Beranda blog Halaman 15

Rahman Toha Warning Praktik Rente dalam Program MBG

0

JAKARTA — Aktivis 98 sekaligus mantan Ketua Umum PP KAMMI 2008, Rahman Toha, mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Menurut Rahman, MBG merupakan program kerakyatan besar yang lahir dari komitmen negara membantu masyarakat kecil, terutama anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak demi menunjang masa depan generasi bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu program kerakyatan terbesar yang lahir dari keinginan kuat negara untuk membantu rakyat kecil. Utamanya untuk anak-anak Indonesia agar memperoleh asupan gizi yang layak,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan program tersebut tidak boleh dijadikan alat mencari keuntungan dengan memanfaatkan kedekatan terhadap kekuasaan, termasuk melalui praktik permainan proyek, broker anggaran, hingga jual beli pengaruh di lapangan.

“Karena itu, kepada para pejabat terkait, aparat pelaksana, pengelola program, vendor, yayasan, mitra kerja, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam MBG, jangan menjadikan program kerakyatan pemerintah ini sebagai sarana mencari keuntungan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.

Rahman menilai pemerintah sebenarnya telah memberikan ruang luas kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari UMKM, koperasi, pengusaha lokal, yayasan sosial hingga pelaku katering daerah.

Namun di sisi lain, ia mengaku mulai melihat adanya indikasi penyimpangan di lapangan, seperti jual beli titik dapur MBG, kemunculan yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan pejabat demi mendapatkan proyek tertentu.

“Belakangan mulai muncul berbagai catatan penyimpangan yang dilakukan oknum di lapangan. Misalnya penyimpangan jual beli titik dapur MBG, munculnya broker proyek, yayasan dadakan, permainan vendor, hingga oknum yang mengaku dekat dengan kekuasaan untuk memperoleh akses tertentu,” katanya.

Menurut Rahman, praktik seperti itu sangat berbahaya karena berpotensi merusak tata kelola program sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan Presiden.

“Sikap kita tegas. Program rakyat seperti MBG, jangan dijadikan bancakan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mulai munculnya persoalan kualitas makanan di sejumlah tempat, seperti dugaan makanan basi, bahan pangan tidak layak, hingga pengurangan kualitas menu demi mengejar keuntungan lebih besar.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan, maka yang dikorbankan bukan hanya uang negara, tetapi juga kesehatan anak-anak Indonesia,” ucap Rahman.

Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menjadikan program MBG sebagai ladang rente dan permainan proyek.

Rahman menambahkan pengawasan program MBG perlu diperkuat dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, penunjukan vendor, pembangunan dapur, hingga laporan administrasi agar tetap transparan dan dapat diawasi publik. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Neni Tekankan Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pemulihan Korban Narkoba

0

BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus pelajar yang mulai terpapar dan mengalami ketergantungan terhadap obat terlarang maupun narkotika di Kota Bontang.

Menurut Neni, keputusan menjalani rehabilitasi merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Ia menegaskan rehabilitasi bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan pintu untuk memulai kehidupan yang lebih sehat dan lebih baik.

Karena itu, Neni memberikan dukungan moral kepada para pelajar dan masyarakat yang saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi agar tetap kuat dan semangat melewati tahapan pemulihan.

“Kalian tidak pernah berjalan sendirian. Ada keluarga, pemerintah, dan doa seluruh masyarakat Bontang yang terus mengiringi setiap proses pemulihan ini,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia berharap para peserta rehabilitasi dapat bangkit kembali, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan kembali menjalani kehidupan secara positif.

Neni juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung proses pemulihan korban penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, dukungan emosional menjadi salah satu faktor penting agar mereka kembali percaya diri dan mampu beradaptasi di tengah masyarakat.

Selain itu, ia berharap seluruh proses rehabilitasi yang dijalani para peserta di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Samarinda, dapat berjalan lancar hingga benar-benar pulih.

“Tetap kuat, tetap semangat. Kami menantikan kepulangan kalian sebagai pribadi yang baru, sehat, dan siap kembali berkarya untuk kebaikan,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Lingkungan Pergaulan Jadi Pintu Masuk Penyalahgunaan Narkotika

0

BONTANG — Kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Bontang mengalami peningkatan selama 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena peredaran narkoba kini mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja usia sekolah.

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang mencatat sebanyak enam anak berusia 13 hingga 17 tahun telah menjalani penanganan sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2025 lalu yang hanya mencatat tiga kasus anak terpapar narkotika.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdani, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, terutama keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Tahun lalu hanya ada tiga kasus saja, tetapi di tahun ini malah meningkat. Bahkan yang menjadi permasalahan, anak di bawah umur pun menjadi sasarannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Lulyana menjelaskan, tiga kasus pertama ditemukan pada periode Januari hingga Maret 2026. Kemudian pada April lalu, kembali ada tiga keluarga yang datang meminta bantuan rehabilitasi setelah anak mereka terindikasi menggunakan sabu dan obat terlarang.

Menurutnya, mayoritas anak mulai mengenal narkoba dari lingkungan pergaulan yang usianya lebih tua. Modus yang paling sering ditemukan adalah mengajak mencoba narkotika secara gratis sebelum akhirnya korban mengalami ketergantungan.

“Jadi mayoritas anak-anak mengenal narkoba dari lingkungan pergaulannya yang di atas usianya, dengan modus paling sering ditemukan seperti mengajak mencoba narkotika secara gratis sebelum akhirnya mengalami ketergantungan,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan para pelaku peredaran narkotika kini mulai menggunakan strategi menyasar remaja dengan memanfaatkan rasa ingin tahu dan tekanan lingkungan pertemanan.

Selain faktor pergaulan, BNNK Bontang juga menemukan beberapa kasus anak pengguna narkoba berasal dari keluarga yang mengalami persoalan internal maupun broken home.

“Dari sejumlah kasus yang kami tangani, beberapa di antaranya berasal dari keluarga yang mengalami persoalan internal maupun broken home,” ungkapnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus ditemukan anak yang nekat menjual barang miliknya sendiri demi membeli narkoba akibat ketergantungan.

“Sampai ada anak yang menjual barang untuk membeli narkoba. Ini yang sangat berbahaya,” tegas Lulyana.

Ia menekankan penyalahgunaan narkotika pada usia anak dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, pendidikan, hingga masa depan mereka. Karena itu, pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan.

Terkait pengungkapan jaringan pemasok narkoba kepada pelajar, Lulyana menjelaskan BNNK Bontang saat ini lebih fokus pada langkah pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Sementara penindakan terhadap jaringan pengedar menjadi kewenangan BNN Provinsi.

“Maka kami lebih fokus kepada penyembuhan dan pencegahannya terlebih dahulu ke anak-anak yang sudah ketergantungan dengan narkoba,” terangnya.

BNNK Bontang juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor atau meminta bantuan apabila menemukan anggota keluarga yang terindikasi terpapar narkotika agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisinya semakin parah. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Jalur Tanjakan Telihan Kembali Makan Korban Kecelakaan

0

BONTANG — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan S. Parman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, tepatnya di kawasan tanjakan seberang Empek-Empek Anda, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.01 WITA.

Insiden tersebut melibatkan sebuah truk bermuatan dan satu unit sepeda motor yang berada tepat di belakang kendaraan berat tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, truk yang sedang melintas di jalur menanjak diduga tidak mampu menahan beban muatan saat melewati tanjakan. Kendaraan kemudian kehilangan tenaga dan bergerak mundur secara tiba-tiba.

Di saat bersamaan, seorang pengendara sepeda motor berada tepat di belakang truk. Karena jarak yang terlalu dekat dan situasi berlangsung cepat, korban tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak.

“Sepeda motor korban bahkan sampai terlindas sama badan truk,” ujar Hendra, salah satu relawan IEA saat dikonfirmasi.

Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas penanganan darurat.

Relawan bersama petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan di jalur tanjakan tersebut.

“Kami saat menerima informasi kejadian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pengaturan lalu lintas,” jelasnya.

Korban selanjutnya mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi menggunakan kendaraan menuju RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Begitu melihat ada korban, kami juga bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis sementara,” tambah Hendra.

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dengan bantuan warga sekitar dan tim relawan lapangan. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan dipinggirkan agar arus lalu lintas kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Belum diketahui identitas lengkap maupun kondisi pasti korban akibat kecelakaan tersebut. (MK)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Stadion Segiri Bergemuruh, Borneo FC Hujani Malut United Tujuh Gol

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil menggila saat menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam sukses membantai tamunya dengan skor telak 7-1 dalam laga yang berlangsung penuh dominasi.

Berbekal keunggulan 4-0 di babak pertama, Borneo FC tetap tampil agresif selepas turun minum. Pelatih langsung melakukan penyegaran dengan memasukkan M. Sihran menggantikan Ikhsan Nul Zikrak.

Serangan demi serangan terus mengalir ke pertahanan Malut United. Pada menit ke-52, Mariano Peralta kembali memperlihatkan aksi individu memukau saat melewati dua pemain lawan dari sisi lapangan. Umpan silang yang dilepaskannya nyaris berbuah gol bunuh diri setelah membentur pemain bertahan Malut United, namun kiper lawan masih mampu mengamankan bola.

Meski mencoba bermain lebih terbuka di babak kedua, Malut United tetap kesulitan membendung agresivitas tuan rumah. Ketajaman Borneo FC kembali terlihat pada menit ke-62 saat Koldo Obieta mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut usai menyambut umpan matang dari Caxambu. Skor berubah menjadi 5-0.

Memasuki menit ke-71, Obieta ditarik keluar dan digantikan Kaio Nunez. Penyerang anyar Borneo FC itu sebenarnya sempat mencetak gol indah lewat tendangan cungkil pada menit ke-75, namun wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Malut United akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui skema tiki-taka cepat yang sukses menembus lini pertahanan Pesut Etam sekaligus memperdaya Nadeo Argawinata. Skor berubah menjadi 5-1.

Namun, Borneo FC langsung merespons cepat. Hanya berselang satu menit, M. Sihran sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper lawan setelah tendangan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti. Gol tersebut membawa Borneo FC kembali menjauh dengan skor 6-1.

Di menit-menit akhir pertandingan, pelatih Borneo FC melakukan rotasi dengan memasukkan Diego Michiels menggantikan Mariano Peralta pada menit ke-90. Sementara itu, Nadeo Argawinata juga tampil impresif dengan melakukan penyelamatan gemilang di masa injury time untuk menggagalkan peluang Malut United.

Pesta gol Pesut Etam akhirnya ditutup Kaio Nunez pada menit ke-90+4. Gol tersebut memastikan Borneo FC Samarinda menang telak 7-1 di hadapan ribuan pendukungnya sendiri di Stadion Segiri. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

RSUD Kudungga Didorong Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Kutim

0

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat layanan kesehatan modern bagi masyarakat. Sabtu (23/5/2026), Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meresmikan layanan Cathlab, Mammografi, serta gedung baru poliklinik rawat jalan di RSUD Kudungga Sangatta.

Peresmian yang berlangsung di aula lantai III RSUD Kudungga itu menjadi langkah penting peningkatan fasilitas kesehatan di Kutim. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pembangunan fasilitas kesehatan baru bukan sekadar penambahan gedung dan alat medis, tetapi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, dan berkualitas bagi masyarakat.

“Peresmian layanan Cathlab, Mammografi, dan gedung poli baru ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin maju dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, keberadaan layanan Cathlab sangat penting untuk penanganan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat Kutim kini memiliki akses layanan penanganan jantung tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Harapan kami, masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan profesional di daerah sendiri,” katanya.

Selain layanan jantung, RSUD Kudungga juga kini dilengkapi fasilitas Mammografi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara. Pemerintah menilai layanan tersebut sangat penting karena deteksi dini menjadi kunci utama keberhasilan penanganan penyakit.

Ardiansyah mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dengan rutin melakukan pemeriksaan medis secara berkala agar penyakit dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Tak hanya itu, gedung poli rawat jalan baru yang lebih representatif juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus menunjang kinerja tenaga medis dalam memberikan pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah turut menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kesehatan adalah investasi utama dalam kehidupan,” tegasnya.

Pemkab Kutim, lanjut dia, akan terus mendorong pengembangan RSUD Kudungga agar mampu menjadi rumah sakit rujukan utama di Kutai Timur dengan layanan kesehatan yang lengkap dan profesional.

“Teknologi modern harus dibarengi pelayanan yang ramah, cepat, disiplin, dan penuh empati kepada masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Brandon Anto Pertanyakan Dasar Pembekuan Pengurus Kabupaten dan Kota

0

SANGATTA — Kebijakan Plt Pengurus Provinsi Muaythai Kalimantan Timur (Kaltim) yang membekukan seluruh pengurus cabang olahraga Muaythai kabupaten/kota se-Kaltim menuai kritik dari daerah. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu pembinaan atlet dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sorotan datang dari Asisten Pelatih Muaythai Kutai Timur, Brandon Anto. Ia menilai pembekuan pengurus daerah tidak tepat dilakukan apabila persoalan yang terjadi berada di tingkat pusat organisasi.

Menurut Brandon, pengurus daerah selama ini tetap aktif menjalankan pembinaan atlet dan tidak terlibat dalam konflik internal organisasi di tingkat atas. Karena itu, ia menyayangkan daerah justru ikut terdampak.

“Kalau persoalannya terjadi di tingkat pusat, seharusnya penyelesaiannya juga dilakukan di pusat. Jangan sampai daerah yang selama ini aktif membina atlet justru ikut dikorbankan,” ujar Brandon, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan fokus utama pelatih dan atlet saat ini adalah meningkatkan prestasi serta mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Di tengah persiapan tersebut, kebijakan pembekuan justru menimbulkan keresahan di daerah.

“Atlet dan pelatih di daerah ini fokusnya latihan, membangun prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Mereka bukan bagian dari konflik internal organisasi, jadi jangan sampai pembinaan yang sudah berjalan terganggu,” katanya.

Brandon juga mempertanyakan dasar dan urgensi pembekuan seluruh pengurus kabupaten/kota, termasuk daerah yang dinilai masih aktif menjalankan program pembinaan atlet. Apalagi, sejumlah daerah tengah mempersiapkan atlet secara intensif, termasuk Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov.

“Kami mempertanyakan apa dasar dan urgensinya pengurus kabupaten/kota yang masih aktif menjalankan pembinaan harus di-Plt-kan. Apalagi saat ini daerah sedang mempersiapkan atlet untuk Porprov,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan pelaksana tugas (Plt) semestinya bertujuan menjaga stabilitas organisasi dalam kondisi tertentu. Namun jika penunjukan dilakukan secara sepihak hingga berdampak pada pembinaan atlet, maka kebijakan tersebut dinilai justru merugikan daerah.

“Plt itu seharusnya hadir untuk membantu menjaga stabilitas organisasi, bukan malah mematikan pembinaan yang sudah berjalan. Jangan sampai keputusan organisasi justru membuat atlet menjadi korban,” ucapnya.

Ia berharap persoalan internal organisasi Muaythai dapat segera diselesaikan secara bijak tanpa mengorbankan kepentingan atlet di daerah. Brandon menegaskan pembinaan dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas utama menjelang pelaksanaan Porprov.

“Harapan kami, masalah organisasi ini diselesaikan dengan kepala dingin. Yang paling penting, jangan ganggu persiapan atlet. Prestasi daerah dan masa depan atlet harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Tiki-Taka Borneo FC Bikin Malut United Tak Berkutik

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil impresif dan mendominasi jalannya pertandingan saat menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pesut Etam sukses menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Pertandingan baru berjalan dua menit, Malut United sempat menebar ancaman melalui tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil sigap menepis bola dengan gemilang.

Borneo FC langsung merespons melalui serangan balik cepat. Mariano Peralta mempertontonkan aksi individu memukau dengan melewati empat pemain lawan sebelum melepaskan tendangan yang masih melambung di atas mistar.

Pada menit ke-5, tuan rumah kembali mengancam lewat tendangan jarak jauh yang masih tipis di atas mistar gawang Malut United.

Kerja keras Borneo FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-7. Melalui skema tiki-taka yang rapi, Mariano Peralta berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuka keunggulan 1-0 untuk Pesut Etam.

Tak butuh waktu lama, Peralta kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-11 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Malut United.

Dominasi tuan rumah terus berlanjut. Juan Villa kemudian memperbesar keunggulan menjadi 3-0 dan membuat atmosfer Stadion Segiri semakin bergemuruh.

Meski Borneo FC terus menguasai jalannya laga, Malut United sempat mencoba keluar dari tekanan. Namun serangan balik cepat Pesut Etam justru kembali menghadirkan ancaman berbahaya.

Pada menit ke-27, Koldo Obieta sukses mencetak gol keempat setelah menerima umpan matang dari Mariano Peralta. Skor berubah menjadi 4-0 untuk Borneo FC.

Memasuki menit ke-35, Nadeo Argawinata kembali menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan penting atas tendangan keras David Da Silva.

Sebelum turun minum, Malut United sempat melepaskan sundulan tajam ke arah gawang pada menit ke-45. Namun Nadeo dengan tenang mampu mengamankan bola.

Setelah tambahan waktu dua menit, wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama dengan keunggulan telak 4-0 untuk Borneo FC Samarinda. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Anggy Umbara: Banyak Rumah Tangga Terhimpit Tekanan Ekonomi

0

SAMARINDA — Suasana CGV Go Mall Samarinda mendadak riuh usai pemutaran film pada Sabtu (23/5/2026) siang. Para pengunjung yang baru selesai menonton langsung dikejutkan dengan kedatangan sutradara Anggy Umbara bersama artis Fairuz A Rafiq yang hadir menyapa langsung para penggemar dalam rangka promosi film terbaru mereka, Keluarga Suami Adalah Hama.

Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak keduanya memasuki area bioskop. Penonton berebut mengabadikan momen, berswafoto, hingga berbincang langsung dengan para pemeran dan sutradara film tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anggy Umbara menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat realitas kehidupan keluarga masa kini, khususnya fenomena “generasi sandwich” yang harus menopang kebutuhan banyak pihak sekaligus.

“Yang sekarang kita rasakan adalah generasi yang harus menopang kehidupan orang tua, menafkahi anak-anak, bahkan kadang juga saudara dan keluarga lainnya. Jadi terhimpit secara ekonomi untuk membiayai banyak orang,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan ekonomi tersebut kerap memicu konflik dalam rumah tangga. Melalui film ini, ia mencoba menggambarkan bagaimana pasangan suami istri dan keluarga dapat saling memahami agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik besar.

“Film ini mencoba menggambarkan potret kehidupan generasi sandwich di Indonesia. Jadi kita bisa mengetahui batas-batasnya, saling mengerti satu sama lain, dan melihat dari sudut pandang masing-masing,” katanya.

Antusiasme penonton Samarinda pun mendapat apresiasi dari Anggy. Ia mengaku senang melihat respons masyarakat yang begitu hangat selama kegiatan promosi berlangsung.

“Rame ya, animonya bagus, responsnya luar biasa positif. Dari awal sampai akhir emosinya campur aduk, ada yang nangis juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Fairuz A Rafiq mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Samarinda. Ia bahkan menyebut kuliner khas daerah menjadi salah satu hal yang dirindukannya saat kembali berkunjung ke Kota Tepian.

“Sudah kedua kali ke Samarinda. Yang dikangenin itu kepitingnya, enak,” ucap Fairuz sambil tersenyum.

Fairuz juga menilai film Keluarga Suami Adalah Hama memiliki banyak pesan moral yang dapat menjadi pelajaran bagi penonton dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

“Menurut aku setiap scene ada banyak hal yang bisa kita ambil. Jadi penonton pulang membawa banyak bekal ilmu untuk rumah tangga,” katanya.

Ia menambahkan, kekuatan dialog dalam film garapan Anggy Umbara tersebut menjadi salah satu alasan emosi penonton begitu terasa selama pemutaran berlangsung.

“Setiap dialog artinya dalam banget. Makanya banyak orang emosinya campur aduk. Tapi intinya setiap orang yang menonton akan membawa sesuatu hal yang baik setelah melihat film ini,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Kukar Aktifkan Pos Pengawasan Ternak Cegah Penyebaran Penyakit

TENGGARONG — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan penyebaran virus Jembrana yang sempat ditemukan pada sapi di wilayah Loa Janan dan Loa Kulu berhasil dikendalikan. Pemerintah daerah kini memperkuat pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah kasus serupa kembali muncul.

Temuan virus tersebut sempat membuat pemerintah waspada. Terlebih, Kabupaten Kutai Kartanegara sebelumnya baru dinyatakan aman dari kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan penanganan cepat langsung dilakukan begitu laporan kasus diterima. Tim dokter hewan diterjunkan untuk melakukan vaksinasi dan pengobatan terhadap sapi yang terpapar.

“Kemarin sempat ditemukan kasus sapi yang terkena virus wabah Jembrana, tapi sekarang sudah clear. Sudah ditangani oleh teman-teman dokter hewan, Loa Janan dan Loa Kulu Alhamdulillah aman,” ujarnya.

Rifani menjelaskan jumlah sapi yang terpapar virus Jembrana tidak banyak. Kasus hanya ditemukan pada satu hingga dua ekor sapi, namun langkah penanganan langsung dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Sapi yang berada satu kandang dengan ternak terinfeksi langsung diberikan vaksin. Sementara hewan yang mengalami kondisi parah telah dipotong untuk menghindari risiko penularan.

“Yang kena paling satu atau dua ekor saja. Semua langsung divaksin, yang sakit diobati. Yang parah juga sudah dipotong, tapi sejauh ini tidak ada yang sampai meluas,” katanya.

Menurut Rifani, penyebaran virus diduga berasal dari lalu lintas ternak antar daerah yang belum terpantau maksimal. Karena itu, Distanak Kukar berencana mengaktifkan kembali pos pengawasan ternak di sejumlah titik strategis.

Selama ini, distribusi ternak keluar dan masuk Kukar dinilai belum memiliki pendataan yang jelas. Padahal, arus pengiriman ternak dari Kukar menuju Samarinda, Balikpapan hingga Bontang cukup tinggi.

“Kita tahu ada ternak keluar ke beberapa daerah, tapi jumlah pastinya belum terdata. Makanya pos lalu lintas ternak ini penting supaya kita punya data yang jelas,” jelas Rifani.

Beberapa titik yang direncanakan menjadi lokasi pengawasan berada di Marangkayu untuk jalur menuju Bontang, Samboja sebagai akses keluar masuk Kukar, serta Kota Bangun yang berbatasan dengan Kutai Barat.

Selain memperketat pengawasan, Distanak Kukar memastikan vaksinasi rutin terhadap ternak terus dilakukan. Pemerintah juga menyiagakan dokter hewan untuk merespons laporan masyarakat di lapangan.

Rifani menegaskan virus Jembrana memang tidak menular ke manusia. Namun penyakit tersebut tetap berbahaya bagi ternak dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak jika tidak cepat ditangani.

Ia meminta peternak segera melapor apabila menemukan sapi sakit atau mengalami gangguan kesehatan, termasuk kesulitan melahirkan.

“Kalau tidak ada laporan, kami juga sulit mengetahui kondisi di lapangan. Jadi kami harap peternak cepat melapor supaya bisa segera ditangani,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S