dilakukan sekitar pukul 01.00 Wita setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di wilayah tersebut.

“Informasi awal kami terima sekitar pukul 22.30 Wita. Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapati seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan berada di pinggir jalan, tepat di depan sebuah rumah di Jalan Sultan Alaudin,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu dengan berat bruto 0,46 gram yang disimpan di kantong celana jeans sebelah kiri tersangka.

Selain sabu, polisi turut mengamankan satu bungkus plastik berisi tiga pipet kaca serta satu korek api yang diduga digunakan sebagai perlengkapan mengonsumsi narkotika.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang tidak dikenalnya di kawasan Gunung Bugis. Pengakuan itu kini masih didalami penyidik untuk mengungkap jaringan pemasok narkotika,” jelas AKP M. Chusen.

Usai penangkapan, tersangka bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Balikpapan Timur guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan meliputi dua paket sabu seberat bruto 0,46 gram, tiga pipet kaca, satu korek api, serta satu bungkus plastik.

“Penyidik telah membuat Laporan Polisi Model A, mengamankan tersangka dan barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan. Selain itu, pemeriksaan urine terhadap tersangka juga akan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan,” tambahnya.

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap asal-usul sabu dan mengidentifikasi pemasok yang disebutkan oleh tersangka.

Atas perbuatannya, KT dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Polri untuk Masyarakat, Semangat HUT Bhayangkara Bergema di Mahulu

0

UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Cor Kampung Ujoh Bilang, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Upacara dipimpin langsung Kapolres Mahakam Ulu AKBP Eko Alamsyah selaku Inspektur Upacara. Kegiatan dihadiri Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Suhuk, Ketua DPRD Devung Paran, unsur Forkopimda, Kepala BPBD Agus Darmawan, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) dr. Petronela Tugan, Camat Long Bagun, para kepala adat, serta undangan lainnya.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Kapolres AKBP Eko Alamsyah, disampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme, reformasi kelembagaan, pemanfaatan teknologi, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kepercayaan publik.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri harus nyata dan dirasakan langsung oleh warga. Di usia ke-80 ini, Polri diharapkan semakin presisi, modern, dan humanis dalam melayani,” ujar AKBP Eko Alamsyah.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat Mahakam Ulu.

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial berupa khitanan massal yang dipusatkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang. Pada kesempatan itu, Kapolres Mahulu turut menyerahkan sarung kepada peserta khitanan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan.

Khitanan massal menjadi salah satu program sosial yang dihadirkan Polres Mahulu dalam rangka membantu masyarakat sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak di wilayah tersebut.

Melalui rangkaian upacara dan bakti sosial tersebut, Polres Mahulu berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di Kabupaten Mahakam Ulu.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

HUT Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Polri

0

UJOH BILANG – Ketua DPRD Kabupaten Mahakam Ulu, Devung Paran, menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Rabu (1/7/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan Ketua DPRD Mahulu untuk menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, khususnya Polres Mahakam Ulu.

Menurut Devung, kehadiran Polri di Mahakam Ulu memiliki peran strategis, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mendukung stabilitas daerah di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis maupun sosial.

“Tentunya kita mengapresiasi kehadiran Polri di Mahakam Ulu, terkhusus Polres. Banyak hal yang telah dilakukan, salah satunya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Devung.

Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus terus dijaga melalui kerja nyata, integritas, serta pelayanan yang profesional.

“Kita berharap ke depan Polri terus menjaga integritas, bekerja secara profesional. Dengan kerja keras dan kontribusi yang sudah dilakukan selama ini, kepercayaan masyarakat kepada Polri, khususnya Polres Mahakam Ulu, harus semakin meningkat,” ungkapnya.

Devung menilai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi Polri untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan wilayah Mahakam Ulu, masyarakat tetap menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur Forkopimda menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Mahakam Ulu, terutama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Devung berharap semangat “Polri untuk Masyarakat” yang diusung pada Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam setiap tugas dan pengabdian jajaran Polri di Mahakam Ulu.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Dampak Ekonomi IKN Mulai Terlihat, Pertumbuhan PPU Tertinggi di Kaltim

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik2juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Mudyat Noor: Desapedia dan Desa Cantik Perkuat Akurasi Data Desa

0

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengintegrasikan program Desapedia dengan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk memperkuat digitalisasi pelayanan pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan integrasi kedua program tersebut bertujuan menghadirkan sistem pelayanan desa yang lebih terpadu, sehingga seluruh informasi, layanan publik, dan data statistik dapat dikelola dalam satu platform digital.

“Hari ini kita mencanangkan dua program sekaligus yang kita integrasikan. Kita ingin seluruh program, seluruh informasi, seluruh pelayanan, termasuk data statistik, terintegrasi dalam satu sistem digital,” ujar Mudyat.

Menurutnya, kualitas data menjadi faktor penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Karena itu, integrasi Desapedia dengan Desa Cantik diharapkan mampu meningkatkan akurasi data yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Kita berharap ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akurasi data. Dengan data yang akurat, pemerintah akan lebih mudah menentukan kebijakan dan program pembangunan ke depan,” katanya.

Melalui platform tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan desa secara lebih mudah, mulai dari pengurusan surat-menyurat hingga memperoleh informasi terkait program dan data desa. Di sisi lain, pemerintah desa juga diharapkan memiliki basis data yang lebih akurat untuk mendukung penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

Mudyat menjelaskan, Desapedia memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan Mal Pelayanan Publik (MPP). Jika MPP berfokus pada pelayanan administrasi dan perizinan, Desapedia dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan desa dalam satu sistem berbasis digital.

“Kalau Mal Pelayanan Publik lebih fokus pada pelayanan administrasi dan perizinan. Desapedia lebih luas karena mengintegrasikan berbagai pelayanan desa dalam satu sistem digital,” jelasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

BPS Kaltim Perkuat Literasi Data Desa Lewat Integrasi Desa Cantik dan Desapedia

PENAJAM PASER UTARA – Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai diintegrasikan dengan platform Desapedia milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU pada 2026. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola data desa sekaligus mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis data.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Masud Rifai, mengatakan Desa Cantik telah berjalan di PPU sejak 2022. Namun, pelaksanaannya selama ini masih dilakukan secara mandiri tanpa terhubung dengan sistem digital milik pemerintah daerah.

“Tahun 2026 ini yang menjadi spesial adalah pelaksanaannya di tiga desa sekaligus dan diintegrasikan dengan program Desapedia,” kata Masud.

Desapedia merupakan platform digital yang dikembangkan Pemkab PPU untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa. Sistem tersebut mencakup pelayanan administrasi, pengelolaan data desa, hingga penyediaan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan.

Menurut Masud, Desa Cantik tidak hanya berfokus pada penyediaan data statistik, tetapi juga meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara mandiri.

“Tujuan Desa Cantik adalah membangun literasi data di tingkat desa, mulai dari tata kelola data, pengumpulan, pengolahan, publikasi atau diseminasi data, sampai bagaimana menggunakan data itu untuk menyusun kebijakan di level desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong penerapan evidence-based policy atau kebijakan yang disusun berdasarkan data. Karena itu, kemampuan pemerintah desa dalam menghasilkan dan memanfaatkan data menjadi faktor penting dalam penyusunan program pembangunan.

“Sekarang yang terus didorong adalah evidence-based policy atau kebijakan berbasis data. Karena itu, Desa Cantik menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan desa dalam mengelola dan memanfaatkan data,” jelasnya.

Masud menilai integrasi Desa Cantik dengan Desapedia menjadi langkah strategis karena sistem digital yang dikembangkan pemerintah daerah memerlukan dukungan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Desapedia merupakan program yang sangat baik. Tentu program itu perlu diisi dengan data-data yang berkualitas. Desa Cantik hadir untuk memperkuat aspek tersebut sehingga kapasitas desa dalam menyusun kebijakan menjadi semakin baik,” tuturnya.

Menurutnya, penguatan literasi statistik di tingkat desa juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

“Kalau kita melihat dalam konteks yang lebih luas, program ini sejalan dengan cita-cita membangun dari desa untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pengurangan kemiskinan. Harapannya, dengan literasi data dan pemanfaatan teknologi melalui Desapedia, desa mampu menghasilkan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

PPU Bidik Kelapa Genjah sebagai Komoditas Baru Penopang Ketahanan Pangan di Kawasan Pesisir

0

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mendorong pengembangan kelapa genjah sebagai komoditas unggulan baru di kawasan pesisir. Komoditas tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan sekaligus dapat mendukung program ketahanan pangan.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan karakteristik wilayah pesisir di PPU dinilai sesuai untuk budidaya kelapa genjah. Selain produktif, tanaman tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena permintaan pasar terus meningkat.

“Kita berharap penanaman kelapa genjah ini bisa kita kembangkan, khususnya di Penajam Paser Utara karena kita memiliki wilayah pesisir. Kita melihat ini salah satu tanaman produktif yang sebetulnya memiliki nilai keekonomian yang luar biasa,” kata Mudyat beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengembangan kelapa genjah tidak boleh berhenti pada tahap penanaman awal, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kita berharap ini bukan hanya menjadi awal yang kemudian berhenti begitu saja. Kita berharap program ini terus berlanjut sehingga bisa menyejahterakan masyarakat Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Mudyat menjelaskan peluang pasar kelapa masih terbuka lebar, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang hingga kini terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi daerah untuk mengembangkan komoditas perkebunan yang memiliki nilai tambah.

“Sebetulnya kebutuhan kelapa untuk ekspor secara nasional itu masih sangat tinggi. Karena itu kelapa genjah memiliki peluang ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan,” tuturnya.

Selain prospek pasar, pemerintah daerah juga melihat pengembangan kelapa genjah sejalan dengan upaya diversifikasi komoditas perkebunan di PPU. Selama ini, sebagian besar wilayah pesisir masih didominasi tanaman kelapa dalam maupun komoditas lainnya yang produktivitasnya mulai menurun.

Mudyat menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga membuka peluang bagi petani untuk melakukan peremajaan (replanting) tanaman kelapa menjadi varietas kelapa genjah yang dinilai lebih produktif dan memiliki masa panen lebih cepat.

Pemkab PPU berharap pengembangan kelapa genjah dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang perekonomian daerah.

“Program ini tentu berkaitan dengan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semua itu saling berhubungan,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat