BPS Kaltim Perkuat Literasi Data Desa Lewat Integrasi Desa Cantik dan Desapedia

PENAJAM PASER UTARA – Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai diintegrasikan dengan platform Desapedia milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU pada 2026. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola data desa sekaligus mendukung penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis data.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Masud Rifai, mengatakan Desa Cantik telah berjalan di PPU sejak 2022. Namun, pelaksanaannya selama ini masih dilakukan secara mandiri tanpa terhubung dengan sistem digital milik pemerintah daerah.

“Tahun 2026 ini yang menjadi spesial adalah pelaksanaannya di tiga desa sekaligus dan diintegrasikan dengan program Desapedia,” kata Masud.

Desapedia merupakan platform digital yang dikembangkan Pemkab PPU untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa. Sistem tersebut mencakup pelayanan administrasi, pengelolaan data desa, hingga penyediaan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan.

Menurut Masud, Desa Cantik tidak hanya berfokus pada penyediaan data statistik, tetapi juga meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara mandiri.

Baca Juga:   UPTD PPA PPU Perkuat Peran dalam Pendampingan Hukum Korban Perempuan dan Anak

“Tujuan Desa Cantik adalah membangun literasi data di tingkat desa, mulai dari tata kelola data, pengumpulan, pengolahan, publikasi atau diseminasi data, sampai bagaimana menggunakan data itu untuk menyusun kebijakan di level desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong penerapan evidence-based policy atau kebijakan yang disusun berdasarkan data. Karena itu, kemampuan pemerintah desa dalam menghasilkan dan memanfaatkan data menjadi faktor penting dalam penyusunan program pembangunan.

“Sekarang yang terus didorong adalah evidence-based policy atau kebijakan berbasis data. Karena itu, Desa Cantik menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan desa dalam mengelola dan memanfaatkan data,” jelasnya.

Masud menilai integrasi Desa Cantik dengan Desapedia menjadi langkah strategis karena sistem digital yang dikembangkan pemerintah daerah memerlukan dukungan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Desapedia merupakan program yang sangat baik. Tentu program itu perlu diisi dengan data-data yang berkualitas. Desa Cantik hadir untuk memperkuat aspek tersebut sehingga kapasitas desa dalam menyusun kebijakan menjadi semakin baik,” tuturnya.

Baca Juga:   Pj Bupati PPU Tinjau Proses Sortir dan Pelipatan Surat Suara di Gedung KPU

Menurutnya, penguatan literasi statistik di tingkat desa juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

“Kalau kita melihat dalam konteks yang lebih luas, program ini sejalan dengan cita-cita membangun dari desa untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pengurangan kemiskinan. Harapannya, dengan literasi data dan pemanfaatan teknologi melalui Desapedia, desa mampu menghasilkan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.