Beranda blog Halaman 14

Polisi Pastikan Situasi Manggar dan Sekitar SMPN 8 Aman

BALIKPAPAN — Polsek Balikpapan Timur memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan tindak pidana begal dan pembunuhan sadis di wilayah Balikpapan Timur adalah tidak benar atau hoaks. Video yang viral tersebut dipastikan merupakan peristiwa lama yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Desember 2024.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Kumontoy, melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen, mengatakan pihaknya melakukan monitoring media sosial pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.

Dari hasil pemantauan ditemukan sebuah postingan video disertai narasi provokatif yang menyebut telah terjadi pembunuhan sadis terhadap seorang anak kecil di kawasan Balikpapan Timur.

“Setelah dilakukan identifikasi dan penelusuran, video tersebut diketahui berasal dari kasus pembunuhan balita di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang terjadi pada 25 Desember 2024 lalu,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Kapolsek menjelaskan, dalam kasus sebenarnya korban berinisial MF (3) diduga dibunuh kakak kandungnya sendiri berinisial KK (21) di kawasan perumahan karyawan perusahaan perkebunan sawit di Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Peristiwa itu terungkap setelah kedua orang tua korban pulang berdagang durian dan menemukan rumah dalam keadaan berantakan serta terdapat bercak darah di lantai. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di tempat pembuangan sampah dalam kondisi mengenaskan.

Pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa langsung diamankan aparat kepolisian setempat bersama barang bukti berupa egrek atau pisau pemanen sawit yang digunakan untuk melakukan pembunuhan.

“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan personel Intelkam Polsek Balikpapan Timur memastikan tidak ada kejadian pembunuhan maupun tindak kekerasan seperti yang dinarasikan dalam postingan viral tersebut,” jelasnya.

Petugas juga mendatangi wilayah Kelurahan Manggar dan sekitar SMPN 8 Balikpapan Timur yang disebut dalam narasi video. Dari hasil klarifikasi kepada warga sekitar, tidak ada masyarakat yang mengetahui ataupun menyaksikan kejadian tersebut.

“Situasi wilayah Kelurahan Manggar dan sekitarnya dipastikan aman dan kondusif,” tambahnya.

Polisi menilai penyebaran video lama dengan narasi seolah-olah terjadi di Balikpapan Timur berpotensi menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat, terlebih karena narasi tersebut menyebut lokasi berada di sekitar sekolah.

Untuk mencegah penyebaran informasi serupa, Polsek Balikpapan Timur telah melakukan patroli siber, monitoring media sosial, pengecekan lokasi, hingga penyampaian klarifikasi kepada masyarakat.

“Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial dan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” tegas AKP Chusen. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

PT WKP Pererat Silaturahmi Bersama Ribuan Warga Waru Lewat Jalan Santai dan Doorprize

0

PENAJAM PASER UTARA – Semangat kebersamaan dan gotong royong tampak mewarnai kegiatan Jalan Santai Sehat dan Senam Bersama yang digelar di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut berlangsung meriah dengan pembagian berbagai hadiah dan doorprize menarik. Agenda ini merupakan hasil kerja sama antara PT Waru Kaltim Plantation (WKP) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Waru.

Acara turut dihadiri unsur Forkopimcam Waru, jajaran Muspika Waru tokoh masyarakat, serta jajaran staf PT WKP selaku anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk yang beroperasi di wilayah PPU. Kemudian juga hadir Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman yang juga anggota legislatif daerah pemilihan (Dapil) Waru-Babulu.

Administratur PT WKP, Miftahul Ulum, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan, khususnya kawasan ring 1.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi semacam itu penting untuk membangun kedekatan antara perusahaan dan masyarakat.

“Agenda ini sebenarnya adalah agenda silaturahmi. Karena kami berada di Kecamatan Waru, maka kami mengadakan acara ini supaya bisa saling kenal, lebih dekat, dan berbaur dengan masyarakat se-Kecamatan Waru,” kata Miftahul Ulum.

Ia menyebut masyarakat yang dilibatkan berasal dari sejumlah wilayah di sekitar operasional perusahaan, seperti Kelurahan Waru, Desa Bangun Mulya, Desa Sesulu, hingga Desa Api-Api.

Miftahul menegaskan keberadaan perusahaan tidak hanya sebatas menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Dengan adanya PT WKP, kami ingin tidak hanya hadir sebagai perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini agar silaturahmi semakin erat, masyarakat ramai berkumpul, dan UMKM juga ikut bergerak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sengaja dipusatkan di kantor Kecamatan Waru agar mampu melibatkan seluruh unsur masyarakat dan lembaga yang ada di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, PT WKP juga menggandeng LPM, Karang Taruna, hingga unsur kepemudaan untuk terlibat langsung sebagai panitia kegiatan.

“Acara ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan dari kecamatan, LPM, Karang Taruna, dan masyarakat. Ini bentuk kolaborasi kami sebagai perusahaan swasta bersama masyarakat di wilayah ring 1,” ucapnya.

Administratur PT WKP Miftahul Ulum bersama unsur Forkopimcam Waru saat menghadiri kegiatan jalan santai dan senam bersama. (Ist)

Miftahul menilai antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut berada di luar perkiraan perusahaan. Ribuan kupon doorprize yang dibagikan disebut habis diserbu peserta.

“Alhamdulillah, kegiatan ini termasuk berhasil dan di luar ekspektasi kami. Informasi dari panitia, sekitar 3.200 kupon dibagikan. Peserta yang hadir juga sangat ramai,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin tahunan perusahaan sebagai bagian dari penguatan hubungan sosial dan pengembangan masyarakat atau community development.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau CSR biasa, tetapi bagaimana perusahaan bisa hadir langsung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Waru Ahmad Yani menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan masyarakat dan perusahaan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Ia juga mendukung rencana PT WKP menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin tahunan di Kecamatan Waru.

“Untuk kegiatan kemasyarakatan, terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat, mudah-mudahan bisa terus berkesinambungan,” kata Yani.

Sejalan, menurut Ishaq, kegiatan yang melibatkan ratusan warga tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan berupaya membangun kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar.

“Respons kita positif. Kegiatan seperti ini mengajak masyarakat untuk berolahraga dan menunjukkan bahwa perusahaan mau berbaur dengan masyarakat serta mengenalkan diri kepada warga,” ujarnya.

Pewarta: Robbi Lalat

Sirnas B Kaltim 2026 Resmi Ditutup, PBSI Dorong Regenerasi Atlet Nasional

SAMARINDA – Ketua Umum Pengprov PBSI Kalimantan Timur sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, resmi menutup Kejuaraan Bulu Tangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kalimantan Timur 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

Kejuaraan nasional yang digelar sejak 18 hingga 23 Mei 2026 tersebut mempertandingkan kategori usia dini U-11, anak-anak U-13, dan pemula U-15. Sebanyak 11 nomor partai final dipertandingkan pada hari penutupan.

Dominasi gelar pada ajang tersebut diraih atlet-atlet muda dari klub besar nasional seperti PB Djarum, Exist Badminton Club, dan Taqi Arena Badminton Academy.

Ajang Sirnas B Kaltim 2026 dinilai bukan hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi barometer pembinaan atlet usia muda di daerah. Tingginya partisipasi peserta dari berbagai provinsi menunjukkan persaingan pembinaan bulu tangkis usia dini di Indonesia semakin kompetitif.

Mudyat menegaskan Sirnas merupakan bagian penting dalam proses regenerasi atlet nasional. Menurutnya, turnamen kelompok usia menjadi ruang strategis untuk mengukur kualitas pembinaan klub maupun daerah.

“Sirnas ini bukan sekadar turnamen, tetapi panggung pembinaan untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya menjadi tulang punggung bulu tangkis Indonesia,” kata Mudyat Noor.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia pelaksana, perangkat pertandingan, sponsor, hingga relawan yang dinilai berhasil menjaga pelaksanaan kejuaraan tetap berjalan sesuai standar PBSI nasional.

Selain memberi selamat kepada para juara, Mudyat Noor turut memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil meraih podium agar menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi dan pengalaman untuk berkembang.

“Jangan cepat puas bagi yang menang, dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil. Pembinaan atlet adalah proses panjang yang membutuhkan disiplin, mental bertanding, dan kerja keras,” ujarnya.

Turut hadir dalam penutupan tersebut perwakilan KONI Kalimantan Timur H. Rusdiansyah Aras, Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin, serta Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari.

Di balik sukses penyelenggaraan Sirnas B Samarinda, tantangan pembinaan atlet daerah juga menjadi perhatian. Dominasi klub-klub besar nasional dalam perolehan gelar memperlihatkan daerah masih perlu memperkuat sistem pembinaan berjenjang, mulai dari pencarian bakat, kualitas pelatih, hingga dukungan fasilitas latihan yang memadai.

Bagi Kalimantan Timur, keberhasilan menjadi tuan rumah diharapkan tidak berhenti pada aspek penyelenggaraan semata, tetapi juga mampu mendorong lahirnya atlet-atlet lokal yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.

Penutupan Sirnas B Kaltim 2026 berlangsung meriah dan penuh haru saat prosesi penyerahan medali dan piala kepada para juara. Atmosfer kebanggaan terlihat dari para atlet muda, pelatih, dan orang tua yang selama sepekan penuh mendampingi perjuangan di lapangan.

Penyunting: Robbi Lalat

Badak LNG Dorong Diversifikasi Bisnis lewat Proyek E-Methanol

0

BONTANG — Badak LNG mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan portofolio bisnis di tengah era transisi energi nasional. Komitmen tersebut dipaparkan dalam kunjungan kerja Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko, Nanang Untung, yang didampingi jajaran manajemen Badak LNG di Gedung Utama Badak LNG, Senin hingga Selasa (21-22/5/2026).

Rangkaian kunjungan meliputi diskusi strategi bisnis, peninjauan fasilitas kilang atau management walkthrough, hingga kunjungan ke mitra binaan CSR Badak LNG, Telihan Recycle.

Dalam pemaparannya, President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, mengungkapkan arah pengembangan bisnis perusahaan didorong oleh temuan cadangan gas alam baru di Kalimantan Timur oleh ENI.

Potensi tambahan pasokan gas tersebut berasal dari wilayah Geng North dengan estimasi cadangan sebesar 5 Trillion Cubic Feet (TCF), sumur Geliga sekitar 5 TCF, serta lapangan Gula dengan potensi mencapai 2 TCF gas alam.

Guna mengakomodasi tambahan pasokan tersebut, Badak LNG kini tengah berupaya mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki. Selain fokus pada reaktivasi Train F, perusahaan juga mulai mengkaji reaktivasi tambahan pada Train C dan D agar seluruh potensi gas dapat terserap maksimal.

Tak hanya itu, Badak LNG juga mulai aktif menjajaki diversifikasi bisnis melalui inovasi hijau. Salah satunya melalui proyek bertajuk Carbon Dioxide to E-Methanol and E-Methane yang berupaya mengubah emisi karbon menjadi produk hijau bernilai tambah tinggi.

Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan untuk mendukung target Net Zero Emission.

Komisaris PHE Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko, Nanang Untung, menilai Badak LNG memiliki peluang besar dalam menghadapi kebutuhan energi masa depan.

“Badak LNG memiliki peluang besar ke depannya dan kita juga memikirkan bagaimana agar Badak LNG bisa menjadi perusahaan yang profit-oriented,” ujarnya.

Menurut Nanang, posisi gas bumi sebagai energi transisi menjadi modal penting yang sangat sejalan dengan kompetensi utama Badak LNG selama ini.

“Untuk era transisi energi dari energi fosil menuju energi terbarukan, transisinya adalah gas. Gas ini kompetensinya Badak LNG. Sehingga perusahaan punya modal dan peluang memanfaatkan kompetensi dan portofolionya dalam kebutuhan bisnis di era transisi energi,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau program pemberdayaan masyarakat Telihan Recycle yang fokus mengolah limbah aluminium bekas menjadi baling-baling kapal.

“Kita telah melihat Telihan Recycle dan sangat bagus bagaimana Badak LNG memberdayakan masyarakat. Kita juga lihat adanya opportunity untuk meningkatkan kelompok mitra binaan ini. Mudah-mudahan bisa bekerja sama dengan perusahaan lain di Bontang supaya makin bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi salah satu langkah awal Badak LNG dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan lanskap energi nasional. Dengan pengalaman operasional, penguatan inovasi hijau, dan program pemberdayaan masyarakat, perusahaan optimistis mampu bergerak menuju bisnis energi yang lebih berkelanjutan. (MK)

Pewarta: Shelty
Editor: Agus S

Pemungutan Suara Pilpet Serentak Mahulu Digelar 25 Mei 2026

0

UJOH BILANG — Polres Mahakam Ulu (Mahulu) melakukan pengawalan ketat dalam pendistribusian logistik pemilihan Petinggi serentak di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026. Pergeseran logistik tersebut dilakukan selama dua hari menuju sejumlah kecamatan di wilayah hulu hingga kawasan terdekat ibu kota kabupaten.

Pada hari pertama, Sabtu (23/5/2026), distribusi dilakukan menuju Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Sementara pada Minggu (24/5/2026), logistik dikirim ke Kecamatan Laham dan Long Hubung melalui jalur sungai menggunakan speedboat. Adapun distribusi menuju Kecamatan Long Bagun dilakukan melalui jalur darat.

Dalam proses distribusi tersebut, Polres Mahulu menerjunkan personel untuk memastikan seluruh perlengkapan pemungutan suara tiba dengan aman di setiap kampung.

Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto. Foto: Istimewa

Logistik yang didistribusikan meliputi kotak suara, surat suara, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan pemungutan suara pemilihan petinggi di 24 kampung di Mahakam Ulu.

Kabag Ops Polres Mahulu, Kompol Sugiharto, mengatakan personel kepolisian bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) telah diberangkatkan untuk mengawal distribusi logistik ke wilayah hulu.

“Hari ini kita melepas personel Polres Mahulu bersama DPMK yang berangkat membawa kotak logistik ke wilayah hulu. Karena pada Senin 25 Mei 2026 akan dilaksanakan pencoblosan suara dalam pemilihan Petinggi serentak Tahun 2026,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menggunakan hak pilih demi menyukseskan pesta demokrasi tingkat kampung tersebut.

Kabag Ops Polres Mahulu Kompol Sugiharto. Foto: Istimewa

Sementara itu, Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto menegaskan pihaknya mulai melakukan pengawalan distribusi logistik sejak Sabtu dengan melibatkan personel yang telah disiagakan sebelumnya.

“Pengawalan dilakukan sejak pergeseran kotak suara hingga kembali ke panitia pemilihan tingkat kabupaten,” ujar Djoko Purwanto kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, pengamanan dilakukan secara melekat hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setiap TPS nantinya dijaga satu personel kepolisian dibantu dua anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat.

“Selain personel kepolisian, pengamanan di tingkat TPS juga akan dibantu oleh Linmas yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah kampung dan panitia pemilihan,” katanya.

Djoko menambahkan, kondisi geografis Mahakam Ulu yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau membuat pengamanan distribusi logistik menjadi perhatian khusus.

“Pengiriman logistik dilakukan secara bertahap menuju kecamatan-kecamatan yang menjadi lokasi TPS. Mengingat kondisi geografis Mahakam Ulu yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau, pengamanan dan pengawasan distribusi menjadi perhatian khusus,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Wilayah Rentan Stunting Jadi Fokus Kajian Komnas HAM

0

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Temuan tersebut dinilai berpotensi mengganggu pemenuhan hak anak atas pangan dan gizi.

Kajian lapangan dilakukan Komnas HAM melalui fungsi pengkajian dan penelitian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kabupaten Sanggau dipilih karena merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia yang memiliki tantangan infrastruktur dan akses pelayanan dasar.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan wilayah 3T di Kabupaten Sanggau masih menjadi daerah rentan stunting sehingga membutuhkan perhatian serius negara.

“Wilayah 3T di Kabupaten Sanggau khususnya di perbatasan dengan Malaysia merupakan wilayah rentan stunting. Absennya tanggung jawab negara dalam penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan kelompok rentan khususnya anak-anak atas stunting di wilayah 3T berpotensi pelanggaran HAM,” kata Uli dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kajian tersebut, Komnas HAM meninjau sejumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Entikong, Sekayam, dan Kapuas. Komnas HAM juga melakukan pendalaman bersama Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau.

Dari hasil pemantauan, Komnas HAM menemukan baru 10 SPPG yang beroperasi dari total rencana 102 dapur MBG yang akan dibangun di wilayah 3T Kabupaten Sanggau pada 2026.

“Direncanakan pembangunan 102 SPPG di wilayah 3T Kabupaten Sanggau pada 2026, namun hanya 10 yang sudah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap perencanaan pembangunan atau proses pembangunan,” ujarnya.

Komnas HAM juga menyoroti persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Sejumlah dapur MBG disebut belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sehat (SLHS), sertifikat halal, serta instrumen pengawasan lain untuk menjamin kualitas makanan.

“Belum semua SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sanggau mempunyai SLHS, sertifikat halal, dan instrumen-instrumen lainnya untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan mulai dari produksi sampai distribusi,” jelas Uli.

Selain itu, Komnas HAM menemukan adanya SPPG yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi keamanan pangan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat MBG.

Komnas HAM juga mencatat pengawasan keamanan pangan belum berjalan optimal karena keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi antarlembaga terkait.

“Pengawasan keamanan pangan belum dilakukan optimal karena ada permasalahan belum adanya sumber daya yang layak dan koordinasi,” katanya.

Persoalan distribusi turut menjadi perhatian karena kondisi geografis wilayah 3T dinilai berpotensi menyebabkan keterlambatan penyaluran makanan kepada penerima manfaat.

Selain itu, Komnas HAM menilai menu MBG di Kabupaten Sanggau belum memanfaatkan potensi pangan lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

“Belum adanya pangan lokal di Sanggau yang menjadi bagian menu MBG. Anak-anak dan kelompok rentan lainnya berhak atas pangan yang sesuai dengan budaya dan kondisi lokal,” tegas Uli.

Atas berbagai temuan tersebut, Komnas HAM mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera memperbaiki tata kelola MBG, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengawasan program berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Komnas HAM juga meminta implementasi MBG di wilayah 3T dan daerah rentan stunting diprioritaskan untuk memastikan hak anak atas pangan dan gizi dapat terpenuhi secara optimal. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Abdul Waris Muin Pimpin KKSS, Ajak Warga Perkuat Harmoni di Tengah Arus Pendatang IKN

PENAJAM PASER UTARA – Abdul Waris Muin, resmi memimpin Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masa bhakti 2026–2031 dalam pelantikan yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dan persaudaraan, Sabtu (23/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Timur, Alimuddin Latief, bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen paguyuban di PPU.

Waris yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati PPU ini menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan antar suku di tengah perubahan besar yang tengah dihadapi Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, keberadaan IKN akan membawa arus perpindahan masyarakat dari berbagai daerah ke PPU sehingga seluruh elemen masyarakat dituntut mampu menjaga toleransi dan memperkuat kolaborasi sosial.

“Saat ini Penajam Paser Utara memiliki magnet yang sangat kuat karena keberadaan IKN. Ini membuka peluang besar sekaligus tantangan besar karena akan banyak suku dan etnis datang ke daerah ini,” ujar Waris.

Ia menegaskan warga Sulawesi Selatan di perantauan harus tetap memegang prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan masyarakat lokal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya falsafah Bugis “Sipakatau dan Sipakalebbi” yang berarti saling menghormati dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, KKSS harus menjadi contoh organisasi paguyuban yang mampu menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat multietnis.

“Saya mengajak seluruh saudara-saudaraku untuk terus menjalin persaudaraan dan berkolaborasi membangun Penajam Paser Utara yang unggul, berkeadilan, sejahtera, dan berdaya saing sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tema pelantikan yang mengangkat falsafah “Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge” yang bermakna saling membantu, saling menopang, dan saling mengingatkan.

Menurutnya, nilai tersebut menjadi penting di tengah dinamika sosial dan pembangunan yang terus berkembang di PPU.

Selain berbicara soal persatuan, Waris juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi dan peluang kerja akibat hadirnya IKN.

Ia meminta warga KKSS terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat.

Di sisi lain, ia turut mengapresiasi kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan PPU sejak awal proses pemekaran daerah hingga saat ini.

Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor yang hadir diwakili Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan bahwa KKSS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial masyarakat.

“Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam mempererat persaudaraan, menjaga nilai budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Tohar.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang dipegang KKSS harus terus dijaga sebagai modal sosial dalam menghadapi perubahan besar di wilayah penyangga IKN.

Pemerintah Kabupaten PPU berharap KKSS dapat terus berkontribusi menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi, serta menjadi perekat antar kelompok masyarakat di tengah percepatan pembangunan daerah menuju kawasan strategis nasional IKN.

“Jika hanyut saling menolong, jika jatuh saling menegakkan, dan jika khilaf saling mengingatkan. Nilai-nilai ini harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.

Pewarta: Deddypz
Penyunting: Robbi Lalat

Yayasan Mitra Hijau Dorong Mahasiswa ITK Siapkan Green Skills Hadapi Transisi Energi

BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan bersama Yayasan Mitra Hijau menggelar kuliah tamu bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs bagi Generasi Muda Kalimantan Timur”, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang G303 Gedung G ITK itu diikuti mahasiswa dari berbagai program studi untuk membahas tantangan krisis iklim hingga peluang pekerjaan hijau atau green jobs di era transisi energi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, mengatakan dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat, termasuk di Kalimantan Timur.

Ia menyoroti meningkatnya cuaca ekstrem, banjir, hingga tingginya emisi karbon dari sektor energi dan industri yang mendorong perlunya pembangunan rendah karbon.

Menurutnya, transisi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 juga akan membuka peluang besar bagi lahirnya berbagai jenis green jobs, mulai dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, efisiensi energi, hingga ekonomi sirkular.

Dicky menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi hijau regional apabila didukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan keterampilan generasi muda.

Sementara itu, dosen Teknik Elektro ITK Happy Aprilia menegaskan pengembangan green jobs tidak hanya membutuhkan tenaga teknik, tetapi juga profesi lain yang mendukung inovasi dan transformasi sosial.

“Bukan hanya engineer yang dibutuhkan. Komunikator, edukator, content creator, designer, hingga inovator digital juga punya peran besar dalam mendukung transisi energi dan menyelamatkan masa depan bumi,” ujarnya.

Foto
Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan mengikuti kuliah tamu bertema transisi energi berkeadilan dan peluang green jobs yang digelar Yayasan Mitra Hijau di Kampus ITK Balikpapan, Kamis (21/5/2026).

Dalam pemaparannya, Happy menjelaskan sejumlah keterampilan yang penting dipersiapkan mahasiswa untuk menghadapi perkembangan green jobs, di antaranya manajemen energi, desain sistem energi baru terbarukan, analisis data grid pintar, akuntansi karbon, hingga manajemen limbah dan ekonomi sirkular.

Mahasiswa juga didorong aktif membangun pengalaman melalui penelitian, pengabdian masyarakat, serta keterlibatan dalam berbagai isu lingkungan agar memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja hijau di masa depan.

Melalui kuliah tamu tersebut, ITK dan Yayasan Mitra Hijau berharap generasi muda Kalimantan Timur semakin memahami pentingnya transisi energi berkeadilan sekaligus mampu mengambil peran dalam pembangunan ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

Penyunting: Robbi Lalat

Pengprov PBSI Kaltim Resmi Dilantik, Fokus Pembinaan Atlet dan Prestasi

SAMARINDA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melantik jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Timur masa bakti 2025–2029 di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Jumat malam (22/5/2026).

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PBSI Kaltim Tahun 2026 yang dihadiri pengurus cabang PBSI kabupaten/kota, pelatih, atlet, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PBSI Kaltim menyampaikan bahwa olahraga bulu tangkis memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar mampu melahirkan atlet berprestasi.

“Kami berharap kepengurusan baru PBSI Kaltim dapat menjadi wadah yang solid dalam membangun ekosistem olahraga bulu tangkis yang profesional, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi,” kata Mudyat Noor.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara pengurus, pelatih, atlet, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, PBSI Kaltim dalam empat tahun ke depan akan berupaya mendorong penyelenggaraan turnamen nasional di Benua Etam. Selain itu, turnamen tingkat provinsi juga akan terus diperkuat sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini dan pencarian bibit unggul daerah.

“Turnamen menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet. Dari sana kita bisa melihat potensi-potensi atlet muda yang nantinya dipersiapkan untuk level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Mudyat juga menyampaikan bahwa PBSI Kaltim akan membangun komunikasi lebih intensif dengan seluruh stakeholder guna mendorong terbentuknya pusat pelatihan provinsi di Kalimantan Timur.

Keberadaan pusat pelatihan tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet secara terstruktur dan berkesinambungan, sekaligus meningkatkan kualitas atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, fasilitas pembinaan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan atlet-atlet potensial di cabang olahraga bulu tangkis.

“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, kami optimistis PBSI Kaltim dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur di berbagai ajang bergengsi,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Video Ponsel Pacar Jadi Petunjuk Awal Tragedi Air Terjun Perjiwa

0

TENGGARONG — Tragedi terjadi di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa, Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan pacarnya yang lebih dulu terjatuh ke aliran air.

Korban sempat berhasil menolong sang pacar ke tempat aman. Namun nahas, setelah perempuan tersebut selamat, korban justru hilang terseret derasnya arus di lokasi wisata itu.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada Jumat (23/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Proses penanganan sempat mengalami kendala lantaran kondisi jaringan komunikasi di lokasi kejadian hampir tidak tersedia.

Koordinator Lapangan BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, mengatakan informasi awal diterima dari saksi mata yang juga merupakan pacar korban.

“Korban ingin menyelamatkan pacarnya yang terjatuh. Saat pacar korban selamat, korban terseret arus,” ujar Eko.

Menurut keterangan saksi, korban langsung berusaha menolong ketika pacarnya terjatuh ke aliran air di kawasan Air Terjun Perjiwa. Namun derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam dalam video ponsel milik pacar korban. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal bagi petugas saat menerima laporan kejadian.

Selain medan yang cukup sulit dijangkau, proses pelaporan juga terkendala minimnya sinyal komunikasi di kawasan wisata tersebut.

“Kondisi jaringan di TKP nol,” katanya.

Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Penyisiran dilakukan di aliran air dan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

Beberapa waktu kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan bersama warga di lokasi kejadian.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutup Eko. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S