Beranda blog Halaman 14

Bupati PPU dalam Forum Otonomi APKASI: Kolaborasi Antardaerah Penting Hadapi Tantangan Pembangunan

Penajam Paser Utara – Penguatan kemandirian fiskal daerah menjadi isu utama yang dibahas dalam Forum Dialog Otonomi Daerah pada rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Forum yang dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto itu mengangkat tema “Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah Melalui Optimalisasi Sumber Pendapatan Daerah”. Sejumlah bupati dari berbagai daerah hadir untuk membahas strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai upaya memperkuat kapasitas fiskal pemerintah kabupaten.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah diperlukan agar pemerintah kabupaten mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional,” ujar Mudyat.

Ia menilai keikutsertaan Pemkab PPU dalam forum APKASI merupakan bagian dari komitmen memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk dalam upaya meningkatkan daya saing dan mendorong pemerataan pembangunan.

Forum Dialog Otonomi Daerah menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan HUT ke-26 APKASI. Melalui forum tersebut, pemerintah kabupaten diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa penguatan otonomi daerah harus dibarengi dengan kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian fiskal.

“Kepala daerah harus mampu menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah, membangun branding daerah yang kuat, serta menghadirkan berbagai inovasi yang mampu menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mengatakan organisasi tersebut menjadi wadah bagi pemerintah kabupaten untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi daerah, termasuk dalam upaya meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik.

“Khususnya dalam upaya meningkatkan pembangunan dan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Temu Raya OMK Kevikepan Pantai 2026, Kapolres PPU Ingatkan Generasi Muda Waspadai Hoaks dan Pergaulan Bebas

0

PENAJAM PASER UTARA – Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara menjadi pemateri dalam Temu Raya Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Pantai 2026 di Gereja Katolik Santa Maria Fatima, Sabtu (4/7/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolres mengajak generasi muda memperkuat sikap toleransi, bijak menggunakan media sosial, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan perilaku yang melanggar hukum.

Kegiatan bertema “Beriman, Bersatu, Bertindak” tersebut diikuti ratusan Orang Muda Katolik dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Pantai. Selain pembinaan keagamaan, kegiatan juga diisi dengan materi wawasan kebangsaan dan keamanan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Andreas mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, ia mendorong peserta untuk terus menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan.

Selain itu, ia mengingatkan peserta agar lebih bijak memanfaatkan media sosial dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Andreas juga menyoroti sejumlah persoalan yang kerap dihadapi kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), dan pengaruh negatif pergaulan bebas. Menurutnya, generasi muda perlu berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan saling mengingatkan apabila menemukan perilaku yang menyimpang.

Sesi dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, menghadapi tantangan era digital, hingga peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polres PPU berharap generasi muda dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat semangat kebangsaan, serta berkontribusi dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

“Sebagai Orang Muda Katolik, kalian harus menjadi generasi yang mampu mengimplementasikan tema ‘Beriman, Bersatu, Bertindak’ dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan iman sebagai landasan moral, persatuan sebagai kekuatan, dan tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, masyarakat, serta bangsa dan negara,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

HUT APKASI Ke-26, Bupati PPU Tekankan Isu Fiskal dan Pembangunan Daerah

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik4juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

BPS Kaltim Perkuat Literasi Data Desa Lewat Integrasi Desa Cantik dan Desapedia

Pembaca Setia Radar Ibukota!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Ibukota?

Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.radaribukota.com

https://digital.radaribukota.com/rik3juli2026/mobile/

Radar Ibukota – Aktual & Terpercaya!

Sekolah Nasional Terintegrasi Disiapkan, Pemkab PPU Cari Solusi Pemanfaatan Lahan di Babulu

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu. Salah satu tahapan yang dibahas adalah penataan lahan seluas sekitar 23 hektare yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekolah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (2/7/2026). Rapat dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Dinas Pendidikan, Camat Babulu, jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka PPU, serta perangkat daerah terkait.

Dalam rapat terungkap, sebagian lahan yang direncanakan untuk pembangunan sekolah beririsan dengan kawasan yang selama ini dimanfaatkan Gerakan Pramuka sebagai lokasi kegiatan.

Waris mengatakan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program pemerintah pusat yang perlu mendapat dukungan daerah. Namun, penyelesaian persoalan pemanfaatan lahan harus dilakukan melalui koordinasi agar tidak mengganggu aktivitas yang telah berjalan.

“Kita ingin program ini berjalan tanpa hambatan. Di satu sisi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi harus segera dipersiapkan, namun di sisi lain aktivitas Pramuka juga harus tetap mendapat ruang yang memadai. Karena itu kita cari solusi terbaik melalui koordinasi bersama,” ujarnya.

Pengurus Gerakan Pramuka PPU dalam rapat tersebut menyatakan mendukung rencana pembangunan sekolah. Meski demikian, mereka berharap lokasi kegiatan kepramukaan tetap berada di kawasan yang sama atau tidak dipindahkan terlalu jauh karena area tersebut telah lama digunakan sebagai pusat pembinaan karakter dan kegiatan kepramukaan.

Sejumlah alternatif penataan kawasan juga dibahas, di antaranya penyesuaian pemanfaatan aset pemerintah di sekitar lokasi agar kebutuhan pembangunan sekolah dan aktivitas Pramuka dapat diakomodasi secara bersamaan.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan setelah peninjauan lapangan selesai dilakukan, sehingga proses perencanaan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat berjalan sesuai target dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab PPU akan melakukan peninjauan lapangan bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan batas lahan, lokasi pembangunan sekolah, serta area yang akan dipertahankan sebagai kawasan kegiatan Pramuka. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana induk (masterplan) kawasan.

Dalam rapat itu, Waris juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan daerah. “Keberadaan proyek strategis seperti Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan wilayah di Kabupaten PPU.

Penyunting: Robbi Lalat

Hari Bhayangkara ke-80, Polres PPU Beri Penghargaan kepada Penggerak Ketahanan Pangan dan Mitra Kepolisian

0

PENAJAM PASER UTARA – Polres Penajam Paser Utara (PPU) memberikan penghargaan kepada sejumlah masyarakat, kelompok, dan mitra yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Penyerahan penghargaan dilakukan usai upacara yang digelar di Mapolres PPU.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama dengan kepolisian, baik dalam mendukung program ketahanan pangan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dedikasi, semangat, dan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung berbagai program Polri,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Salah satu kategori penghargaan diberikan kepada penggerak ketahanan pangan yang dinilai berperan dalam pemanfaatan lahan produktif dan mendukung program swasembada pangan di wilayah PPU.

Selain itu, Polres PPU juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Perlombaan tersebut diikuti personel kepolisian, Bhayangkari, serta masyarakat.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Kapolres PPU didampingi Ketua Bhayangkari Cabang PPU dan pejabat utama Polres PPU.

Andreas menyebut dukungan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga kerja sama tersebut diharapkan terus terjalin.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres PPU sebelumnya diawali dengan upacara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan dan ramah tamah.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkas Andreas.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

Gudang Pertanian Dibobol, Polisi Ringkus Empat Pelaku Pencurian Padi dan Pupuk di Babulu

PENAJAM PASER UTARA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Babulu, Polres Penajam Paser Utara (PPU), mengungkap kasus dugaan pencurian padi dan pupuk yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan hasil pertanian di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Empat dari enam terduga pelaku berhasil diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Kapolsek Babulu IPTU Andi Fatahuddin mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya puluhan karung padi dan pupuk dari gudang milik warga di RT 010, Desa Gunung Mulia.

Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, menelusuri keberadaan barang bukti, serta mengumpulkan informasi dari masyarakat.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap dua terduga pelaku lainnya serta mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam tindak pidana serupa,” ujar Andi, Jumat (3/7/2026).

Kasus tersebut mulai terungkap ketika korban memperoleh informasi dari warga yang melihat salah seorang terduga pelaku berada di sekitar gudang. Tidak lama berselang, pemilik usaha penggilingan padi menghubungi korban dan menginformasikan adanya seseorang yang membawa enam karung padi untuk digiling.

Korban kemudian mendatangi lokasi penggilingan bersama warga. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengenali padi tersebut sebagai miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang. Salah seorang terduga pelaku juga mengakui padi tersebut diambil dari gudang tanpa seizin pemilik.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan empat terduga pelaku berinisial C.E.S., A.D.R., D.I.P., dan S. Mereka berasal dari Desa Gunung Mulia, Desa Gunung Intan, serta seorang lainnya berdomisili di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sementara dua terduga pelaku lain telah diketahui identitasnya dan masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Polisi juga menyita enam karung padi yang diduga merupakan hasil tindak pidana tersebut sebagai barang bukti.

Kanit Reskrim Polsek Babulu AIPDA Isyulianto menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (30/6/2026). Korban melaporkan kehilangan 20 karung padi dan 12 karung pupuk merek Ponska dengan total kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Berkat kerja keras personel serta dukungan informasi dari masyarakat, empat terduga pelaku berhasil kami amankan dalam waktu singkat. Saat ini dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan kami optimistis segera dapat diamankan,” katanya.

Penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan para terduga pelaku dalam sejumlah kasus pencurian pupuk lain di wilayah Kecamatan Babulu. Dugaan tersebut muncul setelah polisi menerima beberapa laporan kehilangan dengan pola yang serupa di lokasi yang berdekatan.

Polsek Babulu mengimbau para petani untuk meningkatkan pengamanan gudang penyimpanan hasil panen maupun sarana produksi pertanian, serta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang mencurigakan.

Saat ini penyidikan masih berlangsung untuk menangkap dua terduga pelaku yang masih buron sekaligus memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan kasus pencurian lainnya. Adapun para terduga pelaku yang telah diamankan dipersangkakan melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh laporan yang ada. Tidak menutup kemungkinan para pelaku juga terlibat dalam kasus pencurian lainnya mengingat terdapat beberapa laporan kehilangan pupuk di lokasi yang berdekatan,” tambah Isyulianto.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

HUT APKASI ke-26, Bupati PPU Tekankan Isu Fiskal dan Pembangunan Daerah

Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menilai forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan pemerintah kabupaten, terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

Hal itu disampaikan Mudyat saat mengikuti rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 APKASI di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang koordinasi antardaerah, tetapi juga wadah untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat terkait pelaksanaan pembangunan di daerah.

Ia mengatakan pemerintah kabupaten saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan di tengah keterbatasan kemampuan fiskal. Karena itu, diperlukan sinergi antardaerah untuk memperkuat posisi pemerintah kabupaten dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada daerah.

“Selamat HUT APKASI ke-26. Semoga penguatan dan perjuangan daerah yang tergabung dalam APKASI mampu memberikan dukungan bagi daerah. Khususnya di tengah tantangan fiskal saat ini, termasuk dalam memperjuangkan hak-hak pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap APKASI terus menjadi ruang bersama bagi para kepala daerah untuk memperjuangkan kepentingan pemerintah kabupaten, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan investasi di daerah.

“Semangat perjuangan yang dibangun melalui APKASI hendaknya menjadi spirit bagi para bupati di seluruh Indonesia untuk terus optimistis menjalankan amanah sebagai kepala daerah demi keberlangsungan program dan pembangunan di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Rangkaian HUT ke-26 APKASI diisi sejumlah agenda yang membahas isu-isu strategis, di antaranya penguatan otonomi daerah, peningkatan investasi, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Fokus pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat kapasitas pemerintah kabupaten dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Senada dengan itu, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mengatakan organisasi tersebut harus terus memperkuat sinergi antarpemerintah kabupaten dalam menghadapi dinamika pembangunan nasional.

Menurutnya, APKASI memiliki fungsi strategis sebagai wadah komunikasi dan kerja sama pemerintah kabupaten, sekaligus menjadi saluran untuk memperjuangkan berbagai kepentingan daerah kepada pemerintah pusat.

“Peringatan HUT APKASI ke-26 ini menjadi momentum refleksi perjuangan daerah, terutama dalam memperjuangkan kepentingan dan hak-hak daerah,” kata Bursah.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten merupakan ujung tombak pelayanan publik sehingga penguatan peran daerah perlu terus didorong melalui kolaborasi antardaerah.

“APKASI adalah rumah besar bagi pemerintah kabupaten, wadah kerja sama antar pemerintah kabupaten, dan pilar penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata,” ujarnya.

Penyunting: Robbi Lalat

Dugaan Korupsi MBG Sentuh Unsur Militer, Penanganan Masuk Jalur Koneksitas

0

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap adanya dugaan keterlibatan seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat Kolonel berinisial BU dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada proyek pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan BU saat itu menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam sejumlah pengadaan barang dan jasa, termasuk pengadaan sepeda motor listrik.

“Kami menemukan adanya keterlibatan oknum TNI aktif yang menjabat selaku Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan barang jasa, terutama pengadaan sepeda motor,” kata Syarief dalam konferensi pers, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan, BU diduga memiliki peran dalam proses penentuan harga serta pemilihan penyedia kendaraan listrik yang digunakan dalam program tersebut. Dugaan tersebut diperoleh dari alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

“Itu dilakukan memang oleh PPK dan penyedia yang sudah kita melakukan penahanan,” ujarnya.

Meski demikian, Kejagung belum menetapkan BU sebagai tersangka. Syarief menegaskan, proses hukum terhadap anggota TNI aktif harus ditempuh melalui mekanisme koneksitas bersama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (Jampidmil).

“Belum (tersangka). Makanya ini karena keterlibatan, kami di Pidsus tidak bisa memproses atau menetapkan tersangka terhadap TNI aktif. Itu dilakukan melalui mekanisme koneksitas. Karena itu kami serahkan ke Jampidmil untuk selanjutnya diproses,” jelasnya.

Sejauh ini Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program MBG periode 2025–2026. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono, Glory Harimas Sihombing, serta Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Penyidik menduga perkara tersebut melibatkan penunjukan mitra SPPG yang tidak memenuhi persyaratan serta praktik penggelembungan harga dalam sejumlah pengadaan, antara lain 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1,03 triliun, puluhan ribu tablet, sepatu, hingga ribuan televisi berukuran 75 inci yang diduga menimbulkan kerugian negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Kapolres Kubar Bacakan Amanat Presiden, Polri Diminta Terus Berbenah

0

SENDAWAR – Polres Kutai Barat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara di Taman Budaya Sendawar (TBS), Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, peringatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, TNI, kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Bhayangkari.

Upacara dipimpin langsung Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono selaku inspektur upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan, pembacaan Tribrata, hingga pembacaan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam amanat yang dibacakan Kapolres, Presiden menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama delapan dekade. Presiden juga meminta Polri terus melakukan pembenahan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan dan humanis.

Tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi penegasan bahwa tugas utama Bhayangkara adalah memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pada kesempatan itu, AKBP Boney Wahyu Wicaksono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung tugas-tugas kepolisian di Kutai Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Terima kasih kepada Pemkab Kubar, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, tokoh adat, agama, masyarakat, media, dan dunia usaha. Berkat sinergi ini, Kubar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Kapolres menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan harus semakin cepat, mudah, tidak berbelit, serta didukung penegakan hukum yang profesional, adil, dan tanpa tebang pilih.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani yang mewakili Bupati Frederick Edwin turut menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri.

“Keamanan adalah pondasi pembangunan. Tanpa rasa aman, tidak ada kesejahteraan,” ujarnya.

Rangkaian syukuran diisi dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada personel tertua dan termuda, penyerahan penghargaan kepada anggota berprestasi serta mitra Polri, hingga pembagian hadiah berbagai perlombaan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti Rumah Jabatan Kapolres “Graha Tatag Trawang Tungga”, yang menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni budaya yang menampilkan Tari Gantar, atraksi bela diri Polri, serta tari perang yang dibawakan personel Polres Kutai Barat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sebagai cerminan kuatnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.